HomeBlogDBHCHT Fokus untuk Kesejahteraan Petani Tembakau

DBHCHT Fokus untuk Kesejahteraan Petani Tembakau

Mataram ( EKBIS NTB) – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Pemprov NTB Rp32 miliar difokuskan untuk kesejahteraan petani di NTB, khususnya petani tembakau. Anggaran sejumlah tersebut dialokasikan untuk bantuan pemberian pupuk, cangkang sawit, dan bantuan pupuk NPK.


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, mengatakan khusus untuk DBHCHT, memang difokuskan untuk petani-petani tembakau.

- Advertisement -

Bantuan untuk petani tembakau ini tidak hanya lewat DBHCHT provinsi, tetapi juga kabupaten/kota.


“Mereka juga dapat, tapi porsinya engga banyak. Makanya Lombok Tengah, Lombok Timur akan memberikan anggaran yang lebih besar karena di situ tempat banyak petani tembakau,” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.


Ia menegaskan, bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai kepada petani, melainkan dalam bentuk barang yang mendukung kegiatan budidaya.


Menyinggung soal rincian pembagian anggaran DBHCHT secara keseluruhan, Mirza mengaku tidak mengetahui pasti.


“Kalau terkait porsi DBHCHT secara utuh dan pembagiannya, silakan ke Sekber di Biro Ekonomi karena mereka yang mengelola datanya,” katanya.


Mengenai jumlah petani penerima manfaat DBHCHT, ia mengatakan penerima bantuan mencapai lebih dari seribu petani. Namun, ia mengakui tidak mengingat angka pasti.

Ia menjelaskan, penerima bantuan merupakan petani tembakau yang terdata dalam kelompok tani berdasarkan usulan dari pemerintah kabupaten.


“Data penerima berasal dari kabupaten. Yang mendapatkan bantuan adalah petani yang memang terdata sebagai penanam tembakau melalui kelompok tani,” lanjutnya.


Ia menambahkan, pada tahun 2027 nanti, porsi DBHCHT dipastikan tetap akan lebih besar ke petani, khususnya petani tembakau. “Ke depan arahnya tetap sama, yaitu memberikan porsi terbesar kepada petani. Semua masukan akan kami rumuskan bersama agar pemanfaatannya semakin tepat sasaran,” ungkapnya.


Tahun 2025 lalu, produksi padi di NTB mencapai 86 ribu ton. 21 ribu ton merupakan tembakau rakyat, sisanya merupakan tembakau virginia. Target produksi tembakau tahun ini, ungkap Lalu Mirza sama dengan tahun lalu karena saat ini pemerintah pusat tengah fokus menanam padi.


Di tengah dinamika swasembada pangan yang fokus menanam padi, Mirza menilai tidak terlalu mempengaruhi kondisi petani tembakau.

Hal tersebut didukung oleh beberapa harga sejumlah komoditas pertanian lain yang mengalami kenaikan. Misalnya saja, harga komoditas jagung saat ini memiliki harga cukup baik sehingga dapat menjadi penyeimbang ketika harga komoditas lain mengalami tekanan.


“Iya, karena komoditi yang lain kan bagus ini. Jagung juga bagus sekarang kan. Artinya ada komoditi yang lain yang jadi penyeimbang,” pungkasnya. (era)

Artikel Yang Relevan

IKLAN




Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut