Wednesday, April 22, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 349

Delapan Pabrikan Mobil Siap Berlaga pada ajang GT World Challenge Asia 2025 di Mandalika

0
Event GT World Challenge Asia(ekbisntb.com/bul)

Sepang (ekbisntb.com) — Pertamina Mandalika International Circuit akan mencatat sejarah baru dengan menjadi tuan rumah GT World Challenge Asia 2025 pada 9–11 Mei mendatang. Ajang ini menandai pertama kalinya sirkuit kebanggaan Indonesia menggelar balapan mobil internasional berstandar FIA.

Sebanyak delapan pabrikan ternama telah dikonfirmasi akan mengikuti musim penuh GT World Challenge Asia 2025, yaitu: Audi, BMW, Corvette, Ferrari, Lamborghini, Mercedes-AMG, Nissan, dan Porsche.

Musim 2025 dimulai di Sepang pada 11–13 April, lalu berlanjut ke Indonesia, Thailand, Jepang, dan China. Kehadiran para pabrikan papan atas ini dipastikan akan membawa persaingan ketat serta tontonan yang sangat menarik bagi para penggemar otomotif di Indonesia dan Asia.

Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA, anak perusahaan ITDC yang ditunjuk umtuk mengoperasikan Pertamina Mandalika International Circuit dan juga selaku promotor GT World Challenge di Mandalika Circuit menyatakan, GT World Challenge Asia 2025 yang akan dilangsungkan tanggal 9-12 Mei 2025, menjadi momentum penting bagi Pertamina Mandalika International Circuit untuk tampil menunjukkan diri mampu menjalankan balap roda-4 berkelas dibawah FIA dan juga sebagai pusat sport tourism motorsport dan juga non-motorsport yang diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.

Mandalika Sirkuit ini merupakan simbol kebanggaan Indonesia. Kita harus terus-menerus no memberitakan dan mendorong pengembangannya dan menjadikannya sebagai ikon balap roda-2 dan roda-4 global,” ujarnya.

“Ajang ini bukan sekadar kompetisi balap bertaraf internasional, namun juga merupakan kesempatan emas untuk menyuguhkan pengalaman berkelas bagi para penggemar, komunitas otomotif, dan pelaku industri. GT World Challenge Asia 2025 kami harapkan menjadi salah satu cara untuk menjadi magnet wisatawan dan membawa nama The Mandalika, Mandalika, Lombok NTB dan Indonesia semakin dikenal di kancah internasional. Sirkuit Mandalika adalah simbol kebanggaan Indonesia. Mari kita terus dorong pengembangannya dan menjadikannya sebagai ikon balap global,” tutup Priandhi Satria.(bul)

Gubernur NTB Tegaskan, Dana Nasabah Bank NTB Syariah Tak Terganggu

0
Gubernur NTB terpilih, Lalu. Muhammad Iqbal(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kabar mengenai hilangnya uang nasabah di Bank NTB Syariah (NTBS) dibantah oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal selaku pemegang saham pengendali (PSP). Kondisi di Bank NTB Syariah sudah dalam pantauan.

“Benar memang ada gangguan IT di Bank NTB Syariah tapi dana nasabah aman,” katanya, Sabtu, 12 April 2025 dalam pernyataan resmi ke media ini.

Dijelaskan, ia sebagai PSP sudah memanggil pengurus Bank NTB Syariah baik direksi maupun komisaris.

“Dan soal penanganan masalah ini juga jadi penekanan saat RUPS luar biasa,” ujarnya.

Gubernur menegaskan, tidak ada dana pihak ketiga atau nasabah yang terkena imbas dalam gangguan sistem IT. Bahkan, langkah cepat saat ini tengah dilakukan.

“Sudah ada tim audit forensik yg mendalami kejadian ini, gangguan IT terjadi serempak terhadap beberapa Bank yang ada di indonesia. Silahkan masyarakat tetap bermitra dengan Bank NTB Syariah. Semua sudah terkendali,” tambahnya.(bul)

WOM Finance Resmikan Perpindahan Kantor Cabang Mataram ke Lokasi Baru

0
Acara peresmian WOM Finance Kantor Cabang Mataram(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance”) meresmikan perpindahan kantor cabang Mataram ke lokasi baru pada Jumat, 11 April 2025 yang beralamat di Jl. Brawijaya, Ruko 7-8, Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya, kantor cabang ini berlokasi di Jl. Sriwijaya No.39-40, Karang Tapen, Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Acara peresmian ini akan dibuka oleh Yudy Herman Alhamsyah, Deputy Business Unit Head WOM Finance Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara. Beliau akan didampingi oleh Oswald Bernando HT, Branch Head Kantor Cabang Mataram. Acara ini juga akan dihadiri oleh berbagai tamu undangan yang terdiri dari perwakilan dealer, vendor, masyarakat setempat serta pejabat pemerintahan setempat.

Yudy Herman Alhamsyah, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa perpindahan kantor cabang ini merupakan bagian dari komitmen WOM Finance untuk lebih dekat dengan pelanggan dan memberikan layanan yang lebih baik.

“Perpindahan kantor cabang ini juga merupakan salah satu langkah WOM Finance untuk memaksimalkan pelayanan di wilayah Nusa Tenggara Barat, sekaligus mendukung komitmen kami menjadi mitra terbaik dan maju bersama masyarakat . Kami berharap dengan fasilitas yang lebih baik, kami dapat lebih maksimal dalam memberikan solusi pembiayaan yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat,” ujarnya.

Kantor Cabang Mataram yang baru ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern untuk mendukung kenyamanan konsumen dalam mengakses layanan pembiayaan. Perpindahan ini juga sejalan dengan upaya WOM Finance dalam memperluas jaringan dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui akses pembiayaan yang lebih luas.(r)

HIPMI NTB Bertekad Ikut Mendorong Kemajuan NTB

0
Acara pelantikan HIPMI NTB(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dilantik untuk periode 2025-2028. Prosesi pelantikan berlangsung di Hotel Merumatta Senggigi dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari.

Ismet Maulana secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua HIPMI NTB bersama 204 pengurus lainnya yang berasal dari berbagai segmen usaha di NTB. Dalam sambutannya, Ismet menyampaikan komitmennya untuk menjadikan HIPMI sebagai ujung tombak pergerakan ekonomi daerah.

“Kita pahami kondisi Indonesia saat ini dengan efisiensi anggaran. Kita tidak bisa sepenuhnya mengandalkan APBD. Maka dari itu, HIPMI NTB siap berkontribusi secara nyata dalam menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Ismet.

Menurutnya, ada sekitar 700 pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI NTB, termasuk pengurus di kabupaten/kota. Jika rata-rata omzet per pengusaha mencapai Rp1 miliar per tahun, maka potensi perputaran uang yang dihasilkan bisa mencapai Rp700 miliar per tahun.

“Bahkan ada yang omzetnya miliaran hingga puluhan miliar. Ini menunjukkan potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi NTB,” tambah Ismet.

Ke depan, HIPMI NTB akan fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas pengusaha muda. Langkah-langkah strategis yang akan dilakukan antara lain membuka akses permodalan melalui kemitraan dengan lembaga keuangan, memperkuat distribusi dan penjualan produk, serta mendorong setiap ketua bidang untuk aktif menjalankan program bisnis bulanan.

“Kami ingin anak-anak muda NTB memiliki wadah untuk tumbuh menjadi pengusaha. Yang sudah jadi pengusaha, kita akan mendorong omzet yang awalnya Rp1 miliar bisa meningkat jadi Rp1,5 miliar per tahun. Dengan demikian, kontribusi terhadap ekonomi daerah pun semakin besar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, menyampaikan apresiasinya atas pelantikan pengurus baru HIPMI NTB. Ia menyebut NTB sebagai provinsi spesial karena mampu menghimpun solidaritas pengusaha muda dari seluruh Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus BPD HIPMI NTB yang baru dilantik. Ini adalah awal dari kebangkitan usaha muda di NTB,” ucap Akbar.

Ia juga menyoroti berbagai potensi NTB, seperti sektor pangan (padi dan jagung), ketahanan energi, sumber daya alam, hingga pariwisata. Menurutnya, dengan kolaborasi yang kuat, seluruh potensi tersebut bisa dioptimalkan.

“Pertumbuhan ekonomi NTB sudah cukup baik, di atas 5 persen, sejajar dengan nasional. Kita harus terus menjaga keamanan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif agar wisatawan dan investor tertarik datang,” jelasnya.
Akbar berharap seluruh pengurus HIPMI NTB dapat terus bergerak bersama, membangun sinergi, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah.(bul)

Pemprov NTB Bangun 1.166 Koperasi Merah Putih

0
Ahmad Masyhuri(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemprov NTB akan membangun 1.450 koperasi merah putih di NTB. Pembangunan koperasi sesuai dengan jumlah desa yang ada di provinsi ini, yaitu 1.166 desa. Yang artinya, setiap desa memiliki satu koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Ahmad Masyhuri, SH., menyatakan pembangunan koperasi desa direncanakan akan rampung di bulan Juli mendatang. Untuk realisasi program ini, telah dibentuk peta jalan untuk melakukan sosialisasi, launching, kegiatan bisnis model, dan evaluasi. Saat ini, Pemprov NTB baru mulai melakukan sosialisasi.

“Saya sudah rakor dengan teman-teman kabupaten/kota tentang koperasi merah putih. Tapi sayangnya waktu itu baru keluar surat edaran nomor 1 tahun 2025 dari Menteri Koperasi, nah ini baru beberapa hari ini Inpres 9 tahun 2025, ini belum kita bahas,” jelasnya, Jumat, 11 April 2025.

Untuk turun langsung ke lapangan, Masyhuri mengatakan pihaknya akan meminta arahan dari Gubernur NTB. Setelahnya, pihaknya akan turun langsung bersama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Syarat desa memiliki koperasi merah putih, kata Masyhuri harus memiliki populasi di atas 500 penduduk. Rata-rata, sambungnya jumlah populasi penduduk di NTB lebih dari 500. Sehingga “Kriteria berdasarkan SE dan Inpres itu bisa kita penuhi yang paing pokok ada populasi lebih dari 500 dalam satu desa. Di NTB ini kayaknya rata-rata lebih segitu,” katanya.

Biaya pembuatan akte notaris untuk membangun koperasi merah putih ini oleh pemerintah pusat dibebankan kepada pemerintah daerah. Untuk satu akte notaris membutuhkan biaya sekitar Rp4,5 juta per satu koperasi.

Nantinya, biaya pembuatan akte notaris akan dibagi dua antara Pemprov NTB dan Pemerintah Kota/Kabupaten sebab koperasi tersebut berada di bawah kabupaten/kota. Provinsi, ungkap Masyhuri hanya sebagai fasilitator, dan pembina untuk kabupaten/kota dan calon koperasi.

“Untuk membuat koperasi hanya membutuhkan akte notaris pembiayaannya. Yang lain tidak ada. Untuk bangunan setelah bisnis modelnya jelas,” terangnya.

Bisnis model koperasi merah putih akan disesuaikan dengan potensi yang dimiliki oleh desa. Misalnya, desa dengan sektor pertanian akan dibangunkan gudang untuk hasil pertanian, dan toko untuk konsumen. Begitupun dengan desa yang unggul akan pariwisatanya akan difasilitasi toko/retail penyewaan jual beli yang bisa mendukung pariwisata.

“Jadi disesuaikan dengan potensi desa. Nah kita diberikan deadline untuk launching 12 Juli, jadi sebelum 12 Juli kita upayakan adanya koperasi desa,” pungkasnya. (era)

Stabilitas Pasokan Cabai Masih Terancam

0
Miftahurrahman(ekbisntb.com/pan)

Lombok (ekbisntb.com) – Akibat distribusi dari luar terhambat dan produksi dalam lokal juga terhambat karena cuaca, disebut sebagai penyebab utama pasokan cabai rawit seret.

Beberapa bulan terakhir distribusi pasokan cabai, terkhusus cabai rawit merah sedang mengalami penurunan, termasuk dari daerah luar. Saat ini, pasokan lebih banyak mengandalkan produksi lokal. sementara ketersediaannya juga terbatas.

Hal ini menyebabkan harga cabai rawit merah masih cukup tinggi, di kisaran Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram untuk di pasar induk. Sedangkan di pasar tradisional bisa menyentuh harga Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.

Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan dan Perekonomian Setda Kota Mataram, Miftahurrahman,  menjelaskan bahwa, yang menjadi penyebab utama terbatasnya pasokan komoditas cabai rawit ini distribusi pasokan dari luar yang terhambat dan produksi cabai rawit lokal yang gagal atau terhambat.

“Karena momen lebaran, arus pengiriman barang yang sempat terhambat. Di beberapa sentra produksi seperti Lombok Timur, bukan terjadi gagal panen, melainkan gagal tumbuh. Tanaman cabai rusak sebelum sempat berbunga atau berbuah karena cuaca yang tidak bersahabat, karena hujan. Selain itu, pasokan dari luar daerah juga belum datang karena daerah-daerah lain mengalami kondisi yang sama (kekurangan pasokan),” ungkapnya saat dikonfirmasi pada Jumat, 11 April 2025.

Ia menjelaskan lebih lanjut, karena faktor cuaca juga turut memengaruhi, sehingga kondisi ini menyebabkan stok menipis, karena banyak tanaman yang tidak mampu tumbuh dengan optimal.

“Padahal perhitungan produksi sebenarnya sudah cukup dan aman. Hanya saja, semua itu terganggu karena faktor cuaca dan terhambatnya distribusi dari luar,” ucapnya.

Menurutnya harga cabai rawit yang saat ini berada di angka Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram masih dianggap cukup bisa dijangkau. “Namun alhamdulillah, harga ini masih berada dalam kategori sedang, bukan terlalu tinggi,” tuturnya.

Menghadapi kondisi ini, Miftahurrahma mengatakan jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi, bahwa seluruh kabupaten atau kota di NTB sepakat untuk terus memberikan masukan dan menjalin kerja sama dalam hal penyediaan pasokan yang terbatas ini.

“Kalau ada hasil dari Bima ya kirim ke sini, begitu juga sebaliknya. Kalau ada hasil di Lombok, di kirim ke Bima atau Sumbawa,” sebutnya.

Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, baik melalui kerja sama antar daerah maupun langkah antisipatif lainnya, ia berharap kondisi ini segera membaik dan kebutuhan masyarakat dapat terus terpenuhi dengan baik.

“Kondisi ini memang membutuhkan waktu untuk pulih. Insyaallah, bila rantai pasok dari luar sudah kembali lancar dan distribusi tidak lagi terhambat, harga dan ketersediaan cabai akan kembali stabil,” pungkasnya. (hir)

Pembongkaran Run Off Rampung, Sirkuit Mandalika Siap Gelar GT World Challenge Asia

0
Penampakan lintasan sirkuit Mandalika usai pembongkaran run off dilakukan. Kini sirkuit Mandalika pun bersiap menyambut gelaran GT World Challenge Asia yang akan berlangsung pada 9-11 Mei 2025 mendatang. (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Pertamina Mandalika International Circuit dipastikan siap mengelar ajang balap mobil  GT World Challenge Asia pada pada 9–11 Mei 2025 mendatang. Setelah Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sukses merampungkan pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan lintasan sirkuit Mandalika sebagai bagian dari pemenuhan standar keselamatan yang diminta Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) untuk mendapat status homologasi FIA Grade 3. Yang menjadi syarat utama bagi sirkuit Mandalika untuk bisa menggelar balapan GT3.

GT3 sendiri merupakan kategori mobil balap grand touring internasional yang diatur oleh FIA. Digunakan diberbagai ajang balap dunia dengan regulasi khusus. “Seluruh persiapan lintasan telah dilakukan secara menyeluruh. Dengan memperhatikan standar keselamatan tertinggi dan mengikuti arahan dari FIA serta FIM. Ini semua bagian dari komitmen kami untuk menjadikan The Mandalika sebagai rumah bagi ajang-ajang motorsport internasional,” sebut Direktur Utama MGPA Priandhi Satria. Dalam keterangnya, Jumat 11 April 2025 kemarin.

Ia mengatakan pekerjaan utama yang telah rampung meliputi pembongkaran aspal pada area run-off dan penambahan gravel trap di beberapa titik strategis. Diantaranta T(tikungan) 1 Exit/T2 Entry, T5 Entry, T10 Entry, T10 Exit/T11 Entry hingga T13 Entry. Seluruh proses tersebut mengikuti arahan teknis dari FIA serta Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). Untuk memastikan lintasan sirkuit Mandalika memenuhi standar internasional.

Seluruh pekerjaan tersebut melibatkan tenaga lokal yang sebelumnya juga terlibat dalam proses pembangunan awal sirkuit. Ini membuktikan kalau tenaga local memiliki kapabilitas dan kompetensi untuk melakukan pekerjaan sesuai standar internasional.

“Dengan rampungnya pekerjaan teknis lintasan ini ajang GT World Challenge Asia 2025 diharapkan dapat berlangsung optimal. Sekaligus bisa menjadi menjadi pemicu hadirnya lebih banyak event internasional di masa yang akan datang,” sebutnya.

Manfaatnya tidak hanya bagi industri otomotif nasional saja. Tetapi juga bisa turut mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian NTB. Karena GT World Challenge Asia 2025 bisa menjadi magnet baru bagi wisatawan untuk datang dan berkunjung ke daerah ini, khuususnya kawasan The Mandalika.

Pada akhirnya kawasan The Mandalika bisa semakin dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata yang menawarkan destinasi sport tourism kelas dunia. Dengan keberadaan sirkuit Mandalika didalamnya. “Sirkuit Mandalika ada simbol kebanggaan Indonesia. Dan, komitmen kami akan terus mendorong pengembangannya agar bisa menjadi ikon balap global. Tentunya dengan dukungan penuh semua pihak di daerah ini,” tandas Priandhi.

Pasca selesainya pekerjaan pembongkaran run off tersebut sirkuit Mandalika akan langsung bersiap menggelar kejuaran balap nasional Mandalika Racing Series (MRS) seri pertama, akhir pekan ini. Di mana akan ada puluhan pembalap nasional yang akan tampil diajang balap sepeda motor yang melombakan beberapa kelas tersebut. (kir)

PAD Lobar Diduga Bocor, DPRD Beri Rapor Merah bagi OPD Tak Pernah Capai Target

0
Hj Robihatul Khairiyah (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Kalangan DPRD Lombok Barat (Lobar) menyoroti indikasi kebocoran PAD yang terjadi di beberapa sektor. Salah satunya sektor parkir. Hal ini diduga memicu capaian OPD tak pernah mencapai target PAD. Atas indikasi kebocoran dan PAD tak pernah mencapai target ini, Dewan pun memberikan rapor pada OPD.

Sekretaris Komisi III, Hj Robihatul Khairiyah menerangkan bahwa Rapat Komisi III dengan OPD terkait membahas LKPJ Bupati Tahun 2024, dimana terdapat tujuh instansi terkait dengan Komisi III. Terdiri dari PU, Dishub, Perkim, Kominfo, BPBD, DLH dan PBJ. Pihaknya menitikberatkan pada evaluasi korelasi antara yang terealisasi dengan tidak terealisasi berikut alasan-alasan kenapa tidak terealisasi. Kemudian bagimana ke depan semua bisa terealisasi sesuai target baik itu PAD maupun realisasi anggaran tahun 2025 ini.

“Rata semua OPD terkait ini capaian target realisasi anggaran hampir 100 persen, tapi di sini catatan beratnya pada PAD,”tegasnya, kemarin. Politisi Demokrat itu mengharapkan dari enam OPD terkait, yang memungkinkan menghasilkan PAD adalah Dishub. “Semua sepakat kebocoran PAD itu terjadi dan ada di sektor parkir,”imbuhnya.

Itu belum parkir di pasar, tepi jalan dan lainnya. Dari target  Dishub tahun ini, Rp3,7 miliar per bulan April baru mencapai 16 persen, diangka Rp480 juta lebih. Sementara, waktu yang tersisa delapan bulan lagi. Kalau dihitung rata-rata, maka diperkirakan tidak mencapai 50 persen hingga akhir tahun. “Yang selalu menjadi pertanyaan, kenapa tidak pernah mencapai target tiap tahunnya PAD ini,”kata politisi Demokrat ini.

Dibanding tahun 2024, target PAD ini turun dari 5 miliar lebih. “Tapi kenapa buat target setinggi itu, sementara tidak mencapai target ini menjadi catatan kami. Itu jadi rapor merah dari Komisi III,’’ tegas anggota DPRD Dapil Narmada- Lingsar ini. Lebih lanjut ia mengatakan, capaian target PAD ini meleset karena berbagai faktor termasuk di internal maupun eksternal. Diantaranya, penerapan QRIS yang tidak terlaksana, sehingga target diturunkan. Kemudian kinerja OPD lainnya seperti DLH dan PU didorong meningkat PAD, melalui sumber yang bisa dimaksimalkan.

Katanya, semua OPD penghasil PAD ini harus menjadi catatan Bupati dan Wabup. Sebab diketahui visi misi, butuh sarana tidak sedikit untuk merealisasikannya. Sehingga semua OPD digenjot menghasilkan PAD. “Otomatis ini PR bersama untuk menggenjot PAD,”tegasnya. (her)

Hiu Paus Jadi Primadona Wisatawan Saat Berada di Sumbawa

0
Penumpang kapal pesiar Le Jacques Cartier saat turun dari kapal sebelum diajak ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Sumbawa, beberapa waktu lalu.(ekbisntb.com/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) Sumbawa, memastikan akan terus mengembangkan sektor wisata hiu paus yang berada di desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano sebagai destinasi yang wajib dikunjungi oleh wisatawan.

“Destinasi wisata hiu paus menjadi primadona, bahkan dalam sehari ada ratusan wisatawan yang mengunjungi destinasi unggulan itu. Peluang itu menjadi nilai tambah untuk kita lakukan pengembangan lebih lanjut,” Kata kepala Dinas Parpora, Dr. Deddy Heriwibowo, kepada Ekbis NTB, Jumat 11 April 2025.

Doktor Deddy melanjutkan, bahkan dari tahun ke tahun cenderung adanya kenaikan angka kunjungan wisatawan di destinasi tersebut. Bahkan kapal pesiar yang datang ke Sumbawa berencana akan mengunjungi juga destinasi wisata hiu paus tidak hanya sebatas di desa wisata Pamulung saja.

“Rencana paket wisata tersebut sudah ada, tetapi yang menjadi kendala kita saat ini di penyediaan infrastruktur penunjang karena tidak mungkin lego jangkar di tengah laut,” sebutnya.

Terkait kondisi tersebut, pihaknya tengah berupaya mencari solusi terbaik untuk terus mengembangkan sektor tersebut. Apalagi rata-rata wisatawan yang menggunakan kapal pesiar memiliki keterbatasan waktu berlabuh.

“Biasanya kapal pesiar yang berlabuh di satu kota waktunya hanya hitungan jam dan kami tengah berusaha mencari solusi agar paket wisata tersebut bisa terealisasi,” ujarnya.

Selain pengembangan destinasi lanjutnya, pemerintah juga saat ini tengah berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem dan kelestarian hiu paus. Selain itu, masalah keselamatan baik itu bagi wisatawan maupun hiu paus itu sendiri serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Banyaknya kunjungan wisatawan akhir-akhir ini tentu sangat mengangggu ekosistem hiu paus bahkan banyak hiu paus yang luka-luka sehingga kami akan menyiapkan pola khusus agar masalah ini bisa ditekan,” sebutnya.

Sementara dari segi ekonomi ke masyarakat setempat, pemerintah nantinya akan membuat lapak bagi para pelaku UMKM termasuk juga memperluas area parkir. Hal itu dilakukan supaya geliat ekonomi masyarakat turut merasakan dampak dari keberadaan hiu paus.

“Kami akan terus mendorong agar masyarakat bisa hidup secara berdampingan dengan hiu paus sehingga akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat dari segi ekonomi,” tukasnya. (ils)

Genjot PAD, Distan Lobar Maksimalkan RPH

0
Tim Dinas Pertanian Lobar dipimpin Kepala Distan Damayanti Widyaningrum turun membersihkan RPH di Kediri untuk optimalisasi PAD dan NKV, Jumat 11 April 2025. (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Pertanian (Distan) Lombok Barat (Lobar) berupaya memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai sumber yang ada. Salah satunya dengan mengoptimalkan semua Rumah Potong Hewan (RPH).  Lebih-lebih target yang dibebankan naik dua kali lipat. Selain untuk menggenjot PAD pembenahan RPH ini sebagai bagian penyiapan pengajuan Nomor Kontrol  Veteriner (NKV).

Kepala Distan Lobar Damayanti Widyaningrum dikonfirmasi saat turun membersihkan RPH di Kediri bersama jajarannya, Jumat 11 April 2025 menyampaikan bahwa pihaknya telah bergerak ke empat RPH milik daerah yang tersebar di Lembar, Gunungsari, Lingsar dan Gunungsari. “Kita turun untuk bersih-bersih, pertama menyiapkan Hari Raya Qurban dan dalam rangka optimalisasi PAD,” katanya.

Untuk optimalisasi PAD ini, perlu RPH sebagai sumber penyumbang harus bersih, sehingga lebih banyak pemotongan dilakukan di RPH tersebut. Dari empat RPH yang ada, RPH di Kediri salah satu yang belum terlalu optimal. RPH ini sebenarnya banyak peminat, hanya saja sekarang menurun hanya satu ekor sehari, bahkan tidak ada sama sekali. Itu disebabkan salah satunya tukang jagalnya meninggal. Di samping ada faktor-faktor lainnya.

“Padahal dulu bisa mencapai 4-5 ekor per hari bahkan pembeli tidak saja dari Lobar namun dari Loteng juga beli kemari,”imbuhnya.

Bahkan di RPH ini satu-satunya yang memotong kerbau, sehingga warga bergama Hindu membeli daging di sini. Karena itulah, pihaknya berupaya memaksimalkan RPH ini. Langkah lain yang dilakukan mengoptimalkan RPH, pihaknya akan mengumpulkan semua jagal yang bersertifikat untuk berkomunikasi agar mereka mau memotong di RPH tersebut.

Selain itu, pembenahan RPH ini juga dalam upaya melengkapi syarat mendapatkan NKV. Sebab ketentuannya, RPH harus memiliki NKV. RPH swasta di Lobar juga menjadi perhatian pihaknya, di mana jumlahnya empat titik. Dari RPH ini sendiri, target PAD yang ditetapkan mencapai Rp80 juta lebih, dinaikkan menjadi Rp100 juta.

Sumber PAD lain di Distan, untuk tahun ini target PAD Distan dinaikkan dua kali lipat dari tahun lalu mencapai Rp510 juta menjadi Rp1.050.000.000. Ia pun optimis  target itu bisa tercapai, sebab melihat capian tahun lalu 92,2 persen. Sebenarnya bisa mencapai 100 persen, namun dikurangi biaya operasional. Di samping itu, pihaknya akan mengelola 12-15 hektar lahan untuk menghasilkan PAD. “insyaallah bisa tercapai,” imbuhnya. Sektor sumber PAD yang digarap juga adalah hasil penjualan bibit di Balai Benih Utama, perkebunan dan penghasilan lain-lain yang sah. (her)