Sunday, April 5, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 16

Perbaikan Pasar Cakranegara Dianggarkan Rp1 Miliar

0
H. Irwan Harimansyah(ekbisntb.com/cem)

Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Perdagangan Kota Mataram telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar, untuk perbaikan Pasar Cakranegara. Perbaikan pasar tradisional di Jalan AA. Gde Ngurah ini, hanya bagian atap saja.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah menjelaskan, program strategis yang dikerjakan di tahun 2026, fokus pada perbaikan dan peningkatan kualitas pasar. Salah satunya adalah perbaikan Pasar Cakranegara. Perbaikan Pasar Cakranegara dikerjakan dua tahap di tahun 2025 dengan alokasi anggaran Rp400 juta. Pihaknya kembali mengalokasikan anggaran Rp1 miliar di tahun 2026.

Anggaran Rp1 miliar lanjut Irwan, fokus pada perbaikan atap. Pasalnya, kondisi atap telah rusak. “Anggaran Rp1 miliar itu hanya untuk perbaikan atap saja,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram menegaskan, tujuan perbaikan pasar tradisional tersebut, karena ingin memanfaatkan lapak pedagang di lantai dua. Selama ini, aktifitas pedagang barang pokok terganggu akibat atap bocor. “Kalau di atas bocor otomatis akan mengganggu pedagang baju yang berada di bawah,” katanya.

Ia mengakui Pemkot Mataram sebelumnya memiliki konsep menjadikan Pasar Cakranegara sebagai pusat garmen. Pertimbangannya karena pedagang sebagian besar berjualan kain, pakaian, dan lain sebagainya. Sementara, pedagang barang pokok relatif lebih sedikit dibandingkan pedagang pakaian. “Sebenarnya yang banyak itu pedagang pakaian atau garmen,” jawabnya.

Proses perbaikan pasar ini kata Irwan, masih tahap penyusunan dokumen tender. Dokumen lelang ditargetkan akan diserahkan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Mataram akhir bulan Maret. Pengerjaan atap diprediksi dimulai akhir bulan April atau awal bulan Mei.

Ia berharap proses tender berjalan lancar tanpa ada sanggahan dari peserta tender. “Anggarannya berada di triwulan kedua. Kita harapkan segera selesai tendernya, supaya pedagang tidak terganggu aktifitas usahanya,” demikian kata dia. (cem)

NTB Dorong Desa Berdaya, Mendes Siap Jadikan Model Nasional Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

0
NTB Dorong Desa Berdaya, Mendes Siap Jadikan Model Nasional Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal saat bertemu dengan Mendes PDT Yandri Susanto di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026. (Suara NTB/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal memaparkan strategi komprehensif pengentasan kemiskinan ekstrem melalui program Desa Berdaya dalam pertemuan dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Kantor Kementerian Desa, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Program Desa Berdaya yang dikembangkan Pemerintah Provinsi NTB mendapat respons positif dari Mendes PDT. Ia menilai pendekatan berbasis orkestrasi dan kolaborasi lintas sektor yang diterapkan NTB berpotensi menjadi model nasional dalam penanganan kemiskinan ekstrem berbasis desa.

“Konsep yang disampaikan Pak Gubernur sangat baik. Pendekatan orkestrasi dan kolaborasi ini bisa menjadi contoh bagi provinsi lain dalam menurunkan kemiskinan ekstrem,” ujar Mendes Yandri Susanto.

Menurut Yandri, Kementerian Desa siap memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk mengakselerasi berbagai program pemberdayaan desa, termasuk melalui kolaborasi dengan sektor swasta, perguruan tinggi, serta organisasi masyarakat.

“Kita memiliki mitra sekitar 500 perusahaan nasional yang akan kita dorong untuk membina desa melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan kolaborasi seperti ini, tidak boleh ada desa yang tertinggal,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Desa juga menyatakan kesediaannya untuk menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB di Mataram pada 16 April 2026, bersama Menteri Sosial Republik Indonesia.

Kehadiran kedua menteri tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan desa serta penanganan kemiskinan ekstrem di NTB.

Strategi Desa Berdaya
Dalam paparannya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan bahwa program Desa Berdaya dirancang sebagai strategi utama untuk menurunkan kemiskinan ekstrem secara sistematis dan berkelanjutan.

Program ini tidak berdiri sendiri, melainkan mengintegrasikan berbagai program yang telah berjalan dengan pendekatan orkestrasi sehingga seluruh sumber daya pembangunan dapat bergerak bersama di tingkat desa.

“Kami tidak menciptakan program yang sepenuhnya baru. Yang kami lakukan adalah mengorkestrasi berbagai program yang sudah ada agar bekerja secara terpadu dan lebih efektif di desa,” jelas Miq Iqbal.

Pendekatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha melalui program CSR, perguruan tinggi, hingga lembaga filantropi seperti Baznas.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB juga melakukan verifikasi dan validasi data kemiskinan secara langsung di desa melalui pendamping mandiri yang didanai oleh pemerintah provinsi.

Pendamping tersebut bekerja bersama dengan pendamping desa yang selama ini telah berada di lapangan, sehingga intervensi program benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Kita lakukan dua bentuk intervensi utama, yaitu intervensi pada level keluarga dan intervensi pada level desa,” kata Gubernur Miq Iqbal.

Dalam implementasinya, masyarakat miskin ekstrem dipetakan menjadi dua kategori utama.

Sekitar 60 persen merupakan kelompok yang masih produktif dan dapat diberdayakan melalui program ekonomi, sementara sisanya merupakan kelompok rentan yang tidak lagi produktif karena faktor usia atau kondisi kesehatan.

Kelompok terakhir diperlakukan sebagai mustahik tetap yang tetap mendapatkan perlindungan sosial secara berkelanjutan melalui dukungan berbagai lembaga sosial, termasuk Baznas.

Desa Tematik dan Rantai Pasok Pangan
Selain pengentasan kemiskinan ekstrem, Pemerintah Provinsi NTB juga mendorong pengembangan desa tematik berbasis potensi lokal.

Konsep ini memungkinkan setiap desa mengembangkan komoditas unggulan masing-masing, seperti desa lele, desa cabai, desa ayam petelur, desa sapi, hingga desa wisata.

Menurut Miq Iqbal, pengembangan desa tematik harus terhubung dengan kebutuhan pasar agar mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Salah satu peluang besar adalah program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar.

“Desa tidak boleh hanya menjadi penonton. Desa harus menjadi produsen yang memasok kebutuhan pangan untuk program nasional,” tegas Miq Iqbal.

Untuk itu, pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi tertutup (close loop) yang mengutamakan penggunaan pangan lokal dalam rantai pasok program nasional tersebut.

Dalam sistem ini, koperasi desa dan BUMDes akan memainkan peran penting sebagai penghubung antara produksi desa dan distribusi pasar di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Menguatkan Desa, Menahan Urbanisasi
Gubernur NTB juga menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa merupakan langkah strategis untuk menahan laju urbanisasi sekaligus menciptakan keseimbangan pembangunan antara desa dan kota.

Menurutnya, banyak negara maju menghadapi persoalan serius akibat urbanisasi yang tidak terkendali, di mana desa-desa kehilangan penduduk produktif.

Karena itu pembangunan desa harus mampu menciptakan peluang ekonomi yang menarik bagi generasi muda.

“Jika desa kuat, daerah akan kuat. Ketika desa berkembang, berbagai persoalan sosial dapat kita selesaikan dari akarnya,” ujarnya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat, program Desa Berdaya diharapkan mampu menjadi model pembangunan desa yang inklusif sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia. (r)

Pemprov NTB Hadirkan Pangan Murah untuk Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran

0
Wagub Hj. Indah Dhamayanti Putri membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah di Mataram, Rabu (11/3/2026). (suarantb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, mengatakan pemerintah terus memantau pergerakan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya di pasar-pasar tradisional. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah di halaman kantor TVRI NTB, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga sekaligus mencegah lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat.

“Semuanya dalam rangka memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok tetap cukup, khususnya menjelang hari besar keagamaan, dan tidak terjadi lonjakan harga yang tentu akan memberikan dampak kurang baik bagi masyarakat,” ujar Wakil Gubernur.

Ia mengakui bahwa di beberapa pasar tradisional di sejumlah kabupaten di NTB masih ditemukan harga cabai yang relatif tinggi. Namun, pemerintah provinsi telah melakukan intervensi dengan bekerja sama dengan Perum Bulog serta sejumlah mitra untuk menghadirkan pasokan cabai dari daerah lain dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, Wakil Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional, atas perhatian dan dukungan terhadap upaya menjaga stabilitas pangan di daerah.

Sementara itu, Kepala Kantor TVRI NTB, Okta Helena Kati Jara, mengatakan bahwa TVRI secara konsisten menyelenggarakan kegiatan intervensi pasar seperti Gerakan Pangan Murah guna membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah tersebut diprioritaskan untuk membantu masyarakat di sekitar Kelurahan Kekalik Jaya dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Rizal Prasija Sukmaadijaya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Andhi Wahyu Rianto, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Eva Dewiyani, Lurah Kekalik Jaya Syafrudin, serta sejumlah perwakilan perangkat daerah Provinsi NTB. (r)

Jelang Musim Mudik, Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Belum Tambah Penerbangan

0
Sejumlah penumpang turun dari salah maskapai di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, Kabupaten Sumbawa baru-baru. Otoritas bandara belum menambah penerbangan dari dan menuju Sumbawa.(Suara NTB/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Kepala Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Tri Pono Basuki Wijianto, mengaku hingga saat ini belum ada pengajuan penambahan ekstra flight atau penambahan penerbangan jelang musim mudik dan arus balik lebaran tahun 2026.

“Sampai saat ini belum ada belum ada pengajuan ekstra flight dari maskapai meski diperkirakan puncak musim mudik terjadi dalam beberapa hari kedepan,” katanya kepada Suara NTB, Selasa (10/3).

Untuk kesiapan dari segi infrastruktur dan pelayanan di bandara kata dia, sudah sangat siap. Bahkan fasilitas keamanan dan sarana penunjang lainnya, sudah siap digunakan sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal.

“Kita sifatnya menunggu saja, jika ada permintaan untuk penambahan jadwal penerbangan dari maskapai pasti akan kita upayakan untuk dipenuhi,” ucapnya.

Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa saat ini, hanya melayani tiga kali penerbangan setiap hari. Sementara, untuk ekstra flight hanya dalam kondisi tertentu saja. Misalnya, jelang lebaran meski hingga saat ini belum ada permintaan.

“Biasanya permintaan ekstra flight terjadi di bulan Ramadan seperti beberapa tahun sebelumnya, tetapi untuk sementara ini masih belum ada permintaan dari maskapai di musim mudik dan arus balik 2026,” ujarnya.

Disinggung terkait jadwal dan puncak musim mudik, Tri mengaku berdasarkan informasi dari maskapai musim mudik diprediksi terjadi H-3 lebaran atau sekitar tanggal 16-17 Maret. Sementara, untuk puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 23-24 April.

“Biasanya sudah mulai ada pemesanan tiket untuk H-3 lebaran dan kami pastikan semua fasilitas dan sarana penunjang sudah dalam kondisi siap digunakan di musim mudik dan balik lebaran tahun 2026,” tukasnya. (ils)

Tren Belanja Daring, Pasar Senggol Kota Bima Sepi Pengunjung

0
Seorang pedagang di Pasar Senggol, Kota Bima menunggu pembeli pada, Selasa (10/3). Pengunjung pasar sepi karena beralih berbelanja secara daring atau online. (Suara NTB/hir)

Kota Bima (ekbisntb.com) – Sepuluh hari menjelang Lebaran, suasana Pasar Senggol Kota Bima justru tampak lengang. Aktivitas jual beli yang biasanya mulai ramai justru jauh menurun. Sejumlah pedagang mengeluhkan merosotnya jumlah pembeli dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Perubahan pola belanja masyarakat ke toko online serta dampak pandemi Covid-19 disebut menjadi penyebab utama turunnya omzet pedagang pasar tradisional.

Yati, salah seorang pedagang yang telah berjualan lebih dari dua dekade di Pasar Senggol, mengaku kondisi pasar saat ini sangat berbeda dibandingkan masa sebelum pandemi.

“Saya jualan di pasar ini sudah lebih dari dua puluh tahun,” ujarnya saat ditemui di lokasi pasar, Selasa, 10 Maret 2026.

Menurutnya, sebelum maraknya belanja daring, suasana pasar biasanya sudah ramai sejak dua pekan menjelang Lebaran. Pedagang bahkan berani menambah stok barang karena permintaan meningkat.

“Kalau dulu sebelum maraknya belanja online itu, H-15 Lebaran sudah ramai. Omzet sudah banyak dan berani stok barang,” katanya.

Namun kondisi itu berubah dalam beberapa tahun terakhir. Dampak pandemi Covid-19 mempercepat peralihan kebiasaan belanja masyarakat ke platform daring.

Akibatnya, omzet yang dulu bisa mencapai jutaan rupiah dalam sehari kini sulit dicapai. Bahkan ada pedagang sama sekali tidak ada transaksi.

“Kalau dulu itu Alhamdulillah, kalau siang hari gini saja sudah jutaan. Kalau sekarang, satu hari kadang tidak laku sama sekali,” katanya.

Pun ada pembeli kata dia, nilai transaksi relatif kecil. Pedagang hanya menjual barang kisaran Rp100 ribu-Rp200 ribu.

Sepinya pembeli membuat sebagian pedagang kesulitan menutup biaya operasional. Mereka tetap harus membayar sewa lapak dan berbagai kebutuhan usaha, meskipun pendapatan menurun.

Pantauan di Pasar Senggol sejumlah toko tertutup. Beberapa pedagang memilih tidak membuka lapak karena minimnya pembeli yang datang. Selain belanja online, pedagang juga menilai persaingan dengan toko modern turut memengaruhi kondisi pasar. Konsumen cenderung berbelanja di toko besar, karena harga barang sudah tertera dan dianggap lebih murah.

“Semua pada beli di toko-toko besar karena di sana sudah ada harganya, dianggap lebih murah,” katanya.

Menurutnya, pedagang pasar sulit menurunkan harga karena harus menanggung berbagai biaya, mulai dari sewa tempat hingga operasional usaha. Di tengah kondisi tersebut, pedagang berharap pemerintah daerah memberi perhatian terhadap keberlangsungan Pasar Senggol yang merupakan salah satu aset daerah.

“Harapan saya itu tolong pemerintah, terutama wali kota, perhatikan Pasar Senggol ini. Ini aset daerah, pemasukan daerah juga,” tandasnya. (hir)

Soroti Akses Permodalan dan Pemasaran Produk Lokal

0
Soroti Akses Permodalan dan Pemasaran Produk Lokal
Zihani Ilman Fayadi (suarantb.com/ist)

ANGGOTA Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan, Zihani Ilman Fayadi, B.IRKH., menyoroti pentingnya dukungan nyata bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha produktif, terutama terkait akses permodalan dan pemasaran hasil karya masyarakat.

Dalam rapat pembahasan Raperda tersebut pada Senin (9/3/2026), Fayadi menegaskan bahwa substansi mengenai pemberdayaan masyarakat telah diatur dalam Pasal 17 ayat (1) dan ayat (2). Pasal tersebut mengatur berbagai bentuk dukungan kepada masyarakat, termasuk akses terhadap fasilitas, permodalan, serta berbagai sarana pendukung lainnya.

Menurutnya, tujuan utama pembahasan Raperda ini adalah mendorong masyarakat agar lebih berdaya secara ekonomi, khususnya melalui kegiatan usaha produktif berbasis potensi lokal.

“Di dalam pansus ini kita memiliki tujuan supaya masyarakat itu bisa diberdayakan, terutama dari segi ekonomi produktif,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Meski demikian, Fayadi mengungkapkan bahwa salah satu persoalan yang kerap dihadapi masyarakat adalah kesulitan dalam memasarkan produk yang telah mereka hasilkan. Banyak kelompok usaha masyarakat yang sebenarnya mampu menghasilkan berbagai karya dan produk, namun belum memiliki akses pasar yang jelas.

Fayadi menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius dalam perumusan kebijakan daerah, sehingga pemberdayaan masyarakat tidak hanya berhenti pada pemberian pelatihan atau bantuan modal semata.

“Seringkali masyarakat mampu menghasilkan satu karya, tetapi mereka kebingungan dalam hal pemasaran,” kata anggota dewan dari daerah pemilihan Sekarbela ini.

Fayadi juga mengusulkan agar pemerintah daerah dapat mengambil peran lebih aktif dalam membantu membuka akses pasar bagi kelompok usaha masyarakat. Hal tersebut dapat dilakukan melalui berbagai mekanisme, mulai dari fasilitasi pemasaran hingga menjalin kerja sama dengan pusat-pusat perdagangan di daerah lain.

Selain itu, ia juga menyinggung kemungkinan penyaluran bantuan permodalan melalui berbagai skema, baik melalui lembaga keuangan milik pemerintah maupun perbankan.

“Nanti apakah kita fokuskan melalui bank atau melalui kredit perbankan, itu bisa dibahas. Tetapi yang penting adalah bagaimana kelompok usaha ini memiliki pasar yang jelas,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Fayadi mencontohkan bahwa produk-produk kerajinan masyarakat berpotensi dipasarkan ke berbagai kota besar yang memiliki pusat perdagangan atau pusat oleh-oleh. Dengan adanya dukungan pemerintah dalam memfasilitasi jalur distribusi, produk lokal diyakini dapat lebih mudah menembus pasar yang lebih luas. (fit)

Kuota Terpenuhi, Dishub Mataram Tutup Pendaftaran Mudik Gratis 2026

0
Kuota Terpenuhi, Dishub Mataram Tutup Pendaftaran Mudik Gratis 2026
Zulkawin (suarantb.com/pan)

Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram resmi menutup pendaftaran program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Penutupan dilakukan setelah kuota yang disediakan telah terpenuhi, yakni sebanyak 168 kursi bagi calon pemudik.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Bahkan dalam hitungan jam sejak pendaftaran dibuka beberapa hari lalu, jumlah pendaftar langsung membludak hingga melampaui kuota yang tersedia.

“Sudah lebih dari 300 orang yang mendaftar, sementara kuota kita hanya 168 orang. Satu bus berkapasitas 42 kursi,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Ia menambahkan, Pemkot Mataram akan menjadikan tingginya animo masyarakat ini sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan program serupa di masa mendatang. Pemerintah daerah akan berupaya menambah kuota ataupun armada agar lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas mudik gratis tersebut.

Zulkarwin menjelaskan, dari total lebih dari 300 pendaftar, mayoritas merupakan mahasiswa yang berdomisili di Kota Mataram maupun mahasiswa asal daerah lain yang sedang menempuh pendidikan di Mataram. Selain mahasiswa, terdapat pula sejumlah pekerja yang turut mendaftar dalam program tersebut.

“Masih diverifikasi dan diseleksi kembali. Dari data sementara, kebanyakan mahasiswa karena mereka yang paling membutuhkan. Selain itu ada juga pekerja,” jelasnya.

Saat ini, pihak Dishub Kota Mataram masih melakukan proses verifikasi dan seleksi administrasi terhadap seluruh pendaftar. Proses ini dilakukan untuk memastikan peserta yang diberangkatkan benar-benar sesuai dengan persyaratan serta menyesuaikan dengan kuota kursi yang tersedia.

Dalam program mudik gratis tahun ini, Dishub Kota Mataram menyiapkan empat armada bus milik Damri yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kenyamanan perjalanan. Fasilitas tersebut antara lain pendingin udara (AC), televisi, toilet, kursi reclining yang dapat diatur kemiringannya, GPS tracking untuk memantau perjalanan, bagasi, serta port USB untuk pengisian daya gawai.

Empat bus tersebut akan mengangkut total 168 pemudik dengan tiga rute tujuan, yakni Mataram–Sumbawa, Mataram–Dompu, dan Mataram–Bima. Rute tersebut dipilih karena menjadi jalur dengan jumlah pemudik yang cukup tinggi setiap tahunnya.

Peserta program mudik gratis yang telah dinyatakan lolos verifikasi dijadwalkan akan diberangkatkan pada 16 Maret 2026. Seluruh armada bus akan dilepas secara resmi dari halaman Kantor Wali Kota Mataram di Jalan Pejanggik.

Mantan Camat Selaparang juga mengimbau para peserta yang telah terdaftar untuk hadir tepat waktu pada hari keberangkatan serta mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan demi kelancaran perjalanan mudik bersama tersebut.

Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya. (pan)

105 Ogoh-ogoh akan Meriahkan Parade 2026 di Kota Mataram

0
Kemeriahan Pereda Ogoh-ogoh di Kota Mataram yang dipotret tahun lalu. Sebanyak 105 Ogoh-ogoh akan parede pada Rabu (18/3/2026) mendatang. (Suara NTB/pan)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram memastikan sebanyak 105 ogoh-ogoh dari seluruh banjar akan meramaikan parade budaya dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi 2026 Tahun Baru Caka 1948 di Kota Mataram. Parade ogoh-ogoh tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2026.

Parade ogoh-ogoh merupakan salah satu tradisi penting dalam rangkaian perayaan Nyepi bagi umat Hindu. Prosesi ini digelar sehari sebelum umat Hindu melaksanakan ritual Mecaru atau Pecaruan di rumah masing-masing, yang kemudian dilanjutkan dengan menjalani Tapa Brata Penyepian pada Hari Raya Nyepi.

Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Mataram, H. Lalu Martawang, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Mataram bersama Polresta Mataram telah menyiapkan skema pelaksanaan kegiatan melalui rapat koordinasi lintas sektor. Pemerintah juga mengatur waktu pelaksanaan parade agar tidak mengganggu aktivitas ibadah umat Islam yang sedang bersiap menyambut bulan suci Ramadan.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar kegiatan berjalan tertib dan lancar,” ujarnya, Selasa (10/3).

Menurut Martawang, pengaturan waktu menjadi perhatian utama pemerintah agar seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk. Hal ini penting mengingat pada waktu yang hampir bersamaan umat Islam juga tengah mempersiapkan rangkaian kegiatan keagamaan menjelang Idulfitri.

Ia menyebutkan, parade ogoh-ogoh akan dimulai pada pukul 12.00 Wita dengan titik awal di depan Kantor Lurah Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara. Panitia menargetkan seluruh rangkaian kegiatan dapat selesai sebelum pukul 17.30 Wita.

Martawang menjelaskan, setiap peserta parade akan menampilkan atraksi sekitar tiga menit. Dengan jumlah peserta mencapai 105 ogoh-ogoh, panitia memperkirakan seluruh rangkaian parade akan berakhir pada sore hari.

“Dengan perhitungan itu, kami menargetkan parade selesai paling lambat pukul 17.30 Wita,” jelasnya.

Di waktu yang hampir bersamaan, umat Islam di Kota Mataram juga akan memulai rangkaian pawai malam takbiran yang diselenggarakan di enam kecamatan. Kegiatan tersebut merupakan tradisi tahunan untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.

Pemerintah Kota Mataram berharap seluruh kegiatan yang berlangsung secara bersamaan tersebut dapat berjalan dengan tertib serta menjadi simbol kuatnya toleransi antarumat beragama di daerah tersebut.

“Momentum ini menunjukkan kuatnya toleransi di Kota Mataram. Umat Hindu bersiap menjalankan Nyepi, sementara umat Islam menyambut Lebaran,” pungkasnya.

Karena itu, pemerintah memastikan kedua kegiatan tersebut dapat berlangsung aman, tertib, dan harmonis. (pan)

Selama Ramadan, Pendapatan Pajak Restoran Diproyeksi Naik 20 Persen

0
Ahmad Amrin (Suara NTB/cem)

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Keuangan Daerah Kota Mataram memproyeksi kenaikan pendapatan dari pajak restoran mengalami peningkatan mencapai 20 persen. Kenaikan pendapatan daerah ini berasal dari aktifitas buka puasa bersama masyarakat selama bulan Ramadan.

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin menerangkan, pihaknya memproyeksikan kenaikan pendapatan dari pajak restoran atau rumah makan mencapai 20 persen selama bulan Ramadan. Pasalnya, hotel menginisiasi program buka puasa bersama untuk mengisi kekosongan kamar.

Selain itu, restaurant dan atau lesehan juga ramai dijadikan tempat buka puasa bersama oleh masyarakat. “Iya, seperti tahun sebelumnya proyeksi kita akan kenaikan mencapai 20 persen dari pajak restaurant,” terang Amrin.

Target pajak restoran mencapai Rp43 miliar di tahun 2026. Amrin menyebutkan, target penerimaan bulan sekitar 8-10 persen. Artinya, minimal pendapatan per bulan sekitar Rp3,6 miliar-Rp3,8 miliar.

Selama bulan Ramadan lanjutnya, pihaknya tidak bisa lengah melakukan pengawasan terhadap restoran atau rumah makan. Pola pelaporan pajak adalah self assesment. Artinya, wajib pajak yang menghitung sendiri, melapor, dan membayar sendiri. “Kalau kita tidak awasi bisa-bisa jebol pendapatan kita,” ujarnya.

BKD sebut dia,tidak memiliki sumber daya manusia atau tenaga penuh untuk mengawasi wajib pajak. Oleh karena itu, pengawasan dilakukan secara acak dan diminta wajib pajak jujur melaporkan pajak mereka. Pasalnya, jika laporan pajak tidak sesuai maka berpotensi dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Pokoknya mana restaurant yang memiliki potensi besar itu yang kita lakukan pengawasan,” katanya.

Amrin mengharapkan wajib pajak baik itu hotel dan restoran terbuka dan kooperatif melaporkan pendapatan pajak mereka. Pajak yang dibayar akan dikembalikan pemerintah melalui program pembangunan. (cem)

Kios Pangan Ramadan, Strategi Bantu Masyarakat Dapatkan Bapok Murah

0
Kios Pangan Ramadan, Strategi Bantu Masyarakat Dapatkan Bapok Murah
Kepala Dislutkan dan Ketapang Lobar Afgan Kusumanegara menunjukkan kios pangan yang selama puasa untuk memudahkan warga membeli bapok dengan harga murah. (Suara NTB/her)

Giri Menang (suarantb.com) – Berbagai strategi dilakukan Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui OPD terkait untuk membantu meringankan beban masyarakat dan stabilisasi harga selama Ramadan ini. Seperti yang dilakukan Dinas Kelautan Perikanan Kelautan dan Ketahanan Pangan (Dislutkan dan Ketapang) menyiapkan kios pangan dengan menjual aneka bahan pokok (bapok).

Harga bapok di kios pangan ini, lebih murah sehingga memudahkan masyarakat membeli kebutuhan pokoknya selama Ramadan ini. Stan kios pangan ini disiapkan di area depan Kantor Dinas Dislutkan dan Ketapang Lobar. Program ini untuk memotong rantai distribusi, agar masyarakat dan ASN bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah pasar.

Kepala Dislutkan dan Ketapang Lombok Barat, H. Afgan Kusumanegara, mengatakan kios pangan ini untuk mendekatkan dan memudahkan pangan murah pada masyarakat. “Kami membuka kios pangan di depan kantor, ada beberapa bahan pokok yang kami jual,” sebut Afgan, Selasa (10/3/2026).

Beberapa bapok yang dijual seperti telur, beras, bawang putih, cabai, kentang, sayur-sayuran yang harganya lebih murah daripada harga di pasar. Komoditas tersebut dipasok langsung dari petani dan sebagian dari Pasar Induk Bertais.

Tak hanya menjual sembako, kios pangan murah juga menjadi etalase bagi produk unggulan UMKM lokal, seperti keripik talas, dodol, pisang sale, terasi produk petani Lembar, garam Cendimanik, dan banyak yang lainnya. “Silakan belanja kesini, kami buka dari pagi pukul 08.00-15.00 WITA selama bulan Ramadan,” imbuhnya.

Selama dibuka kios pangan ini ramai dikunjungi oleh warga maupun ASN yang berbelanja. Barang jualan pun cepat habis dibeli, karena harga terjangkau. Jika sebelumnya pihaknya keliling ke desa-desa untuk program pangan ini dengan penguatan sosialisasi melalui media sosial agar jangkauannya lebih luas. (her)