Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 279

NTB Dorong Pengiriman Besar-besaran Pekerja Magang ke Jepang

0
Baiq Nelly Yuniarti (ekbisntb.com/ist)

PEMPROV NTB melirik  Jepang sebagai salah satu negara prioritas penempatan tenaga kerja magang dari daerah ini. Gubernur NTB, Dr. H. L. Muhamad Iqbal bahkan telah menyiapkan kebijakan dan fasilitas untuk memudahkan pengiriman SDM-SDM NTB untuk manempa skill di negeri Sakura.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti mengemukakan, Pemprov NTB  menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kualitas SDM mudanya agar mampu bersaing di kancah internasional.

Fokus utama saat ini adalah mempersiapkan para pemuda NTB untuk lolos seleksi program magang ke Jepang yang menawarkan prospek gaji menarik. Nelly menjelaskan, melalui skema Government to Government (G to G), Kementerian Ketenagakerjaan telah menyediakan kuota magang yang cukup besar untuk Indonesia di Jepang. Namun, tantangan yang dihadapi adalah rendahnya tingkat kelulusan pemuda NTB dalam seleksi tersebut.

‘’Saat ini, kami fokus untuk meningkatkan kapasitas anak-anak kita agar bisa lulus seleksi magang ke Jepang. Slot yang tersedia melalui program G to G cukup banyak. Tetapi kemampuan lulus seleksi dari anak-anak kita masih menjadi pekerjaan rumah besar,’’ ujar Nelly yang juga Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB ini.

Menyikapi tantangan ini, ujarnya, Gubernur NTB mengambil langkah proaktif dengan mengalokasikan anggaran tambahan untuk menyelenggarakan seleksi magang ke Jepang untuk meluluskan lebih banyak lagi SDM NTB.

Selain itu, Disnakertrans NTB juga tengah mempersiapkan kolaborasi strategis dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) serta berbagai lembaga pendidikan. Tujuannya adalah untuk memberikan pembekalan intensif kepada calon peserta magang sebelum mereka mengikuti seleksi.

Nelly mengungkapkan, salah satu kendala utama yang dihadapi para calon peserta dari NTB adalah kemampuan dalam Matematika dan Bahasa Jepang. “Kita seringkali kalah di Matematika dan Bahasa Jepang. Padahal, Matematika yang diujikan itu sebenarnya masih dalam batas kemampuan dasar, namun karena kurangnya persiapan, banyak yang gagal,” katanya.

Persiapan matang inilah yang menjadi prioritas utama Disnakertrans NTB saat ini. Terutama untuk program magang yang tidak berbayar namun memberikan uang saku yang cukup besar, yakni di atas Rp10 juta per bulan. Program magang ini terbuka bagi lulusan SMA/SMK hingga sarjana dan tenaga Kesehatan.

‘’Daripada lulusan kita menjadi ‘sarjana guling’ dengan upah minimum regional (UMR) sekitar Rp2,5 juta, lebih baik mereka mengikuti program magang selama tiga tahun di Jepang. Selain mendapatkan uang saku yang besar, setelah selesai magang, mereka juga akan diberikan modal kerja. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus,’’ ujarnya.

Selain itu, ungkapnya, Pemprov NTB memiliki ambisi besar untuk memperluas lokasi penempatan tenaga kerja muda NTB yang memiliki keterampilan spesifik. Hal ini sejalan dengan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, yaitu “NTB Cerdas dan Terampil”.

“Kami ingin meng-upgrade skill anak muda kita sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Kita tidak lagi hanya fokus mengirim pekerja ke kebun. Tetapi lebih kepada pengiriman tenaga kerja dengan keahlian tertentu,” jelasnya.

Salah satu contoh program magang yang sangat dibutuhkan adalah di sektor perawat kesehatan. Nelly mengatakan, kebutuhan akan perawat kesehatan di Jepang sangat tinggi, dengan potensi penghasilan mencapai Rp10 juta ke atas. Namun, Jepang tidak menerima perawat tanpa kualifikasi yang memadai.

“Mereka maunya lulusan sekolah perawat yang memang kompeten. Kita sudah menjalin kerja sama dengan Inkes Yarsi, dan kemarin sudah ada 30 orang yang berangkat. Kami ingin informasi mengenai peluang ini juga tersebar merata di sekolah-sekolah, termasuk di Bima,” ujarnya.

Selain sektor perawat kesehatan, peluang kerja dan magang juga terbuka lebar di sektor industri elektronik dan konstruksi, yang benar-benar membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan khusus yang dicari oleh pemerintah Jepang.

Kesungguhan Pemprov NTB dalam mempersiapkan tenaga kerja terampil untuk pasar global, khususnya Jepang, bahkan mendapatkan perhatian langsung dari pihak Jepang. Mantan Penjabat Sementara Bupati Dompu ini mengungkapkan perwakilan dari Jepang sempat datang ke NTB dan melihat langsung atensi besar yang diberikan oleh pemerintah provinsi.

“Pihak Jepang sampai datang ke sini dan terkesan melihat bagaimana Pemerintah Provinsi NTB begitu fokus dalam memberikan ruang kepada anak muda kita untuk terbang ke luar negeri dengan skill tertentu. Ini menunjukkan bahwa arah kebijakan kita sudah tepat dan selaras dengan kebutuhan pasar kerja global,” terangnya.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, mulai dari alokasi anggaran tambahan hingga kerja sama dengan lembaga pendidikan, Pemerintah Provinsi NTB optimis dapat meningkatkan jumlah pemuda NTB yang berhasil lolos program magang ke Jepang. Sehingga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan diri, mendapatkan penghasilan yang lebih baik dan membawa pulang modal serta pengalaman berharga untuk membangun daerah.(bul)

APJATI NTB Dukung Program Gubernur Memperluas Penempatan PMI ke Jepang

0
H. Edy Sopyan(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan kesiapan penuhnya untuk mendukung program Pemerintah Provinsi NTB dibawah inisiatif Gubernur NTB, Dr. H. Lalu. Muhammad Iqbal dalam memperluas penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang melalui berbagai skema penempatan.

Ketua APJATI NTB, Edy Sopyan menyambut baik inisiatif Gubernur NTB Lalu Iqbal, mengingat daya tarik Jepang sebagai tujuan penempatan PMI cukup menggiurkan.

“Jepang memang gajinya besar, kedua, kerjaannya tidak seberat kerja di Malaysia,” ungkapnya.

Karena itu, perusahaan-perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di NTB juga harus bersiap mengambil peran aktif dalam program ini, menyambut semangat kepala daerah, agar P3MI nantinya tidak menjadi penonton.

“Jangan sampai nanti P3MI yang ada di NTB jadi penonton,” tegasnya.

Menurut Edy, pasar kerja di Jepang sangat terbuka lebar bagi masyarakat NTB, terutama dengan semakin meningkatnya tingkat pendidikan calon pekerja. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan masa lalu, di mana sebagian besar PMI ke Malaysia adalah mereka yang tidak tamat sekolah.

“Sekarang pencari kerja kita banyak yang berpendidikan SMA, SMK, dan perguruan tinggi. Mereka ini harus kita bantu fasilitas dengan lapangan pekerjaan, khususnya ke luar negeri,” katanya.

APJATI NTB meyakini bahwa penempatan PMI ke Jepang akan memberikan keuntungan ganda. Selain mendapatkan penghasilan tinggi, para pekerja juga berkesempatan untuk meningkatkan keterampilan mereka.

“Intinya, APJATI mendukung program Gubernur NTB,Lalu. Iqbal, untuk memperbanyak pengiriman tenaga kerja ke Jepang ini, karena di sana mereka bisa meningkatkan skill dan mendapatkan penghasilan tinggi,” jelas H. Edy.

Sebagai bentuk dukungan nyata, APJATI berencana untuk memanfaatkan keberadaan Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK LN) yang ada di Lombok Timur.

“Kita tidak akan tinggal diam juga, saya ada rencana ke BLK LN yang ada di Lombok Timur. Kita coba manfaatkan keberadaan BLK LN. Nanti APJATI akan bekerja sama dengan BLK-LN nya,” ujarnya.

Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan calon PMI yang ingin bekerja ke luar negeri, salah satunya ke Jepang, serta memfasilitasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang belum memiliki tempat pelatihan sendiri bagi calon-calon PMI.

APJATI NTB juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara P3MI dan pemerintah daerah. Ia mengungkapkan bahwa APJATI mendapat undangan business matching dengan mitra-mitra kerja sama di Jepang, serta di Arab Saudi, Dubai, dan Abu Dhabi yang merupakan inisiasi dari DPP APJATI untuk mendukung perluasan penempatan tenaga kerja di luar negeri.

Namun, Edy juga menyoroti tantangan yang perlu dibenahi pemerintah terkait pengiriman PMI ke Jepang. Saat ini, pengiriman banyak didominasi oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LLK) yang di-backup oleh Kementerian Ketenagakerjaan. H. Edy menekankan bahwa sesuai aturan yang sedang digodok oleh Kementerian KP2MI, LLK tidak boleh memberangkatkan PMI.

“Yang perlu dibenahi oleh pemerintah sekarang, adalah pengiriman ke Jepang ini sekarang banyak didominasi oleh LLK. Karena LLK di-backup oleh Kemnaker. Sementara kalau mengikuti aturan yang sedang digodog oleh Kementerian KP2MI adalah, LLK tidak boleh memberangkatkan PMI, yang melakukan itu adalah P3MI,” jelas H. Edy.

Sebab, oleh pemerintah, P3MI diwajibkan menyetor deposito sebesar Rp1,5 miliar sebagai jaminan bagi PMI yang diberangkatkan. Sementara LLK tidak memiliki kewajiban tersebut, sehingga berpotensi menimbulkan risiko jika terjadi permasalahan dalam penempatan kerja.(bul)

Koneksi Tanpa Batas IM3 Platinum Bikin Bisnis Aksesoris Lampu Kendaraan Milik Haikhal Makin Moncer

0
Pemilik UKM aksesoris lampu kendaraan Haikhal Kasyfillah saat bekerja memasang lampu di sepeda motor klien (ekbisntb.com/Instagram starlightingmdr)

Bisnis dengan konsep digital adalah bisnis yang memanfaatkan teknologi internet dan platform digital untuk menjalankan seluruh atau sebagian besar operasinya, mulai dari produksi, promosi, hingga layanan pelanggan.

Sebagian entrepreneur dari kalangan muda, baik melenial maupun Gen Z melakukan pendekatan digital dalam melakukan produksi dan promosi. Tujuannya yaitu untuk menjangkau pasar yang lebih luas, biaya operasional yang lebih rendah, fleksibilitas waktu dan lokasi, serta kemudahan dalam menyasar pasar yang lebih spesifik.

Haikhal Kasyfillah (18) adalah salah satu entrepreneur dari kalangan Gen Z yang memanfaatkan konsep digital dalam berpromosi. Ia membangun bisnis skala UKM di bidang aksesoris lampu LED kendaraan bermotor. Usahanya tersebut sudah dirintis sejak ia duduk di bangku SMP kelas IX di Bangkalan, Madura.

Kini ia tinggal di Jalan Gunung Soputan Kelurahan Pemecutan Kelod Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali. Sambil menjalankan bisnis lampu kendaraan bermotor, ia juga sedang menempuh pendidikan di Undiknas.

Haikhal mengaku sangat terbantu dengan konektivitas jaringan seluler yang andal. Sebagai pengguna Indosat sejak tahun 2011, ia memberi apreasiasi pada produk Indosat yang menjaga kualitas konektivitas yang cepat dan anti lelet, sehingga membantu aktivitas usahanya.

Sejak IM3 Platinum diluncurkan pada tahun 2024 kemarin, ia langsung mengupgrade IM3 miliknya ke produk baru ini. Ia menilai, transformasi layanan pascabayar ini lebih personal dan nyaman.

“Selama ini nggak ada kendala. Harga murah, sinyal juga aman. Dengan bajet murah, per bulan saya dapat 50 GB saya puas,” tutur Haikhal kepada Ekbis NTB, Minggu (25/5/2025)

Ia menuturkan, salah satu keunggulan IM3 Platinum yang disukai yaitu paket dengan ekstra kuota, seperti Platinum 50 atau 50GB + 20GB ekstra dengan simple dan tak ribet. Artinya tinggal membeli ekstra kuota tanpa tanpa harus unreg (unbundling atau berhenti berlangganan paket).

“Yang paling saya suka itu kalau paketan habis di luar bisa di extra kuota. Kita bisa beli tanpa unreg fitur sebelumnya. Biasanya kalau kita beli paketan dari yang lain, kalau mau beli paketan, kita unreg dulu baru, kalau IM3 Platinum nggak,” ujarnya.

Haikhal menuturkan, bisnis aksesoris lampu LED kendaraan bermotor yang dijalankannya tak lepas dari promosi di media sosial, baik di Instagram maupun di Tiktok. Karena tak bisa lepas dari konsep digital, maka koneltivitas yang andal dan kuota yang besar menjadi kebutuhan utama usaha.

“Sering upload di story Instagram gitu. Enak nge-apload. Saya puas sih karena harganya terjangkau, terus bujet datanya bisa berkurang,” imbuhnya.

Sejauh ini kata Haikhal, produk IM3 Platinum tak ada kendala apapun. Konektivitas di seluruh Bali yang dikunjunginya tetap aman. Belum pernah sinyalnya melambat karena pengaruh topografi atau cuaca.

“Nggak pernah ada masalah selama ini. Di perjalanan pun tetap pakai kan itu. Kencang banget, enak pakainya” katanya.

IM3 Platinum Penuhi Kebutuhan Masyarakat Modern

IM3 Platinum dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) merupakan layanan pascabayar terbaru yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI). Tujuannya, untuk menghadirkan pengalaman digital premium. Mengusung konsep “Simple, Next Level“, IM3 Platinum dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern akan koneksi cepat, layanan personal, dan komunikasi digital canggih.

Head of Postpaid Bali Nusra IOH, Reinza Syafruddin mengatakan, IM3 Platinum telah hadir di Bali, NTB dan NTT. Pelanggan bisa membeli sejumlah pilihan paket. Misalnya paket Platinum Family. Paket untuk keluarga yang ingin mengelola tagihan dalam satu kontrol, dengan fitur kuota bersama hingga lima anggota keluarga.

Harga dari paket Platinum Family ini mulai dari Rp80.000 per bulan dengan kuota 50GB. Terdapat manfaat tambahan, yakni diskon 25 persen untuk tagihan Google Play, langganan Vidio Platinum selama 30 hari. Serta, nelpon gratis ke sesama IM3 dan Tri. Paket lainnya yaitu Platinum SATU. Paket ini cocok untuk profesional dan pengusaha yang membutuhkan kuota besar untuk mendukung aktivitas sehari-hati.

Harga dari paket Platinum Satu ini sebesar Rp1.000.000 per tahun dengan kuota 1 Terabyte (990GB kuota utama + 10GB kuota hybrid). Terdapat manfaat tambahan, yakni langganan Vidio Platinum selama 30 hari, 5.000 menit nelpon ke sesama IM3 dan Tri. Serta, 100 menit nelpon ke operator lain.

Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, menjelaskan IM3 Platinum dirancang untuk memberikan pengalaman premium dengan berbagai keuntungan. Pelanggan akan mendapatkan akses prioritas ke jaringan yang lebih stabil, kuota besar yang tidak perlu dikhawatirkan habis di tengah aktivitas penting, serta layanan pelanggan yang lebih responsif. Fleksibilitas dalam pembayaran bulanan juga menjadi poin penting, memudahkan pelanggan mengatur pengeluaran tanpa perlu repot mengisi ulang pulsa atau kuota.

Yang membuat IM3 Platinum semakin canggih adalah integrasi teknologi AI. AI ini bukan hanya sekadar pelengkap, melainkan tulang punggung yang menghadirkan pengalaman lebih personal dan efisien. Teknologi AI akan memberikan rekomendasi paket yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, membantu menyelesaikan kendala teknis lebih cepat, hingga menyediakan layanan pelanggan yang responsif melalui chatbot atau asisten virtual.

“Dengan inovasi ini, IM3 Platinum tak hanya menawarkan koneksi yang stabil, tetapi juga kenyamanan dan kemudahan dalam setiap aspek komunikasi digital,” dalam keterangan resmi yang diterima Ekbis NTB.

Fahd menambahkan, dengan IM3 Platinum, pelanggan akan merasakan platinum experience yang simpel dan next level, khususnya melalui Platinum Network dan layanan Platinum Assistance yang terintegrasi dengan teknologi dan human interest.

Fitur Unggulan IM3 Platinum: Canggih dan Personal

Sebagai produk yang digadang-gadang paling mengerti pengguna, IM3 Platinum hadir dengan berbagai fitur unggulan. Kelebihan inilah, yang diklaim akan memberikan menjamin pengalaman tak tertandingi.

Lalu, apa sajakah fitur-fitur unggulan dari IM3 Platinum?. Fahd Yudhanegoro mengatakan, IM3 Platinum memiliki Platinum Network, yakni akses jalur prioritas ke jaringan Indosat yang luas dan stabil, memastikan koneksi bebas hambatan kapan saja dan di mana saja.

Produk ini juga punya fitur Platinum Assistance. Fitur ini merupakan penggabungan teknologi AI dan interaksi manusia, memungkinkan pelanggan terhubung langsung dengan customer service melalui call center 185 dalam waktu maksimal 30 detik, tanpa melalui mesin penjawab. Ini menjamin solusi cepat dan sentuhan personal.

Kemudian ada Platinum SmartASK, yakni portal berbasis AI di aplikasi myIM3 yang memungkinkan pelanggan mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban cepat dan akurat, tanpa menunggu lama.

Untuk pelanggan yang akrab dengan WA, juga tersedia Platinum Official WhatsApp, yakni layanan prioritas melalui WhatsApp resmi IM3 untuk pertanyaan atau keluhan yang akan ditanggapi lebih cepat secara otomatis.

Selain itu, masih ada fitur Paket Platinum Family, sebuah solusi cerdas bagi keluarga yang ingin mengatur tagihan bulanan dalam satu kontrol, dengan kuota sharing untuk 5 anggota keluarga dan harga yang terjangkau.(ris)

Danantara Perkuat Kemitraan Ekonomi Jangka Panjang dengan China

0
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemitraan ekonomi antara Indonesia dan China melalui serangkaian pertemuan strategis yang berlangsung pada 20 dan 21 Mei 2025 di Beijing, China.(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemitraan ekonomi jangka panjang antara Indonesia dan China melalui serangkaian pertemuan strategis yang berlangsung pada 20-21 Mei 2025 di Beijing, China.

Kunjungan ini bagian dari delegasi resmi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN), dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan memperdalam kolaborasi investasi lintas sektor antara kedua negara.

​​​​​Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir dikutip di Jakarta, Jumat, menyampaikan seluruh agenda berjalan sangat positif, terlihat dari komitmen yang kuat dari berbagai lembaga keuangan dan investasi di China untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia, khususnya melalui Danantara Indonesia.

“Ada semangat yang sama untuk membangun kemitraan jangka panjang yang tidak hanya saling menguntungkan, tetapi juga berdampak nyata bagi transformasi ekonomi kedua negara,” ujar Pandu.

CIO Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir hadir bersama jajaran delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Ketua DEN Luhut B. Panjaitan, didampingi oleh Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestuz, Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu, serta Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.

Dalam momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan China, serta 70 tahun Konferensi Asia-Afrika, Pandu Sjahrir turut serta dalam bagian dari delegasi Indonesia untuk pertemuan bilateral bersama Menteri Luar Negeri China H.E. Wang Yi pada 20 Mei 2025 di Beijing, China.

Sementara itu, pemerintah China menyampaikan dukungan terhadap kehadiran Danantara Indonesia sebagai badan pengelola investasi strategis nasional.

Pemerintah China berkomitmen untuk mendorong kolaborasi antara Danantara Indonesia dengan berbagai institusi investasi besar China, seperti China Investment Corporation (CIC), State Development and Investment Corporation (SDIC), dan China International Trust and Investment Corporation (CITIC).

Dalam pertemuan dengan China Investment Corporation (CIC), dibahas rencana kerja sama investasi langsung maupun partisipasi dalam pengelolaan dana bersama.

CIC menyatakan komitmennya untuk memperluas investasi di Indonesia, khususnya di sektor kesehatan, konsumer, infrastruktur, sumber daya alam, serta pusat data dan teknologi.

Dengan bank dengan aset terbesar dunia, Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) dibahas potensi dukungan finansial untuk proyek-proyek energi terbarukan.

ICBC juga mengundang Danantara Indonesia untuk bergabung dalam the Belt and Road Bankers Roundtable, sebuah forum prestisius yang menghimpun 180 institusi keuangan dari 85 negara.

Delegasi Indonesia juga menjalani sejumlah pertemuan mengeksplorasi kolaborasi lebih dalam dengan sejumlah lembaga lain seperti Bank of China, SDIC dan CITIC. “Kami optimistis pertemuan delegasi Indonesia di China bisa memperkuat kerja sama yang bisa memberi dampak jangka panjang,” ujar Pandu.

Melalui kunjungan ini, Danantara Indonesia semakin mengukuhkan perannya sebagai katalis strategis dalam memperluas investasi global yang berdampak langsung terhadap pembangunan ekonomi nasional.

“Kemitraan ini bukan sekadar diplomasi ekonomi, melainkan langkah nyata menuju sinergi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan inklusif di Indonesia, China, dan kawasan,” ujar Pandu.

Danantara Indonesia merupakan sebuah badan hukum yang sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia dan dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 2025. Badan ini memiliki mandat untuk meningkatkan dan mengoptimalkan investasi serta operasional BUMN dan sumber dana lainnya.

Dengan pendekatan tata kelola terbaik, dampak yang inklusif, dan kemitraan global, Danantara Indonesia berperan dalam mentransformasi aset negara menjadi kekuatan ekonomi jangka panjang. (ant)

Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan, Kemenpar Luncurkan Gerakan Wisata Bersih

0
Wamenpar Ni Luh Puspa menanam pohon di area kampung adat Sade Dese Rembitan, saat peluncuran Gerakan Wisata Bersih, Jumat 23 Mei 2025 kemarin(ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan gerakan wisata bersih sebagai salah satu upaya dalam mendorong dan mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan. Peluncuran dilakukan di kampung adat Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng), Jumat 23 Mei 2025 kemarin. Gerakan tersebut pun diharapkan bisa terus mengeluas ke obyek atau destinasi wisata lainnya di NTB.

Harapanya kedepan NTB khususnya Pulau Lombok bisa menjadi destinasi wisata yang bersih. Karena untuk bisa menjadi destinasi wisata yang berkualitas, syarat utama dan paling mendasar ialah harus bersih. “Gerakan wisata bersih ini bisa menjadi langkah pertama kita dalam upaya mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” terang Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, saat kick off eco village di kampung adat Sade Desa Rembitan.

Ia mengatakan, focus perhatian pemerintah pusat terkait pariwisata saat ini tidak hanya bicara soal angka kunjungan wisatawan saja. Tetapi lebih kepada kualitas dan keberlanjutan yang ditandai dengan lama tinggal serta pergerakan ekonomi yang ditimbulkan dari kegiatan pariwisata itu sendiri. Dengan kata lain, tidak jadi soal angka kunjungan sedikit. Tetapi lama tinggal wisatawan tersebut lama.

Apalagi kalau angka kunjungan tinggi ditambah lama tinggal yang panjang, itu kondisi yang diharapkan. Sehingga bisa mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di bawah. “Agar wisatawan mau tinggal lama di destinasi wisata kita caranya kita harus bisa menghadirkan destinasi wisata yang bersih. Sehingga wisatawan merasa nyaman,” sebutnya.

Melalui gerakan wisata bersih itulah hal itu didorong. Kalau destinasi-destinasi wisata di daerah ini ke bersihanya terjaga dengan baik, dengan sendirinya akan mampu meningkatkan daya saing pariwisata daerah itu sendiri. Yang tentunya akan meningkatkan minat wisatawan untuk datang dan tinggal lebih lama di daerah ini.

Untuk mewujudkan hal itu Kemenpar tentu tidak bisa sendiri. Kolaborasi dengan semua pihaknya sangat diharapkan. Tidak terkecuali dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten serta stakeholder lainya di daerah. Dalam hal ini Kemenpar sendiri terus membangun jaringan dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Untuk bisa bersama-sama membenahani destinasi-destinasi wisata yang ada.

“Kuncinya harus berkolaborasi. Tidak bisa Kemenpar bekerja sendiri tanpa dukungan semua pihak yang terkait. Dan, sesuai arapan Presiden Prabowo, pariwisata yang berkualitas serta berkelanjutan harus bisa terwujud,” tandas Ni Luh Puspa.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati (Wabup) Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., menegaskan komitmen Pemkab Loteng untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Dukungan dari aspek kebijakan hingga program pun sudah disiapkan. Baik itu yang terkait penataan destinasi wisata yang ada hingga penanganan persoalan sampah.

“Dalam RPJMD Loteng, penanganan sampah masuk menjadi salah satu program prioritas kedepan. Ini selaras juga dengan apa yang menjadi priorotas pemerintah pusat maupun provinsi,” pungkas Sekretaris DPD II Partai Golkar Loteng ini. (kir)

Wabup Ikuti Penanaman 580 Pohon Endemis di Kawasan Rinjani

0
Wabup Lotim H. Edwin Hadiwijaya melakukan penanaman pohon di kawasan Rinjani(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Wakil Bupati (wabup) Lombok Timur (Lotim), H. Moh. Edwin Hadiwijaya, turut serta dalam kegiatan Bakti Penanaman Pohon Keras dalam rangka memperingati Hari Bakti Ke-68 Kodam IX/Udayana 2025.

Kegiatan yang digelar di batas Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Dusun Lendang Luar, Desa Sembalun, Jumat 23 Mei 2025, dihadiri pula oleh Danrem 162/Wirabhakti Brigjen TNI Moch Sjasul Arief, Dandim 1516/Lotim, Dandim 1620/Loteng, Dandim 1606/Mataram, Kabinda NTB, serta Asisten III Setda NTB.

Aksi penanaman 580 bibit pohon endemis TNGR ini selaras dengan visi misi Lotim SMART, khususnya poin kelima “Memperkokoh pertahanan sosial, kelestarian budaya, dan pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan”.

Dalam sambutannya, Danrem 162/Wirabhakti Moch. Sjasul Arief menegaskan komitmen TNI dalam menjaga kelestarian alam. “Penanaman pohon ini bertujuan mendukung pelestarian kawasan TNGR sebagai paru-paru ekosistem NTB. Bibit yang ditanam merupakan jenis endemis seperti Jukut, Bajur, Sonokeling, dan Beringin,” ujarnya.

Wabup Lotim Edwin Hadiwijaya menyatakan apresiasinya atas kolaborasi antarinstansi dalam kegiatan ini. “Ini wujud konkret sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menjaga lingkungan. TNGR bukan hanya warisan budaya, tetapi juga masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Sabhara Polres Lotim, Sat Pol PP Lotim, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, hingga anggota Gerakan Pramuka. Partisipasi multisektor ini diharapkan memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya reboisasi, terutama di kawasan rentan erosi dan degradasi lingkungan.

Lokasi penanaman sengaja dipilih di perbatasan TNGR untuk memperluas zona penyangga ekosistem Rinjani. Selain mencegah bencana alam, pohon-pohon endemis ini diharapkan menjadi habitat alami flora-fauna langka serta menjaga ketersediaan air bagi masyarakat sekitar.

“Kami berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin, tidak hanya di Sembalun, tetapi juga di wilayah lain di Lombok Timur,” tambah Danrem. Dengan semangat Hari Bakti TNI, langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga kelestarian alam.  (rus)

Bupati Lotim Bertekad Tekan Angka Kemiskinan

0
H. Haerul Warisin (ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini tersisa 14.51 persen. Melihat masih banyaknya warga miskin di daerah dengan jumlah penduduk terbesar di NTB ini, Bupati H. Haerul Warisin bertekad menekan angka kemiskinan tersebut.

Tekad ini akan dilakukan dengan memprioritaskan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan menyentuh kepada masyarakat dan selaras dengan Visi Misi Lotim SMART.

“RPJMD yang akan dibahas betul-betul menyentuh kepada masyarakat dan menunjang visi misi Pemkab Lotim untuk mewujudkan Lotim SMART,” terangnya, Jumat 23 Mei 2025.

Pemkab Lotim, ujarnya, melakukan melakukan berbagai upaya untuk menurunkan kemiskinan di Lotim. Salah satu upaya yang telah dilakukan Pemkab Lotim ialah membuat program pembagian paket sembako kepada masyarakat tertentu pada bulan Ramadan lalu.   Program ini juga diakui berhasil menekan angka inflasi daerah.

Dari upaya yang sudah dilakukan, sebelum paket bergulir inflasi di angka 9,9 dan kemudian berhasil ditekan, sehingga Lotim sebagai daerah paling rendah inflasi se Indonesia. “Setelah dibagikan sembako itu, inflasi Lotim paling rendah se Indonesia,” ujarnya.

Masalah kemiskinan akan menjadi perhatian dan fokus Pemkab Lotim untuk mencari penyebab dan solusinya. Menurutnya salah cara untuk menyelesaikan masalah kemiskinan dengan mengetahui penyebabnya. Karena jika masalahnya belum ditemukan, maka dipastikan angka kemiskinan Lotim tidak akan berkurang.

“Dulu di tahun 2017-2018 angka kemiskinan kita pernah di angka 13 persen. Tapi karena 2019 ada Covid-19, angka kemiskinan kita naik,’’ ujarnya.

Diharapkan dengan program Pemkab Lotim SMART dapat menurunkan angka kemiskinan Lotim. Salah satunya ialah dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 miliar kepada pelaku UMKM di Lotim.

Setelah pemberian bantuan modal ini, tidak ada lagi UMKM yang meminjam modal di luar. Dan bantuan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu dinas terkait yang membidangi bantuan itu untuk bisa melakukan verifikasi agar betul-betul tepat sasaran.

“Jangan sampai bantuan yang diterima digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat,” imbuhnya.

Ia berharap  dinas yang membidangi bantuan ini untuk melakukan verifikasi. Dan dia ingatkan mereka supaya tidak digunakan bayar hutang dan lainnya.

Disebutkan, tahun 2025 ini Pemkab Lotim  menyiapkan anggaran sebesar Rp 99 miliar untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan masyarakat. Hal ini salah satu langkah untuk menjadikan masyarakat yang sehat.

Namun anggaran itu diakui terlalu besar dan bisa dikurangi dengan melakukan pendataan. Karena masih banyak masyarakat yang meninggal dan yang sudah lama di luar negeri maaih ditanggung iuran BPJS Kesehatannya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin menurun dari 15,63% pada tahun 2023 menjadi 14,51% pada tahun 2024.  Secara absolut, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 12.614 jiwa, dari 193.630 menjadi 185.030 jiwa. (rus)

Pemkot Mataram Terima Kunjungan Pengusaha dari China

0
Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman (tengah pakai peci) saat menerima kunjungan pengusaha asal Shenzen, China, Mr Yang Wei beserta istri, Mrs Zheng Hong, dan rombongan di Pendopo Margapati, Kota Mataram. Jumat 23 Mei 2025(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram, menerima salah satu pengusaha asal Shenzen, China, untuk membuka peluang kerja sama strategis kedua belah pihak.

Kedatangan pengusaha asal Shenzen, China yakni Mr Yang Wei beserta istri Mrs Zheng Hong bersama rombongan, diterima Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujuburrahman di Pendopo Margapati, di Mataram, Jumat.

Wakil wali kota yang didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mataram Hj Waridah Mujiburrahman, menyambut hangat kunjungan pengusaha tersebut.

“Apalagi, Kota Mataram telah menjalin hubungan kota kembar (sister city) dengan sebuah kota di Tiongkok, sehingga pertemuan itu bisa membuka peluang kerja sama strategis,” katanya.

Dikatakan, kunjungan pengusaha tersebut merupakan bagian dari perjalanan keliling dunia dengan kapal layar Dan Yun Hou yang dilakukan Mr Yang Wei dalam rangka mengunjungi sejumlah kota kembar.

Kota Mataram selalu terbuka menerima kunjungan dan tawaran kerja sama dari berbagai pihak. Bahkan, beberapa minggu lalu Kota Mataram juga menerima kunjungan 25 Duta Besar dari berbagai negara sahabat.

“Kota Mataram sangat menyambut baik kunjungan dan inisiatif kerja sama positif. Kami percaya, kerja sama akan memperkuat posisi Mataram sebagai kota tujuan wisata dan investasi,” katanya.

Sementara dalam sambutannya Mr Yang Wei menyatakan kekagumannya atas keindahan alam Pulau Lombok, khususnya Kota Mataram, yang menurutnya sangat layak menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia.

“Saya berkomitmen untuk mempromosikan Kota Mataram di Shenzen, China,” katanya.

Ia mengatakan, banyak masyarakat di Shenzen belum mengenal Pulau Lombok dan Mataram, namun setelah berlayar dan tiba di sini, keindahan alamnya sangat jelas.

“Tempat ini sangat cocok menjadi salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Kami juga akan kembali ke Mataram membawa lebih banyak kolega dari Shenzen,” katanya.

Sebagai wujud niat membangun kerja sama yang lebih erat, Mr Yang Wei mengundang Wakil Wali Kota Mataram untuk berkunjung ke Shenzen dan membuka jalur komunikasi yang berkesinambungan antara Pemerintah Kota Shenzen dan Kota Mataram.

“Kami mengundang Bapak Wakil Wali Kota untuk mengunjungi Shenzen, dan ini menjadi awal dari hubungan yang berkelanjutan,” katanya.

Usai bertemu dengan Wakil Wali Kota Mataram, rombongan menuju objek wisata pantai eks Pelabuhan Ampenan, untuk melihat keindahan pantai Kota Mataram sekaligus melihat sejumlah bangunan bersejarah di Kota Tua Ampenan. (ant)

Dorong Revitalisasi Pariwisata

0
IGB Hari Sudana Putra(ekbisntb.com/dok)

ANGGOTA Pansus Ripparda (Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah) DPRD Kota Mataram, IGB hari Sudana Putra, SE., mengatalan, Pemerintah Kota Mataram harus menegaskan komitmennya untuk membangun sektor pariwisata lokal melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan dan pengelolaan destinasi berbasis sejarah dan budaya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pansus bersama Kepala Dinas Pariwisata.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis diangkat, salah satunya adalah perlunya komunikasi antarpemerintah (Government to Government/G2G) yang lebih efektif untuk mendorong sinergi dalam pembangunan pariwisata. Hal ini dianggap penting mengingat keterbatasan Kota Mataram dalam sumber daya alam dan destinasi buatan berskala besar.

“Meski kita tidak punya alam yang luar biasa atau pariwisata buatan besar seperti daerah lain, kita tetap berani menaruh pariwisata dalam visi Kepala Daerah. Artinya, ini harus jadi tanggung jawab bersama,” ujar Gus Arik, sapaan akrabnya.

Salah satu sorotan utama adalah Taman Mayura yang dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah. Namun, status pengelolaan taman ini masih menjadi persoalan, mengingat selama ini dikelola oleh konsorsium lokal yang disebut-sebut bukan lagi merupakan pewaris sah kerajaan yang telah berakhir sejak 1894.

“Mayura bukan lagi milik AA atau anak agung. Sekarang dikelola oleh konsorsium yang seharusnya tidak mengklaim kepemilikan penuh. Pemerintah daerah harus berani mengambil alih dan mengelola ini secara profesional,” tegas Gus Arik.

Pemerintah daerah didorong untuk aktif melakukan intervensi pada destinasi-destinasi bersejarah lainnya seperti Bandara Selaparang yang kini terbengkalai, serta pelabuhan lama. Tujuannya adalah untuk menjaga agar identitas sejarah Kota Mataram tidak tergerus dan tetap menjadi pusat budaya sekaligus ibu kota provinsi.

Sebagai perbandingan, Yogyakarta disebut sebagai contoh sukses pengembangan pariwisata berbasis budaya dan identitas kota. Meskipun hanya berpusat di kawasan Malioboro yang sederhana, Yogyakarta mampu menarik ribuan wisatawan setiap hari berkat pengelolaan yang baik dan promosi yang efektif.

“Kita bisa belajar dari Jogja. Mereka tidak punya banyak, tapi bisa menarik wisatawan dalam jumlah besar. Yang penting adalah ide kreatif dan pengelolaan yang serius,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Gus Arik menegaskan pentingnya aksi nyata, bukan hanya diskusi dan retorika. Semua pemangku kepentingan dari pemerintah hingga pelaku wisata diharapkan duduk bersama menyusun langkah konkret.

“Kita harus mulai dari yang kecil tapi nyata. Jangan sampai potensi seperti pantai sepanjang 9 km dan kuliner lokal kita terbengkalai hanya karena lapak-lapak tidak tertata. Kalau semua tertib, pasti bisa maju,” pungkasnya. (fit)

Penyaluran Hibah dan Bansos Lebih Hati-hati

0
Lalu Syamsul Adnan(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran hibah dan bantuan sosial. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi persoalan hukum.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Drs. Lalu Syamsul Adnan dikonfirmasi pada, Jumat 23 Mei 2025 menjelaskan, penyaluran bantuan sosial dipastikan tetap mengacu pada peraturan walikota. Pihaknya tidak mau  tawar-menawar atau tegak lurus dalam proses penyaluran untuk menghindari permasalahan hukum. “Pokoknya kita tidak mau tawar-menawar,” tegasnya.

Mantan Camat Sandubaya menegaskan, proses pengajuan harus dilalui assesment. Apabila hasil assesment tidak masuk kriteria sebagai calon penerima, maka tidak ada diberikan bantuan. Persyaratan penerima hibah dan bansos telah diatur dalam Peraturan Walikota (Perwali) Kota Mataram Nomor 5 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas Perwal Kota Mataram Nomor 51 Tahun 2017 tentang tata cara penganggaran, pelaksanaan, dan penatausahaan, pertanggungjawaban dan pelaporan serta monitoring dan evaluasi hibah dan bansos. Khusus bantuan usaha katanya mencontohkan, minimal harus telah berjalan satu tahun. “Jangan sampai baru terima bantuan kemudian hilang begitu saja. Prinsipnya kita lebih hati-hati,” ujarnya.

Dinas Sosial memiliki dua jenis bantuan sosial. Pertama, bansos yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Penyalurannya langsung diterima oleh masyarakat melalui program bantuan langsung tunai, bantuan non tunai, dan lain sebagainya. Kedua, bansos bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Mataram. Seperti, bantuan beras bagi lansia, disabilitas, uang kematian, dan lain sebagainya.

Syamsul mengaku, bansos yang bersumber dari APBD nilainya relatif kecil dibandingkan anggaran yang bersumber dari APBN. “Kalau tidak salah sekitar Rp2 miliar sampai Rp3 miliar, karena nilainya kecil-kecil,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, Amir Wisuda menegaskan, pengelolaan dan penyaluran hibah berdasarkan peraturan. Pihaknya memastikan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga lebih teliti dan cermat sebelum penyaluran kepada masyarakat. “Saya sendiri tidak menyalurkan bansos,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya juga tetap melakukan survey kelayakan sebelum menyalurkan hibah kepada calon penerima. Tujuannya untuk memastikan bantuan tetap sasaran. (cem)