Wednesday, April 15, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaMGPA Kirim Dua Wakilnya di Ajang ARRC 2026

MGPA Kirim Dua Wakilnya di Ajang ARRC 2026

Praya (ekbisntb.com) – Meski tidak lagi menjadi penyelenggara ajang Asia Road Race Championship (ARRC) mulai tahun 2026 ini, Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) selaku pengelola Sirkuit Internasional Mandalika tetap ikut berpartisipasi di ajang balap roda dua paling bergengsi di kawasan Asia tersebut. MGPA mengirim dua wakilnya yakni Eddy Saputra dan Awallutfi Andhika Putra untuk bertugas mengawal ajang balap tersebut.

Eddy Saputra yang merupakan Board of Advisor MGPA ditunjuk FIM sebagai Race Director Permanen ajang ARRC 2026. Sementara Awallutfi Andhika Putra (Track, Race Electronic, and Motorsport Manager MGPA) dipercaya sebagai International Jury Member di ajang yang sama. “Keduanya sudah mulai bertugas di ARRC seri Malaysia,” sebut Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, dalam keterangannya kepada Suara NTB, Selasa (14/4).

- Iklan -

Penunjukan tersebut bukanlah sekadar pencapaian personal. Melainkan juga penegasan bahwa sumber daya manusia (SDM) Indonesia kini sudah pengakuan dan tempat dalam sistem pengelolaan balap internasional. Dan, tugas yang diembannya pun tidak main-main. Sebagai Race Director permanen di FIM ARRC 2026, Eddy Saputra bertugas memegang kendali utama perlombaan.

Sebuah peran tertinggi di dalam ruang race control yang menuntut ketegasan, kecepatan berpikir, ketelitian tinggi dan keberanian untuk membuat berbagai keputusan dengan bijak. “Dari ruang Race Control, setiap detik jalannya balapan berada dalam pengawasannya. Ia menjadi figur utama yang menentukan kapan balapan dimulai, dihentikan, dilanjutkan atau memberikan sanksi dan sekaligus memastikan seluruh proses berlangsung sesuai regulasi yang ditetapkan FIM,” imbuhnya.

Dalam dinamika balapan yang penuh ketidakpastian, Race Director dituntut mampu membaca situasi secara komprehensif. Ketika insiden terjadi di lintasan, keputusan harus diambil dalam waktu singkat dengan tegas dan bijak. Namun tetap berlandaskan aturan regulasi FIM. Koordinasi dengan berbagai perangkat balap, mulai dari marshal, steward hingga Clerk of the Course, menjadi bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab seorang race director.

“Eddy Saputra merupakan pemegang Super Licence FIM dan dinilai memiliki kapasitas tersebut untuk memimpin balapan di level Asia,” ujar Priandhi.

Adapun M. Awallutfi Andhika Putra yang juga pemegang Super Licence FIM, akan bertugas sebagai pengawas sekaligus pengambil keputusan tertinggi dalam aspek yudisial balapan. Penunjukan ini sejalan dengan arah kebijakan Jury President FIM yang mendorong kehadiran figur-figur muda dalam struktur jury member, untuk menghadirkan perspektif baru dengan tetap menjunjung tinggi profesionalisme.

“Peran Eddy Saputra dan M. Awallutfi Andhika Putra bukan hanya tentang jabatan di dunia motorsport, melainkan juga tentang passion serta kepercayaan dari promotor dan FIM. Bahwa Indonesia mampu menghadirkan tenang professional dan berintegritas dalam menjaga standar balap internasional, sesuai regulasi FIM,” tandasnya. (kir)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut