HomeADVERTORIALSentra Industri Porang Lotim Setop Produksi, Ekspor Perdana ke China Tertahan Izin...

Sentra Industri Porang Lotim Setop Produksi, Ekspor Perdana ke China Tertahan Izin Karantina

Selong (EKBIS NTB) – Aktivitas produksi di sentra olahan umbi porang milik Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini terpaksa dihentikan sementara. Hal ini akibat keterbatasan bahan baku yang belum siap panen di semua daerah. Rencana ekspor perdana ke China juga masih tertahan izin Karantina.


Hal ini dipaparkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian Lotim, Lalu Alwan Wijaya, saat dikonfirmasi media di Selong, Kamis (23/7/2026). Dia mengonfirmasi bahwa penghentian ini disebabkan oleh menipisnya pasokan bahan baku umbi porang di tingkat petani.


“Kami sudah tidak lagi berproduksi di sentra karena bahan baku sudah habis. Untuk menyalakan mesin produksi, kami membutuhkan minimal 80 ton Porang per hari agar efisien. Saat ini, pengumpulan bahan baku memakan waktu lama, sehingga untuk sementara produksi tidak bisa berkelanjutan,” jelas Alwan.

- Advertisement -


Meski produksi terhenti, Alwan memastikan bahwa stok produk hasil olahan berupa chip (irisan umbi porang kering) masih tersedia. Dari total 2.000 ton ubi yang telah diproses, sentra telah menghasilkan 88 ton chip. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92 ton chip masih tersimpan dan siap dikirim.


Yang paling dinantikan adalah rencana ekspor perdana komoditas ini ke China. Alwan menyebutkan, saat ini ada empat kontainer chip Porang yang sudah benar-benar siap untuk diluncurkan (launching) sebagai ekspor perdana.


“Empat kontainer ini sudah siap ekspor. Kami hanya tinggal menunggu izin dari Balai Karantina Pusat. Dokumen-dokumen administratif, termasuk izin karantina tumbuhan, Amdal, dan barcode sudah selesai kami upload (unggah). Sekarang tinggal menunggu persetujuan dari pusat, mudah-mudahan minggu ini bisa keluar,” ungkapnya.


Proses perizinan ini menjadi syarat mutlak karena komoditas ubi termasuk dalam kategori umbi-umbian yang menjadi ranah pengawasan Badan Karantina Tumbuhan dan Hewan.


Masyarakat dan pelaku industri harus bersabar menunggu produksi kembali bergulir. Alwan menegaskan bahwa sentra olahan baru akan beroperasi lagi pada tahun depan, menyesuaikan masa panen berikutnya.


“Operasi pasti tahun depan, menunggu panen. Karena kondisi di lapangan saat ini sudah tidak ada lagi lahan yang berpotensi panen. Jika bahan baku kurang dari 80 ton, secara efisiensi biaya produksi tidak sebanding, jadi lebih baik kita tunggu tahun depan,” tegasnya.


Untuk menyambut produksi tahun depan, Pemerintah Kabupaten Lotim saat ini tengah melakukan pemetaan lahan. Dari sekitar 350 hektar lahan yang tersedia, pihaknya masih melakukan survei untuk menentukan lokasi tanam dan menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang bersedia menanam.

Proses penanaman direncanakan mulai bulan Agustus hingga Desember 2026 mendatang. Sehingga untuk panen dimungkinkan tahun depan. (rus)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut