HomeADVERTORIALTransformasi Digital Harus Berpusat pada Manusia

Transformasi Digital Harus Berpusat pada Manusia

Mataram (EKBIS NTB) – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), big data, dan teknologi digital, tantangan terbesar pendidikan tinggi bukan lagi sekadar menghasilkan inovasi, melainkan memastikan bahwa setiap inovasi tetap berorientasi pada manusia.

Semangat inilah yang menjadi fokus Guest Lecture “Digitalogy: Towards a Human-Centered Transformation” yang diselenggarakan Universitas Mataram (Unram) bersama Seoul National University (SNU) di Ruang Sidang Senat, Rektorat Unram, pada Rabu (15/7).


Kuliah umum tersebut menghadirkan Professor Jun Seok Joseph Hwang, Professor di Seoul National University sekaligus Head of the Smart City Global Convergence Program, sebagai pembicara utama. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan akademik internasional antara Unram dan SNU dalam pengembangan pendidikan, riset, serta inovasi digital yang berdampak bagi masyarakat.

- Advertisement -


Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Sitti Hilyana, M.Si., menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang diadopsi, tetapi dari sejauh mana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, serta kepemimpinan yang beretika untuk menghadapi berbagai tantangan global.


“Konsep Digitalogy mengingatkan kita bahwa transformasi digital bukan sekadar tentang mengadopsi teknologi yang semakin canggih, melainkan memastikan setiap inovasi tetap berpusat pada manusia, dengan menjunjung tinggi inklusivitas, tanggung jawab etis, kreativitas, keberlanjutan, serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Prof. Hilyana.


Dalam kuliah umumnya, Prof. Jun Seok Joseph Hwang mengajak peserta melihat transformasi digital dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, keberhasilan sebuah negara dalam memanfaatkan teknologi tidak semata ditentukan oleh kecanggihan infrastruktur digital, tetapi oleh kualitas manusia dan karakter masyarakat yang dibangun melalui pendidikan.


Ia menjelaskan, setiap peradaban memiliki model transformasi yang berbeda sesuai dengan sejarah, budaya, dan institusinya. Korea Selatan, misalnya, dikenal dengan kapasitas implementasi transformasi digital yang kuat, kawasan Mediterania menonjol dalam tradisi dialog dan pertukaran gagasan, sementara negara-negara Nordik berhasil membangun kepercayaan sosial dan kolaborasi sebagai fondasi inovasi.

Beragam model tersebut menunjukkan bahwa teknologi berkembang mengikuti karakter masyarakat, bukan sebaliknya.
Mengangkat konsep “Smart Education for Smart Civilization”, Prof. Hwang menegaskan bahwa pembangunan kota cerdas harus diawali dengan pembangunan manusia.

Ia menggambarkan transformasi tersebut sebagai sebuah tahapan yang saling berkesinambungan, dimulai dari Smart Education yang melahirkan Smart Citizenship, kemudian membentuk Smart City, hingga pada akhirnya menciptakan Smart Civilization.

Dengan kata lain, teknologi hanya akan menghasilkan dampak apabila didukung oleh warga yang memiliki literasi digital, etika, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran untuk berkolaborasi. (ron)

Artikel Yang Relevan

IKLAN




Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut