Wednesday, April 8, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 296

Logistik GT World Challenge Asia 2025 Mandalika Dikirim ke Thailand

0
Logistik GT World Challenge Asia 2025 mulai meninggalkan Mandalika. Logistik GT World Challenge Asia 2025 selanjutnya dikirim ke Thailand untuk seri selanjutnya. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Setelah balapan digelar di Sirkuit Mandalika, logistik GT World Challenge Asia 2025 mulai meninggalkan Mandalika. Logistik GT World Challenge Asia 2025 selanjutnya dikirim ke Thailand untuk seri selanjutnya.

“Sebanyak 48 kontainer logistik mulai meninggalkan Sirkuit Mandalika. Logistik ini dikirim ke beberapa negara tujuan seri lanjutan yaitu Thailand, Shanghai (Tiongkok), Yokohama (Jepang) dan Malaysia,” kata Logistic Officer MGPA Reni Agustina di Lombok Tengah, Selasa 13 Maret 2025.

Ia mengatakan bahwa pengiriman dilakukan secara bertahap sejak malam hari. Dari total 48 kontainer, 44 kontainer akan dikirim ke Thailand, 2 kontainer ke Shanghai, 1 kontainer ke Yokohama dan 1 kontainer ke Malaysia.

“Semua logistik GT World Challenge Asia hari ini resmi meninggalkan Sirkuit Mandalika. Kami bersyukur seluruh proses berjalan lancar berkat koordinasi yang baik dengan berbagai pihak,” ujar Reni.

ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh instansi dan pihak yang berperan dalam kelancaran proses kepabeanan dan logistik. “Tanpa kerja sama dan dukungan dari pihak terkait, proses ini tidak akan seefisien ini,” katanya.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria juga menyampaikan apresiasi besar kepada semua pihak yang terlibat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mitra kerja dan instansi yang telah membantu kelancaran pengiriman logistik GT World Challenge Asia dari Mandalika ke berbagai negara tujuan,” katanya.

Ia mengatakan ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia, khususnya Mandalika, mampu mengelola ajang balap internasional dengan standar tinggi.

Keberhasilan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2025 di Mandalika, membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal baik Mandalika, Lombok, NTB maupun bagi Indonesia.

“Kesuksesan ‘event’ ini menjadi bukti bahwa Mandalika layak menjadi destinasi balap dunia. Kami bangga bisa menjadi tuan rumah yang baik, dan kami pastikan GT World Challenge Asia akan kembali digelar di Mandalika tahun depan dengan skala yang lebih besar dan persiapan yang jauh lebih baik,” katanya. (ant)

Wamenekraf Dukung Perempuan Lombok Jadi Penggerak Ekraf

0
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menyatakan dukungannya untuk pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi kreatif.

Irene Menyebutkan melalui program Ekraf Hunt, Kementerian Ekraf akan mendata dan mempromosikan pelaku ekonomi kreatif daerah berbasis digital.

“Tujuannya mencari dan menampilkan pegiat ekraf tersembunyi di berbagai daerah, menjodohkannya dengan kolaborator potensial dan akhirnya mengangkatnya ke level yang lebih tinggi. Pegiat ekraf dapat mengunggah portofolio secara mandiri melalui sistem yang terintegrasi karena Kemenekraf memiliki visi pertumbuhan ekonomi dimulai dari daerah,” jelas Wamenekraf dalam rilis rilis yang diterima, Minggu 11 Mei 2025.

Ia mengatakan bahwa sekitar 80 persen pelaku usaha dengan skala menengah ke bawah di Indonesia digerakkan oleh perempuan. Hal ini menunjukkan pentingnya peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif nasional yang dimulai dari daerah.

Selain itu, Wamenekraf juga memaparkan berbagai kolaborasi dan program pendukung dari lintas kementerian, mulai dari akses pendanaan melalui Koperasi Merah Putih, jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan, hingga fasilitas bagi perumahan pelaku ekraf yang disediakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan cicilan terjangkau.

“Melalui kolaborasi dan gotong royong, kita tidak hanya membangun perekonomian keluarga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional menuju pasar global,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, menambahkan bahwa kualitas produk menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha.

Ia menekankan pentingnya proses inkubasi agar pelaku usaha mendapatkan masukan demi peningkatan mutu produk.

“Kami juga memiliki program seperti Emak-Emak Matic yang bisa diikuti melalui kanal resmi Kemenekraf di media sosial,” ujarnya.

Irene menghadiri Creative Talk bersama komunitas Lombok Womenpreneur Club (LWC) di Acibara Coffee, Lombok, bertema “Menuju Insan Lombok yang Makin Kreatif dan Inspiratif”.​​​​​​​

LWC merupakan komunitas wirausaha perempuan milenial yang berdiri sejak 20 April 2019. Saat ini, komunitas tersebut memiliki lebih dari 700 anggota yang bergerak di berbagai subsektor, seperti kuliner, fesyen, dan kriya. LWC tumbuh menjadi salah satu komunitas paling aktif dan produktif di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Pendiri LWC, Indah Purwanti, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Kementerian Ekraf yang langsung mendengar kebutuhan dan permasalahan yang ada di daerah.

“Harapannya, program-program yang ada jadi bisa diakses secara luas dan menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan,” tuturnya. (ant)

Emas Antam pada Senin Anjlok Rp23.000 ke Angka Rp1,905 Juta Per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dilihat dari laman Logam Mulia, Senin (12/5) mengalami penurunan Rp23.000, kini harga emas menjadi Rp1.905.000 dari semula Rp1.928.000 per gram.

Adapun harga jual kembali batang (buyback) emasan ditambah penurunan ke angka Rp1.754.000 per gram.

Transaksi harga jual yang dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No.34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali batangan emas ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback . Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

– Harga emas 0,5 gram: Rp1.002.500.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.905.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.750.000.

– ⁠Harga emas 3 gram : Rp5.600.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.300.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.545.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp46.237.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp92.395.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp184.712.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp461.515.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp922.820.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.845.600.000.

Potongan harga pajak beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Absolute Racing Investasi Awal Rp4,7 Miliar Bangun Fasilitas Otomotif Premium di KEK Mandalika

0
Penandatanganan Land Utilization and Development Agreement (LUDA)(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC kembali memperkuat pengembangan kawasan The Mandalika dengan menjalin kemitraan strategis bersama investor asing asal Singapura, Absolute Racing. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Land Utilization and Development Agreement (LUDA) untuk pengembangan Lot WCH5-A seluas ± 7.035 m² yang terletak di area inner Pertamina Mandalika International Circuit.

Penandatanganan LUDA Lot WCH5-A menjadi langkah awal dimulainya kerja sama pengembangan fasilitas Common Luxury Garage & Workshop, yang dirancang untuk mendukung kebutuhan teknis dan logistik kendaraan balap serta koleksi mobil mewah di kawasan sirkuit. Proyek ini tidak hanya akan memperkaya ekosistem motorsport di The Mandalika, tetapi juga menjadi magnet bagi komunitas otomotif premium, baik dari dalam maupun luar negeri.

ITDC berkomitmen dalam mengembangkan kawasan The Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia, dengan menghadirkan fasilitas berstandar internasional yang tidak hanya mendukung aktivitas balap, tetapi juga menunjang gaya hidup otomotif mewah guna memperluas daya tarik kawasan di mata pasar global.

Absolute Racing akan membangun fasilitas Common Luxury Garage & Workshop yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pemilik sports car dan pecinta otomotif premium, lengkap dengan layanan penyimpanan eksklusif, perawatan berkala, serta peralatan bengkel standar seperti hydraulic car lift, garage tools, dan tire changer.

Direktur Komersial ITDC, Troy Warokka, menyampaikan, kehadiran fasilitas berstandar internasional seperti Common Luxury Garage & Workshop di Pertamina Pertamina Mandalika International Circuit akan menambah daya tarik kawasan inner sirkuit sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination.

Absolute Racing memiliki rekam jejak yang solid dalam mengembangkan fasilitas serupa di berbagai sirkuit internasional ternama, seperti Shanghai, Zhuhai, Bangkok, dan Sepang. Kepercayaan ini mendorong perusahaan untuk menanamkan investasi strategis dalam pengembangan Common Luxury Garage & Workshop di The Mandalika.

Principal Absolute Racing, Matter Ingo, menyampaikan, “The Mandalika memiliki potensi besar sebagai hub motorsport dan lifestyle di kawasan Asia Tenggara. Kami percaya, investasi di The Mandalika menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan, tidak hanya bagi Absolute Racing sebagai investor, tetapi juga bagi masyarakat dan sektor pariwisata Indonesia secara keseluruhan.”

Kerja sama dengan jangka waktu selama 30 tahun (dengan opsi perpanjangan selama 20 tahun dan pembaruan untuk 30 tahun berikutnya) diharapkan dapat semakin memperkuat daya saing kawasan dan menjadi bukti nyata kepercayaan investor global terhadap potensi The Mandalika sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination. Semoga pengembangan kawasan The Mandalika, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Lombok Tengah, serta berkontribusi positif terhadap kemajuan pariwisata nasional.(bul)

Emas Antam pada 10 Mei Naik Tipis Rp2.000 Jadi Rp1,928 Juta Per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia Sabtu (10/5) mengalami sedikit kenaikan Rp2.000, kini harga emas menjadi Rp1.928.000 dari semula Rp1.926.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik ke angka Rp1.777.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Sabtu:

– Harga emas 0,5 gram: Rp1.014.000.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.928.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.796.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.669.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.415.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.775.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp46.812.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp93.545.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp187.012.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp467.265.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp934.320.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.868.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Balleywood Lombok: Rumah Baru Industri Hiburan NTB

0
Grand final Mister and Miss NTB 2025 1ST EDITION(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Di tengah pertumbuhan industri kreatif di Nusa Tenggara Barat (NTB), hadir inisiatif baru bernama Balleywood Lombok Indonesia, gagasan dari Abdurrahman, SE., MM., seorang tokoh muda yang ingin menjadikan NTB sebagai pusat baru seni dan hiburan nasional.

Terinspirasi dari Hollywood di Amerika Serikat dan Bollywood di India, Abdurrahman menciptakan istilah “Balleywood” dari kata “bale” (rumah dalam bahasa Sasak), sebagai simbol harapan bagi para seniman muda NTB untuk menapaki panggung nasional dan internasional.

Melalui perusahaannya, PT Balleywood Lombok Indonesia, ia membentuk unit usaha hiburan bernama AMI Entertainment, yang membawahi tiga divisi: AMI School Academy, AMI Music Company, dan AMI Health and Care. Ketiganya dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengembangan talenta di bidang seni, musik, hiburan, dan kesehatan.

Langkah konkret telah dilakukan. Salah satunya melalui ajang pemilihan Miss and Mr. NTB 2025, yang sukses digelar pada Januari lalu. Acara ini berhasil menjaring 10 talenta muda yang akan mewakili NTB di berbagai ajang nasional. Di antaranya, Miss Beauty NTB akan berlaga di Palembang pada Juni, Mr. NTB (Mr. Friendship) akan tampil di Bogor, dan Miss Cultural NTB akan mewakili NTB di ajang Putri Kebudayaan Indonesia di Jakarta pada Agustus–September 2025.

“Anak-anak ini kami bina sejak awal. Mereka adalah duta kreatif NTB yang membawa semangat seni dan budaya ke level yang lebih tinggi,” kata Abdurrahman.

Melalui AMI School Academy, AMI Entertainment juga membuka ruang edukasi yang mencakup pelatihan model, catwalk, tari, hingga seni pertunjukan. Fokusnya adalah mencetak generasi muda NTB yang percaya diri, profesional, dan siap bersaing.

AMI juga tengah menyiapkan berbagai ajang baru seperti Mr. Teen NTB 2025, Miss Teenager NTB 2025, Putri Muslimah Nusantara NTB, dan Putra Putri Kebudayaan Nusantara NTB. Untuk Miss Teenager, seleksi dilakukan ketat, dengan syarat tinggi badan minimal 175 cm untuk putra dan kriteria proporsional untuk putri. Seleksi ini menyasar pelajar SMA/SMK se-NTB.

“Saya turun langsung ke sekolah-sekolah. Banyak yang punya potensi. Untuk Miss Teenager, kami cari peserta yang tidak berhijab agar seimbang dengan Putri Muslimah yang dikhususkan bagi yang berhijab,” jelasnya.

Untuk menjaring peserta, AMI mengirimkan surat resmi ke sejumlah sekolah. Responsnya positif, dengan beberapa sekolah sudah mulai mengirimkan kandidat terbaik mereka.

Salah satu ajang yang paling menarik perhatian adalah Putri Muslimah Nusantara NTB, yang untuk pertama kalinya digelar di NTB. Ajang ini menawarkan hadiah umrah langsung bagi pemenang, bukan sekadar uang tunai atau tabungan.

“Selama ini belum ada pemilihan seperti ini yang hadiahnya langsung umrah. Ini bentuk apresiasi kami kepada perempuan Muslimah NTB,” tegas Abdurrahman.

Final ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2025, dengan 20 peserta yang telah mendaftar dan akan menjalani wawancara serta seleksi offline. Para finalis kemudian akan menjalani sesi pemotretan profesional dan pengumuman akan dilakukan melalui media milik AMI Entertainment.

Melalui AMI Music Company, AMI memberi ruang bagi para musisi muda untuk menampilkan karya mereka, sementara AMI Health and Care berfokus pada kebugaran dan kesehatan peserta, sebagai upaya menciptakan individu yang tidak hanya menarik, tetapi juga sehat dan siap bersaing.

Abdurrahman menegaskan, Balleywood bukan sekadar nama, tetapi sebuah brand image untuk menjadikan NTB sebagai pusat industri hiburan baru di Indonesia.

“Di Amerika ada Hollywood, di India ada Bollywood, dan di Lombok kita punya Balleywood. Ini rumah bagi seniman muda NTB,” ujarnya penuh semangat.

Ia yakin, dengan ekosistem yang profesional dan dukungan berbagai pihak, NTB akan menjadi lumbung talenta hiburan nasional. (bul)

PLN Resmikan TCC dan DCC di Sumbawa, Tingkatkan Keandalan Listrik untuk 500 Ribu Pelanggan

0
PLN UIW NTB meresmikan pengoperasian TCC dan DCC di Labuhan Badas, Sumbawa(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) meresmikan pengoperasian Tambora Control Center (TCC) dan Distribution Control Center (DCC) di Labuhan Badas, Sumbawa, pada Selasa 7 Mei 2025. Kehadiran dua pusat kendali ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan distribusi listrik bagi lebih dari 500 ribu pelanggan di Pulau Sumbawa.

TCC dan DCC berfungsi sebagai pusat pengaturan distribusi dan beban listrik yang memungkinkan pemantauan sistem kelistrikan secara real-time. Dengan sistem ini, PLN dapat mendeteksi potensi gangguan lebih dini dan menangani permasalahan secara cepat dan akurat.

General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menyatakan bahwa peresmian TCC dan DCC merupakan bagian dari transformasi PLN menuju layanan yang lebih modern dan berorientasi pada pelanggan.

“Ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan pelayanan kelistrikan. Tujuannya adalah menghadirkan layanan yang cepat, tepat, andal, dan aman bagi masyarakat,” ujar Sudjarwo dalam sambutannya.

Ia menambahkan, sistem kendali terpusat ini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan. “Ketika terjadi gangguan, petugas dapat segera merespons dengan informasi yang akurat, sehingga pelanggan tidak perlu menunggu lama,” jelasnya.

Sudjarwo juga menegaskan pentingnya budaya keselamatan kerja dalam mendukung keberhasilan teknologi tersebut. “Safety is our culture. Tidak ada target yang lebih penting dari menjaga nyawa manusia,” ujarnya menekankan komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Ia berharap kehadiran TCC dan DCC membawa dampak nyata bagi pelanggan, mulai dari respons cepat terhadap gangguan, kestabilan pasokan listrik, hingga kemudahan komunikasi.

Langkah ini sejalan dengan visi besar PLN untuk menjadi perusahaan global Top 500 dan pilihan utama pelanggan dalam solusi energi. Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik, transformasi digital seperti ini menjadi kunci dalam menciptakan sistem kelistrikan yang tangguh dan adaptif.

Dengan dioperasikannya TCC dan DCC di Sumbawa, PLN UIW NTB menegaskan komitmennya dalam menyediakan layanan terbaik hingga ke pelosok, menjadikan listrik sebagai pendorong utama kemajuan masyarakat di NTB. (bul)

Harga Cabai Rawit Dipastikan Melandai

0
Seorang pedagang cabai rawit di Pasar Mandalika menunggu pembeli baru-baru ini. Harga cabai rawit mulai melandai. Pasalnya, pasokan dari distributor mulai melimpah. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perdagangan Kota Mataram memastikan harga cabai rawit di pasar tradisional mulai melandai. Pengendalian pasokan dan harga tetap dilakukan agar tidak memicu inflasi.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi pada, Jumat 9 Mei 2025 menerangkan, harga cabai rawit mulai melandai dari sebelumnya Rp85 ribu perkilogram menjadi Rp35 ribu perkilogram. Turunnya harga salah satu bumbu dapur ini, disebabkan pasokan mulai melimpah serta faktor cuaca yang mendukung. “Stok dari luar juga sudah ada karena dari Lombok Timur dan Pulau Jawa sudah ada,” terangnya.

Kondisi harga cabai rawit diakui, tidak mengalami fluktuasi harga. Dicontohkan, harganya sejak Senin-Kamis sama Rp35 ribu perkilogram. Nida menegaskan, pemerintah daerah melalui tim pengendali inflasi daerah terus berupaya memenuhi pasokan serta mengendalikan harga barang pokok.

Khusus Dinas Perdagangan rutin melakukan monitoring dan evaluasi harga setiap pekan. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga. “Ketika harga cabai naik atau meninggalkan harga normalnya kita langsung berkoordinasi dengan TPID,” jelasnya.

TPID lanjutnya, melaksanakan kegiatan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menggelar Kolaborasi Operasi Pasar Murah Keliling (Kopling), operasi pasar murah, dan bazar lainnya.

Nida mengatakan lonjakan harga perlu diantisipasi menjelang Hari Raya Iduladha. Pasalnya, permintaan masyarakat akan mengalami peningkatan dan lain sebagainya. “Harga kebutuhan pokok sekarang sudah normal. Harga bawang juga mulai turun. Mudah-mudahan tidak ada lonjakan harga,” harapnya.

Yani, salah satu warga Kota Mataram bersyukur harga kebutuhan pokok lainnya mengalami penurunan signifikan. Salah satunya cabai rawit yang sering dikeluhkan ibu rumah tangga. “Kayaknya mulai turun harganya. Saya beli Rp5 ribu banyak sekali dapatnya. Tidak seperti sebulan sebelumnya,” ucapnya.

Stabilitas barang pokok ini diharapkan tetap terjaga hingga Iduladha. Kenaikan barang pokok kata dia, juga akan berpengaruh terhadap kebutuhan rumah tangga lainnya. Di satu sisi, pendapatan masyarakat tidak berbanding lurus dengan kondisi harga di pasar. (cem)

Perkuat Strategi di Sektor Wisata

0
H Lalu Muhamad Iqbal. (ekbisntb.com/era)

PERTUMBUHAN ekonomi di NTB mengalami kontraksi sebesar 2,32 persen di kuarter pertama tahun 2025. Dalam setahun, pertumbuhan ekonomi daerah mengalami kontraksi mencapai 1,47 persen.

Menanggapi hal ini, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan kontraksi ekonomi tidak hanya terjadi di NTB, tetapi seluruh negara di dunia mengalami hal yang sama.“Kalau penurunan pertumbuhan ekonomi, terjadi kontraksi hampir di semua negara, semua daerah itu rata-rata terjadi karena situasi ekonomi globalnya mempengaruhi itu,” ujarnya, Jumat, 9 Mei 2025.

Kontraksi ekonomi pada awal tahun 2025 disebabkan oleh penurunan tajam pada Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang mengalami penurunan sebesar 30,14 persen. Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa mencatatkan kontraksi terdalam, mencapai 41,05 persen.

Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak minus di kuarter berikutnya, Iqbal mengatakan perlu memperkuat strategi di seluruh sektor, terutama sektor pariwisata. Sebab, untuk sektor pertambangan, sejak Smelter diresmikan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tidak bisa lagi mengekspor konsentrat.

“Harapan kita justru dalam situasi seperti ini kita tidak punya pilihan selain melakukan promosi di berbagai bidang. Termasuk salah satunya Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS),” ucapnya.

Kedatangan 38 delegasi dari 28 negara ke NTB dinilai mampu menumbuhkan perekonomian daerah, hal ini menyusul kedatangan mereka tidak hanya untuk berwisata, melainkan untuk membangun bisnis investasi di NTB.

Selain itu, mantan Duta Besar RI untuk Turki ini juga menjanjikan akan menjadikan NTB sebagai daerah tujuan Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition.

“Akan kita perbanyak event-event MICE, jadi semua jenis yang bisa kita datangkan ke sini, kita datangkan,” katanya.

Sebagai pemantik kegiatan MICE di NTB, Iqbal akan membagikan video perjalanan para delegasi untuk di upload di sosial media masing-masing, sehingga bisa menjadi ajang promosi pariwisata NTB.

“Jadi nanti ada program kita akan membagikan ke mereka video-video, foto-foto perjalanannya untuk mereka upload di medsos mereka juga,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin, M.M., menyampaikan ekonomi NTB mengalami kontraksi/negatif sebesar 1,47 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada triwulan I tahun 2024 (year-on-year).

“Kondisi kontraksi ekonomi ini bukan hal yang luar biasa, karena triwulan I setiap tahunnya memang biasa terjadi kontraksi,” ujarnya.

Menurutnya, kontraksi ekonomi di awal tahun merupakan siklus yang wajar, sebab pemerintah telah melakukan realisasi anggaran di kuarter IV.

“Pada triwulan I, realisasi anggaran dan proyek-proyek pemerintah belum berjalan, masih dalam tahap lelang saja,” tutupnya. (era)

IGS 2025, Kesempatan Emas Promosikan NTB Mendunia

0
Jumat 9 Mei 2025 kemarin Gubernur NTB, H.Lalu Muhamad Iqbal melakukan sharing session atau pemaparan yang berlangsung di Bank NTB Syariah Mataram dalam rangkaian IGS 2025 itu. Pemaparan Gubernur NTB direspons positif oleh para delegasi. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Gubernur NTB, Dr.H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan kegiatan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) menjadi kesempatan emas untuk mempromosikan Indonesia, termasuk NTB kepada dunia, antara lain tentang potensi wisata, budaya, kuliner, dan peluang investasi.

‘’Kegiatan ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan kuliner NTB kepada dunia. Melalui makanan, kita bisa mendekatkan diri kepada para tamu dan meningkatkan ketertarikan mereka untuk datang dan berinvestasi di sini,’’ ujarnya, Kamis 8 Mei 2025 malam.

Ia berharap, seluruh delegasi dapat menyaksikan betapa luar biasa budaya dan kuliner di NTB dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta menambah jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini.

‘’Kami berharap semua pihak bisa melihat betapa luar biasanya budaya dan kuliner NTB. Ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang pengalaman dan hubungan yang kita bangun. Mari kita hadirkan kegiatan yang menarik dan bermanfaat,’’ ujarnya pada jamuan makan malam yang digelar di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat.

Ketua Delegasi sekaligus Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, Duta Besar R Heru Hartanto Subolo menyatakan Provinsi NTB memiliki banyak potensi dari sektor agrikultur, pariwisata, dan kekayaan adat masyarakatnya.

‘’Selama tiga hari ke depan, kami menawarkan kesempatan dan jejaring yang telah disiapkan oleh Pemprov NTB. Kami juga akan memperkenalkan mitra-mitra investasi baru,’’ katanya.

Kegiatan jamuan malam ini dibuka dengan Tarian Nguri yang merupakan tarian selamat datang untuk menyambut tamu kehormatan. Tarian kedua, Dedare Nyesek, menceritakan keseharian masyarakat desa dalam menenun.

Kata “Dedare Nyesek” memiliki arti “Gadis Menenun” dengan gerakan menenun dari awal hingga akhir. Tarian ini dinilai sesuai untuk memperkenalkan budaya dan adat masyarakat Lombok, khususnya kerajinan tenun.

Informasi yang diperoleh, selama empat hari di Lombok, 38 dubes asing beserta pasangan dan peserta diplomatic tour lainnya akan diajak mengenal sejarah dan budaya NTB di Museum dan Kota Tua Ampenan, desa wisata hijau Bilebante. Hingga berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM di NTB Mall, dan diskusi potensi ekonomi dan investasi NTB bersama Gubernur NTB.

Di Mandalika, para peserta akan menggali potensi investasi bidang pariwisata bersama ITDC serta menyaksikan Fanatec GT World Challenge Asia 2025 yang tengah berlangsung.

Indonesia Gastrodiplomacy Series sudah diadakan lima kali di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini program unggulan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk mempromosikan warisan kuliner Indonesia sebagai media dialog, kerja sama ekonomi, dan diplomasi budaya. Edisi “Diplomatic Tour Goes to West Nusa Tenggara” kali ini merupakan bagian dari inisiatif promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi.

Respon Positif Potensi NTB

Sementara itu, Jumat 9 Mei 2025 kemarin sharing session atau pemaparan yang berlangsung di Bank NTB Syariah Mataram dalam rangkaian IGS 2025 itu. Gubernur NTB, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal pada kesempatan itu, menjelaskan potensi pariwisata, perikanan, tambang, agrikulutr dan lainnya setelah pemutaran video selayang pandang potensi NTB.

Gubernur Iqbal mengenalkan beragam potensi yang dimiliki NTB. Hal ini direspon positif oleh peserta Indonesia Gastrodiplomacy Series yang terdiri dari duta besar dan perwakilan negara sahabat.

“Selamat datang di Kantor Pusat Bank NTB Syariah. Jika berminat berinvestasi di perbankan, kami sangat menyambut baik”, ujar Gubernur membuka pertemuan yang diselingi diskusi bersama peserta.

Ketua Panitia IGS 2025, H.L. Mohamad Faozal menjelaskan, para peserta merespons positif potensi beragam yang dimiliki NTB. ‘’Ini baru kunjungan pertama dan pertemuan awal. Tapi dari pertemuan ini kita melihat respons positif dari para peserta untuk tindak lanjut investasi dan hubungan kerja sama lainnya,’’ ujar Faozal. (r)