Lombok (Ekbis NTB) — Rutinitas mengantar anak ke sekolah setiap pagi kerap diwarnai kepedatan lalu lintas dan keterburu-buruan. Meski demikian, keselamatan di jalan raya tidak boleh ditawar. Orang tua diimbau untuk selalu mengedepankan prinsip keselamatan dan mematuhi standar berkendara demi melindungi buah hati.
Guna menekan risiko kecelakaan di jalan raya, berikut lima tips #Cari_Aman yang perlu diterapkan para orang tua saat membonceng anak ke sekolah:
- Gunakan Helm Berstandar SNI: Pengendara maupun anak wajib memakai helm SNI dengan tali pengikat yang terpasang sempurna (klik).
- Lengkapi Pakaian Pelindung: Gunakan jaket, celana panjang, dan sepatu untuk melindungi tubuh dari panas, angin, serta meminimalkan cedera jika terjadi hal tak diinginkan.
- Pastikan Kesiapan Anak saat Dibonceng: Anak harus mampu duduk stabil, berpegangan erat, dan kedua kakinya sudah mencapai pijakan kaki sepeda motor.
- Bawa Barang Secukupnya: Hindari membawa barang atau tas sekolah berlebihan yang dapat mengganggu keseimbangan saat bermanuver.
- Berkendara dengan Kecepatan Safe: Jangan terburu-buru, selalu jaga jarak aman, patuhi rambu-rambu, dan jaga fokus penuh selama perjalanan.

Jarak Dekat Bukan Alasan Abaikan Keselamatan
Banyak orang tua yang kerap mengabaikan penggunaan alat pelindung diri (APD) lengkap dengan alasan jarak rumah ke sekolah yang relatif dekat. Kebiasaan ini dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa.
Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehexkiel Felix, menegaskan bahwa risiko kecelakaan lalu lintas dapat terjadi kapan saja tanpa memandang jarak tempuh.
“Banyak orang tua berpikir karena jarak sekolah dekat, perlengkapan berkendara tidak terlalu diperlukan. Padahal, risiko kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menggunakan helm berstandar SNI serta perlengkapan berkendara lainnya,” ujar Yehexkiel Felix.
Ia menambahkan, pembiasaan keselamatan sejak dini bukan sekadar upaya perlindungan fisik, melainkan bentuk pendidikan karakter bagi anak.
“Dengan membiasakan #Cari_Aman sejak dini, kita tidak hanya melindungi keluarga, tetapi juga menanamkan budaya keselamatan kepada generasi penerus,” tuturnya.
Keselamatan di jalan raya adalah kebutuhan mutlak, bukan sebuah pilihan. Melalui peran aktif orang tua dalam memberikan teladan berlalu lintas, diharapkan budaya aman berkendara dapat tertanam kuat pada generasi muda sejak usia sekolah. (r/fan)






