Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 10

Arus Balik di Pelabuhan Lembar Meningkat

0
Arus Balik di Pelabuhan Lembar Meningkat
Kondisi arus balik di Pelabuhan Lembar mulai meningkat kendati masih lancar. (suarantb.com/ist)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Arus balik mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah pada H+2 di Pelabuhan Indonesia Ferry Lembar, Kabupaten Lombok Barat mulai meningkat. Diperkirakan terjadi peningkatan penumpang dibanding hari sebelumnya.

Manager PT ASDP Indonesia Ferry Lembar, Handoyo Priyanto Selasa (24/3/2026) menjelaskan bahwa berdasarkan data produksi angkutan Lebaran 2026 Cabang Lembar pada 23 Maret 2026 (H+2), terjadi peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah kapal yang beroperasi tercatat sebanyak 15 unit, meningkat 15,38 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 13 unit.

Jumlah perjalanan (trip) juga mengalami kenaikan dengan angka yang sama, yakni dari 13 trip menjadi 15 trip. Dari sisi penumpang, penumpang pejalan kaki meningkat tajam sebesar 59,81 persen, dari 637 orang pada 2025 menjadi 1.018 orang pada 2026. Sementara itu, penumpang dalam kendaraan juga mengalami kenaikan sebesar 30,59 persen, dari 4.237 orang menjadi 5.533 orang.

Untuk kendaraan, roda dua tercatat meningkat 35,19 persen dari 1.492 unit menjadi 2.017 unit. Kendaraan kecil (KK) juga naik 33,17 persen dari 199 unit menjadi 265 unit. Namun demikian, terdapat penurunan pada kendaraan bus sebesar 11,11 persen dari 9 unit menjadi 8 unit, serta kendaraan truk yang turun 27,42 persen dari 124 unit menjadi 90 unit.

“Secara umum kondisi operasional di Pelabuhan Lembar berjalan normal dengan dukungan cuaca cerah berawan serta sistem layanan yang berfungsi optimal. Situasi di pelabuhan terpantau ramai lancar, tidak ada kendala berarti baik dari sisi operasional maupun layanan kepada pengguna jasa,” ujarnya.

Dari sisi fasilitas dan infrastruktur, Handoyo menuturkan dari seluruh sistem pendukung operasional di Pelabuhan Lembar berada dalam kondisi optimal.

Layanan e-tiket berjalan normal tanpa kendala dengan jaringan internet stabil, serta tersedia tiga set loket cadangan. Pasokan listrik, genset, dan UPS juga dalam kondisi stabil, sementara 29 unit CCTV berfungsi aktif untuk mendukung pengawasan. “Alhamdulillah selama ini tidak ada permasalahan yang ditemukan di lapangan, seluruh layanan berjalan dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di Pelabuhan Padangbai. Aktivitas penyeberangan terpantau normal dan lancar dengan peningkatan pada sejumlah indikator. Jumlah kapal yang beroperasi di Padangbai juga meningkat menjadi 15 unit dari sebelumnya 13 unit, dengan jumlah trip naik dari 13 menjadi 15 trip. Penumpang dalam kendaraan mengalami kenaikan sebesar 32,33 persen dari 2.765 orang menjadi 3.659 orang.

Kendaraan roda dua meningkat signifikan sebesar 39,50 persen dari 724 unit menjadi 1.010 unit. Kendaraan kecil naik 21,08 persen dari 223 unit menjadi 270 unit, bus meningkat 22,22 persen dari 9 unit menjadi 11 unit, dan truk naik 3,64 persen dari 110 unit menjadi 114 unit.Namun, penumpang pejalan kaki di Padangbai mengalami penurunan sebesar 18,02 persen dari 516 orang menjadi 423 orang.

Selanjutnya kata dia, dari sisi operasional, seluruh fasilitas pendukung di Pelabuhan Padangbai juga dalam kondisi aman dan normal. Sistem IT berjalan tanpa kendala, pasokan listrik stabil, serta 26 unit CCTV aktif dalam pengawasan. Tidak ditemukan kendala berarti di lapangan selama periode pemantauan.Dengan kondisi ini, ASDP memastikan kesiapan penuh dalam melayani arus balik Lebaran 2026, serta mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tetap mematuhi aturan dan menjaga keselamatan selama perjalanan. (her)

Animo Wisatawan Tinggi, Sirkuit Mandalika Dibuka Lebih Cepat

0
Animo Wisatawan Tinggi, Sirkuit Mandalika Dibuka Lebih Cepat
Wisatawan memanfaatkan momen libur Lebaran dengan mengunjungi Sirkuit Mandalika, Senin (23/3/2026). (suarantb.com/ist)

Praya (ekbisntb.com) – Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) memutuskan untuk membuka Sirkuit Internasional Mandalika lebih cepat dari rencana semula. Hal ini karena animo wisatawan untuk datang dan berkunjung ke destinasi sport tourism yang ada di kawasan The Mandalika tersebut pada momen libur lebaran kali ini.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, dalam keterangnya, Selasa (24/4/2026). “Sebelumnya telah kita diinformasikan kalau sirkuit Mandalika akan ditutup selama dua hari pada tanggal 21 dan 22 Maret 2026. Namun tingginya antusiasme kunjungan membuat kawasan sirkuit kembali dibuka secara mendadak pada Minggu yang bersamaan dengan hari lebaran ke-2,” sebutnya.

Dalam dua hari terakhir pasca-Idulfitri, MGPA mencatat hampir dua ribu wisatawan mengunjungi kawasan Sirkuit Mandalika. Tidak hanya wisatawan local saja. Tetapi juga wisatawan domestik bahkan mancanegara.

Selain menikmati pengalaman yang telah tersedia, para wisatawan juga memanfaatkan lintasan sirkuit untuk berbagai aktivitas rekreasi. Mulai dari berkendara menggunakan kendaraan pribadi, merasakan sensasi berkeliling sirkuit melalui layanan taxi ride hingga olahraga santai. Tren kunjungan yang terus bertumbuh ini semakin memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi unggulan sport tourism selama periode libur Lebaran.

Tingginya minat kunjungan wisatawan selama libur Lebaran tersebut juga menunjukkan semakin besarnya ketertarikan masyarakat terhadap kawasan Mandalika, khususnya Sirkuit Mandalika. Dan, bagi MGPA hal itu menjadi dorongan semangat untuk terus berusaha menghadirkan pengalaman menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Sirkuit Mandalika.

“Antusiasme pengunjung ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan berbagai pengalaman yang berkesan di Sirkuit Mandalika. Kami berharap kehadiran wisatawan tidak hanya memberikan manfaat bagi kawasan sirkuit, tetapi juga berdampak positif bagi pertumbuhan pariwisata dan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan The Mandalika,” terangnya.

Selama periode libur Lebaran MGPA menyediakan program promo untuk berbagai kegiatan di Sirkuit Mandalika bagi wisatawan. Untuk program Lampaq misalnya, memberikan potongan harga tiket masuk dari Rp75 ribu menjadi Rp50.000 per orang yang berlaku hingga 29 Maret 2026 mendatang. begitu juga untuk beberapa program lainya.

Kehadiaran program tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk merasakan langsung atmosfer sirkuit bertaraf internasional tersebut. “Memang dari dulu ingin sekali liburan ke Sirkuit Mandalika, tapi baru kali ini ada kesempatan. Luar biasa, Indonesia punya sirkuit sebagus ini dengan standar internasional dan pemandangan yang indah,” ungkap Saiful, wisatawan asal Bogor, Jawa Barat. (kir)

Kolam Renang Jadi Primadona Wisata Saat Libur Lebaran

0
Kolam Renang Jadi Primadona Wisata Saat Libur Lebaran
Kolam renang diburu pengunjung mengisi liburan lebaran. (suarantb.com/rus)

SUASANA ceria tampak di kawasan Kolam Renang Tirta Madani, Jobong Kelayu Jorong, pada Senin (23/3/2026). Ratusan warga tampak memadati area kolam sejak pagi hari, menjadikan tempat ini sebagai destinasi utama untuk mengisi libur panjang Lebaran.

Pemandangan yang terlihat hampir di seluruh sudut kolam adalah kebahagiaan keluarga. Anak-anak berlarian menuju air, sementara orang tua duduk di sisi kolam sembari mengawasi dengan senyum puas. Bagi warga Lombok Timur, berenang bersama keluarga telah menjadi tradisi yang tak terpisahkan dari momen Idulfitri.

“Kami sengaja memilih kolam renang karena anak-anak sangat senang. Selain aman, suasana di sini juga ramai tapi tetap nyaman,” ujar Rani Sopiah, satu pengunjung yang datang bersama keluarganya.

Tirta Madani hanyalah satu dari sekian banyak pilihan wisata kolam yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur. Beberapa destinasi serupa yang tak kalah menarik antara lain Kolam Rinjani, Pengempok, Joben, Lemor, hingga kawasan Tetebatu yang menyuguhkan pemandangan alam perbukitan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Widayat, mengakui bahwa selama libur Lebaran tahun ini, seluruh objek wisata di wilayahnya mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan.

“Tidak ada tempat wisata di Lotim yang sepi. Dari pantai hingga pegunungan, semuanya dipadati wisatawan. Momen libur panjang ini benar-benar dimanfaatkan warga untuk healing dan melepas penat setelah sebulan penuh beribadah,” ungkap Widayat.

Menurutnya, fenomena ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap wisata lokal semakin tinggi. Selain kolam renang, destinasi pantai seperti Pantai Kuta Mandalika dan kawasan pegunungan di Tetebatu juga menjadi primadona tersendiri.

Pilihan wisata kolam renang dinilai paling strategis bagi keluarga dengan anak-anak. Selain fasilitas yang relatif lengkap, keamanan menjadi pertimbangan utama dibandingkan destinasi alam lain yang mungkin memiliki risiko lebih tinggi.

Beberapa pengelola wisata kolam di Lombok Timur pun mengaku kewalahan melayani lonjakan pengunjung. Tiket masuk yang terjual hingga siang hari sudah melebihi kuota normal pada hari-hari biasa.

Dengan suasana libur yang masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan, Widayat memprediksi jumlah wisatawan akan terus bertambah. Ia berharap para pengelola wisata tetap menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung.

“Kami terus berkoordinasi dengan pengelola objek wisata untuk memastikan pelayanan tetap optimal. Yang terpenting, masyarakat bisa menikmati liburan dengan aman dan bahagia,” tutupnya.

Bagi warga Lombok Timur yang masih bingung menentukan destinasi liburan, pilihan kolam renang di berbagai penjuru daerah bisa menjadi alternatif menarik. Selain menyegarkan tubuh, momen kebersamaan bersama keluarga di tepi kolam akan menjadi kenangan manis yang tak terlupakan.

Widayat menuturkan sejak hari Minggu, H+1 lebaran ia melakukan monitoring semua objek wisata. “Rame Alhamdulillah dan suasana cerah dari Labuhan Haji hingga di Joben sekitar 600-an pengunjung,” ucapnya.

Kadispar Lotim ini berharap kondisi cuaca tetap cersubsepama lihuran. Warga bisa cerdas membaca situasi cuaca yang cepat berubah. Tidak diinginkan, seperti kejadian beberapa waktu lalu objek wisata sepi karena orang tidak bisa berwisata.

Seiring dengan peningkatan kunjungan, Kadispar Lotim meminta wisatawan lokal serta pengelolaan Objek wisata lokal ini bijak dalam mengelola sampah. (rus)

PAD Dikencangkan, Transfer Pusat ke Daerah Lobar Diproyeksikan Naik Tahun 2027

0
PAD Dikencangkan, Transfer Pusat ke Daerah Lobar Diproyeksikan Naik Tahun 2027
Deny Arif Nugroho (Suara NTB/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Dana transfer daerah ke Lombok Barat diproyeksikan naik sedikit pada tahun 2027. Kendati diproyeksi naik, tetapi belum sebanding dengan pemangkasan tahun ini sebesar Rp305 miliar lebih. Dengan begitu, Pemkab Lobar terus mengencangkan Pendapatan Daerah dari PAD untuk pembiayaan ke depan.

Kepala Bapperida Lobar Deny Arif Nugroho mengatakan bahwa proyeksi keuangan tahun 2027, Pihaknya masih melihat proyeksi untuk transfer pusat ke daerah. “Itu (transfer pusat ke daerah) sedikit mengalami kenaikan, tetapi belum menggoyang penurunan yang 305 Miliar, tetapi pendapatan asli daerah yang kita tingkatkan,” tegas Deny, kemarin.

PAD yang ditingkatkan dengan proyeksi Rp655,56 miliar, mengalami kenaikan dari tahun 2026 ini. Untuk lain-lain Pendapatan yang sah, masih tetap sama atau masih sama dengan tahun 2026. Sehingga total pendapatan daerah tahun depan, diproyeksikan 2,09 triliun. Kemudian, untuk belanja daerah diambil proyeksi dari apa yang sudah direncanakan dan tertuang dalam RPJMD maupun Renstra masing-masing OPD dengan melihat pertimbangan kondisi 2026 atau tahun berjalan.

Total belanja operasi diperkirakan Rp1,67 triliun, sehingga total keseluruhan untuk belanja daerah 2,33 triliun. Artinya masih terjadi gap antara pendapatan dan belanja daerah. Sehingga yang perlu dilakukan kebijakan terkait penganggaran, setelah Musrenbang ini akan dibahas dengan BKAD dan Bapenda untuk membahas lebih lanjut terkait kebutuhan terhadap Belanja.

Kemudian untuk proyeksi pembiayaan, penerimaan pembiayaan diasumsikan 0,3 miliar lebih dan pengeluaran pembiayaan 5 Miliar. Sementara itu Bapenda Lobar mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Barat (Lobar) mengalami kenaikan signifikan. Seperti tahun 2026, target PAD menyentuh angka Rp610 miliar dari target tahun ini Rp531,7 miliar.

Angka ini pun mendongkrak persentase kontribusi PAD terhadap APBD Lobar hingga 30 persen. Sehingga menempatkan Lobar pada posisi kedua sebagai daerah dengan persentase PAD terhadap APBD terbesar kedua di NTB. (her)

Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan Serbu Sembalun

0
Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan Serbu Sembalun
Suasana penginapan di Sembalun. Ribuan wisatawan lokal dan mancanegara membanjiri dataran tinggi tersebut saat libur Lebaran. (Suara NTB/rus)

Selong (ekbisntb.com) – Angin dingin khas pegunungan menyapa lembut hamparan savana yang membentang hijau di kaki Gunung Rinjani. Namun, suasana teduh itu berubah menjadi hiruk-pikuk keramaian sejak hari pertama Lebaran 2026. Kawasan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, bertransformasi menjadi lautan manusia yang memburu pesona “laki”—panggilan akrab bagi Gunung Rinjani.

Magnet pariwisata yang telah ditetapkan sebagai destinasi prioritas ini kembali membuktikan tajinya. Ribuan wisatawan lokal dan mancanegara membanjiri dataran tinggi tersebut, menciptakan fenomena lonjakan kunjungan yang membuat para pelaku akomodasi sempat kewalahan.

Di sebuah homestay bercat hijau toska dengan arsitektur joglo khas Sasak, Giffari Saputra sibuk memandu stafnya merapikan teras. Pemilik Homestay dan Restoran Joglo Sembalun Ceria itu tak bisa menyembunyikan senyum tipis di balik wajah lelahnya.

“Sejak hari H+ Lebaran, kunjungan wisatawan di Sembalun tiap hari terus meningkat. Buktinya, hampir seluruh hotel maupun penginapan di sini sudah full booked,” ujarnya kepada wartawan di sela kesibukannya, Senin (23/3).

Ia bersyukur bahwa meski permintaan melonjak tajam, para pengelola akomodasi di Sembalun sepakat menjaga stabilitas harga. “Untuk hari besar seperti Lebaran, harga kamar kami patok di kisaran Rp400.000. Hanya selisih tipis dari harga hari biasa Rp350.000. Artinya, harga masih sangat kompetitif dan bisa dijangkau wisatawan yang ingin menikmati suasana dingin khas pegunungan,” imbuhnya.

Namun, Sembalun di musim liburan kali ini tak hanya tentang penginapan dan kuliner. Sebuah tren baru tengah naik daun di kalangan generasi Z dan milenial: tektok-kan—istilah lokal untuk mendaki cepat dalam waktu singkat ke bukit-bukit ikonik.

“Kalau malam hari, kita bisa lihat indahnya cahaya lampu dari tenda-tenda wisatawan di atas bukit. Sekarang yang lagi viral itu tren tektok-kan, mendaki cepat yang sangat digemari anak muda,” jelas Giffari dengan nada antusias.

Bukit Pergasingan, Bukit Anak Dara, Bao Daya, Nanggung, hingga Semvana menjadi primadona baru. Di sana, para pendaki kilat berburu matahari terbit dari ketinggian, menikmati hamparan awan di bawah kaki, lalu turun sebelum siang menjelang.

Tak kalah ramai, destinasi swafoto seperti Kedai Sawah, Bukit Selong, Taman Surga Rinjani, hingga wisata petik stroberi menjadi titik-titik keramaian utama yang tak pernah sepi antrean.

Amaq Ici, pengelola penginapan yang telah puluhan tahun membuka pintu bagi wisatawan di Sembalun, mengaku pengalaman Lebaran tahun ini menjadi salah satu yang paling luar biasa. Namun, di balik euforia itu, ada cerita tentang tamu-tamu yang datang tanpa reservasi.

“Banyak tamu yang tidak kebagian kamar. Saya coba carikan di tempat lain juga sudah penuh semua. Akhirnya, terpaksa saya arahkan untuk menggunakan tenda agar tetap bisa bermalam,” tuturnya sambil menghela napas.

Kondisi serupa dialami Hendiawan, pemilik Pondok Mawar. Ia mengungkapkan bahwa seluruh tipe kamar—mulai dari family room hingga kamar standar—telah habis dipesan jauh-jauh hari. “Sejak satu bulan sebelum Lebaran, semua sudah penuh,” ucapnya singkat.

Suhardi, wisatawan asal Mataram, mengaku nyaris gagal mendapatkan tempat menginap meskipun ia tergolong pelanggan setia Sembalun. Pria paruh baya itu terlihat duduk santai di teras sebuah villa sembari menikmati secangkir kopi Lombok.

“Ini pengalaman penting. Meskipun sering ke Sembalun, kalau momen libur besar seperti ini tidak booking jauh hari, pasti tidak dapat kamar. Saya beruntung masih bisa dapat satu villa untuk keluarga setelah menghubungi hampir semua kontak penginapan yang saya punya,” ceritanya sambil tertawa lega.

Ia berharap pengalamannya menjadi catatan bagi calon wisatawan lain yang ingin merasakan magisnya Sembalun di musim liburan.

Bagi para pengunjung, Sembalun memang tak pernah gagal memikat. Udara sejuk yang membelai kulit, hamparan savana yang membentang luas, serta keramahan masyarakat setempat menjadi perpaduan sulit dilupakan.

Namun, di balik pesona itu, ada pembelajaran bahwa kesiapan adalah kunci. Bagi Anda yang merencanakan perjalanan ke Sembalun, pesona alamnya yang memukau dan udara sejuknya memang tak tergantikan. Namun, pastikan persiapan akomodasi Anda telah matang agar liburan di kaki Rinjani menjadi momen yang sempurna dan tak terlupakan.

“Sembalun ini ibarat perempuan cantik. Semua orang ingin datang meminang. Tapi kalau tak siap, ya jangan harap bisa bermalam di pelukannya,” demikian kata Gifari. (rus)

Program Pemkab “On The Track”, Ekonomi Lobar Tumbuh 4,76 persen dan Gini Rasio Tak Timpang

0
Program Pemkab “On The Track”, Ekonomi Lobar Tumbuh 4,76 persen dan Gini Rasio Tak Timpang
Pusat ekonomi masyarakat yang baru di Lobar terus tumbuh sehingga menumbuhkan ekomoni makro. (suarantb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Pertumbuhan ekonomi dan Gini Rasio Lombok Barat menunjukkan capaian menggembirakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 mencapai 4,76 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 3,02 persen. Gini Rasio pada 0,35 poin. Artinya distribusi atau pemerataan pendapatan masyarakat tidak terlalu timpang.

Bupati Lombok Barat H Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima data dari BPS terkait pertumbuhan ekonomi Lobar. “BPS sudah bertahu kami bahwa laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 mencapai 4,76 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 3,02 persen,” kata LAZ akhir pekan kemarin.

Hal ini menurutnya menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak lebih baik dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Namun demikian, capaian ini belum cukup membuatnya puas. Karena Pemkab masih menghadapi beberapa tantangan kedepan yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Bagi saya yang penting terus pertumbuhannya, jangan sampai grafiknya sudah naik terus turun, kestabilannya yang paling penting,” ujar LAZ.

Bupati menekankan agar pertumbuhan ekonomi ini tetap stabil naik, karena itu menandakan bahwa program yang dijalankan on the track. Untuk menstabilkan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi ini, ia mendorong percepatan hasil program yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Hal ini harus dilakukan untuk mengantisipasi ketika pertumbuhan ekonomi sampai enam persen, namun turun lagi. Karena itu penting bagiamana program itu disusun perencanannya agar berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Bapperida Lobar Deny Arif Nugroho mengatakan bahwa pertumbuhan makro ekonomi mengalami pertumbuhan positif sebesar 4,76 persen yang didominasi sektor tersier sebesar 59,63 persen diikuti sektor primer 24,19 persen dan sektor sekunder 16,18 persen.

Hal ini menunjukkan transportasi ekomoni menuju sektor jasa, perdagangan, tranportasi dan pariwisata. Sektor pertumbuhan ekonomi relatif tinggi pada lima sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni jasa keuangan dan asuransi, perdagangan dan akomodasi serta makan minum. Ditambah lima sektor dengan kontribusi tertinggi pada sektor pertanian dan kehutanan, tranformasi dan pergudangan, kontruksi, pertambangan dan galian.

Begitu pula untuk gini rasio Lobar, tercatat sebesar 0,354 poin yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat kategori ketimpangan sedang. Dilihat dari tren beberapa tahun terakhir, tingkat ketimpangan sempat menurun hingga 0,48 point pada tahun 2024 namun meningkat tahun 2025. Dibandingkan dengan wilayah lain, Gini Rasio Lobar lebih rendah dibanding rata-rata nasional dan relatif sejalan dengan provinsi NTB. “Hal ini menunjukkan bahwa distribusi pendapatan masyarakat Lobar masih cukup merata,”kata dia.

Meski demikian, tetap diperlukan upaya untuk menjaga agar ketimpangan tidak meningkat. Untuk perlu penguatan pemerataan pembangunan, khusus melalui peningkatan akses ekonomi masyarakat, pengembangan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja yang lebih merata di wilayah perdesaan. (her)

Libur Lebaran, Sungai Sesaot Dikunjungi Wisatawan Jakarta Hingga Makasar

0
Libur Lebaran, Sungai Sesaot Dikunjungi Wisatawan Jakarta Hingga Makasar
Peserta arung jeram di Sungai Sesaot, Lombok Barat. (suarantb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Libur panjang Idulfitri dan Hari Raya Nyepi 2026 menjadi berkah tersendiri bagi Desa Wisata Bawak Goak di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Destinasi wisata berbasis alam ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah, bahkan hingga luar provinsi seperti Jakarta dan Makassar, yang ingin menikmati kesegaran air sungai pegunungan.

Suasana di bantaran Sungai Sesaot tampak semarak pada Senin, 22 Maret 2026. Ribuan wisatawan memadati area wisata yang dikenal dengan aliran airnya yang jernih dan sejuk ini.

Pengunjung menikmati suasana alam, kesejukan air, sembari menyeruput kopi dan menu-menu kecil yang dijajakan pedagang di bantaran sungai. Arus sedikit deras, karena hujan kadang-kadang mengguyur di Lombok justru menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi arung jeram sederhana menggunakan ban karet.

Pengelola Tempat Wisata Sungai Bawak Goak, Abdul Rasyid Hamdani, mengatakan bahwa lonjakan pengunjung pada libur Lebaran tahun ini cukup signifikan.

“Pengunjung datang tidak hanya dari Lombok, tetapi juga dari luar daerah seperti Sulawesi dan Jakarta. Mereka tertarik menikmati wisata alam yang masih asri dan alami,” ujarnya.

Sungai Sesaot sendiri dikenal sebagai salah satu sumber mata air utama di Lombok Barat dan Kota Mataram. Kawasan ini berada di dalam wilayah hutan lindung Sesaot yang memiliki kekayaan vegetasi tropis serta udara yang sejuk. Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai penyangga ekosistem penting di Pulau Lombok.

Keunggulan utama Desa Wisata Bawak Goak terletak pada perpaduan antara keindahan alam dan fasilitas yang terus berkembang. Di sepanjang bantaran sungai, pengunjung dapat menemukan berbagai pedagang kaki lima yang menawarkan aneka kuliner khas Lombok Barat, seperti sate bulayak, pelecing, rujak, dan aneka jajanan tradisional, hingga ikan bakar.

Selain itu, fasilitas penunjang seperti tempat ganti pakaian, musala, dan kamar kecil juga telah tersedia dengan cukup memadai. Hal ini membuat wisatawan merasa nyaman untuk berlama-lama menikmati suasana alam bersama keluarga.

Menurut Abdul Rasyid, pengelolaan destinasi ini melibatkan masyarakat setempat secara langsung. Retribusi masuk yang relatif terjangkau, yakni Rp2.000 per orang, dimanfaatkan untuk pemeliharaan kawasan dan peningkatan fasilitas wisata.

Akses menuju Desa Wisata Bawak Goak pun tergolong mudah. Dari Kota Mataram, perjalanan dapat ditempuh sekitar 30 hingga 45 menit dengan kendaraan. Jalur yang relatif lancar tanpa kemacetan berarti menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin berlibur tanpa harus menempuh perjalanan panjang.

Dengan potensi alam yang dimiliki, Desa Wisata Bawak Goak di Sesaot semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi favorit di Pulau Lombok, khususnya saat momentum libur panjang. Keasrian lingkungan, kesejukan air sungai, serta keterlibatan masyarakat lokal menjadi daya tarik yang sulit ditandingi.

Di tengah meningkatnya minat wisata berbasis alam, keberadaan kawasan seperti Sesaot tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Bagi para pengunjung, liburan di Sungai Sesaot bukan sekadar melepas penat, tetapi juga menikmati harmoni antara manusia dan alam yang masih terjaga. (bul)

Puncak Arus Balik, Titik Rawan di NTB Dapat Perhatian Khusus

0
Puncak Arus Balik, Titik Rawan di NTB Dapat Perhatian Khusus
Kondisi penyeberangan di Pelabuhan Poto Tano. Kepadatan penumpang pada arus balik diprediksi meningkat dari tanggal 23 Maret hingga 29 Maret. (Suara NTB/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Puncak arus balik libur lebaran diperkirakan terjadi pada Selasa, 24 hingga 29 Maret 2026. Untuk memastikan keamanan balik para pemudik, Pemprov NTB melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTB melakukan pengamanan sejak hari pertama arus balik, hingga dengan tanggal 30 Maret 2026.

Kepala Dishub NTB, Ervan Anwar mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus pada titik-titik rawan bencana dan kecelakaan di NTB. Untuk memastikan arus balik bisa berjalan lancar, ia mengaku berkoordinasi dengan Dishub kabupaten/kota dan beberapa unsur dalam membantu mengurai kemacetan.

“Pastinya ada perhatian khusus terhadap titik rawan bencana maupun rawan kecelakaan, kita juga bekerja sama dan berkoordinasi dengan kabupaten/kota karena unsur yg terlibat dalam pengamanan angkutan lebaran dari pusat sampai daerah,” ujarnya, Selasa, 24 Maret 2026.

Beberapa titik rawan kemacetan di NTB yaitu di beberapa pusat perbelanjaan, pelabuhan seperti Pelabuhan Lembar, Kayangan, serta Terminal Mandalika. Sementara, titik yang rawan bencana alam yaitu kawasan Pusuk, Kabupaten Lombok Utara, Sembalun, dan Nanga Tumpu, Dompu.

Dishub NTB juga akan menyiapkan posko di beberapa titik vital. Tidak hanya itu, Pemprov juga membuat aturan larangan berkendara pada pukul 06.00-00.00 Wita khusus untuk kendaraan besar, seperti truk besar atau tronton. Apabila didapati adanya kendaraan yang nekat menerobos aturan tersebut, Pemprov NTB akan memberikan sanksi. “Dia operasinya malam, jam 00.00-06.00 pagi. Kalau ketahuan melanggar, nanti akan distop,” katanya.

Beberapa pelabuhan di NTB, khususnya di Pulau Lombok seperti Pelabuhan Poto Tano dan Pelabuhan Lembar telah penuh sejak H + 2 lebaran.

General Manager ASDP Kayangan Erlisatya mengatakan telah menyiapkan sejumlah 24 armada yang siap dengan operasional setiap harinya 10 armada terbagi 5 dari kayangan dan 5 dari Poto Tano. Di Pelabuhan Lembar, telah disiapkan setidaknya 20 kapal untuk menyeberang selama arus balik.

Sebelumnya, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan kepada seluruh perusahaan otobus untuk tidak menaikkan tarif melebihi ambang atas yang telah ditetapkan Pemprov NTB.

“Tadi kami juga membahas mengenai bus. Memang ada banyak perbedaan persepsi terkait harga tiket. Hal ini karena harga yang diatur sebenarnya berlaku untuk kelas ekonomi, sementara kelas layanan bus memiliki banyak variasi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, selama arus mudik dan balik variasi fasilitas pada layanan bus membuat harga tiket yang beredar di masyarakat juga menjadi beragam.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi NTB bersama aparat penegak hukum telah menegaskan kepada seluruh perusahaan bus agar menjual tiket sesuai dengan ketentuan harga tertinggi yang telah ditetapkan.

Gubernur juga menjelaskan bahwa persoalan yang kerap muncul bukan sepenuhnya disebabkan oleh perusahaan bus, melainkan dari mekanisme pembelian tiket yang dilakukan melalui pihak ketiga.

“Banyak pembeli yang tidak membeli langsung melalui perusahaan bus, tetapi melalui pihak ketiga. Di situlah potensi masalah bisa muncul,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengawasan di terminal saat ini cukup ketat sehingga perusahaan bus memiliki risiko besar apabila menjual tiket melebihi ketentuan. Namun dalam praktiknya terdapat oknum yang menjual kembali tiket dengan harga lebih tinggi untuk mendapatkan komisi.

Karena itu, praktik tersebut menjadi perhatian serius dan akan ditertibkan agar tidak merugikan masyarakat. (era)

Pendakian Rinjani 1-4 April 2026 Ludes Terjual

0
Pendakian Rinjani 1-4 April 2026 Ludes Terjual
Para pendaki saat menikmati indahnya Danau Segara Anak. Pada awal April mendatang, tiket pendakian ke Gunung Rinjani sudah habis terjual. (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Enam jalur pendakian ke Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pada 1-4 April ludes terjual. Semua kuota yang dibuka melalui aplikasi E-Rinjani terpantau berstatus quota exceeded (melebihi kuota).

Enam jalur pendakian Rinjani di antaranya yaitu jalur wisata pendakian Senaru di Kabupaten Lombok Utara, jalur wisata pendakian Torean di Kabupaten Lombok Utara, dan jalur wisata pendakian Sembalun di Kabupaten Lombok Timur.

Selanjutnya ada jalur wisata pendakian Timbanuh di Kabupaten Lombok Timur, jalur wisata pendakian Tetebatu di Kabupaten Lombok Timur, serta jalur wisata pendakian Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Budhy Kurniawan, mengatakan terjadi lonjakan pemesanan pendakian setiap hari yang didominasi oleh wisatawan domestik. Berdasarkan data per Senin 23 Maret 2026, tercatat ratusan pendaki telah mengamankan kuota setiap harinya.

Sebagai contoh, pada 1 April, kuota 219 orang sudah terisi penuh (181 WNI dan 38 WNA). Kondisi serupa terjadi pada 2 hingga 4 April dengan rata-rata di atas 200 pendaki per hari. Dengan total selama empat hari sudah ada 870 pendaki yang memesan tiket pendakian.

Dengan masing-masing pada 1 April sebanyak 218 pendaki dengan 181 pendaki domestik dan 38 pendaki mancanegara. Pada 2 April terdapat 222 pendaki yang telah memesan, dengan 189 merupakan pendaki dalam negeri, 33 orang dari luar negeri. Pada 3 April 2026, juga sama, ada 222 pendaki yang telah memesan tiket pendakian Rinjani, 195 di antaranya merupakan pendaki domestik, 27 mancanegara. Terjadi penurunan pada 4 April yaitu menjadi 207 pemesanan, 189 merupakan pendaki domestik, 18 mancanegara.

“Ini total semua yang booking di enam jalur pendakian. Dan yang full serta ramai peminat tetap jalur Sembalun,” jelasnya.

BTNGR sebelumnya telah membuka pemesanan tiket pendakian secara daring sejak 6 Maret 2026 melalui aplikasi E-Rinjani. Sistem ini diterapkan untuk mengatur jumlah kunjungan sekaligus menjaga kelestarian kawasan taman nasional.

Budhy mengimbau calon pendaki yang belum mendapatkan kuota agar merencanakan ulang jadwal pendakian dan melakukan pemesanan lebih awal untuk periode berikutnya. Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan dan prosedur pendakian demi keselamatan serta menjaga ekosistem Gunung Rinjani. (era)

Dedare-Idols Resmi Debut, Hadirkan Warna Baru Musik Pop NTB

0

Mataram (ekbisntb.com)– Industri musik di NTB kembali menunjukkan geliat positif dengan hadirnya grup idola remaja Dedare-Idols (DE-I) di bawah naungan AMI Music Company. Mengusung konsep fresh, enerjik, dan penuh inspirasi, Dedare-Idols siap menjadi ikon baru generasi muda NTB.

Grup ini dijadwalkan merilis single debut bertajuk “Bersinar Bersama AMI” pada 28 Maret 2026. Lagu ini mengangkat semangat kebersamaan, harapan, serta perjuangan anak muda untuk terus berkembang dan bersinar meraih mimpi.

Dedare-Idols. Berikut link youtube full video Premiere  : https://youtu.be/sFMFQaoMQCM?si=gy06oJQjDcUxHb0Y

Abdurahman SE M.M (Rama), Executive Producer Ami Music Company menyampaikan, hadir dengan konsep visual ceria dan feminin modern, dipadukan dengan kekuatan karakter dari masing-masing member yang memiliki ciri khas tersendiri.

“Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi remaja, khususnya generasi muda NTB, untuk berani berkarya dan percaya diri,” ujarnya.

Profil Member Dedare-Idols (DE-I)

Dedare-Idols terdiri dari lima anggota muda berbakat yang tampil dengan identitas unik melalui awalan “DE” sebagai ciri khas grup:

1. DE-AISH

Dikenal dengan karakter elegan dan pembawaan yang tenang. Memiliki aura dewasa yang kuat serta menjadi salah satu wajah yang mencerminkan keanggunan Dedare-Idols.

2. DE-KIRAN

Ceria, ekspresif, dan penuh energi. Sosok yang membawa keceriaan dalam grup dengan pesona imut yang mudah menarik perhatian.

3. DE-PURI

Memiliki jiwa kepemimpinan dan karisma alami. Tampil percaya diri serta menjadi penguat dinamika tim dalam setiap penampilan.

4. DE-SUCI

Berkarakter manis dan playful. Ekspresi yang menggemaskan menjadi daya tarik tersendiri, menciptakan warna unik dalam grup.

5. DE-VINA

Anggun dan stylish, dengan aura bintang yang kuat. Tampil menonjol dengan kepercayaan diri tinggi dan pesona feminin modern.

Kombinasi lima karakter ini menjadikan Dedare-Idols sebagai grup yang solid, harmonis, dan siap bersaing di industri musik yang semakin kompetitif.

Debut Dedare-Idols menurutnya menjadi tonggak penting dalam membuka ruang bagi talenta lokal NTB untuk tampil di industri hiburan nasional. Pihak manajemen berharap, melalui karya perdana ini, Dedare-Idols dapat menjadi inspirasi sekaligus kebanggaan daerah.

Melalui single “Bersinar Bersama AMI”, Dedare-Idols mengajak masyarakat untuk ikut mendukung perjalanan mereka, sekaligus menyaksikan lahirnya bintang-bintang baru dari NTB yang siap bersinar lebih luas di masa depan.(bul)