HomeBERANDA8.782 Kepala Keluarga Berpotensi Terdampak Kekeringan

8.782 Kepala Keluarga Berpotensi Terdampak Kekeringan


Sumbawa Besar ( EKBIS NTB)-
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, mencatat sekitar 8.782 kepala keluarga (KK) atau 34.807 jiwa berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau periode bulan Juli-September.

Berdasarkan data sekitar 37 desa telah melapor mengalami kekeringan.


“Sudah ada 37 desa yang melaporkan terdampak kekeringan. Dari jumlah tersebut sudah ada beberapa desa yang sudah mulai dilakukan pendistribusian air bersih menggunakan anggaran darurat,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto, kepada Suara NTB, Kamis (23/7).

- Advertisement -


Pihaknya juga terus melakukan pemantauan beberapa wilayah yang selama ini masuk kategori rawan kekeringan. Hal itu dilakukan sebagai upaya mitigasi ketika daerah rawan mulai terdampak kekeringan.


Ia mengimbau kepada pemerintah kecamatan untuk segera menyampaikan surat permohonan kepada Bupati dengan tembusan kepala BPBD tentang kondisi daerah yang mengalami atau terdampak kekeringan.

Surat itu harus dilengkapi laporan mengenai kondisi di lapangan sebagai dasar penanganan dan penyaluran bantuan air bersih.


Menurut Anto, kekeringan umumnya terjadi di desa-desa kawasan pesisir, terutama di wilayah utara.

Kondisi serupa juga hampir setiap tahun dialami Kecamatan Lape, khususnya Desa Hijrah, Moyo Utara desa Kukin termasuk wilayah dataran tinggi, seperti Kecamatan Lantung.


“Setiap tahun puncak musim kemarau di diperkirakan berlangsung Agustus hingga September.

Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, untuk memantau penurunan debit air sumur warga,” tambahnya.


Sebagai langkah antisipasi lanjut Anto, pihaknya menyiapkan tiga unit truk tangki yang siap mendistribusikan air ke daerah terdampak. Jika kekeringan meluas, maka pihaknya juga akan meminta dukungan armada tangki air dari Polres Sumbawa dan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Karena kekeringan merupakan bencana tahunan,kami juga telah mengusulkan pembangunan sumur bor di desa-desa rawan kekeringan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai solusi jangka panjang,” ujarnya. (ils)


Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut