Giri Menang (EKBIS NTB) – Sebanyak 250 kepala keluarga (KK) dengan 750 jiwa warga Desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat (Lobar) mengalami krisis air akibat kekeringan yang melanda daerah itu. Sayangnya, pelayanan kebutuhan air bagi warga setempat belum direspons Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Pihak desa sudah bersurat per tanggal 31 Agustus 2026 lalu, tetapi hingga kini belum disalurkan air oleh pihak BPBD. Kepala Desa Batulayar Barat, Marjuni melalui suratnya ke Pemkab Lobar memohon bantuan air untuk warganya yang terdampak kekeringan. Musim kemarau di wilayah desa itu menyebabkan masyarakat yang berada di Dusun Batubolong Griya Desa Batulayar Barat sangat kekurangan air.
“Kami dari Pemerintah Desa Batulayar Barat memohon agar diberikan bantuan air bersih untuk kebutuhan masyarakat,” kata Marjuni.
Ketua Forum Sangkep Pemusungan Batulayar, Mastur menyoroti lambannya respons dari pihak OPD dalam hal ini BPBD. “Sampai sekarang belum diantarkan (di-droping) air, tolong respons cepat BPBD. Hari Rabu kemarin saya share (kirim) ini sampai sekarang belum,” sorotnya.
Keluhan semacam ini sudah dua kali terjadi. Di mana kejadian sebelumnya, warga Bukit Tinggi Kecamatan Gunungsari juga mengeluhkan lambannya respons BPBD.
Bahkan hampir dua pekan surat permohonan dari desa ke BPBD, barulah direspons dengan mendistribusikan air. Padahal Wakil Bupati Hj. Nurul Adha telah menekankan kepada OPD dalam hal ini BPBD untuk respons cepat terhadap usulan warga yang membutuhkan air bersih. Wabup menegaskan pelayanan pada masyarakat harus diutamakan.
Sementara itu, Pihak Kecamatan Batulayar menyiapkan sumur bor di kantor camat setempat bagi warga yang membutuhkan air. Fasilitas sumur bor ini telah lama disediakan. Air dari sumur bor tersebut dialirkan dan ditampung ke dalam dua tandon berkapasitas besar agar memudahkan warga saat melakukan pengambilan.
Warga pun berbondong-bondong mengangkut air bersih menggunakan sepeda motor untuk memenuhi kebutuhan harian mereka, bahkan setiap harinya ada pula yang menggunakan mobil pikap untuk membawa tandon dan beberapa jerigen.
Camat Batulayar, M. Subayyin Fikri menghimbau warga untuk tetap hemat dalam mengonsumsi air selama musim kemarau ini. Selain itu, koordinasi dengan dinas terkait dan BPBD terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang lebih meluas di wilayah Batulayar.
Camat Batulayar menambahkan, terkait surat permohonan air dari Batulayar Barat, pihaknya sudah menindaklanjuti ke BPBD. “Kami sudah follow up, nanti kami konfirmasi (tanya) lagi ke BPBD,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Darurat dan Logistik pada BPBD Lobar, Toni Hidayat yang berupaya dikonfirmasi media, Minggu (6/9/2026) melalui telepon belum menjawab. Tidak saja melalui sambungan telepon, konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga belum direspons.
Sejauh ini berdasarkan data BPBD, daerah yang terdampak kekeringan saat ini meluas hingga 62 dusun, 16 desa, dan 6 kecamatan. Warga yang terdampak sebanyak 6.578 KK dan 19.337 jiwa. Sejauh ini, pelayanan penyaluran air ke daerah terdampak melalui mitra. Hingga saat ini jumlah air yang sudah disalurkan kepada masyarakat mencapai 812.600 liter dengan sampai dengan Rabu (2/9/2026) lalu. (her)






