Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 32

Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

0

Mataram (ekbisntb.com)- Promo diskon tambah daya listrik kembali dihadirkan PT PLN (Persero) dalam rangka bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Lewat program “Ramadan Terang, Lebaran Tenang”, PLN memberikan diskon 50% biaya penyambungan tambah daya bagi pelanggan satu fasa dengan daya awal 450 Volt Ampere (VA) hingga 5.500 VA untuk penambahan daya sampai dengan 7.700 VA.

Promo ini dapat dinikmati pelanggan mulai dari 25 Februari hingga 10 Maret 2026 melalui aplikasi PLN Mobile.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto mengungkapkan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan untuk menunjang kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan hingga Idulfitri. Program ini memberikan kesempatan bagi pelanggan yang ingin mengoptimalkan penggunaan energi listrik melalui penambahan daya dengan biaya yang terjangkau.

“Pada periode Ramadan, kebutuhan listrik masyarakat cenderung meningkat seiring bertambahnya aktivitas di rumah tangga. Melalui program ini, PLN menghadirkan kemudahan tambah daya dengan biaya lebih ringan agar masyarakat dapat melaksanakan aktivitas khususnya di Bulan Ramadan dan Idulfitri terkendala keterbatasan daya,” ujarnya.

Adi menjelaskan, pelanggan yang ingin menikmati promo diskon tambah daya ini cukup melakukan transaksi pembelian token atau pembayaran tagihan listrik melalui aplikasi PLN Mobile. Setelah itu, pelanggan akan memperoleh e-voucher tambah daya yang dapat diklaim melalui fitur promo pada aplikasi.

“Setelah mendapatkan e-voucher, pelanggan dapat langsung mengajukan permohonan tambah daya melalui PLN Mobile dengan memasukkan kode voucher tersebut. Proses penyambungan selanjutnya akan dilakukan oleh petugas PLN sesuai dengan standar Tingkat Mutu Pelayanan yang berlaku,” tambah Adi.

Sebagai gambaran, pelanggan rumah tangga dengan daya awal 450 VA yang ingin menambah daya menjadi 7.700 VA umumnya dikenakan biaya penyambungan sebesar Rp7.025.250. Lewat program ini, pelanggan akan mendapat potongan 50% biaya sehingga jumlah yang dibayarkan hanya sebesar Rp3.512.625.

“Melalui program ini, kami berharap pelanggan dapat memanfaatkan kemudahan layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan keluarga selama bulan Ramadhan dapat berlangsung dengan lebih nyaman tanpa kendala kelistrikan,” tutup Adi.(bul)

Satu Keluarga Jemaah Umrah NTB Tertahan di Jeddah, Akibat Perang Israel-AS dengan Iran

0

Mataram (ekbisntb.com) – Pecahnya perang yang dimulai oleh AS dan Israel terhadap Iran telah berdampak pada penerbangan internasional, termasuk perjalanan jemaah umrah asal NTB. Satu keluarga berjumlah lima orang jemaah umrah asal NTB dilaporkan tertahan di Jeddah akibat pembatalan penerbangan transit ke Qatar-Jakarta.
Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Bali Nusra, H. Zamroni, menyampaikan hal ini, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia mengatakan situasi perang berdampak pada sejumlah rute penerbangan internasional, terutama yang transit di negara-negara Teluk.
“Sehubungan dengan situasi terkini terkait perang yang melibatkan Iran dan dampaknya terhadap penerbangan internasional, saat ini terjadi pembatalan beberapa jadwal penerbangan, khususnya penerbangan dengan rute transit melalui negara-negara Teluk seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, dan sekitarnya,” jelas Zamroni.
Satu keluarga yang masih tertahan ini menurutnya, sebelumnya menggunakan penerbangan dengan rute transit melalui Qatar, namun jadwal penerbangan dibatalkan.
“Ada lima orang, satu keluarga. Mereka sebenarnya berangkat secara mandiri, tidak melalui travel umrah,” terangnya.
Zamroni menegaskan, untuk penerbangan langsung (direct) Jakarta–Jeddah hingga saat ini masih berjalan normal dan belum terdampak letusan perang di negara teluk. Meski demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap informasi resmi dari maskapai dan otoritas penerbangan.
“Kami terus monitoring secara intensif setiap informasi resmi dari maskapai dan otoritas penerbangan. Jika ada perubahan jadwal, akan segera kami sampaikan kepada jemaah,” ujarnya.
Terkait keberangkatan Jemaah umrah berikutnya, Zamroni juga memastikan untuk sementara masih berjalan biasa, belum terganggu secara langsung. Namun ia mengakui, situasi geopolitik di Timur Tengah menjadi tantangan yang tidak terduga bagi penyelenggara perjalanan umrah.
“Pastinya ada kekhawatiran (perang berlanjut), namun ini memang menjadi tantangan yang hadir tak terduga. Kami tetap berikhtiar dan berkoordinasi agar pelayanan kepada jemaah tetap maksimal,” katanya.
Di tengah situasi perang yang menggempur Iran, aktivitas pemasaran travel umrah disebut masih berjalan. Namun, pihak penyelenggara tetap menyesuaikan strategi dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi keamanan dan kebijakan penerbangan internasional.
AMPHURI Bali Nusra mengimbau para jemaah untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak travel , jika ingin tetap melaksanakan umrah ke Tanah Suci.(bul)

Ekspansi ke Lombok, IndoLinen Jalin Kolaborasi Strategis dengan IHKA NTB

0
Direktur IndoLinen, Masrodawati Silalahi dalam kegiatan Ngabuburit & Buka Puasa Bersama IndoLinen x IHKA Lombok pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Lombok (ekbisntb.com) – Industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Pulau Lombok, terus menunjukkan tren positif pasca-pembukaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Menangkap peluang tersebut, IndoLinen secara resmi mengumumkan ekspansinya ke Bumi Gora dengan menggandeng Indonesian Housekeepers Association (IHKA) NTB.

Peresmian kehadiran IndoLinen di Lombok ditandai dengan kegiatan silaturahmi bersama jajaran pengurus dan anggota IHKA NTB pada Sabtu, 28 Februari 2026 di Mataram. Langkah ini diambil sebagai respons atas pesatnya pertumbuhan hotel, akomodasi, hingga restoran di kawasan Kuta dan sekitarnya.

Direktur IndoLinen, Masrodawati Silalahi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah secara serius melakukan pengembangan pangsa pasar di Lombok sejak Desember 2025. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung sektor pariwisata melalui penyediaan produk hospitality linen berkualitas.

Ngabuburit & Buka Puasa Bersama IndoLinen x IHKA Lombok pada Sabtu, 28 Februari 2026. (Ekbis NTB/fan)

“Kami ingin hadir lebih dekat dengan pelaku industri di Lombok. Keunggulan kami adalah kualitas yang konsisten serta waktu pengiriman yang sangat cepat karena kami memiliki manufaktur di Bali dan sistem pergudangan yang siap mengirim stok kapan pun dibutuhkan,” ujar Masrodawati. Selain fokus pada pasar korporasi hotel, IndoLinen juga berencana membuka gerai ritel pada kuartal pertama (Q1) tahun 2026 untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Kehadiran IndoLinen disambut baik oleh pelaku industri perhotelan lokal. Ketua IHKA NTB, Ahmad Mujadid, menilai kolaborasi ini memberikan angin segar bagi operasional hotel di NTB dengan adanya lebih banyak pilihan vendor yang kompetitif.

“Hadirnya IndoLinen memberi harapan dan pilihan baru bagi kami dalam memenuhi kebutuhan operasional hotel. Setiap hotel dan restoran pasti membutuhkan linen, dan dengan banyaknya pilihan, akan tercipta kompetisi yang sehat terutama dalam hal kualitas dan harga,” kata Ahmad Mujadid.

Produk IndoLinen yang Dipamerkan pada kegiatan Ngabuburit & Buka Puasa Bersama IndoLinen x IHKA Lombok pada Sabtu, 28 Februari 2026. (Ekbis NTB/fan)

Ia menambahkan bahwa kebutuhan linen berstandar tinggi, seperti memperhatikan jumlah kerapatan benang (Thread Count/TC), menjadi faktor krusial bagi hotel untuk menjaga kepuasan tamu di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan ke Lombok.

Melalui ekspansi ini, IndoLinen tidak hanya memposisikan diri sebagai pemasok kebutuhan hotel, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menjaga standar kualitas pelayanan pariwisata di Nusa Tenggara Barat. (fan)

Berbagi Berkah Sepanjang Ramadan 1447 H, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan

0
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa program yang mengusung tema ‘Cahaya Berkah Ramadan 1447 H’ ini menjadi bagian dari komitmen insan PLN untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Jakarta (ekbisntb.com) – Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menyalurkan paket bingkisan kepada lebih dari 45.000 penerima manfaat sebagai wujud kepedulian sosial insan PLN kepada masyarakat sepanjang Ramadan 1447 H. Pada tahap awal, program ini telah menyalurkan lebih dari 23.000 paket bingkisan secara serentak di 13 lokasi di berbagai wilayah Indonesia pada Rabu (25/2).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa program yang mengusung tema ‘Cahaya Berkah Ramadan 1447 H’ ini menjadi bagian dari komitmen insan PLN untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap bingkisan yang disalurkan dapat membawa kebahagiaan, memperkuat semangat, serta membantu masyarakat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan penuh harapan,” ujar Darmawan saat menghadiri kegiatan penyaluran bantuan Ramadan YBM PLN di Masjid Institut Teknologi PLN, Jakarta.

Khusus di wilayah Jabodetabek, paket bingkisan disalurkan secara serentak kepada lebih dari 2.500 penerima manfaat yang tersebar di Kampung Deret Petogongan, Jakarta Selatan; Masjid Institut PLN, Jakarta Barat; Yayasan Abdul Wahid Hasyim Masjid Al-Munawaroh, Jakarta Selatan; Masjid Al-Akhbar, Jakarta Timur; Taman Baca Amalia, Tangerang Selatan; serta Masjid Jami As-Sofia, Kota Bogor; Masjid Al-Muhajirin, Kabupaten Bogor; Masjid Al-Anwar, Depok; dan Masjid Al-Hidayah, Bogor.

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN untuk mendukung kegiatan sosial, keagamaan, serta pemberdayaan masyarakat. Melalui pengelolaan tersebut, zakat tidak hanya disalurkan sebagai bantuan sosial, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi penerima manfaat.

Ketua Umum YBM PLN, Sulistyo Biantoro menjelaskan bahwa dukungan yang dihimpun untuk program ini tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat nilai kepedulian serta mendorong kemandirian penerima manfaat.

“Ramadan menjadi momentum bagi kita semua untuk menghadirkan kepedulian nyata melalui aksi berbagi yang memberi harapan, mempererat solidaritas sosial, serta mendorong kemandirian masyarakat,” ujar Sulistyo.

Kegiatan ini juga melibatkan lingkungan akademik sebagai bagian dari upaya memperluas dampak sosial sekaligus edukasi kepada generasi muda. Hal tersebut mendapat apresiasi dari Institut Teknologi PLN.

Rektor Institut Teknologi PLN, Iwa Garniwa, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi PLN Group melalui YBM PLN yang dinilai turut memperkuat nilai kepedulian sosial di lingkungan kampus sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menilai kegiatan berbagi tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana menumbuhkan empati, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.

“Ramadan mengajarkan bahwa keberkahan tidak hanya diukur dari apa yang kita miliki, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada sesama,” ujar Iwa.(bul)

Gubernur NTB Puji Inovasi Pesona Ramadan “Ngantih Bebuka” Lobar

0
Gubenur NTB H.Lalu Muhamad Iqbal bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta Lalu Muhamad Iqbal dan jajaran bersama Wabup Hj. Nurul Adha serta jajaran OPD Pemkab berdialog dengan warga saat keliling ke lapak kuliner “Ngantih Bebuka" di Alun-alun Kota Gerung. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Gubernur NTB H.Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran menggelar safari Ramadan di Lombok Barat pada Kamis, 26 Februari 2026. Dalam kegiatan ini, orang nomor satu di Bumi Gora itu menyempatkan mengunjungi pesona Ramadan “Ngantih Bebuka” di Alun-alun Giri Menang Park.

Gubernur didampingi istri Sinta Agatha Lalu Muhamad Iqbal, Wabup Hj. Nurul Adha, Ketua TP PKK Lobar Ayu Indra Rukmana Zaini, Dirut PAM Giri Menang Sudirman dan sejumlah jajaran kepala OPD Lobar keliling ke lapak UMKM yang telah dibuka sejak pukul 15.00 WITA. Iqbal melihat lapak UMKM yang menjajakan aneka ragam produk lokal mulai dari makanan ringan, makanan basah dan kering hingga buah-buahan.

Warga yang mengetahui kehadiran orang Nomor satu di NTB itu, pun tak menyia-nyiakan kesempatan, mereka meminta agar gubenur membeli produknya. Iqbal dan istri pun membeli sejumlah produk lokal yang dijual pedagang. Wabup dan istri Bupati juga tak kalah, mereka membeli aneka produk lokal UMKM. Sepanjang keliling ke lapak UMKM, Gubernur diajak berfoto oleh warga. Iqbal pun dengan senang hati melayani warga.

Usai keliling di lapak UMKM, gubenur pun dijamu berbuka bersama di Pendopo Bupati. Mik Iqbal sapaan akrabnya, memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus berinovasi menyajikan ragam kuliner khas Ramadan. Menurutnya, fenomena pasar kaget ini bukan sekedar tradisi musiman, melainkan motor penggerak ekonomi kreatif yang nyata.

Daya tarik utama dari pasar UMKM tahun ini adalah keberanian para pelaku usaha dalam bereksperimen dengan menu-menu baru. Sektor tata boga menunjukkan perkembangan signifikan dengan hadirnya jenis masakan yang lebih variatif dan efektif menarik minat pembeli.

“Ini keren banget. Artinya teman-teman kreativitas masakannya banyak banget jenisnya gitu,” ujar Lalu Iqbal.

Ia menilai keragaman ide kuliner ini menjadi bukti bahwa talenta lokal NTB, mampu bersaing dan terus berkembang mengikuti selera pasar yang dinamis. Kehadiran pusat kuliner Ramadan ini, memberikan dampak ganda. Yakni, memudahkan warga mendapatkan hidangan berbuka sekaligus menjadi tulang punggung pendapatan bagi pelaku usaha kecil. Dukungan pemerintah melalui penataan ruang bagi UMKM diharapkan mampu menjaga keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Lalu Iqbal menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung upaya yang mengangkat derajat ekonomi masyarakat bawah. “Jadi ini bukan hanya memberi kesempatan untuk mengangkat perekonomian UMKM, tetapi juga mengembangkan ekonomi kreatif, terutama di tata boga atau kulinernya,” tambahnya.

Sebagai langkah evaluasi, Gubernur mengharapkan adanya sistem yang lebih inklusif bagi seluruh pelaku UMKM di wilayah NTB. Ia ingin di masa mendatang, lebih banyak pelaku usaha yang mendapatkan panggung untuk mempromosikan produk unggulan mereka secara bergilir. “Tahun depan mesti akan lebih banyak lagi kesempatan diberikan kepada UMKM yang lain gantian gitu, sehingga lebih banyak yang dapat kesempatan untuk show off jenis masakan yang mereka punya,” jelas Lalu Iqbal.

Ia optimis bahwa dengan dorongan yang tepat, kreativitas UMKM NTB akan terus melesat menjadi pilar utama ekonomi daerah. (her)

Pertegas Kesiapan Sebagai Lokasi PSN Tambak Garam Rakyat

0
Pertegas Kesiapan Sebagai Lokasi PSN Tambak Garam Rakyat
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono didampingi Bupati Sumbawa, Ir.H.Syarafuddin Jarot berfoto bersama dengan masyarakat saat kunjungan kerja di Kabupaten Sumbawa pada, Jumat, 27 Februari 2026.(Suara NTB/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mempertegas kesiapan untuk menerima salah satu Program Stategis Nasional (PSN) ekstensifikasi garam rakyat di Kecamatan Plampang, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.

“Jadi, yang sudah berproduksi ada sekitar 8.000-10.000 hektar dan masih ada lahan potensial lainnya. Kami berharap Pak Menteri bisa menjadikan Sumbawa sebagai daerah produksi garam di wilayah timur,” kata Bupati Sumbawa, Ir.H.Syarafuddin Jarot, Jumat, 27 Februari 2026.

Bupati melanjutkan, Kabupaten Sumbawa merupakan kabupaten terbesar di NTB dibandingkan dengan pulau Lombok. Apalagi panjang pantai di Sumbawa mencapai 980 kilometer dengan luas wilayah 74.000 kilometer.

“Kami memiliki potensi laut yang luar biasa, termasuk potensi tambak yang luar biasa. Termasuk juga potensi untuk tambak garam rakyat yang sudah kita siapkan di Kecamatan Plampang,” ucapnya.

Haji Jarot menyebutkan, program nasional ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan swasembada garam yang selama ini bergantung pada impor. Bahkan dari sisi kelayakan, Sumbawa memiliki keunggulan baik dari luas lahan, kondisi alam hingga potensi kualitas garamnya dibandingkan daerah lain.

“Pada prinsipnya kami siap untuk mewujudkan program tersebut di Sumbawa. Kami juga telah menyiapkan lahan sebagaimana dibutuhkan untuk program itu,” jelasnya.

Ia berharap, Kabupaten Sumbawa bisa menjadi lokasi yang dipilih pemerintah pusat sebagai lokasi pengembangan garam nasional. Jika terpilih, maka Sumbawa akan menjadi bagian penting dari strategi nasional menghentikan impor garam industri secara bertahapi.

“Ini bukan sekadar keinginan daerah, tetapi peluang besar untuk memberi nilai tambah dari pengelolaan sumber daya alam,sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaat untuk kesejahteraan,” tegasnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, memastikan sudah menginstruksikan ke Dirut Garam untuk mengkaji lebih lanjut lahan yang sudah disiapkan. Lahan 10.000 hektar ini juga akan dikaji lebih lanjut untuk memastikan layak atau tidaknya tambak garam ini dibangun di Sumbawa.

“10.000 hektar yang sudah disiapkan itu saya sudah minta ke Dirut Garam, untuk mengkaji lebih lanjut. Apabila memiliki potensi yang bagus itu juga akan menjadi pertimbangan,” ucapnya.

Pemerintah pun menargetkan di akhir tahun 2027, Indonesia sudah harus swasembada garam,sehingga untuk program ekstensifikasi tambak garam rakyat yang dihajatkan di wilayah Indonesia Timur, khususnya di NTB dan NTT yang memiliki potensi yang bagus bisa terealisasi.

“Kita masih menunggu hasil kajian lebih lanjut atas usulan tersebut. Tetapi pada prinsipnya, Indonesia ditargetkan swasembada garam di tahun 2027,” tukasnya. (ils)

H. Muhazzam: Mantan PMI Saudi Arabia, Kampanyekan Pengobatan Bekam di Tengah Gempuran Pangan Berisiko

0
H. Muhazzam melakukan terapi bekam pada salah satu pasiennya. (suarantb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Tangan H. Muhazzam bergerak lembut, menyentuh titik-titik aliran darah di tubuh pasiennya. Satu per satu alat disiapkan dengan rapi. Malam itu, usai menunaikan salat tarawih, ia bergegas memenuhi panggilan seseorang di Kota Mataram, yang membutuhkan terapi bekam.

Tak sampai puluhan menit, ia tiba. Penampilannya sederhana. Tutur katanya tegas. Keyakinannya tentang manfaat bekam begitu kuat.

Di balik kesederhanaannya, tersimpan perjalanan panjang. H. Muhazzam bukanlah terapis yang lahir dari bangku akademik kesehatan. Ia adalah mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pernah mengadu nasib di Arab Saudi.

“Saya berangkat ke Saudi Arabia tahun 2010 sebagai PMI. Empat tahun di sana,” tuturnya, Jumat, 27 Februari 2026.

Di negeri orang, ia bekerja sebagai sopir. Alhamdulillah, ia mendapatkan majikan yang baik. Saat itu, rata-rata gaji pekerja sekitar Rp800 ribu, sementara ia menerima 1.200 riyal atau sekitar tiga jutaan rupiah per bulan jika dikonversi saat itu. Makan pun ditanggung. Bahkan ketika Ramadan, sahur dan berbuka diantar.

Namun sepulang bekerja dari Arab Saudi, jalan hidupnya berubah. Pertemuannya dengan almarhum Pak Musagar, seorang pengusaha sekaligus ahli bekam menjadi titik balik. Awalnya, ia hanya membantu sebagai asisten. Dari sanalah ia mulai belajar teknik demi teknik.

“Tekniknya saya belajar langsung dari beliau. Teorinya saya dalami dari buku dan internet. Intinya dalam bekam, kita harus tahu titik yang boleh dan yang dilarang,” katanya.

Bekam, atau hijamah, bukan sekadar mengeluarkan darah. Ada ilmu, kehati-hatian, dan tanggung jawab di dalamnya. Ia memahami betul bahwa keselamatan pasien adalah yang utama.

Dalam praktiknya, terdapat 10 titik sunnah yang bisa diterapkan pada pasien dengan kondisi fisik kuat. Jika pasien lemah, jumlah titik harus dikurangi.

“Kalau pasinnya kuat, bisa belasan titik bekam. Kalau banyak titik bekamnya, biasanya pasien bawaannya sering ngantuk dan tidur nyenyak. Bekam itu pada dasarnya mengeluarkan kotoran yang mengendap di darah. Seperti kita buang tinja, air seni, atau keringat. Itu semua proses pembuangan zat sisa,” jelasnya.

H. Muhazzam mengaku, penyakit yang paling cepat merespons bekam adalah tekanan darah tinggi, kolesterol, asam urat, dan gula darah.

“Tujuan bekam sebenarnya mengaktifkan organ seperti jantung, hati, paru-paru, ginjal, dan limpa. Kalau aliran darah bersih, suplai ke organ juga baik. Organ sehat, Insya Allah tubuh sehat,” ujarnya.

Ia menyoroti kondisi zaman sekarang, ketika masyarakat dibombardir makanan dan minuman instan, penuh pengawet, pewarna, pemanis buatan, dan lemak berlebih.

“Zat-zat itu biasanya mengendap di darah dan bisa jadi sumber penyakit. Salah satu cara membantu mengeluarkan zat negatif itu adalah bekam,” katanya.

Baginya, bekam bukan sekadar terapi, tetapi juga bentuk perlawanan terhadap gaya hidup yang abai pada kesehatan. Setelah bekam, ia bahkan mempersilakan pasien mengecek ulang kadar kolesterol, gula darah, atau asam urat. Ia yakin ada perubahan, berdasarkan pengalaman banyak pasiennya.

“Insya Allah turun. Sudah banyak yang merasakan. Bahkan ada yang gula darahnya di atas 400, setelah dibekam berkali-kali bisa turun bagus,” ucapnya mantap.

Asalkan, bekam dilakukan rutin dan disertai pola makan terjaga, bekam dapat membantu mencegah penyakit berat seperti stroke.

Sejak 2016, H. Muhazzam mulai praktik mandiri. Pasiennya datang dari berbagai kalangan di Pulau Lombok, bahkan di Pulau Sumbawa. Tidak ada tarif pasti yang dipatok. Karena semua dilakukan dengan mendasari dari niat untuk ibadah.

“Karena ada kepuasan tersendiri kalau pasien bilang badannya lebih ringan dan enakan. Kita ikut merasa sehat,” katanya.

Jika pasien tak mampu datang, ia yang mendatangi. Baginya, orang sakit tidak boleh dipersulit.

“Prinsipnya jangan memberatkan orang sakit,” tegasnya.

Bekam ia lakukan menyesuiakan jenis kelamin. Jika pasiennya laki-laki, ia yang tangani. Jika Perempuan, istrinya yang tangani. Istrinya juga sudah memiliki ilmu tentang bekam.

Jumlah pasien dalam sebulan tak menentu ia bekam. Kadang dua sampai tiga orang sehari, kadang beberapa hari kosong. Namun sehari pesanan bekam bisa banyak sekali masuk. Hingga kewalahan. Trend bekam untuk pengobatan semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Semuanya mengalir dari cerita mulut ke mulut.

Kini, bekam bahkan berkembang ke ranah kecantikan. Di sejumlah salon, terapi bekam wajah diminati untuk membantu mengatasi jerawat akibat lemak berlebih dalam darah. Namun ia tetap mengingatkan, bekam bukan solusi tunggal.

“Percuma rutin bekam kalau pola makan tidak dijaga. Makanan berminyak, berlemak, penuh pengawet tetap harus dikurangi,” pesannya.

Bekam bisa dilakukan mulai usia tujuh tahun. Lansia pun bisa, selama memilih area kulit yang masih memungkinkan. Namun ada kondisi tertentu yang tidak dianjurkan, seperti pasien cuci darah, herpes, demam tinggi, perempuan haid, nifas, dan hamil.

“Keamanan nomor satu. Kita harus ikut standar dan hindari titik berbahaya, dan waktunya harus melihat kondisi pasiennya,” tegasnya.

Berapa kali idealnya bekam bisa dilakukan? Menurutnya, bisa dilakukan setrusnya secara rutin. Sebagaimana anjuran Rasulullah. Ia menyebut penelitian kesehatan menyarankan sekitar 120 hari atau tiga bulan sekali. Namun dalam riwayat, Rasulullah SAW menganjurkan sebulan sekali.

“Sekarang makanan sudah banyak yang tidak alami. Tidak ada salahnya dibersihkan sebulan sekali. Tapi kembali ke pilihan masing-masing,” ujarnya bijak.

H. Muhazzam adalah putra asli Punia, Mataram. Dari kampung halamannya ia kini konsisten mengabdikan diri untuk membantu menyehatkan banyak orang dengan terapi bekam. Perjalanan hidupnya dari sopir di Arab Saudi hingga menjadi terapis bekam menjadi bukti bahwa jalan pengabdian bisa datang dari mana saja.

Di tengah gempuran makanan dan minuman “tak aman”, ia memilih berdiri dengan cara sederhana, membantu orang menjaga kesehatan lewat sentuhan tangan dan keyakinan.

Bagi yang membutuhkan terapi bekam, H. Muhazzam siap mendatangi selama jaraknya masih terjangkau. Ia dapat dihubungi melalui 081803488928. Bagi H. Muhazzam, bekam bukan sekadar profesi. Ia adalah panggilan hati. Sebuah ikhtiar kecil untuk membantu sesama tetap sehat di tengah zaman yang kian penuh tantangan. (bul)

Rp2,185 Triliun Dana Pusat Sudah Mengucur ke NTB

0
Ratih Hafsari (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Ditjen Perbendaharaan Wilayah NTB memaparkan kinerja fiskal Provinsi NTB hingga 31 Januari 2026 menunjukkan awal yang cukup solid. Realisasi pendapatan negara mencapai Rp294,83 miliar atau 5,27 persen dari target APBN, sementara belanja negara telah terealisasi Rp2,512 triliun atau 11,16 persen dari total pagu. Angka ini mencerminkan akselerasi belanja pemerintah dalam menjaga perputaran ekonomi daerah sejak awal tahun.

Dari sisi pendapatan, sebagaimana disampaikan Kepala Kanwil DJPB NTB, Ratih Hafsari, Kamis, 26 Februari 2026, penerimaan pajak menyumbang Rp151,90 miliar. Struktur penerimaan masih didominasi Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp63,04 miliar serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp47,73 miliar. Pajak lainnya turut berkontribusi Rp41,12 miliar.

Secara tahunan (year on year/yoy), beberapa komponen mengalami kontraksi, yakni PPh yang turun 62,17 persen dan PPN turun 39,26 persen. Penurunan ini dipengaruhi kebijakan pemusatan wajib pajak cabang ke pusat serta belum adanya pemindahbukuan dari deposit pajak.

Namun demikian, sejumlah komponen menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tumbuh 170,9 persen, sementara pajak lainnya melonjak 801,9 persen seiring peningkatan setoran pajak deposit.

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai terealisasi Rp47,77 miliar atau 4,93 persen dari target. Bea Keluar tumbuh 146,13 persen didorong relaksasi ekspor konsentrat tembaga, sementara cukai naik 13,9 persen seiring pertumbuhan industri hasil tembakau.

Sebaliknya, Bea Masuk mengalami kontraksi 42,86 persen akibat penurunan volume impor bahan baku, barang penolong, dan barang modal.

Sementara itu, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp95,16 miliar atau 13,11 persen dari target. Pendapatan BLU melonjak 2.543,91 persen, terutama dari peningkatan jasa pelayanan pendidikan. Komponen PNBP lainnya juga tumbuh 16,63 persen, didorong peningkatan penerimaan denda penyelesaian pekerjaan pemerintah dan penerimaan kembali belanja barang tahun anggaran yang lalu.

Dari sisi belanja, lanjut Ratih, realisasi mencapai Rp2,512 triliun atau 11,16 persen dari pagu APBN.

Belanja Pemerintah Pusat terealisasi Rp326,62 miliar (4,21 persen), dialokasikan untuk berbagai sektor layanan publik, antara lain. Pendidikan: Rp68,71 miliar, Ekonomi: Rp42,72 miliar, Agama: Rp22,49 miliar, Kesehatan: Rp11,60 miliar

Sementara itu, Transfer ke Daerah (TKD) telah tersalurkan Rp2,185 triliun atau 14,81 persen dari pagu. Dana Bagi Hasil (DBH) yang disalurkan mencapai Rp27,19 miliar. Adapun Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik sebesar Rp648,59 miliar, dengan Rp119,48 miliar di antaranya digunakan untuk pembayaran Tunjangan Profesi Guru.

Secara keseluruhan, APBN 2026 di NTB tetap berfungsi optimal sebagai shock absorber sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.

Dari sisi ekonomi regional, NTB mengawali 2026 dengan kabar menggembirakan. Neraca perdagangan Januari 2026 mencatat surplus USD 67,50 juta, melonjak 276,33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspor Januari 2026 tercatat USD 69,71 juta, didominasi produk copper cathode dan konsentrat tembaga. Sementara impor hanya USD 2,22 juta, turun tajam 94,21 persen dibanding Januari 2025.

Surplus perdagangan yang kuat ini menjadi sinyal positif bagi kinerja sektor eksternal NTB dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi daerah pada awal tahun 2026. (bul)

Pemprov NTB Pantau Penanganan PMI di Libya, BP3MI NTB Sarankan Lapor

0
Pemprov NTB Pantau Penanganan PMI di Libya, BP3MI NTB Sarankan Lapor
Para PMI yang mengaku menjadi korban TPPO dan saat ini masih di KBRI di Libya. (suarantb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan klarifikasi dan perkembangan terbaru terkait beredarnya video viral di media sosial TikTok mengenai Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang berada di Libya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan resmi dari KBRI Tripoli, saat ini terdapat empat PMI asal NTB yang berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Dompu.

“Video yang beredar dibuat ketika para PMI tersebut sudah berada dalam perlindungan KBRI Tripoli. Kondisi mereka saat ini aman, sehat, dan berada di bawah pengawasan serta pendampingan pihak KBRI,” jelasnya.

Ahsanul Khalik yang biasa disapa Aka, menerangkan bahwa KBRI Tripoli tengah melakukan langkah negosiasi intensif dengan pihak agensi dan majikan di Libya. Fokus utama diplomasi tersebut adalah pengembalian paspor dan dokumen perjalanan, penyelesaian administrasi izin tinggal dan exit permit, serta upaya pengurangan atau penghapusan tuntutan denda maupun ganti rugi.

Dalam kasus ini, pihak agensi dilaporkan meminta ganti rugi sebesar USD 7.000 per orang sebagai syarat pengembalian paspor. Permintaan tersebut dinilai sangat memberatkan PMI dan keluarganya, sehingga saat ini masih dalam proses negosiasi oleh KBRI Tripoli melalui pendekatan diplomatik.

Berdasarkan keterangan para PMI, mereka bekerja di sektor domestik dan belum menyelesaikan masa kontrak kerja dua tahun, dengan masa kerja antara dua hingga delapan bulan.

Selama bekerja, mereka mengaku mengalami kekerasan fisik dan/atau verbal, perlakuan tidak manusiawi, tekanan kerja berlebihan, serta penahanan dokumen oleh pihak majikan atau agensi. Karena kondisi tersebut, para PMI memutuskan melarikan diri dan meminta perlindungan kepada KBRI Tripoli.

Sebagaimana pola umum kasus PMI nonprosedural di Libya, tantangan pemulangan meliputi penahanan paspor, tuntutan ganti rugi akibat pemutusan kontrak sepihak, serta persoalan administrasi izin keluar dan denda keimigrasian.

Pemprov NTB menegaskan bahwa video yang beredar tidak menggambarkan kondisi terkini para PMI. Saat video dibuat, mereka telah berada di lingkungan aman KBRI Tripoli.

“Tidak benar jika diasumsikan para PMI masih berada dalam situasi ancaman langsung. Pemerintah melalui KBRI Tripoli telah memberikan perlindungan maksimal dan pendampingan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Aka.

Kasus ini, lanjutnya, menjadi pengingat penting bahwa Libya termasuk negara dengan risiko tinggi bagi PMI sektor domestik, khususnya bagi mereka yang berangkat secara nonprosedural. Praktik penempatan tidak resmi sangat rentan terhadap penipuan, eksploitasi, serta persoalan hukum di negara tujuan.

Karena itu, Pemprov NTB mendorong penguatan edukasi, pengawasan, serta sosialisasi kepada calon PMI mulai dari tingkat desa hingga kabupaten agar masyarakat tidak mudah tergiur janji kerja ke luar negeri tanpa prosedur resmi.

“Pemerintah Provinsi NTB akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berkoordinasi dengan kementerian serta perwakilan RI di luar negeri. Informasi lanjutan akan kami sampaikan secara berkala sesuai laporan resmi KBRI Tripoli,” demikian AKA.

Terpisah, Kepala BP3MI NTB, Ponco Indrio mengatakan, akan menindaklanjuti penanganan PMI NTB yang saat ini masih di Libya.
“Kami akan tindaklanjuti untuk menghubungi keluarga agar buat aduan ke BP3MI NTB,” demikian pesannya singat. (bul)

Bupati Lotim Minta Masyarakat Tanam Cabai di Pekarangan

0
H. Haerul Warisin (suarantb.com/dok)

Selong (ekbisntb.com) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, mengimbau masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk ditanami cabai rawit. Imbauan ini disampaikan menyusul tingginya harga cabai yang saat ini mencapai Rp150.000 hingga Rp160.000 per kilogram di pasaran.

“Jangan biarkan pekarangan nganggur. Silakan tanam cabai. Kalau harga lagi mahal, kita yang mengumpat, tapi petani kita justru sejahtera. Bayangkan, Rp160.000 per kilogram, itu luar biasa,” ujar Bupati saat Safari Ramadan di Rumbuk Timur Kecamatan Sakra, Kamis (26/2/2026) malam.

Orang nomor satu di Lombok Timur itu menyoroti dampak kenaikan harga cabai terhadap stabilitas ekonomi daerah. Ia mengingatkan bahwa selama ini Kabupaten Lombok Timur telah berhasil meraih berbagai penghargaan nasional berkat kemampuannya dalam menekan angka inflasi.

Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I TPAKD Award 2025 (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) untuk kategori kabupaten/kota terbaik wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Juada juga Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terbaik untuk wilayah Nusa-Papua pada akhir November 2025
“Kita juara di Indonesia ini untuk Tim Perceptan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan juara TP2DD,” tegasnya.

Namun, dengan melonjaknya harga cabai hingga Rp150.000 per kilogram, Haerul Warisin khawatir predikat tersebut akan hilang. “Tahu-tahu sekarang harga cabai kita Rp160.000, batal juara itu. Ini yang kita takutkan. Padahal, dengan predikat juara, kita mendapat insentif miliaran rupiah. Itu artinya prestasi ini harus kita pertahankan,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa cabai dan bawang merah merupakan dua komoditas yang sering memicu inflasi di daerah. Sementara itu, Lotim dikenal sebagai kabupaten penyangga pangan nasional dengan jumlah penduduk mencapai satu setengah juta jiwa.

“Kita ini kabupaten pertanian, tapi harga cabai mencapai Rp160.000. Malu kita. Untuk itu, saya minta kepada dinas terkait agar program tanam cabai ini digalakkan, termasuk dengan membagikan polibek dan bantuan lainnya. Semua sudah kita siapkan,” ujarnya.

Bupati berharap dengan memanfaatkan pekarangan, kebutuhan cabai di Lombok Timur dapat terpenuhi secara mandiri, sehingga harga tetap stabil meskipun di luar daerah harga melonjak tinggi.

“Kalau di luar harga sampai Rp200.000, tidak apa-apa. Tapi di Lombok Timur, kita tidak kekurangan. Petani bisa menjual ke luar daerah, sementara kebutuhan lokal tetap tercukupi,” pungkasnya. (rus)