Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 12

Tutup Kebocoran PAD, Tempat Parkir Liar Menjamur di Lobar Bakal Dilegalkan

0
Tutup Kebocoran PAD, Tempat Parkir Liar Menjamur di Lobar Bakal Dilegalkan

Giri Menang (ekbisntb.com) – Parkir liar di wilayah Lombok Barat (Lobar) yang masih marak bakal dilegalkan Pemkab Lombok Barat dalam hal ini oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar. Pengelola tempat parkir ini akan difasilitasi mengurus Nomor Induksi Berusaha (NIB) dan NPWP sebagai dasar penarikan pajak daerah.

Legalisasi tempat parkir liar ini bertujuan PAD yang selama ini tidak masuk ke daerah, diharapkan bisa ditarik untuk memaksimalkan pendapatan daerah. Pantauan media, di jalur Lembar-Gerung kendaraan truk kecil hingga besar lebih banyak parkir di pinggir jalan. Seperti di jalur simpang lima Patung Koperasi Gerung. Kendaraan tampak berjejer di pinggir jalan nasional itu hingga pengendara yang lewat harus berhati-hati. Para sopir turun beristirahat di sejumlah warung di jalur tersebut.

Kemudian di jalur monumen Meriam, Jembatan Gantung. Kendaraan memenuhi pinggir jalan dan areal di dekat warung makanan di lokasi ini. Selanjutnya sejumlah titik parkir terlihat di depan Jembatan timbang, Lembar. Di sana ada areal khusus parkir yang disiapkan bagi sopir hingga bermalam. Lahan parkir juga ada di sebelah Depo LPG Om Agus, cukup ramai kendaraan yang parkir. Areal parkir ini cukup luas yang disewakan oleh pihak ketiga atau warga.

Di jalur menuju Pelabuhan Gili Mas, beberapa titik areal parkir juga tampak ramai oleh kendaraan. Di sana areal parkir bagi truk kecil dan truk besar pengangkut motor yang akan dikirim ke wilayah Mataram dan sekitarnya.

Kepala Dishub Lobar, M. Hendrayadi tak menampik masih maraknya parkir liar di sejumlah titik di Lobar. “Rencananya habis lebaran ini kami mencoba (tangani) beberapa sampel kecamatan Lembar, Gerung dan Kediri,” kata Hendrayadi, Senin (16/3/2026).

Pihaknya akan fokus untuk penanganan parkir liar di Gerung sebagai sampel, baru lah bergerak ke kecamatan yang lainnya. “Kalau di Gerung saya tidak bisa selesaikan, apalagi kecamatan lain,” tegasnya. Termasuk parkir truk di sejumlah jalur di Lobar seperti Lembar-Gerung dan lainnya.

Pihaknya akan membantu sosialisasi bagi pengelola supaya mau membuat NIB dan diterbitkan NPWPD supaya bisa ditarik pajaknya oleh Bapenda. “Nanti kita legalkan mereka (parkir liar) supaya bisa masuk PAD,” terangnya.

Apalagi kalau Terminal Segenter dibangun maka akan lebih tertata dan memaksimalkan PAD. Hendra berharap Terminal Segener bisa terealisasi tahun ini, karena untuk penanganan terminal Segenter itu ada di Dinas PU. (her)

Kendaraan parkir liar di badan jalan jalur Gerung-Lembar. Parkir liar ini kian menjamur. (suarantb.com/her)

Kolaborasi Sukseskan Program Desa Berdaya

0
Kolaborasi Sukseskan Program Desa Berdaya
Bupati Amar Nurmansyah saat memaparkan pelaksanaan capaian program Kartu KSB Maju kepada Gubernur Lalu Muhammad Iqbal saat safari Ramadan pekan kemarin.(Suara NTB/bug)

Taliwang (ekbisntb.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhamad Iqbal dan Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah mempunyai komitmen bersama untuk menyukseskan Program Desa Berdaya yang sedang digencarkan Pemerintah Provinsi NTB.

Bupati KSB H.Amar Nurmasnyah menyatakan, setiap program daerah yang bertujuan menekan jumlah masyarakat miskin ekstrem akan dielaborasi dengan Program Desa Berdaya. “Fokus Desa Berdaya kan sementara ini terhadap warga miskin ekstrem. Dan insyaallah lewat program yang ada di kami (KSB), itu juga yang kita benahi di sini,” kata Bupati Amar saat bertemu Gubernur Iqbal dalam rangkaian safari ramadandi KSB pekan kemarin.

Dihadapan Gubernur, Bupati lantas menjelaskan keberadaan Program Kartu KSB Maju. Kolaborasi program tersebut, dengan program desa berdaya milik Pemrpov NTB diyakini akan semakin memudahkan pengentasan kemiskinan ekstrem di KSB sebagaimana yang dicita-citakan. “Pak Gubenur, program ini sudah kita mulai sejak tahun lalu. Khusus di Desa Seteluk Tengah dan Kelurahan Telaga Bertong, kami punya data-datanya lengkap. Jadi kalau desa berdaya butuh, cukup pakai data kami. Akurat pastinya pak,” cetus Bupati seraya menunjukkan data prorgam Kartu KSB Maju kepada Gubernur Iqbal.

Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal pun memberikan apresiasi positif. Orang nomor satu di Provinsi NTB ini, berjanji akan mengkoordinasikan secara lebih mendalam setiap agenda desa berdaya dengan Pemkab KSB. “Kita sisir dan sandingkan rencana program desa berdaya dengan program KSB Maju. Begitu selaras maka kita sandingkan sehingga dapat saling mengisi,” kata Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur memuji program Kartu KSB Maju yang dijalankan Pemkab KSB saat ini. Menurut dia, program-program sosial pemerintah sekarang ini harus dikelola dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat, agar tepat sasaran. “Kalau lihat data-data yang disampaikan Pak Bupati ini. Pengelolaan programnya sudah sangat bagus dan ini harus terus dilanjutkan dan kita elaborasi dengan program Desa Berdaya juga,” tukas Gubernur yang kemudian disambut senyum Bupati sebagai tanda setuju.(bug)

Jelang Lebaran, Harga Cabai Sulit Dikendalikan

0
Bulog Butuh Mitra Serap Gabah Petani KSB
Nurul Syaspri Akhdiyanti

Taliwang (ekbisntb.com) – Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Sumbawa menggelar gerakan pangan murah. Program ini sebagai upaya masyarakat untuk menekan harga. Hanya saja, harga cabai masih sulit dikendalikan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) KSB, Nurul Syaspri Akhdiyanti mengatakan, sejak awal kegiatan gerakan pangan murah digelar di Kecamatan Taliwang, pihaknya tetap memasukkan cabai sebagai salah satu komoditas yang dijual, selain berbagai bahan pokok kebutuhan harian masyarakat. “Di semua kecamatan, pasar GPM yang kami gelar selalu sedia cabai untuk dijual,” katanya.

Cabai yang dijual dalam kegiatan GPM dikatakan Nurul, pastinya selalu menjadi rebutan warga. Ratusan kilogram yang disediakan bekerja sama dengan mitra selalu ludes tanpa butuh waktu lama.

Nurul mengaku, jumlah cabai yang disediakan setiap GPM tidak terlalu banyak. Cabai dijual dengan setengah harga dari harga pasar, otomatis cabai yang disediakan menjadi rebutan masyarakat. “Kami jualnya Rp40 ribu per kilogram. Padahal harga cabai di pasar sampai sekarang masih kisaran Rp110 ribu-Rp120 ribu per kilogram. Otomatis cabai yang kami sediakan itu diburu,” paparnya.

Fluktuasi harga cabai di KSB,sempat melonjak tinggi hingga di angka Rp200 ribu per kilogram. Kondisi itu terjadi memasuki awal-awal bulan Ramadan. Menurut Nurul, saat itu pasokan cabai sangat minim, bukan saja karena stoknya habis dari wilayah distribusi terdekat seperti Jawa-Bali. Tetapi juga dipicu karena kondisi cuaca saat itu. “Pedagang sekarang bahkan datangkan dari Sulawesi. Nah itu kenapa, saat itu sempat tembus Rp200 ribu per kilogram,” cetusnya.

Nurul mengatakan, harga cabai rawit masih sulit untuk ditekan dalam waktu cepat. Pasalnya, suplai pasokan cabai ke daerah sekarang ini sedang minim. Sementara, di sisi lain permintaan semakin tinggi terutama jelang Hari REya Idufitri. “Intervensi kami lewat GPM juga hanya menyasar kebutuhan dapur rumah tangga saja. Sementara, untuk dapur usaha tidak bisa kami akomodir dulu, sehingga ini yang buat harga akan tetap seperti itu (mahal),” tukasnya.

Nurul menyarankan masyarakat saat ini, lebih bijak mengatur kebutuhan. Artinya, masyarakat diminta membeli kebutuhan sesuai dengan skala prioritas dan volume kebutuhannya. “Nah, bicara cabai di sini. Karena harganya cukup tinggi dan stoknya di pasar terbatas. Maka beli saja sesuai kebutuhan dan tidak menyetok berlebihan,” sarannya.(bug)

Anggaran Mencapai Rp85 Miliar, Pembangunan Pelabuhan Kilo Ditargetkan Rampung bulan Desember

0
Papan pengumuman informasi proyek pembangunan Pelabuhan Kilo yang sudah dipasang di lokasi pembangunan di Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu.

Dompu (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Dompu menjadwalkan peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Kilo usai lebaran Idulfitri. Proyek senilai Rp85,1 miliar ditargetkan rampung pada bulan Desember.

Pembangunan pelabuhan laut ini ditargetkan rampung 30 Desember 2026 dengan pelaksana PT Wijaya Inti Nusa Sentosa asal Surabaya. “Peletakan batu pertama direncanakan oleh Bupati Dompu. Saat ini saya sedang di kantor Kementerian Perhubungan untuk koordinasi terkait ground breaking,” ungkap Kepala UPP Kelas III Calabai Dompu, Prayitno, SH., pekan kemarin.

Dikatakan Prayitno, semua persiapan untuk pembangunan Pelabuhan Laut Kilo sudah siap. Kontraktor pelaksana juga sudah menyiapkan kebutuhan untuk rencana pembangunan, termasuk gudang dan kebutuhan lainnya. “Waktu pelaksanaan 315 hari hingga 30 Desember 2026 dengan masa pemeliharaan 180 hari,” jelasnya.

Pembangunan fasilitas laut yang akan dibangun diantaranya pembangunan dermaga segmen 1 ukuran 40 meter x 8 meter. Begitu juga dengan dermaga segmen 2 ukuran 40 meter x 8 meter. pembangunan trestile 1 ukuran 46 meter x 6 meter, trestile 2 ukuran 40,1 meter x 6 meter. Causeway ELV +3.30 mLWS ukuran 150 meter x 8 meter.

Sementara, fasilitas darat yang akan dibangun berupa pos jaga, ruang genset, konstruksi gapura pintu masuk, pagar BRC, konstruksi signpost pelabuhan, konstruksi lapangan penumpukan , lapangan parkir penumpang, jalan lingkungan pelabuhan, jalan penghubung pelabuhan, konstruksi bak sampah, gedung pelabuhan, terminal penumpang, kantor pelabuhan, dan musala. (ula)

Anggaran Desa Berdaya Paling Tinggi, Sembilan Program Lain ‘’Gigit Jari’’

0
Gambar alokasi anggaran 10 program strategis NTB. (Suara NTB/era)

Pasangan H. Lalu Muhamad Iqbal dan Hj. Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda) memiliki 10 program strategis yang ingin dicapai dalam lima tahun menjabat. Di antaranya Desa Berdaya, NTB Sehat dan Cerdas, NTB Inklusif, NTB Agro Maritim, NTB Connected, NTB Terampil dan Tangkas, NTB Pariwisata Berkualitas, Ekraf Mania, NTB Good Governance, dan NTB Lestari Berkelanjutan.

Dari 10 program strategis tersebut, hanya Desa Berdaya yang mendapatkan alokasi anggaran tertinggi. Sisanya stagnan, bahkan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan APBD Perubahan tahun anggaran 2025.

Direktur Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) NTB, Ramli Ernanda mengungkapkan Desa Berdaya mendapat tambahan anggaran hingga 2000 persen lebih. Dari yang semula 0,11 persen dari APBD P, menjadi 2,41 persen dari total APBD Murni 2026. NTB Pariwisata mendapat tambahan anggaran sekitar 44 persen, dari 0,09 persen dari APBD P, menjadi 0,13 persen di APBD Murni 2026.

NTB Sehat dan Cerdas mengalami penurunan drastis, semula 12,38 persen di APBD Perubahan, menjadi 8,95 persen dari total APBD 2026. NTB Connected juga mengalami penurunan signifikan, awalnya 9,02 persen dari total APBD Perubahan, kini hanya 4,19 persen di APBD murni. Begitupun dengan program-program strategis lain seperti NTB Inklusif, Agro Maritim, E-mania, dan Lestari Berkelanjutan yang mengalami kondisi serupa.

Menanggapi adanya perbedaan alokasi anggaran program strategis tersebut, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengaku tidak semua program strategis membutuhkan anggaran dari APBD. Ia mengaku, pendekatan yang digunakan lebih kepada menekankan pada pencapaian hasil program dibandingkan besaran anggaran yang dikeluarkan.

Dalam beberapa program strategis, Pemprov justru memaksimalkan dukungan dari pemerintah pusat dan sumber daya lain di luar APBD. Salah satu contohnya adalah program peningkatan produktivitas pangan melalui optimalisasi lahan.

“Untuk meningkatkan produktivitas pangan, kita memperjuangkan ke Menteri Pertanian. Dan anggarannya sebagian terbesar proporsinya adalah dari Menteri Pertanian. Yang tadinya dialokasikan buat kita untuk membangun irigasi baru. Kita arahkan untuk revitalisasi yang lama,” jelasnya.

“Dan itu berjalan. 10.400 hektare optimalasi lahan itu selesai dalam 2025. Yang penting itu selesai programnya itu,” sambungnya.

Menurutnya, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah anggaran yang digunakan, melainkan dari tercapainya target program. Pendekatan serupa juga diterapkan pada program NTB Connected yang bertujuan memperluas konektivitas penerbangan.

Hingga saat ini, NTB telah berhasil membuka tujuh destinasi penerbangan nasional baru tanpa menggunakan dana APBD. Dalam waktu dekat, pihaknya juga berencana menambah dua destinasi penerbangan internasional baru, salah satunya menuju Darwin, Australia. Pembukaan rute tersebut juga dilaksanakan tanpa menggunakan anggaran daerah.

Mantan Dubes RI untuk Turki itu mengaku, kondisi keuangan daerah yang terbatas justru mendorong pemanfaatan berbagai sumber daya alternatif. Strategi ini dinilai efektif selama target program tetap tercapai. Bahkan, target NTB Connected yang awalnya direncanakan selesai dalam tiga tahun berhasil dituntaskan hanya dalam satu tahun.

Pada tahun kedua dan ketiga, pemerintah daerah dapat menambah beberapa destinasi baru sebagai pengembangan lanjutan. Meski demikian, pemerintah daerah mengakui bahwa beberapa program tetap memerlukan dukungan langsung dari APBD, terutama program yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan seperti program Desa Berdaya.

“Memang untuk desa berdaya itu karena ini terkait dengan pengentasan kemiskinan. Karena tidak mungkin kita tidak mengalokasikan dana dari APBD. Itulah yang paling fundamental masalah kemiskinan,” pungkasnya. (era)

NTB Dapat Rp300 Miliar untuk Tingkatkan 13 Ruas Jalan Sumbawa

0
Ruas jalan Provinsi yang menghubungkan Tanjung Geres – Pohgading, Lombok Timur yang baru saja selesai diperbaiki akhir tahun 2025. (Suara NTB/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan alokasi Rp300 juta dari Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk meningkatkan 13 ruas jalan di Sumbawa bagian Selatan. Anggaran senilai tersebut mulai dieksekusi tahun ini, di tahap pertama daerah akan segera memperbaiki tiga ruas jalan yang terisolasi.

Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal mengaku tiga ruas jalan yang akan diperbaiki tahun ini yaitu ruas jalan yang ada di daerah Baturotok, Batudulang. Dua daerah tersebut dinilai yang paling membutuhkan penanganan karena berada di daerah terpencil.

Untuk mendapatkan anggaran perbaikan tersebut, Gubernur telah beberapa kali bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Saya ajak Pak Menteri untuk naik heli waktu itu untuk keliling langsung terbang di atasnya melihat kondisinya. Bahwa itu daerah masih terisolasi betul. Jadi daerah yang paling terisolasi di NTB mungkin,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini masyarakat yang berada di kawasan Baturotok dan Batudulang belum bisa disebut merdeka, khususnya di musim penghujan. Saat hujan turun, mereka benar-benar terisolasi, karena jalanan yang rusak ditambah lagi berada di kawasan tinggi Sumbawa.

“Sehingga insyaAllah tahun depan itu wilayah selatan sudah tidak akan lagi alami situasi seperti sekarang ini,” katanya.

Di samping itu, saat ini Dinas PUPR Perkim NTB tengah mengkaji penggunaan teknologi baru dalam pembangunan jalan guna menghasilkan infrastruktur yang lebih kuat namun dengan biaya yang lebih efisien.

Mantan Dubes RI untuk Turki itu mengatakan kondisi lingkungan yang semakin rusak seperti pembabatan hutan dan alih fungsi lahan telah memicu meningkatnya bencana hidrologi seperti banjir yang berdampak pada kerusakan infrastruktur, khususnya jalan.

Saat melakukan peninjauan di sejumlah ruas jalan di wilayah selatan provinsi, banyak infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat banjir dan meluapnya sungai yang dipicu kerusakan kawasan perbukitan.

“Banyak jalan provinsi di wilayah selatan yang rusak karena bencana hidrologi. Banjir terjadi karena sungai-sungai baru muncul akibat bukit-bukit yang sudah rusak,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam, khususnya di wilayah Sumbawa. Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama agar generasi mendatang tidak mewarisi kerusakan alam yang semakin parah.

“Kita tidak ingin diingat oleh anak cucu sebagai generasi yang mewariskan kerusakan. Kita ingin dikenang sebagai generasi yang meninggalkan kebaikan dan alam yang tetap terjaga,” pungkasnya. (era)

NTB Siapkan Mudik Gratis ke Pulau Jawa

0
NTB Siapkan Mudik Gratis ke Pulau Jawa
Suasana pelepasan warga yang mudik ke Pulau Sumbawa di depan Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (14/3/2026). (Suara NTB/ist)

PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melepas sekitar 400 warga Pulau Sumbawa penerima kuota mudik gratis yang berada di Kota Mataram. Pelepasan itu dilakukan Sabtu, 14 Maret 2026 bertempat di depan Pendopo Gubernur NTB.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Ervan Anwar mengatakan Selain mudik gratis ke Pulau Sumbawa, NTB juga menyediakan mudik gratis ke Pulau Jawa melalui jalur laut. Khusus untuk mudik gratis ke Pulau Jawa, pendaftaran dibuka untuk masyarakat umum.

“Kalau mahasiswa kan dibuktikan dengan kartu mahasiswa, kalau umum dibuktikan dengan kartu keluarga,” ujarnya.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan, NTB telah bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk mudik gratis ke Pulau Jawa. “Semakin banyak stakeholder untuk bergabung, kita lihat tadi sponsornya semakin banyak. Ini kemajuan yang patut kita syukuri,” kata Iqbal.

Adapun jumlah peserta mudik gratis tahun ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperluas pelayanan kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan warga Pulau Sumbawa yang berada di Pulau Lombok.

“Tahun lalu kita hanya bisa memberangkatkan 200 orang. Tahun ini alhamdulillah kita bisa memberangkatkan 400 orang untuk mudik gratis, mulai dari ujung barat Pulau Sumbawa sampai ujung timur Pulau Sumbawa, dari Kabupaten Sumbawa Barat sampai Bima,” ujarnya.

Di samping itu, selama proses mudik lebaran tahun 2026, pihaknya memastikan bahwa kondisi jalur utama Trans Pulau Sumbawa dalam keadaan baik dan siap dilalui para pemudik. Sejumlah titik jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan telah diperbaiki oleh tim dari Dinas PUPR dan Balai Jalan sehingga tidak akan mengganggu kelancaran perjalanan.

Selain memastikan kesiapan infrastruktur, Pemprov NTB juga memberikan perlindungan tambahan bagi seluruh peserta mudik melalui fasilitas asuransi perjalanan. Para peserta juga mendapatkan layanan konsumsi untuk berbuka puasa selama perjalanan agar tetap nyaman hingga tiba di daerah tujuan masing-masing.

Program Mudik Gratis ini sebagian besar diikuti oleh mahasiswa asal Pulau Sumbawa yang sedang menempuh pendidikan di Pulau Lombok. Ke depan, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas layanan agar lebih banyak masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

“Semua yang ikut dalam bus mendapatkan asuransi, jadi tidak hanya terberkahi perjalanannya tetapi juga terlindungi. Kami berharap ke depan jumlah bus yang disediakan bisa lebih banyak sehingga bukan hanya mahasiswa, tetapi masyarakat umum juga bisa memanfaatkan program mudik gratis ini,” pungkasnya. (era)

Bluebird Resmikan Pangkalan Baru di RSUD Praya, Dukung Akses Transportasi bagi Pasien dan Tenaga Kesehatan

0
Peresmian pangkalan baru Bluebird di RSUD Praya, Lombok Tengah. (Suara NTB/ist)

Praya (ekbisntb.com) – Lombok terus berkembang sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia. Pertumbuhan ini turut mendorong kebutuhan akan layanan pendukung, termasuk akses transportasi menuju fasilitas kesehatan bagi masyarakat maupun pengunjung. Untuk mendukung mobilitas tersebut, Bluebird resmi membuka pangkalan layanan di RSUD Praya, Lombok Tengah, untuk mendukung mobilitas pasien, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan.

Sebagai salah satu rumah sakit rujukan di wilayah Lombok Tengah, RSUD Praya menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan, sehingga memiliki aktivitas kunjungan yang tinggi setiap harinya.

Peresmian dilakukan bersama oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, jajaran manajemen RSUD Praya, serta perwakilan manajemen Bluebird Group. Kehadiran pangkalan ini menjadi bagian dari upaya Bluebird dalam memperkuat akses transportasi di fasilitas layanan kesehatan.

Fakhrizal Syam, Manager Bluebird Group Lombok menyampaikan, rumah sakit merupakan salah satu titik mobilitas penting bagi masyarakat sehingga ketersediaan layanan transportasi menjadi hal yang krusial.

“Mobilitas menuju fasilitas kesehatan sering kali terjadi dalam situasi yang mendesak. Melalui pangkalan ini, kami ingin memastikan pasien maupun keluarga memiliki pilihan transportasi dengan layanan yang dapat diandalkan ketika bepergian dari dan menuju rumah sakit,” ujar Fakhrizal.

Pangkalan di RSUD Praya merupakan pangkalan rumah sakit ketujuh Bluebird di wilayah Lombok. Kehadiran pangkalan ini melengkapi jaringan layanan Bluebird yang sebelumnya telah hadir di berbagai titik strategis seperti bandara, pelabuhan, pusat perbelanjaan, hotel, hingga fasilitas kesehatan.

Selama hampir tiga dekade melayani masyarakat Lombok, Bluebird terus memperluas jangkauan layanan untuk mendukung konektivitas warga lokal maupun pengunjung. Layanan ini didukung oleh pengemudi profesional serta armada yang terstandarisasi untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang konsisten.

Fakhrizal juga menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam melayani kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Kami berharap kehadiran pangkalan ini dapat memperkuat kolaborasi antara Bluebird, pemerintah daerah, dan pengelola fasilitas kesehatan dalam menghadirkan layanan transportasi yang lebih terintegrasi bagi masyarakat Lombok,” tutupnya. (bul)

Bank NTB Syariah Luncurkan Mobile Banking Terbaru “RIMO”

0
Aplikasi mobile banking terbaru dari Bank NTB Syariah Bernama RIMO. (SuaraNTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Bank NTB Syariah resmi meluncurkan aplikasi mobile banking terbaru, RIMO (Rinjani Mobile). Kehadiran RIMO menjadi babak baru layanan perbankan syariah yang modern namun tetap kental dengan identitas lokal Nusa Tenggara Barat.

Hadirnya RIMO mengusung filosofi mendalam melalui tagline “Tambora Tabungannya, Rinjani Mobile Bankingnya”.

Konsep ini merepresentasikan dua mahkota, dua cerita, namun tetap dalam satu kemegahan agung milik Nusa Tenggara Barat. Jika Tambora melambangkan kekuatan dan stabilitas dana nasabah (tabungan), maka Rinjani Mobile adalah inovasi yang melayani kebutuhan transaksi masyarakat.

Peluncuran RIMO diharapkan menjadi sebuah titik balik strategis bagi Bank NTB Syariah. Setelah melewati fase pemeliharaan (maintenance) intensif selama satu tahun terakhir, bank milik daerah ini kini hadir dengan infrastruktur yang jauh lebih stabil, praktis dan dapat diandalkan.

Masa penantian tersebut digunakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan bahwa aplikasi RIMO benar-benar menjawab ekspektasi dan kebutuhan riil masyarakat NTB di era digital.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menegaskan bahwa RIMO dirancang untuk menjadi sahabat yang lebih personal bagi nasabah.

“RIMO adalah jawaban atas kesabaran dan kepercayaan nasabah kami. Ini adalah titik balik di mana kami kembali hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Kami menyatukan kemegahan sejarah Tambora dan Rinjani ke dalam genggaman, agar masyarakat NTB dapat bertransaksi dengan mudah dan bangga dengan ikon daerah NTB yang dimiliki. Terlebih di bulan suci ini, kami berharap RIMO dapat menghadirkan momen berkah yang bermakna bagi setiap langkah ibadah dan transaksi nasabah,” ungkapnya.

Dengan RIMO, Bank NTB Syariah ingin membawa pesan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh meninggalkan identitas daerah.

Dua mahkota (Tambora dan Rinjani) adalah simbol bahwa Bank NTB Syariah adalah milik rakyat, dari rakyat, dan bekerja sepenuhnya untuk kemakmuran masyarakat NTB. (bul)

Antisipasi Aksi Drifting Liar, MGPA Hadirkan Ajang Drifting di Sirkuit Mandalika

0
Antisipasi Aksi Drifting Liar, MGPA Hadirkan Ajang Drifting di Sirkuit Mandalika
Ajang drifting digelar MGPA di area belakang paddock Sirkuit Mandalika, Sabtu (14/3/2026).

Praya (ekbisntb.com) – Momen bulan Ramadan tidak membuat Sirkuit Internasional Mandalika sepi. Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) selaku pengelola justru intens menggelar berbagai ajang atau event, khususnya event motosport. Salah satu event NgabubuDrift, pada Sabtu (14/3/2026). Event khusus yang disiapkan bagi para pelaku dan penggemar drifting di daerah ini.

“Event NgabubuDrift menjadi salah satu cara kreatif untuk menghadirkan aktivitas otomotif yang tetap selaras dengan nuansa Ramadan. Di mana para peserta tidak hanya bisa menyalurkan hobi drifting-nya saja. Tetapi juga memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa dengan kegiatan yang positif dan penuh semangat,” ungkap Manajer Motorsport MGPA Denny Pribadi, dalam keteranganya, Sabtu (14/3/2026) malam.

Kehadiran event NgabubuDrift diharapkan bsa memberikan suasana menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit yang berbeda dan penuh adrenalin. Sekaligus bisa menjadi ajang berkumpulnya para pecinta otomotif, untuk menikmati sensasi mengendarai mobil dengan teknik slide terkendali di lintasan sirkuit sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Tidak hanya itu, melalui event yang direncanakan akan digelar secara rutin dan berkala tersebut bisa menjadi ruang yang aman bagi para drifter untuk menyalurkan hobinya. MGPA pun telah menyediakan area khusus drifting di belakang paddock Sirkuit Mandalika. Dengan adanya fasilitas tersebut para drifter tidak perlu lagi melakukan drifting secara liar di jalan raya yang justru bisa membahayakan. Tidak hanya bagi drifting tetap juga penggunan jalan raya lainya.

“Daripada drifting di bundaran atau di tengah Kota Mataram yang tentu berbahaya bagi masyarakat dan pengguna jalan, lebih baik mereka datang ke sirkuit. Di sini tersedia tempat yang lebih aman, terkontrol dan memang dirancang untuk aktivitas motorsport,” terangnya.

Ia menjelaskan, selama para peserta melakukan drifting di area lintasan sirkuit tetap di bawah pengawasan marshal dan tim keselamatan. Sehingga aktivitasnya tetap berlangsung aman sekaligus menghibur. Pada akhirnya bisa menghadirkan pengalaman unik bagi para drifter dan penggemar otomotif yang ingin merasakan atmosfer motorsport di bulan Ramadan.

“Melalui event ini kita ingin menunjukkan bahwa kawasan The Mandalika, khsususnya Sirkuit Mandalika tidak hanya menjadi tuan rumah berbagai ajang balap internasional. Tetapi juga ruang bagi berbagai kegiatan komunitas yang kreatif dan inklusif. Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi agenda menarik selama bulan Ramadan, sekaligus memperkuat posisi The Mandalika sebagai pusat aktivitas otomotif di Indonesia,” tandas Denny. (kir)