HomeBERANDALestarikan Kesenian Daerah, Bupati KLU Hadiri Lomba Lagu Sasak Dayan Gunung

Lestarikan Kesenian Daerah, Bupati KLU Hadiri Lomba Lagu Sasak Dayan Gunung

Tanjung ( EKBIS NTB) – Pemerintah daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berupaya melestarikan kesenian daerah di tengah banyaknya pengaruh global akibat dampak pariwisata maupun perkembangan informasi dan teknologi.

Salah satu yang dilakukan adalah menggelar lomba lagu Sasak khas Dayan Gunung. Kegiatan ini juga dirangkai sebagai bagian dari semarak peringatan HUT ke-18 KLU, 21 Kulo 2026 mendatang.


Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., saat menghadiri kegiatan tersebut di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Jumat malam (17/7/2026) malam, mengatakan Lomba Lagu Sasak Dayan Gunung ini memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan lagu-lagu Sasak lainnya.

- Advertisement -


“Kita akan menemukan perbedaan yang menjadi kekayaan budaya yang sangat berharga dan harus kita lestarikan bersama,” ujarnya.
Lomba Lagu Sasak Dayan Gunung, lanjutnya, merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan kebudayaan daerah Dayan Gunung. Oleh karenanya, ia meminta kepada para peserta lomba, agar mengeluarkan kemampuan terbaik dalam olah vokal.


Ia menilai, peserta Lomba serta seniman daerah pada umumnya, merupakan garda terdepan dalam keberlanjutan pelestarian kesenian daerah. Diharapkan, melalui jiwa seni para seniman, identitas Lombok Utara akan semakin kuat secara regional maupun nasional.


Sementara, Kepala Dinas Dikbudpora KLU, H. M. Najib, S.Pd., M.Pd., mengatakan Lomba ini disiapkan bagi para pencinta seni tarik suara, sekaligus wujud apresiasi pemerintah daerah kepada semua pihak yang terlibat menjaga eksistensi kesenian daerah.


“Lomba Lagu Sasak Daerah Dayan Gunung diselenggarakan sebagai respons atas kekhawatiran terhadap masuk dan berkembangnya pengaruh seni budaya asing yang masif di tengah masyarakat. Kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam upaya melestarikan kebudayaan lokal di tengah tantangan globalisasi,” ujarnya.


Najib juga berharap, pelestarian seni daerah khususnya dalam seni musik dapat terus berkembang. Setidaknya, melalui pendekatan lagu, bahasa Sasak Dayan Gunung terpelihara bahkan dapat dikenal oleh masyarakat luar daerah.


“Ekspresi minat dan bakat pemuda dalam dunia musik, kita harapkan muncul dalam lomba ini,” imbuhnya. (ari)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut