Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 250

Ribuan Lowongan ke Malaysia, Tenaga Kerja Mataram Siap Dongkrak Ekonomi Keluarga

0
Rudi Suryawan(ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) -Peluang kerja ke luar negeri kembali terbuka lebar bagi warga NTB, khususnya Kota Mataram. Malaysia, negara yang selama ini jadi primadona bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI), resmi membuka 3.000 lowongan kerja baru di sektor perkebunan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Rudi Suryawan, mengatakan pembukaan ini menjadi angin segar bagi pencari kerja di daerah. Apalagi, menurutnya, selama ini jalur ke Malaysia seringkali buka tutup secara tiba-tiba, membuat warga bingung dan ragu mendaftar.

“Dengan adanya (bukaan) ini tentu akan menambah (jumlah PMI di Mataram yang akan mendaftar) juga. Apalagi selama ini, Malaysia suka buka tutup, kadang tutup, kadang buka,” ujar Rudi, Rabu (25/6).

Menurut Rudi, Malaysia masih menjadi tujuan favorit PMI asal Kota Mataram. Selain karena proses rekrutmen yang tidak terlalu rumit, tawaran gaji yang lebih tinggi jadi alasan banyak warga tertarik mengadu nasib ke negeri jiran.

“Malaysia ini jadi salah satu tujuan negara yang paling banyak diminati warga kita di Kota Mataram. Dengan adanya bukaan ini tentu akan terbuka lebar (minat warga untuk mendaftar),” katanya.

Berdasarkan data Disnaker Provinsi NTB, pembukaan 3000 lowongan ini berasal dari Perusahaan SD Derby, yang membutuhkan ribuan tenaga laki-laki untuk bekerja di sektor perkebunan. Pemerintah Provinsi NTB pun memastikan bahwa seluruh proses pendaftaran hingga keberangkatan bebas biaya alias gratis.

“Sekali lagi kami tegaskan, bahwa

bekerja di Malaysia itu gratis. Jadi kalau ada yang menawarkan atau mengiming-imingi, jangan diladeni. Kita sudah kirim surat daftar perusahaan resmi mana saja yang bisa jadi pilihan warga untuk mendaftar,” jelas Rudi.

Dari sisi ekonomi, meningkatnya penempatan PMI ke luar negeri selama ini turut memberi efek positif bagi perputaran uang di kampung halaman. Para pekerja kerap mengirimkan uang (remitansi) untuk membiayai keluarga, menyekolahkan anak, hingga membangun rumah. Secara tidak langsung, kehidupan warga dan ekonomi lokal pun ikut bergerak.

Sepanjang Januari hingga Mei 2025, sebanyak 359 warga Mataram telah mendaftar sebagai Calon PMI (CPMI) untuk penempatan ke 16 negara berbeda, dengan Malaysia mendominasi sebanyak 218 orang. Disusul Arab Saudi (53), Singapura (24), Taiwan (15), Hongkong (14), dan Turki (11).

Di sisi lain, meskipun tensi geopolitik global meningkat terutama akibat konflik antara Iran dan Israel, pemerintah kota tetap memastikan bahwa proses keberangkatan CPMI ke wilayah Timur Tengah masih berjalan aman dan normal.

 “Sejauh ini belum ada (kendala pengiriman CPMI). Proses seleksi (juga) masih berjalan normal,” tutup Rudi. (hir)

Kondisi Jalan Buwun Mas Dikeluhkan Wisatawan

0
Jalan provinsi di Buwun Mas menuju Loteng ini rusak parah. Perlu ada perhatian segera dari pemerintah. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) -Jalan provinsi di jalur Buwun Mas Sekotong Lombok Barat hingga perbatasan dengan Lombok Tengah kondisinya sebagian besar hancur. Kondisi jalan rusak berkubang ini telah lama dikeluhkan Warga, lantaran sangat menghambat aktivitas warga yang sehari-hari melewati jalan tersebut. Pemprov NTB pun diminta jangan tutup mata. Warga mendesak Pemprov NTB segera menangani jalan yang sangat vital tersebut.

Hampir sebagian besar ruas jalan Sepi-Pengantap dan Pengantap-Loteng ini kondisinya memprihatinkan. Bahkan di banyak titik rusak parah seperti di Dusun Sepi, persis depan kantor desa, kemudian di Jerangkang, Bengkang menuju Pengantap hingga perbatasan dengan Loteng.

Kondisi jalan di Jerangkang misalnya mengalami kerusakan yang sangat parah. Di titik ini, jalan berkubang seperti kolam. Kubangan air bercampur lumpur itu cukup dalam dan licin.

Warga yang lalu lalang di jalur itu pun harus berhati-hati. Karena kendaraan mereka seringkali terpeleset dan ngadat akibat terkena air dan lumpur. Kemudian di jalur dekat SDN Bengkang, kondisi badan jalan sudah nyaris putus. Jalan berbentuk seperti irigasi, dialiri air dari pemukiman warga. Tak kalah parah juga di jalur itu. Di jalur, Bengkang menuju Pengantap, jalan aspalnya sudah tergerus tinggal bebatuan, sehingga membahayakan warga yang lewat.

Terlihat sejumlah wisatawan yang melewati jalan itu harus turun dari kendaraan. Karena takut terjatuh, karena melalui jalan licin berlumpur tersebut.

Warga sekitar mengaku telah lama mengeluhkan kondisi jalan provinsi  tersebut. Warga tiap hari melalui jalan itu, karena tak ada lagi alternatif jalan lainnya. “Tiap hari, kadang malam lewati jalan itu. Harapan kami supaya cepat diperbaiki,”harap warga.

Sementara itu, Kades Buwun Mas Rochidi menegaskan bahwa kondisi jalan mulai dari pertigaan Sepi-Pengantap dan Pengantap-Loteng.  Jalan rusak parah dan berlubang itu tak jarang membahayakan pengendara yang melintas. Warga bahkan seringkali menanami pohon pisang dan talas di tengah jalan menjadi sebagai rambu agar pengendara berhati-hati.

Ia juga mendesak Pemprov NTB dalam hal ini Gubernur NTB segera membangun akses jalan provinsi yang menghubungkan antara Lombok Barat dengan Lombok Tengah itu. Lantaran jalan itu dinilai sangat vital menjadi daya dukung aksesibilitas perhelatan MotoGP. Karena memudahkan pengangkutan kelengkapan MotoGP. Dan para tamu pun bisa leluasa ke kawasan wisata Sekotong.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Lobar Lalu Ratnawi mengatakan pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan ke Pemprov NTB, namun  belum ada tindak lanjut. Pihaknya pun akan mengusulkan kembali dan berharap Pemprov memprioritaskan jalan provinsi ini. (her)

Ketua Baznas NTB Hadiri Rakornas 2025, Berbagai Program Zakat Produktif Siap Dilaksanakan di NTB

0
Ketua Baznas Provinsi NTB, Dr. Lalu. M. Iqbal Murad menghadiri Rakornas pengelolaan zakat di Kemenag RI 24-26 Juni di Jakarta. Hadir juga Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.,MA dan Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad.,MA dan para pemateri Rakornas.(ekbisntb.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com) – Ketua Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Zakat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI di Jakarta pada 24-26 Juni 2025.

Ketua Baznas Provinsi NTB, Dr. Lalu. M. Iqbal Murad bersama para pimpinan Baznas RI saat Rakornas pengelolaan zakat di Kemenag RI 24-26 Juni di Jakarta.(ekbisntb.com/bul)

Kegiatan Rakornas yang mengambil tema “ Beragama Berdampak Berzakat Maslahat untuk Penanggulangan Kemiskinan Menuju Indonesia Emas 2045” ini menjadi momen strategis dalam memperkuat pengelolaan zakat di Indonesia, tanpa terkecuali di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sejumlah program zakat produktif juga segera diimplementasikan di NTB.

Disela-sela kegiatan Rakornas, Ketua Baznas NTB melakukan pembicaraan khusus Kepada ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad,MA dan dua Pimpinan Baznas RI yang mengisi acara Rakornas yaitu, KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA dan Saidah Sakwan,MA sekaligus memaparkan progres Baznas NTB dan terkait berbagai program yang akan diturunkan untuk Baznas NTB, terutama supporting dalam pengembangan zakat produktif untuk mustahik di pulau seribu masjid.

Para Pimpinan Baznas RI memberikan apresiasi atas pengelolaan zakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sudah berjalan. Karena itu, sejumlah program unggulan yang fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik agar menjadi lebih mandiri yang akan dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Salah satunya adalah program Zcoffee, yakni pengembangan kedai kopi yang bertujuan memberdayakan pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat dengan memberikan akses usaha yang produktif dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Selain itu, ada juga program Z-Auto yang fokus pada pengembangan usaha bengkel motor di wilayah Nusa Tenggara Barat menjadi andalan Baznas dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para mustahik, tapi juga memperkuat sektor jasa yang sangat dibutuhkan oleh komunitas lokal.

Ditambah juga ada Program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) juga diperkenalkan sebagai solusi untuk membantu masyarakat kurang mampu memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak sosial yang signifikan dengan meningkatkan kualitas hidup serta memberikan rasa aman dan sejahtera bagi keluarga penerima manfaat.

Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu Iqbal dalam pertemuan dengan Pimpinan Baznas RI ini menegaskan komitmen Baznas NTB dalam menjalankan seluruh program tersebut dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

“Kami siap berkolaborasi dengan seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, kampus, hingga komunitas masyarakat untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata. Kami ingin zakat produktif ini menjadi solusi konkret untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat NTB secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad.,MA berkesempatan hadir dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan, kerja-kerja terkait zakat, infaq, sedekah ini adalah kerja profetik yang merupakan ajaran Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW.

“Separuh kehidupan ini adalah sosial. Jika potensi zakat ini dimaksimalkan baik pengumpulan maupun distribusinya, maka kita telah menyelesaikan separuh kehidupan. Baznas konsen secara berkesinambungan melakukan berbagai terobosan untuk membina umat dan menjadikan mereka berdaya dalam kehidupan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A juga berkesempatan hadir dalam kegiatan ini. Ditekankannya, pengelolaan lembaga zakat harus mencontoh apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam mengelola baitul mal, yang dilakukan secara profesional dan dengan sistem yang baik, yang bermuara pada terlaksananya berbagai kebaikan dan kemaslahatan umat.

Dr. Iqbal Murad juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dan mendapatkan arahan dari Baznas RI untuk kemajuan pengelolaan zakat di NTB terutama dalam upaya bersama pemerintah daerah dalam mengurai jaring laba-laba kemiskinan sehingga visi besar Baznas mentransformasikan mustahik menjadi muzaki dapat terealisasi secara optimal.

Rakornas Tahun 2025 ini menjadi titik awal yang kuat bagi Baznas NTB untuk terus memperluas jangkauan program pemberdayaan dan mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen perubahan sosial dan ekonomi di NTB.

Dari kegiatan Rakornas yang strategis dengan dihadiri langsung ketua Baznas NTB Dr. Lalu M. Iqbal Murad ini, NTB mendapatkan program-program strategis pendayagunaan zakat untuk mendukung pembangunan dan menyelesaikan persoalan sosial masyarakat di Nusa Tenggara Barat.(bul)

Pemdes dan Warga Serero Swadaya Perbaiki Jalan Rusak  

0
Warga Dusun Serero, Desa Sekotong Tengah dibantu Pemdes dan anggota DPRD NTB swadaya memperbaiki jalan rusak menuju dusun setempat. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Warga yang tinggal di wilayah perbukitan Dusun Serero, Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong Lombok Barat (Lobar) rela swadaya demi memperbaiki jalan sepanjang enam kilometer. Jalan yang kondisinya tidak layak dilalui telah lama dikeluhkan warga setempat.

Untuk rehabilitasi jalan tersebut, masyarakat setempat dibantu  pemerintah desa dan anggota DPRD NTB Lalu Irwansyah Triadi.

Kepala Desa Sekotong Tengah M Burham mengatakan bahwa perbaikan jalan menuju dua dusun, yakni Serero Timur dan Serero Barat dilakukan secara swadaya masyarakat dibantu oleh anggota DPRD NTB Dapil Lobar-KLU Lalu Irwansyah Triadi berkolaborasi dengan Pemdes Sekotong Tengah.

Dikatakan, alat berat dibantu oleh anggota DPRD NTB, sedangkan untuk biaya warga berswadaya. Di samping ada sumbangan dari para donatur. Pengerjaan jalan itu dimulai tanggal 22 Mei 2025 hingga sekarang masih berlangsung. “Sampai sekarang alat itu masih beroperasi (perbaiki jalan) di Dusun Serero,” imbuhnya.

Panjang jalan yang diperbaiki mencapai tiga kilometer hingga pemukiman warga dekat masjid setempat. Namun jalan yang diperbaiki bertambah, sehingga totalnya sekitar empat hingga lima kilometer.

“Sekitar enam kilometer panjang jalan yang diperbaiki, sekitar empat kilometer sudah selesai diperbaiki, sisanya sedang berlangsung (perbaikan),” terangnya. Jalan ini diperlebar dan irigasinya diperbaiki.

Selain jalan utama, akses menuju gang-gang di RT juga diperbaiki. Terkait adanya pengerjaan dari jalan yang masih tersisa, warga berharap ada donatur yang mau memberikan sumbangan membantu kelancaran perbaikan jalan tersebut.

Selain jalan menuju dua dusun di Serero, rencananya penanganan jalan dilakukan di dusun lain di wilayah perbukitan seperti Loang Batu dan Lebah Suren. Di samping penanganan secara swadaya, jalan menuju Dusun Serero dibangunkan rabat sepanjang sekitar 100 meter lebih melalui program aspirasi DPRD Lobar H Hamdi.

Lebih lanjut dikatakan, menurut data dan informasi draf yang diterima pihaknya bahwa jalan itu sudah masuk menjadi jalan kabupaten. Kendati belum dikonfirmasi lebih lanjut ke dinas, namun ia sangat berharap jalan itu dimasukkan status jalan kabupaten.  (her)

Butuh Rp3 Miliar untuk Rekondisi Jaringan Irigasi DI Gapit

0
Nampak kondisi jaringan irigasi di bendungan gapit yang sudah tidak lagi terlihat akibat sedimentasi.(ekbisntb.com/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sumbawa pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTB, membutuhkan anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk melakukan rekondisi terhadap saluran irigasi pada Daerah Irigasi (DI) gapit karena kondisinya sangat memprihatinkan.

“Jadi, bendungan Gapit dari segi terknis memiliki luas sekitar 1.300 hektar sementara yang sudah bersifat teknis seluas 1. 170 hektare dan kondisinya sudah sangat memprihatinkan sehingga butuh penanganan khusus.” kata kepala Balai PSDA Sumbawa, Eko Rusdianto, ST., M.Eng. kepada Suara NTB, Rabu 25 Juni 2025.

Eko melanjutkan, panjang saluran primer mencapai 5.128 meter (5 kilometer) sedangkan untuk jaringan sekunder nya sepanjang 13.938 meter. Dari 13 kilometer terbagi menjadi dua bagian yakni kanan dan kiri, dan ruas kanan bagian hilir kondisinya sangat memprihatinkan akibat sedimentasi dan usia relatif lama (tua).

“Jadi, ada sekitar 3 kilometer dari jaringan tersebut yang sangat urgent untuk segera dilakukan penanganan lebih lanjut (rekondisi) karena bangunan itu sudah berusia belasan tahun,” ucapnya.

Bahkan hasil pengecekan lapangan, ditemukan konstruksi jaringan tersebut ada yang menggunakan batako dan sudah tidak ada lagi ikatan penguat. Selain itu, pasangan konstruksi tersebut sudah hampir tidak terlihat akibat sedimentasi yang sangat parah dan rusak berat.

“Kita rekondisi karena jika kita alirkan air dengan debit yang sangat besar melalui jaringan tersebut maka potensi pasangan batu akan terlepas dan akan jebol,” ujarnya.

Selain saluran lanjut Eko, bangunan pelengkap seperti pintu sadap dan pintu bagi pasangan konstruksinya juga sudah sangat keropos. Bahkan gorong-gorong yang digunakan untuk melintas beton-beton nya juga sudah hancur semua sehingga dibutuhkan penanganan khusus dan segera.

“Itulah kondisi jaringan irigasi di bendungan Gapit, sehingga kami berharap pemerintah bisa merealisasikan kebutuhan anggaran tersebut karena memang kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” tambahnya.

Dia pun merincikan untuk kebutuhan anggaran untuk melakukan rekondisi terhadap jaringan tersebut mencapai Rp 3 miliar.  “Kalau kita total-total kebutuhan anggaran kita mencapai Rp 3 miliar untuk ruas kanan bagian hilir sehingga kami berharap ada perhatian dari pemerintah provinsi untuk mewujudkan hal tersebut,” tukasnya. (ils)

Tengok Kanan Belakang: Kebiasaan Kecil yang Dapat Selamatkan Nyawa

0
Biasakan diri melakukan safety check sederhana seperti tengok kanan belakang sebelum naik kendaraan dan sebelum masuk ke jalan (ekbisntb.com/ist)

Lombok(ekbistntb.com) – Keselamatan dalam berkendara adalah prioritas utama yang tidak boleh diabaikan. Salah satu langkah sederhana namun penting adalah melakukan safety check dengan menoleh ke kanan belakang sebelum naik ke motor dan sebelum memasuki jalan raya.

Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menekankan pentingnya kebiasaan ini, terutama bagi para pengendara motor di kalangan generasi muda dan komunitas kendaraan bermotor. “Saya berharap seluruh pengendara, khususnya rekan-rekan komunitas dan generasi muda, mulai membiasakan diri melakukan safety check sederhana seperti tengok kanan belakang sebelum naik kendaraan dan sebelum masuk ke jalan raya. Langkah kecil ini bisa menyelamatkan nyawa. Mari jadikan keselamatan sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban,” ujarnya.

Mengapa Perlu Menoleh Kanan Belakang?

  1. Sebelum Naik ke Motor

Menoleh ke kanan belakang bertujuan memastikan tidak ada kendaraan lain yang melaju dari sisi belakang kanan. Tindakan ini penting untuk menghindari risiko kecelakaan saat berdiri, menggeser motor, atau hendak naik ke atas kendaraan.

  1. Sebelum Masuk ke Jalan Raya

Jangan langsung bergabung ke arus lalu lintas. Lihat spion, lalu tengok kanan belakang guna memastikan tidak ada kendaraan di titik buta (blind spot). Spion hanya membantu sebagian, namun tidak cukup untuk melihat seluruh area di sekitar pengendara.

  1. Jadikan Kebiasaan

Safety check ini sebaiknya dilakukan setiap kali sebelum berkendara. Pengendara juga disarankan untuk mengajak keluarga, teman, dan komunitas agar membiasakan langkah sederhana ini demi keselamatan bersama.

#Cari_Aman Setiap Hari

Langkah kecil seperti menoleh ke kanan belakang terbukti berdampak besar dalam mencegah kecelakaan lalu lintas. Jadikan keselamatan sebagai bagian dari budaya berkendara, bukan sekadar formalitas. Ingat: Lihat Spion – Lakukan Safety Check – Tengok Kanan Belakang – Aman Baru Melaju. (bul)

Gapasdap: Tarif Transportasi Laut Berpotensi Naik Imbas Konflik Iran-Israel-AS

0
Khoiri Soetomo(ekbistntb.com/bul)

Lombok (ekbistntb.com) – Ketegangan geopolitik global, terutama konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, dinilai berpotensi memicu kenaikan tarif transportasi laut di Indonesia. Hal ini disampaikan Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), Khoiri Soetomo.

Menurut Khoiri, salah satu dampak yang paling dikhawatirkan adalah jika Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan militer Amerika Serikat. Penutupan jalur penting pengiriman minyak dunia itu diperkirakan akan mendorong harga minyak mentah global melonjak hingga USD 100 per barel.

“Artinya, dengan naiknya harga minyak, tentu saja akan mempengaruhi semua sektor, karena biaya transportasi akan sangat tinggi,” ujar Khoiri saat peresmian Kantor Dharma Lautan Utama di Lembar, Lombok Barat.

Ia menjelaskan, kenaikan harga bahan bakar akan turut memicu kenaikan harga suku cadang dan komponen operasional lainnya. Akibatnya, beban biaya angkutan laut meningkat dan berpotensi mengganggu daya saing ekonomi nasional.

Menghadapi potensi krisis ini, Gapasdap meminta pemerintah, khususnya di bawah kepemimpinan presiden terpilih Prabowo Subianto, untuk segera mengambil langkah antisipatif.

“Kami sangat berharap bahwa pemerintah Pak Prabowo bisa mengantisipasi,” tegas Khoiri.

Secara khusus, ia juga mendorong Kementerian Perhubungan untuk melakukan deregulasi terhadap aturan-aturan yang selama ini dianggap menghambat kelancaran sektor transportasi laut.

“Kami harapkan pemerintah mulai mengantisipasi dengan memberikan deregulasi yang tepat. Kecepatan dalam pengambilan keputusan sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Khoiri menekankan pentingnya menciptakan iklim usaha yang kondusif agar kontinuitas layanan transportasi tetap terjaga.

“Kalau kondusif, maka kontinuitas pelayanannya akan tetap terjaga, sehingga perekonomian nasional tetap bisa didukung,” ungkapnya.

Ia juga menyebut bahwa para pengusaha kapal kini mulai menghitung ulang biaya operasional sebagai langkah antisipatif atas fluktuasi harga minyak akibat konflik.

“Memang tidak ada pilihan lain. Dunia usaha harus siap, dan profesionalisme harus diutamakan agar layanan tetap berjalan,” pungkas Khoiri. (bul)

Atasi Kisruh Teluk Ekas, Bupati Lotim Bertemu dengan Bupati Loteng

0
Pertemuan antara Plh Sekda, Bupati Loteng, dan Bupati Lotim di Prime Park membahas kisruh Teluk Ekas, Rabu, 25 Juni 2025 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Plh Sekda NTB, Lalu Mohammad Faozal mengadakan pertemuan khusus dengan Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin dan Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri untuk menangani kisruh di Teluk Ekas, Desa Ekas Buana, Jerowaru, Lombok Timur.

Pertemuan ini dilakukan di Hotel Prime Park, Rabu, 25 Juni 2025 malam.

Bupati Lombok Tengah mengatakan, persoalan di Teluk Ekas sudah diselesaikan. Menurutnya, tidak ada niat jahat di balik potongan video viral Bupati Lotim tersebut.

“Tidak ada pemerintah yang ingin menyengsarakan rakyatnya, kami berkeyakinan Bupati Lombok Timur memiliki tujuan yang baik,” ujarnya, Rabu, 25 Juni 2025.

Hal serupa disampaikan oleh Bupati Lombok Timur, ia mengatakan tidak ada lagi masalah yang dipersoalkan. Antara Bupati Lotim dan Loteng tidak ada ketegangan, semua baik-baik saja.

Sementara, untuk menangani persoalan teknis wilayah perairan Ekas, Haerul Warisin atau yang kerap disapa Iron ini mengaku akan ada pertemuan lanjutan antara Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur dan Dinas Pariwisata Lombok Tengah.

“Jadi Kadis Priwisata Lotim dan Loteng akan melakukan pertemuan pada Sabtu besok, karena kami sudah selesai ini, tidak ada apa-apa. Nanti akan ada pembahasan secara tekhnis disiru apa yang akan disepakati. Yang jelas semua aman, semua baik, tidak ada persoalan,” tegasnya.

Ia menekankan, Teluk Ekas merupakan milik bersama. Hanya saja, untuk menjaga keselamatan wisatawan, guide atau pemandu wisata asal Lombok Tengah tidak bisa lagi memarkirkan perahu di tengah laut.

“Teluk Ekas milik kita bersama. Untuk menjaga keselamatan, kalau mereka ada di tengah, pemandu atau mereka-mereka yang melakukan kegiatan surfing itu berbahaya,” tambahnya.

Contohnya saja, kasus meninggalnya pendaki di Gunung Rinjani, yang diintrogasi ujar Iron adalah Pemkab Lotim. Padahal, wilayah Rinjani masuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang dikelola oleh pemerintah pusat.

“Kami yang disalahkan, kami yang ditanya, kami yang diintrogasi, semua kami. Sehingga pada pertemuan nanti akan ada kesepakatan antara Kadispar Lotim dan Loteng,” pungkasnya. (era)

Musisi Korea Park Seung Hoon Berbagi Inspirasi Musik Tradisional dan K-Pop di Universitas Hamzanwadi

0
Musisi Korea berbagi inspirasi di Universitas Hamzanwadi, belum lama ini (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Hamzanwadi sukses menyelenggarakan kuliah tamu internasional menghadirkan musisi dan produser ternama asal Korea Selatan, Park Seung Hoon. Kegiatan yang berlangsung dalam dua sesi (23 dan 30 Juni 2025) ini memberikan pengalaman langka bagi mahasiswa untuk menggali kekayaan musik Korea, mulai dari akar tradisional hingga fenomena global K-Pop.

Park Seung Hoon membawakan materi interaktif yang mengintegrasikan budaya, tradisi, dan inovasi. Pada sesi pertama, ia mengajak peserta menyelami evolusi musik Korea—mulai dari gugak (musik klasik) hingga gelombang K-Pop—beserta filosofi dan elemen musikal yang membentuk identitasnya.

Sesi kedua fokus pada eksplorasi kolaborasi budaya musik Korea dan Lombok. Park mendorong mahasiswa untuk bereksperimen menggabungkan alat musik seperti gayageum (kecapi tradisional Korea) dengan gendang beleq atau suling sasak khas Lombok, menciptakan dialog artistik yang inovatif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Hamzanwadi dalam memperluas wawasan global mahasiswa dan memperkuat diplomasi budaya melalui pendidikan seni. “Musik adalah bahasa universal. Kolaborasi budaya seperti ini memungkinkan kita saling belajar dan menciptakan harmoni baru yang kaya makna,” tegas Park Seung Hoon dalam paparannya.

Antusiasme tinggi ditunjukkan peserta, baik dari prodi Pendidikan Seni maupun masyarakat umum. Rektor Universitas Hamzanwadi dalam sambutannya menyatakan harapan agar kolaborasi ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memicu mahasiswa untuk mengangkat potensi lokal ke panggung internasional. Acara ini juga dinilai mempererat hubungan kebudayaan Indonesia-Korea Selatan melalui jalur pendidikan dan seni.

Universitas berencana menjadikan kolaborasi serupa sebagai program rutin, sekaligus menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan institusi seni di Korea Selatan untuk pengembangan kurikulum berbasis pertukaran budaya. (rus)

Sektor Pariwisata Tertekan, PHRI NTB Khawatir Badai PHK Terjadi

0
Ni Ketut Wolini (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Sektor pariwisata sebagai salah satu tulang punggung perekonomian Nusa Tenggara Barat tengah menghadapi tantangan serius. Perlambatan ekonomi dan penurunan daya beli masyarakat mulai terasa dampaknya, sehingga memicu kekhawatiran akan terjadinya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di sektor ini.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, menyampaikan kekhawatiran bahwa kondisi ini berpotensi menimbulkan efek domino yang luas, tidak hanya di NTB tetapi juga secara nasional.

“Sekarang siapa yang mau jalan-jalan? Dana tidak ada. Kondisinya sama, baik di sektor pariwisata maupun perdagangan,” ujarnya, Rabu, 25 Juni 2025.

Menurutnya, pariwisata merupakan barometer ekonomi daerah. Jika sektor ini melemah, maka sektor-sektor turunannya akan ikut terdampak, mulai dari pemandu wisata, agen perjalanan, pelaku UMKM, hingga pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas wisata.

“Kalau pariwisata lesu, semua akan kena imbasnya. Hotel pun memengaruhi banyak pihak, termasuk supplier bahan makanan seperti buah, sayur, dan daging. Kalau hotel tidak beroperasi maksimal, rantai pasok ikut terhenti,” jelasnya.

Kekhawatiran ini semakin kuat dengan adanya laporan PHK terhadap 100 pekerja sektor pariwisata di Bali. Bagi Wolini, ini adalah sinyal “lampu kuning” yang berpotensi berubah menjadi “lampu merah” jika pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret.

“Kalau tidak cepat-cepat pemerintah hadir, PHK itu bisa terjadi juga di NTB. Ini kondisi nyata,” tegasnya.

Wolini menambahkan bahwa fenomena pelemahan sektor pariwisata ini tidak hanya terjadi di NTB atau Bali, tetapi merata di hampir seluruh daerah di Indonesia yang tengah berupaya melakukan efisiensi operasional akibat tekanan ekonomi.

“Kalau kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan terjadi PHK massal. Sekarang saja kondisinya sudah tidak baik-baik saja,” pungkasnya.(bul)