Monday, April 20, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 343

Logistik GT World Challenge Asia Dikirim dari Sepang ke Mandalika

0
GT World Challenge Asia(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Persiapan menuju seri GT World Challenge Asia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit 9-11 Mei 2025 semakin matang. Seluruh logistik dan perlengkapan tim-tim peserta telah diberangkatkan dari Sepang International Circuit, Malaysia, menuju Mandalika, Indonesia.

Dari Sepang ke Mandalika, lalu bersiap ke Thailand. Koordinasi pengiriman pun dilakukan secara ketat dan profesional untuk memastikan seluruh perlengkapan balap tiba sesuai jadwal.

Kedatangan barang-barang ini menandai langkah krusial dalam rangkaian persiapan event internasional yang dinantikan oleh para pecinta motorsport di Tanah Air.

Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA, perusahaan yang ditunjuk oleh Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola Pertamina Mandalika International Circuit, menyatakan, proses pengiriman logistik ini merupakan bukti nyata bahwa Mandalika semakin siap menjadi tuan rumah ajang balap bergengsi tingkat Asia.

“Kami menyambut kedatangan seluruh perlengkapan dengan antusias, dan berkomitmen memastikan seluruh persiapan berjalan tepat waktu demi kesuksesan GT World Challenge Asia 2025.” ujarnya.

GT World Challenge Asia 2025 akan melanjutkan rangkaian serinya di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9–11 Mei 2025.

“Selain prestasi olahraga, sport tourism membawa dampak nyata bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah, khususnya di Nusa Tenggara Barat,” tutup Priandhi.(bul)

Hasil Pemeriksaan Kesehatan, Hipertensi Menjadi  Penyakit Dominan  CJH

0
CJH Lotim yang akan berangkat ke tanah suci Makkah mengikuti proses manasik haji, Senin 14 April 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Calon Jemaah Haji (CJH) dipastikan tidak bisa berangkat ke Tanah Suci jika dinyatakan tidak sehat. Pemeriksaan kesehatan menjadi syarat wajib sebelum pemberangkatan, yang dalam ketentuan haji dikenal dengan istilah istitha’ah. Dari 722 kuota haji Lombok Timur (Lotim) tahun 2025, sejumlah CJH dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan.  Penyakit hipertensi dominan di kalangan para CJH.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lotim, Dr. H. Pathurrahman kepada Ekbis NTB, Senin 14 April 2025.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan adalah ikhtiar untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian jemaah haji. Selain itu, ini juga menjadi syarat pelunasan BIPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji).

Berdasarkan data Dinkes Lotim, dari total calon jemaah yang diperiksa, sebanyak 42 persen atau  278 orang dinyatakan istitha’ah atau layak berangkat tanpa pendamping.

Sebanyak 56% atau 366 orang istitha’ah dengan pendamping obat atau memerlukan pengawasan medis. Sisanya, 2% atau 11 orang istitha’ah dengan pendamping atau memerlukan pendamping khusus.

Penyakit paling banyak ditemukan pada CJH Lotim tahun 2025 masih didominasi oleh hipertensi. Kondisi itu sama seperti tahun sebelumnya.

Mengingat cuaca panas diperkirakan terjadi selama musim haji 2025, Dinkes Lotim memberikan sejumlah tips bagi jemaah, terutama yang memiliki riwayat hipertensi dan lansia:

Kepada seluruh jemaah diminta agar rutin memeriksa kesehatan dan mengikuti anjuran dokter dan minum obat secara teratur. Selain itu, mengatur pola makan seimbang dengan memperbanyak air putih, hindari kafein dan minuman bersoda.  Kurangi garam, gula, dan minyak berlebihan.  ‘’Perbanyak konsumsi buah dan sayur,’’ terangnya.

CJH juga diingatkan agar istirahat cukup dan melakukan aktivitas fisik dan menghindari kelelahan dan stres.  ‘’Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam lansia,’’ sarannya.

CJH asal Lotim nantinya di negeri Arab akan dihadapkan pada cuaca panas. Disarankan kepada jamaah agar meminum air putih sebelum merasa haus. Gunakan pelindung seperti payung, topi, atau krim tabir surya dan memakai  pakaian longgar dan berbahan katun.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lotim, M. Shulhi, menyatakan bahwa kuota haji Lotim tahun 2025 sebanyak 722 orang. Namun, sekitar 20% di antaranya belum melunasi BIPIH karena menunggu sertifikat istitha’ah dari Dikes.

“Jamaah hanya bisa melunasi biaya haji setelah menunjukkan sertifikat kesehatan. Saat ini prosesnya masih berjalan,” ujar Shulhi.

Dengan persiapan kesehatan yang matang, diharapkan jemaah haji Lotim dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan terhindar dari risiko kesehatan selama di Tanah Suci. (rus)

Telan Dana Rp 1,5 Miliar Per Bulan, Lotim Dinilai Masih Gelap Gulita

0
Pertemuan dengan pihak PLN, Bapenda, Dishub dan BPKAD di gedung DPRD Lotim, Senin 14 April 2025. (ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) setiap bulan menelan dana Rp 1,5 miliar sampai dengan Rp 1,8 miliar. Akan tetapi, kondisi jalan-jalan dinilai masih gelap gulita.

“Lotim peteng dedet (gelap gulita),” ungkap Wakil Ketua Komisi III DPRD Lotim, Farouk Bawazier saat bertemu dengan pihak PLN, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) di kantor DPRD Lotim, Senin 14 April 2025.

Jalan desa, jalan kabupaten dan jalan provinsi hingga pusat disebut juga terlihat gelap. Farouk menyebut, salah satu visi Bupati dan Wakil Bupati Lotim dalam akronim Smart adalah menginginkan Lotim indah.

Farouk Bawazier mengatakan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dari kinerja para eksekutif ini. Di awal pertemuannya dengan pihak terkait soal PJU, Dewan ini meminta data lengkap apa yang menjadi persoalannya, sehingga Lotim gelap dan siap dicarikan solusinya.

“Kita minta kepada PLN, BPKAD, Dishub dan Bapenda data data lengkapnya. Pelajari kekurangan dan siap bantu penambahan anggaran ketika ada kekurangan peralatan,” ungkapnya.

Anggota DPRD Lotim ini juga siap untuk mengecek kondisi lapangan. Berapa jumlah lampu yang masih bermasalah. Tidak diiginkan saling tuding dan saling salahkan antar instansi.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Eddy Ilham  mengatakan pihak PLN setiap tahunnya selalu tepat waktu membayar pajak penerangan jalan (PPJ). Pada tahun 2024 ditarget perolehan PPJ Rp 38,2 miliar dan terealisasi Rp 37,2 miliar atau 97,62 persen. Tahun 2025, target 35 miliar. Sampai 14 April, sudah terealisasi Rp 9,2 miliar atau 25 persen.

“Alhamdulillah, kepatuhan PLN bayar pajak cukup bagus, PLN aalu setor langsung ke petugas pungut,” sebutnya.

Guna meningkatkan kesadaran masyarakat bayar pajak, terus dilakukan sosialisasi di beberapa kecamatan. Bapenda hanya mengejar target pendapatan. Adapun dari PPJ inilah kemudian digunakan untuk PJU disetor setiap bulannya Rp 1,5 miliar sampai dengan Rp 1,8 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan, Iswan Rakhmadi menyampaikan jumlah bola lampu di seluruh Lotim ini pada tahun 2017 lalu dicatat sebayak 12 ribu. Terakhir didata bersama PLN jumlahnya mencapai 16 ribu titik.

Dalam pembayaran PPJ ini, PLN dan Pemda menggunakan kontrak daya. Sampai saat ini sudah 13 ribu titik menggunakan meterisasi. Sisanya 3 ribu belum dan perlu diadakan meterisasi ini supaya lebih tertib.

Operasional pemeliharaan lampu jalan di Dinas Perhubungan Lotim Rp 1 miliar per tahun. Jumlah ini, sangat kecil karena Dishub hanya mampu melakukan pengadaan bola lampu sebanyak 700 biji per tahun.

Tidak ditampik, banyak lampu yang rusak. Dishub tidak memungkinkan untuk mengecek satu per satu di 16 ribu titik tersebut. Disamping karena peralatan terbatas, juga karena personel Dishub yang juga masih sangat terbatas.

Menurut Iswan Rakhmadi, minimal Rp 3,8 miliar untuk pemeliharaan lampu. Harapannya, setiap tahun ada pengadaan bola lampu 5 ribu setiap tahun. Memasang lampu ini butuh personel. ‘Kami terbatas tim, sehingga perlu penambahan personil dan penambahan peralatan,” imbuhnya.

Soal banyaknya lampu jalan yang padam ini kata Iswan harus dimaklumi juga karena tidak semua menjadi kewenangan Pemkab Lotim. Harus dimaklumi, kewenangan daerah terbatas. Jalan negara gelap, itu kewenangan Kementerian Perhubungan. Dishub Lotim juga mengeluh soal kondisi jalan besar termasuk ruas jalan provinsi pun banyak juga yang gelap.

Manager UPL Selong, Bangkit Candra, mengatakan jumlah hasil validasi terbaru lampu jalan ini sebanyak 16 ribu titik. Soal nyata atau tidak urusan Pemda. Perlu dukungan juga dari masyarakat agar terus melakukan pemantauan dan pengawasan. (rus)

83 CJH Gerung Diimbau Jaga Kesehatan dan Perdalam Materi

0
Kepala KUA Kecamatan Gerung, Lalu Munawir Sazali bersama pemateri saat memberikan bimbingan manasik pada CJH, Senin 14 April 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebanyak 83 Calon Jamaah Haji (CJH) di Kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar) diberikan Bimbingan Manasik Haji oleh pihak Kantor Kementrian Agama (Kemenag) bersama Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Bimsik ini direncanakan selama delapan hari yang dipusatkan di Masjid Baital Atiq.

Dalam bimbingan manasik tersebut, CJH diimbau agar aktif mengikuti bimbingan guna memperdalam materi Talbiyah dan menjaga kesehatan untuk mempersiapkan keberangkatan menuju Tanah Suci Makkah.

Kepala KUA Kecamatan Gerung, Lalu Munawir Sazali,S. Fil.I., ditemui di sela-sela Bimbingan Manasik, Senin 14 April 2025, menerangkan jumlah CJH Gerung yang akan berangkat sebanyak 83 orang. Pemberangkatan 83 orang ini dibagi menjadi dua kelompok rombongan.

“Jamaah kami berikan bimbingan Manasik Haji, pedoman penyelenggaraan bimbingan manasik haji jamaah haji reguler tahun 1446 H/2025 M diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 92 Tahun 2025,”terangnya.

Berdasarkan hasil musyawarah, bimbingan manasik ini diadakan serempak di Kabupaten Lobar dimulai tanggal 12 April.  Khusus di Gerung, melaksanakan kegiatan sendiri, karena telah mencapai jumlah kuota haji 83 orang, dua rombongan.

Dalam penyampaian materi lebih banyak interaksi dalam bentuk sesi dialog dengan para calon haji. Dari sisi penguasaan materi, secara umum calon haji sudah paham, tinggal diarahkan untuk praktiknya. Sebab mereka sebelumnya banyak mengikuti KBIHU.

“Alhamdulillah tidak ada kendala, karena sebagian dari jamaah masuk Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU),”sambungnya. (her)

Petani Kapas Organik Mulai Panen, Pendamping Upayakan Pemintalan di KLU

0
Petani kapas organik mulai berproduksi. Kapas yang ditanam bisa berproduksi terus menerus melalui perawatan intensif. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Sejumlah petani kapas organik di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sudah mulai memanen kapas organik. Panen perdana setelah lama vakum, komoditas utama bahan baku benang ini diharapkan menjadi pemantik motivasi petani untuk menanam dalam jangka panjang.

Panen kapas organik perdana terlihat di salah satu areal lahan milik petani, Amaq Junaedi, di Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Minggu 13 April 2025. Amaq Junaedi terlihat menggelar hasil panen kapas di berugak miliknya, dengan ditemani oleh pendamping kapas organik.

Menurut Pendamping Petani Kapas Organik, Puguh Dwi Friawan, Senin 14 April 2025, panen kapas sudah dilakukan petani kendati bersifat parsial di beberapa titik. Namun dalam waktu tidak lama lagi, panen akan dilakukan secara massif di banyak petani yang memulai uji coba budidaya dengan sistem tumpang sari. Sebagian besar petani kapas menanam bersamaan dengan jagung, kacang atau tanaman sela lainnya.

“Panen perdana sudah mulai, tapi masih tahap awal. Panen baru dilakukan di lahan Pak Junaedi dengan luasan sekitar 1 hektare,” ungkap Iwan.

Pihaknya belum bisa mengetahui berat produksi dari kapas organik tersebut, mengingat petani belum melakukan penimbangan berat keseluruhan. Namun dari target awal, pendamping petani menargetkan rerata produksi per hektare dapat mencapai 1,5 ton.

Pendamping petani kapas juga belum melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap hasil produksi karena panen masih di tahap awal. Setelah panen dilakukan menyeluruh, pihaknya akan melakukan evaluasi agar pada masa perawatan pascapanen perdana, tanaman dapat berproduksi kembali dengan lebih optimal.

Iwan menerangkan, tanaman kapas organik yang ditanam saat ini tidak langsung dicabut. Melainkan dirawat kembali agar bisa berbunga dan berproduksi beberapa kali.

“Tanaman yang sudah berproduksi kita rawat kembali supaya bisa panen terus menerus seperti cabai. Bahkan, kita dan perusahaan mitra berencana untuk melakukan ekspansi dengan kembali menggelontorkan bibit dan pupuk gratis kepada petani,” terangnya.

Lebih lanjut, di tingkat kemitraan kapas organik, kerjasama antara petani kapas, pendamping dan perusahaan mitra telah sepakat untuk saling menguatkan. Dimana petani sebagai produsen akan memperoleh harga beli sebesar Rp 19.000 per kg. Artinya jika dalam 1 hektar lahan menghasilkan 1500 kg, maka penghasilan petani mencapai Rp 28,5 juta per hektar. Jika ditambah dengan hasil panen jagung atau kacang tanah, maka penghasilan petani kapas diharapkan lebih meningkat.

“Untuk harga beli Rp 19.000 per kg dari petani langsung, dibeli oleh perusahaan tanpa embel-embel tengkulak, makelar dan lainnya. Jadi harga jual beli ini terjamin,” tegasnya.

“Sebagai komitmen lanjutan dalam kemitraan kapas organik, Iwan mengaku jika pihaknya dengan perusahaan mitra sedang mencari cara agar kapas hasil produksi tidak dikirim ke luar daerah. Sebaliknya, bahan baku akan diolah/dipintal di sentra produksi di Lombok Utara.Sudah ada rencana dari buyer mitra, mereka lagi cari mesin di Jerman, abar hasilnya bisa dibuat benang di sini,” tandasnya. (ari)

Dampak Lesunya Ekonomi, PHRI NTB Pertimbangkan Merumahkan hingga PHK Karyawan Hotel

0
Ni Ketut Wolini(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Industri perhotelan di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menghadapi tekanan akibat melambatnya aktivitas ekonomi dan kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat. Salah satu dampak paling terasa adalah pembatasan kegiatan Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) yang selama ini menjadi salah satu sumber utama pendapatan hotel.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, menyampaikan bahwa tingkat hunian hotel di NTB mengalami penurunan signifikan. Bila pada periode yang sama tahun lalu okupansi berada di kisaran 60–70 persen, saat ini anjlok hingga hanya sekitar 20 persen.

“Jelas kondisi ini memengaruhi operasional hotel. Kalau terus seperti ini, dari mana hotel bisa menggaji karyawan? Ujung-ujungnya pasti ada efisiensi, termasuk pada tenaga kerja,” ujarnya di Sekretariat PHRI NTB, Senin, 14 April 2025.

Wolini menjelaskan, pada masa pandemi Covid-19, perumahan karyawan menjadi salah satu strategi bertahan. Saat ini, PHRI NTB masih mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk kemungkinan merumahkan kembali karyawan atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Keputusan tersebut akan dibahas melalui rapat anggota yang segera dijadwalkan.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun sempat terjadi lonjakan okupansi hotel hingga 70 persen selama libur Lebaran, kondisi itu hanya bersifat sementara. Setelah libur usai, tingkat hunian kembali menurun drastis.

Menghadapi situasi ini, PHRI NTB berencana menggelar audiensi dengan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, guna menyampaikan kondisi industri perhotelan dan mencari solusi bersama.

“Pemprov perlu mengetahui kondisi riil di lapangan. Beberapa hotel sudah menyampaikan kemungkinan akan melakukan PHK,” ujar Wolini.

Ia berharap pemerintah daerah turut mendukung sektor perhotelan yang kini terdampak minimnya kegiatan pemerintah dan turunnya daya beli masyarakat. Wolini juga menyoroti bahwa situasi ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara lain yang melakukan efisiensi di sektor pariwisata akibat dinamika ekonomi global.

“Kalau hotel ramai, dampaknya besar bagi banyak pihak, termasuk pemasok bahan baku. Saat ini, semuanya ikut terimbas,” pungkasnya. (bul)

Pemprov NTB Lunasi Utang Rp171,4 Miliar, Sumber Dana dari Silpa dan BTT

0
Ervan Anwar(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemprov NTB telah melunasi utang tahun 2024 nilainya mencapai Rp171,4 miliar. Sumber pembiayaan untuk melunasi utang itu berasal Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) dan Bantuan Tidak Terduga (BTT).

Demikian diungkapkan Plt Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Ervan Anwar kepada Ekbis NTB, Senin 14 April 2025. Ervan menyebutkan, Rp171,4 miliar  pembayaran utang itu masing-masing untuk pembayaran Dana Bagi Hasil (DBH) ke 10 kabupaten/kota sejumlah Rp109,6 miliar. Kemudian untuk pembayaran utang BPJS senilai Rp10 miliar dan utang belanja lewat tahun anggaran dan perpanjangan waktu pekerjaan senilai Rp51,8 miliar lebih.

‘’Total sekitar 171,4 miliar lebih,’’ tegas Ervan seraya menambahkan, untuk membayar utang senilai ratusan miliar tersebut, Pemprov NTB menganggarkan dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) dan Bantuan Tidak Terduga (BTT). “Ini sumbernya dari SILPA dan BTT bukan disisir dari anggaran OPD,” jelasnya.

Untuk penyisiran anggaran di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ervan mengatakan penyisiran anggaran masih dalam proses baik sumber dan arah pemanfaatan anggaran tersebut. Yang pasti, kucuran anggaran untuk OPD tentunya diperuntukkan mendukung seluruh program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. “Yang pasti akan digunakan untuk mendukung program-program prioritas gubernur sesuai ketentuan,” katanya.

Gubernur NTB, lanjut Ervan, melakukan pembayaran utang tahun 2024 hingga ratusan miliar untuk memastikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) NTB kembali sehat. Sehingga kepemimpinan Iqbal-Dinda lima tahun ke depan tidak dibebani oleh utang pemimpin sebelumnya.

‘’Dan Pak Gubernur berkomitmen untuk melakukan penyehatan APBD salah satunya dengan segera menyelesaikan kewajiban-kewajiban jangka pendek,’’ tambah Ervan.

Sementara untuk utang NTB ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Ervan mengaku belum dilakukan  pelunasan. Sebab utang kepada PT tersebut bukan utang biasa. NTB juga diberikan waktu untuk mencicil utang sejumlah ratusan miliar tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan Hj. Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda) bertekad memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat NTB.  Dalam memimpin NTB, Gubernur Iqbal berusaha keras memenuhi apa yang menjadi janji kampanye, termasuk dalam melaksanakan roda pemerintahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepada wartawan usai menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepakatan Rancangan Awal RPJMD Provinsi NTB Tahun 2025-2029, Jumat 11 April 2025, Gubernur menegaskan akan meninggalkan cara lama mengelola NTB dan menggunakan cara baru.

Menurutnya, ada tiga cara baru dalam mengelola NTB. Pertama Iqbal bersama Ummi Dinda sapaan akrab Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti ingin memulai pemerintahan tanpa membawa utang. Diakuinya, selama sebulan bersama tim bekerja keras menyisir anggaran-anggaran di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan memastikan utang-utang yang dibawa dari tahun lalu semua sudah dibayar.

‘’Kami sudah bayarkan. Jumlahnya ratusan miliar dan kami selesaikan. Kami ingin memulai pemerintahan ini tanpa utang. Tolong sampaikan ke publik bahwa kami ingin memulai menjalankan pemerintahan tanpa bawa utang,’’ tegas mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki ini.

Untuk itu, pihaknya sudah bekerja keras dan menyisir anggaran serta memastikan semua utang-utang yang dibawa di bawah tahun 2024 sudah terbayarkan.

Yang kedua, ungkapnya, melakukan pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM). Apalagi sekarang ini, pejabat eselon II lingkup Pemprov NTB sedang menjalani evaluasi kinerja dan job fit di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB. Evaluasi kinerja dan job fit ini digelar selama 2 hari, yakni pada hari Kamis 10 April 2025 hingga Jumat 11 April 2025 dengan 2 sesi. Pertama, sesi ujian tulis dan wawancara sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Meski demikian, Gubernur Iqbal mengaku belum  menerima hasil evaluasi dan job fit dari BKD NTB dan tim penguji. ‘’Sementara yang ketiga pembenahan mekanisme perencanaan dengan memperkuat fungsi Bappeda sebagai pilar utama dalam perencanaan,’’ terangnya.   (era)

Gula Penyebab Diabetes Tidak Hanya dari Makanan Manis

0
Ilustrasi makanan yang mengandung gula(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Kepulauan Seribu dr. Nur Rahmah Oktariani mengatakan konsumsi gula berlebihan yang menyebabkan penyakit diabetes tidak hanya didapat dari makanan atau minuman manis tapi juga dari gula tambahan seperti makanan berbahan tepung-tepungan.

“Sebenarnya selama ini kita mikirnya yang namanya gula itu dari makanan manis, dari minuman manis. Tapi kita lupa ada sumber gula yang lain, terutama dari karbohidrat yang kita konsumsi, apakah itu dari nasi, dari kentang, dari tepung-tepungan gitu, itu juga menghasilkan karbohidrat,” katanya dalam diskusi mengenai diabetes yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan pola hidup yang sering mengombinasikan nasi sebagai karbohidrat utama dengan sumber karbohidrat lainnya dari tepung-tepungan dapat meningkatkan risiko diabetes melitus lebih tinggi, seperti dari bakso, bihun, ditambah dengan minuman kemasan dengan kadar gula di atas 20 gram.

Jika pola hidup seperti itu terus berulang, Nur mengatakan sel beta pankreas akan kewalahan untuk menghasilkan insulinnya terus-menerus dalam jumlah besar yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Pankreas juga akan bekerja lebih berat untuk mengolah gula yang masuk ke dalam tubuh untuk diubah menjadi energi ataupun disimpan di dalam otot.

Nur mengatakan resistensi insulin akan berefek pada kerja hati dan otot, di mana otot dan hati salah satu organ yang memang bekerja maksimal untuk mengolah glukosa yang ada di dalam darah masuk ke dalam otot untuk jadi cadangan energi sehingga tidak berlebihan di dalam darah.

“Lama-lama insulinnya jadi tidak maksimal kerjanya atau sel beta pankreasnya jadi lelah untuk terus-terusan mengeluarkan insulin. Nah inilah yang akan menjadi cikal bakal penyakit diabetes melitus. Jadi salah satunya memang kita harus meminimalisasi, bukannya kita nggak boleh konsumsi gula tapi dalam jumlah terbatas,” katanya.

Dia mengadopsi saran dari organisasi kesehatan dunia, dalam satu hari orang dewasa boleh mengonsumsi gula tambahan baik dari makanan atau minuman sekitar 50 gram atau 4 sendok makan.

Selain menjaga asupan gula dan karbohidrat, perlu meningkatkan asupan protein, lemak, buah dan sayur untuk sumber serat yang akan mengontrol gula darah agar lebih baik dan sumber antioksidan untuk menghilangkan racun dari makanan yang dikonsumsi.

Nur juga mengatakan untuk seseorang yang sudah terkena diabetes dapat meningkatkan pola aktivitas dengan olahraga rutin 30-45 menit setiap hari seperti aerobik, jogging, jalan cepat atau berenang. (ant)

IHSG Awal Pekan Ditutup Menguat Seiring Bursa Kawasan Asia

0
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (ekbisntb.com-Ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat seiring dengan penguatan bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 106,29 poin atau 1,70 persen ke posisi 6.368,51. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 17,33 poin atau 2,45 persen ke posisi 724,03.

“Mengawali pekan ini, IHSG menguat yang ditopang sentimen eksternal dan internal,” ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, bursa regional Asia bergerak menguat menyusul adanya jeda tarif impor elektronik China oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Trump memberikan pengecualian dari tarif tinggi pada produk elektronik yang sebagian besar diimpor dari China, namun pasar memiliki pandangan bahwa upaya ini berpotensi memunculkan pungutan baru yang akan diumumkan pada waktunya, sehingga ketidakpastian tetap tinggi.

Di sisi lain, pelaku pasar juga bereaksi positif terhadap data baru surplus perdagangan China yang melonjak menjadi 102,64 miliar miliar dolar AS pada Maret 2025, atau naik dari 58,65 miliar dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya, juga melampaui ekspektasi pasar sebesar 77 miliar dolar AS.

Peningkatan tajam itu sebagian besar didorong oleh lonjakan ekspor sebesar 12,4 persen, sementara impor turun 4,3 persen.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Maret 2025 sebesar 157,1 miliar dolar AS, atau meningkat dibandingkan posisi Februari 2025 yang sebesar 154,5 miliar dolar AS.

Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2025 setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

BI menyampaikan bahwa kenaikan ini mendukung ketahanan sektor eksternal dan dapat menjaga stabilitas ekonomi makro.

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat dipimpin sektor barang baku sebesar 5,67 persen, diikuti oleh sektor barang energi dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 4,08 persen dan 3,53 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu FORE, LION, KOPI, GPSO dan TRON. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BYAN, FAST, BAPI, XSSI dan MEJA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.189.193 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,93 miliar lembar saham senilai Rp13,86 triliun. Sebanyak 492 saham naik 137 saham menurun, dan 176 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 396,78 poin atau 1,18 persen ke 33,982,36, indeks Shanghai menguat 24,58 poin atau 0,76 persen ke 3.262,81, indeks Kuala Lumpur menguat 26,10 poin atau 1,79 persen ke 1.480,86, dan indeks Strait Times menguat 43,49 poin atau 1,24 persen ke 3.556,02. (ant)

Emas Antam Turun Rp8.000 Menjadi Rp1,896 Juta Per gram pada Senin

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia pada Senin 14 April 2025 mengalami penurunan Rp8.000 dari semula Rp1.904.000 menjadi Rp1.896.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut turun menjadi Rp1.746.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

– Harga emas 0,5 gram: Rp998.000.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.896.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.732.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.573.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.255.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.455.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp46.012.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp91.945.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp183.812.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp459.265.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp918.320.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.836.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)