Mataram (Suara NTB) – PT Pertamina Patra Niaga memastikan kebutuhan LPG subsidi 3 kilogram (kg) masyarakat di Kabupaten Bima dan Kota Bima tetap terpenuhi. Penambahan pasokan dilakukan menyusul meningkatnya permintaan LPG, terutama selama musim panen.
Pertamina telah melakukan pemantauan bersama agen di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Belo, Woha, Monta, Palibelo, Asakota, dan Rasanae Barat. Dari hasil pengecekan di tujuh pangkalan, ditemukan kekosongan stok karena seluruh alokasi harian telah terserap masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan realisasi penyaluran LPG 3 kg di Kabupaten Bima dan Kota Bima telah mencapai 100 persen dari alokasi yang ditetapkan.
Rata-rata penyaluran harian mencapai sekitar 3.920 tabung untuk Kota Bima dan 8.820 tabung untuk Kabupaten Bima.
“Kami memahami meningkatnya kebutuhan LPG 3 kg di Kabupaten dan Kota Bima, terutama pada musim panen. Untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, Pertamina Patra Niaga telah menambah penyaluran melalui mekanisme extra dropping di wilayah yang mengalami lonjakan permintaan,” ujar Ahad, Jumat (17/7/2026).
Penambahan pasokan dilakukan secara terukur berdasarkan hasil pemantauan di lapangan. Bahkan, penyaluran tambahan dapat mencapai 100 persen dari alokasi harian di wilayah yang mengalami peningkatan permintaan.
Pertamina juga memperkuat pengawasan distribusi LPG subsidi melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bima, Pemerintah Kota Bima, aparat penegak hukum, dan instansi terkait.
Selain itu, penyegaran kembali (refreshment) kepada agen dan pangkalan dilakukan untuk memastikan pencatatan serta distribusi LPG 3 kg berjalan sesuai ketentuan.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah. Masyarakat yang menemukan dugaan penyalahgunaan distribusi atau mengalami kendala memperoleh LPG subsidi dapat melapor melalui Pertamina Call Center 135.(bul)






