HomeBERANDAKenali Titik Terang & Gelap Saat Berkendara Malam: Jangan Cuma Andalkan Lampu...

Kenali Titik Terang & Gelap Saat Berkendara Malam: Jangan Cuma Andalkan Lampu Motor!

Mataram (Ekbis NTB) — Berkendara pada malam hari menuntut tingkat kewaspadaan yang jauh lebih tinggi. Terbatasnya intensitas cahaya tak hanya menurunkan kemampuan mata dalam mengenali objek, tetapi juga memaksa mata beradaptasi saat berpindah dari area terang ke gelap maupun sebaliknya.

Tanpa antisipasi yang tepat, jeda adaptasi mata ini berisiko membuat pengendara terlambat menyadari potensi bahaya di jalan—seperti lubang, pejalan kaki, pesepeda, kendaraan tanpa lampu, hingga material bangunan yang melintang.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Masih banyaknya ruas jalan yang minim penerangan—terutama di jalur antarkabupaten, kawasan perbukitan, hingga jalan pedesaan—meningkatkan risiko kecelakaan. Belum lagi perubahan pencahayaan drastis dari sorot lampu bangunan atau kendaraan lain yang kerap mengacaukan estimasi jarak pandang pengendara.

- Advertisement -

Lampu Cuma Alat Bantu, Kunci Utama Ada pada Pengendara

Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menegaskan bahwa pengendara tidak boleh bergantung sepenuhnya pada lampu utama kendaraan.

“Saat malam hari, jangan hanya fokus pada area yang disinari lampu motor. Biasakan membaca kondisi jalan lebih jauh ke depan, kurangi kecepatan ketika memasuki area gelap, dan jangan terburu-buru,” ujar Satria.

“Keselamatan bukan ditentukan oleh seberapa terang lampu kendaraan, tetapi seberapa baik pengendara mengendalikan kecepatan, menjaga jarak aman, dan tetap fokus selama perjalanan,” lanjutnya.

10 Tips Berkendara Aman Malam Hari (#Cari_Aman)

Untuk menekan risiko kecelakaan akibat keterbatasan jarak pandang, simak panduan keselamatan berkendara (safety riding) berikut:

  • Kurangi Kecepatan di Area Remang/Gelap: Memberi ekstra waktu bagi otak dan mata untuk bereaksi jika ada hambatan mendadak.
  • Waspadai Transisi Cahaya: Mata butuh jeda waktu beradaptasi dari terang ke gelap. Hindari memacu kendaraan terlalu cepat di titik transisi ini.
  • Perbesar Jarak Aman (Minimal 3 Detik): Memberikan batas ruang dan waktu reaksi yang cukup dengan kendaraan di depan.
  • Hindari Menatap Langsung Sorot Lampu Lawan Arah: Jika silau, alihkan pandangan fokus ke arah marka jalan atau garis tepi kiri lajur.
  • Gunakan Lampu Sesuai Standar Pabrikan: Pastikan seluruh fungsi lampu (utama, rem, sein) optimal. Hindari modifikasi lampu silau yang membahayakan pengendara lain.
  • Kebersihan Visor Helm & Kaca Lampu: Kaca helm atau lampu yang kotor membuat sebaran cahaya membias dan mengganggu pandangan.
  • Pakai Perlengkapan Reflective / Warna Terang: Jaket atau helm berpemantul cahaya membuat Anda lebih mudah terlihat oleh pengendara lain dari kejauhan.
  • Jangan Kompromi dengan Rasa Kantuk: Kantuk melumpuhkan refleks. Segera cari area aman (rest area/SPBU) untuk beristirahat sejenak.
  • Fokus Penuh, Bebas Distraksi: Simpan ponsel dan hindari aktivitas lain yang memecah konsentrasi.
  • Cek Kondisi Fisik Kendaraan Sebelum Berangkat: Pastikan ban, rem, lampu, klakson, dan spion dalam performa terbaik.

Melalui pemahaman atas titik terang dan titik gelap di jalanan malam, pengendara diharapkan mampu memprediksi bahaya lebih dini demi mewujudkan budaya berkendara yang aman sesuai semangat kampanye #Cari_Aman. (r/fan)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut