Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 13

Wabup Loteng Sidak Pasar Jelojok, Terima Laporan Dugaan Pungli

0
Wabup Loteng Sidak Pasar Jelojok, Terima Laporan Dugaan Pungli
Wabup Loteng Nursiah (dua dari kiri), berdiskusi dengan pedagang saat turun sidak ke pasar Jelojok, Kopang, Sabtu (14/3/2026). (suarantb.com/kir)

Praya (ekbisntb.com) – Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng) Dr. H. M. Nursiah, S.Sos.,M.Si., Sabtu (14/3/2026), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Jelojok Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang. Ditemani ajudan dan sejumlah awak media, Wabup Loteng melihat langsung kondisi salah satu pasar terbesar di Loteng tersebut.

Selain mengecek kondisi harga kebutuhan pokok jelang Idulfitri, orang nomor dua di bumi Tatas Tuhu Tresna tersebut menyempatkan diri berdiskusi dengan para pedagang pasar setempat. Kesempatan itu pun dimanfaatkan sejumlah pedagang untuk menyampaikan beberapa persoalan yang terjadi. Salah satunya terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) tarif lapak di pasar Jelojok. Di mana para pedagang mengaku ditarik restribusi pasar di atas ketentuan yang tertera.

Misalnya, untuk dua karcis restribusi pasar, para pedagang membayar hingga Rp14 ribu sampai 16 ribu. Padahal kalau ditotal dengan dua lembar karcis yang dibayar nilainya hanya Rp5 ribu. “Satu karcis pasar itu tertera nilainya Rp2.500. Tapi kita kadang bayarnya Rp7 ribu sampai Rp8 ribu,” aku salah seorang pedagang sayur.

Hal yang sama juga dialami para pedagang yang menempati area selasar di luar lapak. Meski membayar lebih sedikit, tetapi tetap saja nilai yang dibayar di atas ketentuan yang tertera. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain membayar (sesuai yang diminta juru pungut pasar) meski di atas ketentuan. Asalkan tetap bisa berjualan,” timpal pedagang lainnya.

Persoalan lain yakni terkait kondisi fasilitas penunjang pasar, khususnya saluran drainase di dalam area pasar yang sudah lama mampet. Kondisi tersebut membuat para pedagang dan masyarakat yang berbelanja menjadi tidak nyaman. Lantaran saluran yang mampet sering kali menimbulkan genangan hingga bau tidak sedap.

“Kalau secara umum kondisi bangunan pasar masih bagus. Hanya saluran drainase yang kurang terurus,” ujar ibu Ani, pedagang daging Pasar Jelojok, seraya berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian atas persoalan yang dialami para pedagang di Pasar Jelojok.

Menanggapi beberapa persoalan yang disampaikan para pedagang tersebut, Wabup Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.,M.Si., menegaskan akan segera membahasnya dengan OPD terkait. Bagaimana pun persoalan yang dihadapi masyarakat harus dijawab, sekecil apapun itu. Apalagi ini berkaitan dengan urusan orang banyak. “Segera kita bahas dengan OPD terkait,” jawab Nursiah, usai sidak kepada awak media.

Disinggung terkait kondisi harga kebutuhan pokok, didampingi Kades Kopang Rembiga Patria Negara, Wabup Loteng mengaku memang ada kenaikan harga dibeberapa komoditi. Terutama daging dan daging ayam. Bahkan, untuk daging ayam tidak hanya harga yang naik. Tetapi juga stoknya mulai terbatas di pasaran.

“Persoalan harga ini juga akan jadi bahasan bersama dengan instansi terkait lainya. Untuk bisa dilakukan upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok jelang Lebaran. Supaya masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkas Ketua DPD II Partai Golkar Loteng ini. (kir)

Bank NTB Syariah Luncurkan Mobile Banking Terbaru “RIMO”

0

Mataram (ekbisntb.com)- Bank NTB Syariah resmi meluncurkan aplikasi mobile banking terbaru, RIMO (Rinjani Mobile). Kehadiran RIMO menjadi babak baru layanan perbankan syariah yang modern namun tetap kental dengan identitas lokal Nusa Tenggara Barat.

Hadirnya RIMO mengusung filosofi mendalam melalui tagline “Tambora Tabungannya, Rinjani Mobile Bankingnya”.

Konsep ini merepresentasikan dua mahkota, dua cerita, namun tetap dalam satu kemegahan agung milik Nusa Tenggara Barat. Jika Tambora melambangkan kekuatan dan stabilitas dana nasabah (tabungan), maka Rinjani Mobile adalah inovasi yang melayani kebutuhan transaksi masyarakat.

Peluncuran RIMO diharapkan menjadi sebuah titik balik strategis bagi Bank NTB Syariah. Setelah melewati fase pemeliharaan (maintenance) intensif selama satu tahun terakhir, bank milik daerah ini kini hadir dengan infrastruktur yang jauh lebih stabil, praktis dan dapat diandalkan.

Masa penantian tersebut digunakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan bahwa aplikasi RIMO benar-benar menjawab ekspektasi dan kebutuhan riil masyarakat NTB di era digital.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menegaskan bahwa RIMO dirancang untuk menjadi sahabat yang lebih personal bagi nasabah.

“RIMO adalah jawaban atas kesabaran dan kepercayaan nasabah kami. Ini adalah titik balik di mana kami kembali hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami menyatukan kemegahan sejarah Tambora dan Rinjani ke dalam genggaman, agar masyarakat NTB dapat bertransaksi dengan mudah dan bangga dengan ikon daerah NTB yang dimiliki. Terlebih di bulan suci ini, kami berharap RIMO dapat menghadirkan momen berkah yang bermakna bagi setiap langkah ibadah dan transaksi nasabah,” ungkapnya.

Dengan RIMO, Bank NTB Syariah ingin membawa pesan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh meninggalkan identitas daerah.

Dua mahkota (Tambora dan Rinjani) adalah simbol bahwa Bank NTB Syariah adalah milik rakyat, dari rakyat, dan bekerja sepenuhnya untuk kemakmuran masyarakat NTB.(bul)

Tebar Manfaat Ramadan, PLN UIP Nusra Salurkan Zakat Pegawai untuk Ratusan Mustahik

0

Mataram (ekbisntb.com)- Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menggelar kegiatan Safari Ramadan bertajuk “Berbagi Cahaya Berkah Ramadan 1447 H”, Kamis (12/3/2026).

Melalui kegiatan ini, PT PLN (Persero) UIP Nusra bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada para mustahik yang berada di sekitar wilayah kerja perusahaan.

Dana santunan tersebut dihimpun dari pemotongan sebesar 2,5 persen penghasilan bulanan pegawai muslim PT PLN (Persero) UIP Nusra yang dikelola oleh YBM PLN. Program ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar para pegawai PLN dalam berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.

Bantuan yang disalurkan meliputi santunan bagi 276 anak yatim duafa, bingkisan untuk 500 yatim dan duafa, bantuan bagi pelaku usaha kecil, serta santunan kepada 110 guru mengaji dan marbot di sekitar wilayah kerja PT PLN (Persero) UIP Nusra.

Salah seorang penerima manfaat yang juga pelaku UMKM, Darma, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PLN kepada masyarakat melalui kegiatan Safari Ramadan tersebut.

“Terima kasih kepada PLN. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mendukung keberlangsungan usaha kecil seperti yang saya jalankan,” ujar Darma.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan bahwa kegiatan Safari Ramadan ini merupakan bagian dari implementasi Employee Volunteer Program (EVP), di mana para pegawai PLN secara sukarela terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Rizki juga mengapresiasi seluruh pengurus YBM PLN serta para muzakki yang terus berkomitmen menyalurkan zakat, infak, dan sedekah guna membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga kegiatan berbagi santunan ini semakin menambah keberkahan Ramadan yang kita jalani. Melalui kebersamaan seperti ini, kami berharap silaturahmi antara PLN dan masyarakat semakin erat, sekaligus menambah semangat untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Rizki.(bul)

Perkuat Ekonomi Lokal dan Nasional, JNE Mataram dan Fipper Jalin Kolaborasi Strategis

0
Dari kiri ke kanan - Cheong Jeevon - CEO Fipper - Frans Wijoyo - Executive Director Fipper - Michael Chandra - Director Fipper

Lombok (ekbisntb.com) – JNE terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Langkah nyata ini diwujudkan melalui perluasan kolaborasi strategis bersama Fipper Indonesia, sebuah merek alas kaki yang tengah berkembang pesat di pasar ritel tanah air.

Sinergi tersebut dipertegas oleh JNE Cabang Mataram yang resmi menjadi mitra logistik bagi Fipper Indonesia dalam menyokong operasional dua gerai baru mereka di Lombok yang baru diresmikan, Sabtu (14/3/2026). Kedua gerai tersebut berlokasi strategis di Jalan Panca Usaha, Cilinaya, Cakranegara dan di Lombok Epicentrum Mall (LEM).

Branch Manager JNE Mataram, Misti Lulu Indrayani, menjelaskan bahwa kerja sama antara JNE dan Fipper sebenarnya telah terjalin lama. Momen peresmian dua gerai baru di Lombok ini menjadi titik krusial bagi JNE untuk memperkokoh jalinan kemitraan tersebut.

“Karena pada dasarnya kalau JNE tetap mendukung untuk perkembangan ekonomi khususnya di Indonesia maupun di beberapa region di mana JNE itu ada,” ujar Misti.

Memasuki usia ke-35 tahun, JNE berkomitmen menjalankan perannya sebagai mitra distribusi guna memastikan rantai pasok Fipper tetap terjaga dengan stabil. Upaya ini selaras dengan filosofi JNE untuk terus tumbuh dan bergerak bersama para mitra, mulai dari UMKM hingga brand internasional.

“Jadi UMKM, brand lokal maupun brand internasional yang mau tumbuh atau berkembang dan mengembangkan usahanya, kami siap dukung. Kita kita siap berkolaborasi,” tegasnya.

Suasana di dalam gerai Fipper Mataram usai dibuka secara resmi, Sabtu (14/3/2026). (suarantb.com/sib)

Misti berharap sinergi positif ini mampu membawa kedua belah pihak tumbuh lebih besar sehingga memberikan dampak signifikan bagi penguatan ekonomi regional. Ia menandaskan bahwa JNE menaruh harapan besar agar kolaborasi dengan brand seperti Fipper dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Di sisi lain, ekspansi dua gerai sekaligus ini merupakan langkah taktis Fipper dalam merespons tingginya permintaan masyarakat Lombok terhadap alas kaki berkualitas. Direktur Fipper Indonesia, Michael Candra, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi di Lombok didasari oleh keyakinan terhadap potensi pertumbuhan daerah tersebut.

“Kenapa kami membuka dua gerai? Kami selain mengetahui atas minatnya berbagai pihak terhadap Fipper, tapi kami juga merasa Lombok adalah merupakan lokasi dan area yang kami amat sangat yakini itu bisa berkembang bersama dengan Fipper,” jelas Michael.

Rekam jejak Fipper sendiri tergolong impresif. Setelah mencatatkan prestasi di ASEAN Records pada tahun 2024 sebagai merek sandal dengan pilihan warna terbanyak, mereka juga meraih penghargaan pada 2025 atas ekspansi gerai ritel tercepat, yakni membuka 28 gerai hanya dalam periode empat bulan.

Michael menegaskan bahwa Fipper tetap setia pada komitmennya untuk menyediakan sandal berbahan berkualitas dengan desain yang inklusif untuk semua usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Inovasi warna yang mencapai ribuan kombinasi menjadi keunggulan yang ditawarkan kepada konsumen.

“Jadi dari segi warna yang beragam ini, kami rasa bisa dapat dicocokkan kepada setiap kaki orang, gitu. Itu yang kami ingin berikan,” tambahnya.

Melalui kemitraan logistik dengan JNE, Michael optimistis distribusi produk akan semakin efisien dan menjangkau pelanggan lebih luas. Ia berharap kerja sama ini memicu kemajuan bagi kedua perusahaan di masa depan. Bersamaan dengan pembukaan gerai ini, Fipper juga memperkenalkan produk terbaru mereka, yakni Fipper Slides dan Fipper Flex, yang dirancang khusus untuk kenyamanan pemulihan pasca-olahraga (sports recovery).

Memeriahkan momen grand opening tersebut, Fipper dan JNE memanjakan pelanggan dengan berbagai promo menarik. Konsumen dapat menikmati promo beli dua gratis satu, serta tambahan voucher senilai Rp50.000 bagi masyarakat yang tergabung dalam program loyalitas member JNE. (sib)

Jelang Lebaran, Penjualan Pakaian Bekas Amahami Menurun

0
Jelang Lebaran, Penjualan Pakaian Bekas Amahami Menurun
Aktivitas pembelian pakaian bekas di Pasar Raya Amahami, Kota Bima, menjelang Idulfitri menurun. Sejumlah pedagang mengeluhkan sepinya pembeli.(Suara NTB/hir)

Kota Bima (ekbisntb.com) – Aktivitas pembelian pakaian bekas di Pasar Raya Amahami, Kota Bima, menjelang Idulfitri menurun. Sejumlah pedagang mengeluhkan sepinya pembeli,sehingga berdampak pada omzet penjualan.

Salah seorang pedagang pakaian bekas di pasar tersebut, Halimah menuturkan, penjualan menjelang Lebaran kali ini, terasa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Pada H-7 lebaran ,lapak pedagang baju bekas sudah dipadati pembeli untuk mencari pakaian lebaran. Kali ini, aktifitas belanja terlihat lebih lengang.

Meski begitu, ia menilai pembeli masih tetap datang ke Pasar Raya Amahami, terutama jika dibandingkan dengan lokasi penjualan lain.

“Kalau saya lihat dibanding di Pasar Senggol sana, lumayan ada pembelinya di sini,” katanya.

Halimah menduga perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab turunnya omset penjualan. Saat ini, masyarakat memilih membeli pakaian melalui platform daring.“Belanja online lagi-lagi, online ini salah satu penyebab sepi pembeli,” ujarnya.

Selain itu, ketersediaan barang juga memengaruhi penjualan. Ia menyebut dalam beberapa waktu terakhir stok pakaian bekas terbatas. Kondisi tersebut, juga turut memengaruhi omzet yang diperoleh pedagang. Jika pada tahun lalu, pendapatan menjelang Lebaran bisa mencapai juta rupiah. Saat ini, hasil penjualan harian menurun drastis.

“Dulu bisa sampai berjuta-juta, sekarang dapet Rp1 juta sudah syukur. Tapi itu tidak setiap hari, hanya saat pembeli lagi banyak saja,” ungkapnya.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah pembeli masih memilih datang langsung ke pasar untuk mencari pakaian dengan harga lebih terjangkau.

Salah seorang pembeli, Rina mengatakan sengaja datang ke Pasar Raya Amahami karena harga pakaian bekas dinilai lebih murah dengan kualitas yang bagus. Rina tidak mengikuti tren belanja pakaian secara online (daring,red), melainkan memilih datang langsung ke pasar karena puas memilih barang yang diinginkan. “Alasannya lain juga karena uangnya baru ada menjelang Lebaran,” ujarnya.

Menurutnya, lapak pakaian bekas di Pasar Raya Amahami masih menjadi pilihan masyarakat, untuk mencari pakaian baru dengan kualitas tidak kalah saing dengan pakaian di toko maupun marketplace. Selain itu, harganya pun sangat terjangkau. (hir)

Benahi Distribusi Elpiji 3 Kilogram

0
Bagian Ekonomi dan SDM Setda Kabupaten Sumbawa mensosialisasikan pendataan penerima gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Sumbawa pada, Jumat (13/3).(Suara NTB/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai melakukan pendataan ulang terhadap para penerima prioritas gas elpiji 3 kilogram. Pendataan ini juga termasuk para pelaku usaha mikro, agar distribusi bahan bakar subsidi tersebut, tepat sasaran.

“Kita sudah jadikan kelurahan Seketeng, di Kecamatan Sumbawa menjadi pilot project pendataan penerima gas elpiji. Pengaturan ini diatur dengan pembagian kupon sebagai penerima prioritas,” kata Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Sumbawa, Ivan Indraya, Jumat (13/3).

Ivan melanjutkan, pendataan dilakukan sebagai upaya memperbaiki sistem distribusi elpiji 3 kilogram serta memudahkan pengawasan melalui Tim Satgas Elpiji. Data penerima prioritas ini kata dia, nantinya akan dikoordinasikan dengan Pertamina, agen, dan pangkalan LPG sebagai dasar dalam pengaturan penyaluran di lapangan.

“Kami juga menerbitkan surat edaran yang berisi iimbauan, agar ASN serta pegawai BUMN dan BUMD tidak menggunakan elpiji 3 kilogram, sehingga distribusinya difokuskan kepada masyarakat yang berhak,” ujarnya.

Pemerintah daerah lanjut Ivan, sangat mengapresiasi langkah cepat Camat Sumbawa bersama jajaran kelurahan yang telah memulai pendataan di Seketeng. Model pendataan ini selanjutnya akan diterapkan secara bertahap di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

“Kecamatan lain juga sedang melakukan proses pendataan dari tingkat RT hingga desa dan kelurahan. Data ini nantinya dihimpun dan disampaikan kepada Bupati Sumbawa sebagai dasar penetapan penerima prioritas elpiji 3 kilogram di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Pihaknya juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan pangkalan elpiji di setiap wilayah. Evaluasi ini dilakukan agar jumlah pangkalan sebanding dengan jumlah masyarakat di suatu wilayah, sehingga distribusi elpiji lebih proporsional dan mudah dijangkau masyarakat.

“Kami juga berencana mengusulkan perluasan sasaran penerima elpiji 3 kilogram untuk petani dan nelayan. Karena kondisi di lapangan sebagian petani dan nelayan juga menggunakan LPG dalam aktivitas usahanya,” tambahnya.

Ia mengajak seluruh pihak termasuk Pertamina, agen, pangkalan, hingga masyarakat untuk bersama-sama mengawasi distribusi LPG 3 kilogram, agar tepat sasaran. Masyarakat juga bisa menyampaikan laporan apabila menemukan pelanggaran distribusi elpiji.

“Kami sudah siap call centre lapor gas di nomor 081337577972. Kami berharap partisipasi masyarakat dapat membantu memastikan elpiji subsidi benar-benar dimanfaatkan masyarakat yang berhak,” tukasnya. (ils)

Jelang Idulfitri, Dinas Pertanian Lombok Utara Perketat Pengawasan Daging

0
Ilustrasi. (pexels-lebele-20187072)

Tanjung (ekbisntb.com) – Menjelang Idulfitri, Pemda Lombok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) akan memperketat pengawasan peredaran daging dan ternak potong. Upaya ini dilakukan untuk memastikan peredaran daging yang dijual kepada masyarakat, maupun ternak yang akan dipotong berkualitas, layak konsumsi, dan tidak mengandung penyakit.

Kepala Dinas KP3 KLU, Tresnahadi, S.Pt., Jumat (13/3/2026) mengungkapkan, pengawasan ternak potong maupun daging dilakukan secara rutin setiap momen keagamaan. Pengawasan ini dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan dengan obyek pengawasan berupa pasar tradisional dan rumah potong atau tempat pemotongan hewan.

“Kita sudah minta seluruh UPTD untuk turun mengecek peredaran daging dan ternak yang akan dipotong. Daging yang dijual di pasar itu harus benar-benar daging yang sehat dan tidak terkontaminasi penyakit,” ungkap Tresnahadi.

Ia menjelaskan, permintaan daging menjelang Idulfitri umumnya meningkat sehingga dituntut, pengawasan intensif melibatkan petugas medis dan paramedis. Daging yang dijual masyarakat harus merupakan daging segar, utuh, halal dan layak konsumsi.

Diperkirakannya, pasokan daging sapi di Lombok Utara nantinya berasal dari ternak dalam daerah. Jagal atau pedagang umumnya membeli sapi melalui Pasar Hewan maupun membeli langsung dari peternak.

“Di hari-hari biasa, aktivitas pemotongan di RPH rata-rata mencapai sekitar tiga ekor sapi per hari. Namun angka tersebut diperkirakan akan meningkat mendekati Idulfitri,” ujarnya.

Selain di RPH, pemotongan sapi juga kerap dilakukan di lokasi milik pedagang atau saudagar, terutama pada H-1 Lebaran. Daging dan jeroan biasanya langsung dijual ke masyarakat. Kendati pemotongan tak resmi, Pemda tak serta merta melarang aktivitas tersebut tetapi mendukung dengan pemeriksaan hewan ternak.

“Di KLU hanya ada satu RPH, kalau mengandalkan ini dan melarang yang lain, tentu mempengaruhi volume daging di pasar. Kita tetap awasi ternaknya dan memastikan bahwa juru sembelih di RPH telah memiliki kompetensi sebagai Juru Sembelih Halal (Juleha),” tandasnya. (ari)

Tambah Kelas Baru, Mandalika Racing Series 2026 Digelar Lima Putaran

0
Kejurnas MRS diluncurkan di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Tahun ini MRS akan menggelar lima seri balapan yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika. (suarantb.com/ist)

Praya (ekbisntb.com) – Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) musim 2026 akan kembali bergulir. Sirkuit Internasional Mandalika tetap akan menjadi tuan rumah untuk semua seri balapan yang akan digelar selama tahun ini. Digelar sejak tahun 2023 lalu, musim balap 2026 ini sendiri merupakan tahun keempat penyelenggaran secara beruntut Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balap motor sport tersebut.

Putaran pertama MRS akan berlangsung pada 24–26 April 2026 mendatang. Kemudian putaran kedua digelar pada 19–21 Juni 2026. Selanjutnya putarn ketiga digelar 7–9 Agustus 2026. Sedangkan putaran keempat dan putaran final akan berlangsung pada 18–20 September 2026 dan 6–8 November 2026.

Untuk kelas balapan utamanya tetap empat kelas. Yakni kelas National Junior Sport 150 U-15, National Sport 150, National Sport 250 dan National Supersport 600. Sementara untuk kelas pendukung selain kelas Underbone 150cc, ada tambahan satu kelas baru yakni Junior Sport 250 U-18.

“Pembukaan kelas Junior Sport 250 U-18 menjadi langkah strategis dalam merespons meningkatnya kebutuhan pembinaan pembalap muda di kelas motor 250cc yang banyak digunakan dalam ajang internasional,” sebut Eddy Saputra, Chairman PRIDE Motorsport selaku promoter ajang MRS 2026, dalam keterangan, Jumat (13/3).

Pembukaan kelas Junior Sport 250 U-18 lanjutanya juga menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang. Supaya MRS dapat terus menjadi gerbang utama pembalap nasional menuju kejuaraan dunia. Selaras dengan misi utama kehadiran MRS itu sendiri yakni sebagai ajang balap nasional yang mampu melahirkan pembalap masa depan yang berkualitas.

“Penyelenggaraan MRS telah menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem balap motor nasional. Khususnya dalam rangka membina dan mempersiapkan pembalap Indonesia menuju kompetisi internasional. Dan, sejak pertama kali digelar, MRS telah menjadi wadah kompetitif bagi pembalap muda maupun senior untuk meningkatkan kualitas balap sesuai standar nasional dan internasional,” terang Eddy.

Terbukti, beberapa pembalap yang pernah membalap di MRS saat ini sudah mulai menapaki karir di balapan internasional. Ada Aldi Satya Mahendra diajak ajang World Superbike (WSBK) dan Veda Ega Pratama di MotoGP kelas Moto3. Tahun ini dua pembalap Indonesia di bawah tim ProGP Nitiracing, Felix Putra Mulya dan Arai Agaska Dibani Laksana juga akan menjalani debut di ajang WSBK.

Indonesia juga akan memiliki perwakilan di ajang Bagger World Cup melalui tim NitiRacing dengan pembalap Dimas Ekky Pratama. Sejumlah pembalap Indonesia lainnya juga dijadwalkan mengikuti berbagai kejuaraan internasional seperti Moto4 Asia Cup, Moto4 European Cup, dan Asia Road Racing Championship.

“MRS memiliki peran strategis dalam mencetak prestasi pembalap Indonesia di tingkat internasional,” tambah Direktur Utama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) Priandhi Satria.

Pihaknya mengaku sangat bangga telah menjadi bagian dari perkembangan MRS dan turut pula berkontribusi dalam perjalanan karier pembalap Indonesia sejak 2023 dan kini memasuki musim keempat. “Penyelenggaraan event yang berkualitas, kompetitif, dan dikemas secara menarik menjadi kunci dalam membangun ekosistem balap nasional yang berkelanjutan. Kami berharap pelaksanaan musim 2026 dapat berjalan sukses dan semakin banyak stakeholder, termasuk sponsor, yang turut mendukung pengembangannya,” tegasnya. (kir)

Bersinergi dengan Polres Lotim, Bulog Lombok Timur Gelar Gerakan Pangan Murah

0
Bersinergi dengan Polres Lotim, Bulog Lombok Timur Gelar Gerakan Pangan Murah
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Bulog Cabang Lombok Timur pada Jumat (13/3/2026). (suarantb.com/ist)

Selong (ekbisntb.com) – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Lombok Timur bersama Kepolisian Resort (Polres) Lotim menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Kepala Bulog Cabang Lotim, Dindy Wida Pusparanti, menyatakan bahwa GPM merupakan pasar rakyat yang digelar untuk mengendalikan inflasi dan meringankan beban warga menjelang lebaran. “Lewat gelaran pasar rakyat ini, kami ingin menjaga stabilitas harga menjelang Idulfitri 1447 H. Masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga di bawah harga pasar,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung di sejumlah titik itu, Bulog menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 2 ton. Beras berkualitas ini dijual Rp12.000 per kilogram, lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500. Selain itu, tersedia minyak goreng sebanyak 100 dus dengan harga Rp15.500 per liter juga dijual lebih rendah dari HET Rp15.700 perliter serta gula pasir sebanyak 50 kg yang dibanderol Rp18.000 per kilogram.

Selama bulan suci Ramadan, Bulog Lotim merencanakan total 12 kali pelaksanaan GPM di berbagai lokasi. Rangkaian kegiatan dimulai pada 6 Maret 2026 bersinergi dengan Kejaksaan Negeri Selong. Pada 7 Maret, GPM digelar bersama Dinas Perdagangan Lotim di halaman Kantor Camat Sakra. Selanjutnya, 9 Maret bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lotim di Lapangan Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji.

Pada periode 10–17 Maret, GPM berkolaborasi dengan DKP dan Gabungan Organisasi Wanita Lotim di sejumlah tempat, antara lain halaman Kantor Desa Aiq Dewa, Kantor Camat Masbagik, Kantor Camat Pringgabaya, Kantor Camat Keruak, Kantor Desa Lendang Nangka, serta Kantor Camat Sikur dan Sakra.

Dengan adanya GPM ini, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga stabil dan terjangkau, sehingga suasana Lebaran dapat dijalani dengan lebih tenang dan berkah. (rus)

Serap Ribuan Tenaga Kerja, MBG di Lotim Diklaim Mampu Gerakkan Ekonomi

0
H. Moh Edwin Hadiwijaya (Suara NTB/ist)

Selong (ekbisntb.com) – Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Pasalnya, program yang mengoperasikan lebih dari 200 dapur di 255 desa dan kelurahan se-Lotim ini telah menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, saat melaksanakan Safari Ramadan di Desa Teko, Kecamatan Pringgabaya, Kamis malam (12/3/2026). Ia memaparkan bahwa program MBG memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama dari sisi penyerapan tenaga kerja dan perputaran uang di masyarakat.

“Lima puluh orang di dapur itu sudah terserap. Tenaga kerja lebih dari 10.000 orang, gajinya rata-rata minimal Rp2,4 juta per bulan. Itu uang yang beredar di masyarakat kita dari Pemerintah Pusat,” ujar Edwin.

Ia menambahkan, perputaran uang tidak hanya berasal dari gaji para pekerja dapur, tetapi juga dari pembelian bahan pokok untuk keperluan program. Setiap harinya, dapur-dapur tersebut membelanjakan uang untuk membeli bahan makanan senilai delapan hingga sepuluh ribu rupiah per porsi, belum lagi untuk kebutuhan bahan lainnya dan jaringan pendukung.

Wabup Edwin menekankan pentingnya peran desa dalam rekrutmen tenaga kerja untuk dapur MBG. Pihaknya mewajibkan agar pengelola dapur merekrut tenaga kerja dari desa setempat, dengan kuota minimal 30 persen dari total kebutuhan.

“Kalau yang dibutuhkan standarnya 47 orang, berarti 30 persennya itu 15 orang dari masyarakat desa. Yang saya sebut tadi, mereka yang paling bawah, yang miskin. Ketika dia bekerja di dapur, gajinya sudah di atas UMR. Berarti dia keluar dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), tidak berhak lagi menerima bantuan,” jelasnya.

Kondisi ini, menurut Edwin, membuka peluang bagi desa untuk mengusulkan masyarakat miskin lainnya agar masuk dalam DTKS dan menerima bantuan sosial. Ia menilai skema ini sebagai salah satu dampak paling spektakuler dari program pemerintah pusat tersebut.

Wakil Bupati juga mengungkapkan besarnya nilai anggaran yang digelontorkan untuk program serupa di tingkat provinsi. “Yang diborong pemerintah pusat itu, kalau tidak salah tiga provinsi, satu pesawat itu sehari Rp1,2 juta,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak, terutama tokoh agama dan pejabat daerah, untuk bersama-sama mengamankan program MBG. “Kita berkepentingan, karena jumlah penduduk kita paling besar di kawasan timur, sekitar 500 ribu jiwa lebih. Program ini harus kita kawal agar terus berjalan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Lotim,” pungkasnya.

Sebelumnya Bupati Lotim, H. Haerul Warisin menyebut pada tahun 2025 lalu, pertumbuhan ekonomi NTB mencapai 6 persen. Angka ini diatas raga data nasional. Hal ini jelas salah satu penyebabnya karena geliat ekonomi cukup bagus di tengah masyarakat Lotim. (rus)