Manggarai (ekbisntb.com)- Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) yang dijalankan pada tahun 2025 terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5 (10 MW). Salah satu dampak nyata tersebut terlihat dari keberhasilan Kelompok Tani Wela Sita Werek Ulumbu di Desa Wewo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang kembali melaksanakan panen hortikultura pada Rabu (8/7).
Pada panen kali ini, kelompok tani berhasil memanen sekitar 700 tanaman pakcoy yang telah terserap pasar dengan harga jual Rp3.000 per tanaman. Sebelumnya, kelompok tersebut juga telah memanen komoditas fanbox dan tomat sebagai bagian dari pengembangan budidaya hortikultura melalui program pendampingan PLN UIP Nusra.
Ketua Kelompok Tani Wela Sita Werek Ulumbu, Evodia Alut, mengatakan program yang telah berjalan sejak 2023 dan terus diperkuat melalui pendampingan pada tahun 2025 memberikan perubahan nyata terhadap kondisi ekonomi kelompok tani.
“Program ini terus berjalan dan manfaatnya sangat kami rasakan. Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini menjadi produktif. Hasil panen kami juga sudah memiliki pembeli, termasuk masyarakat Desa Wewo,” ujar Evodia.
Ia menjelaskan keberhasilan kelompok tidak hanya berasal dari bantuan sarana produksi, tetapi juga pendampingan yang diberikan secara berkelanjutan, mulai dari pembibitan, teknik budidaya, perawatan tanaman, pengendalian hama, hingga pemasaran hasil panen.
Salah seorang anggota kelompok, Mama Kris (64), turut merasakan perubahan dalam pola bertani yang kini lebih efisien. Menurutnya, penggunaan mulsa membantu mengurangi pertumbuhan gulma sehingga biaya perawatan kebun menjadi lebih rendah dibandingkan metode yang digunakan sebelumnya.
Manager Perizinan dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusra, Bobby Robson, mengatakan keberhasilan panen yang kembali dirasakan masyarakat menjadi bukti bahwa program TJSL yang dijalankan PLN mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan.
“Hasil panen ini menjadi salah satu indikator bahwa program pemberdayaan yang kami jalankan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal tersebut juga diperkuat melalui hasil pengukuran Social Return on Investment (SROI) tahun 2025 yang mencapai 1,5. Artinya, setiap Rp1 yang diinvestasikan PLN melalui program ini mampu menghasilkan nilai manfaat sosial sebesar Rp1,5 bagi masyarakat. Capaian tersebut mendorong kami untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Bobby.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.
“Pembangunan PLTP Ulumbu Unit 5 (10 MW) tidak hanya bertujuan menghadirkan energi bersih dan memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memastikan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan memperoleh manfaat nyata dari kehadiran proyek. Melalui program TJSL, PLN berkomitmen membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal sehingga pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat tumbuh selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar RDW Manurung.
Program hortikultura di Desa Wewo merupakan bagian dari komitmen PLN UIP Nusra dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sekitar proyek strategis ketenagalistrikan. Melalui pendampingan yang konsisten, PLN berharap semakin banyak lahan yang dapat dioptimalkan menjadi lahan produktif, pendapatan masyarakat terus meningkat, serta manfaat pembangunan energi bersih dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat di sekitar pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5 (10 MW).(bul)






