Beranda blog Halaman 129

Lotim Usulkan ke KKPm Bangun KNMP Terapung untuk Pemongkong dan Pulau Maringkik

0
Lotim Usulkan ke KKPm Bangun KNMP Terapung untuk Pemongkong dan Pulau Maringkik
Pulau Maringkik di Kabupaten Lombok Timur. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun KNMP terapung untuk Desa Pemongkong dan Pulau Maringkik, Lotim. (Suara NTB/rus)

Selong (EKBIS NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) terapung untuk Desa Pemongkong dan Pulau Maringkik, Lotim. Dua desa pesisir tersebut diketahui tidak memiliki lahan yang cukup di sepanjang pinggir pantai sehingga pengusulannya dapat dibangun di atas perairan.


Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lotim, M. Tasywiruddin, Minggu (9/8/2026). Dua lokasi pembangunan KNMP ini katanya hanya sebagai penyangga, karena dibutuhkan lahan hanya 5 are.


Prinsip membangun fasilitas umum bisa di atas laut maupun di darat. Khusus di atas perairan laut ini memang membutuhkan tambahan perizinan baru, yakni pemanfaatan ruang laut. Harapannya, usulan Lotim ini dapat diterima mengingat Pemongkong dan Maringkik ini memiliki potensi perikanan yang cukup besar.


Karena akan menjadi KNMP penyangga, nilai bangunan yang akan dibangun secara terapung ini tidak sebesar KNMP Hub seperti yang ada di Desa Ekas Buana yang nilainya bisa tembus Rp25 Miliar lebih. “Paling tidak atau maksimal setengah dari KNMP Hub atau sekitar Rp10-12 miliar lah,” kata Tasywiruddin.


Setelah melihat potensi pengembangan usaha dan bisnis perikanan yang cukup prospektif di Ekas, Pemkab Lotim juga sudah mengusulkan beberapa desa pesisir Lotim lainnya agar dapat dibangunkan fasilitas KNMP serupa.


“Kami usulkan di 2026 Tanjung Luar Kecamatan Keruak, Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji, Seruni Mumbul Kecamatan Pringgabaya dan Sugian MecamahN Sambelia,” tuturnya.
Lokasi Labuhan Haji dan Seruni Mumbul dicoret, karena tidak ada lahan. “Labuhan Haji secara umum oke. Tapi lahannya dipindah lokasi. Diusulkanlah kemudian Batu Nampar, Pemongkong dan Maringkik,” ucapnya.


Kondisi terakhir memang belum final. Yang sudah sampai survei akhir baru tiga lokasi, yaitu Sugian, Tanjung Luar, dan Pemongkong. Pemkab Lotim saat ini hanya bisa menunggu keputusan final dasi KKP.


“Tiga terbaru ini terus terang belum yakin terbangun semua. Karena terakhir rapat diminta kita pilih mana prioritas. Kemudian kita pilih yang Tanjung Luar dijadikan prioritas karena sentra nelayan,” imbuhnya.


DKP Lotim masih menaruh harapan besar semua yang diusulkan ini dapat diterima oleh KKP. Pemkab Lotim terus jalin komunikasi dengan pihak kementerian. (rus)

Lotim Siap Ekspor Perdana Produk Porang ke China

0
Lotim Siap Ekspor Perdana Produk Porang ke China
PROSES - Chip Porang yang sedang diproses di Pabrik Porang Lombok Timur beberapa waktu lalu. (Suara NTB/rus)

Selong (EKBIS NTB) – Dalam waktu dekat, Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin direncanakan akan melepas perdana ekspor tepung porang ke China. Targetnya, izin ekspor sudah terbit sebelum tanggal 17 Agustus mendatang. Saat ini, sudah ada empat kontainer chip porang yang siap dikirim, tinggal menunggu persetujuan izin karantina dari pusat.


Demikian dikemukakan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik, kepada Suara NTB, Kamis (6/8/2026). Diketahui, produksi perdana chip dan tepung pirang sudah dilakukan dengan mendatangkan bahan baku dari berbagai daerah.
Sekda mengungkapkan bahwa saat ini pabrik tersebut membutuhkan pasokan hingga 60-80 ton porang per hari. Pemkab Lotim berkomitmen untuk bisa menghadirkan bahan baku agar dapat beroperasi swcata berkesinambungan.


Pemerintah Kabupaten Lotim terus berupaya menjaga keberlangsungan industri porang di daerah dengan mendorong para petani agar lebih bergairah menanam komoditas unggulan ini. Langkah ini diambil menyusul terhentinya operasional pabrik pengolahan porang di Kecamatan Pringgabaya akibat kelangkaan bahan baku.


“Memang kita akui petani porang kita belum bergairah. Pertama, karena dulu belum ada kepastian pembeli, sekarang sudah ada pabriknya. Atau bisa jadi karena kekurangan bibit yang harganya mahal,” ujar Juaini.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Lotim akan menyiapkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi petani porang. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Lotim Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga (Lotim Berkembang).


“Ke depan, kita akan sambungkan petani porang dengan perbankan, lalu kita menggratiskan bunganya. Seperti di peternakan, eksternalitasnya mencapai Rp96 miliar hanya dengan modal Rp5 miliar. Ini contoh yang baik,” jelas Juaini.
Dengan adanya subsidi bunga yang ditanggung pemerintah, diharapkan petani dapat mengakses modal untuk membeli bibit dan mengembangkan lahannya tanpa terbebani bunga pinjaman.


Sekda Juaini menegaskan bahwa kunci utama agar industri porang tetap berjalan adalah dari sisi hulu, yaitu menjamin ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan. Saat ini, luas lahan porang di Lotim baru mencapai sekitar 400 hektare, masih jauh dari kebutuhan pabrik.


“Kata kuncinya adalah bagaimana sustain dan bagaimana resiliens, artinya punya daya tahan di tengah banyak tekanan. Program-program yang baik kita lanjutkan, syarat untuk berlanjut adalah resiliensi,” pungkas Juaini.


Pemkab Lotim optimistis dengan adanya program KUR berbunga nol dan kepastian pasar melalui pabrik pengolahan serta rencana ekspor, gairah petani untuk menanam porang akan meningkat.

Hal ini diharapkan dapat memutus rantai ketergantungan pada pasokan dari luar daerah dan menjadikan porang sebagai motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat dengan jumlah penduduk terbesar di NTB ini. (rus)

Momentum Promosi Kain Daerah, Bupati KLU Tegaskan “Fashion Street” Jadi Agenda Tahunan

0
Momentum Promosi Kain Daerah, Bupati KLU Tegaskan “Fashion Street” Jadi Agenda Tahunan
PROMOSI PRODUK - Fashion Street 2026 Lombok Utara pada Sabtu (8/8) malam digelar sebagai momentum promosi produk kain tenun Lombok Utara. (Suara NTB/ist)

Tanjung (EKBIS NTB) -Fashion Street 2026 sukses digelar di Alun-alun Tioq Tata Tunaq, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sabtu (8/8) malam. Selain partisipasi OPD dan BUMD, acara fesyen ini menarik antusiasme Bupati, Wakil Bupati bersama istri-istri. Bahkan, Bupati KLU menegaskan Fashion Street ini akan menjadi agenda tahunan Lombok Utara di masa depan.


Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., pada pembukaan Fashion Street 2026 mengapresiasi penyelenggaraan Fashion Street yang diadakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) KLU. Menurutnya, Fashion Street merupakan wadah untuk memperkenalkan budaya daerah, khususnya produk kain tenun dan kain batik khas Lombok Utara.


“Fashion Street merupakan agenda tahunan kita, dan insyaAllah akan terus kita lakukan. Karena momen ini adalah momen untuk memperkenalkan budaya maupun produk Kabupaten Lombok Utara,” tegas Najmul.


Bupati menegaskan, Fashion Street juga menjadi ruang kreativitas untuk menampilkan kreativitas masyarakat. Kain tenun khas Lombok Utara yang diproduksi masyarakat perlu diberikan ruang promosi maupun pangsa pasar lokal. Harapannya, ruang pasar akan semakin luas di tingkat regional, nasional bahkan mancanagera seiring makin dikenalnya kualitas kain tenun.


Bagi masyarakat pelaku UMKM, Bupati menilai serapan produk oleh pasar memberi dampak ekonomi. Tidak hanya bagi pengrajin kain tenun dan batik, tetapi juga pelaku usaha kuliner dan pedagang asongan di sekitar Alun-alun.
Lebih lanjut, Najmul menegaskan komitmennya untuk mendukung penyelenggaraan Fashion Street. Pemda akan menyiapkan ruang maupun anggaran agar pelaksanaannya di masa depan bisa lebih ramai. Ia juga menginginkan, Fashion Street ini tidak terbatas pada lingkup Pemda, melainkan menarik partisipasi dari berbagai komunitas dan masyarakat umum di Lombok Utara.


“Untuk itu maka kami dari Kabupaten Lombok Utara mendukung penuh penyelenggaraan acara ini, baik dengan cara menganggarkan, kemudian memberikan kesempatan kepada masyarakat,” tandanya.


Sebelumnya, Ketua Dekranasda KLU, Hj. Rohani Najmul Akhyar, menyatakan Fashion Street merupakan momentum yang disiapkan Dekranasda untuk mendukung kreativitas pengrajin, UMKM, maupun jiwa seni kalangan generasi muda. Setiap desain produk yang ditampilkan dalam Fashion Street, akan memperkuat entitas kain tenun khas Lombok Utara untuk lebih dikenal oleh masyarakat luas.


Pihaknya berharap, Fashion Street dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Tidak hanya dari sisi hiburan, pengenalan produk, tetapi juga mobilitas ekonomi yang ditimbulkan selama acara digelar. (ari)

Lahan TNGR yang Terbakar Mencapai 30 Hektare

0
Lahan TNGR yang Terbakar Mencapai 30 Hektare
PEMADAMAN - Tim pemadam kebakaran melakukan pemadaman api kawasan Hutan Tanam Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pada akhir pekan kemarin. Luas kawasan yang terbakar mencapai lebih dari 30 hektare. (Suara NTB/ist)

Selong (EKBIS NTB) – Upaya pemadaman kebakaran kawasan Hutan Tanam Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dilaksanakan hingga pukul 1.30 dini hari, Sabtu (8/8). Luas kawasan yang terbakar mencapai lebih dari 30 hektare.


Aksi pemadaman cepat ini melibatkan personel gabungan dari Polres Lombok Timur, Polsek Sembalun, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II BTNGR, Pemadam Kebakaran (Damkar) Lombok Timur, hingga tim Manggala Agni dari Mataram.


Kebakaran mulai terdeteksi sejak Jumat sore sekitar pukul 17.00 Wita berdasarkan laporan dari masyarakat setempat. Titik api menyebar di sekitar area Sembalun Lawang dan Sembalun Bumbung (Petung) yang merupakan kawasan konservasi TNGR.


Meski armada pemadam diterjunkan, petugas sempat menghadapi tantangan berat karena titik api berada di lokasi perbukitan yang sulit dijangkau oleh kendaraan. Tim gabungan akhirnya melakukan pemadaman secara manual menggunakan alat gepyok (ranting pohon) serta jet shooter untuk memotong jalur api.


Usaha keras tersebut membuahkan hasil. Tepat pada Sabtu (8/8) pukul 01.30 Wita, kobaran api utama dipastikan padam penuh.
Kapolres Lombok Timur, AKBP Ariakta Gagah Nugraha, mengonfirmasi bahwa penanganan cepat ini sangat krusial untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap aktivitas warga maupun wisatawan yang hendak mendaki.

Kebakaran tidak merembet ke kawasan lainnya dan dipastikan tidak mengganggu aktivitas wisatawan yang hendak melaksanakan pendakian maupun warga di sekitar lokasi,
Terkait penyebab utama kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Penyebabnya masih dalam tahap penyelidikan, kita belum bisa mengambil kesimpulan. Namun kondisi cuaca yang ekstrem dan kering memang sangat rentan memicu terjadinya kebakaran hutan,” tambahnya.


Kepala Seksi SPTN II Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Lombok Timur, Ma’ruf Hadi, mengapresiasi tinggi kolaborasi solid lintas instansi yang bergerak cepat di lapangan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolres, teman-teman Manggala Agni, Damkar, dan semua pihak yang sudah berkolaborasi.

Upaya penanganan cepat seperti ini harus terus kita tingkatkan,” ungkapnya.
Ma’ruf mengakui bahwa keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) serta kendala sumber air di lapangan masih menjadi tantangan utama. Ke depan, BTNGR akan menambah kekuatan personel dari resort-resort terdekat, memperketat patroli di kawasan rawan kebakaran, serta memperkuat koordinasi dengan BPBD jika dibutuhkan penanganan skala besar.


Guna memastikan situasi benar-benar kondusif, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Prosedur pembasahan (pendinginan) dan pemantauan selama satu kali 12 jam terus diberlakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Mengingat kawasan TNGR berbatasan langsung dengan pemukiman warga, pihak TNGR mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melapor jika melihat titik api agar tim bisa bergerak cepat. (rus)

Pengelola Hotel Berharap Semangat Membangun Senggigi Tak Kendor

0
(Suara NTB/bul) Ketut Murta Jaya
(Suara NTB/bul) Ketut Murta Jaya

Giri Menang (EKBIS NTB) –Pelaku usaha hotel dan restoran di kawasan wisata Senggigi berharap penindakan hukum terhadap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) tidak mengganggu program pembangunan pariwisata yang sedang berjalan.


Ketua Asosiasi Hotel Senggigi, I Ketut Murta Jaya, mengatakan kalangan industri pariwisata turut prihatin dengan kasus hukum yang menimpa orang nomor satu di Kabupaten Lombok Barat. Namun, ia berharap agenda pembangunan yang sudah dirintis tetap dilanjutkan pemerintah daerah.


Sebagaimana diketahui, Lalu Ahmad Zaini terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 20 Juli 2026. Setelah itu, roda pemerintahan Lombok Barat dijalankan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha.


Murta Jaya menilai, sejumlah program yang sebelumnya didorong pemerintah daerah memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan industri pariwisata. Karena itu, pelaku usaha berharap momentum pembangunan tidak terputus akibat persoalan hukum yang sedang berlangsung.


“Kita turut prihatin dengan kejadian ini. Kalau melihat kerja nyata yang beliau (LAZ) kampanyekan, sebenarnya sudah terlihat dan cukup progresif. Namun bagaimanapun, kami menghormati upaya otoritas dalam melakukan penegakan hukum,” kata General Manager Holiday Resort Lombok ini.


Ia menegaskan, pelaku industri pariwisata tetap siap bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk dengan Wakil Bupati Lombok Barat yang kini menjalankan roda pemerintahan.
Menurutnya, komunikasi antara pelaku usaha pariwisata dan pemerintah daerah selama ini sudah berjalan cukup intens. Hubungan tersebut diharapkan terus dipertahankan agar kepentingan pengembangan pariwisata tidak ikut terdampak.


“Ke depan kami dari industri pariwisata akan selalu mendukung. Terkhusus untuk Ibu Wakil Bupati, kami juga cukup intens berdiskusi melalui asisten-asisten beliau. Saya pikir ke depannya kita harus tetap menjaga sinergi dengan baik,” ujarnya.


Salah satu perhatian utama pelaku usaha adalah keberlanjutan proyek infrastruktur yang dinilai strategis bagi masa depan Senggigi.
Murta Jaya menyebut revitalisasi Pelabuhan Senggigi menjadi salah satu proyek yang sangat dinantikan industri pariwisata.

Infrastruktur tersebut dinilai bukan sekadar fasilitas transportasi, tetapi bisa menjadi pintu masuk untuk memperkuat konektivitas wisata Senggigi dengan Bali dan Gili Trawangan.
“Program-program yang sudah baik ini kami harapkan berjalan secara sustainable, secara berkelanjutan. Terutama soal pembangunan Dermaga Sengigi yang saat ini tengah berjalan,” katanya.


Menurut Murta Jaya, keberlanjutan pembangunan pariwisata membutuhkan dua dukungan utama dari pemerintah, yakni kepastian regulasi dan pembangunan infrastruktur.
Ia menekankan jangan sampai perubahan situasi politik dan hukum di Lombok Barat membuat semangat membangun Senggigi ikut terhenti.


“Dukungan pemerintah itu salah satunya regulasi. Yang kedua infrastruktur. Jadi, semangat membangun Senggigi jangan sampai putus di sini,” tegasnya.
Murta Jaya mengatakan revitalisasi Pelabuhan Senggigi semakin penting karena karakter pasar wisatawan yang datang ke kawasan tersebut sangat berkaitan dengan konektivitas laut.


Senggigi, menurutnya, berada dalam satu ekosistem destinasi yang terhubung dengan Bali dan Gili Trawangan. Karena itu, keberadaan pelabuhan yang representatif dapat memperkuat arus wisatawan dari dua pasar tersebut.


“Bali, Gili Trawangan, Senggigi. Jadi tiga ini. Makanya kami sangat mendukung revitalisasi Pelabuhan Senggigi,” ujarnya.
Ia menyebut sebagian besar pasar wisatawan yang menjadi sasaran hotel di kawasan Senggigi datang melalui fast ferry dari Bali.

Dengan demikian, kondisi dan kapasitas Pelabuhan Senggigi akan berpengaruh langsung terhadap akses wisatawan menuju kawasan hotel. (bul)

BI NTB Genjot Literasi Rupiah dan Transaksi Digital Lewat Fun Walk Rinjani

0
BI NTB Genjot Literasi Rupiah dan Transaksi Digital Lewat Fun Walk Rinjani
(Suara NTB/bul) FUN WALK RINJANI - Kepala BI NTB, Hario K Pamungkas, bersama Asisten I Setda NTB, H. Fathul Gani, melepas kegiatan Fun Walk Rinjani di Kantor Perwakilan BI NTB

Mataram (EKBIS NTB) –Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB mendorong masyarakat tidak hanya mencintai dan bangga menggunakan Rupiah, tetapi juga memahami cara bertransaksi yang aman di tengah pesatnya digitalisasi pembayaran.


Pesan ini dikemas BI NTB melalui Fun Walk RINJANI (Rupiah Berjaya Sampai Pelosok Negeri) yang digelar di Mataram, Sabtu, 8 Agustus 2026. Sekitar 750 peserta dari kalangan perbankan, mitra strategis, dan insan BI NTB ikut ambil bagian.


Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026, sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Kepala Perwakilan BI NTB Hario K. Pamungkas mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat pemahaman tentang Rupiah, digitalisasi sistem pembayaran, dan perlindungan konsumen.


Menurutnya, semangat Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah perlu terus diperkuat seiring dengan perubahan pola transaksi masyarakat.
“Cinta dan bangga menggunakan Rupiah merupakan bentuk kepercayaan kepada bangsa sendiri dan wujud nyata kemerdekaan ekonomi Indonesia,” kata Hario.


Ia menegaskan, Rupiah tidak sebatas alat pembayaran. Mata uang nasional tersebut merupakan simbol kedaulatan sekaligus salah satu alat pemersatu bangsa.


Karena itu, BI NTB terus mendorong masyarakat menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Indonesia, sekaligus memahami karakteristik dan cara memperlakukannya dengan baik.
Di sisi lain, literasi Rupiah kini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan transaksi digital. Penggunaan QRIS menjadi salah satu fokus edukasi yang dibawa dalam kegiatan ini.


BI NTB juga mengenalkan aspek perlindungan konsumen melalui PeKA (Peduli, Kenali, Adukan). Masyarakat didorong lebih peduli terhadap keamanan transaksi, mengenali potensi risiko, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menemukan masalah dalam sistem pembayaran.


Gubernur NTB, Lalu. Muhamad Iqbal melalui Asisten I Provinsi NTB Dr. Drs. H. Fathul Gani, M.Si., mengapresiasi kegiatan ini.
Menurutnya, penguatan ekonomi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, olahraga dan edukasi ekonomi dapat menjadi satu rangkaian kegiatan yang saling melengkapi.


Ia mengajak masyarakat untuk Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah. Cinta berarti menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di Indonesia, bangga berarti menjadikan Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa, sedangkan paham berarti memahami fungsi Rupiah serta bijak dalam bertransaksi dan berbelanja. (bul)

Sensus Ekonomi di Mataram Capai 82 Persen

0
Sensus Ekonomi di Mataram Capai 82 Persen
Mohammad Reza Nugraha Kusumowinoto (Suara NTB/pan)

Mataram (EKBIS NTB) –Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram mencatat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 82 persen. BPS terus melakukan berbagai langkah percepatan agar seluruh proses pendataan dapat diselesaikan sesuai tenggat waktu pada 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Kota Mataram, Mohammad Reza Nugraha Kusumowinoto, mengatakan Sensus Ekonomi di Kota Mataram menargetkan sekitar 189.000 sasaran yang terdiri atas pelaku usaha dan keluarga. Hingga saat ini, sebanyak 157.000 sasaran telah berhasil didata.

“Sensus sampai 31 Agustus. Ini kita sudah mencapai 82 persen di lapangan,” ujar Reza, pekan lalu.

Ia menjelaskan, seluruh proses pendataan di lapangan ditargetkan rampung pada 31 Agustus 2026. Setelah itu, BPS akan melakukan tahapan verifikasi data untuk memastikan kualitas hasil sensus sekaligus memastikan tidak ada sasaran yang terlewat, baik pelaku usaha maupun keluarga.

Menurut Reza, tantangan pelaksanaan sensus di Kota Mataram tidak terlepas dari karakteristik wilayah perkotaan. Banyaknya kawasan pertokoan dan perumahan menjadi salah satu kendala bagi petugas dalam mengakses dan menemukan responden.

“Kendalanya karena kita berada di wilayah perkotaan yang memiliki tipologi banyak pertokoan dan perumahan. Ini menjadi tantangan dalam akses menemukan responden. Berbeda dengan kabupaten lain di NTB,” jelasnya.

Terkait adanya masyarakat yang menolak atau enggan memberikan keterangan kepada petugas sensus, Reza mengakui kondisi tersebut masih ditemukan di lapangan. Namun, penolakan tersebut dinilai tidak terlalu signifikan.

“Kalau penolakan masih ada, cuma curah lah bahasanya. Bukan ditolak,” katanya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, BPS terus memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya Sensus Ekonomi. Sosialisasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur di tingkat wilayah, termasuk perangkat kecamatan dan kelurahan.

BPS berharap dukungan masyarakat terus meningkat sehingga seluruh sasaran sensus dapat terdata dengan baik dan menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan.

“Meskipun masih ada penolakan kita terus mendekati dengan cara persuasif melalui berbagai pihak pemerintah daerah,” pungkasnya. (pan)

Disdag Usulkan Tambahan Elpiji 3 Kg

0
Disdag Usulkan Tambahan Elpiji 3 Kg
(Suara NTB/pan) ANTRE - Warga mengantre membeli elpiji 3 kilogram di pangkalan SPBU Karang Jangkong di Jalan Pejanggik yang dipotret beberapa waktu lalu.

Mataram (EKBIS NTB) –Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Perdagangan (Disdag) mengusulkan penambahan alokasi atau ekstra dropping elpiji subsidi 3 kilogram untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan usulan penambahan alokasi tersebut ditargetkan disampaikan kepada Pertamina pekan depan. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat sekaligus potensi kendala distribusi akibat adanya libur nasional.

“Langkah itu untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat menjelang perayaan Maulid Nabi serta mengantisipasi potensi kendala distribusi akibat libur nasional,” ujarnya, pekan kemarin.

Menurutnya, Disdag telah berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Mataram untuk menyiapkan pengajuan resmi penambahan alokasi tersebut. Pengajuan akan disampaikan kepada Pertamina pekan depan.

“Usulan tambahan alokasi elpiji subsidi akan kami usulkan minggu depan agar distribusi tetap dilakukan meskipun hari libur. Libur sehari saja memengaruhi penyaluran distribusi berikutnya,” jelasnya.

Terkait jumlah tambahan kuota yang akan diusulkan, Disdag belum menetapkan angka pasti. Penentuan kebutuhan tambahan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah melalui koordinasi bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas).

Disdag Kota Mataram bersama Hiswana Migas juga telah menyiapkan pola penyaluran tambahan kuota agar tepat sasaran. Salah satunya dengan memprioritaskan wilayah atau kecamatan yang lebih awal menggelar perayaan Maulid.

Nida menjelaskan, berbagai kegiatan masyarakat dalam rangka perayaan Maulid Nabi biasanya berdampak terhadap peningkatan kebutuhan pangan dan bahan bakar rumah tangga. Kondisi tersebut perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan gangguan pasokan di pasaran.

“Karena itu, potensi kekurangan stok kebutuhan pokok, termasuk elpiji, harus diantisipasi lebih awal untuk menghindari kekurangan hingga kelangkaan yang bisa memicu kenaikan harga,” katanya.

Hiswana Migas, lanjut Nida, juga telah meminta informasi mengenai wilayah atau kecamatan yang lebih dahulu menggelar perayaan Maulid. Informasi tersebut diperlukan agar penyaluran tambahan elpiji subsidi dapat diarahkan lebih cepat sesuai kebutuhan di lapangan.

Di sisi lain, Disdag mengakui adanya penyesuaian atau pengurangan kuota elpiji subsidi secara nasional pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, kondisi pasokan di Kota Mataram sejauh ini masih terpantau aman.

Hasil inspeksi mendadak (sidak) dan pemantauan yang telah beberapa kali dilakukan Disdag bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram menunjukkan stok dan penyaluran elpiji subsidi 3 kilogram masih berjalan sesuai alokasi dan kontrak pangkalan.

Selain elpiji subsidi, Disdag juga terus memantau ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok dan penting (Bapokting) lainnya. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama momentum hari besar keagamaan tetap terpenuhi dan tidak terjadi gejolak harga. (pan)

Profesor Turun Gunung, Ikhtiar Mengembalikan Kejayaan Kopi Sembalun

0

Lombok Timur (ekbisntb.com) – Upaya mengembalikan kejayaan kopi Arabika Sembalun mulai digerakkan dari hulu. Bukan hanya soal menanam dan memperbanyak bibit, tetapi membangun sistem pertanian yang sehat, berkelanjutan, mandiri dalam input, hingga mampu meningkatkan nilai ekonomi petani.
Ikhtiar ini dilakukan melalui Program Profesor Berdampak yang memasuki kegiatan lanjutan ketiga dan keempat di kawasan Agrowisata Sembalun, Lombok Timur, 8–9 Agustus 2026.
Program bertema “Melalui Program Profesor Berdampak Kita Tingkatkan Sinergitas untuk Membangun Pertanian Terpadu Berkelanjutan di Kawasan Agrowisata Sembalun” itu dipimpin Prof. M. Sarjan, M.Agr.CP., Ph.D., dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi dan mitra lokal.
Di antaranya Universitas Hamzanwadi, Universitas 45 Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, SMKPP Negeri Mataram, serta kelompok pemuda lokal Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN).
Yang menarik, langkah awal yang dipilih para profesor bukan memberikan teori kepada petani. Mereka justru mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam diskusi hari pertama, tim menghadirkan petani maju senior, petani muda, anggota Kelompok Wanita Tani dan pengurus BPAN. Persoalan kopi dan sejumlah komoditas unggulan Sembalun dibedah dari perspektif petani sendiri.
Ketua Tim Program Profesor Berdampak, Prof. M. Sarjan, mengatakan petani merupakan pihak yang paling mengetahui persoalan di lapangan.
“Yang merasakan dan mengetahui masalah selama budidaya dan usaha tani adalah petani sendiri. Kami dari berbagai bidang datang mendengarkan dan bersama-sama mencari solusi terbaik yang bisa dilakukan,” ujarnya.
Pendekatan ini sekaligus membuka ruang bagi petani menyampaikan persoalan, gagasan dan harapan terkait keberlanjutan program.
Menghidupkan Kembali Kopi Arabika Sembalun
Salah satu harapan kuat datang dari tokoh petani H. Ruspaini. Ia berharap Program Profesor Berdampak mampu membantu petani membangun pertanian berbasis budidaya tanaman sehat, khususnya kopi.
Ia juga mengajak komunitas petani Sembalun bersama-sama mengembalikan kejayaan kopi Arabika asli Sembalun.
Menurut dia, langkah bisa dimulai dengan memperbanyak pembibitan sejak sekarang, terlebih Unram telah membawa program yang secara khusus memberi perhatian pada komoditas kopi.
Harapan serupa disampaikan Ustaz Qudus. Ia mengaku senang dapat berinteraksi langsung dengan para profesor dan berharap petani ikut aktif mendukung program tersebut.
Tak hanya menyampaikan gagasan, Qudus bahkan telah mulai bergerak.
Bersama mahasiswa KKN Unram, ia berinisiatif melakukan pembibitan sekitar 20 ribu pohon kopi untuk disiapkan ditanam pada musim hujan berikutnya.
Petani Minta Pendampingan Tak Berhenti di Hulu
Petani milenial Akbar mengingatkan agar program pengembangan kopi tidak berhenti pada persoalan budidaya.
Penerapan Good Agricultural Practices (GAP), menurut dia, membutuhkan panduan teknis yang sederhana dan mudah diterapkan petani.
Ia berharap Unram dapat membantu menyusun SOP sebagai pedoman penerapan GAP pada tanaman kopi.
Lebih dari itu, petani juga membutuhkan pendampingan di sektor hilir, terutama pengolahan dan pemasaran.
“Program ini jangan hanya pada kegiatan di hulu. Kami juga perlu dibantu bagaimana masalah di hilir, seperti processing dan pemasaran. Tolong kami diberikan juga panduan sederhana terkait masalah perkopian di hilir,” ujarnya.
Artinya, upaya mengembalikan kejayaan kopi Sembalun tidak cukup hanya dengan memperbanyak tanaman. Petani juga harus memiliki kemampuan menghasilkan produk berkualitas, mengolah hasil panen dan memperoleh akses pasar yang lebih baik.
Strawberry Didorong Lebih Aman
Diskusi juga berkembang pada komoditas lain yang menjadi daya tarik Agrowisata Sembalun, yakni strawberry.
Perwakilan BPAN, Endo, yang selama ini fokus pada pengembangan kopi, mengusulkan adanya inovasi penggunaan input nonkimia, baik pupuk maupun pestisida, untuk budidaya strawberry.
Hal ini dinilai penting karena strawberry Sembalun banyak dikembangkan dalam konsep wisata petik sendiri dan dikonsumsi langsung di lokasi.
“Kalau produk seperti strawberry dikonsumsi segar, mestinya ada jaminan aman dikonsumsi,” ujarnya.
Gagasan tersebut sejalan dengan konsep pertanian sehat yang ingin dikembangkan melalui Program Profesor Berdampak.
Tim mendorong pemanfaatan bahan baku lokal untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap input dari luar. Limbah pertanian dan peternakan dapat diolah menjadi pupuk organik, sementara agen hayati dapat diproduksi secara mandiri.
Petani komoditas segar juga didorong mulai mengurus sertifikasi Prima 3 sebagai salah satu bentuk jaminan keamanan pangan produk segar.
Dengan sertifikasi dan pelabelan tersebut, produk diharapkan memiliki nilai tambah dan peluang memperoleh harga lebih baik di pasar.
Kearifan Lokal Dipadukan Teknologi
Persoalan pertanian berkelanjutan di Sembalun ternyata tidak hanya berkaitan dengan teknologi.
Dalam diskusi, muncul pula pentingnya mempertahankan kearifan lokal, termasuk penentuan jadwal tanam dan tradisi gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat.
Namun, modernisasi dan digitalisasi perlahan mengubah praktik tersebut.
Karena itu, tim mendorong model pertanian yang tidak meninggalkan kearifan lokal, tetapi memadukannya dengan intervensi teknologi modern.
Kearifan lokal menjadi fondasi, sementara teknologi menjadi penguat.
Pendekatan itu dinilai penting agar pembangunan pertanian Sembalun tidak kehilangan karakter sosial dan budaya masyarakat setempat.
Dari Diskusi Langsung Praktik di Kebun
Komitmen Program Profesor Berdampak tidak berhenti di ruang diskusi.
Tim Unram yang terdiri atas Prof. Taufik Fauzi, Prof. Ruth Stella, Prof. Aluh Nikmatullah, Prof. Yusron Saadi, Prof. Sulhaeni dan Ir. Hery Haryanto, M.Si., sepakat melanjutkan pendampingan langsung kepada petani.
Fokusnya mencakup penerapan GAP pada kopi dan budidaya sehat untuk berbagai komoditas unggulan, termasuk produk yang dikonsumsi segar seperti strawberry.
Setelah diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan pupuk organik yang diperkaya agen hayati Trichoderma cair.
Tim juga memperagakan pembuatan pestisida berbahan lokal dari daun paitan sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia.
Pada hari kedua, Minggu (9/8), pendampingan masuk ke tahap praktik penerapan GAP di lapangan. Tim bersama petani melakukan pemberian pupuk organik berbahan kotoran kambing pada kebun kopi mitra, yakni kebun milik Asel Norman Tanjung dan Amaq Azrin.
Kolaborasi Diperluas
Program ini juga mendapat dukungan dari perguruan tinggi mitra.
Universitas Hamzanwadi melalui Prof. Khirjan Nahdi, Universitas 45 Mataram melalui Ir. Baharudin, MP., dan Universitas Muhammadiyah Mataram melalui Budi Wiryono, SP., M.Si., menyatakan kesiapan mendukung kolaborasi pendampingan petani Sembalun.
Kepala SMKPPN Mataram, Sugiarta,S.Pi.,M.Pd.,M.Si yang saat ini menempuh program doktor di Pascasarjana Unram, juga menyatakan dukungan, termasuk dalam penyediaan tenaga kompetensi dan fasilitas laboratorium, khususnya laboratorium kultur jaringan.
Dukungan turut datang dari LSPB Mataram dan MAPORINA NTB yang menyatakan kesiapan terlibat aktif dalam program kolaborasi tersebut.
Dengan pola kolaborasi lintas perguruan tinggi, komunitas dan petani, Program Profesor Berdampak diharapkan tidak berhenti sebagai program akademik.
Targetnya lebih jauh: membangun ekosistem pertanian Sembalun yang sehat, mandiri dan berkelanjutan.
Dan untuk kopi Arabika Sembalun, langkah itu dimulai dari hal paling dasar: bibit, budidaya yang benar, tanah yang sehat, pengolahan yang baik, hingga pasar yang mampu memberi nilai lebih kepada petani.(bul)

BIZAM Perkuat Kesiapsiagaan Penanggulangan Keadaan Darurat Pesawat di Bandara

0

Lombok Tengah (ekbisntb.com) – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) melalui Unit Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) melaksanakan Airport Emergency Modular Exercise, sebagai bagian dari komitmen Perusahaan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat di bandar udara.
Pada latihan kali ini disimulasikan pesawat Sekotong Air dengan nomor penerbangan SKT-218 rute Manado–Lombok dengan tipe Boeing 737-800 yang mengalami gangguan sistem hidrolik saat pendekatan menuju BIZAM.
Kondisi tersebut menyebabkan Air Traffic Control (ATC) menetapkan status Full Emergency (Siaga II) yang kemudian berkembang menjadi Aircraft Accident (Siaga III) setelah pesawat mengalami runway excursion saat pendaratan.
Latihan difokuskan pada tiga modul utama, yaitu Raising the Alarm, Rendezvous Point (RVP), dan Medical Services, untuk menguji efektivitas komunikasi, koordinasi, mobilisasi sumber daya, serta penanganan korban sesuai Airport Emergency Plan (AEP).
Kegiatan ini melibatkan berbagai anggota Airport Emergency Committee, di antaranya AirNav Indonesia Cabang Lombok, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Pelaksanaan latihan juga di evaluasi oleh Tim Evaluasi Terpadu yang terdiri dari PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), AirNav Indonesia, dan Balai Kekarantinaan Kesehatan sebagai bagian dari upaya continuous improvement dalam meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan keadaan darurat.
General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Aidhil Philip Julian, menyampaikan bahwa latihan ini merupakan upaya Perusahaan untuk memastikan seluruh personel dan instansi pendukung memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas saat terjadi keadaan darurat.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional bandar udara. Melalui Airport Emergency Modular Exercise ini kami ingin memastikan seluruh personel dan stakeholder terkait memiliki kesiapan, koordinasi, serta kemampuan merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Penanganan keadaan darurat hanya dapat berjalan efektif apabila seluruh unsur bekerja sebagai satu tim,” demikian Aidhil.(bul)