HomeBERANDAProgram KSP, Pemkab Sumbawa Gelontorkan Anggaran Rp7,5 Miliar

Program KSP, Pemkab Sumbawa Gelontorkan Anggaran Rp7,5 Miliar

Sumbawa Besar ( EKBIS NTB)– Pemkab Sumbawa kembali melanjutkan program Kartu Sumbawa Pintar (KSP) setelah berjalan sejak tahun 2024. Khusus di tahun 2026, program ini menyasar 459 mahasiswa dengan nilai anggaran sebesar Rp7,5 miliar.


“Di tahun 2024, beasiswa tersebut disalurkan kepada 591 mahasiswa sebesar Rp9.109.585.000. Tahun 2025 meningkat menjadi 679 mahasiswa dengan anggaran sebesar Rp17.394.125.000 dan 2026 sebanyak 459 dengan total anggaran Rp7,5 miliar,” kata Kabag Kesra Setda Kabupaten Sumbawa, Arif Alamsyah, Senin (20/7)
Ia melanjutkan, di tahun 2025 anggaran sebesar Rp17 miliar tersebut, juga mencakup kerja sama dengan Universitas Mataram (Unram) bagi 15 mahasiswa. Terdiri dari 10 mahasiswa program kedokteran dan lima mahasiswa program farmasi, dengan pembiayaan tahun pertama sebesar Rp2.266.250.000.


“Pemerintah juga kembali mengalokasikan anggaran Rp2.782.500.000 untuk pembayaran tahun kedua program kemitraan UNRAM terhadap 15 mahasiswa Kedokteran dan Farmasi tersebut,” ucapnya.

- Advertisement -


Arif menegaskan, program KSP merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Jarot-Ansori sebagai komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan yang dilakukan pemerintah melalui perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.


“Program yang menjadi salah satu kebijakan unggulan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa yang disiapkan untuk menjamin kesempatan pendidikan tinggi, meringankan beban biaya kuliah, sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan,” ujarnya.


Dikatakan, dalam pelaksanaan program tersebut, Pemkab Sumbawa telah membangun kemitraan strategis dengan sejumlah perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar daerah. Diantaranya, Universitas Samawa (UNSA), Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Akademi Olat Maras (AKOM), STAIS Sumbawa, STIKES Griya Husada, STAI NW Samawa, serta Universitas Mataram (UNRAM).


Program ini diharapkan menjadi langkah strategis yang dijalankan secara lebih terintegrasi, transparan, dan akuntabel. Selain itu, program ini akan terus ditingkatkan kualitas maupun jangkauannya pada tahun-tahun mendatang.


“Di tahap awal tahun 2026, sebanyak 459 mahasiswa terdiri dari Akom 101 mahasiswa, STAIS 40 mahasiswa, STIKES 12 mahasiswa, UNSA 78 mahasiswa, UTS 213 mahasiswa, dan Unram 15 mahasiswa,” tukasnya.


Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot mengatakan, program KSP ini bukan hanya peluncuran kartu semata melainkan bentuk ikhtiar pemerintah. Program ini juga merupakan komitmen pemerintah daerah, agar anak Sumbawa tidak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi.


“Saya selalu meyakini bahwa kekayaan terbesar Kabupaten Sumbawa bukan hanya tanahnya yang subur, lautnya yang luas, atau sumber daya alam melimpah. Kekayaan terbesar daerah ini adalah manusianya,” jelasnya.


Ia melanjutkan, pada saat penyusunan RPJMD dalam lima tahun kedepan, misi pertama yang ditetapkan adalah mewujudkan sumber daya manusia yang unggul. Misi ini menjadi fondasi untuk mewujudkan visi besar bersama, yaitu membangun “Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera”.


“Unggul tidak mungkin lahir tanpa pendidikan yang berkualitas. Maju tidak mungkin tercapai tanpa generasi yang memiliki kompetensi. Sejahtera tidak mungkin dirasakan secara merata apabila akses pendidikan masih menjadi barang mewah bagi sebagian masyarakat,” tegasnya.


Jarot tidak menampik jumlah yang tercover program KSP tentu belum menggambarkan seluruh kebutuhan. Namun setiap langkah besar selalu dimulai dari langkah pertama, tetapi yang terpenting adalah keberpihakan pemerintah sudah dimulai, sistemnya sudah dibangun, dan akan terus disempurnakan.


“KSP bukanlah kartu ATM dan belum berfungsi sebagai alat transaksi keuangan. Kartu ini merupakan identitas resmi penerima beasiswa pemerintah Kabupaten Sumbawa,” jelasnya. (ils)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut