Monday, April 27, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 131

KDMP di Lombok Timur Diminta Tetap Optimis Jalankan Bisnis

0
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lotim Lotim Muhammad Safwan (kiri) didampingi Kabid Koperasi M. Irwan Khair.

Lombok  (ekbisntb.com) –

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) didorong untuk tetap optimistis dalam menjalankan agenda bisnisnya. Hal ini disampaikan oleh jajaran Dinas Koperasi dan UKM Lombok Timur (Lotim) meskipun saat ini baru dua unit KDMP yang beroperasi dari total 254 desa/kelurahan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Koperasi Lotim, Muhammad Safwan, menjelaskan bahwa tahapan pembentukan KDMP secara umum telah rampung. Saat ini, fokusnya adalah pada proses penyusunan rencana bisnis.

“Sampai saat ini, Kopdes MP sudah memiliki legalitas atau Surat Izin Menyelenggarakan (SIM) Koperasi sebagai dasar menjalankan kegiatan usaha,” ujar Safwan, Selasa (21/10/2025).

Dia menambahkan, terdapat berbagai potensi gerai usaha yang dapat dikembangkan oleh KDMP, mulai dari sembako hingga klinik. Sumber permodalan utamanya berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib yang disepakati anggota, serta pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), hibah, atau sumber pinjaman lainnya.

Untuk mendukung percepatan pengembangan, berbagai pihak telah terlibat dalam memberikan pendampingan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah meminta agar tiga koperasi di Jerowaru, Labuhan Haji, dan Sugian didampingi oleh perwakilannya di wilayah Utara dan Selatan Lotim.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi memberikan pendampingan kepada KDMP di Kembang Kuning, Kelurahan Kelayu Selatan, Bagik Papan, Lendang Nangka, dan Gunung Rajak. Pemilihan ini didasarkan pada kejelasan usaha yang mereka miliki. Provinsi juga meminta setiap kabupaten mengusulkan lima koperasi percontohan untuk didampingi, disertai dengan pelatihan yang akan diselenggarakan dalam lima angkatan.

Dukungan juga datang dari TNI yang melakukan pendampingan untuk kantor KDMP, dengan Lendang Nangka Sikur dan Pejaring Sakra Barat sebagai desa yang diusulkan.

M. Irwan Khair, Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Lotim, menambahkan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM telah meluncurkan program pendampingan melalui Business Assistant (BA) sebanyak 25 orang untuk mendampingi KDMP di Lotim.

“Satu Business Assistant biasanya mendampingi 8 hingga 12 KDMP, namun untuk Lotim kami bagi menjadi 10 hingga 11 KDMP per BA. Tugas mereka awalnya mendampingi tahap legalitas, dan sekarang masuk ke tahap pengembangan usaha,” jelas Irwan.

Tidak hanya BA, Kementerian Koperasi juga telah menempatkan Project Management Office (PMO) sebanyak dua orang per kabupaten. Peran BA dan PMO adalah untuk mendampingi penyusunan bisnis plan hingga akses permodalan, sekaligus berfungsi sebagai instrumen garansi dan pengawalan yang tetap dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

Untuk mengintegrasikan usaha, desa-desa yang sudah memiliki embrio usaha didorong untuk menggabungkannya dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Seluruh desa diharapkan dapat mengadakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dengan agenda utama mengkaji bisnis plan yang diajukan oleh KDMP.

“Itu (kegiatan Musdesus dan pendampingan) harus dianggarkan oleh desa. Dana desa juga dapat menjadi jaminan pinjaman jika disepakati sebagai agunan untuk usaha yang dijalankan,” tambah Irwan.

Sementara itu, dalam APBD Perubahan nantinya akan dialokasikan kegiatan sosialisasi kepada KDMP sebagai bekal pengembangan. Pemerintah juga menargetkan pada tahun 2026 setiap KDMP sudah memiliki kantor koperasi. Saat ini, telah disiapkan surat untuk pendataan lahan, yang tidak hanya terbatas pada tanah pecatu, tetapi juga tanah milik Pemda atau tanah pemerintah lainnya yang strategis.

Dengan adanya sinergi dan pendampingan dari berbagai tingkat pemerintahan serta TNI, diharapkan Koperasi Desa Merah Putih dapat tumbuh, berkembang, dan menjadi penggerak perekonomian desa di Lotim. (rus)

Wabup Lombok Timur Serahkan Bantuan Baznas untuk Korban Banjir di Mamben Lauk

0
Wakil Bupati Lotim. H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyerahkan bantuan dari Baznas Lotim secara simbolis kepada korban banjir di Mamben Lauq, Selasa (21/10/2025).

Lombok (ekbisntb.com) –

Sebagai wujud kepedulian dan respons cepat terhadap musibah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur (Lotim) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang dan dana pembinaan untuk Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) di Desa Mamben Lauk. Acara penyerahan berlangsung pada Selasa (21/10/2025) di Kantor Desa Mamben Lauk.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program responsif Baznas ini dihadiri dan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati (Wabup) Lotim H. Moh. Edwin Hadiwijaya. Kehadiran Wabup menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung upaya penanggulangan dampak bencana yang menimpa warga beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya, Wabup H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyaluran bantuan sosial kemanusiaan oleh Baznas Lotim. Ia menjelaskan bahwa sumber dana bantuan ini murni berasal dari masyarakat yang membayar zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi tersebut.

“Mohon dukungan Bapak dan Ibu untuk mendukung kita di Baznas, untuk menyuarakan dan menyiarkan agar membayar zakatnya melalui Baznas. Karena dana yang terkumpul nanti akan kembali ke desa untuk kesejahteraan masyarakat,” ajak Edwin Hadiwijaya.

Sementara itu, Ketua Baznas Lotim, Muhammad Kamli, dalam laporannya menekankan bahwa penyaluran bantuan ini memiliki makna ganda. Selain sebagai bentuk syiar, kegiatan ini juga merupakan komitmen lembaganya untuk menyalurkan dana umat tepat sasaran, sesuai dengan delapan golongan penerima zakat (asnaf), serta wujud tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

“Ini adalah bukti nyata bahwa dana ZIS yang dikumpulkan dari masyarakat, disalurkan kembali untuk kemaslahatan umat, baik untuk penanganan darurat bencana maupun pembinaan generasi muda,” ujar Kamli.

Bantuan yang disalurkan terdiri dari 40 paket sembako untuk warga terdampak banjir bandang. Tidak hanya itu, Baznas Lotim juga memberikan bantuan dana pembinaan untuk beberapa TPQ di wilayah sekitar, sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan agama bagi generasi muda.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua II dan Wakil Ketua III BAZNAS Lotim, beserta Kepala Desa (Kades) Mamben Lauk dan Kades Tembeng Putik, yang semakin menyemarakkan rangkaian kegiatan penyaluran bantuan ini. (rus)

Naik Kelas , Pelaku Wisata Lingkar Rinjani Harapkan Kesejahteraan Ikut Naik Kelas

0
Royal Sembahulun

Lombok (ekbisntb.com) –

Kenaikan status Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menuai kritik dari pelaku usaha wisata setempat. Ketua Forum Citra Wisata Lingkar Rinjani, Royal Simbahulun, menegaskan bahwa kenaikan kelas tidak boleh hanya sekadar perubahan status dan mengejar tambahan Pendapatan Negara Bukan Pajak  (PNBP), tetapi harus diikuti dengan perbaikan tata kelola dan kelengkapan fasilitas pendukung.

Seiring dengan kenaikan tersebut, harapnya, kesejahteraan para pelaku wisata juga turut ikutan naik kelas dengan perhatian pemerintah.

“Naik kelas dalam hal ini saya kira hanya status. Ketika berubah status, maka pemerintah juga harus mengikuti kelas tersebut dengan memperbaiki manajemen pengelolaan serta melengkapi fasilitas sarana dan prasarana pendukung di kawasan,” tegas Royal, Selasa (21/10/2025).

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak pada tujuan jangka pendek. “Jangan sampai pemerintah naikkan kelas hanya untuk mengejar tambahan uang semata,” tambahnya.

Royal menekankan bahwa esensi dari sebuah destinasi premium bukan terletak pada harga tiket yang mahal, melainkan pada nilai tambah dan kesejahteraan para pelaku di dalamnya.

“Tidak ada jaminan naiknya tiket akan membuat Rinjani menjadi premium. Yang akan menjadikan Rinjani premium adalah menaikkan harga jual dan meningkatkan upah pekerja, yaitu guide dan porter, yang sesuai standar kerja sehat,” jelasnya.

Menurutnya, kesejahteraan para pemandu dan porter adalah indikator kunci. Jika mereka mendapat upah yang layak, maka kualitas pelayanan kepada wisatawan akan ikut meningkat, yang pada akhirnya menciptakan pengalaman wisata yang “premium”.

Kebijakan kuota terbatas, lanjut Royal, adalah bagian dari prinsip konservasi untuk menjaga ekosistem Rinjani dari kerusakan akibat overtourism. Permintaan kuota tanpa batas dari TO dinilai sangat berbahaya dan dapat mengancam kelestarian kawasan TNGR dalam jangka panjang.

Dengan demikian, Royal mendorong adanya pendekatan komprehensif. Pemerintah diminta tidak hanya fokus pada aspek finansial, tetapi juga memperkuat aspek konservasi, tata kelola, dan kesejahteraan manusia sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan Gunung Rinjani ke depan.

Jumlah Trekking Organizer (TO) di Rinjani yang berisin resmi ini sekitar 200. Belum lagi banyak yang tidak berizin. Satu TO dalam satu musim beragam jumlah pendakinya. Ada yang 500 orang per musim. Ada yang mencapai 4 ribu per musim.

Khusus treking jalur Sembalun, kata Royal selama ini paling banyak pendakinya. Bagi Ketua Forum Citra Wisata Lingkar Riniani ini, selama ini jalur lewat Sembalun ini paling banyak diobral. Tidak heran pendaki lewat jalur Sembalun ini terbanyak. Akan tetapi, dari sisi kesejahteraan pelaku wisata di dalamnya sangat lemah.

Bagi Royal, sebenarnya yang terpenting adalah nilai kesejahteraan yang didapat. Tidak penting soal kuantitas pendakian yang dijalankan porter dalam melayani pendakian, tali tingkat kualitas kesejahteraannya harus lebih baik. Karena itu yang perlu diatur terlebih dulu adalah standar upah dulu, baue kemudian bicara standar paket yang akan dijual.

Teori orang berbisnis terpenting untung kurang baik, karena Rinjani ini soal lingkungan. Sembalun dan Senatu memiliki pemahaman berbedas soal keberlangsungan bisnis treking ini. Sembalun sekarang sedang berjuang mengelola destinasi berbasis kawasan. (rus)

Antisipasi Perkembangan Iklim Global, 46 dari 106 Desa Berdaya di NTB Berpotensi Terdampak Kenaikan Muka Air Laut

0
Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Maliki (dua dari kiri) didampingi Kepala DIskomfotik NTB H. Yusron Hadi (kanan), Simon Flores saat memberikan keterangan, Selasa, 21 Oktober 2025.

Mataram (ekbisntb.com) –

Perkembangan iklim global yang selalu berubah setiap tahun harus mendapat atensi dari pemangku kebijakan. Pada tahun 2100 mendatang, kemungkinan terjadi kenaikan air laut tidak bisa dihindari. Hasil proyeksi Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) kenaikan permukaan air laut setinggi satu meter dapat berdampak pada lebih dari 1,7 juta keluarga di Indonesia..

Hal ini disampaikan saat peluncuran Analisis Dampak Kenaikan Muka Air Laut (Sea Level Rise/SLR) sebagai dasar perencanaan pembangunan berketahanan iklim di Ruang Rapat Geopark Bappeda NTB oleh Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Selasa (21/10/2025). Kegiatan ini merupakan kolaborasi  Bappeda NTB, UN Global Pulse, dan Program Kemitraan Indonesia–Australia SKALA.

hadir juga sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB, seperti Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik H. Yusron Hadi, Asisten III Setda NTB Hj. Eva Dewiyani, Kepala BPSDMD NTB Baiq Nelly Yuniarti, Kepala Dinas Kesehatan NTB H. Lalu Hamzi Fikri.

Wagub Indah Dhamayanti Putri, menegaskan pentingnya langkah ini sebagai respons terhadap ancaman nyata di lapangan. Menurutnya, dampak kenaikan muka air laut ini menjadi permasalahan yang memberi dampak sosial yang cukup besar kepada masyarakat, khususnya dari hasil kajian yang dilakukan, yaitu Kota Mataram dan Kota Bima.

Tidak hanya itu, ungkapnya, kenaikan muka air laut juga memperparah banjir akibat terhambatnya serapan air. Dari hasil analisis, 46 desa dari total 106 desa dengan kemiskinan ekstrem di NTB diketahui terdampak langsung oleh fenomena kenaikan muka air laut.

Untuk itu, data hasil kajian SLR ini akan menjadi acuan penting bagi langkah-langkah strategis, baik dalam penyusunan regulasi maupun aksi konkret di lapangan. Desa-desa yang berpotensi terdampak kenaikan air laut 1 meter ini, tegasnya, harus dijadikan prioritas utama dalam program penanganan kemiskinan ekstrem di NTB.

‘’46 desa dari 106 desa dengan kemiskinan ekstrem yang akan kita tangani dalam 5 tahun ke depan terdampak dengan kenaikan muka air laut. Nah tentunya ini cukup mengkhawatirkan, karena hampir 50% dari jumlah desa yang akan kita tangani bersama. Saya berharap ada pemetaan yang lebih mendalam dari 46 desa ini untuk melihat sejauh mana urgensi penanganannya di sejumlah desa, apakah masuk dalam tahun pertama pelaksanaan atau masih masuk dalam tahun-tahun selanjutnya,’’ ujar mantan Bupati Bima dua periode ini.

Pihaknya berharap kepada Bappeda agar 46 desa ini bisa menjadi skala prioritas penanganan awal dalam penanganan kemiskinan ekstrem di desa tersebut. Apalagi data awal ini menjadi kunci utama untuk pengukuran capaian indikator kinerja aparatur di lapangan.

Diakuinya, isu perubahan iklim  menjadi bagian penting dari RPJMD NTB tahun 2025-2029, yang merupakan tahap pertama dari RPJPD NTB 2025–2045. Melalui visi NTB Kepulauan yang Makmur dan Mendunia, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan menurunkan kemiskinan dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor.

Peluncuran analisis ini juga sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2025–2029 tentang RPJMD Provinsi NTB, sebagai fase penguatan pondasi transformasi menuju visi Bangkit Bersama menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia.

Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Maliki mengakui, jika kenaikan air laut ini akan terjadi dan ini pasti akan terjadi. Meski kemungkinan kenaikan air laut itu akan terjadi, cepat atau lebih lambat harus diantisipasi, sehingga generasi berikutnya tidak terlalu terkena dampaknya.

‘’Jadi memang pada saat ini sudah diprediksi dan sudah disimulasikan bahwa kita akan mengalami perubahan permukaan air laut 1 sampai 5 meter sampai 2100. Jadi memang masih jauh ke depan dan kita juga mungkin dalam sisa umur kita masih belum pernah merasakan bahwa air laut itu tiba-tiba berubah. Tetapi setidaknya bahwa ada dua generasi atau tiga generasi yang akan mengalami itu,’’ ungkapnya.

Untuk itu, harapnya, upaya mengantisipasi dan juga pemerintah bisa mereviu kembali kebijakan-kebijakan yang ada, sehingga bisa lebih mengantisipasi masa depan dalam mengurangi dari dampak kenaikan muka air laut.  

Hal senada disampaikan Simon Flores perwakilan Pemerintah Australia yang hadir. Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Australia melalui program SKALA dan UNDP Indonesia merupakan bentuk dukungan konkret, mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.

Indonesia, ujarnya, adalah mitra strategis Australia. Tidak ada hubungan yang lebih penting bagi Australia daripada kemitraan dengan Indonesia. Dijelaskannya, tantangan perubahan iklim seperti kenaikan permukaan air laut merupakan isu yang dihadapi bersama kedua negara. Karena itu, studi ini diharapkan menghadirkan solusi inovatif yang memadukan data spasial, pendekatan digital serta analisis sosial ekonomi masyarakat pesisir. (ham)

Pertamina Patra Niaga Dorong UMKM Binaan Capai Omzet Rp3,7 Miliar di Trade Expo Indonesia 2025

0
Pertamina Patra Niaga Dorong UMKM Binaan Capai Omzet Rp3,7 Miliar di Trade Expo Indonesia 2025

Lombok (ekbisntb.com) – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan dan peningkatan daya saing UMKM binaannya ke tingkat global. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, yang berlangsung pada 15–19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Dalam pameran berskala internasional ini, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menghadirkan 10 mitra binaan unggulan yang berasal dari berbagai sektor, yaitu Sambel Ning Niniek, Timtim Natural Estusae, Bali Honey, Denara Duta Mandiri, Mutiara Gitbay, Batik Sumber Arafat, Bali Pure, Pertenunan Astini, Legend Tren, dan Koffiku.

Kesepuluh mitra tersebut menampilkan produk-produk khas daerah dengan kualitas tinggi, mulai dari makanan dan minuman olahan, produk kecantikan alami, fashion, dan kerajinan tangan tradisional

Selama lima hari pelaksanaan pameran, total transaksi para mitra binaan menembus lebih dari Rp3,7 miliar yang terdiri atas penjualan ritel dan komitmen ekspor.

Tercatat sebanyak 8 nota kesepahaman (MoU) berhasil ditandatangani antara UMKM binaan Pertamina  Patra Niaga Jatimbalinus dengan buyer internasional. Langkah ini memperkuat posisi UMKM Indonesia di rantai perdagangan global sekaligus membuka peluang ekspor baru yang berkelanjutan.

Salah satu pencapaian yang menonjol datang dari Koffiku, UMKM binaan asal Jawa Timur yang bergerak di bidang kopi premium. Melalui ajang TEI 2025, Koffiku berhasil menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan buyer asal India dengan nilai transaksi awal sebesar 32.500 dolar AS, yang diharapkan menjadi langkah awal menuju ekspor berkelanjutan dalam volume lebih besar di masa mendatang.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus yang telah memfasilitasi kami untuk ikut dalam Trade Expo Indonesia. Melalui ajang ini, kami bisa memperkenalkan kopi lokal ke pasar internasional dan bahkan menandatangani MoU dengan buyer asal India. Nilainya memang masih kecil di tahap awal, namun ini merupakan langkah besar bagi kami untuk membuka peluang ekspor lebih luas ke depan,” ujar Silvi selaku _owner_ dari Koffiku.

Selain Koffiku, sejumlah mitra binaan lainnya seperti Legend Tren, produsen minuman tradisional legen khas Jawa Timur, yang berhasil menjalin kesepakatan ekspor dengan buyer asal Jepang. serta Sambel Ning Niniek berhasil menggaet buyer asal Hong Kong, yang terkesan dengan cita rasa autentik sambal khas Nusantara, ini juga menjadi penjajakan bisnis dari buyer luar negeri yang tertarik dengan kualitas serta keunikan produk UMKM Indonesia. Partisipasi ini tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga memperkuat posisi produk lokal di kancah perdagangan global.

Dalam kesempatan terpisah, Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan para mitra binaan yang mampu menembus pasar internasional.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras para mitra binaan yang terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya. Keberhasilan ini merupakan hasil nyata dari pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan melalui program UMK Academy Pertamina. Kami percaya, UMKM memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi nasional dan kami berkomitmen untuk terus mendukung mereka agar dapat naik kelas, berdaya saing global, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujar Ahad.

Partisipasi Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus di Trade Expo Indonesia 2025 juga menjadi bukti sinergi nyata antara sektor korporasi dan pelaku usaha kecil menengah dalam membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui pendampingan berkelanjutan, pelatihan manajemen, peningkatan kapasitas produksi, serta fasilitasi akses promosi dan pembiayaan, Pertamina memastikan mitra binaannya memiliki daya saing dan keberlanjutan usaha jangka panjang.

Ajang Trade Expo Indonesia sendiri merupakan pameran dagang terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dengan tujuan memperluas jaringan ekspor produk nasional. Tahun ini, TEI 2025 mengusung tema “_Sustainable Trade for Global Resilience_” dan diikuti oleh ribuan pelaku usaha dari berbagai sektor industri.

Dengan hasil yang diperoleh dalam ajang ini, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus optimistis bahwa produk-produk unggulan mitra binaannya akan semakin dikenal dan diterima di pasar internasional, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan potensi produk lokal berkualitas tinggi.(bul)

BBPOM di Mataram Siapkan Pendampingan Gratis UMKM Agar Miliki NIE

0
Yogi Abaso

Lombok (ekbisntb.com) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram terus memperkuat perannya dalam membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di NTB.
Salah satunya, melalui kegiatan Desk Mandiri Registrasi Pangan Olahan Tahun 2025, BBPOM Mataram memberikan pendampingan langsung bagi pelaku usaha agar produk pangan olahan mereka memperoleh Nomor Izin Edar (NIE) resmi dari Badan POM.
Kegiatan pendampingan berlangsung selama dua hari, pada 14–15 Oktober 2025 di Aula BBPOM Mataram, Jalan Catur Warga, Kota Mataram, ini merupakan bagian dari program nasional “Jemput Bola Registrasi Pangan Olahan” yang diinisiasi oleh Direktorat Registrasi Pangan Olahan.
Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso, menjelaskan kegiatan ini bertujuan memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap regulasi dan mekanisme perizinan pangan olahan yang berlaku.
“Melalui desk mandiri ini, kami ingin memastikan para pelaku usaha di NTB bisa mengurus izin edar dengan mudah, cepat, dan sesuai ketentuan. BBPOM hadir untuk mendampingi, bukan mempersulit,” ujar Yogi.
Selama kegiatan berlangsung, sebanyak 30 pelaku usaha pangan olahan mendapat pendampingan langsung dari petugas BBPOM di Mataram. Mereka dibimbing mulai dari verifikasi dokumen, unggah data permohonan di sistem e-Registrasi, hingga konsultasi teknis terkait keamanan dan mutu pangan. Setelah proses desk mandiri, tim evaluator dari Direktorat Registrasi akan melakukan penilaian terhadap setiap permohonan.
Hasilnya, dari 30 pelaku usaha yang didampingi, sembilan pelaku usaha berhasil mendapatkan persetujuan akun, tujuh permohonan memperoleh Sertifikat Pemenuhan Komitmen Keamanan Pangan Olahan, dan dua permohonan telah diterbitkan Izin Edar.
Yogi menjelaskan, sebagian peserta belum lolos karena masih ada kekurangan dalam administrasi dan penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
“Sebagian masih kami dampingi untuk melengkapi dokumen, seperti SOP sanitasi dan alur produksi yang sesuai standar. Mereka tetap kami bantu hingga siap mengajukan izin edar,” jelasnya.
Menurut Yogi, memiliki Nomor Izin Edar sangat penting bagi pelaku usaha. Selain menjadi jaminan bahwa produk aman dikonsumsi, izin edar juga menjadi modal penting bagi UMKM untuk memperluas pasar.
“Nomor Izin Edar adalah bukti bahwa produk telah memenuhi standar keamanan pangan. Ini juga membuka peluang usaha agar bisa menembus pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Ia menambahkan, pendampingan BBPOM bersifat gratis. Pelaku usaha hanya perlu menyiapkan kelengkapan administrasi dan dokumen teknis. Setelah dinyatakan lengkap, barulah dilakukan proses pengajuan ke Badan POM pusat dengan biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang terjangkau.
“Untuk pangan berisiko rendah, biaya PNBP tidak lebih dari Rp500 ribu untuk masa berlaku empat tahun. Pembayarannya langsung ke Badan POM, bukan ke BBPOM Mataram,” terang Yogi.
BBPOM Mataram juga membuka layanan pendampingan daring dan kunjungan lapangan (visitasi) bagi pelaku usaha yang kesulitan datang ke kantor.
“Masyarakat tidak perlu repot datang ke kantor. Kami siap mendampingi secara daring atau langsung ke lokasi produksi,” tambahnya.
Yogi menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan publik yang proaktif sekaligus dukungan nyata bagi pertumbuhan industri pangan lokal di NTB.
“Kami ingin semakin banyak produk pangan lokal NTB yang berizin edar, bermutu tinggi, dan berdaya saing di pasar nasional,” tutupnya.(bul)

OJK, FKIJK dan Pemda Lobar Bersinergi, Pacu Literasi Keuangan Masyarakat Melalui Pasar Keuangan Rakyat 2025

0
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan yang merata di seluruh lapisan masyarakat.

Lombok (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTB bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB menggelar kegiatan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2025 di Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan yang merata di seluruh lapisan masyarakat.

Acara dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB Rudi Sulistyo, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, Wakil Bupati Lombok Barat Ummi Nurul Adha, Sekda Lobar H. Ilham, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB Najamuddin Amy, Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, perwakilan Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya jajaran Pemda Lombok Barat, serta ribuan masyarakat Lombok Barat.

Rudi Sulistyo menyampaikan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks inklusi keuangan sebesar 80,51%. Angka indeks inklusi tersebut masih terpaut 10,49% di bawah target inklusi keuangan yang diharapkan yaitu sebesar 90% pada tahun 2025.

“Untuk itu, OJK bersama dengan stakeholder yaitu pemerintah daerah dan industri  jasa keuangan perlu bersinergi melalui kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dengan puncaknya yaitu Pasar Keuangan Rakyat yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan mendorong akselerasi penggunaan produk dan/atau layanan keuangan,” kata Rudi.

Pasar Keuangan Rakyat tahun ini diselenggarakan selama 2 hari pada tanggal 18-19 Oktober 2025, dengan kegiatan pameran keuangan dari 30 industri jasa keuangan, bazar UMKM, edukasi keuangan, fun games, dan hiburan yang dipusatkan di Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Selain kegiatan di atas, juga terdapat kegiatan sosial yang diinisiasi oleh lembaga jasa keuangan, yaitu donor darah, khitanan massal, cek kesehatan gratis, wakaf sayur, dan pasar sembako murah, yang disertai dengan pentas budaya lokal yaitu parade gendang beliq, festival presean, dan pelaksanaan car free night (CFN) idol oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini mengapresiasi OJK dan FKIJK NTB yang mengadakan kegiatan puncak BIK di Kabupaten Lombok Barat sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat di Kabupaten Lombok Barat, khususnya.

“Dengan meningkatnya literasi keuangan masyarakat, kita berharap akan muncul kemandirian ekonomi yang kuat dari bawah, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” kata Lalu Zaini.

Selain menyampaikan sambutan, Bupati Lombok Barat juga memaparkan Program Pembiayaan Tanpa Bunga yang merupakan Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Lombok Barat agar diketahui dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat untuk mengembangkan usahanya.

“Kita ingin ekonomi masyarakat bergerak dengan baik dan berkeadilan. Ketika masyarakat memiliki akses modal yang mudah dan tanpa beban bunga, maka daya saing ekonomi lokal akan semakin kuat,” pungkasnya dalam sesi pemaparan program.

Melalui penyelenggaraan Pasar Keuangan Rakyat ini, diharapkan awareness masyarakat terhadap layanan keuangan legal semakin meningkat, seiring dengan terbukanya akses keuangan secara merata kepada seluruh lapisan masyarakat.(bul)

Potensi Bencana Tinggi, Kantor SAR Mataram Tingkatkan Kompetensi Pertolongan Kepada Stakeholder di Lombok Utara

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Basarnas melalui Kantor SAR Mataram memberikan pelatihan Potensi SAR untuk kategori pertolongan di Permukaan Air kepada 50 orang stakeholder di Lombok Utara, Senin (20/10/2025).

Peningkatan kompetensi SDM tersebut sangat strategis mengingat Lombok Utara merupakan daerah yang memiliki objek wisata kompleks, serta potensi bencana tinggi.

Dalam pelatihan tersebut, Kantor SAR Mataram melibatkan Potensi berbagai unsur, baik TNI, Polri, unsur OPD Pemda, Tim Siaga Kecamatan dan Desa, hingga petugas hotel yang bertanggung jawab atas pemberian pertolongan.

Pelatihan kali ini adalah yang kedua, setelah 3 tahun sebelumnya, SAR Mataram memberikan pelatihan guna peningkatan kompetensi SDM siaga bencana.

Kepala Basarnas Mataram Muhammad Hariyadi, S.Sos., di sela-sela kegiatan mengungkapkan Lombok Utara memiliki peta rawan bencana yang cukup beragam.

Sebagai daerah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik mancanegara dan domestik, SAR Mataram menilai penting ditingkatkannya kompetensi SDM Potensi SAR di Lombok Utara.

“Syarat untuk jadi potensi SAR harus miliki sarana, prasarana dan SDM berkompeten. Sekarang kita latih teknik Pertolongan di Permukaan Air, ke depan bisa jadi Teknis Pertolongan di Ketinggian, Pegunungan dan Hutan,” ujar Haryadi.

Ia menjelaskan, Lombok Utara memiliki laut dan gunung yang indah. Tentunya, jika sewaktu-waktu terjadi bencana yang menuntut pertolongan SAR, maka kompetensi Potensi SAR sangat diperlukan untuk mencegah munculnya komplain saat penanganan pertolongan.

Kendati sering terjadi kasus yang menerjunkan Tim SAR di Lombok Utara, namun Hariyadi, menyebut jumlah kejadian masih dalam kondisi normatif. Sejumlah kecelakaan di Lombok Utara, ujarnya terjadi akibat kesalahan prosedur menyelam atau kelalaian nelayan yang tidak membaca kondisi cuaca.

“Kesalahan lain ada juga karena man over boat, nelayan tidak pulang karena berteduh di satu tempat,” imbuhnya.

Kantor SAR sendiri, sambung dia, tetap melakukan komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait seperti BMKG, Pengelola Jalur Penyeberangan, serta berbagai pihak lain, untuk mencegah potensi terjadinya kecelakaan.

“Pertolongan dan mencegah terjadi kasus hanya bisa kita lakukan melalui mitigasi. Mau diving agar sesuai SOP, saling mengingatkan, karena tentu, Basarnas tidak bisa kerja sendiri.

“(Adapun kasus WNA Lansia yang meninggal saat diving), Baiknya sesuai SOP. Kita tidak bisa melarang, namanya juga ingin berwisata. Itu hak prerogatif wisatawan, tapi melalui Travel Organizer supaya saling ingatkan sebagai bagian dari pencegahan,” tandas Haryadi.

Sementara, Penjabat Sekda Lombok Utara, Sahabudin, S.Sos., M.Si., menegaskan peningkatan kompetensi Potensi SAR dinilai sangat sangat penting dan strategis. Kabupaten Lombok Utara merupakan wilayah dengan karakteristik geografis yang rawan terhadap bencana, baik darat maupun laut, serta letak geografis KLU yang memiliki garis pantai yang cukup panjang, dan aktivitas pariwisata bahari yang cukup tinggi.

“Pelatihan ini juga bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis, namun juga membangun kesiapsiagaan, kedisiplinan, serta koordinasi antar unsur potensi di daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Sahabudin setelah kegiatan pelatihan dilaksanakan, akan lahir sumber daya manusia yang terlatih, sigap, dan siap diterjunkan dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan, khususnya di wilayah perairan yang rawan bencana terbentuknya jejaring koordinasi yang solid antar potensi SAR di daerah, sehingga ke depan respons terhadap kejadian darurat bisa dilakukan dengan cepat, tepat, dan terorganisir demi keselamatan dan kemanusiaan.

“Dalam hal ini, sinergi antara pemerintah daerah, Basarnas,TNI, Polri, dan unsur relawan lainnya juga harus terus diperkuat kita semua memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyelamatkan jiwa manusia saat terjadi musibah,” ujarnya.

Pemerintah kabupaten Lombok Utara, tegas Sekda, tetap berkomitmen penuh untuk mendukung kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas potensi SAR, sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di daerah, melalui sinergi lintas sektor, penyediaan fasilitas pendukung, serta kebijakan yang mendorong terbentuknya sumber daya manusia yang tangguh, terlatih.

“Apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Mataram serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menggagas untuk melaksanakan kegiatan ini di KLU,” imbuhnya. (ari)

OJK, FKIJK dan Pemda Lobar Bersinergi, Pacu Literasi Keuangan Masyarakat Melalui Pasar Keuangan Rakyat 2025

0
OJK, FKIJK dan Pemda Lobar Bersinergi, Pacu Literasi Keuangan Masyarakat Melalui Pasar Keuangan Rakyat 2025

Lombok (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTB bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB menggelar kegiatan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2025 di Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan yang merata di seluruh lapisan masyarakat.

Acara dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB Rudi Sulistyo, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, Wakil Bupati Lombok Barat Ummi Nurul Adha, Sekda Lobar H. Ilham, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB Najamuddin Amy, Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, perwakilan Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya jajaran Pemda Lombok Barat, serta ribuan masyarakat Lombok Barat.

Rudi Sulistyo menyampaikan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks inklusi keuangan sebesar 80,51%. Angka indeks inklusi tersebut masih terpaut 10,49% di bawah target inklusi keuangan yang diharapkan yaitu sebesar 90% pada tahun 2025.

“Untuk itu, OJK bersama dengan stakeholder yaitu pemerintah daerah dan industri  jasa keuangan perlu bersinergi melalui kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dengan puncaknya yaitu Pasar Keuangan Rakyat yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan mendorong akselerasi penggunaan produk dan/atau layanan keuangan,” kata Rudi.

Pasar Keuangan Rakyat tahun ini diselenggarakan selama 2 hari pada tanggal 18-19 Oktober 2025, dengan kegiatan pameran keuangan dari 30 industri jasa keuangan, bazar UMKM, edukasi keuangan, fun games, dan hiburan yang dipusatkan di Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Selain kegiatan di atas, juga terdapat kegiatan sosial yang diinisiasi oleh lembaga jasa keuangan, yaitu donor darah, khitanan massal, cek kesehatan gratis, wakaf sayur, dan pasar sembako murah, yang disertai dengan pentas budaya lokal yaitu parade gendang beliq, festival presean, dan pelaksanaan car free night (CFN) idol oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini mengapresiasi OJK dan FKIJK NTB yang mengadakan kegiatan puncak BIK di Kabupaten Lombok Barat sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat di Kabupaten Lombok Barat, khususnya.

“Dengan meningkatnya literasi keuangan masyarakat, kita berharap akan muncul kemandirian ekonomi yang kuat dari bawah, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” kata Lalu Zaini.

Selain menyampaikan sambutan, Bupati Lombok Barat juga memaparkan Program Pembiayaan Tanpa Bunga yang merupakan Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Lombok Barat agar diketahui dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat untuk mengembangkan usahanya.

“Kita ingin ekonomi masyarakat bergerak dengan baik dan berkeadilan. Ketika masyarakat memiliki akses modal yang mudah dan tanpa beban bunga, maka daya saing ekonomi lokal akan semakin kuat,” pungkasnya dalam sesi pemaparan program.

Melalui penyelenggaraan Pasar Keuangan Rakyat ini, diharapkan awareness masyarakat terhadap layanan keuangan legal semakin meningkat, seiring dengan terbukanya akses keuangan secara merata kepada seluruh lapisan masyarakat.(bul)

Satu Tahun Prabowo-Gibran, Pupuk Indonesia Hadirkan Langkah Nyata Dukung Swasembada Pangan

0
Satu Tahun Prabowo-Gibran, Pupuk Indonesia Hadirkan Langkah Nyata Dukung Swasembada Pangan

Jakarta (ekbisntb.com)- Selama satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat perannya dalam mendukung visi Asta Cita pemerintah di bidang swasembada pangan. Berkat kebijakan strategis pemerintahan Prabowo-Gibran, berbagai terobosan dalam tata kelola pupuk berhasil terwujud, sehingga mampu memperkuat ketersediaan, keterjangkauan, serta efisiensi distribusi bagi petani di seluruh Indonesia.

“Atas dukungan penuh dari Bapak Presiden serta seluruh jajaran pemerintahan, tahun ini kita dapat menyaksikan berbagai langkah strategis yang menjadi tonggak baru bagi sektor pupuk nasional. Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tata kelola pupuk subsidi mengalami perubahan yang nyata,” ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi.

Salah satu terobosan penting yang dilaksanakan oleh pemerintah adalah reformasi tata kelola pupuk subsidi melalui implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025. Melalui dua peraturan ini, pemerintah memangkas 145 regulasi terkait tata kelola pupuk subsidi, sehingga rantai distribusi menjadi lebih singkat dan efisien.

Kedua regulasi tersebut juga berhasil mendekatkan akses pupuk subsidi ke petani melalui kehadiran 4 titik serah, yaitu pengecer, koperasi, gapoktan dan pokdakan. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menempatkan efisiensi, akuntabilitas dan kesejahteraan petani sebagai prioritas utama dalam kebijakan pangan nasional.

“Pupuk Indonesia mengapresiasi penuh dukungan dan kebijakan pemerintah yang telah menghadirkan regulasi distribusi pupuk yang lebih akuntabel, efisien, dan berkeadilan bagi petani. Kami berkomitmen untuk mengimplementasikan seluruh kebijakan dan regulasi tersebut secara konsisten dan bertanggung jawab, sebagai bagian dari memastikan ketersediaan pupuk dan upaya nyata mendukung terwujudnya kedaulatan serta ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” kata Rahmad.

Dukungan kebijakan dari pemerintah dan upaya Pupuk Indonesia telah membawa dampak signifikan terhadap percepatan distribusi pupuk subsidi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penyaluran pupuk subsidi dapat dimulai tepat pada 1 Januari 2025. Penyaluran yang tepat waktu ini memastikan petani mendapatkan pupuk saat dibutuhkan.

Kelancaran penyaluran pupuk subsidi tersebut juga terus berlanjut hingga kuartal IV 2025 ini. Hingga 19 Oktober 2025, Pupuk Indonesia berhasil menyalurkan pupuk subsidi sebanyak 6.143.650 ton atau sudah mencapai 64% dari total alokasi nasional sebesar 9,55 juta ton. Capaian tersebut apabila dibandingkan dengan capaian untuk periode yang sama di tahun 2024 meningkat 10% sedangkan apabila dibandingkan dengan capaian periode yang sama di tahun 2023 meningkat hingga 23%.

Kelancaran penyaluran pupuk subsidi dan berbagai kebijakan di sektor pangan lainnya pada akhirnya berhasil mendorong produktivitas pertanian nasional. Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto, dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, yang menyebut tahun 2025 sebagai tonggak sejarah baru bagi Indonesia. Produksi beras dan cadangan pangan nasional mencapai titik tertinggi dalam sejarah, menandai keberhasilan Indonesia tidak hanya mencapai swasembada pangan, tetapi juga mulai mengekspor beras ke berbagai negara.

Ke depan, Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan pada pemerintah untuk mewujudkan visi swasembada pangan. Tidak hanya melalui penyaluran pupuk yang tepat sasaran tapi juga fokus memastikan ketersediaan pupuk subsidi hingga di gudang pengecer sehingga petani dapat dengan mudah melakukan penebusan utamanya pada musim tanam. Seluruh upaya ini menjadi wujud nyata dukungan Pupuk Indonesia dalam meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

“Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional, baik melalui penyediaan pupuk berkualitas untuk menjaga kedaulatan pangan Indonesia,” tutup Rahmad.(r)