Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 398

NTT Bersiap Sambut Cristiano Ronaldo di Kupang

0
Cristiano Ronaldo(ekbisntb.com/ist)

Kupang (ekbisntb.com) – Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Nusa Tenggara Timur terus berkoordinasi dengan Yayasan Graha Kasih Indonesia mengenai rencana kedatangan megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo ke Kupang, NTT, Selasa 18 Februari 2025.

“Sesuai jadwal akan tiba di Bandara El Tari Kupang pada Selasa 18 Februari besok,” kata Sekretaris Asporv PSSI NTT Abdul Muis di Kupang, Senin pagi.

Dia mengonfirmasi informasi kedatangan pesepak bola dunia yang kini merumput bersama klub Al Nassr di Arab Saudi itu.

Kedatangan mantan pemain Manchester United tersebut, kata dia, difasilitasi oleh Yayasan Graha Kasih pimpinan Dr. Susy Maria Kapitana.

Muis menyatakan kepastian kedatangan mantan pemain Juventus itu masih terus dibicarakan dengan yayasan tersebut. “Kami masih menunggu rundown asli dari Jakarta,” kata Muis.

Muis mengaku baru mengetahui bahwa  mantan pemain Real Madrid itu akan datang ke Kupang, namun dia mengaku masih belum mengetahui kepastian kunjungan sang megabintang.

“Tapi yang pasti kami (PSSI) diberi ruang oleh Yayasan Graha Kasih Indonesia pimpinan ibu Dokter Susy Maria Kapitana, untuk ada pertemuan antara PSSI NTT, Ronaldo, Yayasan Graha Kasih dan kemungkinan besar dengan Pemerintah Provinsi NTT,” tegas Muis. (ant)

Anggaran Terbatas, BPPD Tetap Optimis Memajukan Pariwisata NTB

0
Dewantoro Umbu Joka(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang terkena dampak efisiensi anggaran. Meski begitu, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB tetap optimis memajukan dan mengembangkan pariwisata NTB.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, sekaligus Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) NTB, Dewantoro Umbu Joka, saat dihubungi Suara NTB, pada Senin siang 17 Februari 2025.

Sejauh ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menerima pagu anggaran tahun 2025 setelah melalui proses efisiensi. Kementerian Pariwisata mengalami pemangkasan signifikan sekitar 37 persen dari anggaran semula Rp 1,4 triliun, sehingga tersisa Rp 884,9 miliar.

Dikatakan bahwa tidak ada perbedaan yang terjadi di BPPD NTB terkait promosi pariwisata, meski terjadi pemangkasan anggaran. Karena beberapa tahun terakhir untuk promosi pariwisata di NTB, anggarannya memang minim.

Namun demikian, pihak BPPD NTB tetap berupaya melakukan terobosan untuk mengembangkan dan memajukan pariwisata di NTB. “Kita berencana ada beberapa buat ikut event yang memang, dikatakan bisa mendorong,” ujarnya. Selain itu, pihak BPPD NTB tetap melakukan promosi melalui Daring (Dalam Jaringan) maupun Luring (Luar Jaringan).

BPPD NTB memiliki rencana, selain melakukan promosi mereka sekaligus melakukan bisnis antara industri pariwisata dengan mengajak industri lainnya. Yang dapat menunjang kemajuan pariwisata di NTB dan juga meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah).

 “Selain promosi, ya langsung berbisnis supaya ada transaksi. Intinya kita inikan maunya ada pendapatan. Kan itu salah satu tugas badan promosi. Pertama pencitraan bagaimana NTB itu bagus, aman, ramah, dan nyaman. kalau sudah begitu kan bisa meningkatkan PAD itu sendiri. Nah kita mengkoordinir mereka dengan mekanisme B2B, dengan anggaran terbatas,” jelasnya.

Hal lain yang diupayakan pihak BPPD NTB adalah menjaga dan memaksimalkan rute penerbangan langsung luar negeri menuju Lombok. Contohnya rute yang sudah ada adalah rute Kuala Lumpur – Lombok dan rute Singapura – Lombok. Serta terus melakukan upaya pembukaan rute-rute baru yang langsung menuju ke Lombok.

Pihak BPPD NTB memiliki harapan besar pada Gubernur terpilih, Lalu Muhamad Iqbal yang memiliki banyak jejaring sosial. Karena latar belakang Iqbal yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Turki.

“Pak Iqbal inikan punya networking yang bagus untuk luar negeri,” ucapnya. “Mudah-mudahan dengan biaya anggaran yang terbatas bisa tetap mendunia,” tambahnya. (hir)

Imbas Efisiensi, Pelaku Usaha Mikro Berpeluang Semakin Terperosok

0
Para pelaku usaha mikro yang sedang duduk menunggu acara selesai untuk menjajakan jualannya.(ekbisntb.com/hir)

Lombok (ekbisntb.com) – Efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah, turut berdampak pada para pelaku usaha mikro di NTB. Sebab jika industri Pariwisata dan Perhotelan terancam, maka pelaku usaha mikro juga akan semakin terperosok.

Demikian benang merah dalam wawancara Ekbis NTB dengan beberapa pelaku usaha mikro. Mereka adalah Iwan Wahyunadi dan Edi Supardan, yang ditemui di depan salah satu hotel di Kota Mataram, Senin 17 Februari 2025.

Salah satu akibat dari efisiensi anggaran adalah berkurangnya kegiatan pertemuan, rapat, dan seminar dari instansi pemerintah. Kegiatan-kegiatan ini menjadi harapan besar bagi pelaku usaha mikro yang menjajakan jualannya. Dengan berkurangnya kegiatan-kegiatan tersebut otomatis akan berkurang pula pemasukan mereka.

Iwan adalah pelaku usaha mikro yang menjajakan dagangannya dengan berkeliling. Iwan biasa berkeliling ke destinasi wisata di Lombok untuk menjualbelikan dagangannya, yang berupa kaos kaki. Sedangkan Edi bisa berkeliling pada 10 sampai 20 hotel sehari di Kota Mataram, untuk menawari kain tenun sasak yang ia jual kepada para pendatang dari luar Lombok.

“Penghasilannya sama aja, tergantung peminatnya juga. Rame tapi enggak ada yang mau beli,” ujar Iwan.

Edi berharap agar pemerintah bisa meninjau kembali efisiensi anggaran ini. Dimana dari efisiensi tersebut mereka juga ikut terkena dampak. “Semoga event-event atau acara-acaranya tidak berkurang,” ujarnya.

Diakui oleh kedua pelaku usaha mikro ini, meskipun mereka belum merasakan dampak dari efisiensi anggara secara signifikan. Tetapi dari sekarang pun pendapatan mereka sudah menurun. Apalagi nantinya ketika aturan ini sudah benar-benar dijalankan.

Suara NTB juga melakukan wawancara dengan Staff Marketing and Order, Eko Yulinato, dari salah satu pusat oleh-oleh khas Lombok.

Dikatakan bahwa pengunjung yang datang membeli oleh-oleh khas Lombok, yang mereka sediakan adalah sebagian besar dari para pendatang yang melakukan perjalanan dinas, pertemuan atau semacamnya.

Dengan adanya efisiensi anggaran pasti akan ada penurunan pendapatan. Namun belum bisa dipastikan oleh Eko, karena memang ini baru awal dari peraturan efisiensi anggaran tersebut. “Karena kan mereka biasanya kunjungannya mungkin di akhir atau di awal- awal lebaran. Memang menjelang ramadan kunjungan pasti sepi,” ujarnya.

Harapan Eko terkait efisiensi anggaran yang mempengaruhi kegiatan perjalanan dinas, adalah untuk perjalanan luar negeri saja yang diminimalisasi. menurutnya untuk perjalanan dinas dalam negeri tidak perlu diminimalisasi, karena hal tersebut memiliki dampak baik untuk kalangan bawah seperti pelaku usaha mikro. “Kita inginnya kehidupan kita maju, malah merosot,” pungkasnya.(hir)

Dukung Logistik MBG – Ketersediaan Daging, Ayam dan Telur Jadi Fokus Disnakeswan NTB

0
Muhamad Riadi (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB diberi tugas untuk menyiapkan ketersediaan daging, ayam dan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 ini. Tiga sumber protein ini menjadi penting untuk tetap tersedia secara rutin, sehingga ekosistem penyediaan stok logistik tersebut harus tetap lancar.

Kepala Disnakeswan NTB, Muhamad Riadi mengatakan, untuk ketersediaan telur, pihaknya tak khawatir karena produksi telur di dalam daerah mencukupi. Bahkan mengalami over produksi di Bulan Desember 2024 kemarin. Begitu juga dengan ketersediaan daging sapi di NTB tak ada yang perlu dikhawatirkan karena stok sapi di NTB sangat mencukupi.

“Kita di NTB daerah produsen sapi, kita peringkat empat nasional untuk penyediaan daging merah,” kata Muhamad Riadi kepada Ekbis NTB, Senin 17 Februari 2025.

Namun yang menjadi kekhawatirannya yaitu ketersediaan daging broiler jika permintaan tinggi. Sebab ada tantangan yang perlu dicarikan jalan keluar di bawah. Misalnya perusahan mitra hanya mau bermitra dengan peternak di dalam daerah jika kandang ayam ditingkatkan dengan sistem close house.

Kandang broiler sistem closed house adalah kandang tertutup yang menjamin keamanan secara biologi dengan pengaturan ventilasi yang baik sehingga lebih sedikit stress yang terjadi pada ternak, sehingga produktifitasnya menjadi lebih tinggi.

“Kalau kandang open house mereka tak mau, mungkin karena pertimbangan berat badan harian unggas bisa diprogram jika pakai close house. Namun peternak kita banyak dengan kandang-kandang yang kapasitasnya kecil sekitar 2.500 ekor, jika diupgrade ke sistem close house rugi dia, karena minimal baru ketemu skala keekonomiannya sekitar 5000 ekor,” katanya.

Terkait dengan persoalan tersebut, pihaknya kata Riadi sudah melakukan komunikasi dengan dengan perusahaan mitra untuk meningkatkan produksi ayam broilernya, sehingga NTB betul sispa-siap dengan program MBG yang menjadi program prioritas pemerintah.

Terkait dengan telur, pihaknya sedang mendorong peternak puyuh di NTB agar mengembangkan usahanya dalam rangka menyediakan produk telur puyuh untuk MBG. Sebab sangat penting diversifikasi protein untuk makan harian kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program ini. Sehingga tak hanya telur ayam broiler yang dibutuhkan, namun telur puyuh juga perlu disediakan.

“Kami mendorong kedepan supaya peternak-peternak kita memelihara puyuh. Karena ini saya lihat cukup ekonomis dan kompetitif. Pasarnya masih sangat terbuka, sebab selama ini puyuh kita datangkan dari luar,” katanya.(ris)

Dewan Ingatkan Efisiensi Anggaran Jangan Sampai Merugikan Masyarakat

0
Made Slamet(ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Wakil rakyat di DPRD NTB mengingatkan Pemerintah Provinsi untuk melakukan kajian yang matang terkait rencana pemangkasan sejumlah program dan kegiatan dalam rangka efisiensi anggaran.

Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi V DPRD NTB, Made Slamet, agar efisiensi anggaran tersebut tidak berdampak negatif kepada masyarakat. Politisi PDIP itu meminta Pemerintah Daerah untuk memperhatikan kembali dampak makro efisiensi anggaran terhadap kehidupan masyarakat.

Slamet menekankan perhatian khusus terhadap pedagang kecil dan para pekerja, mengingat kondisi ekonomi yang menurutnya saat ini tengah tidak stabil. Ia mengkhawatirkan bahwa langkah pemangkasan anggaran bisa memicu kemarahan rakyat jika pemerintah tidak bijak dalam mengaturnya.

“Jangan sampai pemerintah justru menyulitkan rakyatnya. Efisiensi anggaran ini harus benar-benar dikaji dengan baik agar tidak merugikan masyarakat. Jangan sampai rakyat marah. Saya sudah merasa, mudah-mudahan tidak terjadi gerakan rakyat jika ini terus berlanjut,” ujarnya pada Senin 17 Februari 2025.

Slamet juga mengungkapkan bahwa secara umum di Indonesia, masyarakat mulai merasakan dampak dari efisiensi anggaran pemerintah, terutama mereka yang bekerja di instansi pemerintah, banyak yang terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Ini menjadi peringatan bagi pemerintah. Makanya, pemerintah harus mempertimbangkan dengan matang dampak dari efisiensi ini. Jika program seperti makan bergizi gratis justru menyulitkan masyarakat, lebih baik tunda dulu secara bertahap,” tambahnya.

Pada prinsipnya, pemangkasan sejumlah anggaran belanja negara dan daerah berdasarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 dinilai Slamet sebagai langkah yang baik. Ada beberapa pos yang memang harus dipangkas, terutama belanja-belanja yang tidak produktif, seperti perjalanan dinas, belanja alat tulis kantor (ATK), dan belanja lainnya yang memerlukan efisiensi.

“Tetapi, pemangkasan lainnya juga perlu diperhatikan. Jika dilakukan secara merata, dampaknya bisa sangat besar. Dan sekali lagi, dampaknya bisa sangat besar, terutama jika rakyat sudah kesulitan memenuhi kebutuhan dasar mereka,” tegasnya.

Slamet berharap Gubernur NTB yang baru, Lalu Muhammad Iqbal, bisa membaca kondisi ini dengan bijak. Diharapkan ada kebijakan-kebijakan yang bisa mengurangi dampak negatif dari efisiensi anggaran terhadap roda perekonomian masyarakat. (ndi)

30 Hektar Lahan Pertanian Terendam

0
Sejumlah buruh petani di Sayang-sayang memanen padinya yang roboh akibat cuaca ekstrem pekan kemarin. Sejumlah 20-30 hektar lahan pertanian di Kota Mataram, terendam banjir. Kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Sekarbela. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Seluas 30 hektar lahan pertanian di Kota Mataram, terendam banjir. Hal ini disebabkan luapan air di saluran. Maraknya pembangunan perumahan disinyalir menjadi pemicu berkurangnya kawasan serapan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah dikonfirmasi pada, Senin 17 Februari 2025 mengakui, cuaca ekstrem seperti angin kencang disertai hujan lebat mengakibatkan 20-30 hektar lahan pertanian terendam banjir. Lahan pertanian di Kecamatan Sekarbela paling parah dibandingkan wilayah lainnya. “Kasihan yang paling parah itu lahan pertanian di Sekarbela,” sebutnya.

Salah satu pemicu terendamnya lahan pertanian adalah penyempitan saluran. Penyempitan saluran ini diakibatkan maraknya pembangunan perumahan. Selain itu, daerah serapan juga berkurang sehingga mengakibatkan luapan.

Irwan menyayangkan belum dilakukan pengendalian terhadap pembangunan perumahan di lahan pertanian. “Kita sangat sayangkan maraknya pembangunan perumahan,” ungkapnya.

Mantan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram bersyukur, tidak ada tanaman padi yang terancam puso. Petani telah memanen tanaman padi mereka sebelum cuaca ekstrem terjadi. “Alhamdulillah, tidak ada yang gagal panen. Kebetulan petani sudah panen dan masuk musim tanam lagi,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini tidak boleh terulang kembali. Langkah antisipasi bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk normalisasi saluran. Selain itu, penanganan jangka panjang adalah pengendalian pembangunan perumahan.

Terakhir kata dia, mendorong petani mengikuti asuransi usaha tani padi (AUTP). Petani akan mendapatkan asuransi apabila mengalami gagal panen seperti terserang hama, banjir, dan lain sebagainya. “Iya, tidak ada pilihan sehingga kita berharap petani ikut asuransi,” demikian kata Irwan. (cem)

Habiskan 57 Ton Beras Setiap Hari

0
H.Fathul Gani(ekbisntb.com/ist)

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar 1,7 juta warga NTB, terdiri dari 1,2 juta anak sekolah, sisanya merupakan balita dan ibu hamil akan habiskan 57ton beras dan 66 ribu ton gabah daerah setiap harinya.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten II Setda NTB, Dr.H.Fathul Gani, M.Si., usai rapat pelaksanaan MBG, Senin, 17 Februari 2025. Ia mengatakan, kesiapan akan komoditi beras untuk program MBG ini sudah mencukupi, namun, kebutuhkan bahan pokok lain seperti daging dan telur sebagai sumber protein masih belum memenuhi kebutuhan program nasional yang dilaksanakan di daerah tersebut.

“Kebutuhan beras di MBG, kalau hitungan DKP itu 57 ton per hari, kalau hitungan pertanian 66 ribu ton gabah. Beras tidak ada masalah, tapi faktor lain seperti telur, bahan baku yang penting itu masih dipikirkan,” ujarnya.

Selain kekurangan telur dan daging, kebutuhan lain seperti sayur dan perbumbuan masih belum terpenuhi. Oleh karenanya, pihaknya meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tekhnis untuk memprioritaskan program-program pendukung program MBG.

“Kalau beras Insya Allah tidak ada masalah, tapi faktor yang lain seperti telur, kebutuhan daging, sayur mayur, termasuk bumbu-bumbu, itu yang kita minta OPD teknis untuk betul-betul mencermati kondisi,” sambungnya.

Dikatakan, untuk eksekusi program ini, Pemprov NTB menginstruksikan adanya peningkatan pangan hingga 10 persen. Baik itu beras, daging, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.

Saat ini, kata Fathul Gani, bukan hanya pemerintah provinsi yang bergerak dalam menjaga stabilitas pangan, tetapi juga Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di tingkat desa turut aktif.

Sesuai dengan arahan pemerintah, desa diwajibkan mengalokasikan 20 persen Dana Desa untuk penguatan ketahanan pangan. Dana ini difokuskan pada peningkatan produksi pangan, termasuk memperbanyak bibit tanaman dan memperluas budidaya sayur-mayur.

“Untuk di tingkat desa kan jelas arahannya, diarahkan 20 persen dari Dana Desa untuk penguatan ketahanan pangan, ketahanan pangan kita arahkan untuk peningkatakn produksi, sayur mayur, perbanyak bibit dan sebagainya,” jelasnya.

Ia menyebutkan, salah satu tantangan utama dalam ketahanan pangan untuk program MBG ini adalah produksi daging ayam dan telur. Disebutkan, sebelum program MBG saja Pemprov NTB kerap kali memasukkan telur dari luar, apalagi pada saat pelaksanaan yang mana membutuhkan tambahan sumber protein. Selain itu, sektor perikanan air tawar juga mendapat perhatian khusus untuk meningkatkan suplai bahan pangan yang berkualitas.

“Memang diakui, daging seperti daging ayam, itu yang akan bagaimana kita membuat program yang menghasilkan dan menambah produksi, jadi itu yang akan kita support untuk mendukung bahan baku kita,” imbuhnya. (era)

Tanpa Bahan Galian Tambang, Ekspor NTB Anjlok 97 Persen di Januari 2025

0
Foto : Wahyudin (Ekbis NTB/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Nilai ekspor Provinsi NTB Bulan Januari 2025 sebesar 3,8 juta Dolar AS, mengalami penurunan sebesar 97,12 persen jika dibandingkan dengan ekspor Bulan Desember 2024 yang berjumlah sebesar 135,2 juta Dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin mengatakan, di Januari 2025, tak ada ekspor yang terkait dengan hasil galian tambang yang dilakukan oleh PT. Amman Mineral. Sebab berdasarkan ketentuan, ekspor bahan galian tambang yang beroperasi di KSB tersebut sampai akhir Desember 2024 lalu sehingga berpengaruh terhadap angka ekspor NTB.

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, Nilai Ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat Bulan Januari 2025 mengalami penurunan sebesar 97,89 persen. Dimana tercatat Nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Bulan Januari 2024 sebesar 184.721.272 Dolar AS,” kata Wahyudin saat menyampaikan berita statistik, Senin 17 Februari 2025.

Adapun nilai ekspor Provinsi NTB Bulan Januari 2025 menurut negara tujuan menunjukkan Amerika Serikat menjadi negara tujuan dengan nilai ekspor terbesar yaitu 1,1 Juta Dolar AS atau sekitar 28,88 persen. Negara dengan nilai ekspor tertinggi kedua adalah Jepang dengan nilai 826 ribu Dolar AS atau sekitar 21,24 persen, kemudian disusul Vietnam yaitu sebesar 806,9 ribu Dolar AS atau sekitar 20,75 persen.

Kelompok komoditas ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada Bulan Januari 2025 adalah Perhiasan/Permata sebesar 1,1 juta Dolar AS (29,32 persen), Daging dan Ikan Olahan sebesar 965 ribu Dolar AS (24,83 persen), Buah-buahan sebesar 851 ribu Dolar AS (21,89 persen), Ikan dan Udang sebesar 729 ribu Dolar AS (18,77 persen) dan beberapa komoditas lainnya.

Sedangkan kelompok komoditas ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada Bulan Desember 2024 adalah Barang Galian/Tambang Non Migas sebesar 128.010.417 (94,65 persen), Perhiasan / Permata sebesar 3.816.522 Dolar AS (2,82 persen).

“Kemudian Ikan dan Udang sebesar US$ 1.940.179 (1,43 persen), Buah-buahan sebesar 772.862 Dolar AS (0,57 persen), Garam, Belerang, Kapur sebesar 299.489 Dolar AS (0,22 persen), Daging dan Ikan Olahan sebesar 223.310 Dolar AS (0,17 persen),” katanya.

Adapun negara tujuan ekspor kelompok komoditas Perhiasan / Permata pada bulan Januari 2025 adalah Jepang, Hongkong, Thailand, dan lainnya. Untuk ekspor kelompok komoditas Daging dan Ikan Olahan ditujukan ke Amerika Serikat, Puerto Rico, dan lainnya. Ekspor kelompok Buah-buahan ditujukan ke Vietnam, India, Arab Saudi. Sedangkan kelompok Ikan dan Udang ditujukan ke Amerika Serikat, Kanada, Singapura, dan lainnya.(ris)

Menjaga Harmonisasi Hiu Paus dan Manusia di Teluk Saleh Sumbawa

0
Hiu Paus di perairan Teluk Saleh(ekbisntb.com/ant)

PADA Oktober 2024, sebanyak 11 peneliti dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan mengarungi perairan Teluk Saleh seluas 1.459 kilometer persegi yang membentang di bagian utara Pulau Sumbawa.

Kolaborasi ekspedisi ilmiah itu bertujuan untuk memahami keanekaragaman ikan, keanekaragaman terumbu karang, dan melakukan survei guna menilai sumber makanan bagi hiu paus.

Focal Species Conservation Senior Manager dari Yayasan Konservasi Indonesia (KI) Iqbal Herwata mengatakan kehidupan harmonis antara manusia dengan hiu paus terjadi di Teluk Saleh.

Hewan bernama latin Rhincodon typus tersebut selalu mengerumuni kapal-kapal bagang untuk memakan ikan-ikan kecil dan udang rebon yang tidak dibawa pulang oleh para nelayan. Kapal bagan atau bagang adalah kapal tradisional untuk menangkap ikan yang biasa digunakan oleh nelayan di Labuan Bajo.

Hubungan intens manusia dengan hiu paus membuat ilmuwan bersama pemerintah tergerak untuk membangun kawasan konservasi berbasis hiu paus agar keberadaan ikan terbesar di dunia tersebut bisa terus lestari.

“Kami ingin memberikan bukti (melalui ekspedisi riset) terkait manfaat membangun kawasan konservasi hiu paus, sehingga kami mendata keanekaragaman ikan, terumbu karang, dan kesehatan mangrove sebagai sumber makanan hiu paus,” kata Iqbal saat diwawancarai di Pusat Edukasi Hiu Paus  di Desa Labuan Jambu, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada awal Februari 2025.

Dua jaring plankton berbentuk kerucut terbenam di bawah air berwarna biru tosca mengumpulkan plankton (zooplankton dan ichthyoplankton) yang menjadi sumber makanan utama bagi ikan kharismatik hiu paus. Plankton merupakan sekelompok biota akuatik baik berupa tumbuhan maupun hewan yang hidup terapung di permukaan perairan.

Mereka juga memantau predator puncak serta melakukan pemantauan akuatik pada kedalaman 700 meter. Aktivitas riset lainnya berupa penilaian kondisi terumbu karang untuk mengetahui seberapa tebal tutupan terumbu karang.

Para ilmuwan menemukan 570 ikan dalam ekspedisi riset yang berlangsung selama delapan hari. Melalui peneliti itu terungkap alasan hiu paus berada di Teluk Saleh adalah untuk mencari makan dan mencari perlindungan.

Kawasan konservasi

Teluk Saleh berlokasi di jantung Indo-Pasifik, dan menjadi penambatan penting bagi hiu paus. Berdasarkan penelitian yang berlangsung pada tahun 2017 sampai 2022 teridentifikasi ada 108 individu hiu paus di Teluk Saleh, sehingga menjadikan kawasan itu sebagai habitat hiu paus terbesar kedua setelah Teluk Cenderawasih di Papua Barat.

Teluk Saleh tak hanya sekadar habitat, tetapi juga area pengasuhan bagi hiu paus muda berukuran rata-rata enam meter yang didominasi jenis kelamin jantan. Hiu paus mampu bermigrasi sejauh lebih dari 15.000 kilometer dan menyelam hingga kedalaman 2.000 meter.

Lokasi perairan yang semi tertutup oleh keberadaan Pulau Mojo membuat hiu paus setia dengan Teluk Saleh. Kawasan itu adalah tempat perlindungan yang sempurna bagi hiu paus karena mereka terlindungi dari berbagai ancaman laut lepas.

Hiu paus saat lahir berukuran kecil sekitar 40-50 sentimeter dan bisa tumbuh hingga 18 meter. Beberapa kali nelayan lokal menemukan anak-anak hiu paus yang menandakan bahwa mereka lahir di dekat Teluk Saleh.

Sumber makanan yang melimpah dan lokasi perairan yang terlindungi membuat 77 persen dari populasi hiu paus di Teluk Saleh kembali beberapa kali dalam 5 sampai 6 tahun, bahkan hingga 10 kali. Hal itu menandakan bahwa Teluk Saleh adalah rumah yang nyaman, bahkan ada beberapa individu hiu paus yang diteliti para ilmuwan selama bertahun-tahun tidak keluar dari perairan Teluk Saleh.

Konservasi Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sedang menyusun rencana zonasi kawasan konservasi untuk melindungi spesies hiu paus di Teluk Saleh. Zonasi itu agar tidak ada irisan dengan area aktivitas nelayan dan pariwisata dalam pembangunan deliniasi ruang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim mengatakan kegiatan konservasi tidak hanya melindungi ekosistem biota hiu paus, ikan-ikan karang, hingga predator besar, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal yang menggantungkan hidup dari aktivitas perikanan maupun pengelolaan wisata.

Saat ini hanya 23 persen atau 6.000 hektare dari area penambatan hiu paus teridentifikasi yang berada di bawah perlindungan dua kawasan konservasi laut di Teluk Saleh. Oleh karena itu, kawasan perlindungan perlu diperluas agar optimal menjaga habitat hewan pengembara lautan bersuhu hangat tersebut.

Ekowisata berkelanjutan

Puluhan kapal bagang bersandar di tepian Pulau Rak yang berada di dalam kawasan Teluk Saleh untuk berlindung dari hempasan badai yang muncul akibat bibit siklon tropis pada 2-3 Februari 2025.

Bila kapal bagang berlabuh cukup lama artinya selama beberapa hari tidak ada kesempatan untuk berwisata mengamati hiu paus. Gelombang tinggi dan angin kencang sangat berbahaya bagi kegiatan perikanan tangkap.

Selama sewindu terakhir, aktivitas wisata hiu paus kian berkembang membawa puluhan ribu wisatawan setiap tahun ke Teluk Saleh. Para turis kebanyakan datang dari Bali atau Labuan Bajo menaiki kapal-kapal pinisi, namun tak sedikit pula yang berlayar dari Sumbawa.

Industri pariwisata yang tumbuh sumbur membuat hiu paus berada dalam posisi yang sangat rentan terhadap perubahan ekosistem. Jumlah wisatawan menyelam atau berenang dibatasi hanya 20 orang setiap 30 menit, langkah itu diambil untuk memberikan kenyamanan bagi hiu paus.

Meski hewan yang terkenal jinak itu tampak akrab dengan manusia, namun mereka punya sensitivitas yang tinggi. Operator wisata selalu mengingatkan wisatawan agar jangan pernah menyentuh bagian bawah hiu paus karena membuat mereka merasa terancam, lalu pergi meninggalkan kapal bagang.

Kepala Sub Direktorat Penataan Kawasan Konservasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Amehr Hakim mengatakan lokasi wisata hiu paus yang akan dijadikan kawasan konservasi kian memperkuat posisi ruang laut untuk perlindungan dan wisata.

Para operator wisata hiu paus yang kini berjumlah 16 operator perlu menyosialisasikan tidak hanya etika berwisata saja, tetapi juga kawasan konservasi yang dilindungi. “Jangan kita fokus terhadap wisata, tapi lupa bahwa ini area hidup mereka yang kita jaga sebagai kawasan konservasi,” ucap Amehr.

Merujuk Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/KEPMEN-KP/2013 Tahun 2013, hiu paus adalah hewan yang dilindungi secara penuh di wilayah perairan Indonesia. Seluruh bagian tubuh hiu paus tidak boleh dimanfaatkan secara langsung, kecuali untuk penelitian, edukasi, dan wisata.

Hiu paus adalah ikan pengembara yang dapat berumur hingga 70 tahun. Meski habitat nyaman mereka ada di Teluk Saleh, bukan berarti hewan itu milik Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu.

Manusia perlu menjaga ekosistem perairan dengan tidak mencemari teluk dan tidak melakukan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal. Wisata yang berbasis alam dan lingkungan menjadi harapan untuk memberikan kenyamanan bagi hiu paus. (ant)

DPRD NTB Sasar Siswa SMKN Mataram Sosialisasi Raperda Perlindungan PMI

0
Anggota Komisi V DPRD NTB, Didi Sumardi melaksanakan sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).di SMKN 3 Mataram, Senin 17 Februari 2025(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) menyasar siswa SMKN 3 Mataram untuk mengikuti kegiatan sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Anggota Komisi V DPRD NTB Didi Sumardi mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para siswa SMKN 3 Mataram jika ingin bekerja di luar negeri perlu mempersiapkan diri sejak dini.

“Terutama menyiapkan kompetensi diri untuk menghadapi persaingan dunia kerja. Terlebih lagi di sekolah kejuruan, siswa harus mempersiapkan diri dengan maksimal agar menguasai kompetensi keahlian masing-masing sesuai dengan jurusan,” ujarnya di Mataram, Senin.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini menjadi kewajiban DPRD dalam melaksanakan peraturan UU Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Bagaimana caranya agar para pekerja di luar negeri mendapatkan perlindungan selama bekerja di sana,” kata Didi Sumardi.

Anggota DPRD NTB dari daerah pemilihan (Dapil) 1 Kota Mataram ini berpesan kepada seluruh siswa SMKN 3 Mataram agar terus belajar dan mengasah kemampuan diri agar siap terjun ke dunia kerja setelah lulus nantinya.

Sementara itu, dalam sesi tanya jawab, beberapa siswa menanyakan terkait persyaratan dan cara untuk mendaftarkan diri supaya bisa bekerja di luar negeri.

Didi mengatakan yang perlu disiapkan adalah mental dan kemampuan diri, setelah memahami berbagai persyaratan, lalu mendatangi berbagai lembaga atau instansi yang bergerak di bidang tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta tampak antusias mengikuti hingga selesai.

“Semoga dengan kegiatan seperti ini dapat menambah semangat dan motivasi mereka dalam menyiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah lulus sekolah,” katanya.

Kepala SMKN 3 Mataram Sulman Haris menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan dari Komisi V DPRD NTB ke SMKN 3 Mataram.

“Di sekolah kami ada 8 orang siswa ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah) dari Malaysia. Selama tiga tahun ke depan, mereka akan belajar dan menimba ilmu di sini. Harapan kami, besok mereka kembali ke daerah asal dengan berbagai kompetensi sesuai jurusan yang dipilih,” katanya.

Kegiatan sosialisasi Raperda tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) diikuti sebanyak 120 siswa. (ant)