Taliwang (ekbisntb.com) – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), siap memfasilitasi berbagai kegiatan usaha yang dapat dijalankan oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada tahap awal operasional. Upaya tersebut dilakukan agar koperasi yang telah terbentuk bisa segera menjalankan aktivitas usaha meski masih menghadapi keterbatasan modal.
Kepala Dinas Koperindag KSB, Suryaman mengatakan, pihaknya saat ini fokus melakukan pembinaan kelembagaan sekaligus membuka akses kemitraan bagi KDKMP dengan berbagai pihak. Menurutnya, setelah bangunan koperasi diserahkan kepada pengurus, pemerintah daerah tetap akan melakukan intervensi dan pendampingan, agar koperasi dapat segera bergerak menjalankan usaha.
Salah satu langkah yang sedang dilakukan yakni memfasilitasi kerja sama antara KDKMP dengan Perum Bulog. Koperindag KSB mencoba membuka peluang, agar gerai-gerai koperasi tersebut dapat mulai menjual beras SPHP dan Minyakita.
“Kami coba fasilitasi ke Bulog. Saya minta Kabid Koperasi koordinasikan apakah beras SPHP dan Minyakita bisa mulai diisi di gerai KDMP. Karena sementara ini mereka belum punya modal usaha sendiri, jadi kami dorong model kerja sama seperti sistem titip barang dari Bulog,” kata Suryaman, Selasa (19/5).
Selain itu, pihaknya juga mulai menghubungkan beberapa KDKMP dengan lembaga perbankan. Bentuk kerja sama yang didorong di antaranya menjadikan KDKMP sebagai agen layanan perbankan seperti BRILink, agar koperasi memiliki aktivitas usaha sejak awal berdiri.
“Belum semua koperasi, baru beberapa. Kami arahkan ada kerja sama kemitraan dengan bank misalnya menjadi agen BRILink atau bentuk usaha lainnya supaya di awal sudah ada aktivitas,” katanya.
Tidak hanya itu, Koperindag KSB juga telah berkomunikasi dengan Pertamina terkait peluang KDKMP mengelola usaha penjualan gas elpiji 3 kilogram. Namun hingga kini, Pertamina disebut belum memiliki aturan dari pemerintah pusat terkait keterhubungan usaha pangkalan gas dengan KDKMP.
Suryaman menyebut, usaha pangkalan gas elpiji 3 kilogram saat ini masih menjadi mata pencaharian masyarakat, sehingga pengaturannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. “Pertamina menyampaikan belum ada arahan dari pusat untuk terkoneksi dengan KDKMP. Karena ini menyangkut usaha masyarakat yang sudah berjalan,” paparnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan sumber daya manusia untuk memperkuat operasional KDKMP. Sebanyak 135 tenaga PPPK disebut sedang diproses melalui BKPSDM KSB dan nantinya akan ditempatkan di 65 KDKMP yang tersebar di KSB.
“Kurang lebih dua orang PPPK untuk tiap KDMP sedang digodok di BKPSDM. Selain itu ada juga tenaga rekrutan dari pusat seperti Business Assistant dan PMO yang akan mendampingi operasional koperasi,” ungkapnya.
Suryaman menegaskan, pemerintah daerah siap melakukan pembinaan secara berkelanjutan, agar KDKMP di Kabupaten Sumbawa Barat dapat berkembang dan mulai beroperasi secara optimal. “Intinya kami siap bina kalau sudah mulai beroperasi,” tandasnya.(bug)






