Mataram (Ekbis NTB) — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi membuka gelaran tahunan Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 yang dirangkaikan dengan Pameran Uang RINJANI (Rupiah Berjaya Sampai Pelosok Negeri) di Gedung Serba Guna Bank Indonesia NTB, Mataram, Selasa (11/8/2026).
Mengusung tema utama “Rayakan Digitalisasi, QRISnya Satu, Menangnya Banyak!” serta diselaraskan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bertajuk “Nusantara Bersatu, Adil, dan Makmur”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas akseptasi sistem pembayaran digital sekaligus memperkuat edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah hingga ke pelosok negeri.
Acara pembukaan dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, H. Lalu Muhammad Faozal (mewakili Gubernur NTB), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, Danlanal Mataram, pimpinan instansi vertikal, perbankan (Himbara, Bank NTB Syariah, BPR), serta tokoh masyarakat.

Integrasi Nontunai dan Tunai: CeMuMuAH dan Kedaulatan Moneter
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menegaskan bahwa pengembangan pembayaran digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan pemahaman masyarakat terhadap uang Rupiah.
Hario menceritakan kilas balik peluncuran QRIS pada 17 Agustus 2019 yang kini telah tumbuh pesat sebagai instrumen transaksi yang CeMuMuAH (Cepat, Murah, Mudah, Aman, dan Andal). Meski demikian, berdasarkan survei Bank Indonesia tahun 2025, sebanyak 80% masyarakat masih bertransaksi menggunakan uang tunai. Hal ini dipengaruhi oleh faktor geografis, demografis, dan tingkat literasi keuangan.
“Digitalisasi sistem pembayaran perlu berjalan beriringan dengan penguatan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah. Melalui Pameran Uang RINJANI, kami ingin mengajak masyarakat untuk mengenal, menghargai, merawat, dan menggunakan Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa,” ujar Hario K. Pamungkas.
Untuk memastikan ketersediaan uang layak edar hingga wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), BI NTB bekerja sama dengan TNI AL menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat. Hario mengaitkan pentingnya Rupiah di batas negeri dengan sejarah kedaulatan NKRI, di mana penggunaan simbol Rupiah memegang peranan krusial. Dari sisi digital, fitur QRIS interkoneksi (cross-border) kini juga dapat digunakan wisatawan dari Malaysia, Singapura, Thailand, hingga Tiongkok dan Jepang.

Dorong Pariwisata Inklusif dan Ekonomi Daerah
Mewakili Gubernur NTB, Asisten II Setda Provinsi NTB, H. Lalu Mohammad Faozal, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bank Indonesia atas konsistensinya mendorong transformasi digital di Nusa Tenggara Barat.
Faozal mengungkapkan, QRIS kini bukan sekadar teknologi pembayaran, melainkan bagian dari gaya hidup dan ekosistem pendukung sektor pariwisata serta UMKM NTB yang sedang memasuki lonjakan musim kunjungan (peak season).
“QRIS bukan hanya soal pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan ekonomi daerah. Karena itu, mari kita bergandeng tangan membangun ekosistem digital. Pemerintah, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat harus bergerak bersama agar digitalisasi dapat dirasakan secara inklusif dan tidak ada masyarakat yang tertinggal,” tegas Lalu M. Faozal.
Ia berseloroh bahwa masyarakat saat ini lebih khawatir tertinggal handphone dibanding dompet tunainya. Kedatangan wisatawan mancanegara dan domestik di destinasi unggulan seperti Tiga Gili sangat bergantung pada kemudahan infrastruktur digital dan konektivitas nontunai.

Rangkaian Kegiatan PQN & Pameran Uang RINJANI 2026
- Pameran Uang RINJANI (11–14 Agustus 2026): Menghadirkan koleksi sejarah sistem pembayaran dari era sistem barter, uang kuno pra-kemerdekaan, hingga Rupiah modern terkini sebagai sarana edukasi CBP Rupiah.
- Pengukuhan Komunitas Numismatik Sasambo: Pengukuhan pengurus komunitas kolektor uang kuno yang mewakili tiga suku besar di NTB (Sasak, Samawa, dan Mbojo).
- Edukasi Nilai Sejarah & Adat: Mengangkat kearifan lokal penggunaan Kepeng Bolong (uang kepeng) yang masih dilestarikan dalam ritual adat pernikahan Sorong Serah Suku Sasak.
- Inovasi Pembayaran Digital: Edukasi dan demonstrasi fitur transaksi masa depan seperti QRIS Tap hingga pembayaran zakat nontunai via QRIS.
Faozal memungkas dengan arahan dari Gubernur NTB: “Kita boleh bergerak cepat menuju masa depan dengan teknologi terbaru, tetapi jangan sampai kita lupa pada sejarah masa lalu kita, karena sejarah adalah pelajaran bagi kita semua.”
Pekan QRIS Nasional 2026 dan Pameran Uang RINJANI terbuka untuk umum secara gratis mulai tanggal 11 hingga 14 Agustus 2026 di Gedung Serba Guna Bank Indonesia NTB, Mataram. (r/fan)






