Mataram (Ekbis NTB) — Berkendara aman bukan sekadar mematuhi aturan lalu lintas, melainkan juga mengantisipasi berbagai kemungkinan tindakan pengguna jalan lain. Pasalnya, dalam situasi lalu lintas sehari-hari, pengendara tidak dapat mengontrol perilaku pengemudi lain.
Potensi bahaya acap kali muncul dari kelalaian sederhana, seperti pengendara yang lupa menyalakan lampu sein, mendadak berhenti, salah mengambil jalur, hingga kendaraan yang keluar dari gang tanpa memperhatikan situasi sekitar.
Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menegaskan bahwa pengendara yang aman bukan hanya mereka yang merasa sudah berkendara secara benar, melainkan yang selalu memberi ruang antisipasi atas kesalahan orang lain.
“Di jalan raya kita tidak bisa mengatur semua orang untuk berkendara sesuai harapan kita. Karena itu, selain berkendara dengan benar, kita harus memiliki ruang dan waktu untuk bertindak saat pengguna jalan lain melakukan kesalahan,” ujar Satria, Senin (7/9/2026).
Satria menjelaskan, salah satu kebiasaan dasar yang penting diterapkan adalah menjaga jarak aman dan tidak memepet kendaraan lain. Jarak tersebut memberi jeda waktu bagi pengendara untuk bereaksi ketika kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak. Selain itu, pengendalian kecepatan dan kesadaran posisi kendaraan—termasuk menghindari area blind spot—menjadi kunci penting.
“Jangan hanya berpikir, ‘Saya sudah benar, berarti aman.’ Justru kita perlu berpikir antisipatif: jika kendaraan di depan tiba-tiba berhenti atau ada yang memotong jalur, apakah kita masih punya waktu untuk bereaksi?” tegasnya.
Ia menambahkan, pola pikir #Cari_Aman juga mencakup pengelolaan emosi. Merespons kesalahan orang lain dengan membunyikan klakson berlebihan, mengejar, atau memaki justru memicu risiko baru di jalan raya.
“Jago Cari Aman bukan tentang siapa yang paling benar, tetapi siapa yang paling siap menghadapi dinamika di jalan,” pungkas Satria.
Melalui kebiasaan menjaga jarak, mengontrol kecepatan, membaca pergerakan lalu lintas, dan tetap tenang, pengendara dapat menciptakan ruang keselamatan bagi diri sendiri maupun orang lain demi memastikan semua pengguna jalan tiba di tujuan dengan selamat. (r/fan)






