Sumbawa Besar (EKBIS NTB) – Pemkab Kabupaten Sumbawa bersama DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan audiensi ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada, Rabu (30/9). Audiensi itu membahas hasil kajian awal terkait program pengembangan kawasan garam nasional di wilayah Timur Indonesia.
“Audiensi ke BRIN menjadi momentum pemerintah untuk memperkuat posisi Sumbawa dalam merealisasikan program pengembangan potensi pergaraman rakyat,agar lebih terarah dan berkelanjutan,” kata Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot.
Bupati menegaskan program pengembangan kawasan produksi garam tidak hanya diarahkan untuk peningkatan produksi garam sebagai bahan baku. Tetapi pada penguatan proses hilirisasi untuk bisa meningkatkan nilai tambah bagi daerah dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani garam.
“Pengembangan kawasan pergaraman merupakan bagian penting dari upaya mendorong hilirisasi potensi daerah sekaligus memperkuat posisi Sumbawa dalam mendukung kebutuhan garam nasional,” ujarnya.
Kabupaten Sumbawa lanjut Jarot, memiliki potensi pergaraman yang dapat dikembangkan dalam mendukung ketersediaan garam nasional,sehingga diperlukan kajian dan perencanaan yang matang agar pengembangan kawasan memiliki arah yang jelas serta mampu menjawab kebutuhan industri dan pasar.
“Kami berkomitmen untuk mewujudkan program pengembangan kawasan pergaraman rakyat di Sumbawa bisa terealisasi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan garam nasional,” ucapnya.
Menurut dia, hasil kajian ini tentu menjadi salah satu dasar penting dalam mematangkan konsep dan usulan pengembangan kawasan, termasuk kaitannya dengan penguatan usulan Proyek Strategis Nasional (PSN). Pengembangan kawasan pergaraman membutuhkan dukungan dan sinergi lintas sektor.
Oleh karena itu, hilirisasi garam menjadi salah satu fokus utama dalam rencana pengembangan. Pemkab Sumbawa akan terus mendorong komoditas garam tidak berhenti pada tahap produksi bahan baku, tetapi dapat dikembangkan melalui pengolahan dan kegiatan ekonomi lainnya.
“Keberadaan petani garam tetap menjadi perhatian penting. Pengembangan tersebut diharapkan bisa meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” timpalnya.
Disamping itu menurut Jarot, pengembangan kawasan produksi garam juga diarahkan agar selaras dengan kebutuhan nasional. Pengelolaan terintegrasi antara produksi, pengolahan, pemasaran, dan penguatan kelembagaan diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap pemenuhan kebutuhan garam nasional.
“Kami akan tetap menindaklanjuti hasil pembahasan bersama BRIN. Tindak lanjut tersebut mencakup pematangan hasil kajian, penyusunan langkah pengembangan kawasan,serta penguatan usulan pembangunan kawasan pergaraman dalam agenda pembangunan strategis nasional,” demikian kata dia. (ils)






