Monday, April 27, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 139

BKD Antisipasi Modus Penyelenggara Hiburan Hindari Pajak

0
Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan pada Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, tak ingin kehilangan potensi pendapatan asli daerah. Salah satunya turun langsung melakukan pengawasan, guna mengantisipasi modus penyelenggara hiburan untuk menghindari pajak.

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin dikonfirmasi pada, Rabu 15 Oktober 2025 menjelaskan, Pemerintah Kota Mataram memiliki peraturan wali kota (Perwal) baru tentang penyelenggaraan hiburan. Penyelenggara harus memenuhi segala persyaratan sebelum menggelar hiburan baik musik maupun kegiatan olahraga skala nasional maupun internasional.

Persyaratan seperti pajak, kebersihan, izin keramaian dan lain sebagainya. “Jangan kita dapat penyakitnya saja. Mereka tinggalkan masalah,” terangnya.

Penyelenggara hiburan sering mengakali persyaratan, agar terhindari dari pajak. Salah satunya izin keramaian. Amrin mengatakan, ketika penyelenggara tidak mendapatkan izin keramaian di Polresta Mataram, maka mereka mengajukan izin keramaian di Polda maupun Mabes Polri. Kondisi ini akan berpengaruh terhadap potensi pajak hiburan yang akan diterima.

Estimasi jumlah penonton yang diajukan dengan kondisi sebenarnya tidak diketahui. “Terutama EO (event organizer,red) dari luar ini. Mereka asal terobos saja minta izin keramaian ke Polda atau Mabes Polri. Kalau sudah begitu kita pasti kehilangan komunikasi,” ungkapnya.

Amrin mencontohkan, penyelenggaraan MXGP di Sirkuit Bandara Selaparang serta kegiatan hiburan lainnya. Penyelenggara hiburan tidak jujur melaporkan jumlah tiket yang terjual.

Menurut dia, peraturan wali kota yang baru disahkan akan ada koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Artinya, semua orang terlibat dalam pengawasan.

Penyelenggara hiburan akan disyaratkan membayar uang muka alias DP, agar menjaga mereka kabur. “Sering kadang mereka menyelenggarakan saja hiburan itu tanpa melapor ke kita dulu,” pungkasnya.

Target pajak hiburan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2025, mencapai Rp6 miliar. Realisasi telah mencapai 80 persen.

Amrin mengharapkan pengawasan yang dilakukan sebagai upaya agar memastikan kegiatan hiburan berlangsung serta penonton rill.

Dalam proses pengawasan dicek jumlah pengunjung/penonton dengan harga tiket yang diperjualbelikan. (cem)

Transaksi UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga di SMEXPO Surabaya 2025 Tembus Rp1 Miliar

0
Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) 2024 Surabaya, sukses diselenggarakan pada 10-12 Oktober, di Mall Royal Plaza Surabaya.

Lombok (ekbisntb.com) – Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) 2024 Surabaya, sukses diselenggarakan pada 10-12 Oktober, di Mall Royal Plaza Surabaya.

Acara ini menarik perhatian warga Surabaya, yang memanfaatkan akhir pekan untuk menikmati Snack F&B dan berbelanja produk fashion serta kerajinan dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) unggulan binaan Pertamina.

Berbagai rangkaian acara menarik telah dilaksanakan dalam Pertamina SMEXPO Surabaya 2025, diantaranya pameran produk dari 41 UMKM unggulan  yang menampilkan produk-produk inovatif dari  para Mitra Binaan mulai dari fashion, aksesoris, kraft, produk health & beauty sampai dengan produk  snack dan F&B  khas dari berbagai daerah di wilayah Jatimbalinus,  talkshow, workshop, dan berbagai perlombaan, serta penampilan dari musisi lokal  DJ Leord & MC Diaz dalam  Noraebang  Night dan Klanting Band.

Transaksi penjualan UMKM binaan selama tiga hari tercatat mencapai Rp1 miliar lebih.  Hal ini menunjukkan potensi besar UMKM dalam mendongkrak perekonomian daerah, terutama di wilayah Jatimbalinus.

Pemilik Usaha Umbu Randa, Lazarus Lapu Kilingoru menyampaikan rasa terima kasihnya atas keikutsertaanya dalam Pertamina SMEXPO Surabaya 2025. Lazarus Lapu menuturkan berkat SMEXPO ini, usahanya mendapat keuntungan lebih dari 29 juta rupiah selama perhelatan SMEXPO Surabaya.

“Melalui SMEXPO Surabaya 2025, Pertamina tidak hanya membantu kami dalam pemasaran produk, tapi juga memberikan peluang besar untuk berkembang. Sebelumnya kami hanya menjual di lingkup lokal, tapi lewat SMEXPO Surabaya 2025 kami bisa berinteraksi langsung dengan pembeli dari luar daerah” tutur Lazarus dengan sumringah.

Tidak hanya menawarkan kegiatan dan hiburan,  Pertamina SMEXPO  juga membagikan banyak hadiah untuk para pengunjung yang telah berbelanja di  tenant UMKM melalui games dan reward pembelanjaan di booth MyPertamina dan apresiasi untuk konsumen dengan total belanja terbanyak selama kegiatan SMEXPO melalui program Top Spender yang akan mendapatkan tiket PP Jakarta – Singapore dengan  maskapai Pelita Air.

Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, , Ahad Rahedi  mengungkapkan kebanggaan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung keberhasilan SMEXPO Surabaya 2025.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga Jawa Timur khususnya Surabaya dan partisipasi UMKM yang begitu besar dalam acara ini. Pertamina SMEXPO Surabaya tidak hanya menjadi wadah bagi UMKM untuk mempromosikan produk, tetapi juga menunjukkan komitmen Pertamina dalam mendukung ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM,” ungkap Ahad.

Melalui acara ini, Pertamina terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung UMKM yang menjadi penggerak perekonomian lokal dan nasional. Pertamina terus berkomitmen melaksanakan program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s) utamanya terkait SDG poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena UMKM adalah sebagai salah satu penyedia lapangan kerja lokal.(bul)

Emas Antam Naik Lagi, Rabu ini Meroket ke Rp2,383 Juta/gram

0
Emas Antam Naik Lagi, Rabu ini Meroket ke Rp2,383 Juta/gram

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Rabu, terus mengalami kenaikan sejak 11 Oktober 2025. Kini emas tersebut naik Rp23.000 dan dijual dengan harga Rp2.383.000 dari awal Rp2.360.000 per gram.

Untuk harga jual kembali (buyback) juga meroket ke angka Rp2.232.000 per gram, serta dijual mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram (1.000 gram).

Transaksi harga jual yang dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No.34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali batangan emas ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback . Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada hari Rabu:

‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.241.500.

‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp2.383.000.

‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp4.706.000.

‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp7.034.000.

‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp11.690.000.

‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp23.325.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp58.187.000.

‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp116.295.000.

‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp232.512.000.

‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp581.015.000.

‎- ⁠Harga emas 500 gram: Rp1.161.820.000.

‎- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp2.323.600.000.

Potongan harga pajak beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Dinas Perikanan KSB Siapkan Bantuan Bibit Bagi Petani Rumput Laut

0
Noto Karyono(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat memastikan akan menggelontorkan babtuan bibit bagi petani rumput laut di Desa Kertasari. Bantuan tersebut sebagai langkah untuk menunjang keberlanjutan aktivitas para petani yang beberapa waktu terakhir sempat terhenti karena terjadi gagal panen.

“Bulan Desember akan kami lakukan droping bantuan bibit baru untuk petani rumput laut kita,” kata kepala Dinas Perikanan KSB, Noto Karyono, Selasa 14 Oktober 2025.

Noto menjelaskan, pasca laporan kerusakan massal tanam rumput laut petani. Pihaknya sempat melakukan ujicoba pemberian bibit kepada 10 petani. Namun bibit yang diserahkan itu dilaporkan tidak berkembang dengan baik sehingga mengalami gagal panen. “Jadi katanya bibit itu mengalami kerusakan,” sebutnya.

Namun ia menjamin bibit yang akan disalurkan di akhir tahun nanti akan diupayakan yang terbaik. Noto menyatakan, pihaknya juga akan memberikan pendampingan secara intensif selama penanam bibit baru tersebut hingga masa panen tiba. “Bibitnya insyaallah kita kasih yang terbaik, kita juga akan dampingi petani karena keberhasilannya akan menjamin keberlanjutan usaha petani rumput laut kita,” katanya.

Disinggung mengenai penyebab kerusakan massal tanaman rumput laut petani di tahun ini, Noto mengaku, pihaknya telah melakukan penelitian. Data hasil uji labalatorium yang diperoleh dari Balai Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Perikanan (BPM3P) Provinsi Jawa Timur, bahkan menunjukkan kualitas baku mutu dan ekosistem perairan Kertasari dan sekitarnya masih sangat baik. “Inti dari hasil uji itu bahea kualitas air laut di Kertasari untuk budidaya rumput laut masih kategori aman,” urainya.

Sejauh ini ia memperkirakan penyebab kerusakan rumput laut petani ditengarai oleh kondisi perubahan cuaca dan geografis perairan Kertasari. Noto menguraikan, tipikal perairan Kertasari berada di area cekungan dan dihalangi oleh pulau di depannya. Akibatnya air laut tidak bersirkulasi dengan baik terutama saat musim penghujan tiba. “Berberda di perairan Tua Nanga, Kecamatan Poto Tano. Sirkulasinya di sana lancar karena tidak ada pulau yang menghalangi,” imbuhnya.(bug)

Wali Kota Bima Soroti Maraknya Kafe di Kawasan Ule

0
A. Rahman(Ekbis NTB/ist)

Kota Bima (ekbisntb.com) –Maraknya kafe dan tempat hiburan malam di kawasan pesisir Ule, Kota Bima, menuai sorotan serius Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE. Kawasan yang dulunya dikenal sebagai destinasi wisata keluarga dan tempat beraktivitas nelayan itu kini berubah wajah. Suasana tenang pesisir berganti dengan gemerlap lampu, dentuman musik, dan geliat ekonomi malam yang kian menonjol.

Namun di balik keramaian itu, muncul persoalan yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Banyak kafe di kawasan Ule diduga hanya memiliki izin usaha rumah makan, tetapi beroperasi hingga larut malam dengan aktivitas hiburan dan penjualan minuman keras. Kondisi ini memicu keresahan warga yang menilai perubahan kawasan tersebut telah bergeser dari nilai sosial dan religius masyarakat setempat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bima bersama aparat penegak hukum telah berulang kali melakukan penertiban. Sejak 2023, razia gabungan Satpol PP dan Polres Bima Kota beberapa kali menyasar kafe-kafe di Ule. Dalam operasi terakhir pada Juli 2025, petugas menyita lebih dari 200 botol minuman keras berbagai merek dan mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam distribusi ilegal. Meski begitu, sebagian kafe tetap beroperasi dengan dalih izin rumah makan.

Fenomena ini kemudian mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE. Ia menekankan pentingnya pengawasan dan tanggung jawab moral dalam menata kawasan pesisir tersebut.

“Keberadaan kafe di Ule ini menjadi tanggung jawab moral kita bersama. Kalau bisa, kita batasi. Saya tidak ingin daerah ini melegalisasi hal-hal seperti ini, karena kelak di akhirat kita akan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya, Selasa (14/10/2025).

Wali Kota juga meminta para camat lebih aktif mengawasi wilayah masing-masing. “Camat Asakota kontrol wilayah Ule, dan Camat Rasanae Barat kontrol wilayah Amahami dan sekitarnya,” perintahnya.

Ia menambahkan, keluhan masyarakat terus berdatangan terkait aktivitas tempat hiburan malam yang mengganggu kenyamanan warga. Bila ditemukan pelanggaran izin operasional, langkah tegas berupa penyegelan akan dilakukan.

“Saya ingin kota ini maju dengan cara yang baik. Jangan sampai di masa kepemimpinan saya, kita melegalisasi hal-hal yang melenceng dari kultur sosial dan agama. Kelemahan yang ada harus kita perbaiki bersama,” pungkasnya. (hir)

Jaringan Pipa PDAM Rusak, 900 KK Warga Geres Kesulitan Air Bersih

0
Jaringan perpipaan milik PDAM rusak akibat kegiatan pembangunan jalan Tanjung – Ijobalit. (Ekbis NTB/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Tanjung – Ijobalit mengakibatkan kerusakan sejumlah pipa PDAM. Kejadian ini menyebabkan sekitar 900 kepala keluarga (KK) di wilayah Kelurahan Geres Kecamatan Labuhan Haji dan sekitarnya, kehilangan akses air bersih selama beberapa hari terakhir.

Akibatnya, pihak PDAM terpaksa melakukan droping atau penyaluran bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Proses pembangunan jalan yang diperkirakan memakan waktu lama membuat warga setempat meminta jaminan pasokan air bersih hingga kondisi normal.

“Terakhir kemarin kita distribusikan air bersih sesuai permintaan dari kepala dusun/lingkungan setempat,” tutur Direktur Teknis PDAM Lotim, Dedi Irawan DL , Selasa 14 Oktober 2025.

Dedi Irawan, menyayangkan insiden ini. Ia mengonfirmasi bahwa kerusakan pipa terjadi akibat pekerjaan pembangunan jalan yang dilakukan oleh pihak rekanan.

“Pihak rekanan yang katanya sudah dikonfirmasi mengaku sebenarnya tidak ada di dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya) pembangunan jalan untuk melakukan penggantian pipa. Akan tetapi, dikarenakan kerusakan itu disebabkan oleh pihak yang mengerjakan, sehingga siap akan dilakukan ganti rugi,” jelas Dedi.

Insiden serupa ternyata kerap terjadi di berbagai daerah. Di Indramayu, kebocoran pipa PDAM juga pernah terjadi karena proyek drainase yang dikerjakan kontraktor, menyebabkan air yang dialirkan ke pelanggan menjadi keruh. Sementara di Samarinda, DPRD setempat mendesak peningkatan koordinasi antara PDAM dan Dinas Pekerjaan Umum agar pembongkaran jalan tidak berulang kali dilakukan .

Koordinasi yang baik justru pernah tercapai di Barito Selatan, di mana PDAM setempat berkoordinasi dengan kontraktor jembatan untuk memindahkan pipa induk sebelum pengerjaan proyek dimulai, sehingga tidak mengganggu pasokan air .

Menurut Dedi, sebenarnya pipa yang ada di wilayah Geres, terutama yang terletak di jalan lintas provinsi, semestinya tidak perlu rusak akibat pembangunan jalan. Hal ini karena pemasangan pipa PDAM telah mempertimbangkan kedalaman yang aman.

“Pemasangan pipa PDAM itu disesuaikan dengan tingkat kebesaran pipa. Semakin besar pipanya, maka semakin dalam menanamnya. Seperti pipa enam inchi, ditanam minimal di kedalaman 1 meter,” papar Dedi.

Ia berharap ke depannya setiap aktivitas pembongkaran jalan yang berpotensi mengganggu saluran pipa PDAM dapat diawali dengan koordinasi yang baik dengan pihaknya. Langkah proaktif ini dinilai krusial untuk mencegah terulangnya krisis air bersih yang merugikan ribuan warga. (rus)

Sambil Service Motor, Nyamannya Ruang Tunggu Bengkel Dealer Jaringan Astra Motor NTB

0
Ruang tunggu yang nyaman di bengkel Astra Motor Sriwijaya(Ekbis NTB/ist)

Lombok (ekbisntb.com) –Menunggu motor kesayangan diservis seringkali menjadi hal yang membosankan bagi banyak orang. Namun, pengalaman berbeda bisa dirasakan ketika berkunjung ke bengkel resmi jaringan Astra Motor NTB, salah satunya di Astra Motor Sriwijaya, Jalan Bung Karno, Kota Mataram, tepat di dekat Mie Gacoan.

Dealer ini memberikan kenyamanan ekstra bagi para konsumen yang datang untuk melakukan perawatan rutin atau perbaikan motor Honda mereka. Begitu memasuki ruang tunggu, suasana sejuk dari pendingin ruangan langsung terasa. Ruangan ber-AC yang bersih dan rapi membuat konsumen betah berlama-lama menunggu.

Tak hanya itu, Astra Motor Sriwijaya juga menyediakan Wi-Fi gratis dengan koneksi yang cepat, sehingga pelanggan tetap bisa bekerja, berselancar di dunia maya, atau sekadar bersantai dengan menonton video di ponsel. Bagi yang gemar membaca, tersedia pula berbagai bahan bacaan seperti koran, majalah, serta buku-buku edukatif seputar safety riding dan perawatan motor agar kendaraan tetap awet.

Kenyamanan konsumen semakin lengkap dengan tersedianya air minum gratis, toilet bersih, serta TV hiburan di ruang tunggu. Sambil menunggu, pelanggan juga bisa melihat langsung proses kerja para mekanik yang sedang menyervis motor mereka melalui area pandang terbuka. Transparansi ini menjadi salah satu bentuk pelayanan Astra Motor dalam menjaga kepercayaan pelanggan.

Menariknya lagi, dealer ini juga menyediakan kanal khusus bagi konsumen yang ingin menyampaikan masukan, evaluasi, atau apresiasi terhadap pelayanan. Di ruang tunggu, terpajang pula berbagai tipe motor Honda lengkap dengan informasi harga, sistem pembayaran, dan penawaran promo terkini. Konsumen yang ingin berkonsultasi lebih lanjut dapat langsung berbicara dengan Customer Service (CS) yang siap melayani dengan ramah dan profesional.

Tak ketinggalan, tersedia pula apparel dan perlengkapan berkendara bagi pelanggan yang ingin tampil gaya dan aman di jalan. Semua layanan tersedia dalam satu pintu, menjadikan Astra Motor Sriwijaya sebagai pilihan ideal bagi pengguna motor Honda di Mataram.

Dengan pelayanan prima, fasilitas lengkap, dan suasana ruang tunggu yang nyaman, bengkel Astra Motor NTB membuktikan komitmennya untuk terus memberikan pengalaman servis terbaik bagi konsumen setia Honda.

“Kenyamanan ini menjadi bukti komitmen Astra Motor NTB bersama jaringan Dealernya dalam memberikan pelayanan terbaik dan pengalaman positif bagi setiap pelanggan,” kata Anggi Irawan, Customer Care Manager Astra Motor NTB. (bul)

Dampak Hilirisasi Tambang, Pertumbuhan Ekonomi NTB Minus dan Potensi Kehilangan DBH Sebesar Rp200 Miliar 

0
Komisi III DPRD NTB menggelar RDP dengan PT AMNT kaitannya dengan penurunan ekspor konsentrat yang berdampak pada minusnya pertumbuhan ekonomi daerah.(Ekbis NTB/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Catatan pertumbuhan ekonomi NTB dalam pada di triwulan kedua tahun 2025 ini menus sampai 0,82 persen. Penyebab terbesar anjloknya pertumbuhan ekonomi daerah tersebut berasal dari sektor tambang.

Menyikapi situasi tersebut, Komisi III DPRD Provinsi NTB yang membidangi urusan keuangan dan perbankan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

RDP Komisi III DPRD NTB dengan AMNT tersebut membahas perkembangan pembangunan dan operasional proyek smelter tambang Batu Hijau, termasuk upaya percepatan penyelesaian serta optimalisasi kapasitas produksi.

Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi mengaku bahwa pihaknya sangat gelisah melihat pertumbuhan ekonomi NTB yang terus minus karena penurunan volume produksi di sektor tambang dan penggalian. Sehingga RDP dengan PT AMNT tersebut sangat penting.

“Artinya kalau kita mau mengubah pertumbuhan ekonomi NTB dari minus ke plus, maka kita harus berjuang agar ekspor barang jasa kita meningkat dengan adanya izin relaksasi konsentrat,” kata Sambirang.

Disebutkan Sambirang bahwa sejak kebijakan hilirisasi, terjadi penurunan tajam terhadap ekspor konsentrat. Karena kemampuan smelter mengolah konsentrat belum maksimal. Penurunan ekspor konsentrat itulah kemudian memicu pertumbuhan ekonomi NTB menjadi minus.

“Kondisinya tiap hari ada produksi konsentrat sesuai rencana bisnis. Tapi ini tidak bisa diolah oleh smelter sehingga terjadi penumpukan konsentrat,” papar Sambirang.

Ditegaskan, kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus menerus. Dibutuhkan kebijakan khusus berupa diskresi dari pemerintah pusat untuk relaksasi ekspor konsentrat. Jika tidak ada relaksasi ekspor dari pusat, maka hingga akhir tahun ini PT AMNT tidak bisa mengirim konsentrat ke luar negeri untuk ekspor.

“Jadi kami mendorong agar gubernur sekaligus bersama pimpinan DPRD serta komisi III untuk segera datang ke kementrian ESDM dan Kementerian Keuangan. Kami minta agar ada kebijakan relaksasi supaya bisa ekspor konsentrat,” cetus Sambirang.

Selain pertumbuhan ekonomi yang minus, sisi lain NTB juga mengalami kerugian oleh kebijakan hilirisasi tersebut. Dengan menurunnya ekspor konsentrat tersebut akan berdampak pada penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) tambang.

“Kalau itu yang terjadi kita bisa kehilangan potensi pendapatan DBH sampai Rp 200 miliar. Ini tentu berdampak pada APBD 2026. Jadi satu-satunya cara agar dibuka relaksasi ekspor. Baru bisa surplus pertumbuhan ekonomi kita,” tegasnya.

Sementara itu pihak PT Amman Mineral menjelaskan dalam RDP tersebut menyampaikan bahwa bahwa saat ini pihaknya masih terdapat beberapa kendala teknis dan infrastruktur yang perlu diselesaikan agar operasional smelter dapat berjalan secara optimal dan memberikan kontribusi maksimal terhadap ekonomi daerah. (ndi)

Kadishub NTB : Tugas Bersama Meningkatkan “Load Factor” Pesawat

0
 Ervan Anwar

Lombok (ekbisntb.com) – Pembukaan sejumlah rute penerbangan baru dari dan ke Lombok oleh maskapai nasional menjadi angin segar bagi sektor pariwisata dan perekonomian Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun di sisi lain, kondisi ini juga menjadi tantangan untuk menjaga tingkat keterisian kursi atau load factor pesawat agar tetap optimal.

Sebagaimana dikemukakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB, Ervan Anwar. Ia mengatakan bahwa meningkatnya jumlah rute penerbangan harus diimbangi dengan upaya bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan tingkat keterisian penumpang terjaga.

“Betul, dengan makin banyaknya rute penerbangan dari dan ke Lombok yang dibuka oleh maskapai, ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi NTB,” ujarnya di Mataram, Selasa 14 Oktober 2025.

Menurutnya, peningkatan konektivitas udara merupakan peluang besar bagi NTB untuk mengembangkan sektor pariwisata dan memperkuat gairah perekonomian daerah, terutama di bidang industri dan perdagangan.

“NTB merupakan destinasi pariwisata super prioritas yang secara geografis berada di antara Bali dan NTT. Ini posisi yang sangat strategis untuk menarik wisatawan dan mendorong aktivitas ekonomi,” jelasnya.

Ervan menegaskan, kebijakan pengembangan rute penerbangan ini sejalan dengan program Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, yang berfokus pada pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, serta mempercepat tumbuhnya ekonomi masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya strategi terpadu agar peningkatan jumlah penerbangan juga berdampak positif bagi daerah.

“Keterlibatan seluruh stakeholder tentunya sangat menentukan, baik pemerintah, pelaku usaha, asosiasi pariwisata, hingga masyarakat lokal,” tambahnya.

Sebagai informasi, Lion Air Group melalui anak usahanya, Wings Air, baru saja membuka dua rute baru dari Bandara Internasional Lombok menuju Bandara Lede Kalumbang, Tambolaka (TMC) dan Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu (WGP) di Nusa Tenggara Timur. Kedua rute ini akan dilayani setiap hari.

Dengan penambahan dua rute tersebut, Bandara Internasional Lombok kini melayani 11 rute domestik, yakni Jakarta, Surabaya, Denpasar, Labuan Bajo, Bima, Sumbawa Besar, Yogyakarta, Makassar, Balikpapan, Tambolaka, dan Waingapu. Selain itu, terdapat dua rute internasional, yakni menuju Kuala Lumpur dan Singapura.

Ervan optimistis, pembukaan rute-rute baru ini akan semakin memperkuat posisi Lombok sebagai pusat konektivitas di kawasan tengah Indonesia.

“Kita berharap sinergi antara pemerintah daerah, maskapai, dan pelaku pariwisata, serta stakeholder lainnya bisa terus ditingkatkan agar penerbangan dari dan ke NTB semakin ramai dan berkelanjutan,” pungkasnya.(bul)

Pemprov NTB Beberkan Alasan Menyehatkan PT. GNE

0
Najamudin Ami

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi NTB menegaskan memilih langkah penyelamatan dan penyehatan kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Gerbang NTB Emas (GNE). Langkah ini diambil agar BUMD yang dimiliki penuh oleh Pemprov NTB itu dapat kembali aktif, sehat, dan produktif.

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Dr. Najamuddin Ami, menjelaskan bahwa dari empat BUMD yang dimiliki Pemprov NTB — yakni PT. Bank NTB Syariah, PT. BPR NTB Perseroda, PT. Jamkrida NTB Syariah, dan PT. GNE — hanya GNE yang sahamnya sepenuhnya milik pemerintah provinsi. Karena itu, Pemprov memiliki tanggung jawab penuh untuk menyehatkan kembali perusahaan tersebut.

“GNE ini sempat terkendala karena legalitasnya, AHU-nya dibekukan, sehingga aktivitas usaha mereka tidak bisa berjalan. Dengan pembenahan legalitas dan penyertaan modal, GNE kini bisa kembali bekerja dan beroperasi. Mereka bukan hanya memberikan dividen kepada pemerintah, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi karyawan dan mengelola aset yang dimiliki,” jelas Najamuddin di ruang kerjanya, Selasa 14 Oktober 2025.

Ia mengatakan, aset yang dimiliki GNE akan dikelola secara optimal dan dijadikan kekuatan untuk diversifikasi usaha. Karena itu, Pemprov NTB memilih langkah menyehatkan perusahaan daripada membiarkannya tidak produktif.

“Kondisinya memang sedang kurang sehat, tapi dengan penyehatan, akar persoalannya bisa kita atasi. Kita ingin memperbaiki tata kelola dan mengembalikan optimisme terhadap BUMD ini,” ujarnya.

Pemerintah daerah telah mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp8 miliar melalui APBD Perubahan 2025. Dana ini masih dalam kategori modal inti dan tidak memerlukan regulasi tambahan karena belum mencapai batas maksimal penyertaan.

“APBD Perubahan ini sedang dievaluasi Kemendagri. Setelah proses evaluasi selesai, GNE akan segera berkoordinasi dengan Pemprov melalui BPKAD untuk menuntaskan tahapan administrasi dan teknisnya,” tambahnya.

Najamuddin optimistis GNE memiliki prospek yang baik jika dikelola secara profesional. Ia telah bertemu dengan pengurus dan komisaris GNE dan melihat komitmen kuat mereka untuk menjadikan perusahaan lebih sehat dan produktif.

“Kita ingin GNE kembali ke kekuatan utamanya, yaitu di bidang aneka usaha. Salah satu yang menjanjikan adalah bisnis paving block, karena produk mereka punya kualitas bagus dan mesin produksinya juga unggul,” ujarnya.

Menurutnya, peluang pasar GNE sangat besar. Dengan program pembangunan infrastruktur di NTB yang nilainya mencapai lebih dari Rp1 triliun, serta program nasional seperti pembangunan lingkungan dan tiga juta rumah, kebutuhan bahan bangunan seperti paving block akan terus meningkat.

“Kalau produk GNE bisa melakukan diversifikasi, tidak hanya untuk lantai, tapi juga untuk dinding atau ornamen, kebutuhan proyek pemerintah saja sudah cukup besar untuk membuat GNE lebih produktif,” paparnya.

Selain paving block, Najamuddin tidak menutup kemungkinan GNE nantinya akan mengembangkan usaha lain di sektor-sektor unggulan daerah seperti pertanian dan pariwisata. Namun, ekspansi usaha baru akan dilakukan setelah kondisi perusahaan benar-benar sehat.

“Yang penting saat ini mereka fokus dulu memperbaiki manajemen dan meningkatkan produktivitas. Kalau tata kelolanya bagus, barulah bisa ekspansi ke usaha lain,” jelasnya.

Najamuddin juga menegaskan bahwa pembenahan di tubuh GNE akan dilakukan secara terbuka melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam forum itu akan ditentukan jajaran direksi dan dewan komisaris baru. Seperti halnya pansel yang dilakukan di Bank NTB Syariah dan Jamkrida NTB Syariah, semua dilakukan dengan mekanisme lelang terbuka.

“GNE juga akan melalui proses serupa agar profesional dan transparan,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTB, sebagai pemegang saham tunggal, tetap optimis bahwa GNE akan bangkit menjadi BUMD yang sehat dan berkontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi daerah.

“Kita harus optimis, karena potensi dan peluang GNE sangat besar. Dengan tata kelola yang baik, mereka bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” pungkas Najamuddin.(bul)