Home Blog Page 1040

Nilai Tukar Rupiah Makin Memburuk, Ekonom Dorong NTB Tarik Wisman dan Dongkrak Ekspor

0
Foto : Dr. M. Firmansyah (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Ekonom mendorong seluruh stakeholder di Provinsi NTB untuk meningkatkan ekspor komoditas, serta menarik wisatawan mancanegara (wisman) ditengah anjloknya nilai tukar rupiah, terhadap Dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS memburuk di angka Rp16.000 pada Selasa 16 April 2024. Melemahnya nilai tukar mata uang Indonesia sejatinya dijadikan momentum untuk meraup manfaatnya. Secara teori, memburuknya nilai tukar rupiah memengaruhi inflasi dalam negeri, daya beli masyarakat semakin turun, dampaknya pada fiskal, dan perekonomian secara keseluruhan.
Namun, menurut Dr. M. Firmansyah, Pengamat Ekonomi dari Universitas Mataram menegaskan, umumnya dampak yang kita akan terjadi inflasi (kenaikan harga-harga) ketika nilai tukar rupiah terus melemah. Khususnya terkait bahan baku dan penolong industri yang bersumber dari impor. Sebab, harganya akan semakin naik.

“Namun keuntungan rupiah melemah pada sektor-sektor ekspor. Mereka akan menikmati selisih kenaikan rupiah karena produk ekspor dibayar dengan standar nilai Dollar AS harganya juga akan naik. Tenaga kerja kita, baik di dalam maupun di luar negeri yang gajinya dibayar dengan nilai Dollar AS juga diuntungkan. Mereka terima dollar yang nilai ekonominya lebih besar, namun dollar untuk belanja dalam negeri,” ungkapnya.

Kemudian, sektor lain yang diuntungkan menurut Dr. Firmansyah adalah sektor pariwisata. Harusnya wisatawan asing, akan lebih lama menginap karena biaya bagi mereka menjadi lebih murah akibat rupiah melemah.

“Ini peluang. Perbanyak iklan-iklan wisata tuk beberapa bulan ke depan ini,” sarannya.(bul)

Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Money Changer Ilegal di Gili Trawangan Meresahkan

Menikmati Wisata Bukit Pergasingan di Sembalun

0
Foto : Sejumlah pendaki menikmati sunrise dengan pemandangan Gunung Rinjani dari atas Bukit Pergasingan dengan ketinggian 1.670 MDPL pada, Sabtu (13/4). Selain berekreasi ke destinasi wisata, sebagian warga juga memilih menikmati libur dengan mendaki gunung dan bukit di Kabupaten Lombok Timur. (Suara NTB/cem)

Selong (EkbisNTB.com) – Libur lebaran Idul Fitri tak hanya dimanfaatkan untuk bersilaturahmi ke keluarga dan kerabat. Sebagian juga memilih berekreasi ke objek wisata di Pulau Lombok. Wahana air, pantai, dan pegunungan menjadi pilihan. Sebagian orang juga memilih menikmati libur lebaran dengan berwisata ke gunung dan bukit. Salah satunya Bukit Pergasingan.

Keindahan gugusan gunung di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sangat memanjakan mata. Wisatawan dapat menikmati lekukan dan deretan pohon dari Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun. Keindahan panorama alam yang membentang di lereng Gunung Rinjani menjadi magnet bagi wisatawan.

Wartawan Ekbis NTB.com, mencoba menjajal Bukit Pergasingan yang terletak di Desa Sembalun Timba Gading. Bukit Pergasingan merupakan salah satu jejeran bukit di lingkar Gunung Rinjani. Jarak perjalanan dari Kota Mataram sampai ke loket pendaftaran Bukit Pergasingan di Desa Sembalun Timba Gading sekitar 60 kilometer. Butuh waktu sekira 3 jam perjalanan dengan mengendarai sepeda motor.

Menuju lokasi wisata di kaki Gunung Rinjani tersebut, wisatawan dapat memilih jalur menuju Desa Sembalun. Bagi wisatawan yang berasal dari Lombok Utara bisa melalui Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Selanjutnya, di pintu perbatasan antara KLU dan Kabupaten Lombok Timur langsung belok kanan mengambil arah Desa Sembalun.

Jalur favorit sering digunakan wisatawan melalui jalur Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Para pendaki atau wisatawan yang berasal dari Kota Mataram, memilih jalur utama dari Desa Suela. Pertimbangannya adalah, pengendara ramai hilir mudik. Selain itu, wisatawan bisa menikmati kesejukan udara Taman Nasional Gunung Rinjani karena melewati pohon rindang di sepanjang jalan.
Pengunjung juga akan melewati pohon durian yang berjejer di sepanjang Jalan Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba. Saat musim durian seperti saat ini, wisatawan menemukan pedagang durian lokal menggelar lapak dagangan di sepanjang jalan menuju Desa Sembalun.

Untuk mendaki Bukit Pergasingan. Pendaki diwajib melalui pos pendakian untuk registrasi. Pengunjung akan dikenakan biaya Rp17 ribu per orang dan biaya parkir kendaraan Rp10 ribu untuk roda dua dan Rp15 ribu untuk roda empat.
Pengelola akan memberikan setiap rombongan pendaki kantong kresek sebagai tempat sampah. Sampah sisa makanan disimpan dan dibawa turun dari bukit.

Terdapat dua jalur yang bisa digunakan menuju puncak Bukit Pergasingan dengan ketinggian 1.670 MDPL tersebut. Pertama, pendaki dapat menggunakan jalur utama. Jalur utama ini, pengelola telah menyiapkan sekira 100 anak tangga yang dapat dilalui pendaki. Jalan utama ini, cukup terjal dan minim dataran atau tanah lapang yang dapat digunakan beristirahat oleh pendaki. Dari sisi efisien waktu lebih cepat mencapai puncak Bukit Pergasingan, tetapi sangat menguras tenaga.

Jalur kedua persis berada di belakang pos registrasi. Pendaki akan menyebrangi sungai menggunakan jembatan bambu. Jalur pendakian ini sangat landai, melewati hutan, dan banyak tanah lapang untuk melepas lelah. Hanya saja, waktu tempuh menuju puncak Bukit Pergasingan sekira 2,5 – 3 jam.

Di puncak Bukit Pergasingan, pendaki akan dimanjakan dengan keindahan alam dengan jejeran bukit. Udara dingin sampai menusuk ke badan. Dinginnya udara bisa dikalahkan dengan keindahan Gunung Rinjani yang berdiri gagah. Cahaya lampu penerang di rumah-rumah penduduk menambah suasana semakin indah.

Para pendaki yang menaklukan puncak Bukit Pergasingan menikmati suasana malam dengan bermain gitar diiring lagu pop era 2000-an. Ada juga yang sibuk menyiapkan makan malam dan sekedar obrol sambil melepas lelah. Di puncak Bukit Pergasingan, pendaki bisa menikmati ayunan. Tetapi ini sangat beresiko jika tidak hati-hati. Ayunan itu hanya terbuat dari kayu yang sewaktu-waktu patah.

Haris, Pendaki Asal Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya menuturkan, dua kali telah mendaki Bukit Pergasingan. Pendakian pertama di tahun 2017, saat mendampingi siswa pencinta alam. Ia bersama rombongan memilih jalur utama untuk sampai ke puncak bukit. Medannya sangat terjal dengan kemiringan 80 derajat. Banyak bebatuan serta jalannya kecil dan sempit.

Saat ini, ia mencoba menggunakan jalur kedua dan ternyata lebih landai, meskipun agak licin. “Pendakiam pertama saja jalurnya ekstrem, tetapi begitu di atas landai dan banyak tempat istirahat,” katanya ditemui pada, Sabtu 13 April 2024 pekan kemarin.

Mendaki gunung atau bukit adalah rutinitasnya setiap tahun. Haris menuturkan, salah satu hobinya ini, hanya bisa dipenuhi saat libur. Moment libur lebaran paling tepat karena ramai. “Paling ramai pada bulan Agustus dan libur lebaran seperti sekarang ini,” ucapnya.

Puncak Gunung Rinjani sudah sering ditaklukan. Demikian pula, bukit-bukit di lingkar Gunung Rinjani. Bukit Kondo, Bukit Dara, Pergasingan, Nanggi, Savana Propok, dan lain sebagainya. Lebaran tahun 2023 lalu, ia juga menaklukan Gunung Tambora di Kabupaten Dompu.

Menurutnya, ada kebahagian sendiri yang dirasakan setelah berada di puncak gunung atau bukit. Ia bisa menyaksikan keindahan ciptaan Allah SWT. Kesederhanaan, kebersamaan, dan menjaga lingkungan menjadi pembelajaran berarti. Pendaki tidak boleh meninggalkan sampah. Pendaki dilarang melakukan hal-hal negatif. Kata dia, alam harus dijaga dan dilestarikan, karena sumber kehidupan berasal dari alam. “Saya akui banyak pendaki yang asal naik saja, tetapi mereka buang sampah sembarangan. Gunung atau bukit bukan tempat sampah,” tegasnya.

Sanusi, pendaki asal Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba mengaku, baru pertama kali menaklukan Bukit Pergasingan. Perjalanan yang menantang tetapi berakhir dengan pemandangan luar biasa. Ia dapat menikmati udara segar dan menyaksikan keindahan ciptaan Tuhan dari ketinggian 1.670 MPDL (meter di atas permukaan laut). “Pertama kali, saya muncak di Bukit Pergasingan. Viewnya keren sekali,” ucapnya.

Pasalnya, ia bisa langsung melihat keindahan Gunung Rinjani. Aktifitas pendaki terlihat jelas saat berjalan ke atas puncak gunung tertinggi kedua di Indonesia tersebut. Saat malam hari, pemandangan memanjakan mata. Cahaya lampu dari rumah penduduk berjejer rapi. Sanusi menilai pengalaman ini akan diabadikan dan menjadi kenangan. “Dari awal saya sudah rekam perjalanan ke puncak dan akan saya simpan sebagai dokumen pribadi,” demikian kata dia. (cem)

 

Libur Lebaran, Pantai Senggigi jadi Destinasi Wisata Keluarga

Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Uang Keluar Turun jadi Rp2,73 Triliun

0
Foto : Berry A Harahap. (Ekbis NTB/Dok)

Mataram (Ekbis NTB) – Pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 1445H/2024, uang keluar dari Bank Indonesia Provinsi NTB tercatat sebesar Rp2,73 triliun. Menurun sebesar 16,1 persen dibandingkan periode Ramadhan dan idul fitri tahun sebelumnya.

Menurut Deputy Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achmad Fauzi, Selasa 16 April 2024, meski secara total uang keluar dari Bank Indonesia mengalami penurunan, namun permintaan uang pecahan kecil Rp20 ribu kebawah tercatat sebesar Rp262,9 miliiar, meningkat tipis sebesar 1,2 persen.

“Pecahan Rp5.000 dan Rp2.000 merupakan pecahan yang paling diminati, dengan persentase permintaan masing-masing pecahan tersebut 31 persen,” ujarnya.

Sementara itu, tambah Fauzi, selama Ramadhan tahun 2024, uang masuk ke Bank Indonesia meningkat 42 persen dari Ramadhan tahun 2023. Beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya, arus balik uang masuk ke Bank Indonesia pasca meningkatkan permintaan uang saat pemilu. Selain itu, terjadi tren penormalan peredaran uang setelah mengalami rebound tinggi pada tahun 2023 pasca pandemi COVID-19.

Kemudian, adanya pergeseran masa panen raya komoditas Perkebunan (jagung) menuju April 2024, dimana pada tahun 2023, panen raya telah dimulai sejak bulan Maret.

Sebagai tambahan, Bank Indonesia NTB memproyeksikan akan terjadi peningkatan kebutuhan uang pada momentum Ramadhan hingga lebaran 1445H/2024. Sehingga, disiapkan uang siap edar sebesar Rp3,63 triliun untuk mengantisipasi kenaikan permintaan uang salama momentum besar puasa tahun ini.(bul)

 

Termasuk Untuk Kegiatan Pemilu, Uang Keluar dari BI NTB Sebesar Rp1,93 Triliun di Triwulan I

Termasuk Untuk Kegiatan Pemilu, Uang Keluar dari BI NTB Sebesar Rp1,93 Triliun di Triwulan I

0
Cashflow bank BI NTB (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Permintaan uang tunai (outflow) ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB pada triwulan I tahun 2024 tercatat sebesar Rp1,93 triliun. Sementara itu, disisi lain, arus masuk uang (inflow) ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB pada periode yang sama sebesar Rp3,37 triliun, meningkat sebesar 12,2 persen.

Dengan demikian, kata Deputy Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achmad Fauzi, Selasa 16 April 2024 sepanjang triwulan I tahun 2024 secara agregat peredaran uang tunai di Provinsi NTB mengalami nett inflow sebesar Rp1,43 persen.

Dari tahun ke tahun, lanjut Fauzi, secara historis, peredaran uang tunai pada triwulan I cenderung mengalami nett inflow (uang masuk ke Bank Indonesia) dari perbankan sebagai dampak dari arus balik pasca tingginya permintaan uang tunai pada periode natal tahun 2023 dan tahun baru (memasuki tahun 2024).

Apabila dicermati lebih dalam, khususnya pada periode Januari-Februari 2024, outflow tercatat mencapai Rp850 miliar. Meningkat signifikan hampir tiga kali lipat dari tahun lalu. bahkan merupakan yang tertinggi secara historis tahunan.
Hal ini diindikasikan sebagai dampak langsung penyelenggaraan Pemilu tahun 2024, khususnya terkait dengan penyediaan logistic dan alat peraga kampanye. Secara agregat, kondisi tersebut mempengaruhi nett inflow pada Januari-Februari 2024 yang menurun 8,8 persen (yoy).

Selain itu, peningkatan outflow yang terjadi khususnya menjelang Pemilu juga akan mempengaruhi permintaan uang tunai pada periode berikutnya, khususnya memasuki bulan Ramadhan 1445H/2024 yang sudah lewat.(bul)

 

Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Uang Keluar Turun jadi Rp2,73 Triliun

Meraup Cuan dari Bisnis Sepatu “Second” Luar Negeri

0
Zunaidin (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Berawal dari kecintaan terhadap sepatu, Zunaidin, seorang pria di Kecamatan Lembar, Lombok Barat, berhasil mengubah hobinya menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Pria berusia 38 tahun ini kini menjadi salah satu penyumbang ekonomi lokal dengan bisnis sepatu sudah pakai dari luar negeri yang kini berkembang pesat.

Awalnya, Zunaidin hanya membeli sepatu online untuk koleksi pribadinya. Namun, karena melihat banyak orang yang menyukai model sepatu yang ia beli, ia memutuskan untuk mencoba menjualnya kembali. Dengan modal awal hanya Rp2.000.000 untuk membeli sepatu dari teman di Medan dan Palembang, kini omzetnya terus berkembang.

“Saya jual ke teman, tetangga, dan coba posting di media sosial Facebook. Alhamdulillah, peminatnya cukup lumayan,” ujar Zunaidin. Senin 15 April 2024.

Zunaidin memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memasarkan bisnisnya. Ia melakukan siaran langsung di media sosial dan membuka toko online. Tak disangka, Sepatu impor ini banyak peminat yang datang dari luar Lombok, seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

“Mungkin karena banyak yang belum tahu tentang barang-barang impor bermerek di Lombok. Makanya pembeli malah lebih banyak dari luar,” jelas Zunaidin.

Harga sepatu yang dijual Zunaidin berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000, tergantung kondisi barang. Ada juga yang harganya diatas itu. Sepatu impor ini sangat laris manis, karenanya, ia selalu memasang target penjualan 100 pasang sepatu dalam seminggu.

“Kalau pesanan lokal, sepatu import yang paling diminati di Lombok adalah merek-merek Asia seperti Nike, Adidas, dan Jordan,” ungkap Zunaidin.

Satu hal yang menarik dari bisnis yang dijalankan Zunaidin ini, yaitu, tak lupa ia menyisihkan hasil penjualan sepatu untuk didonasikan kepada anak yatim dan warga kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan darmawan.

“Kalau Zuvin Thrift Sekarang Konsep nya “Membeli Berarti Bersedekah” , jadi setiap pembelian ada kita sisihkan memang dari penjualan,” pungkasnya.

Kisah Zunaidin menunjukkan bahwa hobi dan passion bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan keuletan, Zunaidin berhasil mengubah hobinya menjadi sumber pendapatan dan berkontribusi pada ekonomi lokal.(bul)

Nilai Tukar Rupiah Anjlok

0

Mataram (Ekbis NTB) – Nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing anjlok. Hal ini dipengaruhi oleh suhu politik tanah air, ditambah ketidakpastian ekonomi dan politik global.

“Karena sekarang bank belum buka untuk memastikan perkembang nilai tukar. Tapi kondisinya memang anjlok, penukarannya mendekati Rp16.000 per Dolar AS,” kata Muslim, salah satu pemilik money changer di Gili Trawangan, Senin 15 April 2024.

Menurutnya, lemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing ini dipengaruhi oleh politik pemilu yang sudah berlangsung dan bersengketa di MK. Secara teori, ketidakpastian suhu politik dan ekonomi dalam negeri membuat pemilik modal lebih banyak meninggalkan rupiah dan membeli mata uang yang lebih kuat, umumnya Dolar AS.

Keadaan semakin mengkhawatirkan, dengan ketegangan antar negara di Timur Tengah. Salah satunya, Iran dan Israel.

“Dampaknya ada ke mata uang kita, berdampak sekali itu,” tambahnya.

Saat ini, di Gili Trawangan mata uang asing yang paling mendominasi penukaran adalah Dolar AS dan Euro (mata uang yang dipakai di negara- negara anggota Uni Eropa). Melemahnya nilai mata uang rupiah ini, lanjut Muslim, dapat menggangu psikologis pengusaha valuta asing.

“Karena ibaratnya, wisatawan cukup menukar dua dolar, sudah dapat 50 lembar mata uang kita. /kita yang harus siapkan uang (rupiah) banyak. Apalagi saat bank-bank sedang tutup di musim libur lebaran ini, kemana lagi kita menukar,” imbuhnya.

Disatu sisi, rendahnya nilai mata uang rupiah ini menjadi kesempatan bagi wisatawan. dengan membawa uang secukupnya, mereka dapat menukarkan mata uangnya ke rupiah dan mendapatkan nilai yang lebih besar.

Namun, disisi lain. Kata Muslim, lemahnya nilai mata uang rupiah dapat memicu kenaikan inflasi. Berdasarkan data BPS, Pada Maret 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 3,63 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,74.

“Dampak lemahnya rupiah biasanya ke inflasi, bisa naik terus inflasi kita,” demikian Muslim.(bul)

Money Changer Ilegal di Gili Trawangan Meresahkan

Money Changer Ilegal di Gili Trawangan Meresahkan

0
Foto : Muslim melayani penukaran Valas di Money Changer miliknya di Gili Trawangan (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Pelaku usaha penukaran Valuta Asing (Valas) berizin di Gili Trawangan resah, karena indikasi maraknya money changer yang tidak berizin.

Keresahan ini disampaikan Muslim, pemilik izin central money changer PT. Echa Kreative Mandiri yang beroperasi di gili tersohor di Pulau Lombok ini.

Kepada media ini, Muslim menyampaikan, sejak sekitar tahun 2019 lalu, tidak ada lagi kegiatan penertiban yang diketahui, dilakukan oleh Bank Indonesia sebagai regulator. Sejak saat itu, hingga sekarang, money changer illegal ini diduga semakin marak.

“Kita yang resmi sangat terganggu. Kalau dulu, tahun 2018, Bank Indonesia selalu turun dengan aparat lengkap. Sekarang ndak ada. Mungkin ini diluar pengetahuan kami. Ini PR luar biasa yang harus diselesaikan di Gili Trawangan,” ungkapnya, Senin 15 April 2024.

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia adalah badan yang berwenang mengatur dan mengawasi kegiatan money changer di Indonesia. Money Changer adalah non bank adalah entitas bisnis yang terdaftar di Indonesia dan beroperasi di bawah hukum tanggung jawab terbatas. Money Changer bertugas menukar mata uang asing dan cek wisatawan. Ketentuan operasionalnya diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 18/20/PBI/2016 dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 18/42/DKSP.

Muslim menambahkan, indikasi maraknya money changer ilegal adalah masalah serius yang perlu diperhatikan. Money changer ilegal dapat menyebabkan beberapa dampak negatif, diantaranya, money changer ilegal mungkin tidak memiliki izin resmi dapat melakukan penipuan terhadap pelanggan. Mereka mungkin memberikan nilai tukar yang tidak menguntungkan atau bahkan menipu pelanggan dengan menghilangkan sebagian besar uang mereka.

Selain itu, money changer ilegal dapat digunakan sebagai sarana untuk mencuci uang hasil dari kegiatan ilegal. Ini dapat merusak integritas sistem keuangan dan mengganggu stabilitas ekonomi.

“Yang paling dikhawatirkan adalah TPPU, Tindak Pidana Pencucian Uang,” imbuhnya.

Kegagalan pengawasan, ketidakpatuhan money changer ilegal terhadap peraturan dan pengawasan dapat mengakibatkan ketidakstabilan di pasar valuta asing dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.

Money changer yang terindikasi illegal di Gili Trawangan ini dinilai cukup leluasa. Mereka membuat stand-stand penukaran valas. Bagi wisatawan yang lebih faham, biasanya akan menukarkan valas di money changer yang sudah resmi.

“Tapi wisatawan yang ndak mau ambil pusing, apalagi kepepet, asal cocok, nukar langsung,” imbuhnya.

Money changer ilegal yang beroperasi tanpa izin dari Bank Indonesia (BI) dapat dijerat dengan Pasal 3, 4, dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010. Berdasarkan peraturan ini, pelaku kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank (KUPVA BB) yang beroperasi tanpa izin dianggap sebagai pihak yang membantu terjadinya tindak pidana pencucian uang.

Dalam hal ini, Bank Indonesia memastikan bahwa money changer ilegal tidak hanya menghadapi sanksi administratif berupa penyegelan usaha, tetapi juga risiko pidana.

“Oleh karena itu, penegakan hukum terhadap money changer ilegal sangat penting untuk menjaga integritas sistem keuangan dan melindungi masyarakat dari potensi penipuan dan pencucian uang,” tandasnya.

Terpisah, Deputy Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achmad Fauzi mengatakan, tetap melakukan pengawasan kepada money changer. Hanya saja, pengawasan difokuskan kepada money changer yang resmi (berizin).

Sementara, kepada money changer yang terindikasi illegal, penanangannya ditekankan secara persuasive.

“Yang tidak berizin ini kita datangi, kita suruh urus izin-izinnya ke Bank Indonesia, supaya menjadi legal. Kita harus bekerjasama dengan Kepolisian untuk penanganannya,” jelas Fauzi.

Ditambahkan, indikasi adanya money changer yang tidak berizin ini ada juga di kantong-kantong PMI, di Lombok Timur. PMI yang biasnya pulang kampung dan belum menukarnya mata uang negara tempatnya bekerja biasanya dimanfaatkan oleh oknum.

Misalnya, kata Fauzi, ada kios yang berjualan kebutuhan, sekaligus melayani pembelian barang dengan mata uang asing. Asal sirkulasi usahanya lancar. Hal ini menurutnya tidak dibenarkan dan melanggar ketentuan di Indonesia.
Pertama, karena melakukan transaksi tanpa menggunakan rupiah. Kedua, menerima valuta asing tanpa izin terlebih dahulu mendapat penyelenggaraan dari Bank Indonesia.

“Kena dua itu, kalau ada yang seperti itu. Itu yang kita lakukan pendekatan terus menerus,” demikian Fauzi.(bul)

Nilai Tukar Rupiah Anjlok

Eksportir NTB Bisa Kurangi Produksi Hingga PHK Jika Perang Iran-Israel Meluas

0
Foto : aneka produk ketak yang menjadi komoditas unggulan NTB untuk di ekspor (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi NTB mengkhawatirkan bila perang Iran dan Israel makin meluas. Dampaknya dapat merembet ke berbagai lini di Indonesia, tanpa terkecuali di daerah ini.

Sebagaimana diketahui, kondisi geopolitik di Timur Tengah memanas setelah Iran meluncurkan serangan ratusan drone dan rudal ke Israel. Jika perang ini terus berlanjut, apalagi Amerika Serikat akan mendukung Israel.

Belum lagi perang Rusia dan Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sekretaris Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Provinsi NTB, Hariono di Mataram, Senin 15 April 2024 mengemukakan, perang antar negara yang terjadi meskipun jaraknya sangat jauh dari Indonesia, Provinsi NTB, dampaknya akan dirasakan.

“Karena jalur distribusi barang akan terganggu. Kalaupun ada pesanan, itu sifatnya barang sangat penting. Jalur-jalur distribusi barang akan sepi karena khawatir terkena imbas perang,” demikian ditegaskannya.

Hariono mengatakan, meskipun saat ini pesanan-pesanan belum terganggu, mengingat, suhu memanas antara Iran dan Israel baru berlangsung beberapa hari. Sebagai produsen ketak, beberapa daerah tujuan pengiriman seperti Jakarta, Jogja, Bali, masih konsisten memesan.

“Tapi kalau terus-terusan memanas Iran dan Israel, apalagi ditambah negara-negara lain yang saling mendukung, otomatis permintaan dari luar negeri akan terganggu. Permintaan dari buyer di daerah-daerah itu juga pasti terganggu,” tambahnya.

Hal terburuk yang bisa terjadi adalah pengurangan produksi, penghentian bekerja tenaga kerja, hingga menyetop kemitraan dengan masyarakat yang selama ini menjadi produsen ketak. Hariono menambahkan, jumlah pekerja tetap yang dilibatkannya sampai saat ini hanya belasan. Namun jumlah mitranya mencapai 600-an.

“Sebulan kita produksi sampai 1.200 fcs aneka produk berbahan baku ketak. Pola yang selama ini kita jalankan, kita siapkan bahan, dibagi ke masyarakat, mereka yang produksi, dan kita beli lagi. Ini jumlahnya yang terlibat 500 sampai 600 orang. Itu bisa terganggu kalau permintaan luar negeri terganggu,” tambahnya.

Karena itu, ia berharap, perang di Timur Tengah tidak berkepanjangan. Karena sangat riskan menganggu stabilitas ekonomi dan masyarakat pelaku UMKM, khususnya UMKM ekspor di Provinsi NTB.

“Kita juga berharap permintaan dalam negeri tidak terganggu. Sementara ini permintaan dalam negeri yang kita harapkan. Untuk itu, kepada pemerintah kami berharap disiapkan sekenario-sekenario mengantisipasi kemungkinan terburuk,” demikian Hariono.(bul)

Iran-Israel Memanas, Tak Ada Laporan PMI Asal NTB Bekerja di Iran

Selain ke Destinasi Wisata, Warga Habiskan Liburan di Pusat Perbelanjaan

0
RAAMAI- Pengunjung Funtopia di LEM ramai dikungjungi saat libur lebaran Idul Fitri 2024 (Ekbis NTB/ris)

Mataram (Ekbis NTB) – Di momentum libur lebaran Idul Fitri 2024, masyarakat NTB banyak menghabiskan liburan di sejumlah destinasi wisata di daerah ini. Namun demikian, pusat perbelanjaan di Kota Mataram juga tetap menjadi salah satu pilihan berlibur. Seperti di Lombok Epicentrum Mall (LEM), pengunjung harian di masa libur lebaran mencapai 45 ribu orang.

Di LEM, pengunjung lebih banyak menyerbu tenant-tenant food and beverage, bioskop, foto booth, gerai penyedia kebutuhan rumah tangga, serta zona permainan dan hiburan. Adapun tenant pakaian terlihat sudah berkurang pengunjungnya, mengingat masyarakat lebih banyak membeli pakaian sebelum lebaran.

Marketing Manager Lombok Epicentrum Mall Eva Siregar mengatakan, tren kunjungan saat libur lebaran memang biasanya naik. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya yang mana pengunjung banyak memilih mall sebagai tempat berlibur karena banyak aktivitas bisa dilakukan di sini, mulai dari berbelanja, menonton hingga mencari wahana permainan.

“Kalau libur lebaran biasanya trend memang naik ya. Angka harian bisa antara 38.000-45.000 per hari, 12 jam operasional” kata Eva Siregar kepada Suara NTB, Minggu 14 April 2024 kemarin.

Dari pantauan Suara NTB, salah satu tenant yang dipenuhi pengungjung adalah Cinema XXI lantai 2 LEM, diaman jumlah penonton meningkat dari hari-hari biasa. Terlebih sejumlah judul film baru sengaja dirilis untuk menemani masyarakat selama libur lebaran ini. Begitu juga foto booth yang baru beberapa minggu buka, “Selfie Time” diserbu oleh pengunjung yang rata-rata dari generasi milenial dan gen Z.

Sebelumnya, General Manager (GM) LEM Salim Abdad mengatakan, rata-rata setiap hari, Mall Epicentrum dikunjungi oleh sekitar 15 ribu pengunjung. Nasmun angka kunjungan mulai H-7 lebaran naik antara 150 – 175 persen. Sehingga pengunjung diperkirakan mencapai 40 ribuan orang.

Sebagai bentuk antisipasi tingginya angka kunjungan ke pusat perbelanjaan terbesar di NTB ini, manajemen LEM telah membangun gedung parkir yang baru di sebelah barat. Sehingga kebutuhan parkir pengungjung semakin luas dan cukup untuk menampung.

Adapun jam operasional Lombok Epicentrum Mall (LEM) masih sama seperti biasa yaitu jam 10.00 – 22.00 Wita.(ris)

Iran-Israel Memanas, Tak Ada Laporan PMI Asal NTB Bekerja di Iran

0

Mataram (Ekbis NTB) – Ketegangan antara Israel dan Iran kian memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer Israel Minggu 14 April 2024 kemarin. Konflik kedua negara dikhawatirkan akan meluas. Warga Negara Indonesia (WNI) yang kini berada di Iran diminta untuk tetap waspada terhadap eskalasi yang memuncak antar kedua negara.

Pemprov NTB pun ikut memantau situasi di sana. Namun demikian, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi S.Sos, MH mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya PMI yang bekerja di Iran, baik yang legal maupun ilegal.

“Saya nggak hapal apakah Iran masuk dalam 80 negara penempatan itu, sepertinya nggak lah. Kecuali misalnya jika PMI itu ke Timur Tengah baru nyebrang ke Iran secara non prosedural, tapi memang belum ada laporan,” kata I Gede Putu Aryadi kepada Suara NTB, Senin 15 April 2024.

Ia mengatakan, jika ada PMI yang non prosedural biasanya tak akan terdada di Kedutaan Besar RI di luar negeri, sehingga pemerintah tentu akan cukup kesulitan untuk melakukan pelacakan WNI atau PMI di sana. Terlebih jika eskalasi Iran memanas, pemerintah akan sulit untuk melakukan komunikasi bagi mereka yang tak terdata.

“Jika misalnya ada PMI kita di sana, hubungi saja aparat kita di sana di Kedutaan, nanti kita bisa berhubungan dengan atase disana. Meskipun nonprsedural hubungi saja mereka, lebih bagus begitu supaya kita bisa menyelamatkan,”

Melansir dari Antara, KBRI Teheran menyatakan jumlah WNI di Iran tercatat sebanyak 376 orang, yang sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa di Kota Qom. Israel berada dalam kewaspadaan tinggi setelah Iran menyerang teritori Israel sebagai balasan atas serangan udara pada 1 April terhadap fasilitas diplomatiknya di ibu kota Suriah, Damaskus.

Dikutip dari VOI, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau dengan seksama eskalasi perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah dan terus mengintensifkan komunikasi dengan beberapa kedutaan besar di kawasan itu, terutama untuk mengetahui situasi WNI di sana.

Dalam pernyataan pers Kemlu RI, disampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan KBRI Amman di Yordania, KBRI Teheran di Iran, dan kantor-kantor perwakilan lain di Timur Tengah.

Sejauh ini KBRI Amman telah menjalin komunikasi dengan WNI yang menetap di wilayah Israel, yang jumlahnya diketahui mencapai 115 orang. Mayoritas WNI menetap di Yerusalem, Tel Aviv dan Arava. Hingga laporan ini disampaikan “belum ada informasi tentang WNI yang terdampak serangan balasan Iran ke Israel pada 14 April,” tambah pernyataan Kemlu itu.(ris)

Eksportir NTB Bisa Kurangi Produksi Hingga PHK Jika Perang Iran-Israel Meluas