26.5 C
Mataram
BerandaBerandaStrategis, Peran Media Massa Jaga Kamtibmas di NTB

Strategis, Peran Media Massa Jaga Kamtibmas di NTB

Lombok (ekbisntb.com) –

Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Bersama Forum Wartawan Pemprov NTB menggelar Workshop bertajuk “Antisipasi Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) perayaan Natal dan Tahun Baru’’ di Puri Saron Hotel Kabupaten Lombok Barat, Selasa (23/12/2025).  Kegiatan ini merupakan bagian dari Rapat Kerja Forum Wartawan Pemprov NTB (ForwanPro) NTB tahun 2025.

Hadir pada workshop ini, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) NTB Amirudin, Kepala Bidang Ketahanan Ekososbud, Agama dan Ormas Bakesbangpoldagri NTB Jauhari Muslim, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB Safrudin, SH., MH., Kasubdit III Dit Intelkam Polda NTB Kompol Setia Wijatono, SH., MH., Humas Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) H. Rahman Hakim.

Dalam penyampaiannya, Kepala BINDA NTB Amirudin mengakui media massa memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Bahkan, media sebagai penentu utama narasi publik yang berdampak langsung pada stabilitas daerah dan citra NTB secara nasional. Baginya, menciptakan stabilitas daerah dan citra NTB  bukan hanya saat Nataru, tapi menyangkut masa depan NTB.

Untuk itu, momentum Nataru menjadi pintu masuk mobilisasi orang ke NTB, sekaligus kepentingan nasional untuk menciptakan situasi yang kondusif. Sebagai daerah tujuan wisata dengan keragaman sosial, budaya, dan agama, ujarnya, NTB memiliki modal besar untuk menarik kunjungan masyarakat, termasuk wisatawan nusantara. Namun, daya tarik itu sangat bergantung pada narasi yang dibangun di ruang publik.

“Untuk menarik orang datang ke NTB, narasi positif tentang situasi daerah menjadi kunci. Di sinilah peran rekan-rekan media sangat menentukan,” ujarnya mengingatkan.

Media, tambahnya, tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga opinion leader dan penjaga kualitas informasi di tengah banjir arus digital. Menurutnya, derasnya informasi di media sosial berpotensi memunculkan kabar tidak terverifikasi yang bisa memicu keresahan. Untuk itu, pilihan masyarakat akhirnya kembali ke media arus utama. Media yang menyajikan fakta, kondisi riil di lapangan, dan informasi yang dapat dipercaya.

Waspada Cuaca Ekstrem

Kepala BINDA juga menekankan peran media sebagai sarana peringatan dini, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang dinamis menjelang akhir tahun. Media diharapkan aktif mengedukasi dan memperingatkan masyarakat terkait potensi kerawanan, baik bencana alam maupun gangguan kamtibmas.

Diakuinya, perubahan cuaca sangat cepat. Peran media dalam menyampaikan peringatan dini menjadi sangat penting untuk keselamatan masyarakat. Di sinilah media berperan memberitakan mengenai kondisi cuaca, sehingga mayarakat mengetahui cuaca di satu wilayah dan bisa lebih waspada saat bepergian.

Pada bagian lain, Amiruddin menegaskan pertemuan dengan insan pers bukan untuk mengintervensi kerja jurnalistik, melainkan sebagai forum berbagi informasi dan menyamakan visi dalam menjaga stabilitas daerah. Diakuinya, media adalah salah satu pilar penting pembangunan NTB. ‘’Kami ingin membangun kolaborasi, bukan mengendalikan,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan media dapat menjaga NTB tetap aman, kondusif, dan menarik selama libur panjang Nataru.

Hal senada disampaikan  Kepala Bidang Ketahanan Ekososbud, Agama dan Ormas Bakesbangpoldagri NTB Jauhari Muslim. Peran media sangat penting dalam membantu memberikan informasi, terutama saat Nataru sekarang ini.

Adanya berita atau informasi yang diberikan media, ujarnya, masyarakat bisa mengetahui dan mempersiapkan diri ketika bepergian ke satu objek wisata, sehingga meminimalisir kemungkinan jatuhnya korban.

Selain itu, pihaknya juga siap bersinergi dengan media, organisasi kemasyarakatan dalam menggelar diskusi atau workshop. Bagi pihaknya, diskusi dan workshop mengenai persoalan yang terjadi atau cara mengantisipasi persoalan di masyarakat sangat penting. Terutama dalam memberi pemahaman kepada masyarakat.

Untuk itu, pihaknya pada tahun 2026, tetap terbuka membuka diri bersama insan media menggelar workshop atau diskusi, sehingga melalui pemberitaan, masyarakat bisa tercerahkan dengan informasi yang benar, khususnya saat berita yang tidak benar banyak merebak.

Begitu juga dengan Kasubdit III Dit Intelkam Polda NTB Kompol Setia Wijatono, SH., MH. Menurutnya, banyak hal yang harus diantisipasi oleh aparat keamanan, terutama berkaitan dengan isu atau peristiwa yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Mantan Kapolsek Narmada ini, mencontohkan kasus politik hingga kasus yang melibatkan anggota DPRD NTB dan lainnya. (ham)

Artikel Yang Relevan

IKLAN



Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut