HomeBERANDABACA INI: Posisi Duduk Pembonceng Ternyata Menentukan Keselamatan di Jalan

BACA INI: Posisi Duduk Pembonceng Ternyata Menentukan Keselamatan di Jalan

Mataram (Ekbis NTB) – Berboncengan naik sepeda motor adalah pemandangan harian di masyarakat, mulai dari mengantar anak sekolah, berangkat kerja, hingga Bepergian bersama keluarga. Sayangnya, masih banyak yang belum menyadari bahwa keselamatan berboncengan tak cuma di tangan pengemudi, tetapi juga sangat ditentukan oleh posisi dan jumlah penumpang.

Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menegaskan bahwa sepeda motor dirancang khusus untuk maksimal dua orang: satu pengendara dan satu pembonceng.

“Setiap sepeda motor dirancang dengan batas kapasitas tertentu. Ketika membawa penumpang lebih dari satu orang atau posisi pembonceng tidak pas, pengendalian motor jadi jauh lebih sulit—terutama saat mengerem, menikung, atau menghindari bahaya mendadak,” ujar Satria.

- Advertisement -

Bahaya Bonceng Tiga dan Duduk di Dek Motor

Satria menyoroti kebiasaan berboncengan tiga orang (bonceng tiga) atau menempatkan penumpang—terutama anak-anak—di dek/kolong motor matik. Kebiasaan ini masih sering diwajarkan dengan alasan jarak dekat.

Padahal selain melanggar aturan lalu lintas, memaksakan beban berlebih dapat:

  • Membatasi ruang gerak pengendara.
  • Memperpanjang jarak pengereman.
  • Merusak stabilitas dan keseimbangan kendaraan.

“Pembonceng harus duduk di jok belakang sesuai desain pabrikan. Jangan memaksakan diri bonceng tiga atau menaruh penumpang di dek motor hanya karena jaraknya dekat. Posisi di dek itu sangat berisiko tinggi saat terjadi pengereman mendadak,” tegasnya.

Panduan Berboncengan Aman ala #Cari_Aman

Melalui kampanye #Cari_Aman, Astra Motor NTB membagikan panduan berboncengan yang aman dan nyaman:

  1. Gunakan APD Lengkap: Pengendara dan pembonceng wajib memakai helm berstandar SNI (terpasang klik), jaket, celana panjang, dan sepatu.
  2. Posisi Duduk Pembonceng:
    • Naik dan turun hanya setelah pengendara siap.
    • Duduk tegak menghadap ke depan.
    • Kedua kaki berada di footstep (pijakan kaki).
    • Memegang pinggang pengendara atau grab rail (behel belakang).
    • Saat menikung, ikuti arah kemiringan motor dan hindari gerakan mendadak.
  3. Penyesuaian Gaya Berkendara:
    • Pengendara harus membawa motor lebih halus (akselerasi dan pengereman tidak mendadak).
    • Kurangi kecepatan dan jaga jarak aman, mengingat beban bertambah membuat pengereman butuh jarak lebih panjang.

“Perjalanan yang aman dimulai dari keputusan yang benar sebelum berkendara. Pakai motor sesuai kapasitasnya, pastikan pembonceng di posisi yang tepat, dan selalu utamakan keselamatan,” tutup Satria. (r/fan)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut