Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram mengungkapkan sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional mengalami kenaikan selama bulan suci Ramadan. Komoditas yang terdampak antara lain cabai rawit, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam ras.
Menyikapi kondisi tersebut, Disdag Kota Mataram segera mengambil langkah cepat untuk menstabilkan harga pasar. Koordinasi dengan para distributor diperkuat guna mengintervensi pasar agar kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat.
Selain itu, Disdag juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli barang secara berlebihan. Imbauan ini disampaikan untuk menjaga kestabilan pasokan bahan pokok di pasar tradisional selama Ramadan.
Kepala Disdag Kota Mataram, Irwan Harimansyah, mengatakan masyarakat sebaiknya berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak terpancing situasi kenaikan harga.
“Kenaikan harga beberapa bahan pokok yang terjadi saat ini masih fluktuatif. Kami harap masyarakat tetap tenang dan tidak berbelanja secara berlebihan,” ujarnya, pekan kemarin.
Ia menjelaskan, dari sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan, cabai rawit menjadi yang paling mencolok. Harga cabai rawit di pasar tradisional Kota Mataram kini mencapai Rp100.000 lebih per kilogram.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lonjakan harga cabai tersebut terjadi pada Sabtu (21/2/2026). Kenaikan signifikan ini dipicu tingginya permintaan masyarakat yang tidak diimbangi dengan ketersediaan stok di dalam Kota Mataram.
“Kalau stok sebenarnya ada, tetapi bukan di Kota Mataram, melainkan di daerah penyangga seperti Lombok Barat dan Lombok Timur,” jelasnya.
Untuk menutupi kekurangan pasokan tersebut, Pemerintah Kota Mataram berencana mendatangkan tambahan cabai dari daerah penghasil, termasuk dari luar daerah seperti Pulau Bali dan Jawa.
Selain cabai, harga daging sapi juga mengalami kenaikan menjadi Rp145.000–Rp150.000 per kilogram dari sebelumnya Rp125.000–Rp135.000 per kilogram. Harga daging ayam naik menjadi Rp42.000–Rp44.000 per kilogram dari harga normal Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras naik dari Rp58.000 menjadi Rp60.000 per tray.
“Meski terjadi kenaikan, kami harap masyarakat tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih signifikan, Disdag Kota Mataram telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Bulog, Bank Indonesia (BI), distributor, serta Satgas Pangan guna memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Kota Mataram juga menyiapkan pasar rakyat atau pasar murah serta Gerakan Pangan Murah (GPM). Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24–26 Februari 2026 guna membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga di bawah harga pasar. (pan)






