Monday, April 27, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 140

Walhi NTB Soroti Tambang Ilegal, Desak Moratorium dan Penegakan Hukum

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa aktivitas tambang ilegal merupakan bentuk praktik kriminal yang harus ditindak tegas.

Organisasi lingkungan hidup ini mendesak Pemerintah Daerah untuk segera melakukan moratorium (penghentian sementara) penerbitan izin tambang, mengevaluasi seluruh operasi pertambangan yang ada, dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Direktur Eksekutif Walhi NTB, Amri Nuryadin, Selasa (14/10/2025) mengungkapkan bahwa sejak pertengahan 2022, pihaknya telah menyampaikan tiga isu kritis tersebut kepada Tim Korsupgah KPK Bidang Sumber Daya Alam.

“Kami mendorong tiga hal utama: moratorium izin, evaluasi menyeluruh, dan penegakan hukum atas tambang ilegal,” tegas Amri.

Walhi mendesak pemerintah menghentikan sementara penerbitan izin tambang,terutama di lahan-lahan esensial seperti kawasan hutan dan pertanian.

Amri mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi hutan NTB seluas 1,1 juta hektare yang menurutnya 60% telah rusak dan berada dalam kondisi kritis.

Dia juga menyoroti banyaknya perusahaan tambang, baik logam maupun non-logam (MBLB), yang dinilai tidak mematuhi peraturan, termasuk kewajiban menyetor 6% bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Faktanya, PAD dari sektor ini sangat kecil. Banyak perusahaan tidak mampu atau tidak mau mematuhi UU Minerba. Pemda pun seolah tidak memiliki kekuatan untuk menekan mereka,” tambah Amri.

Dampak kerusakan lingkungan, lanjutnya, sudah sangat terasa. “Banjir mudah sekali terjadi. Curah hujan sedikit saja langsung menyebabkan banjir,” ujarnya.

Khusus untuk Lombok Timur (Lotim), Walhi mencatat kerusakan lahan pertanian yang parah akibat tambang MBLB.

“Lotim sebenarnya sudah memiliki Perda Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), namun izin tambang tetap saja dikeluarkan. Karena itulah moratorium mutlak diperlukan,” tekan Amri.

Isu kedua yang disorot Walhi adalah perlunya evaluasi komprehensif terhadap seluruh operasi pertambangan. Amri mempertanyakan keseimbangan antara keuntungan PAD dengan kerugian lingkungan dan sosial yang ditimbulkan.

“Seberapa besar kerugian akibat tambang? Apakah pernah dihitung? Apakah perusahaan serius melakukan reklamasi pascatambang? Justru yang terjadi, pemerintah banyak kehilangan PAD di tengah maraknya pengerukan sumber daya alam. Aturan harus ditegakkan oleh Pemda,” tegasnya.

Poin ketiga dan paling krusial adalah penegakan hukum terhadap pelaku tambang ilegal.Amri menilai negara kerap abai dan tidak memberikan kepastian hukum.

“Kebijakan pemerintah yang mengizinkan operasi tambang rakyat atau koperasi tambang justru terkesan melegalkan tambang ilegal yang sudah marak. Pelaku tambang ilegal enggan mengurus izin karena hanya menunggu untuk dilegalkan. Tidak ada kepastian hukum,” kritiknya.

Amri menekankan bahwa setiap tambang, besar atau kecil, berdampak pada kerusakan ekosistem dan kehidupan warga sekitar.

“Pemerintah harus bertindak tegas. Kepada pelaku tambang ilegal, hukum harus ditegakkan terlebih dahulu. Tertibkan dulu, baru bicara hal lainnya. Sudah sangat jelas, tindakan penambangan ilegal itu merupakan tindakan kriminal,” pungkas Amri menegaskan.

Desakan Walhi ini menekankan urgensi perlindungan lingkungan dan kedaulatan hukum di atas kepentingan eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan. Pemerintah Daerah dituntut untuk segera mengambil langkah konkret sebelum kerusakan yang terjadi semakin parah. (rus)

Belum Tuntas di Area Permukiman, Sisa 7 Km Pelebaran Jalan Nasional Dipercepat

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lombok Utara (PUPR Perkim) – KLU, mulai memproses sisa pembebasan lahan pada ruas jalan nasional dari Malaka (Kecamatan Pemenang) hingga Sambik Elen (kecamatan Bayan).

Jalan nasional yang belum dilebarkan terdapat di sejumlah titik yang notabene merupakan area permukiman padat penduduk.

Kepala Dinas PUPR Perkim KLU, Drs. Sahabudin, M.Si., melalui Kepala Bidang Tata Ruang, H. Nurman Harisandi, ST, Selasa (14/10/2025) mengungkapkan, ruas jalan nasional yang belum dilebarkan mencapai sekitar 7 km.

Titik-titik lokasinya menyebar di sejumlah dusun dan desa. Untuk menunjang kelancaran arus transportasi dengan standar badan jalan nasional 7 meter, Pemda kembali fokus untuk melanjutkan proses pelebaran.

“Panjang jalan nasional di Lombok Utara 41,56 km. Sampai dengan akhir tahun 2024, dominan sudah dilebarkan, dengan sisa sekitar 7 km belum dibangun karena kendala pembebasan lahan,” ujar Nurman.

Ia menjelaskan, pelebaran jalan nasional ditangani oleh Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU. Program ini dihadirkan untuk mendukung kelancaran mobilitas orang dan barang, dari dan menuju Lombok Utara.

Peningkatan akses ini juga akan memperkuat sektor ekonomi dan pariwisata yang dimiliki Lombok Utara.

Nurman menyatakan, Pemerintah Daerah bersama instansi vertikal yang ada di daerah dipercaya untuk memproses pembebasan lahan. Dinas dalam hal ini, menyiapkan aspek administrasi dan teknis yang dibutuhkan, sehingga tidak ada keberatan di kalangan warga.

“Tahapan sudah kita mulai dari sosialisasi pembebasan lahan, pengukuran lokasi, penentuan patok, hingga pembayaran,” imbuhnya.

Nurman menyebutkan, titik-titik yang belum dibebaskan rata-rata berada di area permukiman padat penduduk. Sebarannya berada di 8 desa dan 27 dusun dengan jumlah pemilik lahan 648 orang.

Sejumlah titik dimaksud misalnya berada di Dusun Karang Kates dan dusun Lekok (Desa Gondang), Dusun Jugil (Desa Samik Bangkol), sejumlah titik di Desa Sukadana, Desa Anyar, dan Desa Karang Bajo di Kecamatan Bayan.

Setelah dilakukan sosialisasi dan pengukuran, dinas selanjutnya akan melaporkan kepada Tim Apraisal untuk dinilai dan ditentukan harga kompensasinya.

Pada proses pelebaran nantinya, tidak menutup kemungkinan terdapat negosiasi di tingkat warga, misalnya, mencakup metode pembongkaran bangunan yang melibatkan alat berat.

“Proses pembebasan lahan ini adalah kunci sehingga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB dapat mengusulkan anggaran fisik di Kementerian pada tahun 2026 mendatang,” imbuhnya.

Di sisi lain, Nurman mengakui jika BPJN NTB menyampaikan dukungan untuk melanjutkan pelebaran jalan nasional. BPJN juga meminta agar Pemda Lombok Utara segera menuntaskan pembebasan lahan secepatnya. (ari)

Minim Data, Komisi III DPRD Lombok Timur Akui Kesulitan Awasi PDAM

0

Lombok (ekbisntb.com)

Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengaku mengalami kendala dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. Penyebabnya, akses terhadap laporan dan data dari perusahaan tersebut dinilai sangat terbatas.

Ketua Komisi III DPRD Lotim, Amrul Jihadi, menyatakan kekesalannya. “Gimana kami mau evaluasi kalau tidak ada data dan laporan,” ujarnya Amrul saat bertemu direksi PDAM di kantor DPRD Lotim, Selasa (14/10/2025).

Ketua DPC Partai Demokrat Lotim ini menegaskan bahwa tanpa laporan resmi dari perusahaan, dewan tidak dapat memberikan penilaian yang komprehensif dan akurat.

Untuk mengatasi kebuntuan ini, Amrul menyebut bahwa pihaknya berencana mengajak Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim untuk menemui Direktorat Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah dalam mengelola PDAM sudah sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku di tingkat pusat.

Menanggapi keluhan tersebut, Plt. Direktur Utama PDAM Lotim, Sopyan Hakim, membantah pihaknya menutupi akses informasi. Sopyan menjelaskan bahwa mekanisme penyerahan laporan kepada DPRD harus melalui prosedur yang benar, yaitu melalui Kuasa Pemilik Modal (KPM), yang dalam hal ini adalah Pemerintah Daerah.

Menurut Sopyan, kalau ia langsung menyerahkan laporan langsung ke DPRD), maka justru itu melanggar aturan. Perusahaan tetap berkomitmen pada prinsip tata kelola yang baik dan transparan, namun harus dilaksanakan dalam koridor peraturan yang ada.

Sopyan juga menanggapi isu lain yang beredar, yaitu terkait mutasi pegawai yang dianggap sewenang-wenang.

Ia menepis anggapan tersebut dan menegaskan bahwa setiap kebijakan mutasi, pemberian sanksi, hingga pemecatan yang dilakukan perusahaan semata-mata untuk menjaga disiplin dan kinerja institusi.

Sopyan Hakim menegaskan pihaknya setiap keputusan memiliki dasar data dan pelaporan yang jelas.

Ia menambahkan bahwa perusahaan lebih memilih penyelesaian masalah secara internal terlebih dahulu untuk menjaga stabilitas dan nama baik lembaga.Berdasarkan penjelasan kedua belah pihak, terlihat bahwa akar masalahnya terletak pada perbedaan interpretasi terhadap mekanisme pelaporan.

Sementara DPRD merasa hak pengawasannya terhambat, PDAM bersikukuh telah bertindak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Rencana Komisi III untuk melibatkan otoritas yang lebih tinggi menunjukkan upaya mencari solusi dan kejelasan aturan di tingkat lokal. (rus)

Dokumen Raperda Perubahan RTRW Masih Revisi, Kawasan Global Hub Ganti Jadi KTI

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Dorongan lembaga legislatif untuk mempercepat proses masuknya dokumen Raperda Perubahan RTRW di DPRD, disikapi oleh Dinas PUPR Perkim Kabupaten Lombok Utara. Dinas dalam hal ini, tengah menyusun revisi atas naskah dokumen RTRW mengingat banyaknya perubahan regulasi acuan di tingkat pusat hingga sejumlah perubahan pada substansi materi pokok.

Kepala Dinas PUPR Perkim Kabupaten Lombok Utara, Drs. Sahabudin, M.Si., melalui Kepala Bidang Tata Ruang, Nurman Harisandi, ST., Selasa (14/10) mengungkapkan, Raperda Perubahan RTRW masih belum dapat diajukan ke DPRD.

Dinas masih melakukan revisi pada sejumlah materi, sehingga produk daerah ini nantinya tidak bertentangan dengan aturan pemerintah pusat.

“Proses revisi RTRW ini cukup kompleks karena berbagai aturan baru yang diterbitkan di tingkat Kementerian. Kementerian sampai memberi bantuan teknis,” ujar Nurman di ruang kerjanya, Selasa (14/10/2025).

Ia menjelaskan, Perda (lama) Lombok Utara adalah Perda 9 tahun 2011. Proses rancangan perubahan mulai dilakukan penyesuaian setidaknya pada tahun 2017 dan masih berlanjut sampai saat ini.

Adaptasi Raperda Perubahan mengikuti ketentuan pusat masih terus dilakukan, sebab regulasi daerah ini tunduk pada Peraturan sejumlah Kementerian pusat.

Misalnya, kata dia, keluarnya SK Konservasi tahun 2022 menjadi salah satu rujukan substansi perubahan pada rancangan RTRW. Begitu pun Kementerian PUPR, turut mengeluarkan tata cara melakukan revisi Raperda RTRW.

Pada salah satu poin penting Raperda RTRW, kata Nurman, adalah menyangkut status kawasan Global Hub Bandar Kayangan. Kawasan tersebut mengalami perubahan signifikan pada cakupan area yang disiapkan, serta terdapat perubahan status peruntukan kawasan.

“Di Perubahan RTRW, kawasan andalan yang sebelumnya disebut Global Hub diganti menjadi KTI (Kawasan Terpadu Industri). Luasannya pun berubah signifikan, dari sekitar 7.000 hektare menjadi hanya 1.600 hektare,” sebutnya.

Kendati banyak penyesuaian yang harus dilakukan, Kabid Tata Ruang menyatakan bahwa pembagian wilayah utama dalam RTRW Kabupaten Lombok Utara tidak mengalami banyak perubahan. Hanya saja, terdapat sejumlah pembaruan dalam pengelompokan kawasan strategis. (ari)

Polres Lombok Utara Libatkan Komunitas Ojek Pangkalan Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Polres Lombok Utara melakukan pendekatan humanis dalam meningkatkan keterlibatan dan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melibatkan Komunitas Ojek Pangkalan sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kasat Lantas, Polres Lombok Utara AKP Belly Rizaldi Nata Indra, S.Tr.K., S.I.K., Selasa (14/10/2025) mengungkapkan, pelibatan Komunitas Ojek Pangkalan merupakan pendekatan baru yang bertujuan meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalulintas.

Pelibatan ojek itu sendiri mulai diterapkan pada momen kegiatan “Polantas Menyapa” di kawasan Pantai Impos, Kecamatan Tanjung.Jajaran Satlantas Polres melakukan diskusi aktif dengan para anggota komunitas ojek.

Dalam menjalankan pekerjaannya, pengendara ojek diharapkan sebagai pelopor, sekaligus membangun interaksi langsung dengan pengguna jalan.

“Kami ingin para pengemudi ojek pangkalan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungannya. Mereka bukan hanya pengguna jalan, tetapi juga contoh bagi masyarakat lain dalam tertib berkendara,” ujar Belly.

Dalam kesempatan tersebut, personel Sat Lantas juga memberikan edukasi tentang pentingnya penggunaan helm standar nasional (SNI) bagi pengendara dan penumpang, serta mengingatkan agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, Sat Lantas Polres Lombok Utara turut menyerahkan bantuan helm dan jaket kepada anggota komunitas Ojek Pangkalan Sopok Angen di Kecamatan Tanjung.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti pada hari ini, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang baik antara Polantas dan masyarakat dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas di Lombok Utara,” tambahnya. (ari)

Mengenal Casa Ducati di Sirkuit Mandalika, Fasilitas Menonton Balap MotoGP Seharga Rp35 Juta

0
Mengenal Casa Ducati di Sirkuit Mandalika, Fasilitas Menonton Balap MotoGP Seharga Rp35 Juta
Mengenal Casa Ducati di Sirkuit Mandalika, Fasilitas Menonton Balap MotoGP Seharga Rp35 Juta

Lombok (Ekbisntb.com) – Ada yang berbeda di MotoGP Mandalika 2025 tahun ini. Ducati Indonesia menghadirkan Casa Ducati, sebuah royal box paling eksklusif di Sirkuit Mandalika yang dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman menonton MotoGP yang tak tertandingi pada tanggal 3–5 Oktober 2025.

Didesain secara khusus oleh Alex Bayusaputro, Casa Ducati menawarkan suasana nyaman dan berkelas bagi para penggemar MotoGP serta pendukung setia Tim Ducati. Di sinilah sensasi menonton balapan berpadu dengan atmosfer premium, tempat di mana performa tinggi bertemu dengan hospitality terbaik.

Akses masuk ke Casa Ducati senilai Rp35 juta ini menawarkan pengalaman yang jauh lebih istimewa dibanding tahun sebelumnya. Mengusung standar yang lebih tinggi, Casa Ducati tak sekadar menjadi area VIP premium, tetapi juga membawa nuansa kemewahan yang lebih eksklusif.

Setiap detail dirancang dengan cermat untuk memberikan impresi tak terlupakan mulai dari desain interior yang elegan, layanan kelas atas, hingga pengalaman menonton yang lebih personal.

Kapasitas tamu pun kini diperluas dua kali lipat, dari 30 menjadi 60 orang, memungkinkan lebih banyak penggemar Ducati merasakan atmosfer mewah dan semangat khas MotoGP secara lebih dekat. Seorang barista & sommelier dipekerjakan khusus untuk melayani tamu-tamu Casa Ducati.

Kehadiran para Ducatisti dari berbagai penjuru dunia turut menambah semarak acara. Di antaranya, pasangan suami istri dari Ducati Perth, ayah dan anak dari Ducati Hong Kong, rombongan Dato dan Sheikh dari Ducati Kuala Lumpur, serta para Top Ducatisti dari Ducati Vicenza–Italia, dan Ducati Melbourne. Keberagaman latar belakang ini semakin memperkuat semangat komunitas global yang menjadi ciri khas Ducati.

Tak cuma menikmati kenyamanan di dalam bilik, para naratama Casa Ducati juga dapat mengikuti Ducati Lenovo Garage Tour, mengintip langsung Desmosedici GP25 dari dekat dan bertemu dengan kru teknisnya yang ahli.

Lebih seru lagi, mereka diajak singgah ke area hospitality Tim Ducati Lenovo, menyaksikan momen santai saat para pembalap dan kru mengenakan seragam merah khas Borgo Panigale makan siang bersama. Semua aktivitas ini diatur dalam kelompok kecil secara berkala, agar tidak mengganggu rutinitas tim.

Setiap hari, pengalaman di Casa Ducati selalu dihiasi dengan momen-momen istimewa. Selain pitlane walk yang memberikan kesempatan langka untuk berjalan di depan paddock seluruh tim MotoGP dan menyaksikan langsung kesibukan para pembalap serta kru dalam mempersiapkan motor mereka, para naratama juga mendapat kejutan istimewa.

Pada hari kedua, 4 Oktober 2025, setelah sesi sprint race, dua pembalap dari tim VR46 yang juga menunggangi Ducati Desmosedici, Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli, hadir langsung di Casa Ducati untuk menyapa para tamu, berbagi cerita, menjawab pertanyaan, dan mengakhiri sesi dengan foto bersama.

Sebelumnya, pada pagi hari yang sama, Lenovo Indonesia juga mengadakan presentasi khusus mengenai perannya sebagai mitra teknologi tim balap yang menaungi Francesco Bagnaia dan Marc Márquez.

Mereka menegaskan kontribusinya dalam mendorong performa balap kelas dunia melalui solusi komputasi cerdas seperti High Performance Computing (HPC) berbasis server Lenovo ThinkSystem, mobile workstation ThinkPad bertenaga AI, serta infrastruktur hyperconverged Lenovo ThinkAgile (HCI) yang memungkinkan analisis data real time, pemantauan kondisi motor secara menyeluruh, dan optimalisasi strategi sesuai karakteristik lintasan sehingga Ducati dapat meraih performa maksimal di setiap putaran MotoGP.

Menutup rangkaian akhir pekan yang tak terlupakan, pada Minggu, 5 Oktober 2025, Davide Tardozzi salah satu tokoh sentral sekaligus Team Manager Tim Ducati Lenovo datang menyapa para tamu Casa Ducati.

Meski akhir pekan di Mandalika GP 2025 tidak berjalan mulus bagi dua jagoan Tim Merah Ducati Marc Márquez dan Francesco Bagnaia, suasana di Casa Ducati tetap meriah. Tak ada wajah murung, hanya antusiasme yang terus terjaga hingga akhir acara. Sebagai penutup, sesi lucky draw pun digelar dengan hadiah spesial berupa kamera Insta360 Ace Pro 2 Marc Márquez Special Edition.

Kemegahan Casa Ducati tak lepas dari tangan kreatif Alex Bayusaputro, sosok di balik konsep desain yang memadukan estetika dan pengalaman. Dikenal lewat pendekatannya yang menempatkan kenyamanan dan impresi pengguna sebagai prioritas, Alex berhasil menciptakan ruang yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga mampu membangkitkan kesan emosional yang kuat bagi setiap tamu yang mengalaminya secara langsung.

Dalam Casa Ducati, desainer yang mendapatkan penghargaan bergengsi di International Design & Architecture Awards 2014 ini berhasil menginterpretasikan semangat balap Italia ke dalam desain interior yang penuh karakter.

Dominasi warna merah, pencahayaan dramatis, hingga detail modular yang dirancang khusus mencerminkan perpaduan antara kekuatan, kecepatan, dan kemewahan.

Alex menyampaikan, “Desain bukan hanya soal bentuk, tetapi bagaimana ruang dapat menghadirkan cerita dan menjadikan tamu bagian dari pengalaman tersebut.”

Setiap elemen bangunan Casa Ducati dirancang dengan sistem kokoh yang berdiri sendiri, menggunakan struktur penopang khusus dan fondasi berbobot.

Tujuannya agar seluruh interior dan dekorasi tetap stabil tanpa harus menempel atau bergantung pada infrastruktur permanen yang ada di lokasi.

Seluruh kombinasi dari inovasi desain, efisiensi konstruksi, dan perhatian terhadap setiap detail ini menjadikan Casa Ducati bukan sekadar ruang untuk para naratama, melainkan simbol komitmen Ducati dalam menghadirkan pengalaman eksklusif dan tak tertandingi bagi para penggemar MotoGP di Indonesia.

“Itulah mengapa kami menghadirkan Casa Ducati. Dalam bahasa Italia, casa berarti rumah dan melalui konsep ini, kami ingin menyuguhkan pengalaman menonton MotoGP di Sirkuit Mandalika dengan nuansa kenyamanan, kehangatan, dan eksklusivitas seperti di rumah sendiri. Lebih dari sekadar tempat menonton, Casa Ducati menjadi simbol bagaimana kami menyambut dan merangkul para penggemar sebagai bagian dari keluarga besar Ducati,”ungkap CEO Ducati Indonesia, Jimmy Budhijanto.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menegaskan, kehadiran Casa Ducati menjadi bukti bahwa Mandalika kini telah menjadi destinasi motorsport yang sejajar dengan sirkuit-sirkuit besar dunia.

Priandhi Satria mengharapkan Casa Ducati akan hadir lagi pada setiap event MotoGP Mandalika dan event Ducati berikutnya di Mandalika.

Dengan hadirnya berbagai fasilitas eksklusif seperti Casa Ducati, Mandalika semakin mengukuhkan dirinya sebagai ikon motorsport dan pariwisata Indonesia, di mana kemewahan, teknologi, dan budaya berpadu harmonis di satu arena.(bul)

Warga Sawe Gotong Royong Bangun Bak Air Bantuan STM

0
Tampak warga Sawe saat melakukan gotong royong membangun bak air. Baik ini nantinya akan menjadi pengatur distribusi air bagi warga Dusun Sawe Desa Sawe Kecamatan Hu’u. Pembangunan bak ini dilakukan melalui PPD STM tahun 2025 ini. (Ekbis NTB/ula)

Dompu (ekbisntb.com)Gotong royong sudah menjadi budaya warga Desa Sawe Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu. Itu ditunjukan warga dalam membangun bak air untuk menampung air dari mata air Waku Soncolopi Desa Sawe.

Bak air ukuran 4 x 3 meter setinggi 2 meter ini ditargetkan bisa menampung air hingga 2.160 liter untuk dialirkan ke 118 kepala keluarga (KK) di Dusun Sawe Desa Sawe Kecamatan Hu’u. Selama ini, warga Sawe kesulitan untuk memenuhi air bersih.

“Gotong royong seperti ini sudah menjadi budaya kami di Sawe. Setiap ada Pembangunan dan kerja bhakti, warga pasti ikut gotong royong membantu. Apalagi ini untuk kepentingan warga sendiri,” kata Kepala Dusun Sawe, Abdul Malik, Minggu 12 Oktobr 2025 sore.

Ia pun mengungkapkan, tahun 2024 lalu, pihaknya mendapat bantuan pipa HDPE sepanjang 2.000 meter dari Program Partisipasi Desa (PPD) PT Sumbawa Timur Mining (STM). Pipa itu telah ditanam warga dari sumber air untuk alirkan air ke pemukiman warga. Karena tidak ada pembagian, airnya tidak merata.

Sehingga tahun 2025 ini, warga kembali memperjuangkan Pembangunan bak penampung air agar bisa diatur pendistribusiannya. Karena anggarannya tidak banyak, sehingga diprioritaskan untuk pengadaan bahan material dan gaji tukang. “Untuk cor bak beton, kita gotong royong bersama warga. Toh bak air ini untuk kebutuhan kami sendiri,” akunya.

Rizki Ramadhan, warga Sawe yang ikut gotong royong bersama warga merasa bersyukur bisa ikut gotong royong bersama warga untuk membangun bak air. Apalagi ini menjadi kebutuhan mendasar bagi warga. “Selam aini dialirkan langsung pake pipa besar ke kampung airnya. Sehingga ndak merata. Ketika ada bak ini, kita berharap bisa diatur pembagian airnya,” katanya.

Program Partisipasi Desa (PPD) STM diarahkan untuk 8 desa se Kecamatan Hu’u. Masing – masing menentukan sendiri programnya dengan focus pembiayaan bidang Kesehatan 50 persen, bidang ekonomi 30 persen, dan bidang Pendidikan 20 persen. (ula)

BPPD NTB dan Lion Group Kolaborasi Meningkatkan Kunjungan ke Lombok

0
Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh , bersama jajaran Lion Group melakukan pertemuan dengan Pj. Sekda NTB, H. Lalu. Moh. Faozal guna mendorong peningkatan jumlah kunjungan dari dan ke NTB

Lombok (ekbisntb.com) –Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB bersama Lion Group memperkuat kerja sama strategis dalam upaya meningkatkan konektivitas dan jumlah kunjungan wisatawan ke Lombok, dan sebaliknya.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mendorong promosi intensif untuk mendukung keberlanjutan rute-rute baru yang dibuka oleh Lion Group dari dan menuju Lombok.

Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh, menyampaikan, BPPD NTB dan perwakilan Lion Group telah melakukan pertemuan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB untuk membahas langkah konkret dalam memaksimalkan potensi rute penerbangan baru tersebut. Sejumlah rute baru yang kini dibuka oleh Lion Group antara lain Malang–Lombok, Labuan Bajo–Lombok, Tambolaka–Lombok, Makassar–Lombok, dan Balikpapan–Lombok.

“Pertemuan ini menindaklanjuti arahan Bapak Gubernur NTB (Lalu. Iqbal) agar BPPD fokus pada kegiatan promosi yang dapat meningkatkan jumlah penumpang wisatawan di rute-rute baru tersebut. Tujuannya agar penerbangan ini bisa terus berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi sektor pariwisata daerah,” ujar Sahlan, Selasa 14 Oktober 2025.

Sebagai langkah awal, BPPD NTB akan menggelar kegiatan promosi bertajuk Table Top Meeting di tiga kota besar yang menjadi pintu masuk wisatawan potensial ke NTB. Kota pertama yang akan menjadi lokasi pelaksanaan adalah Malang, Jawa Timur. Menurut Sahlan, Malang dipilih karena memiliki potensi pasar wisata yang besar, selain juga menjadi salah satu rute baru yang baru saja dibuka oleh Lion Air Group.

“Dalam kegiatan Table Top di Malang, kami akan membawa sekitar 20 pelaku industri pariwisata NTB sebagai seller yang akan bertemu langsung dengan pelaku wisata dan agen perjalanan di Malang. Kami berharap kegiatan ini menjadi pemicu meningkatnya kunjungan wisatawan sekaligus membantu menjaga tingkat keterisian (load factor) pesawat Lion di rute Malang–Lombok,” jelasnya.

Setelah Malang, BPPD NTB juga akan melanjutkan kegiatan serupa di Makassar dan Balikpapan pada bulan November mendatang. Kedua kota tersebut dipilih karena memiliki konektivitas yang kuat dengan Lombok dan termasuk pasar potensial untuk wisatawan domestik dan bisnis.

Sahlan menegaskan, seluruh kegiatan promosi ini akan dilakukan secara kolaboratif bersama Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan didukung penuh oleh Lion Group. Dukungan maskapai ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan rute serta memperkuat citra Lombok sebagai destinasi unggulan di kawasan timur Indonesia.

“Kegiatan Table Top ini tidak hanya sebatas promosi, tetapi juga sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan pihak maskapai. Dengan kerja sama yang solid, kami optimistis rute-rute baru Lion Group akan semakin ramai penumpang, dan sektor pariwisata NTB akan terus tumbuh positif,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, keberadaan rute baru ini diharapkan mampu memperluas jaringan konektivitas udara ke Lombok, membuka peluang investasi di sektor pariwisata, serta mendorong pemerataan ekonomi daerah. “Semakin mudah wisatawan datang ke Lombok, semakin besar pula peluang bagi masyarakat untuk merasakan manfaat ekonomi dari sektor ini,” pungkas Sahlan.

Melalui langkah kolaboratif ini, BPPD NTB menargetkan peningkatan signifikan pada jumlah wisatawan domestik ke NTB menjelang akhir tahun 2025 ini.(bul)

Harga Elpiji 3 Kilogram di Sumbawa Tembus Rp40 Ribu

0
 Camat Sumbawa, Iwan Sofyan bersama Babinsa saat melakukan sidak ke salah satu pangkalan yang ada di Kecamatan Sumbawa.(Ekbis NTB/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) -Pemerintah Kecamatan Sumbawa masih menemukan gas elpiji 3 kilogram yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Bahkan harganya mencapai Rp40 ribu dari seharusnya Rp16 ribu hingga Rp20 ribu.

“Kami sangat kaget saat melakukan inspeksi di lapangan, ada salah satu pangkalan yang menjual gas elpiji 3 kilogram Rp40 ribu padahal mereka pangkalan bukan pengecer,” kata Camat Sumbawa, Iwan Sofyan kepada wartawan, Senin 13 Oktober 2025.

Iwan melanjutkan, berdasarkan hasil pengecekan diketahui bahwa penyaluran elpiji 3 kilogram tidak sesuai sasaran. Sebab sejumlah pangkalan tidak hanya menjual gas subsidi di atas HET tapi juga menyalurkan tabung dalam jumlah besar ke pengecer.

“Bahkan ada pangkalan yang menjual gas tersebut menggunakan mobil pick up dalam sekali transaksi. Praktik ini dinilai sangat merugikan masyarakat miskin yang seharusnya menjadi penerima utama gas subsidi dari pemerintah,” ujarnya.

Tak hanya pangkalan, rumah makan berskala besar pun terpantau ikut menikmati gas bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin tersebut. Padahal, sesuai ketentuan, subsidi elpiji hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro.

“Kami telah memanggil pemilik rumah makan sekaligus kita imbau untuk berhenti menggunakan elpiji 3 kg. Alhamdulillah mereka sudah menghentikan penggunaan gas melon,” ucapnya.

Ia berharap agar Satgas Pengawasan Elpiji segera turun melakukan tindakan tegas agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Ia pun telah menyampaikan persoalan ini langsung kepada Wakil Bupati Sumbawa untuk menyiapkan langkah alternatif jika pangkalan bermasalah harus ditutup.

“Wabup sudah sepakat mempercepat operasional Koperasi Merah Putih. Ini bisa jadi sub pangkalan yang akan menjamin layanan tetap berjalan, meski ada pangkalan ditutup,” tukasnya. (ils)

Rinjani Travel Mart 2025,Ratusan Pelaku Industri Pariwisata Bertemu di Sirkuit Mandalika

0
Ratusan pelaku usaha industry pariwisata bertemu di Sirkuit Mandalika di ajang Rinjani Travel Mart (RTM) ke-6 yang berlangsung akhir pekan kemarin. (Ekbis NTB/ist)

Lombok (ekbisntb.com) -Ratusan pelaku usaha di industrI pariwisata dari dalam dan luar negeri bertemu di Pertamina Mandalika International Circuit pada ajang Rinjani Travel Mart (RTM) ke-6 pada 10-12 Oktober 2026. Ini untuk pertama kalinya Sirkuit Internasional Mandalika menjadi lokasi pertemuan para pelaku industrI pariwisata tersebut.

Acara yang diinisiasi DPD ASITA NTB tersebut diharapkan bisa semakin memperkuat promosi dan jaringan bisnis sektor pariwisata  NTB ke pasar global.

Total ada sekitar 82 buyer yang terdiri atas agen perjalanan domestik dan mancanegara yang hadir bersama 53 seller. Mulai dari biro perjalanan wisata, pengelola hotel dan desa wisata hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Termasuk pengelola desa wisata dan UMKM binaan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC).

Selain menggelar business meeting para peserta juga berkesempatan untuk tour keliling destinasi wisata sekitar kawasan The Mandalika. Sekaligus bisa duduk bersama dalam untuk menjajaki peluang kerja sama secara langsung.

Selaku pengelola kawasan The Mandalika, ITDC pun menegaskan dukungannya terhadap kegiatan tersebut dan kegiatan serupa dimasa yang akan datang. Sebagai wujud dukungan dan kolaborasi nyata antara pelaku industri pariwisata di daerah ini. Guna mendorong kemajuan pariwisata di daerah ini.

“Kehadiran kawasan The Mandalika bisa turut mendukung memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di NTB. Dan, penyelenggaraan RTM salah satu wujud nyatanya,” ujar General Manager The Mandalika ITDC Agus Setiawan, dalam keterangan yang diterima, Senin 13 Oktober 2025.

Bagi ITDC sendiri, RTM juga sebagai momentum positioning bagi kawasan The Mandalika sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination di Indonesia. Di mana para pelaku industri pariwisata tidak hanya berkesempatan untuk untuk berinteraksi langsung, bernegosiasi dan memperkenalkan dengan sesama pelaku industi pariwisata saja. Tetapi berkesempatan melihat potensi unggulan Pulau Lombok, termasuk kawasan The Mandalika.

“Sinergi antara ASITA, ITDC dan seluruh stakeholder menjadi langkah strategis dalam memperluas jaringan pemasaran pariwisata NTB khususnya dan memperkuat kontribusi sektor ini terhadap ekonomi daerah,” imbuhnya.

Menurutnya, penyelenggaraan RTM di kawasan The Mandalika menjadi bukti komitmen bersama untuk menjadikan NTB sebagai destinasi unggulan berdaya saing global. Dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor dan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat lokal. (kir)