HomeBERANDAFestival Hiu Paus, Momentum Pemerintah Perkuat Ekonomi Biru

Festival Hiu Paus, Momentum Pemerintah Perkuat Ekonomi Biru

Sumbawa Besar (EKBIS NTB)-Pemkab Sumbawa berkomitmen untuk terus memperkuat promosi potensi bahari Teluk Saleh. Momentum Festival Hiu Paus menjadi salah satu cara pemerintah dan masyarakat untuk terus merawat ekosistem hewan yang dilindungi tersebut.

“Keberadaan hiu paus di Teluk Saleh bukan sekadar fenomena alam, tetapi aset penting bagi pengembangan ekonomi biru dan pariwisata Sumbawa. Dari beberapa daerah yang memiliki hiu paus, populasi hiu paus di Sumbawa menjadi yang terbesar,” kata Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, Sabtu (19/9) malam di Desa Labuhan Jambu.

- Advertisement -

Ia melanjutkan, ekonomi biru yang saat ini tengah digagas pemerintah harus menghubungkan kelestarian sumber daya laut dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,sehingga ekosistem hiu paus harus dijaga agar tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

“Labuhan Jambu memiliki posisi strategis karena berada di kawasan Teluk Saleh yang menjadi salah satu destinasi unggulan wisata bahari. Sehingga ekosistem yang ada harus tetap terjaga,” ucapnya.

Keberadaan Hiu Paus bisa menjadi peluang bagi pembangunan daerah, mulai dari ekonomi biru, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota, Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti pengembangan komoditas garam dan investasi strategis lainnya. Pengembangan ekonomi biru juga akan menjadi peluang dalam menyongsong Blok Elang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang direncanakan memasuki tahap konstruksi pertengahan 2027.

Pemerintah pusat saat ini lanjut Jarot, memberikan perhatian serius terhadap usulan KEK Samota. Sebab, kawasan ini dinilai memiliki potensi besar di sektor pariwisata, ekonomi biru, ekonomi hijau, ekonomi kreatif, perikanan dan agro-maritim.

“Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menilai Samota berpeluang menjadi magnet investasi baru di Indonesia Timur dan itu akan menjadi komitmen pemerintah dalam merealisasikannya,” jelasnya.

Momentum Festival Hiu Paus juga sejalan dengan semakin terbukanya Sumbawa bagi wisatawan mancanegara melalui Sail Indonesia 2026. Bahkan Sumbawa menjadi salah satu titik persinggahan dan para wisatawan nantinya diarahkan menikmati sejumlah destinasi, termasuk atraksi hiu paus di Labuhan Jambu dan budaya Barapan Kebo.

“Peluang-peluang tersebut nantinya diharapkan mampu meningkatkan kesempatan kerja, investasi, pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat, dan mensejahterakan terutama mereka yang berada di wilayah pesisir,” ucapnya.

Ketua Yayasan Hiu Paus Musykil Hartsah mengatakan, rangkaian festival juga diisi jalan sehat, Bangkarera Race, transplantasi karang dan penanaman mangrove. Kegiatan tersebut memperkuat festival sebagai ruang edukasi dan kampanye konservasi, tidak sekadar hiburan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Hukum Republik Indonesia Dr. Supratman Andi Agtas, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Muslim, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB, I Gusti Putu Milawati. (ils)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut