HomeADVERTORIALKendalikan Inflasi, Anggota DPRD Kota Mataram Bagikan Bibit Cabai

Kendalikan Inflasi, Anggota DPRD Kota Mataram Bagikan Bibit Cabai

Mataram (EKBIS NTB) – Anggota DPRD Kota Mataram dari Daerah Pemilihan (Dapil) Mataram, Hj. Baiq Zuhar Parhi, SH, MH, menginisiasi pembagian 7.500 bibit cabai kepada masyarakat sebagai upaya mendukung Gerakan Tanam (Gertam) sekaligus membantu pengendalian inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga cabai.

Menurut Parhi, cabai merupakan salah satu komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi. Ketika harga cabai melonjak di pasaran, dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat karena menjadi kebutuhan pokok dalam konsumsi sehari-hari, khususnya di Kota Mataram dan Pulau Lombok yang dikenal memiliki tingkat konsumsi cabai cukup tinggi.

“Cabai merupakan salah satu penyumbang inflasi. Karena itu saya ingin berkontribusi agar inflasi tidak terlalu tinggi akibat kenaikan harga cabai. Caranya dengan membagikan bibit cabai kepada masyarakat,” ujarnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (20/7).

- Advertisement -

Ia menjelaskan, gerakan menanam tidak cukup hanya sebatas imbauan. Menurutnya, masyarakat juga perlu difasilitasi dengan penyediaan bibit agar dapat langsung mempraktikkan budidaya tanaman di pekarangan rumah masing-masing.

“Kalau hanya mengajak masyarakat menanam tanpa memberikan bibit, tentu kurang maksimal. Karena itu saya memberikan bibit cabai sekaligus mengajak masyarakat melakukan gerakan menanam secara nyata. Ini bentuk langkah konkret,” katanya.

Politisi PKS ini menilai, kebiasaan menanam cabai di lingkungan rumah dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan pasar. Dengan demikian, ketika harga cabai mengalami kenaikan, kebutuhan rumah tangga tetap dapat dipenuhi dari hasil tanam sendiri.

Menurutnya, masyarakat Lombok termasuk daerah dengan tingkat konsumsi cabai yang tinggi. Kondisi itu membuat gejolak harga cabai sangat berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga maupun angka inflasi daerah.

Parhi berharap gerakan menanam tidak hanya berhenti pada cabai, tetapi juga diperluas pada tanaman kebutuhan dapur lainnya seperti tomat dan sayuran yang mudah dibudidayakan di pekarangan rumah.

“Output yang diharapkan adalah masyarakat terbiasa menanam cabai, tomat, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Dengan begitu, pengeluaran rumah tangga bisa berkurang karena tidak semuanya harus dibeli di pasar,” ujar Sekretaris Komisi I ini.

Ia menambahkan, kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih menghadapi berbagai tantangan sehingga diperlukan langkah-langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga.

“Ekonomi masyarakat masih cukup berat. Kalau ada kebutuhan dapur yang bisa dipenuhi dari pekarangan sendiri, tentu akan menghemat pengeluaran dan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutupnya. (fit)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut