Wednesday, April 29, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaJembatan Putus di Bakong Gerung-Lembar Hambat Konektivitas Antarwilayah

Jembatan Putus di Bakong Gerung-Lembar Hambat Konektivitas Antarwilayah

Giri Menang (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB didesak menangani jembatan Bakong Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang menghubungkan dengan wilayah Lembar, Lombok Barat. Setahun lebih jembatan yang menjadi kewenangan provinsi itu putus akibat bencana, mengakibatkan konektivitas terganggu hingga memicu kerusakan jalan kabupaten yang ada di wilayah setempat.

Pantauan media, kondisi jalan di Desa Kebon Ayu bergelombang. Di banyak titik, jalan yang dibangun beberapa tahun lalu tersebut rusak, berlubang. Bahkan di depan sebuah sekolah, jalan berlubang sehingga memicu keluhan warga. Di titik tersebut sudah ditangani (digali) tetapi belum memadai sehingga akan ditangani lebih lanjut.

- Iklan -

Jalan itu dulunya mulus. Namun, semenjak Jembatan itu putus, arus transportasi baik pengendara maupun kendaraan truk semen dialihkan melalui jalan tersebut. Dampaknya, kondisi jalan kian lama semakin menurun. Aspal jalan bergelombang dan banyak yang rusak akibat dilalui truk bermuatan melebihi tonase.

Kepala Desa Kebon Ayu, Kasim mengatakan terkait penanganan jembatan itu sudah dikonsultasikan ke pemerintah pusat. Namun, belum ada kepastian penanganan.

“Katanya perencanaan sudah matang, sudah diperiksa tim, tapi pelaksanaan tahun ini katanya. Kami sangat berharap (segera ditangani), karena kita yang sakit jadinya ini,” tegasnya, Selasa (28/4/2026).

Di satu sisi, pihaknya serba salah dalam menyikapi kendaraan truk yang melewati jalur tersebut. Sebab pihaknya tidak bisa begitu saja melarang truk melewati jalur itu, sementara dampaknya terhadap jalan itu menjadi rusak. Terlebih truk semen misalnya, tidak ada jalur lain untuk melintas.

Namun, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak perusahaan yang melintasi jalan itu, agar titik yang rusak diperbaiki. Respons pihak perusahaan pun mau memperbaiki titik jalan yang rusak.

Sejauh ini di depan sekolah telah digali, tetapi belum ada pekerja karena alasan masih kesibukan lain. “Sudah digali, cuma belum maksimal karena harus banyak digali supaya bagus sekalian, itu kata pihak perusahaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Lobar, Nanda Kurniawan, ST.,MT., menyampaikan harapannya pada Pemprov agar segera menangani jembatan yang menjadi kewenangannya tersebut. “Harapan kami dari provinsi (Pemprov) lebih responsif terkait kerusakan (jembatan Bakong putus) yang menjadi kewenangannya,” harap Nanda, Selasa (28/4/2024).

Pasalnya, dampak putusnya jembatan itu menggangu koneksitas di jalur antar wilayah sehingga menyebabkan beban lalu lintas yang cukup tinggi di jalur-jalur alternatif. Sementara dari sisi beban tonase jalan Kabupaten berbeda dengan jalan provinsi. Di mana tonase jalan Kabupaten sendri 5-8 ton, sedangkan jalan provinsi 10 ton.

Akibat tonase kendaraan melebihi dari standar beban jalan kabupaten, menyebabkan potensi kerusakan jalan akan menjadi lebih parah. “Untuk itu sekali lagi kami berharap pada teman-teman provinsi, dapat menangani segera mungkin, karena ini terkait aksesibilitas khususnya masyarakat sekitar ke fasilitas-fasilitas publik lainnya,” tegasnya.

Dengan kondisi ini otomatis akses warga ke pasar, sekolah dan fasilitas kesehatan menjadi terganggu. Dikatakan mantan Sekban Bappeda itu, bahwa ketika penanganan jembatan putus itu dianggap prioritas maka provinsi harusnya membuat indikator. Menurutnya jembatan ini memiliki tingkat urgensi yang tinggi, sehingga harus segera ditangani.

“Makanya harapan kami ke provinsi kalau itu dianggap suatu yang prioritas maka harus segera ditangani, terlebih imbasnya jalan Kabupaten di daerah itu. Dengan jembatan itu ditangani maka arus transportasi bisa diurai sehingga beban jalan bisa terbagi dan terurai,” ujarnya. (her)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut