Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 33

Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

0

Jakarta (ekbisntb.com)- Promo diskon tambah daya listrik kembali dihadirkan PT PLN (Persero) dalam rangka bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Lewat program “Ramadan Terang, Lebaran Tenang”, PLN memberikan diskon 50% biaya penyambungan tambah daya bagi pelanggan satu fasa dengan daya awal 450 Volt Ampere (VA) hingga 5.500 VA untuk penambahan daya sampai dengan 7.700 VA.

Promo ini dapat dinikmati pelanggan mulai dari 25 Februari hingga 10 Maret 2026 melalui aplikasi PLN Mobile.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto mengungkapkan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan untuk menunjang kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan hingga Idulfitri. Program ini memberikan kesempatan bagi pelanggan yang ingin mengoptimalkan penggunaan energi listrik melalui penambahan daya dengan biaya yang terjangkau.

“Pada periode Ramadan, kebutuhan listrik masyarakat cenderung meningkat seiring bertambahnya aktivitas di rumah tangga. Melalui program ini, PLN menghadirkan kemudahan tambah daya dengan biaya lebih ringan agar masyarakat dapat melaksanakan aktivitas khususnya di Bulan Ramadan dan Idulfitri terkendala keterbatasan daya,” ujarnya.

Adi menjelaskan, pelanggan yang ingin menikmati promo diskon tambah daya ini cukup melakukan transaksi pembelian token atau pembayaran tagihan listrik melalui aplikasi PLN Mobile. Setelah itu, pelanggan akan memperoleh e-voucher tambah daya yang dapat diklaim melalui fitur promo pada aplikasi.

“Setelah mendapatkan e-voucher, pelanggan dapat langsung mengajukan permohonan tambah daya melalui PLN Mobile dengan memasukkan kode voucher tersebut. Proses penyambungan selanjutnya akan dilakukan oleh petugas PLN sesuai dengan standar Tingkat Mutu Pelayanan yang berlaku,” tambah Adi.

Sebagai gambaran, pelanggan rumah tangga dengan daya awal 450 VA yang ingin menambah daya menjadi 7.700 VA umumnya dikenakan biaya penyambungan sebesar Rp7.025.250. Lewat program ini, pelanggan akan mendapat potongan 50% biaya sehingga jumlah yang dibayarkan hanya sebesar Rp3.512.625.

“Melalui program ini, kami berharap pelanggan dapat memanfaatkan kemudahan layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan keluarga selama bulan Ramadhan dapat berlangsung dengan lebih nyaman tanpa kendala kelistrikan,” tutup Adi.(bul)

Angkasa Pura Naikkan Tarif Parkir Kendaraan di Bandara Lombok, Berlaku 1 Maret 2026

0
Angkasa Pura Naikkan Tarif Parkir Kendaraan di Bandara Lombok, Berlaku 1 Maret 2026

Mataram (Suara NTB)-Terhitung mulai 1 Maret 2026 mendatang, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid melakukan penyesuaian tarif parkir kendaraan yang mencakup kendaraan roda dua, roda empat, roda enam, serta kendaraan yang menginap.

Penyesuaian tarif ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan parkir melalui pembaruan teknologi dan infrastruktur yang lebih modern. Pembaruan tersebut meliputi proses masuk dan keluar kendaraan yang semakin praktis, sistem pembayaran yang lebih efisien, serta peningkatan kenyamanan area parkir bagi seluruh pengguna jasa bandara.

General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Aidhil Philip Julian, menyampaikan bahwa tarif parkir sebelumnya belum mengalami penyesuaian sejak tahun 2021.

“Tarif parkir di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid belum mengalami penyesuaian sejak tahun 2021. Penyesuaian tarif ini tentunya telah didahului dengan peningkatan fasilitas dan pelayanan parkir yang kami sediakan bagi pengguna jasa badara,” ujar Aidhil.

Beberapa fasilitas baru yang saat ini telah dapat dimanfaatkan oleh pengguna jasa antara lain tersedianya dispenser tiket parkir dengan metode pembayaran _manless_ dan _cashless_, serta pemasangan _boom gate_ pada jalur parkir premium. Selain itu, pengelola bandara juga secara berkelanjutan melakukan pemeliharaan marka jalan, rambu-rambu parkir, toll gate, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Penyesuaian tarif parkir ini merupakan salah satu upaya kami untuk menyeimbangkan antara pengembangan dan pemeliharaan fasilitas bandara dengan kebutuhan operasional serta kondisi terkini,” imbuh Aidhil.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa penyesuaian tarif parkir tersebut telah mendapatkan dukungan melalui rekomendasi Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah serta Yayasan Perlindungan Konsumen (YPK) NTB. Penyesuaian juga didasarkan pada hasil Kajian dan Survei Kesediaan Membayar (_Willingness to Pay_) Penyesuaian Tarif Parkir Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid yang dilakukan oleh Universitas Islam Al Azhar Mataram.

Adapun penyesuaian tarif parkir di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid adalah sebagai berikut:
*1. Kendaraan roda dua:*
Tarif lama Rp3.000/sekali masuk menjadi:
– Rp4.000 untuk 1 (satu) jam pertama;
– Rp2.000 untuk setiap jam berikutnya sampai dengan jam ke-12;
– Rp30.000 untuk parkir di atas 12 jam sampai dengan 24 jam (menginap).
*2. Kendaraan roda empat:*
Tarif lama Rp7.500 untuk 1 (satu) jam pertama menjadi:
– Rp10.000 untuk 1 (satu) jam pertama;
– Rp3.000 untuk setiap jam berikutnya sampai dengan jam ke-12;
– Rp80.000 untuk parkir di atas 12 jam sampai dengan 24 jam (menginap).
*3. Kendaraan roda enam:*
Tarif lama Rp12.000 untuk 1 (satu) jam pertama menjadi:
– Rp15.000 untuk 1 (satu) jam pertama;
– Rp4.000 untuk setiap jam berikutnya sampai dengan jam ke-12;
– Rp100.000 untuk parkir di atas 12 jam sampai dengan 24 jam (menginap).
*4. Parkir premium:*
Tarif lama Rp30.000/jam + tarif regular menjadi Rp50.000/jam + tarif regular.(bul)

Bank NTB Syariah Dukung Operasional 10 Koperasi Desa Merah Putih Percontohan se-NTB Melalui Bantuan Sarana Prasarana

0
Bank NTB Syariah Dukung Operasional 10 Koperasi Desa Merah Putih Percontohan se-NTB Melalui Bantuan Sarana Prasarana

Tanjung (ekbisntb.com)- PT Bank NTB Syariah menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung penguatan ekonomi desa melalui penyerahan bantuan sosial dan kemaslahatan kepada 10 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Percontohan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

Acara penyerahan perdana ini dilangsungkan pada Rabu, 25 Februari 2026, bertempat di KDMP Tegal Maja, Kabupaten Lombok Utara. Bantuan diserahkan secara langsung oleh Branch Manager Bank NTB Syariah Kantor Cabang Tanjung, Umarta, dan disaksikan langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, serta Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri.

Guna menunjang efektivitas operasional harian koperasi, Bank NTB Syariah menyalurkan sarana dan prasarana lengkap yang terdiri dari perangkat laptop, printer, sound system, serta furnitur kantor seperti meja, kursi, dan lemari arsip.

Branch Manager Bank NTB Syariah Kantor Cabang Tanjung, Umarta, menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan secara spesifik dalam bentuk fisik untuk memastikan kemanfaatan langsung pada kinerja organisasi.

“Bantuan dari Bank NTB Syariah kepada KDMP ini sengaja tidak kami berikan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk sarana dan prasarana. Hal ini bertujuan agar bantuan tersebut benar-benar menjadi aset penunjang usaha dan operasional harian koperasi secara langsung,” jelas Umarta.

Umarta juga menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan visi bank untuk terus bersinergi dengan kebijakan pemerintah.

“Bantuan ini adalah bukti Bank NTB Syariah dan Pemerintah Provinsi NTB ingin lebih dekat dengan masyarakat untuk ikut andil dalam menyukseskan program kepada masyarakat dalam pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan” tambahnya.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, memberikan arahan strategis agar KDMP tidak hanya menjadi lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Koperasi Desa Merah Putih harus mampu mengambil peluang besar dari program nasional ini. Saya berharap koperasi dapat menjadi pemasok utama bahan makanan berkualitas untuk program Makan Bergizi Gratis di NTB, sehingga perputaran ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa,” ujar Lalu Muhamad Iqbal.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi Provinsi NTB, Wirawan, beserta jajaran Forkopimda Provinsi NTB. Penyerahan di Desa Tegal Maja ini menandai dimulainya rangkaian pendistribusian bantuan yang akan dilanjutkan ke seluruh koperasi yang telah ditunjuk sebagai Koperasi Merah Putih Percontohan di wilayah NTB.

Masyarakat dan pengurus koperasi di Desa Tegal Maja menyambut bantuan ini dengan antusiasme tinggi. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme tata kelola koperasi sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi para anggotanya.(bul)

Penukaran Uang Baru Sudah Rp636,1 Juta

0
Kegiatan penukaran uang baru melalui layanan kas keliling bank Indonesia. (suarantb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat realisasi penukaran uang baru melalui layanan kas keliling mencapai Rp636.100.000. Nilai tersebut merupakan total penukaran yang telah dilaksanakan pada termin pertama menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Deputi Kepala Bidang Pembayaran Kantor Perwakilan BI NTB, Ignatius Adhi Nugroho, menjelaskan bahwa penukaran uang dilayani melalui beberapa metode, yakni kas keliling, penukaran di jaringan perbankan, serta penukaran terpadu bersama perbankan di Islamic Center.

“Total nilai penukaran uang yang sudah dilaksanakan adalah kas keliling dengan nominal realisasi Rp636.100.000,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.
Menurutnya, animo masyarakat pada termin pertama terbilang cukup baik. Untuk penukaran melalui kas keliling di wilayah Tanjung dan Sembalun, kuota yang disediakan hampir seluruhnya terserap.

“Kalau dilihat dari animonya cukup bagus. Untuk sampai dengan saat ini (termin I) penukaran melalui kas keliling di Tanjung dan Sembalun, kuota yang kita sediakan hampir terserap semua,” jelasnya.

Ia optimistis pada termin kedua nanti minat masyarakat akan semakin meningkat. Pasalnya, periode tersebut berdekatan dengan pencairan gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR), serta makin mendekati Hari Raya Idulfitri.

“Kalau dilihat dari pendaftar pada termin I, proyeksi di termin II akan lebih bagus, karena pada termin II sudah terima gaji/THR dan sudah dekat dengan hari raya,” katanya.

Pendaftaran penukaran uang dilakukan secara daring melalui aplikasi PINTAR yang dapat diakses masyarakat. Untuk termin berikutnya, pendaftaran dibuka mulai 27 Februari 2026 pukul 09.00 Wita.

Secara keseluruhan, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,3 triliun guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026.

Bank Indonesia menyediakan layanan penukaran uang Rupiah di sejumlah titik di wilayah NTB. Layanan kas keliling dilaksanakan di Selong–Jerowaru pada 19–20 Februari 2026, Tanjung–Sembalun pada 23–24 Februari 2026, serta Pulau Bungin–Maluk pada 3–4 Maret 2026. Selain itu, BI juga membuka layanan kas keliling di 20 mitra strategis untuk memperluas akses masyarakat memperoleh uang layak edar.

Layanan penukaran melalui jaringan perbankan tersedia di 85 titik kantor bank terdaftar pada 27 Februari 2026 pukul 09.00–12.00 Wita dan 12 Maret 2026 pukul 09.30–13.00 Wita.

Sementara itu, penukaran terpadu BI bersama perbankan akan dipusatkan di Islamic Center Mataram pada 9–12 Maret 2026 pukul 10.00–13.00 Wita, melibatkan sejumlah bank nasional dan daerah.

Adhi menegaskan, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan resmi yang telah disediakan guna memastikan proses penukaran berjalan aman, tertib, dan terhindar dari praktik penukaran ilegal yang berpotensi merugikan. (bul)

Wacana Pembatasan Ritel Modern, Aprindo NTB: Koperasi Desa Tak Perlu Khawatir

0
Aziz Bagis (suarantb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah pusat mewacanakan membatasi izin ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret guna memberi ruang lebih luas bagi Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, agar perputaran usaha di desa lebih banyak dikelola masyarakat sendiri melalui koperasi.

Menanggapi isu tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) NTB, Dr. H. Azis Bagis, menilai bahwa wacana pembatasan itu masih sebatas isu dan belum menjadi kebijakan resmi pemerintah.

“Wacana itu masih berbentuk isu dari beberapa pihak. Dari kementerian sendiri sepertinya tidak sampai pada tahap melucuti atau memangkas izin ritel modern,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika pun pemerintah ingin menciptakan persaingan yang lebih berimbang, hal tersebut merupakan bagian dari dinamika kebijakan. Namun hingga kini belum ada keputusan konkret terkait pembatasan ritel modern.

Lebih jauh, Azis menjelaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih pada dasarnya memiliki peluang besar untuk berkembang tanpa harus merasa terancam oleh keberadaan ritel modern. Menurutnya, kekuatan utama koperasi desa terletak pada captive market atau pasar tetap yang sudah dimiliki, yakni para anggota dan warga desa.

“Kalau dari sisi captive market, koperasi sebenarnya tidak perlu khawatir. Barang yang dijual adalah kebutuhan sehari-hari anggota. Mestinya dia bisa hidup,” jelasnya.

Namun demikian, katanya kepada media ini, Kamis, 26 Februari 2026, kunci utama keberhasilan koperasi bukan terletak pada ada atau tidaknya ritel modern, melainkan pada kualitas manajemen internal. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang profesional dan bebas dari moral hazard.

“Semua kembali pada manajemen internal. Kalau manajemennya baik, dia pasti sukses. Apalagi kalau bisa menjual produk lebih murah kepada anggota, pasti pasar akan lari ke koperas ini,” tegasnya.

Azis juga menilai potensi persaingan langsung antara koperasi desa dan ritel modern relatif kecil. Pasalnya, koperasi desa umumnya berada di wilayah pedesaan, sementara regulasi ritel modern tidak selalu menjangkau hingga ke desa-desa terpencil. Meski di beberapa desa maju terdapat gerai ritel modern, masing-masing tetap memiliki segmen pasar tersendiri.

“Kalaupun bersanding, kemungkinan untuk saling memengaruhi kecil. Masing-masing punya captive market,” katanya.

Ia kembali menekankan bahwa penguatan koperasi harus dimulai dari penerapan prinsip meritokrasi dalam rekrutmen pengelola. Pengurus dan manajer koperasi harus dipilih berdasarkan kompetensi, bukan sekadar penunjukan.

“Kalau mau kuat, koperasi harus dikelola oleh ahlinya. Meritokrasinya harus jelas, jangan asal tunjuk. Pengawasannya juga harus berjalan baik,” ujarnya.

Selain manajemen yang profesional, loyalitas anggota juga menjadi faktor penentu. Anggota sebagai pasar utama koperasi harus memiliki komitmen untuk berbelanja di koperasi mereka sendiri. Dengan demikian, akan tercipta sinergi antara pengelola yang kompeten dan pasar yang loyal.

“Ketemu manajemen yang baik dan anggota yang loyal, saya yakin koperasi bisa eksis. Yang sering jadi masalah itu manusianya, bukan sistem koperasinya,” tambahnya.

Terkait kemungkinan pembatasan ritel modern, Azis menyerahkan sepenuhnya pada kebijakan pemerintah.

“Kalau soal pembatasan, itu kembali kepada pemerintah. Silakan saja, itu kewenangan pemerintah,” demikian Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram ini.

Dengan demikian, menurut APRINDO NTB, penguatan Koperasi Desa Merah Putih tidak semata-mata bergantung pada pembatasan ritel modern, melainkan pada kesiapan sumber daya manusia, tata kelola profesional, serta komitmen anggota dalam membangun ekonomi desa secara kolektif. (bul)

Dijanjikan Kerja ke Turki, PMI Asal KSB Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, Berharap Dipulangkan

0
Paspor Tiara Salwa, salah satu diduga korban TPPO di Libya. (suarantb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Sebuah video yang beredar di media sosial dan dikirimkan kepada keluarga memperlihatkan lima perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) memohon agar segera dipulangkan ke Tanah Air. Dua di antaranya diketahui berasal dari Nusa Tenggara Barat, salah satunya bernama Tiara Salwa, warga Tepas, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat.

Dalam video tersebut, para PMI menyampaikan kekhawatiran mereka menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah diberangkatkan dan bekerja ke Turki, namun dikirim ke Libya. Mereka berharap mendapat bantuan pemerintah untuk segera dipulangkan ke Indonesia.

Kakak kandung Tiara, Tomi Mandala Putra, kepada media ini, Kamis, 26 Februari 2026 menuturkan kronologi keberangkatan adiknya. Menurutnya, pada September 2025 Tiara Salwa, kelahiran 2005, dijanjikan bekerja di Turki oleh seorang sponsor di lapangan. Keluarga pun menyetujui karena menganggap Turki sebagai negara yang relatif aman dan telah banyak warga Indonesia bekerja di sana.

“Kami dulu percaya karena dijanjikan ke Turki. Keluarga berpikir ke Turki aman dan sudah banyak orang Indonesia, bahkan ada beberapa keluarga kami di sana,” ujarnya.

Seluruh biaya keberangkatan disebut ditanggung sponsor atau gratis. Namun setibanya di Turki, Tiara justru diterbangkan ke Libya. Setelah sekitar satu minggu bekerja di Libya, keluarga menerima kabar tidak mengenakkan. Tiara mengaku mendapat perlakuan tidak baik di tempat kerjanya.

Karena merasa terancam, Tiara beberapa kali kembali ke kantor agensi untuk meminta dipulangkan. Namun di sana ia kembali mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Ia kemudian melarikan diri dan meminta perlindungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Libya.

“Selang beberapa lama di KBRI, dia dikembalikan lagi ke agensinya. Katanya ada kesepakatan sponsor dan agensi untuk dipulangkan, tapi ternyata tidak ada progres,” ungkap Tomi.

Sejak November 2025 hingga kini, Tiara kembali berada di KBRI Libya dan belum juga dipulangkan. Padahal, menurut keluarga, telah ada surat perjanjian dari sponsor untuk memulangkan Tiara yang disaksikan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat serta penyidik Polres Sumbawa Barat.

Pertemuan pertama dilakukan pada 27 Oktober 2025 di kantor Disnakertrans untuk membahas proses pemulangan. Namun tidak ada hasil konkret. Sponsor kemudian meminta waktu satu bulan, disusul tambahan 10 hari, hingga akhirnya menjanjikan pemulangan pada 10 Februari 2026. Janji itu kembali molor hingga 28 Februari 2026, tetapi tetap tanpa kepastian.

“Kami sudah buat surat pernyataan hitam di atas putih. Tapi sampai sekarang tidak ada progres. Keluarga kami masih di KBRI di Libya bersama teman-temannya dari NTB dan daerah lain,” jelasnya.

Keluarga mengaku telah melaporkan persoalan ini ke Disnakertrans Sumbawa Barat sejak 2025, namun hingga kini belum ada perkembangan signifikan. Sponsor disebut berasal dari wilayah Sumbawa Barat, sementara proses pemberangkatan dilakukan melalui pihak di Sumbawa Besar dengan skema perorangan karena kantor resmi tidak jelas.

Kini komunikasi dengan Tiara pun sangat terbatas dan hanya bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu melalui pesan WhatsApp. Tiara diketahui telah menikah dan memiliki anak dua tahun yang saat ini tengah sakit-sakitan dan menjalani perawatan intensif medis.

Pihak keluarga berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta perwakilan RI di luar negeri dapat mempercepat proses pemulangan dan mengusut tuntas dugaan praktik TPPO dalam kasus ini.

“Kami hanya ingin adik kami dipulangkan dengan selamat ke Indonesia. Kasus ini sudah berlangsung lama dan kami menduga ini bagian dari tindak pidana perdagangan orang,” demikian Tomi. (bul)

Disperindag Turun Stabilisasi, Harga Cabai di Lobar Capai Rp120 Ribu Per Kilogram

0
Tim Dinas perdagangan turun pantau harga Bapok ke pasar untuk mengendalikan harga cabai. (suarantb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Harga sejumlah bahan pokok (bapok) di sejumlah pasar di Lombok Barat (Lobar) kembali melonjak tajam di saat bulan suci Ramadan. Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah, sementara jenis cabai lainnya relatif stabil.

Kepala Bidang Perdagangan Lombok Barat, Lale Widiani S.H., menjelaskan berdasarkan pantauan pihaknya, lonjakan harga mulai terdeteksi sejak minggu kedua Februari, atau sekitar sepekan sebelum memasuki bulan puasa.

“Kenaikan harga cabai itu kita lihat dari data, dimulai minggu kedua Februari, seminggu sebelum puasa,” ujar Lale.

Ia merinci, pada minggu pertama Februari harga cabai rawit merah masih berada di kisaran Rp78 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai keriting dan cabai besar belum menunjukkan adanya kenaikan harga. Namun situasi berubah cepat memasuki minggu kedua. “Di minggu kedua, harga cabai rawit merah naik di kisaran Rp92 ribu sampai Rp100 ribu per kilo,” katanya.

Memasuki minggu ketiga Februari, harga kembali merangkak naik. Di beberapa pasar, seperti Pasar Narmada, harga sempat menyentuh angka Rp120 ribu per kilogram saat libur kemarin.”Kemarin di minggu ketiga, naik lagi sampai Rp120 ribu per kilogram di Pasar Narmada,” ucapnya.

Meski demikian, hasil pantauan terbaru menunjukkan adanya sedikit penurunan harga di beberapa titik. Hal ini dipicu oleh masuknya pasokan cabai dari luar daerah, seperti dari Jawa dan Lombok Timur.“Karena ada cabai Jawa yang masuk, minggu ini harga turun di kisaran Rp100 ribu sampai Rp120 ribu per kilo,” jelasnya.

Menurut Lale Widiani, faktor utama penyebab meroketnya harga cabai adalah kondisi cuaca yang memengaruhi produksi, berkurangnya pasokan, serta meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan Lebaran.

Kenaikan ini sifatnya sementara. Dari dulu memang begitu, menjelang hari-hari besar seperti Muludan, puasa, atau lebaran, harga cabai sering naik turun karena cuaca,” tuturnya.

Ia menambahkan, stok cabai di Lombok Barat saat ini masih tergolong kurang, tercermin dari harga yang masih bertahan di atas Rp100 ribu per kilogram. Padahal, harga normal cabai berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram.

Sebagai langkah pengendalian, Dinas Perdagangan Lombok Barat telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar untuk memantau harga bahan pokok penting (bapok), termasuk beras, minyak goreng, telur, dan elpiji. “Kita sudah melakukan sidak dan operasi pasar sebelum puasa dan juga saat puasa,” katanya.

Ia memastikan bahwa untuk komoditas bapok lainnya, stok masih aman hingga Lebaran nanti. “Insyaallah untuk beras, minyak goreng, gula, dan LPG, stoknya masih aman sampai lebaran,” ujarnya. (her)

“Abnomal”, Harga Cabai Rawit Mahal di Sentra Produksi Nasional

0
“Abnomal”, Harga Cabai Rawit Mahal di Sentra Produksi Nasional
Tim dari pemerintah daerah melakukan pemantauan harga cabai di Pasar Tradisional Pancor. (suarantb.com/rus)

FENOMENA anomali harga cabai melanda Kabupaten Lombok Timur (Lotim), salah satu sentra produksi nasional. Di awal Februari 2026, bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga cabai di Lotim menembus angka Rp200 ribu per kilogram, melonjak drastis dari posisi sebelumnya yang berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram. Situasi ini terbilang abnormal di tengah produksi sebenarnya melimpah, tetapi entah mengapa menjadi begitu mahal.

Lombok Timur selama ini dikenal sebagai lumbung cabai nasional. Kementerian Pertanian bahkan menetapkan daerah ini sebagai salah satu daerah yang memiliki champion cabai nasional. Dalam situasi normal, cabai asal Lombok Timur rutin dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Pasar Induk Kramat Jati Jakarta dan sejumlah pasar besar di kota-kota lain.

H. Subhan, champion cabai asal Lombok Timur, mengungkapkan bahwa biasanya ia mengirim 4 hingga 5 ton cabai per hari ke luar daerah. “Jumlah pengiriman per hari itu membuktikan bahwa produksi cabai di Lombok Timur cukup besar dan mampu menjadi penopang kebutuhan daerah lain,” ujarnya kepada Suara NTB.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur mencatat, luas lahan cabai mencapai 693 hektare dengan total produksi lebih dari 2.769 ton selama periode Oktober 2025 hingga Januari 2026. Kepala Dinas Pertanian, Fathul Kasturi, menyebutkan produktivitas cabai di daerah ini mencapai 39,7 kuintal per hektar. “Sebagian besar wilayah di Lombok Timur cocok untuk tanaman hortikultura ini. Tantangan terbesar adalah musim hujan yang dapat merusak tanaman,” jelasnya.

Namun, di balik tingginya produksi, harga cabai justru meroket. Lonjakan ini menempatkan Lombok Timur sebagai daerah dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Timur, Abdullah, membenarkan bahwa kenaikan harga cabai menjadi pemicu utama lonjakan IPH. Ia juga mencatat fenomena serupa terjadi di sentra produksi lain seperti Jawa Timur, meskipun Lombok Timur mengalami lonjakan paling tinggi. Kondisi ini disinyalir bisa memicu inflasi jika tidak segera diatasi.

Seolah menyalahkan cuaca, namun fakta anomali iklim ini dianggap bagian dari force majeure atau keadaan kahar atau memaksa yang tidak bisa dihindari menjadikan tanaman cabai tidak bisa produksi dengan baik.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berupaya melakukan stabilisasi harga melalui pasar murah yang digelar bersama mitra champion cabai. Langkah ini diharapkan dapat menekan lonjakan harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Meskipun harga tinggi seharusnya menguntungkan petani, kenyataan di lapangan berkata lain. Muhammad Ali Syahbana, petani cabai asal Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuan Haji, mengungkapkan bahwa lonjakan harga justru membawa tantangan baru. “Setiap malam kami harus berjaga-jaga. Jika lengah, tanaman cabai bisa digasak oleh orang tidak bertanggung jawab,” keluhnya.

Menurut analisa bisnis para cabai, situasi ini sebenarnya bisa membuat petani kaya raya jika dalam kondisi normal. “Andai saja dengan harga sekarang, produksi bagus dan biaya produksi tidak begitu besar, maka petani bisa kaya,” katanya.

Biaya produksi sekarang turut melonjak hingga Rp120 juta per hektare. Bagi petani menanam di atas lahan hanya beberapa petak, pasti hanya akan mendapatkan harga tidak seberapa. Paling parah dari biaya itu adalah obat-obatan. Satu botol ukuran kecil harganya Rp150-300 ribu. Itu pun hanya dua sampai tiga kali pengaplikasian untuk melindungi tanaman dari kerontokan bunga.

Di samping itu, saat ini ancaman pencurian dan risiko cuaca membuat tidak semua petani bisa menikmati keuntungan tersebut.

Dengan segala potensi dan tantangan yang ada, Lombok Timur tetap menjadi salah satu kunci ketahanan pangan nasional. Pemerintah daerah berharap langkah stabilisasi harga dapat membawa kembali keseimbangan, baik bagi petani maupun konsumen. (rus)

Sidak ke Pasar Gerung, Gubernur NTB Bakal Datangkan Cabai dari Luar Daerah

0
Sidak ke Pasar Gerung, Gubernur NTB Bakal Datangkan Cabai dari Luar Daerah
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal bersama Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha dan jajaran kepala OPD turun sidak ke Pasar Gerung dalam rangkaian Safari Ramadan ke Lobar, pada Kamis (26/2/2026). (suarantb.com/ist)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, berencana mendatangkan komoditas cabai dari luar NTB untuk menekan lonjakan harga di pasar selama Ramadan 1447 Hijriah. Pasalnya, harga cabai saat ini merangkak naik yang diperkirakan menembus Rp120-180 ribu per kilogram sehingga menjadi penyumbang inflasi terbesar di NTB.

Hal ini ditegaskan Gubernur NTB saat turun langsung ke pasar Gerung Lombok Barat untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan pasokan pangan masyarakat aman. Sidak ke pasar ini sebagai rangkaian Safari Ramadan pada 26 Februari 2026 di Kabupaten Lombok Barat.

Dalam kunjungannya ke Pasar Gerung, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal didampingi Wabup Hj. Nurul Adha, jajaran kepala OPD dan pihak terkait. Iqbal memantau langsung perkembangan harga bahan pokok serta berdialog dengan pedagang dan masyarakat.

“Ya itu dia makanya kenapa kita turun ke pasar itu? tujuannya untuk mengetahui harga riil,” kata Iqbal. Karena menurutnya, harga yang tercantum sekarang ini yang dijadikan dasar perhitungan inflasi adalah harga yang disampaikan oleh enumerator.

Dari hasil pemantauan, inflasi di beberapa wilayah dipicu oleh kenaikan harga cabai di tiga kabupaten, yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Inflasi tahunan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Januari 2026 tercatat 3,86 persen atau lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 3,55 persen. Angka itu dirilis BPS dan menjadi perhatian pemerintah daerah, meski masih dalam rentang target pengendalian pusat.

Gubernur Iqbal mengatakan, memang tidak mudah mengendalikan harga cabai, jika dibandingkan dengan beras, gula, atau minyak goreng. Cabai dinilai tidak sederhana, karena ini juga menyangkut hukum pasar yang bermain supply and demand. Saat ini dari sisi suplai, cabai masih rendah, karena banyak yang gagal panen.

Langkah strategis yang dilakukan pihaknya telah mendapat persetujuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk subsidi biaya pengangkutan dari daerah yang harga cabainya lebih murah ke NTB. “Mau gak mau kita harus masukkan (mendatangkan dari luar daerah),” imbuhnya. (her)

Kejari Dompu Gelar Pasar Murah

0
Seorang warga membeli beras di pasar murah yang digelar Kejaksaan Negeri Dompu bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu pada, Rabu (25/2). (Suara NTB/ula)

Dompu (ekbisntb.com) – Kejaksaan Negeri Dompu menggelar kegiatan pasar murah bagi masyarakat Dompu pada, Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan yang melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Badan Urusan Logistik ini, diharapkan membantu meringankan beban masyarakat selama bulan Ramadan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dompu, Lusiana Bida, SH, MH di sela kegiatan pasar murah mengatakan, kegiatan ini dalam rangka membangun silaturrahmi dan membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

“Mengingat kebutuhan masyarakat dengan harga sembako yang tinggi. Dengan diadakannya pasar murah ini, masyarakat bisa mendapatkan harga sembako yang lebih terjangkau,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Ir. H. Armansyah, M.Si mengungkapkan beberapa barang kebutuhan pokok yang difasilitasi untuk kegiatan pasar murah di Kejari Dompu seperti minyak goreng subsisi, beras SPHP, beras premium Muna Kawan, gula pasir, minyak dari Bulog serta kebutuhan pokok lainnya.

Kegiatan ini juga melibatkan pelaku UMKM binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu. Selain itu, pelaku UMKM menyiapkan jajanan untuk menu buka puasa. “Untuk harga sembako, harganya lebih rendah Rp5 ribu dibandingkan harga di pasaran. Jadi masih bisa membantu masyarakat,” ungkapnya. (ula)