Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 35

Dekopinwil NTB Dorong Daerah Fokus Urus Koperasi Aktif

0
Dekopinwil NTB Dorong Daerah Fokus Urus Koperasi Aktif
Lalu. Anis

Mataram (ekbisntb.com) – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat (Dekopinwil NTB) mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus membenahi dan memperkuat koperasi yang benar-benar aktif dan sehat, dibanding terus menghabiskan energi pada koperasi yang sudah mati suri.

Ketua Dekopinwil NTB, Lalu Anis Mudjahid Akbar, menegaskan kondisi koperasi di NTB saat ini memang membutuhkan pembenahan serius. Dari ribuan koperasi yang terdaftar, tidak semuanya aktif dan berkinerja baik.

“Kondisi koperasi memang perlu pembenahan. Dari sekitar 4.000 koperasi yang ada, paling hanya sekitar 2.000 atau bahkan kurang yang dinyatakan aktif. Dan yang benar-benar baik itu mungkin hanya sekitar seribuan,” ujarnya, Selasa, 24 Februari 2026.

Menurutnya, situasi ini menjadi fenomena dilematis. Di satu sisi jumlah koperasi cukup banyak, namun kualitas dan tingkat keaktifannya masih perlu ditingkatkan secara signifikan.

Anis menilai langkah pertama yang harus dilakukan adalah audit menyeluruh terhadap koperasi yang terdaftar. Audit diperlukan untuk memilah koperasi yang masih memiliki potensi berkembang dan mana yang sudah tidak mungkin diaktifkan kembali.

“Kalau saya, diaudit dulu. Yang memang tidak aktif dan sudah tidak mungkin dihidupkan kembali, ya dibersihkan. Kita buat model koperasi yang sehat saja,” tegasnya.

Ia bahkan mengusulkan skema merger (penggabungan) bagi koperasi yang lemah agar menjadi entitas yang lebih kuat dan efisien.

“Modelnya ke depan harus mendekati merger. Dari model itu baru bisa kita kembangkan lagi untuk membentuk koperasi-koperasi baru yang sehat. Perbankan saja kebijakan pemerintah di merger supaya lebih kuat,” jelasnya.

Menurut Anis, pendekatan ini lebih realistis dibanding mempertahankan koperasi yang secara administratif masih terdaftar, namun secara operasional sudah tidak berjalan.

“Prinsipnya audit dulu. Yang betul-betul tidak aktif dan tidak mungkin hidup kembali, ya dihapus atau diusulkan untuk dibubarkan,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB tahun 2024–2025, jumlah koperasi di NTB pada 2025 tercatat mencapai 6.190 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.953 unit berstatus aktif, sementara 2.237 unit lainnya masih tidak aktif.

Melihat data tersebut, Anis menilai pemerintah daerah sebaiknya memprioritaskan pembinaan pada koperasi aktif agar benar-benar tumbuh, sehat, dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

“Menurut saya, fokus saja dulu pada koperasi yang aktif. Jangan sampai energi habis untuk yang memang sudah tidak jalan,” ujarnya.

Ia juga menilai saat ini pemerintah pusat menunjukkan kepedulian yang lebih besar terhadap pengembangan koperasi dibanding sebelumnya.

“Kalau arah kebijakan pemerintah pusat, saya setuju. Itu bagus sekali. Dengan kepedulian yang lebih besar, seharusnya koperasi bisa berkembang,” katanya.

Anis menambahkan, sementara itu, kepengurusan Dekopinwil NTB baru saja menerima surat keputusan (SK) dan dalam waktu dekat akan menggelar rapat kerja untuk menyusun program strategis.

Programnya akan diarahkan pada penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas manajemen, serta mendorong koperasi agar lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi.

Dengan langkah audit, rasionalisasi, dan penguatan koperasi aktif, Dekopinwil NTB berharap koperasi di daerah tidak sekadar banyak secara jumlah, tetapi juga kuat secara kelembagaan dan berdaya saing dalam menopang ekonomi masyarakat.(bul)

Bupati KLU Ingin Buatkan “Berugak Beleq” Di Area Alun-alun

0
Bupati KLU Ingin Buatkan “Berugak Beleq” Di Area Alun-alun
Gapura Alun-alun Kota Tanjung tahap awal sudah selesai dibangun. Pemda berencana menambah fasilitas publik di sekitar area tersebut. (suarantb.com/ist)

Tanjung (ekbisntb.com) – Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., melihat adanya potensi aktivitas hiburan atau entertain warga yang cukup tinggi di masa depan. Atas dasar itulah, dirinya ingin membangun sarana yang mendukung aktivitas seremonial berupa Berugak Beleq di sekitar Alun-alun Kota Tanjung.

Berugak Beleq tersebut dirancang layaknya gedung serba guna terbuka, yang didukung oleh sarana publik lainnya. Nantinya, berbagai kegiatan baik aktivitas pemerintah maupun kegiatan masyarakat dapat dilangsungkan pada bangunan tersebut.

“Di sini (area Alun-alun) kita akan buat Berugak Beleq. Tempat masyarakat kita untuk beracara, mungkin ada resepsi dan sebagainya,” ungkap Najmul, belum lama ini.

Untuk diketahui, Pemkab Lombok Utara pernah memiliki Gedung Serba Guna di masa lampau. Namun, akibat gempa 2018, bangunan yang dulunya berdiri di Kantor Dinas Perpustakaan saat ini, rusak dan dirobohkan.

Sebagai bagian dari inovasi pembangunan fisik, Bupati memiliki pemikiran untuk menyediakan gedung publik yang tidak hanya representatif sebagai lokasi acara. Tetapi juga, representatif sebagai identitas daerah karena mengedepankan kearifan lokal.

Menurut dia, adanya Berugak Beleq ini nantinya, akan memudahkan masyarakat untuk memiliki akses di setiap kegiatan budaya dan adat.

“Masyarakat kita nanti tidak usah berpikir biaya hotel lagi. Insha Allah di sini akan kita sediakan fasilitasnya,” tambahnya.

Bangunan Serba Guna Berugak Beleq di area Alun-alun Tanjung, sambungnya, akan memperkuat fungsi kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas masyarakat. Kegiatan Adat seperti resepsi pernikahan, dapat dilangsungkan dengan daya tampung yang mendukung hajatan warga.
Najmul menyatakan, konsep ini bertujuan menghadirkan ruang publik yang ramah bagi masyarakat dan mendukung gaya hidup sehat karena didukung prasarana fitnes outdoor.

“Kita ingin masyarakat Lombok Utara ini senang dan sehat. Insha Allah tahun ini kita selesaikan,” imbuhnya. (ari)

Pertumbuhan Ekonomi NTB Tahun 2025 Merosot, Posisi 36 dari 38 Provinsi

0
Pertumbuhan Ekonomi NTB Tahun 2025 Merosot, Posisi 36 dari 38 Provinsi
Lalu Mohammad Faozal (suarantb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Pertumbuhan ekonomi NTB di tahun 2025 menempati posisi tiga terendah dari 38 provinsi di NTB. Sepanjang tahun 2025, ekonomi NTB tumbuh 3,22 persen (year on year), berada di posisi 36 dari 38 provinsi. Rendahnya posisi NTB di daftar pertumbuhan ekonomi nasional menjadi sorotan, apalagi daerah ini dinobatkan sebagai lumbung pangan nasional, ditambah dengan adanya salah satu perusahaan tambang terbesar PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS), lima provinsi dengan ekonomi terendah di antaranya Papua Tengah yang mengalami kontraksi hingga -21,80 persen, Aceh 2,97 persen, NTB 3,22 persen, Sumatera Barat 3,37 persen, dan Papua Selatan 3,39 persen.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Mohammad Faozal mengaku tidak mengetahui kondisi menyusutnya NTB dalam daftar pertumbuhan ekonomi. Namun, pihaknya mengaku akan melakukan identifikasi penyebab NTB berada di urutan tiga terbawah.

“Ini tahun pertama. Iya nanti kita lihat apa penyebabnya. Kita akan identifikasi penyebab,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Pusat Statistika (BPS) NTB, Wahyudin menjelaskan pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi NTB tembus hingga 7 persen. Namun, dalam RPJMD, NTB menargetkan sekitar 6-6,5 persen. Akan tetapi, pada kenyataannya pertumbuhan ekonomi hanya menyentuh 3,22 persen.

Kondisi ini, lanjutnya dipengaruhi oleh ekonomi NTB yang sempat kontraksi di triwulan pertama dan kedua. Pada Maret 2025 lalu, BPS NTB mengumumkan NTB mengalami kontraksi terdalam hingga -1,43 persen. Kemudian di triwulan kedua, terjadi lagi kontraksi hingga 0,28 persen.

“Jadi dari satu ke dua itu kita minus gitu pertumbuhan ekonomi kita. Kenapa dia minus? Karena memang secara PDRB kita kan nomor dua itu dari tambang,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, pertanian menjadi sektor utama pengendali ekonomi NTB, disusul oleh pertambangan. Dengan belum optimalnya operasional di Smelter AMNT, serta adanya larangan ekspor konsentrat, ekonomi NTB jatuh di triwulan pertama dan kedua.

“Smelter kan belum mampu mengoptimalkan semaksimal mungkin. Hanya 30-35 persen,” katanya.

Kendati sempat minus, Wahyudin mengaku jika sektor tambang dikeluarkan dari perhitungan, pertumbuhan ekonomi NTB justru mencapai sekitar 8 persen. Adapun dengan kondisi ini, ia optimis pertumbuhan ekonomi 2026 akan lebih tinggi. Hal ini karena ekonomi NTB merosot selama dua triwulan.

“Kalau tahun lalu tidak ada ekspor, sekarang ada ekspor, otomatis secara year on year akan terlihat meningkat,” ungkapnya.

Tahun 2024, Pertumbuhan Ekonomi NTB Tembus 5,3 Persen

Di tahun 2024 lalu, pertumbuhan ekonomi NTB tembus 5,3 persen. Perekonomian NTB berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan IV-2024 mencapai Rp44,84 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp26,73 triliun.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB Triwulan IV-2024 jika dibandingkan dengan Triwulan III-2024 (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 4,97 persen. Sementara jika dibandingkan dengan Triwulan IV-2023 (y-on-y) mengalami kontraksi 0,50 persen. Sedangkan secara kumulatif, yang berarti sepanjang tahun 2024, ekonomi Provinsi NTB tumbuh sebesar 5,30 (c-to-c).

Secara tahunan, dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami kontraksi terdalam sebesar 16,84 persen (y-on-y). Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami kontraksi terdalam sebesar 41,43 persen.

Sementara itu, secara kumulatif, bila dilihat dari sisi Produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 11,66 persen (c-to-c). Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Provit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 11,26 persen. (era)

Gundam dan Nostalgia: Ketika Hobi Lama Menjadi Sumber Bahagia

0
Gundam dan Nostalgia: Ketika Hobi Lama Menjadi Sumber Bahagia
Ivan Prima Nugraha berada di toko mainan miliknya di Monjok Timur. (suarantb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Di tengah geliat perdagangan di Kota Mataram, sebuah toko kecil berdiri sederhana. Sepintas, tempat itu tampak seperti toko mainan biasa. Namun, di balik rak-rak berisi replika anime, action figure, hingga model Gundam, tersimpan cerita tentang nostalgia, mimpi masa kecil, dan kebahagiaan yang akhirnya bisa diwujudkan.

Toko tersebut namanya Mataram Gundam, Jl. Transmigrasi, Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Dirintis sejak 2017 oleh Ivan Prima Nugraha. Awalnya, Ivan tidak pernah membayangkan memiliki toko fisik. Usahanya berangkat dari hal sederhana, membantu teman dan komunitas yang ingin membeli mainan koleksi dari luar daerah. Aktivitas titip beli itu lambat laun berkembang menjadi usaha rumahan yang terus bertumbuh, hingga kini memiliki pelanggan tetap dari berbagai kalangan.

Ruangannya memang tidak besar, bahkan cenderung lengang. Namun justru di situlah daya tariknya. Toko ini kerap menjadi ruang berkumpul para pencinta hobi, tempat berbagi cerita, berdiskusi soal seri terbaru, hingga mengenang masa kecil yang dulu belum sempat terwujud.

Ivan menuturkan, segmen pasarnya tidak terbatas pada anak-anak. Banyak pembelinya adalah orang dewasa yang ingin “menghidupkan kembali” hobi lama. Tak jarang, mereka datang dengan target koleksi tertentu, tetapi akhirnya membeli lebih dari rencana awal karena dorongan nostalgia.

Produk yang paling diminati adalah replika dari serial Mobile Suit Gundam, disusul berbagai action figure karakter populer lainnya. Fenomena inilah yang melahirkan tagline unik toko tersebut, “Mainan bapak yang ngakunya untuk anak”.

Sebuah kalimat sederhana yang lahir dari pengalaman nyata. Banyak orang tua datang membeli mainan, bukan semata untuk anaknya, tetapi untuk memenuhi keinginan masa kecil yang dulu tertunda.

Secara bisnis, usaha ini mampu mencatat omzet kotor sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan. Namun bagi Ivan, angka itu bukanlah tujuan utama. Ia lebih melihat usahanya sebagai ruang yang menghadirkan kebahagiaan melalui kenangan.

Menariknya, hobi merakit model Gundam juga membawa dampak positif. Beberapa pelanggan mengaku mulai mengurangi kebiasaan merokok demi menabung untuk membeli koleksi. Ada pula orang tua yang memanfaatkan proses perakitan sebagai sarana melatih kesabaran dan kreativitas anak. Bahkan, sebagian penggemar menilai aktivitas merakit mampu membantu remaja mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

Di sudut Kota Mataram itu, mainan bukan lagi sekadar benda pajangan. Ia menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, menghidupkan kembali mimpi kecil yang dulu tertunda, satu per satu, melalui potongan plastik yang dirakit dengan penuh kesabaran. (bul)

Badan Mutu KKP Mataram Pastikan Ikan Segar dan Aman Selama Ramadan

0
Badan Mutu KKP Mataram Pastikan Ikan Segar dan Aman Selama Ramadan
Badan Mutu KKP Mataram melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap kondisi fisik ikan (uji organoleptic), penanganan dan penyimpanan produk, serta pengujian mutu dan keamanan hasil perikanan dengan parameter uji ALT, E. coli dan Salmonella. (suarantb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Dalam rangka menjamin mutu dan keamanan pangan asal ikan saat bulan suci Ramadan 1447 H, Badan Mutu KKP Mataram telah melaksanakan kegiatan Pengawasan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Domestik terhadap produk perikanan yang beredar baik di pasar tradisional dan modern. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ikan dan hasil perikanan yang dikonsumsi masyarakat dalam kondisi segar, aman, serta memenuhi standar mutu.

Pengawasan dilakukan di dua lokasi, yaitu Lotte Grosir Mataram dan Pasar Ikan Ampenan, yang merupakan pusat distribusi dan penjualan hasil perikanan dengan tingkat aktivitas transaksi yang tinggi.

Petugas Badan Mutu KKP Mataram melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap kondisi fisik ikan (uji organoleptic), penanganan dan penyimpanan produk, serta pengujian mutu dan keamanan hasil perikanan dengan parameter uji ALT, E. coli dan Salmonella. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan memastikan kesegaran produk yang dijual kepada masyarakat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memantau stok ikan selama bulan Ramadhan.

Plt. Kepala Balai Badan Mutu KKP Mataram Ibu Ni Luh Anggra Lasmika menyampaikan bahwa kegiatan pengawasan yang dilakukan merupakan langkah antisipatif untuk melindungi masyarakat dari peredaran produk perikanan yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan keamanan, khususnya menjelang bulan Ramadhan 1447H/2026.

“Saat Ramadhan, konsumsi ikan masyarakat biasanya meningkat. Oleh karena itu, kami memastikan bahwa ikan yang beredar di pasaran dalam kondisi segar, aman, dan layak konsumsi sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya berfokus pada pengujian mutu produk, tetapi juga pada penerapan cara penanganan ikan yang baik oleh pelaku usaha. “Kami juga memberikan edukasi kepada pedagang agar selalu menjaga kebersihan, suhu penyimpanan, dan penanganan produk perikanan. Hal ini penting untuk mempertahankan mutu ikan hingga sampai ke tangan konsumen,” tambahnya.

Kegiatan pengawasan yang dilakukan ini, diharapkan, kepercayaan masyarakat terhadap konsumsi ikan semakin meningkat dan pelaku usaha perikanan dapat terus berkomitmen menyediakan produk yang sehat dan berkualitas selama bulan Ramadhan dan seterusnya.

Karena, Badan Mutu KKP Mataram menurutnya berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjamin mutu dan keamanan hasil perikanan, sekaligus melindungi konsumen serta mendukung peredaran produk perikanan yang sehat, aman, dan berkualitas. (bul)

ITDC Hadirkan Serangkaian Kegiatan Ramadan 2026 di KEK Mandalika

0
ITDC Hadirkan Serangkaian Kegiatan Ramadan 2026 di KEK Mandalika
Salah satu kegiatan yang melibatkan masyarakat di tujuh desa penyangga Kawasan ITDC selama bulan Ramadan. (suarantb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyelenggarakan program “Berkah Ramadan Seru 2026” di kawasan The Mandalika. Momen ini digelar selama bulan RamAadan, melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, sebagai upaya memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.

Sepanjang bulan suci Ramadan, ITDC juga melakukan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat di tujuh desa penyangga kawasan. Antara lain pembagian takjil di beberapa titik kawasan seperti Bazaar Mandalika, Kuta Beach Park, dan Pantai Tanjung Aan, serta Safari Masjid dengan bersilaturahmi ke masjid dan mushola di tujuh desa penyangga sebagai ruang dialog antara ITDC dan masyarakat.

ITDC juga berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lombok Tengah dalam penyelenggaraan Pengajian Ramadan 1447 H yang berlangsung selama satu bulan penuh di Masjid Nurul Bilad, The Mandalika. Kegiatan ini melibatkan sejumlah Tuan Guru dan ustaz sebagai penceramah dan pemandu pengajian, sehingga diharap bisa memperkuat nilai spiritual dan menumbuhkan kebersamaan umat.

Rangkaian kegiatan turut mencakup penyaluran paket sembako dan santunan kepada masyarakat serta anak yatim di tujuh desa penyangga The Mandalika, serta penyelenggaraan Tabligh Akbar di Masjid Nurul Bilad pada minggu kedua bulan Maret 2026, dengan menghadirkan TGB Muhammad Zainul Majdi sebagai penceramah utama.

Nantinya, sebagai penutup rangkaian Ramadan, ITDC akan berkolaborasi dengan Kecamatan Pujut dan masyarakat dalam pelaksanaan pawai takbir menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, sebagai simbol kebersamaan di kawasan The Mandalika.

PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, mengatakan melalui program-program ini, The Mandalika bukan sekadar dikembangkan sebagai destinasi pariwisata kelas dunia saja, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan yang memberi manfaat bagi masyarakat. (bul)

BI NTB Siapkan Rp3,3 Triliun untuk Penukaran Uang Baru Puasa dan Idulfitri 2026

0
BI NTB Siapkan Rp3,3 Triliun untuk Penukaran Uang Baru Puasa dan Idulfitri 2026
Layanan penukaran keliling Bank Indonesia tahun lalu. (suarantb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,3 triliun guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Jumlah ini lebih tinggi dari proyeksi kebutuhan uang di NTB yang diperkirakan mencapai Rp3,07 triliun, atau meningkat 27,48 persen dibandingkan tahun lalu.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, menjelaskan secara nasional kebutuhan uang pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026 diproyeksikan mencapai Rp185,6 triliun, naik 15,1 persen dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp161 triliun.

Peningkatan kebutuhan uang di NTB dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR) bagi ASN, TNI, Polri dan pegawai swasta, pencairan bantuan sosial, serta meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat selama libur panjang.

Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, BI NTB menggandeng perbankan di 10 kabupaten/kota se-NTB dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 1447 H. Program ini difokuskan pada pemenuhan uang layak edar dengan pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat, serta menjangkau wilayah terpencil dan minim akses layanan perbankan.

Sebanyak 85 titik layanan penukaran uang disiapkan di jaringan kantor bank di seluruh NTB pada periode 27 Februari 2026 dan 12 Maret 2026. Selain itu, BI juga mengoperasikan layanan kas keliling yang menjangkau wilayah 3T (terdepan, terluar, terpencil). Layanan penukaran terpadu bersama perbankan juga akan dipusatkan di halaman parkir Islamic Center NTB pada 9–12 Maret 2026.

Masyarakat yang ingin menukar uang diwajibkan melakukan pendaftaran secara daring melalui laman pintar.bi.go.id. Pendaftaran dibagi dalam dua tahap, yakni 14–27 Februari 2026 dan 2–12 Maret 2026. Skema ini diterapkan untuk menjaga ketertiban, pemerataan, dan aspek kewajaran dalam pembagian paket pecahan.

Masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan resmi guna menghindari risiko peredaran uang palsu atau nominal yang tidak sesuai di lokasi penukaran ilegal.

Selain layanan penukaran, BI NTB juga mengintensifkan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Edukasi ini mencakup cara mengenali keaslian uang, merawat uang rupiah agar tetap layak edar, serta mendorong perilaku belanja bijak selama Ramadan dan Idulfitri. (bul)

Bank Dinar dan MIM Foundation Perluas Gerakan Bersih Masjid di NTB

0
Bank Dinar dan MIM Foundation Perluas Gerakan Bersih Masjid di NTB
Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen (kiri) bersama Ketua MIM Foundation, Romi Saefudin (kanan) saat peluncuran gerakan bersih masjid di NTB. (suarantb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – PT BPR Syariah Dinar Ashri atau Bank Dinar bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Metro Insan Mulia (MIM) Foundation kembali menggulirkan program Gerakan Bersih Masjid sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan rumah ibadah. Setelah berjalan selama setahun di Bima, program ini kini diperluas ke Pulau Lombok, dimulai menjelang Ramadan 1447H/2026 ini.

Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, mengatakan program ini pertama kali diluncurkan saat pembukaan kantor cabang di Kabupaten Bima tahun lalu. Saat itu, kegiatan bersih masjid langsung dijalankan untuk wilayah Kota dan Kabupaten Bima.

“Program ini sudah berjalan satu tahun di Bima. Setiap hari tim turun membersihkan masjid, mulai dari ruang utama hingga toilet. Tujuannya menciptakan masjid yang bersih dan nyaman bagi jamaah,” ujar Mustaen.

Menurutnya, inisiatif tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi sejumlah masjid yang dinilai kurang terawat, terutama pada fasilitas wudu dan toilet. Padahal, masjid dibangun dengan biaya besar dan menjadi tempat suci bagi umat Islam.

“Sering saya keliling dan singgah salat di beberapa daerah. Kadang kondisinya memprihatinkan, terutama toiletnya. Bagaimana tempat suci tapi tidak terjaga kebersihannya. Dari situlah kami berinisiatif meluncurkan program ini,” katanya.

Mustaen menjelaskan, sumber pendanaan program berasal dari Bank Dinar, sementara pelaksana teknis di lapangan dilakukan oleh MIM Foundation sebagai mitra operasional. Selain membersihkan masjid, program ini juga memuat unsur edukasi tentang tata cara menjaga kebersihan dan praktik wudu yang benar.

“Konsepnya bukan sekadar bersih-bersih, tapi juga edukasi. Bahkan jika ada masjid yang membutuhkan karpet atau fasilitas jamaah perempuan, bisa mengajukan melalui program ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua MIM Foundation, M Romi Saefudin, menyampaikan bahwa dukungan masyarakat di Bima menjadi motivasi untuk menggandakan program ke Lombok. Di Pulau Lombok, gerakan ini difokuskan di Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur.

“Di Lombok ada dua titik utama, yakni Mataram dan Lombok Timur. Satu tim terdiri dari tiga sampai lima orang. Targetnya satu hingga tiga masjid per hari, mencakup ruang dalam, toilet, halaman, hingga pemberian pengharum,” jelas Romi.

Ia menambahkan, pelaksanaan tetap berkoordinasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) setempat. Di Mataram, program tahap awal menyasar 40 masjid binaan sebelum diperluas ke wilayah lain.

Selain pembersihan rutin, MIM Foundation juga menyediakan layanan pencucian karpet masjid. Karpet akan diambil, dicuci, lalu dikembalikan setelah kering. Program ini dirancang berjalan berkelanjutan, tidak hanya selama Ramadan.

“Ramadan ini menjadi momentum peluncuran di Lombok, tapi programnya insyaallah berlanjut seterusnya,” ujarnya.

Ke depan, unit operasional program juga dirancang memiliki fungsi ganda. Selain untuk kegiatan bersih masjid, armada dapat digunakan dalam situasi kebencanaan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Melalui Gerakan Bersih Masjid, Bank Dinar dan MIM Foundation berharap kesadaran kolektif menjaga kebersihan rumah ibadah semakin meningkat, sehingga masjid benar-benar menjadi tempat yang suci, nyaman, dan membanggakan bagi umat. (bul/*)

Beralih ke Mobil Listrik, Pemprov NTB Lelang Kendaraan Dinas Lama

0
Beralih ke Mobil Listrik, Pemprov NTB Lelang Kendaraan Dinas Lama
Kendaraan dinas yang akan ditinggalkan dan diganti dengan kendaraan listrik. (Suara NTB/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan beralih ke kendaraan listrik dalam satu bulan ke depan. Mulai Februari sampai dengan Maret 2026, Pemprov sudah mulai mendatangkan secara bertahap mobil listrik tersebut. Peralihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik, Pemprov NTB mulai menata aset lama yang akan ditinggalkan tersebut.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB, Dr. H. Nursalim, S.Sos,, M.M., mengaku pihaknya akan melakukan pemilahan aset terlebih dahulu. Beberapa kendaraan, katanya, akan dilelang, sisanya akan dioptimalkan. Meski sudah tidak digunakan, kendaraan konvensional milik Pemprov NTB harus memberikan kontribusi terhadap penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, termasuk dengan pendapatan daerah. “Intinya, aset itu harus memberikan nilai tambah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kendaraan yang bisa dilelang adalah mobil yang pengadaannya di atas tujuh tahun. Sementara, mobil yang berusia di bawah tujuh tahun harus dipertahankan. Diperkirakan, jumlah kendaraan dinas milik Pemprov NTB yang pengadaannya di atas tujuh tahun cukup banyak.

“Ya Insya Allah banyak yang akan dilelang. Tapi dinilai dulu. Dinilai oleh tim appraisal. Yang menentukan nilai kan mereka,” katanya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum dan Adpim Setda NTB Yus Harudian Putra mengatakan, pengadaan sebanyak 72 mobil listrik yang disewa Pemprov NTB dengan nilai Rp14 miliar akan datang secara bertahap. “Untuk tahap awal, sebagian unit akan datang pada Februari ini,” katanya.

Sebanyak 72 unit mobil listrik dinas tersebut akan digunakan oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sisanya dialokasikan sebagai kendaraan operasional, khususnya bagi OPD dengan intensitas kegiatan lapangan yang tinggi. “Pembagiannya untuk semua OPD. Ada yang digunakan oleh kepala OPD dan ada juga kendaraan operasional, terutama bagi OPD yang sering turun ke lapangan,” bebernya.

Dalam proses sewa mobil listrik, Pemprov NTB, ujarnya, mengharuskan penyedia memiliki perwakilan di NTB guna memastikan layanan teknis dapat diberikan secara cepat dan optimal apabila terjadi gangguan atau kebutuhan teknis di lapangan. “Kantor pusatnya itu ada di Jakarta, tetapi mereka punya cabang di Mataram,” sambungnya.

Nursalim menambahkan, berdasarkan hitung-hitungan BKAD, Pemprov hanya mengalokasikan sekitar Rp14 miliar. Penggunaan mobil listrik rencananya akan menggunakan skema sewa. Sehingga, pejabat di lingkup Pemprov NTB nantinya tidak mendapatkan fasilitas mobil dinas, melainkan mereka akan diberikan sejumlah uang untuk menyewa.

Menurut Nursalim, dari sisi pengeluaran penggunaan kendaraan listrik jauh lebih hemat. Tidak hanya itu, Pemprov NTB tidak akan terjebak pada biaya perawatan dan sebagainya. Begitupun dengan biaya pemeliharaan kendaraan konvensional yang dinilai jauh lebih besar dibandingkan kendaraan listrik.

“Kalau mobil konvensional setiap tahun itu ada penambahan-penambahan biaya pemeliharaan. Kalau kita mobil listrik dengan pola sewa, kita hanya pakai saja. Kalau rusak, silakan yang menyediakan yang perbaiki,” jelasnya.

Rencana peralihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik, lanjut Nursalim sudah melalui banyak pertimbangan. Berawal dari, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal yang ingin melakukan penataan dan penertiban aset-aset milik daerah.

“Aset yang mobil-mobil ini kan ribuan. Belum yang kendaraan roda dua. Kita harus tertibkan itu agar neraca kita di Barang Milik Daerah (BMD) itu sehat, bersih dan sebagainya,” lanjutnya.

Berdasarkan arahan itu, BKAD melakukan inventaris aset baik aset bergerak maupun aset bangunan. Mantan Kepala Biro Organisasi Setda NTB itu menekankan, pihaknya sudah mendapatkan hasil dari inventarisasi tersebut, dan sudah diserahkan kepada Gubernur.

Dari hasil itu, Pemprov NTB akan melakukan penertiban, aset bergerak ini akan dinilai terlebih dulu kelayakannya. Kemudian, menunggu arahan gubernur apakah akan dilelang atau sebagainya.

“Nanti arahnya Pak Gubernur apakah kita lelang atau ada sebagian yang bisa dipertahankan karena di Permendagri itu kalau kendaraan di bawah 7 tahun biar perolehannya itu tidak boleh dilelang,” pungkasnya. (era)

Harga Cabai Rawit Turun Drastis

0
Harga Cabai Rawit Turun Drastis
Sri Wahyunida. (Suara NTB/cem)

Mataram (ekbisntb.com) – Masyarakat terutama ibu rumah tangga akhirnya bisa bernafas lega. Harga cabai rawit di pasar tradisional mulai turun drastis. Harga salah satu bumbu dapur dari sebelumnya Rp185 ribu-Rp200 ribu per kilogram, kini mencapai Rp100 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida ditemui pada, Senin (23/2) menerangkan, harga cabai rawit cendrung fluktuatif dari awalnya Rp185 ribu per kilogram mulai turun menjadi Rp100 ribu per kilogram. Turunnya harga cabai rawit, karena pasokan dari Bima dan Pulau Jawa mulai melimpah. “Sejak hari Minggu turun jadi Rp125 ribu per kilogram. Nah, mulai hari ini (kemarin,red) turun jadi Rp100 ribu per kilogram,” terang Nida.

Berbeda halnya dengan cabai jenis Baskara harganya bisa di bawah Rp100 ribu. Nida mengakui, lonjakan harga cabai ini memicu gonjang-ganjing atau kegaduhan di tengah masyarakat. Hal itu disebutkan stok berkurang, tetapi pasokan mulai stabil pada sore hari.
Pasokan cabai rawit baskara dari Bima dan cabai jenis dewata dari Pulau Jawa, diharapkan mampu menstabilkan harga. “Cabai dari Bima dan Jawa datang mulai kemarin sore,” katanya.

Pasokan cabai dari Bima dan Jawa mencapai 350 kilogram. Ia menegaskan, sistem distribusi cabai per hari. Pasalnya, pedatang tidak berani menyetok dalam waktu lama. Apabila stok minim, maka didatangkan kembali dari distributor.

Nida berharap harga cabai bisa stabil sesuai harga acuan pembelian kisaran Rp45 ribu-Rp55 ribu per kilogram. “Iya, mudah-mudahan bisa terus turun harganya,” harapnya.

Untuk menstabilkan harga, pihaknya bersama organisasi perangkat daerah akan menggelar bazar dan pasar rakyat, sehingga diharapkan seluruh bahan pokok terkendali. (cem)