Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 252

6.000 Ton Dilepas ke Filipina, Sumbawa Optimis Kuota Ekspor Jagung Tercapai

0
Jagung Yang Sedang Disortir Oleh Petani (Ekbis NTB-Ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemkab Sumbawa, mengaku optimis untuk merealisasikan kuota ekspor jagung sebesar 20.000 ton tercapai di tahun 2025 setelah ekspor perdana 6.000 ton dilakukan pemerintah ke Filipina melalui Pelabuhan Badas, Selasa 24 Juni 2025.

“Kita masih memiliki sisa kuota sebesar 14.000 ton yang belum bisa terealisasi saat ini dan kami targetkan dalam beberapa bulan kedepan kuota tersebut bisa kita penuhi karena angka tanamJa juga cukup tinggi,” kata Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, kepada wartawan, kemarin.

Haji Jarot melanjutkan, di tahun 2024 produksi jagung Sumbawa mencapai  715.641 ton dari 98.535 hektar lahan panen. Sedangkan di tahun 2025 hingga bulan Mei sudah mencapai 267.500 ton dengan total luas lahan 60.270 hektar sehingga target yang ditetapkan pemerintah sangat mungkin bisa tercapai.

“Kami optimis angka produksi terkait bisa terus meningkat, sehingga kuota ekspor yang ditetapkan pemerintah juga bisa tercapai dan menjadikan Sumbawa sebagai pusat ekspor jagung,” ucapnya.

Haji Jarot meyakinkan, prestasi dalam meningkatkan produksi jagung tidak datang tanpa tantangan. Keterbatasan kapasitas gudang penyimpanan di pelabuhan, yang menyebabkan jagung menumpuk di ruang terbuka dan rentan rusak saat hujan.

“Alat bongkar muat yang belum modern juga menghambat kecepatan proses loading-unloading sehingga masih bergantung pada tenaga manual, padahal volume jagung kita sudah berskala besar,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, keterbatasan dermaga dan fasilitas sandar kapal menyebabkan antrean panjang antara truk dan kapal yang menambah biaya logistik. Belum lagi manajemen logistik terpadu antara petani, transporter, pengelola pelabuhan, dan pembeli, sehingga sering terjadi miskomunikasi dan tumpang tindih informasi.

“Hari ini saya tidak hanya ingin hadir dan berbangga dengan pelepasan ekspor. Saya juga ingin menyampaikan komitmen daerah dalam mencari solusi,” ucapnya.

Haji Jarot menyebutkan jagung bukan hanya sekadar komoditas tetapi sebagai simbol ketahanan, kerja keras, dan martabat petani. Jagung ini, bukan hanya agar diekspor, tapi juga agar bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat kita sendiri.

“Mari kita bekerja sama, untuk menjadikan Sumbawa tidak hanya akan menjadi lumbung pangan, tapi juga pusat kekuatan ekonomi berbasis pertanian di indonesia timur,” tukasnya.

Menteri Pertanian RI yang diwakili Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Prof. Dr. Hasil Sembiring, menyampaikan apresiasi Menteri Pertanian, Dr. H. Andi Amran Sulaiman, atas keberhasilan Sumbawa menjadi bagian penting dalam peta ekspor jagung nasional. Ia menyebut NTB, khususnya Sumbawa, sebagai salah satu sumber utama jagung nasional.

“Pak Menteri mengapresiasi ekspor ini dan meminta agar volume ekspor terus ditingkatkan. Jika ada kendala di lapangan, laporkan langsung. Pemerintah akan turun tangan,” ucapnya.

Menteri Pertanian juga menantang para pelaku usaha yang tergabung dalam PEJAGINDO (Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia) untuk mengambil peran lebih besar dalam mendorong ekspor langsung dari daerah. Dukungan terhadap teknologi, efisiensi distribusi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberlanjutan ekspor ke depan.

“Kedepan kami berharap ekspor tidak hanya 6.000 ton melainkan bisa terus ditingkatkan termasuk produksi jagung,” ajaknya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Seger Agro Nusantara, Sutikno Ceksono Widodo, menyampaikan bahwa pelepasan ekspor ini bukan puncak, melainkan awal dari langkah panjang menuju ekspor jagung yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa tantangan di sektor pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga efisiensi.

“Logistics cost kita masih tinggi, masih banyak jagung yang tertahan di pelabuhan, proses bongkar muat lambat, jalan sempit, dan air menjadi isu tersendiri,” ucapnya.

Seraya menambahkan, “Kami di PT Seger tidak tinggal diam. Kami kembangkan teknologi dari hulu ke hilir, mulai dari sistem jemput hasil ke petani, pengeringan, hingga pengemasan ekspor. Tapi kami tidak bisa kerja sendiri. Kami butuh dukungan semua pihak,” tambahnya.

Ekspor perdana jagung dari Pelabuhan Badas ini bukan hanya memperkuat posisi Sumbawa dalam rantai pasok nasional dan internasional. Tetapi untuk membangkitkan harapan baru bagi petani untuk naik kelas, tidak lagi hanya sebagai produsen lokal, tetapi sebagai bagian dari kekuatan ekspor Indonesia. (ils)

Sumbawa Siapkan 23 Ton Beras untuk Kondisi Darurat

0
Gabah yang diserap Bulog diproses dan dikemas menjadi beras berkualitas MRMP di Sumbawa(ekbisntb.com/bul)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Sumbawa, menyiapkan sebanyak 23 ton beras untuk cadangan pangan pemerintah (CPP) sebagai langkah antisipasi ketika terjadi kondisi darurat salah satunya bencana alam.

“23 ton beras sudah siap di gudang, tinggal kita menunggu instruksi jika ada kejadian bencana baru bisa kita keluarkan sebagai bentuk kehadiran dan pelayanan pemerintah,” kata Plt kepala DKP Sumbawa, Syaihuddin kepada Ekbis NTB, Selasa 24 Juni 2025.

Dikatakan Sehu, penyiapan beras tersebut dianggap sangat penting karena di awal tahun kondisi CPP sangat kritis. Bahkan berdasarkan data pengeluaran terakhir saat ini CPP Sumbawa hanya sekitar 24 kilogram dan sudah masuk dalam kategori kritis.

“Penyiapan CPP ini kita lakukan supaya ketika terjadi bencana bisa langsung kita salurkan ke masyarakat sehingga tidak terjadi gejolak nantinya” ucapnya.

Dia melanjutkan, berdasarkan data dalam membantu penanggulangan bencana dan keadaan darurat banjir dan kebakaran pemerintah telah menyalurkan CPP dalam bentuk beras sejumlah 1.092 kilo gram. Bantuan tersebut juga telah didistribusikan di kecamatan Alas Barat, kecamatan Tarano kecamatan Alas dan kecamatan Lantung.

“Beberapa kecamatan yang terdampak bencana sudah kita distribusikan untuk CPP beras dalam rangka meringankan beban masyarakat, ” sebutnya.

Seraya menambahkan, saat ini pemerintah telah memiliki sistem khusus untuk kejadian bencana alam. Dimana proses bantuan pangan beras dimulai dari desa yang harus bersurat ke BPBD dalam kurun waktu 1 kali 24 jam dan selanjutnya data dari BPBD menjadi acuan penyaluran bantuan pangan beras untuk bencana alam.

“Pola demikian kami lakukan untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan saat pelaksanaan nantinya terutama penyimpangan beras bantuan” tukasnya. (ils)

Pemprov NTB Gelar Gebyar Diskon Pajak Kendaraan Bermotor

0
Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi NTB, Fathurrahman dan mantan Ketua tim transisi Iqbal-Dinda, Adhar Hakim menyampaikan keterangan terkait dengan program diskon Pajak Kendaraan Bermotor untuk masyarakat.(ekbisntb.com/ndi)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di bawah kepemimpinan Gubernur Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Damayanti Putri (Iqbal-Dinda) meluncurkan program Gebyar Diskon Pajak Kendaraan Bermotor sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat dan strategi peningkatan pendapatan daerah.

Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB, Fathurrahman, mengatakan program ini memberikan berbagai bentuk keringanan dan insentif pajak kendaraan bermotor, baik untuk wajib pajak yang patuh maupun kelompok masyarakat kurang mampu.

“Diskon dan keringanan ini tidak hanya ditujukan kepada wajib pajak yang taat, tetapi juga secara khusus diberikan kepada masyarakat miskin yang terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan para veteran. Ini bentuk keberpihakan pemerintah,” ujar Fathurrahman pada Selasa, 24 Juni 2025.

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Gubernur NTB Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pemberian Keringanan dan/atau Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Selain pembebasan pajak bagi kelompok tertentu, insentif khusus juga diberikan bagi pemilik kendaraan yang menunggak atau tidak melakukan daftar ulang (TMDU), serta kendaraan berpelat luar daerah yang melakukan mutasi masuk ke NTB dan mengganti ke pelat DR atau EA.

“Tujuan utama program ini adalah menjaring kembali potensi kendaraan aktif di NTB yang saat ini masih di bawah 50 persen dari total kendaraan terdaftar,” ungkap Fathurrahman. Ia menambahkan bahwa jumlah kendaraan yang menunggak pajak masih lebih besar dibandingkan yang aktif membayar.

Melalui program ini, Pemprov NTB berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kontribusi terhadap pembangunan daerah melalui kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor. Optimalisasi potensi pajak ini juga ditargetkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Gebyar diskon ini adalah ajakan sekaligus edukasi kepada masyarakat untuk menjadi bagian dari pembangunan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, mantan Ketua Tim Transisi Iqbal-Dinda, Adhar Hakim, menyebut program ini sebagai bentuk apresiasi dari Gubernur dan Wakil Gubernur kepada masyarakat NTB. Namun, ia belum merinci detail program tersebut.

“Nanti akan diumumkan langsung oleh Gubernur NTB saat peluncuran resmi di Teras Udayana, Mataram, pada Minggu, 29 Juni 2025. Yang jelas, banyak diskonnya. Ini hadiah untuk masyarakat NTB,” ujar Adhar. (ndi)

47 Koperasi Merah Putih Kantongi Akta Notaris

0
H. Muhammad Ramadhani. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Progres pengurusan badan hukum koperasi merah putih di Kota Mataram, berjalan maksimal. Sejumlah 47 koperasi merah putih telah mengantongi akta notaris.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Mataram, H. Muhammad Ramadhani dikonfirmasi pada, Selasa (24/6) menjelaskan, pemerintah pusat menargetkan koperasi merah putih di kabupaten/kota seluruh Indonesia sampai akhir Juni, harus memiliki badan hukum. Khusus Kota Mataram sampai pukul 09.00 WITA kemarin dari 50 kelurahan terdapat 47 kelurahan telah mengantongi akta notaris pendirian koperasi merah putih. “Jadi sisa 3 kelurahan yang belum terbit akta notarisnya dari Kementerian Hukum RI,” terangnya.

Progres penerbitan badan hukum koperasi merah putih di Kota Mataram, berada di bawah Kabupaten Dompu yang tersisa 1 kelurahan yang belum memiliki badan hukum atau realisasi 98,77 persen. Dhani menyebutkan, tiga kelurahan yang belum tuntas yakni, Kelurahan Pagutan, Pagutan Timur dan salah satu kelurahan di Cakranegara.

Pihaknya telah mengecek ke sistem penyebab tiga koperasi merah putih belum terbit akta notarisnya. Permasalahan utama adalah sistem eror. “Jadi alasannya sangat teknis sekali,” ujarnya.

Ia mengasumsikan badan hukum koperasi merah putih tuntas 100 persen pada hari ini (kemarin,red). Tugas selanjutnya adalah mendampingi koperasi merah putih untuk proses administrasi lainnya nomor pokok wajib pajak, NIB, dan jenis usaha dijalankan. Sambil menunggu proses tersebut, ia telah meminta izin ke Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, agar memberikan arahan langsung kepada pengurus koperasi dan lurah se-Kota Mataram.

Tujuannya memberikan semangat dan keyakinan bagi pengurus koperasi agar secara administrasi legal. “Dukungan moril dan mental ini perlu, karena kita tidak tahu rekam jejak mereka sebagai pengurus koperasi,” ujarnya.

Tantangan utama dalam mengelola koperasi adalah pengelolaan anggaran. Koperasi merah putih di masing-masing kelurahan akan mengelola Rp3 miliar – Rp5 miliar. Sikap mental dan integritas perlu menjadi penekanan agar koperasi merah putih menjalankan tugas sesuai harapan pemerintah. (cem)

Jadi Solusi Ketahanan Pangan

0
Lalu Suyudiningrat Atmanegara (ekbisntb.com/ist)

KELURAHAN Punia, Kota Mataram menggalakkan program mandiri pangan berbasis kelompok wanita tani (KWT) dan kelompok pekarangan pangan lestari (P2L) di Lingkungan Karang Kateng. Program ini bertujuan mendorong ibu rumah tangga memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam.

Lurah Punia, Lalu Suyudiningrat Atmanegara menyampaikan, bahwa program mandiri pangan sudah diterapkan di lingkungan dengan melibatkan KWT dan P2L. Kegiatan tersebut sesuai dengan program turunan Harum (Harmonis, Aman, Ramah, Unggul, Mandiri). Harum ini merupakan akronim visi misi Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram.

“Kita sudah terapkan di Lingkungan Karang Kateng, kemudian kita mengajak semua stakeholder untuk terlibat,” jelasnya saat dikonfirmasi pada, Selasa 24 Juni 2025.

Isi dari program tersebut mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai tempat bercocok tanam dengan menggunakan berbagai macam media, seperti barang bekas, sampah plastik dapat dipakai sebagai wadah tanam. Jika pekarangan rumah tidak memungkinkan dijadikan sebagai tempat menanam, ada alternatif lain yang bisa diterapkan, yakni melalui vertikal garden. Metode menanam tanaman secara vertikal pada dinding atau struktur lain yang tegak lurus. Ini adalah solusi inovatif untuk memanfaatkan ruang terbatas dan menciptakan ruang hijau, terutama di daerah perkotaan.

Atmanegara menyebutkan, tanaman yang biasanya di tanam di media tersebut adalah tanaman hortikultura sayuran cabai, tomat, terong dan lainya, karena merupakan kebutuhan pokok dapur. Sehingga ibu rumah tangga dengan mudah mendapatkan kebutuhan dapurnya ketika program ini dilaksanakan dengan optimal di rumah masing-masing.  “Yang dilakukan di Kelurahan Punia sejauh ini menggunakan polybag sebagai media tanam cabai dan sayuran,” ucapnya.

Sejalan dengan program ketahanan pangan mandiri, ia menyarankan, masyarakat bisa melakukan gerakan bersama pilah olah sampah dapurnya dari rumah untuk dijadikan sebagai bahan pupuk organik dan budidaya maggot. Pilah olah sampah ini diinisiasi oleh Kecamatan Mataram untuk diterapkan di seluruh kelurahan dengan inovasi masing-masing. “Dengan giat tanaman di rumah harapan kita mereka tidak membuang sampah dapurnya, sehingga bisa digunakan jadi pupuk,” terangnya.

Ia berharap, semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemandirian pangan, pekarangan rumah bukan lagi sekadar halaman, tetapi menjadi lumbung kecil yang memberi kehidupan. (pan)

Evakuasi Pendaki Asal Brasil, Korban Terpantau Tersangkut di Tebing Batu

0
Tim SAR Gabungan terus melanjutkan evakuasi pendaki asal Brasil di Rinjani. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Polda NTB melalui personel Brimob Polda NTB turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan untuk mengevakuasi pendaki asal Brasil, Juliana D.S.P. (27), yang jatuh ke tebing di sekitar Cemara Nunggal, jalur menuju puncak Gunung Rinjani.

“Sejak Senin pagi, 23 Juni 2025 pukul 06.30 Wita, korban berhasil terpantau menggunakan drone dalam kondisi tersangkut di tebing batu pada kedalaman sekitar 500 meter dan secara visual tampak tidak bergerak,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid SIK.,MM.

Tim SAR gabungan, termasuk empat personel Brimob Polda NTB, langsung bergerak cepat. Dua personel rescue diterjunkan untuk menjangkau lokasi korban dan melakukan observasi titik anchor kedua di kedalaman sekitar 350 meter. Namun, medan ekstrem berupa dua overhang besar menghalangi pemasangan anchor. Kondisi tersebut mengharuskan tim untuk melakukan climbing manual dengan risiko yang tinggi.

‘’Cuaca yang sangat dinamis dan kabut tebal menambah tantangan. Demi keselamatan personel, tim rescue akhirnya ditarik kembali ke posisi aman,’’ tambahnya.

Pukul 14.30 WITA, Gubernur NTB memimpin rapat evaluasi via zoom bersama unsur SAR Gabungan. Dalam arahannya, Gubernur NTB, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal menekankan pentingnya percepatan evakuasi mengingat waktu krusial Golden Time 72 jam dalam penyelamatan di alam bebas. Opsi penggunaan helikopter kembali dibahas secara teknis.

Kepala Basarnas Mataram menjelaskan bahwa evakuasi melalui udara memungkinkan, namun sangat bergantung pada spesifikasi helikopter, minimal harus dilengkapi hoist untuk air lifting dan kondisi cuaca yang berubah cepat di kawasan pegunungan.

Brimob Polda NTB tidak hanya mengerahkan tim evakuasi vertikal, tetapi juga menyiagakan 3 personel tambahan di Pos Pantau untuk mendukung logistik dan koordinasi lapangan.

“Ini adalah misi kemanusiaan. Kami terus berdoa dan bekerja sama dalam satu komando demi keselamatan korban. Evakuasi akan dilanjutkan hari ini. Mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat,” tutup Kombes Kholid. (r)

Evakuasi Pendaki Brasil yang Jatuh di Rinjani, Kemenhut Tutup Jalur Pelawangan 4 Sembalun

0
Proses evakuasi korban Juliana, Kamis, 24 Juni 2025(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menutup sementara jalur pendakian dari Pelawangan 4 Sembalun sebagai bagian dari evakuasi pendaki warga Brasil berinisial Juliana (27) yang jatuh di Gunung Rinjani, Sabtu 21 Juni 2025 lalu. Penutupan dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

‘’Aktivitas pendakian dari Pelawangan 4 jalur wisata Pendakian Sembalun menuju puncak Gunung Rinjani ditutup sementara mulai 24 Juni 2025 sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan atau sampai dengan proses evakuasi korban selesai dilakukan,’’ ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Yarman Wasur dalam pernyataan diterima di Jakarta , Selasa 24 Juni 2025.

Ia mengatakan penutupan sementara ini untuk mempercepat proses evakuasi hingga mempertimbangkan aspek keselamatan pengunjung dan tim evakuasi.

“Dalam rangka percepatan proses evakuasi korban kecelakaan di Cemara Nunggal jalur menuju puncak Gunung Rinjani dan mempertimbangkan aspek keselamatan pengunjung, keselamatan tim evakuasi serta menjaga kondusivitas area di sekitar lokasi evakuasi,” ujar dia.

Dia menyebutkan pengunjung masih dapat melakukan pendakian di seluruh jalur wisata pendakian sampai dengan lokasi Pelawangan 4 Sembalun. Ia mengimbau para pendaki untuk tetap mengedepankan keamanan dan keselamatan dalam pendakian.

“Pengunjung masih dapat melakukan aktivitas pendakian di seluruh jalur wisata pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani sampai dengan lokasi Pelawangan 4 Sembalun,” ujar dia.

Perwakilan Kedutaan Brasil tiba di Resort Sembalun untuk memberikan dukungan kepada keluarga dan memberikan informasi yang dibutuhkan.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memastikan pemerintah Indonesia serius dalam menangani proses evakuasi. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Basarnas, Gubernur NTB hingga Kapolda NTB terkait dengan proses lanjutan evakuasi yang akan dilakukan. Sebanyak empat helikopter disiapkan untuk membantu evakuasi.

‘’Pagi ini, Kepala Basarnas dan juga Pemprov NTB, serta Kepala Balai Taman Nasional Rinjani tadi pagi (kemarin) sudah saya telepon semua, termasuk Kapolda,’’ ujarnya.

Sementara Wamensesneg Juri Ardiantoro menanggapi  akun Instagram Presiden Prabowo Subianto yang diserbu netizen Brasil yang meminta evakuasi segera WN Brasil, Juliana yang jatuh di Gunung Rinjani, Lombok. Juri mengatakan sejauh ini pemerintah melalui kementerian terkait sudah melakukan proses evakuasi.

“Ya, nanti kita akan update ya perkembangannya mengenai apa langkah-langkah yang akan kita ambil untuk membantu. Sebetulnya bukan hanya kasus ini yang di Rinjani ya, tapi banyak kasus yang sampai ke Presiden yang oleh tim Bapak Presiden sedang diadvokasi,’’ kata Juri kepada wartawan di Gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Selasa 24 Juni 2025.

Jatuhnya WNA Brasil pada Sabtu kemarin menjadi perhatian nasional, baik di dalam negeri maupun nasional Brasil. Warga negara Brasil ramai-ramai menuntut pemerintah Indonesia untuk segera melakukan evakuasi terhadap korban Juliana.

Gubernur NTB, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal menyiapkan tiga heli airlifter siap beroperasi setelah Tim SAR mendapatkan kepastian lokasi WN Brasil, Juliana (27) yang mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Rinjani.

“Kesiapan ada tiga heli dengan spesifikasi airlifter (pengangkutan melalui jalur udara) untuk melakukan operasi evakuasi tersebut,” ujarnya Selasa, 24 Juni 2025.

Helikopter pertama disiapkan oleh Mabes TNI bersama Basarnas yang akan tiba hari ini, Selasa 24 Juni 2025 sekitar pukul 14.00 Wit di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Sementara itu satu helikopter lainnya berspesifikasi Medivac (medical evacuation) disediakan pihak asuransi sudah berada terlebih dahulu di BIZAM.

“Satu helikopter lainnya milik PT AMNT (Amman Mineral Nusa Tenggara) berspesifikasi airlifter juga dalam posisi siaga di Sumbawa Barat,” terangnya.

Iqbal meminta evakuasi melalui jalur udara karena cuaca yang sangat tidak bersahabat dan lokasi WNA Brasil yang mencapai kedalaman sekitar 500 meter sangat membahayakan untuk dilakukan evakuasi secara manual. “Segala upaya akan kita lakukan untuk penyelamatan cepat,” ucapnya. (era/ant)

DLU Resmikan Dojo Dai KKI di Kantor Cabang Lembar, Ikhtiar Untuk Prestasi Olahraga dan Kesehatan Masyarakat NTB

0
Peresmian Dojo Dai KKI di Kantor Cabang Lembar(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Dalam rangkaian peresmian Kantor Cabang PT. Dharma Lautan Utama (DLU) di Lembar, Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat, perusahaan pelayaran nasional ini turut meresmikan fasilitas olahraga terbaru berupa Dojo Dai Kyokushin Karate Indonesia (DKKI) DLU Lembar.

Peresmian dilakukan secara langsung oleh B. Soengging Soerjasmoro, selaku Founder & Chairman DKKI, sekaligus Komisaris dan Owner PT. Dharma Lautan Utama.

Dojo yang dibangun di lantai 3 kantor cabang baru ini dirancang khusus sebagai tempat pelatihan bela diri karate aliran Kyokushin, lengkap dengan fasilitas pendukung yang sesuai dengan standar kebutuhan latihan olahraga beladiri asal Jepang tersebut.

Dalam sambutannya, B. Soengging menegaskan bahwa keberadaan Dojo ini bukan hanya bertujuan untuk mengembangkan DKKI di wilayah NTB, tetapi juga sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kesehatan dan kebugaran karyawan.

“Semoga keberadaan Dojo DLU Lembar ini dapat memberikan manfaat, tidak hanya untuk perkembangan Dai Kyokushin Karate di Nusa Tenggara Barat, namun juga dalam menciptakan operasional yang efisien, kolaborasi tim yang lebih solid, serta kontribusi positif terhadap mitra kerja di berbagai sektor,” ujarnya.

Saat ini, DKKI telah memiliki 84 dojo aktif yang tersebar di berbagai provinsi Indonesia, dengan jumlah anggota mencapai sekitar 5.200 orang. Harapannya, kehadiran Dojo DLU Lembar ini akan menjadi pemicu pertumbuhan minat masyarakat terhadap olahraga karate, khususnya aliran Dai Kyokushin.

“Dengan hadirnya dojo ini, PT. DLU berharap dapat turut mendorong prestasi olahraga NTB, bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional,” tambahnya.

Sebagai bagian dari peresmian, ditampilkan pula demonstrasi seni gerak bela diri Kyokushin oleh para anggota Dojo DLU Lembar, yang mayoritas merupakan kru operasional kantor cabang. Penampilan mereka dalam memperagakan teknik dasar, kekuatan fisik, hingga aksi memecahkan benda keras dengan tangan atau kaki berhasil memukau para tamu undangan yang hadir.(bul)

Menaker: BSU sudah Tersalurkan untuk 2,45 Juta Pekerja

0
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan, bantuan subsidi upah (BSU) pada tahap I sudah tersalurkan untuk 2.450.068 pekerja per hari ini, Selasa 24 Juni 2025 dari total penerima sebanyak 3.697.836 orang.

Menaker dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, menjelaskan, proses penyaluran dilakukan melalui bank Himbara, yakni BNI, BRI, BTN, Mandiri, sementara untuk BSI khusus penerima BSU yang berdomisili di Aceh, dengan nilai subsidi sebesar Rp600 ribu per pekerja.

“Sisanya 1.247.768 masih dalam proses,” kata dia.

Ia menyampaikan, untuk penyaluran BSU tahap II, pihaknya sudah menerima data dari BPJS ketenagakerjaan sebanyak 4,5 juta calon penerima, dan saat ini sedang dalam proses verifikasi dan validasi.

Yassierli menjelaskan, program BSU merupakan salah satu program dari lima paket stimulus ekonomi dengan target penerima sebanyak 17 juta pekerja atau buruh. BSU Tahun 2025 diberikan sebesar Rp300 ribu per bulan per pekerja atau buruh yang diberikan untuk dua bulan dan dibayarkan sekaligus, sehingga total yang akan diterima oleh per pekerja per buruh sebesar Rp600 ribu.

Adapun persyaratan penerima BSU adalah warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan kepemilikan NIK, peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan pada BPJS Ketenagakerjaan, dengan status keaktifan sampai dengan April 2025.

Syarat selanjutnya yaitu, menerima gaji atau upah paling banyak sebesar Rp3.500.000 per bulan atau paling banyak sebesar upah minimum kabupaten atau kota, atau upah minimum provinsi bagi kabupaten atau kota yang tidak menetapkannya.

BSU ini dikecualikan bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri, dan diprioritaskan bagi pekerja atau buruh yang tidak sedang menerima program keluarga harapan atau PKH.

Aturan terkait BSU sudah diatur melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 5 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja/Buruh. (ant)

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000 ke Angka Rp1,932 Juta/gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Selasa 24 Juni 2025 mengalami penurunan Rp10.000 dari semula Rp1.942.000 menjadi Rp1.932.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut turun ke Rp1.776.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Selasa:

– Harga emas 0,5 gram: Rp1.016.000.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.932.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.804.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.681.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.435.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.815.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp46.912.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp93.745.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp187.412.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp468.265.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp936.320.000.⁠

– Harga emas 1.000 gram: Rp1.872.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)