Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 242

Pemprov NTB Harap Keterwakilan Daerah Tetap Ada di Struktur Komisaris ITDC

0
H. Yusron Hadi (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperjuangkan agar masyarakat NTB tetap memiliki keterwakilan dalam struktur komisaris Injourney Tourism Development Corporation (ITDC). Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kepentingan daerah tidak terabaikan dalam setiap pengambilan kebijakan strategis, terutama di kawasan Mandalika yang menjadi fokus pengembangan pariwisata nasional.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistika (Diskominfotik) Provinsi NTB, H. Yusron Hadi, ST., MUM., menyampaikan bahwa Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, kini tengah melakukan komunikasi intensif dengan pihak pemerintah pusat. Upaya tersebut bertujuan menjaga agar posisi perwakilan dari NTB tetap ada dalam struktur komisaris ITDC, khususnya pada jajaran komisaris.

“Kita berharap keterwakilan masyarakat NTB dalam struktur ITDC tetap ada dan jangan dipandang sebelah mata,” tegas Yusron kepada ekbisntb.com, Sabtu, 5 Juli 2025.

Menurut Yusron, keberadaan wakil dari NTB sangat penting untuk memastikan setiap dinamika dan aktivitas—baik skala lokal, nasional, maupun internasional—yang terjadi di kawasan ITDC bisa berjalan dengan sinergi dan mengakomodasi kepentingan masyarakat setempat.

“ITDC bukan hanya soal investasi dan pembangunan fisik. Di dalamnya ada dimensi sosial, budaya, dan kepentingan daerah yang tidak boleh diabaikan,” katanya.

Lebih lanjut, Yusron menjelaskan bahwa kawasan Mandalika sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) membutuhkan kebersamaan dan kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Maka dari itu, keterlibatan figur lokal dalam struktur komisaris ITDC akan memperkuat jembatan komunikasi dan kepentingan antar pemangku kepentingan.

“Adanya keterwakilan NTB di jajaran komisaris ITDC diharapkan mampu mengakomodir kepentingan masyarakat NTB secara keseluruhan,” ujarnya.

Pemprov NTB sendiri telah menyampaikan berbagai pertimbangan strategis terkait pentingnya representasi daerah dalam struktur kepemimpinan ITDC. Selain memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap proyek-proyek nasional, hal ini juga mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program di lapangan.

Yusron menegaskan komitmen Gubernur NTB untuk menjaga kepentingan daerah tetap diperhatikan dalam setiap aspek pembangunan nasional yang berlangsung di wilayah NTB, khususnya Mandalika. “Kami optimis, dengan komunikasi yang baik, harapan ini bisa terwujud,” ujanya. (ham)

Selama Juli, Tiga Balapan Bergengsi Akan Digelar di Sirkuit Mandalika

0
Balap Mobil Sirkuit Mandalika(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Sepanjang bulan Juli 2025, Sirkuit Mandalika akan diramaikan dengan berbagai agenda balap bergengsi yang dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan pecinta motorsport, dari komunitas hingga pembalap profesional.

Berikut tiga agenda balapan tersebut.

1. Mandalika Drag Fest (12–13 Juli 2025)

Adu kecepatan mobil dan motor di lintasan lurus (drag race) siap memacu adrenalin para peserta dan penonton. Mandalika Drag Fest menghadirkan kompetisi drag race dengan standar keselamatan tinggi, melibatkan pembalap dari berbagai daerah dan komunitas otomotif lokal. Ajang ini menjadi panggung pembinaan bagi talenta muda sekaligus ajang edukasi bagi publik tentang format balap drag yang profesional dan aman.

2. Mandalika Festival of Speed (18–20 Juli 2025)

Festival multi-event ini menampilkan kejuaraan roda empat dalam satu rangkaian, diantaranya:
– Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ITCR – Seri kejuaraan nasional yang mempertemukan para pembalap terbaik Indonesia di kategori mobil touring.
– Time Attack – Kompetisi melawan waktu yang menguji ketepatan dan kecepatan dalam melahap setiap sektor lintasan.
– BRZ Super Series – Balapan yang menggunakan mobil sport Subaru BRZ, yang saat ini menjadi salah satu kategori balap yang digemari karena keunggulan performa dan pengendaliannya.
– Mandalika Drift Camp – Sesi pelatihan sekaligus demonstrasi teknik drifting, diikuti oleh para drifter lokal dan nasional, dengan harapan dapat mendorong lahirnya talenta drifter profesional dari Indonesia.
Festival ini tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk mendorong pembibitan atlet balap nasional dan memperluas basis penggemar motorsport di Indonesia.

3. JDM Fun Day Mandalika Time Attack (25–27 Juli 2025)

JDM (Japan Domestic Market) Fun Day diikuti lebih dari 50 mobil JDM atau mobil sport produksi Jepang. Peserta berasal dari berbagai komunitas dan individu akan beradu cepat dalam format Time Attack. Kompetisi ini terbuka bagi semua level, mulai dari pemula hingga pembalap profesional. Para peserta akan berlomba mengukir waktu tercepat di lintasan Sirkuit Mandalika dalam suasana yang penuh semangat, kompetitif, sekaligus bersahabat.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menyampaikan Sirkuit Mandalika bukan hanya untuk MotoGP atau balap internasional, tetapi juga terbuka bagi semua komunitas dan disiplin balap seperti drag race, drifting, time attack, hingga komunitas JDM.

Dengan kalender kegiatan yang padat dan variatif sepanjang bulan Juli 2025, Sirkuit Mandalika terus menegaskan perannya sebagai episentrum motorsport nasional. Setiap putaran roda, suara mesin, dan deru kecepatan di Sirkuit Mandalika tidak hanya mencerminkan semangat kompetisi, tetapi juga semangat kolaborasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan bagi generasi pecinta otomotif Indonesia.(bul)

Libatkan Petani, Bazar Tenten Tani Digelar pada CFN dan CFD Lobar

0
Wabup Hj Nurul Adha didampingi Kadistan Hj Damayanti Widyaningrum memantau pasar Tenten Tani belum lama ini. (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Care Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD) Gerung Lombok Barat kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Pasalnya, CFN akhir pekan ini selain menyuguhkan atraksi seni budaya juga diadakan Bazar Tenten Tani oleh Pemkab melalui Dinas Pertanian yang mendapatkan giliran sebagai penanggung jawab acara tiap akhir pekan ini.

Bazar ini menjual produk-produk atau hasil panen petani untuk membantu mereka dari sisi pemasaran. Dengan menjual 12 bahan pangan strategis penyebab inflasi. Bazar CFN ini juga diharapkan membantu warga untuk membeli kebutuhan dengan harga terjangkau sehingga bisa mengendalikan inflasi di pasaran.

Kadistan Lobar Hj Damayanti Widyaningrum mengatakan pada CFN dan CFD ini diadakan aneka kegiatan sesuai bidang Pertanian.

“Diantaranya ada Bazar Tenten Tani, sayur gratis, dan pelayanan kesehatan hewan  kesayangan atau peliharaan,”kata dia, kemarin. Lebih lanjut dikatakan, Bazar Tentan Tani dan sayur gratis ini bertujuan untuk mendukung penanganan inflasi. Supaya masyarakat bisa membeli dengan harga murah. Produk bahan pokok yang dijual pun dengan harga murah, kerja sama dengan pihak terkait dan petani.

Pihaknya telah menyiapkan produk petani seperti beras, cabai rawit, telur, bawang merah, bawang putih, gula aren, daging ayam, daging sapi. Selain itu ada komoditas pabrikan yakni minyak goreng dan gula pasir. “Jadi semua produk itu (kecuali minyak dan gula pasir) dari petani yang kami bawa ke sana (CFN) kami bantu jualkan,”ujarnya. Tentu petani menerima harga jual sesuai dengan yang dihasilkan normal. Pihaknya  membantu fasilitasi distribusi pangan, atau ongkos angkutnya.

“Jadinya konsumen bisa dapatkan (beli) dengan harga layak, petani juga tetap mendapatkan untung. Kita yang menjual tidak merugikan petani, kami fasilitasi dari dinas untuk ongkos angkutnya,”imbuhnya.

Sedangkan untuk pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat ini sekaligus ingin memasyarakatkan kepada warga, kalau ada hewan peliharaannya seperti kucing dan anjing yang Sakit bisa ke Distan.

Selain kegiatan kekhasan dari pertanian, ditampilkan juga kreatifitas seni budaya lokal masyarakat seperti Cilokak, seni karate dan seni budaya lainnya. “Kita juga ada bintang tamu artis penyanyi X Factor,”ujarnya. Pihaknya juga akan menberikan edukasi terkait sampah, mengajak masyarakat jangan buang sampah sembarang. “Nanti ada kuis-kuis hadiah terkait edukasi sampah ini,”imbuhnya. Pihaknya sudah menyiapkan tempat sampah untuk warga membuang sampah. Ia berharap dengan begitu Dinas LH juga tidak terlalu capek mengangkut sampah.

Pihaknya juga mengajak para petani ikut kegiatan CFN ini, supaya Petani juga bisa sekali sekali menikmati hiburan. Jangan hanya mereka kerja di sawah.  Door prize khusus Petani pun telah disiapkan. Bagi yang bisa menjawab diberikan benih padi, pupuk. Untuk door prize acara ini, Pihaknya menyiapkan hadiah seperti kulkas, kipas angin, sepeda, kompor gas, dan Mejikom serta yang lainnya. Ia menambahkan, giliran jadwal mengisi kegiatan CFN ini mepet karena dimajukan sehingga ia berupaya menyiapkan semaksimal mungkin berkolaborasi dengan semua Pihak di Dinas. “Alhamdulillah bisa kami siapkan,”imbuhnya. (her)

Sri Mulyani Sebut Rasio Utang RI Terendah di Antara Anggota G20

0
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat Rapat Kerja Komisi XI DPR RI di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis 3 Juli 2025(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan rasio utang Indonesia termasuk yang terendah di antara negara-negara anggota G20.

“Rasio utang Pemerintah Indonesia dibanding negara G20 termasuk yang terendah,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Jumat 4 Juli 2025.

Itu, menurut Sri Mulyani, menjadi indikator kuat stabilitas ekonomi nasional yang terjaga di tengah dinamika global.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), rasio utang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan I 2025 tercatat sebesar 30,6 persen.

Ia mengatakan stabilitas ekonomi saat ini ditopang oleh koordinasi erat antara kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan oleh pemerintah bersama Bank Indonesia. Hal ini juga tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang solid dengan tingkat inflasi yang terkendali.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2025 mencapai 4,87 persen (year-on-year/yoy), meskipun secara triwulanan mengalami kontraksi sebesar 0,98 persen (quarter-to-quarter/qtq). Capaian pertumbuhan ini diklaim termasuk yang tertinggi di antara negara-negara G20.

Sementara itu, inflasi Indonesia juga tergolong rendah. Pada Juni 2025, inflasi tercatat sebesar 0,19 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), dengan inflasi tahunan mencapai 1,87 persen (yoy).

“Inflasi kita juga termasuk yang terendah di antara ASEAN dan G20, dan cadangan devisa kita menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah pada bulan Maret yang lalu,” ujar Sri Mulyani.

Sebagai refleksi delapan bulan awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Sri Mulyani mengatakan kebijakan fiskal difokuskan pada efisiensi dan penguatan program prioritas.

“Kebijakan fiskal moneter terus dilakukan di dalam rangka mengikuti prioritas Presiden yang dalam hal ini, antara efisiensi yaitu mengurangi belanja kementerian/lembaga dan kemudian merealokasikan kepada program-program prioritas baru yang merupakan inisiatif Bapak Presiden,” katanya.

Beberapa kebijakan yang telah diterapkan antara lain pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen hanya untuk barang mewah, stimulus ekonomi untuk mendorong konsumsi masyarakat, serta pengelolaan transisi pemerintahan yang dinilai cepat dan stabil.

Tak hanya kebijakan makro, Sri Mulyani juga menyoroti sejumlah program Presiden Prabowo yang berdampak langsung ke masyarakat, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengamanan stok beras sebesar 4 juta ton, penghapusan utang macet UMKM, serta pembentukan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih.

Percepatan Investasi

Saat merespons adanya tren perlambatan investasi yang terjadi pada triwulan I 2025, Sri Mulyani Indrawati menyebut, deregulasi merupakan kunci untuk mendorong percepatan investasi Indonesia.

Menkeu mengungkapkan beberapa fokus utama deregulasi, antara lain percepatan proses perizinan hingga ke tingkat pemerintah daerah (perda), penyederhanaan proses impor bagi industri dalam negeri, serta dukungan investasi strategis melalui relaksasi kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Selain itu, pemerintah juga terus mengoptimalkan kebijakan pendukung lain seperti insentif fiskal, percepatan investasi langsung (foreign direct investment), dan penguatan peran BUMN melalui pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

“Salah satu contoh deregulasi yang cukup berhasil adalah pada sektor perdagangan atau penyaluran pupuk bersubsidi. Sebanyak 145 aturan telah dipangkas, sehingga petani kini dapat memperoleh pupuk secara tepat waktu sebelum masa tanam. Hal ini turut menjelaskan perbaikan pertumbuhan di sektor pertanian,” jelasnya.

Untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, menurut Menkeu membutuhkan peningkatan investasi yang cukup signifikan. Dalam paparannya, pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi pada triwulan I 2025 hanya tumbuh 2,1 persen secara tahunan (yoy).

Kemudian berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi triwulan I 2025 mencapai Rp465,2 triliun, tumbuh 15,9 persen secara tahunan. Meskipun nilai tersebut lebih tinggi dibanding periode sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp401,5 triliun, namun tingkat pertumbuhannya lebih rendah dibanding triwulan I 2024 yang sebesar 22,1 persen.

“Berbagai kebijakan, seperti pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) turut diperkuat. Di satu sisi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki tugas untuk mengawasi, namun di sisi lain juga memberikan fasilitasi agar industri manufaktur dalam kawasan tersebut mampu bersaing secara global,” ujar Bendahara Negara tersebut.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menegaskan percepatan investasi menjadi krusial untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagaimana diketahui, target pertumbuhan ekonomi 2025 diproyeksikan berada pada kisaran 4,7 – 5 persen. Agar tercapai, konsumsi rumah tangga perlu dijaga tumbuh di atas 5 persen, sementara investasi harus tumbuh 4,5-4,7 persen.

“Padahal, pada triwulan I 2025, pertumbuhan investasi baru mencapai 2,1 persen. Artinya, laju investasi harus ditingkatkan hingga dua kali lipat,” terangnya. (ant)

Bulog Baru Serap 8 Ribu Ton Jagung Petani

0
Pekerja saat mengangkut jagung di Gudang sewa Kareke(ekbisntb.com/ist)

Dompu (ekbisntb.com) – Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bima ditargetkan menyerap jagung petani hingga 21.840 ton pipilan kering selama 2025. Hingga 30 Juni, serapan jagung petani dari Dompu, Bima, dan Kota Bima sebanyak 8.081 ton.

Wilayah Kabupaten Dompu sendiri ditargetkan sebanyak 10 ribu ton jagung pipilan kering. Jagung yang diserap merupakan jagung dengan kadar air maksimal 14 persen dan dikemas dalam karung 70 kg.

Heri Sulistiyo yang dikonfirmasi, Jumat 4 Juli 2025 mengatakan, hingga 30 Juni 2025 lalu, jagung petani yang diserap baru 8.081 ton dari target 21.840 ton selama 2025. Penyerapan jagung terus dilakukan hingga saat ini. “Kita masih terus melakukan penyerapan,” ungkapnya.

Jumlah ini terus meningkat dibandingkan pada 31 Mei 2025 lalu yang baru 5.939 ton. Untuk memaksimalkan serapan jagung dan efektivitas serapan jagung, Bulog masih tetap bermitra dengan Kepolisian dan PPL.

Harga yang ditawarkan kepada petani masih sesuai dengan HPP yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar Rp.5.500 ribu per kg untuk jagung pipilan kering.

Selain menyerap jagung petani, Bulog juga menjual stok jagungnya hasil serapa 2024 lalu. Jagung stok 2024 ini ada di Gudang CDC Kampasi Meci Kecamatan Manggelewa. Dari 9 ribu ton stok jagung 2024, saat ini tinggal beberapa ton saja. (ula)

Gunakan Kapal Scenic Eclipse, 184 Wisman Kunjungi  Desa Budaya Pamulung

0
Nampak penumpang kapal pesiar Scenic Eclipse saat turun dari kapal dan melakukan kunjungan ke desa wisata(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Sebanyak 184 wisatawan mancanegara (Wisman) yang merupakan penumpang dari kapal pesiar Scenic Eclipse II kembali melakukan kunjungan di Sumbawa, Jumat 4 Juli 2025 setelah sebelumnya sebanyak 191 Wisman juga datang ke Sumbawa.

“Hingga bulan Juli sudah tiga kali kapal pesiar datang ke Sumbawa tahun ini dengan total penumpang secara keseluruhan mencapai 564 orang,” Kata kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Disparpora) Dr. Deddy Heriwibowo kepada Ekbis NTB, Jumat 4 Juli 2025.

Angka kunjungan Wisman ke Sumbawa hingga bulan Juli cukup tinggi baik yang menggunakan kapal pesiar maupun pesawat langsung. Kedatangan mereka pun masih tetap sama yakni melihat budaya di desa Budaya Pamulang termasuk beberapa kegiatan masyarakat.

“Jadi, rata-rata wisman yang datang ke Sumbawa hari ini hanya untuk melihat desa Budaya Pamulung dan kami sudah siapkan kegiatan mulai dari barapan kebo (balapan kerbau) hingga barodak (ritual sebelum pernikahan),” ucapnya.

Disebutkanya, kapal pesiar yang membawa mengangkut 184 orang tersebut berasal dari berbagai Negara, seperti Australia, Selandia Baru, Perancis dan beberapa negara Eropa lainnya. Para wisman ini tertarik datang ke Sumbawa karena menyaksikan secara langsung budaya masyarakat.

“Jadi, setelah mereka turun dari kapal kita langsung mengajak mereka ke desa wisata Pemulung untuk menyaksikan Karapan Kerbau yang merupakan atraksi unik satu satunya di Indonesia,” ujarnya.

Doktor Deddy turut mengajak semua pihak untuk sama-sama bekorlabori membagun sektor pariwisata. Dirinya juga mengajak masyarakat ikut menjaga kelestarian alam, mengingat distinasi wisata di Kabupaten Sumbawa berbasis alam.

“Dua ikon utama kita Mata Jitu dan Hiu Paus harus kita betul-betul serius menjaganya. Kalau tidak ini bisa hilang kita juga yang rugi,” pungkasnya. (ils)

Pemda KSB Kembali Gratiskan PBB

0
Ari Hadiarta(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat akan kembali menggratiskan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2025 ini.

Sama seperti tahun sebelumnya, program insentif pajak itu berlaku dengan nominal pertanggungan objek pajak di bawah atau sama dengan nilai Rp100 ribu. “Pokoknya nilai pajaknya Rp100 ribu kami pastikan gratis tahun ini,” kata kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) KSB, Ari Hadiarta, Jumat 4 Juli 2025.

Berdasarkan data tahun lalu, Ari menyebut, jumlah obyek pajak yang mendapat program tersebut mencapai sekitar 70an ribu lebih. Dan tahun ini ia memastikan, jumlahnya akan bertambah mengingat dalam 1 tahun pasti terjadi proses mutasi, pemecahan dan penerbitan baru obyek pajak. “Kalau soal jumlah finalnya berapa yang dapat program itu nanti kita baru bisa hitung setelah pencetakan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) tahun ini,” paparnya seraya menambahkan program ini sebelumnya disambut baik oleh masyarakat.

“Program ini pada prinsipnya bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat di tengah kebutuhan tuntutan ekonomi,” sambung Ari.

Meski membebaskan PBB bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan nominal pertanggungan pajak di bawah Rp100 ribu, menurut Ari kebijakan ini tidak akan mempengaruhi pencapaian target PAD Tahun 2025 ini. “Insyaallah target PAD kita tidak akan berpengaruh,” tegasnya.

Sementara itu Bupati, H Amar Nurmansyah mengatakan, program pembebasan pajak dengan nominal pertanggungan pajak di bawah Rp 100ribu itu mulai tahun ini menjadi bagian dari Program Kartu KSB Maju. “Jadi kita integralkan menjadi bagian layanan program Kartu KSB Maju,” sebutnya.

Masuk menjadi salah satu layanan Program Kartu KSB Maju, Bupati mengatakan, dirinya telah meminta kepada Bapenda untuk segera mendata para calon penerima. Sehingga realisasi kegiatannya dapat pula dipercepat. “Perkiraan saya ada sekitar 72 ribu calon penerima. Karena datanya banyak, maka saran saya ke Bapenda mulai sekarang agar disiapkan pencetakan SPPT-nya,” katanya.

Bupati lebih jauh menyampaikan terkait pelaksanaan Program Kartu KSB Maju. Menurut dia, sejauh ini realisasi lapangan untuk beberapa kegiatan sudah dirasakan manfaatnya oleh mayarakat. Terutama yang bersifat layanan dasar seperti pada bidang kesehatan.

“Untuk Program Maju Kesehatan semua jenis layanannya sudah jalan. Maka dari itu kepada seluruh OPD Pengampu program lainnya agar menpercepat pesrsiapannya sehingga dapat dirasakan juga manfaatnya,” pungkas Bupati. (bug)

Sumbawa Usulkan Rp9,7 Miliar untuk Desa Nelayan Merah Putih

0

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Sumbawa, mengusulkan anggaran sekitar Rp9,7 miliar ke Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) untuk merealisasikan desa Bungin menjadi kampung nelayan merah putih.

“Jadi, dari 7 desa yang kita usulkan hanya desa Bungin di kecamatan Alas yang lolos untuk dilakukan asistensi lebih lanjut dalam rangka mendukung program koperasi merah putih yang dicanangkan pemerintah,” kata Kadislutkan, Rahmat Hidayat kepada Ekbis NTB, Jumat 4 Juli 2025.

Dayat melanjutkan, kebutuhan anggaran Rp9,7 miliar itu nantinya akan diperuntukkan untuk pengadaan 10 unit kapal. Selain itu pemerintah juga akan memberikan bantuan mesin, alat tangkap, truk berpendingin, balai nelayan, dan dermaga.

“Angka tersebut sebenarnya masih hitungan kasar kita, untuk lebih tekhnis nantinya kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari KKP dengan harapan kebutuhan anggaran tersebut bisa disetujui,” ujarnya.

Fasilitas pendukung tersebut nantinya akan dikelola oleh koperasi merah putih yang saat ini tengah dibentuk oleh Pemerintah. Sehingga akan terjadi pertumbuhan ekonomi di masyarakat wilayah pesisir dan tujuan akhirnya menurunkan angka kemiskinan.

“Tujuan akhir dari program tersebut meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat desa sekaligus penataan kawasan nya agar tidak terkesan kumuh,” ujarnya.

Seraya menambahkan, tujuan akhir dari program tersebut tentu sangat bagus demi kesejahteraan ekonomi masyarakat di desa.  Sementara hasil kordinasi terakhir dengan kepala desa Bungin untuk pelaksanaan program tersebut mereka memiliki kendala.

“Ketersediaan tanah menjadi kendala di desa Bungin, tetapi kami tetap akan mencari solusi terbaik agar kendala ini bisa diselesaikan sehingga pembangunan infrastruktur penunjang bisa dilakukan salah satunya pembangunan cold storage,” tukasnya. (ils)

PLN Perkuat Kontribusi Energi Hijau di NTB, Targetkan NZE 2050

0
PLN UIW NTB terus memperkuat kontribusinya dalam transisi energi bersih di Indonesia, khususnya melalui pengembangan PLTS di Pulau Lombok.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat kontribusinya dalam transisi energi bersih di Indonesia, khususnya melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Lombok. Upaya ini menjadi bagian dari langkah PLN NTB dalam mendukung tercapainya target Net Zero Emission (NZE) Provinsi NTB pada 2050, sepuluh tahun lebih cepat dari target nasional.

Hingga saat ini, total kapasitas terpasang PLTS di sistem kelistrikan Lombok telah mencapai 22,42 megawatt (MW). PLTS tersebar di sejumlah lokasi, antara lain Peringgabaya, Selong, Sengkol, dan Sambelia. Kontribusi PLTS terhadap daya terpasang mencapai 4,3 persen, memberikan dorongan signifikan terhadap bauran energi baru terbarukan (EBT) di wilayah NTB.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa pengembangan energi hijau merupakan prioritas PLN di daerah. “Kami berkomitmen penuh menghadirkan energi bersih dan berkelanjutan di wilayah ini. PLTS adalah salah satu langkah strategis kami untuk mempercepat bauran EBT dan mencapai target NZE 2050 di NTB,” ujarnya.

Menurut PLN, pertumbuhan PLTS yang pesat dibandingkan pembangkit EBT lainnya didorong oleh potensi energi surya yang besar di NTB, biaya instalasi yang semakin kompetitif, serta keuntungan lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca. Energi dari PLTS dinilai mampu menurunkan emisi karbon dengan faktor emisi sebesar 1,11 ton CO₂ per megawatt-jam (MWh).

Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga merancang pengembangan PLTS yang dilengkapi dengan teknologi Battery Energy Storage System (BESS). Teknologi ini berfungsi mengatasi tantangan intermitensi atau ketidakstabilan pasokan listrik dari energi surya serta meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan.

Dalam dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, PLN menargetkan penambahan kapasitas pembangkit EBT di NTB sebesar 334 MW, khususnya melalui PLTS dan BESS. Selain itu, pengembangan pembangkit berbasis tenaga angin, air, arus laut, panas bumi, dan biomassa juga tengah dirancang untuk meningkatkan bauran EBT hingga mencapai 25,2 persen pada 2034.

Sri Heny menambahkan, transisi energi tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. “Transisi menuju energi bersih adalah investasi untuk masa depan NTB yang lebih hijau, mandiri energi, dan tangguh secara ekonomi,” tutupnya.

Dengan roadmap yang terstruktur dan komitmen kuat, PLN UIW NTB menargetkan Pulau Lombok dan wilayah NTB sebagai contoh sukses pengembangan energi hijau di kawasan timur Indonesia. (bul)

Tagih Tunggakan Pajak, Dewan Minta Pemprov NTB Bangun Kolaborasi dengan Kabupaten/Kota 

0
M. Nashib Ikroman(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) telah membentuk Tim Operasi Kejar (Opjar) untuk melakukan penagihan piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan (P2). Jumlah piutang PBB P2 yang akan diburu mencapai Rp55 miliar yang tersebar di ratusan ribu wajib pajak se Lotim.

DPRD Provinsi NTB melihat hal ini sebagai langkah yang strategis dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PBB). Karena itulah, upaya ini perlu mendapat atensi dari Pemprov NTB agar bisa melakukan kerja sama di lapangan. Sebab Pemprov NTB juga memiliki kepentingan untuk menagih kewajiban dari para wajib pajak, misalnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan lainnya.

Anggota Komisi III DPRD NTB M. Nashib Ikroman mengatakan, Pemprov dan pemda kabupaten/kota sebenarnya memiliki problem yang sama terkait dengan tunggakan pajak. Tentu objek pajak antara Pemprov dan kabupaten/kota berbeda-beda, namun subjek pajak relatif sama.

“Kabupaten memiliki kewenangan PBB dengan tunggakan yang tak kalah banyak, provinsi juga selaku memilik kewenangan pemungut pajak kendaraan juga mengalami hal yang sama. Sehingga saya sarankan kepada Pemprov NTB dan kabupaten untuk duduk bersama, agar tak terpisah-pisah,” kata M. Nashib Ikroman kepada Ekbis NTB, Jumat 4 Juli 2025 kemarin.

Ia mengatakan, perlu dibangun sebuah sistem kolaborasi antara Pemprov NTB dengan kabupaten/kota dalam penagihan piutang pajak di masyarakat. Sehingga pekerjaan yang sama ini bisa lebih optimal.

“Misalnya Opjar yang dibentuk oleh Pemkab Lotim ini kan akan mendatangi rumah ke rumah. Kenapa tidak misalnya diberi tugas tambahan untuk penagihan pajak provinsi. Kalaupun tak memiliki kewenangan memungutan misalnya, minimal membantu melakukan sosialisasi. Misalnya sosialisasi diskon pajak kendaraan,” katanya.

Kolaborasi penagihan pajak ini makin penting karena opsen pajak PKB dan BBNKB yang diterima oleh kabupaten/kota cukup besar, melebihi jumlah yang diterima oleh pemungut yaitu pihak provinsi.

“Sehingga ada kewajiban bagi pemerintah kabupaten untuk turut serta melakukan tugas-tugas itu. Harus ada penyatuan terhadap itu. Secara teknis mungkin akan banyak didiskusikan,” katanya.

Politisi Perindo ini melihat ada contoh yang baik dalam hal kolaborasi pemungutan pajak atau retribusi antar pihak. Misalnya iuran sampah bisa dititip di pembayaran PDAM. Ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam membayar iuran sampah.” Jadi begitu orang membayar PDAM langsung include membayar retribusi sampah,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Lotim telah membentuk Tim Operasi Kejar (Opjar) melakukan penagihan piutang PBB P2 yang mencapai Rp 55 miliar se Lotim.

Wakil Bupati Lotim, H. Muhammad Edwin Hadiwijaya telah memberikan pembekalan kepada Tim Opjar. Jumlah objek pajak sebanyak 493.844. Jumlah Surat Penagihan Pajak Terhutang (SPPT) sebanyak 449.969 lembar.

Wabup menegaskan, perlu dilakukan evaluasi mendasar soal kinerja tim Opjar. Pasalnya, hasil realisasi penagihan PBB-P2 2014-2024 baru mencapai 47 persen. “Ini masih Kurang dari 50 persen dari target yang sudah ditetapkan,” ucapnya.(ndi)