HomeBisnisTarif Hotel Mahal Jelang MotoGP, Pemprov NTB Minta Pengelola Jangan “Aji Mumpung”

Tarif Hotel Mahal Jelang MotoGP, Pemprov NTB Minta Pengelola Jangan “Aji Mumpung”

Lombok (ekbisntb.com) – Asisten II Setda Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si meminta kepada seluruh pihak perhotelan untuk tidak memanfaatkan momen MotoGP ini sebagai ajang untuk memperoleh keuntungan.

Menurutnya, sebagai daerah penyelenggara, harusnya seluruh pihak, termasuk perhotelan agar bisa bekerja sama untuk menciptakan kesan baik wisatawan terhadap daerah, salah satunya adalah dengan menyiapkan akomodasi yang sesuai, baik fasilitas maupun harga.

“Kita jangan sampai mengambil keuntungan dalam situasi yang seperti ini. Ini bukan hanya event satu kali, ini event tahunan, kesannya jangan sampai kita aji mumpung,” ujarnya, Senin, 9 September 2024.

Gani memaklumi bahwa memang saat ini permintaan terhadap perhotelan sangat tinggi, khususnya di kawasan Mandalika. Meski demikian, harusnya pihak hotel tidak boleh menaikkan harga kamar hotel lebih dari ketentuan Pergub.

Karena permintaan hotel di kawasan Mandalika kian tinggi, menurut Gani harusnya pihak perhotelan dapat melimpahkan para penonton MotoGP ini untuk menginap di zona 1, 2, dan 3, yaitu Kota Mataram, Lobar, KLU, dan Lotim.

“Kita berharap ketika ring area penuh maka limpahannya akan ke ring dua, ring dua penuh, pindah ring tiga, itu yang harganya jangan sampai melonjak,” lanjutnya.

Sebelumnya, MotoGP Mandalika banjir kritik akibat mahalnya akomodasi hotel di kawasan ini. Kritik bermunculan dari penonton domestik yang ingin datang ke Mandalika untuk menyaksikan langsung perhelatan motor ini.

Salah satu kritik berasal dari pembawa acara MotoGP trans 7, Lucy Wiryono, dalam cuitannya, ia menyayangkan sikap pihak hotel yang tidak menyetujui pesanannya, dan tiba-tiba menaikkan harga hotel.

Cuitan Lucy ini mengundang reaksi setuju dari netizen, dan sama-sama memilih untuk lebih baik nonton MotoGP di Sepang, Malaysia, ketimbang di Mandalika.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaludin Malady S.Sos., M.T., meminta bagi para penonton, baik domestik maupun mancanegara, agar jangan membeli hotel di kawasan Mandalika. Hal ini karena hotel di kawasan tersebut sudah di booking seluruhnya oleh para riders atau pembalap MotoGP.

Pembalap ini diketahui tidak hanya membawa dirinya sendiri, melainkan mereka membawa keluarga dan sebagainya, sehingga menurut Jamal, dua orang pembalap saja bisa memenuhi satu hotel.

“Kalau mesan kamar di Mandalika memang sudah habis karena kesediaan kamar hotel di Mandalika engga banyak, itu habis dikontrak oleh Dorna, belum lagi pembalap. Satu pembalap menurut ketua Asosiasi Hotel Mandalika, itu satu hotel bisa dua pembapal, full langsung kamarnya,” jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa pembalap MotoGP ini full stay di Mandalika selama delapan hari, Jamal menuturkan bahwa satu pembalap membawa 50 sampai 60 tim, sehingga kamar hotel di kawasan ini telah habis terjual. Oleh karenanya, ia meminta kepada penonton MotoGP untuk tidak memesan hotel di Mandalika, tetapi di zona lain yang dekat dengan kawasan ini.

“Makanya yang rebut di media sosial, jangan menginap di Mandalika, biarkan saja pembalap, kru, keluarga pembalap di Mandalika, tapi di Mataram, masih banyak yang kosong,” pungkasnya. (era)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut