HomeBERANDADisperindag NTB Gelar Pasar Lelang Komoditas Perdana, Perluas Akses Perdagangan Antarwilayah Berbasis...

Disperindag NTB Gelar Pasar Lelang Komoditas Perdana, Perluas Akses Perdagangan Antarwilayah Berbasis Digital

Mataram (EKBIS NTB) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB menggelar kegiatan Pasar Lelang Komoditas Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya, Kamis, 30 Juli 2026.


Kegiatan yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Indonesia dengan konsep pasar lelang berbasis digital ini, menjadi salah satu inovasi pemerintah daerah dalam memperluas akses pasar sekaligus mendorong perdagangan antarwilayah.


Pasar Lelang diikuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku usaha, kelompok tani, koperasi, hingga perwakilan pemerintah provinsi dari berbagai daerah di Indonesia, baik secara luring maupun daring.

- Advertisement -


Kmoditas yang dipasarkan meliputi hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga hasil hutan bukan kayu seperti beras, jagung, bawang merah, cabai, rumput laut, kelapa, kopi, madu, kemiri, dan berbagai komoditas unggulan lainnya.


Dari kegiatan pasar Lelang ini, transaksi jual beli dicapai lebih dari setengah miliar. Komoditi yang paling laku keras Adalah beras, kakao, dan pinang.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Wiranata, didampingi Kepala Bidang PPDN, Lalu. Afghan mengatakan, penyelenggaraan pasar lelang ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KRBN) sekaligus upaya memperkuat perdagangan antardaerah.


“Pasar lelang ini kita selenggarakan untuk mendukung program kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT. Selain provinsi yang tergabung dalam kerja sama tersebut, ada juga beberapa provinsi lain yang mengikuti kegiatan ini secara daring, seperti Bangka Belitung dan daerah lainnya,” ujarnya.


Menurut Wiranata, komoditas yang dilelang dipilih berdasarkan kebutuhan pasar dari daerah tujuan sehingga peluang transaksi menjadi lebih besar. Salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus adalah pinang, yang saat ini memiliki permintaan tinggi dari Provinsi NTT.


“Kami memilih produk-produk yang memang dibutuhkan daerah lain. Misalnya NTT membutuhkan pinang dalam jumlah besar. Alhamdulillah, NTB memiliki potensi pinang yang cukup besar, terutama dari Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Tengah. Karena itu kami menghadirkan langsung para pelaku usahanya,” jelasnya.


Ia berharap pasar lelang ini dapat menjadi agenda rutin tahunan sehingga semakin banyak komoditas unggulan NTB yang dapat dipasarkan ke luar daerah.


“Kalau memungkinkan, kegiatan ini akan kita laksanakan setiap tahun sebagai salah satu strategi memperluas pasar bagi produk-produk NTB,” katanya.
Lebih lanjut, Wiranata menjelaskan bahwa konsep lelang yang diterapkan bukan bertujuan menjual komoditas

dengan harga murah, melainkan memberikan kesempatan kepada para pembeli dari berbagai daerah untuk memberikan penawaran harga jual dan beli terbaik.


“Misalnya ada beberapa pembeli dari Kupang, Flores, maupun Sumba yang membutuhkan komoditas yang sama, maka produk akan diberikan kepada penawar dengan harga tertinggi. Jadi mekanismenya sama-sama menguntungkan,” ungkapnya.


Ia menilai model perdagangan berbasis teknologi ini jauh lebih efisien dibandingkan misi dagang konvensional yang membutuhkan biaya perjalanan cukup besar.


“Kalau kita harus datang langsung ke setiap daerah tentu membutuhkan biaya yang besar. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, kita bisa mempertemukan penjual dan pembeli tanpa harus bertatap muka. Bahkan peserta yang mengikuti sudah dipastikan memang membutuhkan komoditas tersebut,” tambahnya.


Pasar lelang tahun ini menghadirkan beberapa komoditas baru berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan pasar di berbagai provinsi.
“Tambahan komoditas yang cukup menonjol tahun ini adalah pinang. Selain itu ada kelapa dan beberapa komoditas lain yang memang disesuaikan dengan kebutuhan daerah tujuan sehingga peluang transaksi lebih besar,” ujarnya.


Wiranata mengatakan, Disperindag NTB juga mengembangkan aplikasi Pasar Lelang Komoditas secara mandiri sebagai media transaksi sekaligus basis data perdagangan antardaerah.


“Aplikasi ini kami susun sendiri. Harapannya bukan hanya transaksi yang terjadi hari ini, tetapi ke depan dapat menjadi database sehingga provinsi lain mengetahui komoditas yang dimiliki NTB dan bisa melakukan transaksi kapan saja,” jelasnya.


Menurutnya, pengembangan aplikasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat agar daerah lebih aktif meningkatkan perdagangan antarwilayah.


“Melalui Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri yang terbit pada Juni lalu, seluruh pemerintah daerah didorong untuk menciptakan inovasi dalam meningkatkan perdagangan antarwilayah. Pasar lelang digital ini merupakan implementasi dari arahan tersebut sekaligus mendukung target peningkatan pemasaran komoditas unggulan NTB ke luar daerah,” katanya.


Ia menambahkan, aplikasi ini telah menarik perhatian sejumlah pemerintah provinsi lain.
“Beberapa provinsi sudah menanyakan aplikasi yang kami gunakan. Kami sampaikan bahwa aplikasi ini dikembangkan sendiri oleh Disperindag NTB dan ke depan akan kami daftarkan secara resmi agar memiliki legalitas,” ujarnya.


Afghan optimistis inovasi tersebut mampu membuka peluang pasar baru bagi komoditas unggulan NTB, termasuk pinang, vanili, kopi, kelapa, serta komoditas potensial lainnya.


Pada kegiatan Pasar Lelang ini, Disperindag NTB juga memberikan materi pengelolaan keuangan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada para pelaku UMKM.


Disperindag NTB berharap pasar lelang komoditas berbasis digital ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem perdagangan yang lebih modern, efisien, dan kompetitif.


Selain mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah, inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas unggulan NTB sekaligus memperluas jaringan pemasaran nasional melalui pemanfaatan teknologi informasi. (bul/*)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut