Home Blog Page 1039

Pedagang Baju dan Aksesoris di Pantai Senggigi Laris Manis

0
Ani, Pedagang Pakaian dan Aksesoris Pantai, di Pantai Senggigi pada Rabu 17 April 2024. (Ekbis NTB/Glo)

Giri Menang (EkbisNTB.com) – Perayaan lebaran topat menjadi berkah bagi pedagang baju dan aksesoris di Pantai Senggigi. Ramainya pengunjung sehingga barang dagangan mereka banyak dilirik.

Ani, salah satu penjaga toko pakaian dan aksesoris mengaku barangnya akan banyak dibungkus oleh pengunjung. Apalagi saat momen lebaran seperti ini, masyarakat biasanya akan pergi bersama keluarga besar untuk berlibur sekaligus bersilaturahmi. Kain pantai, kaca mata renang, kaca mata hitam, topi, baju dan celana pantai, dan lain-lain merupakan barang yang sering dijual jika berkunjung ke pantai.

“Setiap lebaran, alhamdullilah, tetap ramai,” katanya sambil tersenyum pada Rabu 17 April 2024.

Barang yang paling banyak dicari adalah baju dan celana, serta kaca mata renang. Harga pakaian dan celana dibanderol mulai dari Rp 50.000 – Rp100.000 untuk masyarakat lokal. Berbeda dengan turis mancanegara yang ingin membeli barangnya, ia jual dengan harga di atas Rp100.000. “Kalau lokal, paling Rp 50.000. Kalau bule di atas Rp 100.000,” sambungnya.

Ia juga mengatakan jika moment lebaran topat untung yang didapatkan mencapai jutaan. Karena, ia membantu menjual barang orang, keuntungan mencapai jutaan rupiah hanya bisa dihitung dengan jari. “Alhamdullilah dapet. Kalau sendiri ndak sih sampai sejutaan, kadang sihnya, kurang lebih segitu dah,” ucapnya. (glo)

Perayaan Lebaran Topat Masyarakat Padati Pantai Senggigi

0
Masyarakat Padati Pantai Senggigi pada Rabu 17 April 2024. (Ekbis NTB/Glo)

Giri Menang (Ekbis NTB) – Perayaan lebaran topat menjadi momentum bagi masyarakat untuk berlibur. Sejumlah destinasi wisata terutama pantai ramai dikunjungi. Salah satunya, Pantai Senggigi dipadati pengunjung.

Nirmala Sari, salah satu pengunjung Pantai Senggigi yang sedang menemani anak-anaknya berenang. Ia menceritakan kebahagiaannya bisa berlibur dan merayakan lebaran topat dengan keluarganya. “Ya supaya anak-anak ini lebih puas mandinya,” ucapnya pada, Rabu 17 April 2024.

Perayaan lebaran topat tidak lengkap tanpa hidangan opor ayam dan ketupat. Menu legendaris setiap tahun bagi masyarakat di Lombok. Menu ini juga menjadi bekal Nirmala saat menikmati deburan ombak. Tradisi sebelum rekreasi, ia mengawali dengan ziarah makam. “Sudah dari dulu gini. Kalau lebaran ketupat harus pergi ke pantai, pergi ke makam-makam juga kan, ziarah-ziarah ke makam para wali gitu. Kegiatan rutin gitu sekalian lebaran ketupat. Mumpung masih libur anak-anak sekolah,” jelasnya.

Khansa dan Tina, pengunjung lain mengaku senang dapat rekreasi dengan keluarga di pantai sambil membawa ketupat. “Seneng. Iya, bawa ketupat,” ujar mereka sambil tersenyum.

Di satu sisi, ramainya pengunjung memadati Pantai Senggigi menjadi berkah bagi pengelola.

Abi, pengelola Pantai Senggigi mengaku setiap perayaan lebaran topat Pantai Senggigi pasti ramai dikunjungi masyarakat. Pengunjung berasal dari berbagai daerah seperti Lombok Tengah, Lombok Timur, Mataram, dan lain sebagainya.

Untuk tiket masuk ke Pantai Senggigi, pengunjung dikenakan tarif Rp2.000 per orang. “Lumayan ramai,” jawabnya sambil menyobek tiket di tangannya. (glo)

Fitur Smart Switch, Solusi Mudah Pindahkan Data ke Galaxy A15

0

Jakarta (Ekbis NTB) – Smartphone saat ini telah menjadi kebutuhan yang hampir tak terpisahkan bagi banyak orang di berbagai kalangan usia dan profesi. Tidak hanya untuk berkomunikasi, perangkat ini juga digunakan untuk bekerja, belajar, bermain game, mengakses informasi, dan untuk membuat konten digital.

Seiring meningkatnya penggunaan smartphone dan konten yang disimpan, upgrade ke smartphone baru untuk mendapatkan pengalaman digital yang lebih pasti menjadi salah satu pilihan bagi pengguna. Smartphone baru ini pastinya menawarkan fitur-fitur baru yang akan membantu untuk mendukung keseharian kamu. Namun, ketika mengganti device, pertanyaan ini sering muncul: “Wah, data penting seperti video, foto, WhatsApp chat history, dan dokumen penting, bagaimana memindahkannya?”. Sering pula ada kekhawatiran harus merelakan data di smartphone lama akan hilang, dan harus mengunduh ulang aplikasi-aplikasi.

Kamu tidak lagi repot memindahkan data saat mengganti smartphone lama kamu ke smartphone 2 jutaan, yang memiliki pilihan memori 8/128GB dan 8/256GB, layar Super AMOLED 6.5-inch seperti Galaxy A15. Samsung menawarkan solusi mudah dengan menggunakan aplikasi bawaannya, yaitu fitur Smart Switch, aplikasi bawaan yang pasti akan memudahkan pengguna untuk memindahkan data dari smartphone lama, baik Android maupun bukan, ke smartphone Samsung termasuk Galaxy A15.

“Samsung menyediakan solusi mudah untuk beralih ke Galaxy A15 dengan menggunakan Smart Switch. Fitur ini memungkinkan pengguna memindahkan semua data, seperti foto, dokumen, dan info akun dari ponsel lama, bahkan yang menggunakan dari non android. Dengan One UI 6.0, konsumen bisa mendapatkan pengalaman yang praktis dengan harga yang pasti terjangkau, ditawarkan dengan pilihan penyimpanan data yang besar, layar Super AMOLED, dan kamera 50MP”, ujar Ricky Bunardi MX Product Marketing Senior Manager, Samsung Electronics Indonesia.

Dengan Smart Switch, pengguna dapat mentransfer data dari ponsel lama ke Galaxy A15 dengan mudah bahkan dari ponsel dengan OS yang berbeda. Berbagai jenis data yang dapat pindahkan diantaranya adalah file foto, video, kontak, WhatsApp chat history, calendar, catatan, aplikasi, pengaturan, kata sandi, dan masih banyak lagi. Dengan Smart Switch, proses perpindahan bisa dilakukan dengan cepat dan efisien, tanpa khawatir kehilangan data atau konfigurasi penting.

Bagi kamu yang penasaran bagaimana cara menggunakan fitur Smart Switch ini, berikut adalah cara menggunakannya:

Buka aplikasi Smart Switch di smartphone baru kamu
Pilih opsi “Receive data” untuk menerima data dari smartphone lama.
Pilih OS smartphone lama kamu sebagai sumber data yang ingin dipindahkan.
Pilih metode lalu terima datanya.

Jika kamu bukan pengguna Samsung, kamu tetap bisa melakukan transfer data menggunakan aplikasi Smart Switch dengan cara mengunduhnya terlebih dahulu. Kamu bisa mengunduh aplikasi Smart Switch melalui aplikasi Play Store atau App Store. Untuk cara yang lebih praktis, kamu bisa langsung scan QR Code yang ada di smartphone Samsung baru kamu untuk langsung diarahkan, berikut cara mendapatkan QR Codenya.

Saat sedang mencari perangkat untuk dihubungkan, klik tulisan “Get Smart Switch on your old device”

Scan QR Code yang tersedia untuk mengunduh aplikasi Smart Switch
Setelah selesai memindahkan data, maka kamu bisa langsung menggunakan Galaxy A15 baru-mu yang sudah lengkap dengan data-data dari device lama kamu. Dengan itu, kamu bisa melanjutkan aktivitas-mu tanpa harus menghabiskan waktu untuk mengunduh aplikasi maupun melakukan login di apikasi – aplikasi favorit-mu.

Segera nikmati kemudahan dan performa pasti dari Galaxy A15 yang tersedia dalam pilihan warna Yellow, Blue, dan Blue Black, dengan harga Rp2.899.000 (128GB) dan Rp 3.299.000 (256GB). Smartphone ini sudah tersedia di Samsung Store seluruh Indonesia dan e-commerce favoritmu. (*)

Penumpang Kapal Lintas Lembar-Padangbai Turun Signifikan

0
Foto : Firman Dandy (Ekbis NTB/bul)

Giri Menang (Ekbis NTB) – Penumpang kapal lintas pendek dari Pelabuhan Lembar-Padangbai (sebaliknya) di masa arus mudik lebaran 2024 dan arus balik mengalami penurunan cukup signifikan, jika dibandingkan pada 2023. Penurunan penumpang di lintas ini setelah adanya penyeberangan langsung dari Lembar ke Jawa.

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar Firman Dandy di kantornya, Rabu 17 April 2024 menerangkan, pada mudik tahun 2024 ini, dari data yang dicek dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di lintas Lembar-Padangbai terjadi penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun 2023.

Untuk jumlah penumpang per hari H+ 4 (empat hari setelah lebaran) turun 45 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Penumpang sepeda motor penurunannya 63 persen, mobil golongan 4 sampai 52 persen dan truk 58 persen.

“Sehingga pada lebaran tahun ini ada beberapa hal yang kami lihat, kami pantau. salah satu penyebabnya adalah bertambahnya armada kapal yang masuk dari Pelabuhan Gili Mas menuju Ketapang Banyuwangi,” ujarnya.

Jika dilihat masyarakat di Lombok ini mayoritas merupakan pendatang, dan kebanyakan pendatang dari Banyuwangi, Jember, serta beberapa wilayah di pulau Jawa. Sehingga banyak dari mereka memilih direct langsung menuju ke pelabuhan besar yang ada di Pulau Jawa saat mudik lebaran.

“Kalau kita lihat dari Pelabuhan Lombok, unik sekali, merupakan Pelabuhan dengan banyak destinasi dari dan ke Jawa. Yaitu pelabuhan di Surabaya, Pelabuhan Jangkar-Sidoarjo, dan Ketapang Banyuwangi,” tambahnya.

Lebih lanjut dikemukakan, tiga pelabuhan ini semuanya menuju ke Pelabuhan Lembar, baik Pelabuhan ASDP maupun pelabuhan milik PT Pelindo atau dermaga umum. Sehingga, rute lintas panjang ke Jawa ditambah kapalnya, rute pendek Lembar Padang Bai menjadi berkurang keterisian kapalnya.

“Keterisian kapal menuju Padang Bai atau sebaliknya menjadi berkurang, tapi terjadi kenaikan keterisian kapal di lintasan Gili Mas-Ketapang maupun Lembar-Surabaya,” jelas Firman.

Jika dilihat, jumlah kendaraan yang mengisi kapal lintas panjang Gili Mas-Ketapang atau Lembar-Surabaya terjadi peningkatan sekitar 43 persen. Penurunan yang terjadi di Lembar-Padangbai ini beralih naik melalui Pelabuhan Gili Mas maupun Pelabuhan Kedaro yang menuju Surabaya atau Ketapang.

“Jika tahun sebelumnya tidak banyak melalui Gili Mas, sekarang penumpang sudah bergeser dari Gili Mas ke Ketapang, atau Gili Mas-Surabaya, atau Pelabuhan Kedaro Lembar sampai dengan ke Surabaya. Terpecah kesana dari yang selama ini melalui Lembar-Padangbai atau sebaliknya,” tuturnya.

Firman menambahkan, terdapat beberapa kapal yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Gili Mas Lembar. Yaitu, dua kapal milik PT dharma Lautan Utama, dan tiga kapal milik ALP. Sementara itu, dari pelabuhan umum di Kedaro Lembar-Surabaya, dilayani oleh ada 3 kapal. Diantaranya kapal milik PT. Dharma Lautan Utama Km Kirana VII dan dua kapal milik PT LDN.

“Direct langsung ke Jawa itu ada delapan kapal, sehingga ukup mengurangi konsentrasi pemudik yang melalui Lembar-Padang Bai,” bebernya.

Kemudian ditambah lagi dari Pelabuhan Jangkar-Situbondo dilayani lima kapal. Hal ini juga yang menurutnya cukup signifikan mengurangi pemudik yang melintas dari Bali.(bul)

NTB Layak Punya Pelabuhan Ekspor

0
Foto : Agus Mugiyanto, S.P., Kepala Karantina NTB (Ekbis NTB/bul)

Giri Menang (Ekbis NTB) – Provinsi NTB dinilai sangat layak memiliki pelabuhan khusus ekspor. Mengingat besarnya potensi komoditas ekspor non tambang daerah ini, dan letaknya yang strategis untuk mengakomodir wilayah Indonesia Timur.

Pandangan ini disampaikan Agus Mugiyanto, S.P., Kepala Karantina NTB dalam diskusi terkait potensi ekspor dengan media, dan jajarannya, di kantornya di Lembar, Lombok Barat, Rabu 17 April 2024. Menurutnya, ada sejumlah komoditas ekspor yang dapat terus ditingkatkan di Provinsi NTB.

Diantaranya, komoditas kelautan perikanan seperti, mutiara, tuna, rumput laut, lobster, abalone, rajungan, gurita, udang vaname, lobster, dan lainnya.Kemudian komoditas pertanian perkebunan, ada kopi, vanili, tembakau, manggis, rambutan, melon, jagung, mete, nanas, cabai, dan lainnya. Begitu juga hasil-hasil kerajinan seperti ketak dan sejenisnya.

Komoditas – komoditas unggulan non tambang ini, selama ini hanya dikirim melalui daerah lain. Oleh pengusahanya, hanya dijual antar daerah. padahal, komoditas tersebut adalah komoditas yang dicari di pasar global. Komoditas yang ada di NTB, lanjutnya, memiliki peluang pasar di berbagai negara belahan dunia.

“Hanya saja, selama ini dijual dan dikirim lewat Jakarta, Surabaya, dan daerah lainnya,” katanya.

Jika dibilang NTB tidak dapat melakukan ekspor langsung, buktinya, manggis bisa dikirim langsung ke luar negeri. Dengan adanya penerbangan langsung ke luar negeri (pesawat udara). Manggis NTB dikirimnya ke China. Meskipun kadang-kadang untuk memenuhi kuota ekspor, harus mendatangkan lagi manggis daerah luar daerah.

“Tapi artinya, kita bisa ekspor langsung sebenarnya. Kita bisa terus mendorong peningkatan ekspor komoditas non tambang kita,” tambahnya.

Kendala tidak dilakukannya ekspor langsung dari Provinsi NTB, lanjut Agus, karena tidak tersedianya fasilitas infrastruktur seperti pelabuhan ekspor. Seharusnya, menurutnya, NTB harus mendorong pemerintah terkait untuk dibangun pelabuhana yang memenuhi standar ekspor.

“Supaya kapal-kapal ekspor bisa masuk kesini. Minimal sekali sebulanlah, kapal ekspor berangkat dari NTB. Harus terus diperjuangkan itu. Kalau begini terus, kapan majunya ekspor kita,” katanya.

Agus menambahkan, upaya-upaya untuk mendorong pelaku usaha melakukan ekspor langsung sudah dilakukan, dan terus akan dilakukan. Balai Karantina NTB sendiri berupaya terus membantu pelaku usaha mendapatkan sertifikat ekspor dengan mudah, dan ditargetkan zero Notifikasi Non Complain (NNC) atau penolakan di luar negeri.

Balai Karantina NTB juga mendorong pelaku usaha untuk mengurus syarat-syarat ekspornya tanpa melalui perantara (calo). Sehingga tidak menganggap syarat ekspor itu sulit, dan mahal.

“Di daerah ini saya tidak menemukan adanya calo yang menyediakan jasa mengurus izin-izin ekspor. Kalau di daerah lain ada kasus-kasus seperti itu. Sehingga biaya ekspor oleh pelaku usaha dianggap mahal. Kita sangat terbuka untuk itu, kita dorong pelaku usaha mengurus sendiri izin ekspornya. Karena biayanya juga sangat murah dan langsung dikirim ke kas negara, tidak boleh ada transaksi langsung,” imbuhnya.

Selain itu, kata Agus, pihaknya juga tetap melakukan koordinasi dengan para stakeholder terkait di daerah ini. Seperti Bank Indonesia, Dinas Perdagangan, dan lainnya. Ia juga berharap, kemandirian ekspor pengusaha-pengusaha lokal terus meningkat. Sehingga tidak lagi menjual komoditasnya setengah jadi/gelondongan antar daerah. sebab, ada keuntungan ikutan lainnya yang bisa didapatkan jika diekspor langsung dari NTB.(bul)

Mengais Rezeki dari Hempasan Ombak Pantai Telindung

0
BATU APUNG - Memungut Batu Apung dan memecahkannya di pantai Telindung Desa Anggaraksa Kecamatan Pringgabaya Lotim. (Ekbis NTB/rus)

Hempasan ombak pantai Telindung Desa Anggaraksa Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjadi sumber rezeki bagi warga setempat. Sudah bertahun tahun warga sekitar pantai Telindung ini mengais rezeki dengan memungut batu apung yang turut terhempas ombak di pantai.

 BATU-BATU apung warna putih itu banyak bermunculan dari aliran sungai Kokoq Keru dan tebing-tebing yang ada di sepanjang bibir pantai. Tebing-tebing yang dihantam gelombang ini tidak langsung menenggelamkan batuan. Mungkin karena ringan, batu apung ini turut tergiring terbawa arus gelombang ke daratan pantai kembali.

Inaq Santi, salah satu pemungut dan pemecah batu mengaku ada waktu-waktu tertentu batu apung ini banyak bermunculan setiap harinya. Karena waktunya yang berbeda beda sehingga sengaja ditunggu oleh warga.

Warga bahkan sengaja menginap di pinggir pantai karena diketahui malam hari biasanya banyak yang keluar. Batu apung dimaksud berwarna putih. Bukan batu berwarna hitam. Karena yang warna putih inilah katanya yang diburu oleh pembeli.

Terlihat di pinggir pantai Telindung ini, puluhan warga yang melakukan aktivitas serupa. Saat menunggu, warga memecah batu-batuan yang sudah terkumpul. Lokasi tempat mereka menaruh batu pun ternyata harus disewa kepada pemilik lahan. Ada yang menyewa Rp 500.000  Rp-1 juta per tahun. Penyewaan ini beralasan karena lokasi yang ditempati merupakan kebun milik warga.

Ditanya soal jumlah batu yang dipungut, katanya untung-untungan. Jika beruntung bisa 10 karung per hari. Bahkan bisa lebih banyak dari itu. Batu yang kecil langsung bisa dimasukkan ke dalam karung. Sementara yang ukuran besar, harus dipecahkan terlebih dulu. “Kita bisa dapat 10 sampai 25 karung per hari,” imbuhnya.

Menjadi pemungut dan pemecah batu katanya sudah cukup lama dilakoni Inaq Santi. Batu apung yang dikumpulkan ini sudah jelas pembelinya. Diakui, ada praktik ijon yang membuat para pengais rezeki di pinggir pantai ini tetap bertahan. “Kita sudah ambil uang duluan ke pembeli,” tuturnya.

Adapun harga batu apung saat ini dijual seharga Rp 4 ribu per karung. Harga ini dinilai memang jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga jual yang dilakukan para pengepul yang diketahui bisa tembus Rp 15 ribu per karung.

Warga ini berharap ada bantuan dari pemerintah untuk bantu perekonomian mereka. Pasalnya, mengandalkan upah penjualan batu apung tidak pernah bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari yang terus terasa makin sulit. (rus)

Kadispar NTB Memproyeksikan 500.000 Warga akan Merayakan Lebaran Topat 2024

0
Suasana perayaan lebaran topat di pantai loang balok (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Lebaran topat menjadi salah satu tradisi masyarakat Lombok yang masih eksis hingga saat ini. Perayaan Lebaran Topat yang diadakan seminggu setelah Idul Fitri ini dirayakan dengan meriah khususnya di Lombok Barat dan kota Mataram.

Di tahun 2024 ini, perayaan Lebaran Topat diadakan pada tanggal 8 Syawal 1445 Hijriah atau bertetapan dengan hari Rabu, 17 Januari 2024. Di Kota Mataram sendiri, Lebaran Topat dipusatkan di Pantai Loang Baloq, sedangkan di Lombok Barat dipusatkan di Pantai Tanjung Bias.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Jamalludin Maladi memperkirakan antusias masyarakat merayakan lebaran topat sangat tinggi.

“Tahun ini saya lihat agak ramai ya, beda dengan tahun 2023,” ucap Jamal.
Ia berharap bahwa perayaan lebaran topat tahun ini ramai dikunjungi wisatawan, khususnya masyarakat NTB yang sudah kembali setelah mudik lebaran.

Jamal menargetkan, wisatawan yang datang menghadiri perayaan tradisi yang hanya ditemukan di Lombok ini sebanyak 500.000 wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Sebelumnya, Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menghimbau bahwa masyarakat untuk tidak terlalu berlebihan dan merayakan lebaran topat dengan tetap bertanggung jawab baik pada diri sendiri, dan orang sekitar.
Pemkota Mataram sendiri telah menyiapkan semaksimal mungkin terkait dengan apabila terjadi kendala-kendala pada saat proses perayaan berlangsung.

“Protokolnya udah ada dari awal, ada setiap Lebaran Topat pasti itu, untuk prngamanan, BPBD, satgas, tim kepolisian, semua lah,” katanya pada Selasa 16 April 2024.

Pengamanan 9,1 Km garis pantai di Kota Mataram juga menurutnya tetap dalam pantauan, namun di fokuskan di wilayah-wilayah yang diperkirakan akan ramai dikunjungi pengunjung.(era)

Pedagang Ayam Potong Raup Untung Besar Selama Lebaran

0
Salah satu Pedagang Ayam yang Sedang Melayani Pelanggan di Pasar Kebon Roek pada Selasa, 16 April 2024. (Ekbis NTB/Glo)

Mataram (Ekbis NTB) – Pedagang Ayam raih untung besar selama momen lebaran. Pasalnya, ayam menjadi salah satu bahan dasar untuk membuat opor, salah satu makanan khas lebaran. Perpaduan opor dan ketupat dibalut dengan situasi hari raya bersama orang-orang tersayang menjadi momen yang paling dinantikan.

Walaupun harga ayam masih tergolong tinggi, namun pedagang ayam tetap berhasil menjual ayam dengan jumlah yang banyak selama lebaran. Hari ini ayam potong dibanderol dengan harga Rp 42.000 per kilogram. Hal ini diakui oleh salah satu penjual ayam potong di Pasar Kebon Roek, Ehsan atau lebih akrab dipanggil Ecan. Ia mengaku bahwa waktu Lebaran Idul Fitri, ia bahkan sampai membawa 400 kg daging ayam untuk dijual. “Dulu yang lebaran besar, lebaran puasa 400 kg. Insyallah habis,” katanya pada Suara NTB Selasa, 16 April 2024.

Ia juga telah memulai jualan usai selesai sholat subuh. Hari ini, ia membawa 300 kg ayam potong untuk dijual, mengingat hari ini menjadi hari persiapan lebaran topat. “Hari ini 300 kilo. Insyallah habis,” jelasnya. Ia juga menceritakan bahwa sejak tadi, Pasar Kebon Roek dibanjiri oleh masyarakat yang sibuk mencari bahan-bahan untuk diolah besok saat lebaran topat.

Ia juga mengaku menambah jumlah ayam saat momen lebaran, biasanya ia membawa 100 kg ayam potong perhari untuk dijual, namun saat lebaran ia membawa 300 – 400 kg ayam potong. “Iya, ramai,” ungkapnya. Ia juga akan berjualan hingga maghrib untuk menjual barang dagangannya hingga habis.

Siang itu, dagangan Ecan banyak didatangi oleh pengunjung yang melakukan penawaran dan menanyakan harga ayam potong. Walaupun mengetahui harga ayam yang masih relatif mahal, pembeli masih tetap membeli ayam.

Sisil, salah satu pembeli ayam di Ecan menjelaskan alasannya tetap membeli ayam. “Karena besok hari raya, antisipasi aja kalau gak ada yang buka. Daripada gak ada lauk,” ucapnya sambil menenteng plastik berisi ayam yang telah dipotong dan ditimbang Ecan. (glo)

Jelang Lebaran Topat, Penjual Kulit Ketupat Menjamur

0
Deretan Lapak Pedagang Ketupat Kosongan di depan jalan Pasar Kebon Roek pada Selasa, 16 April 2024. (Ekbis NTB/Glo)

Mataram (Ekbis NTB) – Jelang Lebaran Topat, sepekan pasca hari raya Idul Fitri, pedagang ketupat dan kulit ketupat dadakan membanjiri sudut-sudut Kota Mataram. Salah satunya, di Pasar Kebon Roek, Ampenan, Kota Mataram. Lebaran topat memang menjadi salah satu budaya yang ada di Lombok.

Khususnya, di Lombok Barat, dan Kota Mataram yang intens melakukan perayaan besar-besaran. Masyarakat akan memakan ketupat dengan lauk lain seperti opor ayam dan rendang bersama keluarga dan kerabat. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang tidak bisa mengayam atau tidak memiliki waktu luang, membeli ketupat jadi bisa menjadi solusi agar tetap bisa merayakan lebaran topat.

Yuli, salah satu pedagang kulit ketupat di sekitar pasar pencontohan ini ditemui di sela-sela berjualan, Selasa 16 April 2024 mengaku telah menjual ketupat sejak momen Hari Raya Idul Fitri. Momen ini dimanfaatkan untuk mencari penghasilan tambahan. Ia membawa sekitar 500-1000 biji ketupat setiap hari untuk dijual.

Ia mulai berjualan sejak usai sholat subuh hingga selesai ashar tergantung lakunya dagangan. Jika belum habis, maka ia akan terus berjualan.

“Tergantung, biasanya beribu-ribuan, beratus-ratusan. Kadang 500, kadang 1000,” ujarnya.

Ia bahkan bercerita sampai harus begadang untuk membuat ketupat.
“Sampai tidak tidur semalam ini,” sambungnya.

Ia juga menceritakan alasannya menjual ketupat kosongan. “Kan momen lebaran, biasanya orang suka makan ketupat,” pungkasnya.

Marni, pedagang ketupat lainnya di Pasar Dasan Agung juga mengemukakan, ia memanfaatkan momen lebaran ketupat untuk menambah penghasilan. Sehari-hari ia adalah buruh junjung, namun karena momen lebaran topat, ia pun melihat peluang dan mencoba menjual ketupat.

“Saya jualan (ketupat) untuk hari ini aja karena penampahan lebaran ketupat,” terangnya.

Kulit ketupat yang dijual Rp1000 per biji. Sementara harga ketupat (berisi) dihargai Rp3.000 per biji. Ia juga menceritakan, kulit ketupat sangat banyak dicari, bahkan tak sampai setengah hari sudah habis diburu pembeli sejak pagi.

Selain itu, harga kulit ketupat juga naik karena banyaknya permintaan. Yang semula Rp 5000 untuk 10 biji, naik menjadi Rp 8.000.

“Ininya (kulit ketupat) kemarin kita beli Rp5 ribu seiket, tadi pagi sudah harganya Rp8 ribu. Sepuluh biji kita dapet,” demikian Marni.

Kendati harganya naik, tidak mengurangi minat masyarakat membelinya. Mengingat, perayaan lebaran ketupat hanya dilakukan setahun sekali.(glo)

Ketegangan Global Mempengaruhi Pasar Vanili di Luar Negeri

0
Foto : sortir vanili kering untuk persiapan ekspor. (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Ketegangan yang terjadi dibeberapa belahan dunia mempengaruhi daya beli pasar global terhadap komoditas pertanian perkebunan, vanili. Apalagi jika ketegangan antara Iran – Israel maluas dengan didukung negara-negara sekutu.

H. Muhir, pemilik UD. Rempah Organik Lombok, sekaligus eksportir vanili organik Lombok menkhawatirkan hal itu. Menurutnya, dalam setahun terakhir setelah meledaknya perang Rusia dan Ukraina, mengakibatkan tekanan terhadap daya beli pasar global.

Vanili organik Lombok selama ini diekspor ke Amerika Serikat, karena perang yang terjadi, daya beli buyer di AS dan negara-negara eropa terhadap vanili juga menurun.

“Kita sangat khawatir, sangat mengkhawatirkan kalau perang Iran-Israel makin meluas. Ekspor ke Amerika dan negara-negara eropa akan sangat berpengaruh. Besar sekali pengaruhnya,” kata Muhir, Selasa 16 April 2024.

Menurunnya daya beli terhadap vanili dalam satu tahun terakhir ini terjadi dihampir semua negara importir vanili. Begitu juga di Indonesia. Akibatnya, sejumlah daerah penghasil vanili di dalam negeri juga ikut terpengaruh.

Bahkan, menurut Muhir, vanili organik Lombok bisa jadi-satu-satunya yang masih eksis. Di daerah lainnya, seperti Sulawesi, Bali, Jawa , tidak ada penyelamatan terhadap pengembangan vanili.

“Hanya kita satu-satu di Indonesia yang masih bisa bergerak. Permintan luar negeri tetap ada, dan barangnya tetap ada,” jelas Muhir.

Bulan April ini rencananya akan dikirim sebanyak 600 Kg vanili organik kering, ke buyer di Amerika Serikat. Menyusul dua bulan berikutnya dijadwalkan ekspor sebanyak 3 ton, dan selanjutnya 4 ton. Pada tahun 2023 lalu, total sebanyak 7 ton diekspor ke Amerika Serikat.

Muhir menambahkan, vanili organik Lombok diberi kesitimewaan oleh buyer. Hal itu karena kualitasnya. Sehingga, disaat terjadi saling serang di beberapa negara di dunia, permintaannya tidak terpengaruh sejauh ini.

“Hanya saja, daya belinya yang menurun. Sehingga, kita melakukan penyesuaian harga vanili di luar negeri. Penyesuiannya sebesar 20 persen. Kita tidak mempertahankan harga, agar permintaannya tetap kontinyu,” imbuhnya.

Karena, selain Indonesia, khususnya Lombok, beberapa negara penghasil vanili juga menjadi pesaing di pasar global. Diantaranya, Tanzania, Uganda, Madagaskar. Disisi lain, ditegah perang dan ketegangan ekonomi dunia, harga vanili dari awal disepakati. Untuk mengantisipasi terjadinya pluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.

“Standar yang kita sepakati, per Dolar AS senilai Rp15.400. Jadi kalau jual beli acuannya nilai rupiahnya segitu. Tinggal dikalikan dengan harga vanilinya. Ini mengantisipasi kalau-kalau terjadi perang meluas dan dampaknya terhadap penukaran,” jelas Muhir.

Ia sangat berharap ketegangan beberapa negara di dunia tidak meluas. Sehingga ekonomi global bisa kondusif.(bul)