Beranda blog Halaman 36

Selama Balapan MotoGP, Penonton Diminta Tak Terbangkan Drone Sembarangan

0
Selama Balapan MotoGP, Penonton Diminta Tak Terbangkan Drone Sembarangan
CEK - Dansat Brimob Polda NTB Kombes Pol. Nadi Chaidir mengecek titik dan pos pengamanan Operasi Mandalika Rinjani 2026 dalam rangka cipta kondisi jelang perhelatan MotoGP Mandalika. (Suara NTB/ist)

Praya (EKBIS NTB) –Penonton MotoGP Mandalika 2026 diminta ikut menjaga keamanan selama balapan berlangsung. Brimob Polda NTB mengingatkan penonton tidak menerbangkan drone sembarangan, di sekitar area sirkuit.

Imbauan itu disampaikan Dansat Brimob Polda NTB Kombes Pol. Nadi Chaidir, S.I.K., M.H., Kamis (1/10/2026), saat mengecek sejumlah titik dan pos pengamanan Operasi Mandalika Rinjani 2026, dalam rangka cipta kondisi jelang perhelatan MotoGP Mandalika.

“Kita siapkan anti-drone untuk mengantisipasi drone-drone liar. Kita sudah bersurat kepada Korps Brimob untuk meminta perangkat dan tim anti-drone,” ujarnya.

Menurutnya, Brimob menyiapkan perangkat pendeteksi untuk mengantisipasi drone yang masuk ke area terlarang. Penonton diharapkan tidak mencoba menerbangkan drone tanpa izin, karena berpotensi mengganggu jalannya balapan.

“Kalau sudah masuk area, nanti terdeteksi. Anti-drone akan melakukan downgrade supaya drone tidak bisa melakukan aktivitas lagi, sehingga tidak mengganggu berjalannya MotoGP,” katanya.

Selain soal drone, Dansat Brimob Polda NTB mengajak penonton mengikuti arahan petugas, selama berada di kawasan sirkuit. Ketertiban penonton ikut membantu pengamanan event yang berlangsung 10-11 Oktober 2026.

“Kami siapkan personel Brimob terlatih untuk menghadapi situasi berintensitas tinggi. Kami juga mengimbau masyarakat yang datang agar mengikuti aturan serta petunjuk petugas di lapangan,” tegasnya. (ham)

Wagub NTB: Produk Daerah Harus Keluar dari Ruang Pamer

0
Wagub NTB: Produk Daerah Harus Keluar dari Ruang Pamer
POSE BERSAMA - Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri didampingi Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal pose bersama di stan NTB di ajang Kriyanusa 2026 di Jakarta. (Suara NTB/ist)

Jakarta (EKBIS NTB) –Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, mendorong agar keikutsertaan NTB dalam Kriyanusa 2026 tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi dilanjutkan dengan upaya memperluas pasar produk unggulan dari 10 kabupaten/kota hingga menembus pasar nasional dan internasional.

Pesan tersebut disampaikan Wagub NTB usai penutupan Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Selasa (30/9/2026).

Menurut Umi Dinda, pameran harus menjadi pintu masuk bagi produk daerah untuk membangun jejaring pemasaran, mengenali kebutuhan konsumen, sekaligus memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya NTB kepada pasar yang lebih luas.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak potensi yang dimiliki 10 kabupaten/kota, baik tenun, kerajinan maupun produk lainnya, yang memiliki pasar lebih luas. Tidak hanya di Nusa Tenggara Barat, tetapi juga nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Karena itu, ia melihat keikutsertaan NTB dalam Kriyanusa bukan sekadar kesempatan menghadirkan produk di sebuah stan. Para pelaku UMKM dan perajin juga mendapatkan ruang untuk bertemu, belajar, bertukar pengalaman, dan melihat secara langsung bagaimana produk daerah ditempatkan di tengah persaingan pasar.

“Tempat ini menjadi ajang bagi kita semua untuk menghadirkan produk-produk UMKM sekaligus menjadi ruang untuk saling belajar. Saya berharap masyarakat semakin mengenal Nusa Tenggara Barat beserta seluruh potensi dan keunggulan yang dimilikinya, baik wastra, mutiara, maupun produk unggulan lainnya,” katanya.

Menurut Wagub, perluasan pasar tidak dapat dilepaskan dari kemampuan perajin dan pelaku UMKM menjaga kualitas produk secara konsisten. Inovasi juga diperlukan agar produk tetap relevan dengan kebutuhan pasar, namun tidak kehilangan karakter budaya yang menjadi identitas NTB.

“Kami ingin para perajin terus bersemangat menghasilkan karya terbaik. Dengan menjaga kualitas, berinovasi, dan tetap mempertahankan ciri khas budaya NTB, saya yakin produk-produk daerah kita akan semakin diminati dan memiliki daya saing yang kuat di pasar nasional maupun global,” terangnya.

Langkah tersebut membutuhkan kerja bersama. Menurut Umi Dinda, potensi produk NTB tersebar di seluruh kabupaten/kota sehingga pengembangannya tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Produk tenun, kerajinan, mutiara dan berbagai produk unggulan lainnya perlu terus dikembangkan dengan memperkuat kualitas sekaligus membuka akses pasar.

Arah tersebut sejalan dengan pesan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat menutup Kriyanusa 2026. Tito menilai kekayaan budaya dan kerajinan yang dimiliki hampir setiap daerah merupakan potensi besar yang perlu dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, Dekranas, Dekranasda, dunia usaha, dan para perajin agar semakin berdaya saing di pasar global.

“Hampir setiap daerah memiliki kekayaan budaya dan kerajinan yang bernilai tinggi. Ini merupakan potensi besar yang harus terus dikembangkan,” ujar Tito.

Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal, menambahkan bahwa pengalaman NTB di Kriyanusa menjadi ruang penting untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat kolaborasi antarkabupaten/kota. Pada tahun ini, NTB meraih penghargaan Stand Terfavorit dan Juara I Kriya Berbahan Kayu melalui produk cukli.

“Alhamdulillah, senang sekali. Ini merupakan keikutsertaan pertama dalam kepengurusan kami saat ini, dan kita mendapat prestasi sebagai Stand Terfavorit serta Juara I Kriya Berbahan Kayu, khususnya cukli,” ujarnya.

Sinta menegaskan, capaian tersebut harus diikuti dengan perbaikan kualitas produk secara berkelanjutan. Ia mengajak para pengrajin dan pemerintah kabupaten/kota memperkuat kerja bersama agar produk NTB semakin siap memasuki pasar yang lebih luas.

“Hasil karya kita sudah mulai dikenal. Ayo kita sama-sama memperbaiki kualitas kerajinan kita supaya ke depannya semakin bisa diterima. Insyaallah tahun depan kolaborasi kita akan menjadi lebih kuat lagi. Ingat, kolaborasi adalah kunci,” pungkasnya.

Bagi NTB, Kriyanusa bukan titik akhir, melainkan salah satu pintu untuk membawa karya daerah bertemu dengan pasar yang lebih luas. Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas terjaga, inovasi terus berjalan, kolaborasi semakin kuat, dan produk yang lahir dari 10 kabupaten/kota benar-benar bergerak dari ruang pamer menuju pasar nasional hingga global. (r/ham)

Agnez Mo Lengkapi Musisi Indonesia di Panggung MotoGP Mandalika

0
Agnez Mo Lengkapi Musisi Indonesia di Panggung MotoGP Mandalika
Deretan musisi nasional yang akan tampil pada panggung hiburan MotoGP di Sirkuit Mandalika. (EKBIS NTB/ist)


Praya (EKBIS NTB) – Setelah diwarnai beberapa perubahan, daftar musisi top Indonesia yang akan tampil menghibur di panggung ajang MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026 mendatang, akhirnya lengkap. Dengan penyanyi sekaligus diva internasional milik Indonesia Agnez Monica menjadi yang terakhir terkonfirmasi untuk hadir.


Penyanyi yang akrab disapa Agnez Mo ini akan melengkapi deretan musisi top lainya yang sudah terlebih dahulu dipastikan hadir. Mulai dari Judika, grup band Ungu, D’Masiv, Happy Asmara, Niki Becker, Crossover Band, Tipe-X, hingga DJ RIM. Para musisi top tersebut siap menghibur penonton MotoGP Mandalika di sepanjang race weekend pada hari Sabtu dan Minggu mendatang.


InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sendiri sengaja memilih musisi yang hadir dengan genre yang berbeda. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan pengalaman menonton yang beragam dan tidak monoton.


“Kehadiran deretan musisi lintas genre ini menjadi bagian dari rangkaian entertainment yang disiapkan untuk memperkaya pengalaman penonton selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berlangsung” sebut Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Troy R. Warokka, dalam keterangannya, Jumat (2/10).


Line-up musisi dengan karakter dan genre musik yang beragam tersebut diharapkan dapat menjangkau berbagai segmen penonton. Sekaligus semakin menghidupkan atmosfer penyelenggaraan ajang MotoGP Mandalika 2026. Jadi para penonton yang hadir di Sirkuit Internasional Mandalika nantinya tidak hanya bisa menyaksikan aksi balap kelas dunia saja. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai hiburan dan aktivitas sepanjang balapan di akhir pekan.


“Kehadiran Agnez Mo dan sejumlah musisi top Indonesia lainya ditambah kehadiran Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji di lintasan balap kian menambah warna tersendiri dalam perhelatan MotoGP Mandalika tahun ini. Perpaduan aksi balap dan pertunjukan musik ini menjadikan race weekend sebagai sebuah pertunjukan yang spektakuler sekaligus menghibur bagi masyarakat dan wisatawan yang datang,” sebutnya.


Hal itu sejalan dengan semangat untuk menjadikan MotoGP Mandalika sebagai bagian dari perkembangan sport tourism di Indonesia yang tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga berkelas dunia semata. Tetapi turut juga membawa dampak pada prestasi, investasi, dan reputasi Indonesia di mata internasional. Ditambah kehadiran talenta Indonesia di lintasan dan panggung hiburan dalam satu perhelatan berskala internasional menunjukkan bahwa ajang MotoGP Mandalika bisa menjadi ruang bagi Indonesia untuk memperkenalkan potensi olahraga, pariwisata dan ekonomi kreatif sekaligus secara bersamaan.


Tidak hanya musisi nasional, pihaknya juga tetap membuka ruang bagi pelaku sektor ekonomi kreatif lokal untuk tampil. Dengan memadukan olahraga, musik, budaya, dan kreativitas lokal kian memperkuat kesan bahwa MotoGP Mandalika sebuah perhelatan yang mempertemukan talenta Indonesia dengan masyarakat dan wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.

Seluruh rangkaian pertunjukan tersebut akan berlangsung di area Festival Sirkuit Internasional Mandalika. Di area tersebut pengunjung dapat menikmati berbagai antraksi dan hiburan dengan berbagai pilihan sajian dari berbagai UMKM.
“Di panggung musik MotoGP Mandalika juga akan menghadirkan kompetisi tari tradisional dan modern yang semakin menambah ragam hiburan bagi pengunjung MotoGP Mandalika,” tegas Troy.

Sampah Diperkirakan Capai 50 Ton
Jumlah penonton ajang MotoGP Mandalika tahun 2026 ini diprediksi pada angka sekitar 145 ribu orang. Meningkat dari gelaran tahun 2025 lalu. Seiring dengan peningkatan jumlah penonton event dunia yang akan berlangsung di Sirkuit Internasional pada 9-11 Oktober 2026 tersebut, volume sampah yang dihasilkan diperkirakan juga turut meningkat di angka sekitar 50 ton.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Loteng Lalu Sarkin Junaedi kepada Suara NTB, Jumat (1/10), mengatakan prediksi volume sampah dari ajang MotoGP Mandalika tersebut berdasarkan hasil catatan penanganan sampah di ajang yang tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini perkiraan kita volume sampah yang dihasilkan dari ajang MotoGP Mandalika di angka sekitar 50 ton. Karena jumlah penonton yang hadir diperkirakan meningkat,” sebutnya.


Terkait jenis sampah tidak terlalu beragam. Seperti pada gelaran tahun-tahun sebelumnya jenis sampah yang ada didominsasi sampah organik. Berupa sisa-sisa makanan serta sampah non organik berupa plastik dan botol air mineral.


Untuk membantu penanganan sampah sekaligus wujud kontribusi atas terlenggaranya ajang MotoGP Mandalika, pihaknya juga akan menempatkan petugas kebersihan di titik-titik kumpul sampah yang ada area sirkuit. Ada pun untuk penanganan sampah di dalam area sirkuit itu tetap menjadi ranah kewenangan pihak ITDC selaku penyelenggara event. “Harapan kami sampah-sampah yang ada dipilah terlebih dahulu. Sebelum dibuang ke TPA Pengengat,” ujarnya.


Sebelumnya Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Troy R. Warokka mengatakan untuk penanganan sampah selama ajang MotoGP Mandalika berlangsung pihaknya sudah menyiapkan petugas dan pola penanganan khusus. Di mana nanti sampah dari ajang MotoGP Mandalika tetap akan dipilah terlebih dahulu. Tidak semua sampah akan langsung dibuang ke TPA begitu saja.
Petugas yang menangani sampah juga sudah dibekali kemampuan dalam memilah dan mengelola sampah. Supaya sampah yang dibuang ke TPA benar-benar sampah yang sudah tidak bisa dipilah lagi. (kir)


Kinerja Perekonomian NTB Tunjukkan Tren Positif

0
Kinerja Perekonomian NTB Tunjukkan Tren Positif
Wahyudin (EKBIS NTB/dok)

KINERJA perekonomian Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif yang signifikan. Hal ini tertuang dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB Dr. Drs. H. Wahyudin, M.M., di Aula Tambora Kantor BPS NTB, Kamis (1/10/2026),


BPS Provinsi NTB mencatat nilai ekspor daerah sepanjang Januari hingga Agustus 2026 menembus angka US$ 1,69 miliar atau melonjak tajam hingga 296,28 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.


Capaian impresif ini mempertegas penguatan neraca perdagangan luar negeri NTB, di mana nilai ekspor khusus bulan Agustus 2026 sendiri menyentuh US$ 172,92 juta (naik 68,41 persen YoY), sementara nilai impor berhasil ditekan hingga turun 95,22 persen YoY menjadi US$ 0,81 juta.


Pertumbuhan positif juga membayangi sektor pariwisata dan konektivitas daerah. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada bulan Agustus 2026 naik menjadi 51,79 persen, dengan total kedatangan wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional Lombok (BIZAM) meningkat 4,40 persen secara bulanan mencapai 9.437 orang.


Pada moda transportasi laut, arus kedatangan dan keberangkatan penumpang masing-masing tumbuh 3,61 persen dan 7,68 persen, disertai kenaikan pembongkaran logistik sebesar 20,08 persen.


Geliat ekonomi di tingkat produsen juga tetap terjaga. Nilai Tukar Petani (NTP) NTB berada pada level aman di angka 128,63 (di atas ambang batas 100), disokong oleh tingginya daya beli di subsektor hortikultura (175,39), tanaman pangan (126,59), peternakan (118,99), perikanan (112,80), dan perkebunan rakyat (112,33).


Secara umum, tingkat inflasi di NTB pada September 2026 tercatat terkendali sebesar 0,36 persen (m-to-m) dan 2,72 persen (y-to-d). (ham)

Tangkap Peluang MotoGP, Pelabuhan Senggigi Tambah Trip Kapal Gili Trawangan-Sekotong

0
Tangkap Peluang MotoGPPelabuhan Senggigi Tambah Trip Kapal Gili Trawangan-Sekotong
(EKBIS NTB/her) PENYEBERANGAN - Pelayanan penyeberangan kapal cepat di Pelabuhan Senggigi, Lombok Barat bertambah satu trip untuk menangkap peluang MotoGP.

Giri Menang (EKBIS NTB) – Dinas Perhubungan Lombok Barat selaku pengelola Pelabuhan Senggigi menambah trip kapal cepat di rute penyeberangan Gili Trawangan-Senggigi menuju Gili Gede Sekotong mulai Kamis (1/10/2026). Langkah ini sebagai upaya pihak Pelabuhan Senggigi dalam hal ini Dinas Perhubungan selaku pengelola dalam mendukung mobilitas wisatawan selama periode ajang balap MotoGP Mandalika nanti.


Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat, Drs. M. Hendrayadi mengatakan, pihaknya tidak berada dalam struktur penyelenggara MotoGP, karena persiapan dan pengelolaan ajang tersebut menjadi kewenangan pemerintah provinsi.


Meski demikian, Lombok Barat berada pada posisi strategis karena menjadi salah satu wilayah yang dilewati masyarakat dan wisatawan dari luar daerah menuju sejumlah destinasi. Perhatian Dishub diarahkan pada kesiapan transportasi, baik jalur darat maupun laut, agar peningkatan mobilitas masyarakat selama momentum MotoGP dapat terlayani.


Untuk itu, pihaknya menambah satu trip kapal yang melayani konektivitas Senggigi menuju kawasan Gili Trawangan dan Gili Gede Sekotong mulai 1 Oktober 2026. Kapal yang digunakan nantinya tidak berukuran besar, namun dinilai cukup untuk menambah pilihan perjalanan bagi wisatawan dan masyarakat.


“Ini salah satu upaya kami mengurai kebutuhan masyarakat yang datang, baik dari luar daerah maupun mancanegara,” katanya.
Dengan tambahan tersebut, pelayanan yang sebelumnya berjalan dengan delapan kapal dan 14 trip akan bertambah menjadi sembilan kapal dengan 15 trip. Namun, tambahan perjalanan itu tetap bersifat lokal dan belum merupakan penambahan khusus untuk pelayanan MotoGP.


Hendrayadi menjelaskan, jalur yang dilayani mencakup konektivitas Gili Trawangan-Senggigi serta Senggigi menuju kawasan Sekotong. “Untuk MotoGP sendiri belum ada penambahan trip khusus. Kondisinya masih normal, yakni 14 trip dengan delapan kapal. Nanti mulai 1 Oktober ada tambahan satu trip sehingga menjadi 15 trip dengan sembilan kapal,” ucapnya.


Selain transportasi laut, Dishub Lombok Barat juga menyiapkan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi meningkatnya pergerakan kendaraan di sejumlah ruas yang berpotensi padat.


Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mengantisipasi kepadatan yang mungkin muncul seiring meningkatnya aktivitas wisatawan.


Di sisi lain, Dishub juga mendorong masyarakat dan pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga keamanan serta kondusivitas selama rangkaian kegiatan MotoGP berlangsung.


Hendrayadi mengatakan pihaknya memanfaatkan berbagai platform media untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar ikut menjaga stabilitas lalu lintas dan keamanan selama periode kunjungan wisatawan.


Mengenai besaran persentase peningkatan wisatawan yang masuk melalui Pelabuhan Senggigi, Hendrayadi mengakui pihaknya belum memiliki angka resmi yang dapat dijadikan acuan. Namun, berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas kunjungan, terdapat perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Bahkan, informasi dari masyarakat menunjukkan sejumlah wisatawan telah mulai tinggal lebih lama di Lombok Barat.


Menurut Hendrayadi, kesiapan transportasi dan pengamanan lalu lintas menjadi bagian penting agar mobilitas wisatawan tetap berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lokal. (her)

Sambut MotoGP Mandalika, ASN Loteng Bersihkan Kawasan Tanjung A’an

0
Sambut MotoGP MandalikaASN Loteng Bersihkan Kawasan Tanjung A'an
ASN Loteng turun bersih-bersih di kawasan Tanjung Aan, Desa Sengkol, Lombok Tengah untuk menyambut event MotoGP Mandalika 2026, Jumat (2/10/2026). (EKBIS NTB/ist)

Praya (EKBIS NTB) – Sepekan jelang ajang balap dunia MotoGP Mandalika yang akan berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika pada 9-11 Oktober 2026 mendatang, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) turun melakukan aksi bersih-bersih di kawasan wisata Pantai Tanjung A’an, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Jumat (2/10).


Sekitar 800 kuintal sampah non-organik berhasil dikumpulkan dalam aksi bersih-bersih yang dipimpin langsung Bupati Loteng, H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P., M.A.P., tersebut. Selain untuk menyambut ajang MotoGP Mandalika, kegiatan itu juga bagian dari tindaklanjut program Aman Sehat Resik Indah (ASRI) yang telah dicanangkan bulan Februari 2026.


Selain ASN lingkup Pemkab Loteng, turut ikut serta personel kepolisian, TNI hingga Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng. “Aksi bersih-bersih ini sekaligus cara kita menyambut ajang MotoGP Mandalika yang akan berlangsung sepekan lagi,” sebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Loteng, Drs. H. Lalu Herdan, M.Si., Jumat (2/10) siang.


Dipilihnya kawasan Pantai Tanjung A’an sebagai lokasi bersih-bersih karena kondisi pantai masih butuh penanganan, khususnya terkait sampah. Harapannya, kawasan Pantai Tanjung A’an menjadi lebih bersih. Dengan begitu, membuat wisatawan yang datang bisa lebih nyaman saat berkunjung ke objek wisata tersebut.


Terlebih letak kawasan Pantai Tanjung A’an tidak terlalu jauh dari Sirkuit Internasional Mandalika tempat ajang MotoGP Mandalika akan berlangsung. Diprediksi, kawasan tersebut akan menjadi salah satu alternatif destinasi wisata yang akan cukup ramai dikunjungi wisatawan selama ajang MotoGP Mandalika. Jadi, sebelum wisatawan lebih banyak yang datang, kawasannya dibersihkan terlebih dahulu.


“Ke depan tidak hanya saat ada event seperti ini kegiatan bersih-bersih dilakukan. Tapi di momen-momen yang lain juga kegiatan serupa juga akan dilaksanakan secara berkala dengan lokasi yang berbeda-beda pula. Karena kegiatan ini juga bagian dari program ASRI,” sebutnya.


Program ASRI sendiri merupakan bagian dari gerakan nasional untuk mendukung terciptanya lingkungan yang bersih. Dengan titik utama kegiatan berupaya pembersihan lingkungan dari sampah.


Selain mendukungan terwujudnya lingkungan yang bersih, kegiatan tersebut juga bagian dari upaya menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. “Melalui kegiatan bersih-bersih ini juga bisa menjaga dan menumbuhkan semangat gotong royong yang merupakan nilai luhur bangsa yang harus terus digelorakan,” tandas Lalu Herdan. (kir)

Harga Semen Melambung, TPID Lobar Segera Turun Cek Pengecer

0
Harga Semen Melambung, TPID Lobar Segera Turun Cek Pengecer
(EKBIS NTB/her) Hj. Damayanti Widyaningrum

KELANGKAAN semen di Lombok Barat (Lobar) mengakibatkan harga melambung tinggi di pasaran menembus Rp87 ribu hingga Rp90 ribu per sak. Memasuki akhir tahun dan musim penghujan, proyek fisik yang sedang berlangsung dikawatirkan terdampak hingga memicu inflasi. Kondisi ini menjadi perhatian serius dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lombok Barat.


Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kabupaten Lombok Barat, Hj. Damayanti Widyaningrum, SP., M.Si., mengatakan, peningkatan permintaan dari sektor proyek menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.


Menurutnya, memasuki periode menjelang musim hujan biasanya banyak pekerjaan pembangunan mulai berjalan setelah proses tender rampung. Kondisi itu kemudian mendorong kebutuhan semen dalam jumlah besar.


“Dari tahun ke tahun memang biasanya terjadi kenaikan menjelang Oktober, bertepatan dengan masuknya musim hujan. Pada periode itu banyak proyek mulai berjalan setelah proses tender selesai,” ujarnya Kamis (1/10/2026).


Damayanti menjelaskan, meningkatnya kebutuhan dari proyek-proyek pembangunan dapat memberikan tekanan terhadap harga apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan semen di pasaran. Namun, ia mengatakan pemerintah daerah belum dapat memastikan apakah kenaikan harga tersebut semata-mata disebabkan oleh tingginya permintaan atau terdapat faktor lain dalam rantai distribusi.


Karena itu, TPID Lombok Barat berencana melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Pemeriksaan tidak hanya diarahkan kepada distributor, tetapi juga pengecer yang menjadi titik terakhir sebelum semen sampai kepada konsumen.


Damayanti menyebut, pengawasan tersebut penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, termasuk memastikan tidak ada pihak yang sengaja menahan pasokan untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga.


“TPID seharusnya melakukan sidak, baik kepada distributor maupun pengecer. Kita perlu melihat apakah ada penimbunan atau persoalan dalam distribusi semen,” tegasnya.


Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang diterima pemerintah daerah mengenai dugaan penimbunan semen di Lombok Barat. Karena itu, langkah pengawasan diperlukan agar dugaan tersebut tidak berkembang menjadi kesimpulan tanpa bukti.


Menurut Damayanti, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan harga semen memang cenderung mengalami kenaikan pada periode akhir tahun. Salah satu faktor yang perlu diantisipasi adalah meningkatnya kebutuhan proyek yang harus diselesaikan sebelum batas waktu pekerjaan.


“Ketika proyek dikejar target penyelesaian pada Desember, kebutuhan semen tentu meningkat. Kondisi seperti ini harus kita awasi supaya tidak dimanfaatkan untuk menaikkan harga secara tidak wajar,” ucapnya.


Di sisi lain, pemerintah daerah juga akan melihat pola distribusi semen dari tingkat distributor hingga pengecer. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui apakah kenaikan harga terjadi secara berantai atau hanya pada titik tertentu.


Damayanti mengatakan pemerintah belum ingin menuding pelaku usaha sebelum memperoleh data yang jelas. Sebab, kenaikan harga juga dapat terjadi akibat ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.


“Kalau ada yang bermain di tingkat pengecer, tentu akan kita tertibkan. Tetapi kita harus melihat fakta di lapangan terlebih dahulu, apakah memang ada permainan atau karena permintaan lebih tinggi daripada ketersediaan,” pungkasnya. (her)

Delapan TPS 3R di Lombok Barat Mangkrak

0
Delapan TPS 3R di Lombok Barat Mangkrak
(EKBIS NTB/her) TIDAK BERFUNGSI - Salah satu TPS 3R di Lombok Barat yang tidak berfungsi. Pemkab Lobar akan menghidupkan kembali TPS 3R.

Giri Menang (EKBIS NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) menargetkan pembenahan tata kelola sampah yang lebih progresif pada 2027. Salah satu langkahnya dengan menghidupkan kembali Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS 3R agar desa dan masyarakat memiliki peran lebih besar dalam mengurangi sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).


“TPS 3R kita harus kita hidupkan kembali sehingga ada partisipasi desa-desa dan masyarakat untuk mengelola TPS 3R. Paling tidak sampah yang akan ke TPA bisa kita tekan sedikit karena TPS 3R bisa berfungsi,” kata Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha ditemui media.


Wabup mengatakan, Pemkab menyiapkan empat unit dump truck untuk mendukung pengelolaan sampah pada tahun 2026. Satu unit telah dialokasikan melalui APBD murni, sementara tiga unit lainnya dianggarkan melalui APBD Perubahan.


Sementara itu, Kepala DLH Lobar, M. Busyairi menyebut jumlah TPS 3R yang perlu diaktifkan kembali atau reaktivasi sebanyak delapan titik. Untuk mengaktifkan kembali TPS3R tersebut, pihaknya sudah menganggarkan pada APBD perubahan ini untuk membeli peralatan pendukung operasionalnya.


“Kami anggarkan Rp25 juta untuk satu TPS 3R, itu untuk membeli alat pencacah plastik. Harapannya nanti setelah beroperasi kita secara bertahap akan anggarkan untuk membeli peralatan yang lain,” imbuhnya.


Selain itu, yang paling penting mengaktifkan kelembagaan yang mengelola TPS 3R tersebut. Sementara itu, salah satu TPS3R yang tidak beroperasi berada di Desa Midang, Kecamatan Gunungsari. Pemerintah Desa (Pemdes) setempat terpaksa menutup Tempat TPS 3R itu, karena tidak ada aktivitas pengolahan sampah.


Kepala Desa Midang, Samsudin, S.Sos., mengatakan, pihaknya menutup TPS 3R sekitar tanggal 25 Januari 2026 lalu. “Alasannya, karena sudah tidak ada pengolahan,” kata dia.


Terkait penutupan TPS 3R ini sudah disampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup. Malah kata dia, TPS 3R itu akan mendapatkan bantuan rehabilitasi dan mesin pencacah dari DLH, tetapi pihaknya menolak.


Ditambah lagi bantuan yang diperoleh desa berupa empat mesin pencacah dari Dinas PMD NTB pun tidak dimanfaatkan di TPS 3R tersebut. “Alat-alatnya masih di situ,ada yang hilang, tapi saya minta sama pengurusnya catat sebagai aset desa, tidak boleh hilang,” ujarnya.
Saat ini kondisi bangunan TPS 3R itu menganggur, tak terpakai. Lokasi itu pun dimanfaatkan pihaknya untuk peternakan kambing program ketahanan pangan desa untuk ternak kambing.


Berdasarkan data yang dihimpun Suara NTB, terdapat 13 TPS 3R yang dibangun di Lobar. Delapan unit kondisinya mati suri dan lima TPS 3R yang dibangun di bawah tahun 2000 peralatannya sudah tidak ada, karena hilang dicuri.


Kalau dirata-ratakan, anggaran pembangunan satu TPS 3R sebesar Rp500 juta, maka belasan TPS 3R tersebut menelan biaya Rp6-6,5 miliar.


TPS 3R ini dibangun Pemprov NTB atau Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB. Belum berfungsinya TPS 3R ini dipicu sejumlah kendala, di antaranya dari internal pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan peralatan yang hilang. (her)

113 Ribu Hektare Lahan Kering di Lotim Menanti Hujan

0
113 Ribu Hektare Lahan Kering di Lotim Menanti Hujan
(EKBISN NTB/rus) LAHAN NGANGGUR - Lahan pertanian jagung di wilayah Suela, Lombok Timur yang terlihat menganggur menunggu turunnya hujan.

Selong (EKBIS NTB) – Langit mendung tidak selalu berarti hujan akan turun. Bagi sebagian petani di Lombok Timur (Lotim), mendung justru menjadi awal dari penantian panjang: kapan tanah kembali basah, kapan benih bisa ditanam, dan kapan tanaman dapat tumbuh tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk air. Luas kawasan lahan kering di Lotim ini dicatat mencapai 113 ribu hektare.


Bupati Lotim, H. Haerul Warisin menyebutkan dalam sebuah kesempatan di Selong belum lama ini, ribuan hektare lahan tersebut tersebar terutama di Kecamatan Peringgabaya, Sambalia, Sakra Timur, Keruak, dan Jerowaru.


Besarnya kawasan lahan kering membuat persoalan air menjadi salah satu tantangan utama pertanian di Lombok Timur. Menurut H. Iron, sapaan Bupati Lotim, masyarakat di wilayah-wilayah tersebut telah mengembangkan strategi masing-masing untuk menghadapi keterbatasan air.


Di wilayah selatan, misalnya, sebagian petani mengalokasikan sebagian lahan untuk membuat embung sebagai tempat menampung air hujan. Dari lahan seluas 1,5 hektare, sekitar 0,5 hektare bahkan dapat digunakan untuk embung.


Sementara di wilayah utara, petani umumnya mengandalkan air hujan untuk musim tanam pertama. Jika ingin melakukan penanaman kedua, mereka harus mengandalkan sumur bor.


Artinya, bagi petani lahan kering, air hujan bukan sekadar bagian dari siklus alam. Air hujan menentukan seberapa luas lahan yang dapat ditanami dan seberapa besar modal yang harus dikeluarkan.


Wilayah Kecamatan Jerowaru, salah satu wilayah di Lotim bagian selatan yang paling luas lahan kering. Lahan yang hanya mengandalkan air hujan. Tidak ada alternatif irigasi. Tidak ada pilihan sumber air yang bisa membasahi lahan.


Setiap musim kemarau seperti saat ini, terlihat kondisi lahan yang banyak menganggur. Belum ada aktivitas apapun yang bisa dilakukan. Meski kadang sesekali ada sejumlah petani yang terlihat mulai bersiap untuk menyambut datangnya sumber penghidupan bagi lahan-lahan tadah hujan tersebut.


Murni, salah satu petani di Jerowaru menuturkan saat kemarau seperti sekarang ia hanya bisa menunggu. Tidak ada alternatif cara yang bisa dilakukan untuk memulai bercocok tanam. Akan terlihat beda situasinya ketika musim hujan tiba, sebagian besar lahan terlihat hujau. Seperti tidak ada tempat yang tidak ditanami.


Kondisi tidak jauh beda dengan di Kecamatan Suela. Meski berada di bawah kaki Gunung Rinjani, tidak membuat lahan pertanian banhyak air. Pada lahan-lahan yang tidak bisa dijangkau air irigasi, petani juga tetap hanya bisa menanti hujan.


Muslihan, petani yang telah puluhan tahun menggarap lahan kering di wilayah tersebut, masih mengingat pola musim yang dulu lebih mudah diprediksi. November biasanya menjadi penanda bagi petani untuk mulai mengolah tanah dan menanam jagung.


Berdasarkan pengalaman kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, pada bulan Oktober ini biasanya sudah diguyur hujan. Bulan November sudah mulai bercocok tanam, karena hanya mengandalkan hujan, hanya tanaman jagung sekali dalam satu musim bisa ditanam. “Tahun ini kayaknya bulan Desember baru mulai mulai hujan, itu pun tidak merata,” ujar Ihan saat ditemui pada Rabu (1/10/2026).


Langit Lombok Timur beberapa hari terakhir ini memang sudah mulai memperlihatkan ada tanda-tanda bakal turun hujan. Namun, petani tetap tidak berani berspekulasi. Pengalaman beberapa tahun lalu tidak sedikit petani yang gagal panen. Menanam terlalu cepat jelas sangat berisiko.


Hujan yang mengguyur pertama kali biasanya tidaklah merata sebarannya. Jika dipaksakan untuk menanam, maka modal besar bisa amblas. Pasalnya, benih yang sudah terlanjur ditanam ini tidak mungkin akan diambil kembali.


Modal tanam jagung meski di atas lahan kering juga membutuhkan modal yang tidak sedikit. Kebiasaan Muslihan, di atas lahannya ia mempersiapkan 12 kilogram benih jagung. Harga benih saat ini dinilai cukup mahal. Rp120-130 ribu per kilogram. Dari benih ini saja butuhkan modal Rp1,5 juta. Belum lagi biaya-biaya lainnya. (rus)

Parade MotoGP 7 Oktober di Mataram, Sejumlah Ruas Jalan Direkayasa

0
Parade MotoGP 7 Oktober di Mataram, Sejumlah Ruas Jalan Direkayasa
POSTER - Poster pemberitahuan kepada masyarakat terkait rekayasa arus lalu lintas pada saat Parade Riders MotoGP Mandalika 2026 yang dilaksanakan di Kota Mataram pada 7 Oktober 2026. (EKBIS NTB/ist)

Mataram (EKBIS NTB) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram akan mengerahkan sekitar 28 hingga 30 personel untuk mendukung pengamanan dan rekayasa lalu lintas dalam Parade Riders MotoGP Mandalika 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kota Mataram pada 7 Oktober 2026.

Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, mengatakan seluruh regu yang bertugas pada hari pelaksanaan akan dikerahkan untuk membantu pengaturan lalu lintas, terutama di sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan parade, termasuk Jalan Pejanggik.

“Kita kerahkan semua regu yang bertugas hari itu untuk membackup teman-teman kepolisian,” ujar Zulkarwin, Jumat (2/10/2026).

Ia menyebutkan, sekitar 28 hingga 30 personel Dishub Mataram akan ditempatkan di sejumlah titik yang telah ditentukan. Mereka akan membantu mengatur arus kendaraan selama rekayasa lalu lintas diberlakukan.

Menurut Zulkarwin, pengamanan dan pengaturan lalu lintas dalam kegiatan tersebut akan melibatkan sejumlah unsur, yakni Kepolisian, TNI, Satpol PP Kota Mataram, serta Satpol PP Provinsi NTB.

“Kita akan membackup semaksimal mungkin sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.

Dalam rekayasa lalu lintas tersebut, sejumlah arus kendaraan akan dialihkan untuk menghindari kawasan yang menjadi lintasan parade. Kendaraan dari arah barat melalui Jalan Langko, mulai dari Pertigaan Kejaksaan, akan diarahkan belok kanan menuju Jalan Seruni.

Dari Jalan Seruni, kendaraan dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalan Pemuda atau tetap lurus menuju Simpang Empat Seruni.

Sementara itu, kendaraan dari arah timur melalui Jalan Catur Warga akan diarahkan menggunakan jalur alternatif dan tidak diperbolehkan memasuki kawasan yang menjadi lintasan parade.

Rekayasa juga diberlakukan bagi kendaraan dari arah barat maupun timur melalui Jalan Adisucipto dan kawasan Rembiga. Pengendara akan diarahkan tetap lurus dan tidak diperbolehkan memasuki Jalan Udayana yang menjadi salah satu kawasan terdampak pengalihan arus.

Pengaturan lalu lintas juga dilakukan di Simpang Empat STIE AMM. Kendaraan yang datang dari arah selatan akan diarahkan belok kiri menuju Jalan Pendidikan.

Pengalihan arus lalu lintas tersebut akan mulai diberlakukan pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 11.00 Wita hingga seluruh rangkaian pawai selesai.

Selain menyiapkan rekayasa lalu lintas, Polresta Mataram juga menyiapkan lokasi parkir bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung Parade Riders MotoGP Mandalika 2026. Dua lokasi yang disiapkan untuk menampung kendaraan masyarakat berada di kawasan Islamic Center dan Taman Sangkareang.

Dishub Mataram mengimbau masyarakat yang akan menyaksikan parade untuk memperhatikan rambu dan arahan petugas di lapangan serta memilih jalur alternatif yang telah disiapkan selama rekayasa lalu lintas berlangsung. (pan)