Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 286

Sementara, Lombok Timur Tertinggi Penyaluran Dana Desa di NTB

0
Ratih hapsari(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat realisasi penyaluran Dana Desa hingga saat ini telah mencapai 53,08% dari total pagu anggaran. Angka ini menunjukkan progres yang cukup baik, namun masih perlu dorongan untuk percepatan agar pemanfaatan dana desa dapat optimal.
Kepala DJPB NTB, Ratih Hapsari di Kantornya, Rabu, 21 Mei 2025 mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, pagu Dana Desa untuk wilayah NTB mencapai Rp1.098.915.003.000. Dari jumlah tersebut, realisasi yang telah tersalurkan adalah sebesar Rp583.298.956.818.

“Kami terus memantau dan mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat penyaluran Dana Desa. Pemanfaatan dana ini sangat penting untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa,” ujar Ratih.

Berdasarkan data yang ada, beberapa kabupaten menunjukkan tingkat realisasi yang bervariasi. Kabupaten Lombok Timur memimpin dengan realisasi 56,85%, diikuti oleh Kabupaten Lombok Utara (56,47%) dan Kabupaten Sumbawa (56,59%).

Sementara itu, Kabupaten Bima mencatat realisasi terendah yaitu 44,35%. Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Dompu juga masih berada di kisaran 49,64% dan 50,93%.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang mungkin menghambat penyerapan Dana Desa, dan mencari solusi bersama,” tambah Ratih.

Diharapkan, percepatan penyaluran Dana Desa ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan di desa-desa di seluruh NTB.(bul)

288 Mitra Binaan di Jatimbalinus Siap Naik Kelas Bersama Pertamina UMK Academy 2025

0
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus telah menyelenggarakan _Kick Off_ program Pertamina UMK Academy 2025 dengan cakupan Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh 288 mitra binaan dari berbagai wilayah yang siap naik kelas dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.

Pertamina UMK Academy ini merupakan program tahun kedua yang telah berjalan dengan system pendampingan berkelanjutan dengan tujuan mendorong pertumbuhan UMK melalui peningkatan kapasitas _digital_, manajerial, serta akses pasar. Program ini hadir sebagai salah satu solusi untuk mengatasi lesunya perekonomian, dan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.

Tahun ini, pendampingan akan dilakukan oleh 10 _akselerator_ lokal yang tersebar di empat provinsi. Para mitra nantinya akan dibagi menjadi empat kelompok, yaitu: _Go Online, Go Digital, Go Modern_, dan _Go Global_, sesuai dengan tahap dan kebutuhan dari UMK masing-masing.

Acara _kick off_ dibuka secara resmi oleh Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. Dalam sambutannya, ia menyampaikan tujuan UMK Academy untuk mendukung tulang punggung ekonomi nasional.

“UMK Academy adalah bagian berkelanjutan Pertamina dalam mendukung pengembangan UMKM sebagai tulang punggu ekonomi nasional. Program ini juga tidak hanya memberikan pelatihan, tapi menciptakan ruang belajar, bertumbuh, dan terhubung untuk para pelaku UMK di berbagai daerah,” Ujar Ahad.

Sebagai bagian dari kegiatan _kick off_, terdapat sesi _talkshow_ inspiratif bertema “Beri Energi Baru, Menuju UMK Maju”, yang menghadirkan narasumber Defria Amelia Kirana, pendiri Haluan Bali sekaligus alumni UMK Academy 2024 dan pemenang kategori _Go Online_.

Dalam talkshow tersebut, Defria membagikan pengalaman dan perubahan usahanya setelah mengikuti Program UMK Academy. “UMK Academy membantu saya mendapatkan penjualan atau omset lebih meningkat daripada sebelumnya. Konsisten dan terus berinovasi untuk membuat perubahan adalah bagian dari kunci untuk menghadapi perkembangan zaman,” Ujar Defria.

Selain memberikan dampak langsung pada pemberdayaan pelaku UMK, program ini juga mendukung pencapaian SDG’s, seperti SDG nomor 1 tanpa kemiskinan, nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, nomor 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan nomor 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan dimulainya Pertamina UMK Academy 2025, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus berharap UMK dibawah binaannya tidak hanya mampu bertahan dalam situasi ekonomi yang dinamis, tetapi juga dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi penggerak ekonomi.(bul)

Sisi Lain Kehidupan Malam di Gili Trawangan : Pesta, Musik, dan Party Tanpa Batas

0
Suasana party wisatawan di Gili Trawangan(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Ketika mentari tenggelam sepenuhnya di balik cakrawala, dan rona jingga terakhir sirna dari langit, Gili Trawangan—pulau kecil nan eksotis di utara Lombok—mengalami transformasi yang dramatis. Jika siang hari Gili dikenal dengan pantainya yang hangat dan air laut yang jernih, maka malam hari adalah panggung bagi atmosfer yang berbeda: penuh lampu gemerlap, irama musik, dan pesta yang membangkitkan gairah malam tropis.

Pulau yang hanya seluas sekitar 340 hektare ini kerap dijuluki sebagai “Bali kedua” oleh para wisatawan mancanegara. Tidak hanya karena keindahan alamnya, tapi karena kebebasan dan kehidupan malamnya yang mengingatkan pada suasana party di Eropa atau destinasi pesta dunia seperti Ibiza atau Mykonos.

Malam Minggu, 17 Mei 2025, sepanjang bibir pantai, dari bar-bar kecil hingga resort mewah, satu per satu tempat hiburan mulai memutar musik keras. DJ lokal maupun mancanegara mengguncang lantai dansa pasir putih. Suara dentuman bass bercampur dengan deru roda sepeda dan suara pelan becak tradisional yang masih setia mengantar wisatawan dari satu tempat ke tempat lain.

“Di Gili Trawangan, pesta bukan acara akhir pekan. Di sini, party adalah agenda harian, hanya dikecualikan pada malam Jumat, saat musik harus berhenti sampai pukul 24.00 WITA,” kata salah satu pelayan bar.

Setiap malam, pesta berlangsung hingga pukul 03.00 WITA. Wisatawan dari berbagai negara bersatu dalam ritme musik, alkohol, dan obrolan ringan di bawah lampu gantung dan nyala lilin yang romantis.

Tak bisa dimungkiri, alkohol adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan malam di Gili Trawangan. Tanpa party dan minuman, bule-bule ini mungkin tidak akan datang ke Gili Trawangan. Mereka datang dari berbagai negara, Eropa, Asia.

Minuman keras impor hingga lokal tersaji dalam beragam rupa. Suasana santai dan bebas menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan muda pencari hiburan malam.

Di balik pesta, ada realitas lain yang ikut terlibat, yaitu masyarakat lokal yang menjadi bagian dari ekosistem hiburan malam. Mulai dari bartender, pemandu wisata malam, hingga musisi lokal, banyak warga yang menggantungkan hidup dari denyut malam pulau ini.

Sebagian dari mereka, terutama anak-anak muda, larut pula dalam kehidupan malam, entah sebagai bagian dari pekerjaan, atau karena ikut terseret dalam gaya hidup wisata malam itu sendiri. Ada juga yang hanya sekedar menjadi penonton pesta.

“Kami bekerja di sini tiap malam. Kadang ikut minum bareng tamu, supaya mereka nyaman. Kadang juga cuma menemani ngobrol,” ujar salah satu pekerja bar.

Gili Trawangan saat ini menjadi simbol dari dua wajah pariwisata tropis. Di satu sisi, pulau ini adalah surga wisata, tempat para turis dari seluruh dunia menemukan kebebasan, hiburan, dan eksotisme. Di sisi lain, ia menyimpan tantangan sosial dan identitas budaya lokal yang perlahan berubah di tengah arus globalisasi dan komersialisasi.

Saat malam menyatu dengan nyanyian ombak dan lampu-lampu berpendar di atas pasir, Gili Trawangan mengajak siapa pun yang datang untuk melupakan dunia sejenak. Tapi di balik pesta itu, tetap ada cerita-cerita lokal yang tak boleh luput dari perhatian. Tentang kehidupan yang berubah, tentang anak-anak muda yang terbuai malam.(bul)

IHSG Diprediksi Menguat di Tengah Pasar Cermati Suku Bunga BI

0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diperkirakan bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan.

IHSG dibuka menguat 20,10 poin atau 0,60 persen ke posisi 7.114,70. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,96 poin atau 0,37 persen ke posisi 805,51.

“Salah satu yang menjadi perhatian yakni suku bunga (BI rate) di tengah ketidakpastian global saat ini,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari dalam negeri, fokus pelaku pasar akan langsung tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur BI (RDG BI) yang diselenggarakan pada Selasa dan Rabu (20 dan 21 Mei 2025) pekan ini.

Salah satu yang menjadi perhatian yaitu kebijakan BI terkait suku bunga acuannya di tengah ketidakpastian global saat ini, yang sebelumnya ditahan di level 5,75 persen pada pertemuan April 2025.

Konsensus memproyeksikan BI akan menurunkan suku bunganya ke 5,50 persen pada pertemuan Mei 2025, seiring rupiah yang relatif terjaga dan cenderung menguat.

Pelonggaran suku bunga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi domestik yang saat ini mengalami perlambatan.

Sentimen lainnya yaitu pemaparan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang sudah disampaikan oleh Kementerian Keuangan pada Selasa (20/05).

Pemerintah menyampaikan kepada DPR atas target ekonomi makro dan postur awal APBN 2026, diantaranya pertumbuhan ekonomi 5,2 sampai 5,8 persen, inflasi 1,5 sampai 3,5 persen, nilai tukar rupiah 16.500 sampai 16.900.

Asumsi makro ini cukup penting karena akan menjadi landasan untuk penyusunan RAPBN pada tahun depan.

Dari regional Asia, People’s Bank of China (PBOC) memangkas suku bunga pinjaman acuannya (Loan Prime Rate/LPR) pada Selasa (20/05), seiring menguatnya yuan dan meredanya ketegangan perdagangan.

LPR satu tahun sebesar 10 basis poin menjadi 3,0 persen, sementara LPR lima tahunýyang menjadi acuan utama untuk kredit pemilikan rumahýturun ke level 3,5 persen.

Kebijakan ini diharapkan menjadi panduan bagi bank-bank kecil untuk mengikuti langkah serupa.

Dari mancanegara, pelaku pasar saat ini menantikan kabar dari proposal pajak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pada Selasa (20/05), Trump gagal meyakinkan sejumlah anggota Partai Republik di DPR untuk menarik penolakan mereka terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) pajak besar, khususnya terkait batas atas pengurangan pajak negara bagian dan lokal (SALT cap).

Penolakan ini mengancam kelolosan RUU tersebut, yang sebelumnya diharapkan Trump bisa disahkan sebelum akhir pekan Memorial Day yang akan datang.

Bursa saham utama AS di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (20/05) seiring berakhirnya reli di saham teknologi.

Indeks S&P 500 turun 0,39 persen dan ditutup di level 5.940,46 sekaligus mengakhiri tren penguatan selama enam hari berturut-turut.Indeks Nasdaq melemah 0,38 persen ke 19.142,71 sementara Dow Jones Industrial Average melandai 114,83 poin atau 0,27 persen menjadi 42.677,24.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 80,49 poin atau 0,21 persen ke 37.449,00, indeks Shanghai menguat 8,91 poin atau 0,26 persen ke 3.389,39.

Indeks Hang Seng melemah 149,52 poin atau 0,63 persen ke 23.831,00, dan indeks Strait Times menguat 5,17 poin atau 0,13 persen ke 3.877,33. (ant)

BI Ubah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 4,6-5,4 Persen pada 2025

0
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 menjadi dalam kisaran 4,6 hingga 5,4 persen.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kisaran proyeksi baru ini sedikit lebih rendah dibanding prakiraan sebelumnya yang berada pada kisaran 4,7 hingga 5,5 persen. Penyesuaian dilakukan melihat realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2025 yang tercatat 4,87 persen (yoy).

“Perkembangan terkini pada triwulan II-2025 yang ditunjukkan oleh sejumlah indikator menunjukkan perlunya terus memperkuat upaya-upaya untuk mendorong berbagai kegiatan ekonomi,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, Rabu.

Faktor lain yang turut memengaruhi perubahan proyeksi yakni dengan mempertimbangkan dinamika global, termasuk dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).

Dari sisi domestik, Perry menjelaskan pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur tahun baru dan Idul Fitri.

Selain itu, investasi non-bangunan mencatatkan pertumbuhan positif sejalan dengan realisasi penanaman modal, meski investasi bangunan mengalami perlambatan.

Ekspor juga memberikan kontribusi dengan dukungan dari kinerja sektor industri pengolahan, perdagangan, transportasi dan pergudangan, serta pertanian.

Meski demikian, Perry memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal membaik pada semester II-2025.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan membaik pada semester II-2025, didorong peningkatan permintaan domestik termasuk dari kenaikan belanja pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut, BI menekankan pentingnya memperkuat respons kebijakan, termasuk penguatan permintaan domestik dan optimalisasi ekspor.

Dalam hal ini, sinergi kebijakan moneter dan makroprudensial BI akan terus diperkuat dengan percepatan digitalisasi sistem pembayaran, akan terus dilanjutkan bersama stimulus fiskal pemerintah. (ant)

REI NTB Akan Gelar Pameran Property, Siapkan Pilihan Ribuan Rumah Subsidi

0
Hery Athmaja(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana menggelar pameran perumahan berskala besar, REI Expo, yang akan berlangsung serempak di seluruh wilayah NTB.

Pameran ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan hunian masyarakat, terutama untuk rumah subsidi, dengan menyiapkan ribuan unit siap huni.

Ketua REI NTB, Hery Athmaja di kantornya, Rabu, 21 Mei 2025 mengungkapkan bahwa REI Expo ini akan melibatkan seluruh anggota developer yang terdaftar dan aktif, yang saat ini berjumlah sekitar 105 pengembang.

Pameran ini akan fokus pada unit rumah subsidi, dengan target transaksi sekitar 1.000 atau lebih. Yang menarik, semua unit yang ditawarkan dalam pameran ini harus dalam kondisi 100% siap huni atau ready stock.

“Kita sih ngaturnya kalo bisa dapet sekitar ya 1.000, 2.000 unitlah. Itu yang sudah ready,” terangnya.

Hery Athmaja menjelaskan bahwa saat ini ada aturan baru yang diberlakukan oleh pihak perbankan terkait akad kredit perumahan subsidi. Berbeda dengan sebelumnya yang masih membolehkan akad dengan kondisi rumah belum 100% jadi (model “atap dinding”), kini unit yang akan diakadkan wajib 100% selesai.

“Yang duluan itu kan masih bisa pakai aladin (Atap, Lantai, Dinding). Nah yang sekarang yang diharapkan dari pihak perbankan itu unitnya sudah 100% jadi,” paparnya.

Selain itu, ada implementasi sistem “Trilogi” dalam proses akad kredit. Sistem ini mengharuskan tiga pihak: perbankan mengunggah barcode, developer melaporkan foto rumah, dan pembeli harus melakukan selfie di depan rumah.

“Dengan aplikasi baru trilogi itu. Perbankan harus upload ada barcode nya itu kemudian pihak developer nya juga laporkan foto depan rumah, dan yang terakhir pembelinya harus selfie di depan rumah. Baru diakadkan,” terang Hery.

Untuk menarik minat masyarakat, REI NTB berencana untuk menyelenggarakan berbagai promo menarik selama REI Expo.

“Mungkin nanti kita minta temen-temen mungkin ngeluarin promo, mungkin gratis DP juga untuk menarik animo masyarakat,” tambahnya.

Mengenai persyaratan bagi calon pembeli, Hery menegaskan bahwa persyaratan umum masih berlaku. Masyarakat yang berminat dapat menyiapkan syarat-syaratnya mulai sekarang. Pada property expo nanti, harga rumah subsidi saat ini masih stabil di angka Rp 188 juta. Cicilan bulanan diperkirakan sekitar Rp 1,1 juta untuk tenor 20 tahun.

Hery Athmaja meyakini minat masyarakat terhadap rumah subsidi di NTB masih sangat tinggi. Mengingat tingkat kekurangan (backlog) rumah di provinsi ini masih tinggi mencapai 200 ribuan.

kegiatan REI Expo nanti, kata Hery, diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat NTB yang sedang mencari hunian layak dengan harga terjangkau, sekaligus mendukung percepatan pembangunan perumahan di daerah ini.(bul)

Brida NTB akan Olah Jagung Jadi Pakan

0
I Gede Putu Aryadi(ekbisntb.com/sib)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB berencana mengolah jagung untuk kebutuhan pakan di NTB. Brida akan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk merealisasikan rencana tersebut.

Hal itu disampaikan, Kepala Brida NTB, I Putu Gede Aryadi, ditemui di Mataram, Selasa 20 Mei 2025. Menurutnya, jagung merupakan salah satu komoditi besar di NTB. Oleh karena itu ia ingin mengembangkan pengolahan jagung menjadi pakan.

“Rencananya kami nanti dengan Unram bekerja sama agar pengolahan jagung kita menjadi pakan ini riil. Potensi Jagung kita kan besar. Nah sekarang ini hambatannya feedmill (pabrik pakan) itu kan. Kita harus mengimpor proteinnya, supporting-nya dari Thailand,” jelas mantan Kadis Disnakertrans NTB itu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) potensi luas panen jagung pipilan kering periode Januari–April 2025 diperkirakan mencapai 97,19 ribu hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sebanyak 683,95 ribu ton.

Aryadi menyampaikan, NTB memerlukan riset untuk mengolah potensi lokal. “Sekarang harus ada riset dari potensi lokal kita itu mana yang bisa kita tambahkan,” ucapnya.

Selain jagung, pihaknya juga menyoroti potensi pengolahan kelor. Menurut Aryadi, kelor mengandung protein yang tinggi. “Nah, ini kita lakukan dan besok saya akan kerja sama dengan fakultas pangan di Unram itu kan sudah ada penelitian,’’ jelasnya.

Tak hanya jagung dan kelor, Brida juga berencana memanfaatkan gula aren untuk menghasilkan produk turunan yang dapat menghasilkan keuntungan. “Selain gula aren ini mendukung pariwisata sekaligus pemberdayaan masyarakat desa itu bisa dijadikan nanti bersama riset dengan tekhnologi jadi minuman kemasan yang segar,” pungkas Aryadi. (sib)

Ratusan Driver Ojol Mogok Massal, Tuntut Keadilan Tarif dan Potongan Aplikasi

0
Suasana demonstrasi yang dilakukan ratusan ojol di depan Gedung DPRD NTB, Selasa, 20 Mei 2025.(ekbisntb.com/hir)

Lombok (ekbisntb.com) – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Mataram menggelar aksi mogok massal dan demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi NTB dan Kantor Gubernur NTB, Selasa, 20 Mei 2025.

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan nasional bertajuk Selasa Nasional Bersatu, yang diikuti oleh ribuan driver di berbagai daerah. Para pengemudi mematikan aplikasi selama sehari penuh sebagai bentuk protes terhadap kebijakan sepihak dari pihak aplikator. Mereka menuntut keadilan atas sistem kerja yang dinilai makin memberatkan, terutama terkait potongan penghasilan yang semakin besar dan diterapkan tanpa adanya kesepakatan antara aplikator dan mitra.

Salah seorang driver, Budiman, yang telah menjadi mitra ojol Shopee sejak 2018, menuturkan bahwa kondisi kerja saat ini kian memburuk. Menurutnya, potongan penghasilan terus meningkat secara sepihak, jauh dari kesepakatan awal yang pernah diterapkan.

“Harapan kita supaya pemotongan-pemotongan yang diaplikasi itu diturunkan. Sekarang ini pemotongannya banyak, lebih dari 20 persen,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 20 Mei 2025.

Ia juga mengungkapkan bahwa penghasilan yang diterima saat ini tidak sebanding dengan kerja keras yang dilakukan setiap hari. “Sebelum ada aturan-aturan ini memang dulu bukan per bulan kita hitung, bukan per hari kita hitung. Bahkan sampai 300 per ratus itu dulu. Sekarang nyari 100 ribu aja susah,” ungkapnya.

Driver semakin terbebani dengan munculnya sistem slot dan program hemat yang diberlakukan aplikator. Program-program ini, menurut mereka, diterapkan sepihak tanpa musyawarah dan justru memangkas pendapatan mitra. Budiman memberi contoh, untuk satu order senilai Rp10.000, potongan yang dikenakan bisa mencapai Rp2.000 bahkan lebih. Potongan tersebut belum termasuk beban operasional seperti bahan bakar dan kuota internet yang ditanggung sendiri oleh driver.

Merasa semakin tertekan, para driver memutuskan untuk menyuarakan aspirasi mereka lewat aksi turun ke jalan. Mereka menilai aplikator tidak lagi memperlakukan mitra secara adil dan setara, tetapi lebih menyerupai hubungan kerja sepihak tanpa perlindungan maupun ruang negosiasi.

Sementara itu, Koordinator lapangan aksi, Rudy Santono, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk perjuangan dari para driver yang selama ini merasa diabaikan. Ia menekankan bahwa pekerjaan ini bukan sekadar profesi, tetapi juga sumber nafkah utama bagi ribuan keluarga.

“Kurang lebih ada 300-an temen-temen ojol yang turun sekarang,” sebutnya kepada wartawan, Selasa 20 Mei 2025.

Rudy juga mengungkapkan bahwa total potongan dari pihak aplikator saat ini sangat membebani mitra. “Misalkan kami terima bersihnya Rp11.100, tapi yang dibayar sama customer itu kurang lebih sekitar Rp19.000. Berarti kurang lebih sekitar Rp7.900 itu sudah diambil sama aplikator. Itu kurang lebih sekitar 48 persen,” katanya.

Dalam aksi ini, driver dari berbagai platform seperti Gojek, Grab, Shopee, Maxim, dan inDrive bersatu menyuarakan tuntutan yang sama. Mereka mendesak pemerintah daerah turun tangan memberi sanksi tegas terhadap aplikator yang dinilai melanggar prinsip kemitraan. Selain itu, mereka meminta agar sistem slot dan program hemat dihapus, rekrutmen driver baru dihentikan untuk menghindari kelebihan pengemudi, dan tarif dasar dinaikkan ke angka yang lebih manusiawi. Para driver juga berharap potongan maksimal tidak melebihi 10 persen, sebagaimana semangat awal saat kemitraan ini dibentuk.

Aksi ini mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Para driver berharap suara mereka didengar oleh pemerintah, baik daerah maupun pusat, dan menjadi awal dari perubahan kebijakan yang lebih adil dalam sektor transportasi digital. Bagi mereka, perjuangan ini bukan hanya soal uang, tetapi juga menyangkut martabat dan keadilan sebagai mitra kerja yang selama ini merasa termarjinalkan. (hir)

Pabrik American Spring Bed Serap 90 Persen Tenaga Lokal

0
Suasana pabrik American Spring Bed tampak dari depan, Selasa, 20 Mei 2025. Sebanyak 90 persen tenaga kerja di pabrik ini adalah masyarakat lokal NTB.(ekbisntb.com/hir)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebanyak 90 persen tenaga kerja di pabrik American Spring Bed yang beroperasi di bawah naungan PT Balifoam Nusamegah berasal dari masyarakat lokal. American Spring Bed merupakan pabrik manufaktur terbesar di Kota Mataram.

Di tengah anggapan bahwa Lombok hanya berperan sebagai jalur distribusi, kehadiran PT Bali Foam melalui American Spring Bed menjadi bukti bahwa industri manufaktur berskala besar dapat tumbuh dan berkembang di daerah. Berbasis di Bali, perusahaan ini telah hadir selama 11 tahun di Pulau Lombok, tepatnya di Kota Mataram. Produk utama yang dihasilkan adalah kasur dengan merek American Spring Bed.

Memberdayakan tenaga kerja lokal menjadi salah satu komitmen utama perusahaan. Tim Manajemen PT Balifoam Nusamegah Cabang Lombok, Palar Gandhi Aya Sophia, menyampaikan bahwa saat ini total karyawan yang bekerja di pabrik tersebut mencapai 225 orang, dengan mayoritas berasal dari berbagai wilayah di Pulau Lombok.

“85 sampai 90 persen karyawan kami adalah warga lokal. Ada yang dari Lombok Timur, Lombok Tengah, Kota Mataram. Dari satpam sampai tim manajemen. Sisanya memang orang luar Pulau Lombok, bisa dihitung jari lah,” tuturnya saat ditemui di Pabrik American Spring Bed pada Selasa, 20 Mei 2025.

Tak hanya menyerap tenaga kerja lokal, pabrik ini juga menjalin kemitraan dengan berbagai toko ritel, baik skala kecil maupun besar. “Itu belum termasuk dampak ke toko-toko, mitra distribusi, sampai relasi logistik,” ujarnya.

Menurut Gandhi, meskipun sumber daya manusia (SDM) lokal masih dalam tahap berkembang, mereka memiliki keunggulan dalam hal kepatuhan terhadap sistem dan standar kerja yang diterapkan perusahaan. “Tapi mereka kepatuhannya terhadap sistem atau instruksi yang ada di sistem itu oke,” ungkapnya.

Keberadaan pabrik American Spring Bed di Lombok membawa manfaat berlapis. Dari sisi produksi, keberadaan pabrik meningkatkan performa penjualan karena produk bisa langsung dipasok dari sumbernya. Sementara dari sisi distribusi, biaya menjadi lebih efisien karena tidak lagi bergantung pada pengiriman dari luar daerah seperti Jawa. Semua proses dapat dilakukan langsung di Lombok, sehingga lebih cepat dan hemat.

Lebih dari sekadar unit produksi, pabrik ini juga berkontribusi pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat. “Kita selalu diingatkan bahwa sebagai pelaku bisnis, kita harus terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan banyak pihak. Contohnya, belum lama ini kita menjalin kolaborasi dengan pihak-pihak media dan lembaga keuangan,” katanya.

Gandhi menekankan pentingnya membangun ekosistem yang solid dalam dunia usaha. “Kami menyadari, dalam dunia usaha kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi, komunikasi, dan kolaborasi. Itulah yang terus kami bangun di sini, bersama mitra usaha, masyarakat, dan instansi terkait,” ujarnya.

Lebih jauh, ia juga menggarisbawahi pentingnya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan demi keberlangsungan industri lokal. “Kalau stakeholder di sini kompak, pemerintah, masyarakat, pengusaha, maka industri seperti ini akan tumbuh subur dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Lombok,” tutupnya. (hir)

Demonstran Ojol “Sweeping” Driver yang Tidak Mogok Kerja

0
Beberapa demonstran memberhentikan driver-driver yang masih on bid untuk ikut berdemonstrasi di depan kantor Gubernur NTB, Selasa 20 Mei 2025.(ekbisntb.com/sib)

Lombok (ekbisntb.com)  – Beberapa pengemudi atau driver dan ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Persatuan Driver Online NTB melakukan aksi sweeping (penertiban) kepada beberapa driver on bid (menerima dan melayani pesanan) di depan Kantor Gubernur NTB pada Selasa 20 Mei 2025. Aksi itu dipicu lantaran beberapa driver online masih on bid di saat ratusan driver lain melakukan off bid (tidak menerima dan melayani pesanan) dalam rangka demonstrasi serentak di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Koordinator lapangan (Korlap) aksi demonstrasi, Rudy Santono saat diwawancarai wartawan, Selasa 20 Mei 2025.

“Betul. Itu sweeping untuk teman-teman online pada saat ini. Karena kami sudah menginstruksikan untuk offline gitu. Jadi tidak ada online hari ini. On bid-nya tidak ada. Jadi semua off bid tidak ada yang on bid,” ujarnya.

Meski beberapa driver yang ditertibkan tersebut tidak menggunakan atribut “hijau”, pihaknya mengetahui mereka adalah driver dari aplikasi pendeteksi khusus.

“Itu rata-rata kita tahu dari aplikasi kita sendiri. Kan kita ada aplikasi penumpang. Ketika mereka menjemput penumpang ya berarti mereka otomatis online. Nah itu yang mereka kita giring langsung ke sini semua,” ungkapnya.

Aksi penertiban tersebut menurutnya bertujuan untuk mempersatukan solidaritas sesama driver. Sebab, driver yang off bid hari ini tengah memperjuangkan hak-hak semua driver. “Untuk solidaritas untuk kita semua,” ucapnya pendek.

Meski demikian, ada beberapa driver yang menolak ditertibkan dan ikut melakukan aksi demonstrasi. Dari kejadian itu, tak sedikit yang berujung cek-cok.

“Memang. Karena mereka nganggep mereka itu posisinya benar. Benar dalam arti, mereka mencari nafkah buat keluarga. Teman-teman di sini pun punya keluarga. Kita pun, saya pun punya keluarga. Tapi, kita di sini untuk membela haknya teman-teman driver atau pun ojol. Kalau mereka enggak mau ikut serta yaudah silakan off kan aplikasi walaupun tidak ikut hadir di sini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, hari ini, Selasa 20 Mei 2025, seluruh Driver dan Ojol melangsungkan demonstrasi serentak di beberapa wilayah di Indonesia.

Di NTB sendiri, demonstrasi dilakukan di dua lokasi yakni di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan kantor Gubernur NTB. Aksi yang diikuti oleh 400-an driver dan ojol tersebut untuk menuntut pemerintah agar menindak tegas perusahaan penyedia aplikasi atau aplikator yang memotong biaya aplikasi di luar regulasi.

Rudy menegaskan, pihaknya meminta agar regulasi terkait potongan biaya aplikasi ditegaskan kembali oleh pemerintah provinsi NTB. “Kalau tuntutan kita masih sama, jadi regulasi pemerintah itu harus ditegaskan untuk aplikator. Itu yang paling penting. Karena di sana di Permenhub yang 266 sama 1001 itu revisi itu sudah ditulis. Kalau potongan aplikator itu 15 persen plus 5 persen jadi totalnya 20 persen itu saja yang kita minta,” pungkasnya.

Selain menuntut penegasan atas regulasi, ia juga meminta supaya tarif dasar agar dinaikkan. “Dan tarif dasar itu harus naik di range Rp3.400 itu titik bawah dan Rp6.000 titik atas,” pungkasnya. (sib)