Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 290

Investasi Garasi Mobil Mewah di The Mandalika, Jadi Pemantik Masuknya Investor Motosport

0
Mobil-mobil mewah yang berlaga di ajang GTWorld Challenge Asia ini membutuhkan garasi sendiri saat tiba di Sirkuit Mandalika. Investor asal Singapura tertarik berinvestasi membangun garasi khusus mobil mewah di The Mandalika. (ekbisntb.com/ist)

Bersamaan dengan gelaran ajang GT World Challenge Asia sepekan yang lalu, Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) telah menandatangani Land Utilization Development Agreement (LUDA) dengan Absolute Racing.

Rencananya, investor asal Singapura tersebut akan membangun  Common Luxury Garage (garasi khusus mobil mewah) serta fasilitas workshop sebagai pendukung di area Pertamina Mandalika International Circuit. Masuknya pengusaha tersebut menjadi sinyal positif sekaligus bisa menjadi pemantik masuknya investor lainnya ke kawasan The Mandalika, khususnya yang bergerak di industri motosport.

Direktur Komersial ITDC Troy Reza Warokka, dalam keterangannya, Sabtu (18/5), masuknya investor Singapura tersebut sebagai sinyal positif bahwa kawasan The Mandalika kini telah berada di radar investor asing. Tidak hanya yang bergerak di industri pariwisata. Tetapi juga investor yang bergerak di industri motorsport dan fasilitas pendukung kawasan lainnya.

“Dan, kami di ITDC membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor lainnya untuk ikut melengkapi ekosistem di kawasan The Mandalika sebagai destinasi sport tourism premium berstandar internasional,” terangnya.

Suksesnya penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2025, lanjut Direktur Utama InJourney Maya Watono tidak hanya menghadirkan semangat sport tourism di kawasan The Mandalika. Tetapi juga membuktikan bahwa event berskala internasional memiliki daya tarik yang kuat bagi investor global untuk mau berinvestasi di kawasan The Mandalika.

Ia pun menegaskan kalau semua sukses tersebut tidak lepas dari dukungan semua elemen di daerah ini. Dukungan yang diharapkan bisa terus diberikan. Supaya semua kegiatan pembangunan dan aktivitas ekonomi maupun olahraga di kawasan The Mandalika bisa berjalan dengan sukses. Yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah ini.

“Event GT World Challenge Asia menjadi kesempatan yang luar biasa bagi Indonesia di kancah internasional sekaligus memperkuat kawasan The Mandalika menjadi destinasi pariwisata sports and entertainment yang membawa dampak besar bagi perekonomian nasional. Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi yang kuat antara InJourney sebagai induk holding, ITDC, MGPA dan seluruh ekosistem di InJourney Group. Dengan dukungan semua elemen masyarakat di daerah ini,” tandas Maya. (kir)

Wabup Pungut Sampah, OPD Lamban Siapkan Tong Sampah di Areal Car Free Night

0
Wabup Lobar Hj. Nurul Adha memungut sampah pada momen Car Free Night, Sabtu 17 Mei 2025 malam. (ekbisntb.com/ist)

Pengunjung Car Free Night dari Minggu ke Minggu kian ramai. Pada Car Free Night, Sabtu 17 Mei 2025 dan Minggu 18 Mei 2025, pedagang dan UMKM yang berjualan meluas hingga ke jalur depan pendopo Bupati. Yang sebelumnya, areal jualan hanya di seputaran Taman Kota. Namun beberapa hal menjadi persoalan yakni sampah.

Wakil Bupati (Wabup Hj. Nurul Adha menyorot Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belum menyiapkan tong sampah, padahal sejak awal diingatkan agar segera disediakan di areal Car Free Night untuk memudahkan warga membuang sampah.  Wabup mengatakan, jalur Gerung macet karena banyaknya pengunjung ke pusat kegiatan. “Saya kebetulan dari Langko balik ke pendopo, di jalur Dasan Geres macet, lalu saya putar balik (lewat jalur Gerung) ternyata macet juga,” kata Nurul Adha, kemarin.

Imbas keramaian apakah jalur dua akan ditutup? Dikatakan, tetap diberlakukan satu jalur dibuka dan satu jalur ditutup untuk Car Free Night. Yang perlu dimaksimalkan satu jalur yang sekarang agar pelaku  UMKM dan pedagang menambah lokasi jualan di jalur ke arah barat tersebut. “Masalah sampah ini, saya minta OPD agar menyiapkan bak sampah. Beberapa kali saya sampaikan, agar disiapkan tong sampah agar ada tempat warga buang sampah,” tegasnya.

Dikatakan, baginya dan Bupati Lobar serta jajaran OPD menjadikan momen Car Free Night ini untuk bisa bertemu dengan masyarakat. Kemudian masyakat menjadi momen untuk silaturahmi perekat antar masyarakat, sehingga ini didambakan warga.

Keramaian ini pun memberi dampak terhadap daya ungkit ekonomi bagi pedagang kecil dan UMKM. Bahkan perputaran uang pada kegiatan ini pun lumayan besar. (her)

Pabrik Porang Lotim Siap Beli Bahan Baku dari Seluruh NTB

0
Pabrik porang yang ada di Pringgabaya Kabupaten Lotim. (ekbisntb.com/rus)

Pabrik porang yang ada di Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bulan Mei 2025 ini ditarget sudah bisa beroperasi. Pemkab Lotim sudah mempercayakan pengoperasiannya kepada pihak ketiga, yakni PT Sanindo Pangan Rinjani (SPR). Pabrik ini diyakinkan bisa membeli bahan baku dari seluruh NTB.

Demikian dikemukakan Sekretaris Dinas Perindustrian Kabupaten Lotim, Lalu Alwan Wijaya menjawab Ekbis NTB beberapa waktu lalu. Disampaikan,  produk di daerah Lotim sendiri katanya tidak mampu memenuhi kebutuhan beroperasi setiap hari. Di mana, kemampuan beroperasi bisa menembus 50-80 ton perhari.

Kapasitas pertanian porang di Lotim hanya mampu beberapa ton saja per hari. Yakni ditanam di atas areal seluas 281 hektare. Hasil produksi porang Lotim ini pun diketahui sudah banyak dibawa keluar daerah.

Guna menutupi kekurangan, sudah siap dibeli produksi petani dari Kabupaten Lombok Utara (KLU), Lombok Tengah (Loteng) dan bahkan sudah ada yang siap dari Pulau Sumbawa. “Intinya siap memenuhi kebutuhan NTB,” terang Mamiq Alwan.

Melihat kapasitas pabrik yang cuukup besar, maka kebutuhan bahan baku diprediksi akan terus meningkat seiring dengan peningkatan permintaan pasar nantinya. Diketahui, selain di Lotim ada juga pabrik porang yang ada di Lombok Barat.  “Kita belum tahui bagaimana dengan pabrik yang ada di Lobar itu apakah masih beroperasi atau tidak,” ucapnya.

Setelah nantinya beroperasi, pabrik porang di Lotim ini akan menandai hilirisasi produk porang. Sesuai rencananya, hasil olahan porang di pabrik yang berada di Pringgabaya Utara ini akan menjadi bahan setengah jadi, yakni menjadi tepung. Hasil olahan pabrik porang di Pringgabaya ini katanya sudah jelas pangsa pasarnya.  “Pembelinya sudah jelas dari China,” sebutnya.

Informasinya, selain jadi bahan pangan, hasil olahan porang ini juga bisa menjadi bahan pembuatan kosmetik dan obat-obatan. Pangsa pasar siap menerima dalam kapasitas produksi berapapun jumlahnya. Ditambahkan, produk olahan porang dari Pabrik ini merupakan komoditi ekspor. Ekspornya rencana tiga kali dalam sebulan.

Sementara itu, harga porang hasil panen petani dibeli seharga Rp 8 ribu per kilogram. Harga ini sudah luar biasa.Sebelumnya jauh lebih rendah dari harga tersebut. Harapannya, semakin banyak petani yang bisa menikmati harga yang baik ini, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani , khususnya petani  di Kabupaten Lotim. (rus)

Pedagang Kecil Hidup, Pemkab Raup Rp1,5 Juta dari Parkir ‘’Car Free Night ‘’

0
Parkir kendaraan Car Free Night Kota Gerung membeludak, sehingga pendapatan dari retribusi parkir insidentil Tepi Jalan Umum mencapai Rp1-1,5 juta. (ekbisntb.com/her)

Ramainya pengunjung Car Free Night dan Fun Walk yang digelar tiap akhir pekan kian ramai. Dampaknya, tidak saja dirasakan Pedagang kecil dan UMKM. Namun Pemkab Lombok Barat (Lobar) mendapatkan imbas positif dari sisi pendapatan parkir. Tiap akhir pekan, dari retribusi parkir insidentil Tepi Jalan Umum Dinas Perhubungan meraup rata-rata Rp1-1,5 juta.

Pantauan Ekbis NTB di areal parkir di halaman kantor bupati hampir penuh, karena padatnya pengunjung. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) standby mengatur kendaraan parkir dan memberikan tiket parkir dengan biaya yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan bupati. Namun di luar areal kantor Bupati, sejumlah titik parkir juga tampak padat. Seperti di jalur dua, Dasan Geres, dan kantor kelurahan. Lokasi parkir ini belum dipungut Dishub.

Sekretaris Dishub Lobar Faturrahman yang dikonfirmasi Sabtu 18 Mei 2025 menerangkan dari hasil parkir Insidentil tepi jalan Car Free Night diperoleh Rp1-1,5 juta. Hitungan parkir ini diperoleh selama satu hari satu malam pada saat Car Free Night tiap sehari sepekan. Kalau dikalkulasikan dengan jumlah kendaraan terdapat 1.000 unit lebih.

Retribusi parkir ini, kata dia, di luar yang parkir di luar areal tak tercatat oleh Dishub, sehingga diperkirakan jumlah kendaraan bisa mencapai 2.000 unit lebih, sehingga dari kegiatan Car Free Night ini tidak saja menghidupkan pedagang kecil dan UMKM, namun juga memberi pendapatan ke daerah. Lebih-lebih Car Free Night makin ramai pengunjung, sehingga pendapatan parkir bisa lebih signifikan.

Mengacu data total pendapatan dari parkir telah mencapai 20 persen lebih atau sekitar Rp500 juta dari target Rp2,4 miliar. Sehingga ia pun optimis bisa mencapai target PAD dibanding tahun sebelumnya. (her)

Lulusan SMKN 1 Sikur Siap Kerja

0
Hasbi Ahmad (ekbisntb.com/rus)

Tahun 2025, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meluluskan 358 siswa dari 11 kompetensi keahlian yang telah diajarkan. Dari seluruh lulusan tersebut, diyakinkan tidak ada yang jadi pengangguran atau siap bekerja.

Kepala SMKN 1 Sikur, Hasbi Ahmad usai acara wisuda siswanya kepada media, Sabtu 17 Mei 2025 menjelaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi luar biasa dengan semangat dan capaian istimewa.

SMKN 1 Sikur ini berusaha untuk menjawab tantangan dunia kerja bagi para siswanya. Lulusan SMK dirancang melahirkan lulusan yang memiliki keterampilan yang bisa mengisi dunia kerja langsung.

Hasbi menyebut, pihaknya sudah sukses menggelar program magang luar negeri. Tercatat tahun 2025 ini, sebanyak 20 siswa tengah dipersiapkan untuk diberangkatkan ke Malaysia. Sampai saat ini, tercatat sudah 45 siswa SMKN 1 Sikur magang ke Malaysia.

“Tahun ini, datu siswa telah lebih dulu bekerja di Turki. Program ini bekerja sama dengan LPKWN Training City Center Mataram,” tuturnya.

Menurutnya, pola pendidikan di SMKN 1 Sikur dirancang agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri. Berbeda dengan sekolah lain yang menerapkan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di kelas XII, SMKN 1 Sikur sudah memulai Teaching Factory (TEFA) sejak semester dua kelas XI.

Disampaikan, saat siswa kelas XII mulai dipersiapkan untuk masuk tahap magang kerja. Disebut, selain yang ke luar negeri sebanyak 43 siswa langsung diserap dunia kerja. Lulusan SMKN 1 Sikur ini bahkan mengikuti Purna Wiyata secara daring lewat zoom, karena sudah mulai bekerja.

Salah satu sekolah kejuruan favorit di Lotim yang kini berusia 15 tahun ini telah menorehkan sejumlah prestasi membanggakan. Di antaranya,  predikat Kelas Wirausaha Terbaik 2023, pelaksana Teaching Factory terbaik SMK se-NTB 2024 dan penghargaan sebagai pelaksana Guru Tamu terbaik 2025.

Selanjutnya, disampaikan Hasbi Ahmad, melalui program NTB Makmur Mendunia Gubernur Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, SMKN 1 Sikur siap ikut ambil bagian mewujudkannya. Lewat kerja sama magang luar negeri ini, setelah tiga tahun rampungkan studi di sekolah selanjutnya satu tahun tambahan untuk penguatan kompetensi dan kemitraan.

Seluruh proses pembelajaran hingga Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) dilakukan secara daring dan berbasis industri. Penilaian dikirim langsung oleh mitra tempat siswa magang. Empat siswa kelas XI telah bekerja di hotel kawasan wisata Tetebatu. Mitra hotel berbintang di Gili Trawangan sudah mengajukan minat merekrut lulusan SMKN 1 Sikur.

“Kepercayaan industri kepada kami luar biasa. Mungkin kami satu-satunya SMK di NTB yang siswanya magang kerja saat kelas XII, bukan sekadar PKL,” ucapnya bangga.

Hasbi menilai, PKL di kelas XII sering kali tidak maksimal karena kesiapan siswa masih terbatas. Karena itu, pihak sekolah menerapkan sistem TEFA sejak dini berdasarkan hasil analisa guru.

“SMK itu memang disiapkan untuk dunia kerja. Kalau siswa kelas XI sudah dianggap kompeten, biarlah industri yang menilai hasilnya,” tegasnya.

SMKN 1 Sikur saat ini telah menjalin kerja sama internasional dengan mitra dari Jepang, Malaysia, dan Turki. Kemitraan ini penting, mengingat keterbatasan industri lokal dalam menampung lulusan SMK.

Salah satu program unggulan sekolah adalah Kelas Wirausaha yang membina siswa sejak kelas X, di antaranya lewat program Gerobak Masuk Pasar dan Gerobak Pasar Desa. Program ini juga melibatkan orang tua dalam menentukan peminatan siswa sejak awal. Apakah masuk jalur industri, wirausaha, atau akademik.

Hasbi Ahmad menilai, generasinya yang ke 15 ini sangat istimewa. Banyak dunia usaha dan dunia industri yang tertarik menjalin kemitraan. Bicara pendidikan, sambungnya merupakan investasi masa depan. Selama menempuh studi di sekolah,  mungkin melelahkan, tapi cara tersebut  akan dirasakan nanti manfaatnya saat memasuki dunia kerja. (rus)

Kendalikan Sampah Plastik, GHA Minta Pemda KLU Terbitkan Aturan

0
Permasalahan sampah di Gili Trawangan menjadi persoalan yang harus dituntaskan bersama. Sebagai daerah tujuan wisata kelas dunia, pemerintah mesti mencari solusi terhadap sampah di Gili Trawangan. (ekbisntb.com/ist)

Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) diminta untuk mengeluarkan regulasi yang membatasi penggunaan kantong plastik di KLU, khususnya di wilayah 3 Gili. Hal ini menyusul aktivitas wisata di 3 Gili mulai membaik.

“Distribusi barang ke 3 Gili harus mulai ditata, pengiriman supaya lebih banyak menggunakan keranjang dan mengurangi plastik,” ungkap Ketua Gili Hotels Association (GHA), Lalu Kusnawan, Sabtu 17 Mei 2025.

Persoalan sampah, menurut dia, masih menjadi persoalan mendasar di 3 Gili, di samping infrastruktur destinasi dan persoalan air bersih yang belum tertangani di Gili Meno dan Gili Trawangan.

Permintaan General Manager Willson’s Retreat tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik KLU 2025. Dimana produksi sampah tahun 2024 di KLU mencapi 113.459 meter kubik (m³). Volume sampah ini tidak jauh berbeda dari sampah yang dihasilkan pada tahun 2023 sejumlah 115.466 m³.

Jika dilihat dari volume produksi per kecamatan, maka 3 Gili yang terletak di Kecamatan Pemenang, memproduksi sampah sebanyak 18.281 m³.

Produksi sampah di KLU tidak lepas dari angka kunjungan wisatawan. Dimana BPS KLu mencatat, jumlah wisatawan selama 2024 sebanyak 783.110 orang. Jumlah pengunjung tersebut meningkat dari setahun sebelumnya sejumlah 656.448 orang.

Persoalan sampah khususnya di 3 Gili ini pernah diinspeksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, beberapa waktu lalu. Kepala Satuan Tugas Direktorat Korsup KPK, Dian Patria, mengungkapkan hulu permasalahan diketahui berkaitan dengan penumpukan sampah, yang bahkan mencapai tinggi 9,5 meter, dan tidak bisa lagi didaur ulang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gili Trawangan.

Ia menegaskan, penumpukan sampah di kawasan wisata ini bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga mencerminkan lemahnya tata kelola yang berpotensi merugikan daerah secara ekonomi dan layanan publik yang diberikan.

“Di Gili Trawangan, saat high season volume sampah yang dihasilkan mencapai 18 ton dan low season 15 ton per hari, namun kapasitas pengolahan hanya sekitar 2 hingga 3 ton saja per hari. Artinya, hanya 16 persen yang bisa diproses setiap harinya. Ada selisih besar yang menyebabkan penumpukan sampah secara signifikan. Jika tidak segera ditangani, tumpukan sampah ini akan terus meningkat dan menjadi masalah yang semakin sulit diatasi,” ucap Dian usai meninjau langsung TPA dan TPST di Gili Trawangan seperti dikutip dari KPK.go.id.

Dalam tinjauan di lapangan, terlihat botol-botol plastik masih disortir manual oleh petugas. Sementara sampah recycling, botol kaca, dan organik, dipilah menggunakan dua mesin conveyor. Lantas, untuk sisa residu yang tidak dapat didaur ulang, langsung dibuang ke TPA. Di bibir pantai juga ditemukan adanya sampah yang belum diangkut, yang hanya ditutup plastik.

“Ini kan tidak elok, ya. Sampah belum diangkut, hanya ditutup plastik saja. Bisa saja, lho, sampah itu terbawa ke laut padahal di sana banyak wisatawan. Bagaimana kalau wisatawan kapok karena pantainya kotor?” tanyanya. (ari)

Wabup Lepas 263 Pelari Rinjani 100 Ultra 2025

0
Wabup KLU Kusmalahadi Syamsuri melepas peserta Lari 100 di Desa Senaru pada Sabtu 17 Mei 2025 dini hari. (ekbisntb.com/ist)

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., melepas 263 peserta lari Rinjani 100 Ultra tahun 2025, Sabtu 17 Mei 2025 dini hari. Event internasional ini diikuti oleh lebih dari 2 ribu peserta dari 46 negara. Para peserta terbagi dalam beberapa kategori, yakni 27 km, 36 km, 60 km, 100 km, dan 162 km.

Untuk peserta 60 km di lepas di titik start Desa Senaru, Kecamatan Bayan. Peserta melewati rute ekstrem dan menantang yang melintasi medan berbukit, hutan tropis, serta jalur terjal di kaki Gunung Rinjani.

Kusmalahadi memberikan apresiasi terhadap penyelenggara Rinjani 100 Ultra yang telah mempercayakan Desa Senaru sebagai salah satu titik start. Momen ini hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal.

“Kami sangat bangga dan menyambut baik kehadiran para peserta dari berbagai belahan dunia. Ini merupakan kesempatan luar biasa untuk mempromosikan keindahan alam Gunung Rinjani serta budaya lokal Lombok Utara,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap Desa Senaru dapat menjadi salah satu titik finish di masa mendatang. Pasalnya, ribuan wisatawan yang hadir akan berdampak pada aktivitas usaha wisata baik penginapan, kuliner, dan usaha perdagangan masyarakat sekitar.

Ia menambahkan, kegiatan Rinjani 100 Ultra ini mampu menjadi sarana efektif untuk mendongkrak sektor pariwisata. Pemda dapat memperkenalkan objek wisata alam di Lombok Utara kepada masyarakat dunia.

“Dampak ikutannya, tentu saja memberikan multiplier effect terhadap pendapatan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, pengrajin, dan penyedia akomodasi lokal,” katanya.

Wabup juga menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh peserta yang siap menghadapi tantangan berat dalam event ini.

“Selamat datang kepada seluruh pelari dari 46 negara. Selamat menaklukkan medan Gunung Rinjani. Kami yakin event ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para peserta,” tandasnya. (ari)

Car Free Night Kota Gerung, Wabup Ajak Masyarakat Lobar Gelorakan Gerakan Cegah Stunting

0
Wabup Lobar Hj Nurul Adha bersama jajaran OPD hadiri Car Free Night yang diisi Dikes dengan pentas atraksi seni dan sosialisasi program pencegahan stunting. (ekbisntb.com/ist)

Car Free Night (CFN) dan Fun Walk  Gerung Lombok Barat (Lobar) dimanfaatkan oleh Pemkab Lobar untuk mensosialisasikan berbagai program pembangunan di semua sektor. Seperti dilakukan Dinas Kesehatan (Dikes) pada Car Free Night, mensosialisasikan program yang membutuhkan partisipasi masyarakat yakni Gerakan Cegah Stunting dan Asupan Bayi. Langkah ini dilakukan untuk menurunkan angka stunting di Lobar yang masih mencapai 9,8 persen.

Hadir pada CFN Sabtu sore 17 Mei 2025 Wabup Hj. Nurul Adha bersama sejumlah asisten, kepala OPD, termasuk mantan Kepala Dikes Arief Suryawirawan.

Sekretaris Dikes Lobar Zulkifli, bersama jajaran. Direktur Rumah Sakit dan para Kepala UPT BLUD puskesmas. Dikes menampilkan sejumlah atraksi seni tari kesehatan seperti Tari Cerdik, tari CTPS. Selain itu dilakukan cek kesehatan kuantum.

Pada malam puncaknya, dimeriahkan dengan penampilan artis Sasak Risa. Warga pun membeludak memadati areal taman kota tersebut. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Tim Dikes dengan memberikan sosialisasi kesehatan. Dilanjutkan pada Minggu pagi 18 Mei 2025, Wabup bersama jajaran Dikes serta masyarakat melakukan senam jantung sehat dan jalan sehat.

Wabup Hj Nurul Adha menyampaikan apresiasi kepada Dikes yang mengemas acara Car Free Night dengan menyelipkan pesan dan sosialisasi tentang program kesehatan kepada masyarakat. Wabup mengatakan, CFN ini bukan hanya untuk pentas atraksi seni saja, namun semua OPD memanfaatkan momen ini untuk promosi Program dan kegiatannya.

“Alhamdulillah pekan ini yang bertugas Dikes, luar biasa Dikes menyampaikan sosialisasi cara menangani anak tersedat dan gerakan cegah stunting “katanya.

Diharapkan dengan sosialisasi ini masyarakat bisa ikut peduli untuk bersama-sama mencegah stunting, sehingga stunting bisa turun. Sosialisasi ini kata dia salah satu trik untuk pencegahan stunting. Selain itu dilakukan kegiatan senam jantung sehat bersama warga menjadi gerakan hidup sehat yang bisa dilakukan masyarakat. Ia juga menilai koordinasi antar OPD dalam Car Free Night ini cukup bagus, Di mana Dinas koperasi menyiapkan stand UMKM, kemudian OPD lain untuk mensosialisasikan program.

Sementara itu Sekretaris Dikes Lobar Zulkifli mengatakan di satu sisi pihaknya mensukseskan program Bupati CFN ini untuk menghidupkan ekonomi. Pihaknya juga mengisi kegiatan ini dengan sosialisasi program-program kesehatan.  Pihaknya juga menyelipkan pesan sosialisasi tentang kesehatan melalui melalui sejumlah tarian seperti tari CTPS, tari Cerdik.

Pihaknya juga tetap mengingatkan warga menjaga pola hidup sehat dengan buang sampah pada tempatnya, cuci tangan dan lainnya. Dalam kegiatan ini pihaknya juga melibatkan puskesmas. Kalangan kawula muda juga diakomodir diberikan panggung untuk atraksi seni. Pada Minggu pagi masyarakat diajak gerakan hidup sehat dengan senam dan jalan sehat.

Pada kegiatan ini, Dikes juga menyiapkan aneka door prize menarik bagi peserta jalan sehat. Masyarakat pun begitu antusias ikut jalan sehat Car Free Day ini. (her)

Hijaukan Indonesia, Kemenhut Luncurkan Program ABG

0
Pusat persemaian Mandalika menjadi salah satu fasilitas penyedia program bibit gratis Kemenhut di Pulau Lombok. (ekbisntb.com/kir)

Sebagai tindaklanjut dari intruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menghijaukan Indonesia, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah meluncurkan program bernama ABG (Ambil Bibit Gratis) beberapa waktu lalu.

Melalui program tersebut masyarakat luas kini bisa meminta atau mengambil bibit pohon secara gratis diberbagai pusat persemaian yang dikelola oleh Kemenhut. Untuk ditanam di area kawasan hutan maupun daerah penyangga di luar kawasan hutan.

Di Pulau Lombok, Kemenhut sudah menyiapkan beberapa persemaian yang bisa diakses oleh masyarakat untuk memperoleh bibit pohon gratis. Salah satunya persemaian Mandalika yang ada di Desa Rembitan Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng).

“Persemaian Mandalika menjadi salah satu persemaian yang disiapkan untuk memfasilitas masyarakat dalam memproleh bibit pohon gratis,” sebut Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemenhut Dyah Murtiningsih, Jumat 16 Mei 2025.

Persemaian Mandalika sendiri saat ini sudah bisa memproduksi bibit hingga satu juga bibit pohon selama setahun. Dari total kapasitas produksi hingga 5 juta bibit dan, termasuk dalam sembilan persemaian skala besar yang ada di Indonesia saat ini. Selain persemaian Rumpin, Mentawir, Danau Toba, Likungan serta Labuan Bajo.

“Secara total saat ini ada 53 persemaian skala kecil diseluruh Indoesia dengan produksi dibawah satu juta bibit. Ditambah 9 persemaian skala besar. Persemaian-persemaian inilah yang nanti akan menyiapkan bibit gratis bagi masyarakat,” terang Dyah.

Pihaknya pun mempersilakan masyarakat baik secara individu maupun berkelompok untuk mengambil bibit gratis yang sudah disiapkan untuk ditanam. Tentunya dengan memperhatikan ketersediaan bibit yang ada di persemaian. Karena bibit yang tersedia di persemaian bisa jadi tidak sesuai dengan yang inginkan oleh masyarakat.

Terhadap hal itu masyarakat bisa lebih awal mengajukan permintaan, jika bibit yang diinginkan tidak tersedia di persemaiana. Supaya bisa masuk dalam perencanaan untuk disiapkan di persemaian. “Jadi untuk permintaan bibit dalam jumlah banyak dan jenis tertentu bisa mengajukan permintaan lebih dulu. Agar bisa dimasukkan dalam perencanan untuk disiapkan,” imbuhnya.

Melalui program ABG tersebut pemerintah berharap kawasan hutan utamannya, maupun kawasan penyangga di luar hutan bisa hijau kembali. Sehingga bisa mengembalikan fungsi ekologi hutan sebagai penyedia oksiden dan Indonesia bisa tetap menjadi paru-paru dunia. (kir)

Menhut Ingatkan Gunung Rinjani Bersih dari Sampah dan Aman dari Musibah

0
Menhut Raja Juli Antoni saat berkunjung ke Sembalun, Minggu 18 Mei 2025(ekbisntb.com/ist)

Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni mengunjungi Sembalun Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Minggu 18 Mei 2025. Pada kesempatan tersebut, Menhut menegaskan Gunung Rinjani harus bebas dari sampah dan aman dari segala bentuk musibah. Hal ini sebagai salah satu upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan.

Kemenhut  katanya melalui Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meluncurkan kebijakan ambisius “Zero Waste” dan “Zero Accident” untuk menjaga kebersihan dan keamanan di Gunung Rinjani.

Kebijakan “Zero Waste” ini bertujuan untuk mengurangi dan mengelola sampah dengan ketat di kawasan TNGR. Mulai tahun ini, setiap pendaki wajib membawa peralatan makan sendiri dan tidak diizinkan membawa plastik sekali pakai.

Semua pendaki akan diperiksa ketat. Semua barang bawaan akan dicek dan dihitung. “Semua pendaki harus patuhi aturan pendakian,” tegas Menteri Kehutanan Raja Julia Antoni.

Sanksi berat berupa denda hingga Rp 5 juta dan potensi blacklist akan diterapkan bagi pelanggar kebijakan ini untuk memastikan keberhasilan program “Zero Waste”. Setiap barang yang dibawa turun dari gunung akan dihitung ulang untuk memastikan tidak ada sampah yang ditinggalkan di jalur pendakian.

Selain fokus pada kebersihan, kebijakan ini juga menekankan “Zero Accident” dengan meningkatkan infrastruktur dan kesadaran keselamatan. “Keselamatan pendaki adalah prioritas utama kami. Setiap fasilitas dan jalur pendakian akan diperbaiki dan ditingkatkan keamanannya,” tegas Menteri Raja Julia Antoni.

Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal, mendukung penuh kebijakan ini sebagai langkah menuju pariwisata yang berkelanjutan. “Kita berharap generasi mendatang dapat menikmati keindahan alam Rinjani tanpa mengorbankan kebersihan dan keselamatan,” ucapnya.

Program “Zero Waste” dan “Zero Accident” ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk media dan masyarakat pengguna gunung. Dengan implementasi yang konsisten, diharapkan Gunung Rinjani dapat mempertahankan keindahannya sebagai destinasi pendakian yang aman dan bersih bagi pengunjung dari seluruh dunia. (rus)