Mataram (Ekbis NTB) – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN EPI bersama anak perusahaannya, PT Pelayaran Bahtera Adiguna, menggelar pelatihan pengembangan dan pendampingan pengolahan sampah terpadu di Kawasan Wisata Pantai Viral Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (12/5/2026).

Manajer Komunikasi Korporat dan TJSL PLN EPI, Dita Artsana, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat dalam melihat sampah. Jika sebelumnya sampah dianggap sebagai limbah yang memenuhi Tempat Pembuangan Sementara (TPS), kini warga diajarkan untuk memilah dan mengolahnya menjadi sumber pendapatan baru.
“Tujuan utamanya adalah mengubah paradigma bahwa sampah bukan sekadar limbah, tapi bisa bernilai ekonomi jika dikelola dengan benar,” ujar Dita saat memberikan keterangan usai pembukaan acara.
Edukasi Pemilahan dan Nilai Ekonomi
Dalam pelatihan ini, sebanyak 45 peserta yang terdiri dari warga di sekitar kawasan PLTMGU Lombok Peaker dan pengelola wisata diberikan edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik secara sistematis.
- Sampah Organik: Akan diarahkan untuk pengolahan pupuk serta pengembangan budidaya maggot.
- Sampah Non-Organik: Seperti plastik dan botol bekas, didorong untuk dikelola melalui Bank Sampah agar dapat dijual kembali.
Dita menambahkan bahwa pengelolaan ini diharapkan dapat mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Pendapatan warga bisa bertambah dari hasil penjualan sampah yang telah dipilah, sekaligus menjaga kawasan wisata tetap bersih dan indah,” tambahnya.
Dukungan Infrastruktur dan Kelembagaan
Selain pemberian materi, PLN EPI juga memberikan dukungan nyata berupa penyediaan sarana dan prasarana pendukung, seperti tempat sampah tiga pilah di titik-titik strategis kawasan pantai. Tidak hanya itu, penguatan kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga menjadi fokus utama agar program ini dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.
Kawasan Bagik Kembar yang juga populer dengan sebutan Pantai Viral, diharapkan dapat menjadi percontohan destinasi wisata zero waste di NTB. Dengan lingkungan yang terkelola dengan baik, kunjungan wisatawan diprediksi akan meningkat, yang pada gilirannya akan mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Mataram, serta perwakilan dari PLN Group yang ada di wilayah NTB. (fan)






