spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaEkonomiMemasuki Musim Kemarau, Disdag NTB Tak Khawatir Stok dan Kenaikan Harga Pangan

Memasuki Musim Kemarau, Disdag NTB Tak Khawatir Stok dan Kenaikan Harga Pangan

Mataram (ekbisntb.com)-Dinas Perdagangan Provinsi NTB tak mengkhawatirkan terjadinya kenaikan harga komoditas pangan strategis ditengah ancaman kemarau ekstrem. Terkecuali, musim kemarau dibarengi dengan hari besar keagamaan.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti menyebut, Dinas Perdagangan NTB terus memantau perkembangan harga di pasaran. Sejauh hasil pemantauan, harga-harga masih stabil, bahkan ada beberapa komoditi yang turun harga. Seperti bawang putih dan tomat.

“Insya allah kita akan menjaga terus kondisi stok pangan kita cukup. Artinya beban kami sudah terlewati hari raya, dan maulid nabi. Jadi kita memasuki musim tingkat konsumsi yang tidak terlalu bergejolak sampai akhir tahun,” ujarnya, Selasa 9 Juli 2024.

Ditambahkannya, pemantauan perkembangan harga dan ketersedian pangan akan terus dilakukan setiap hari, apa saja yang bergejolak kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri juga ikut di pantau.

“Apakah berpengaruh tidak dengan ekonomi kita, berpengaruh tidak dengan stok keamanan kita,” katanya.

Nelly mengemukakan, jika melihat ketersedian beras yang merupakan kebutuhan pokok, di NTB saat ini masih sangat tersedia. Bahkan NTB kembali mengirim beras keluar untuk memenuhi kebutuhan provinsi lain.

“Beras kita cukup, aman dan kita mensupport provinsi lain. Bahkan jagung kita yang panen kemarin, mudah-mudahan benar. Kita bisa ekspor juga,” terangnya.

Menurutnya, untuk kebutuhan pangan yang cenderung dibutuhkan oleh konsumen sebenarnya masih sama dan belum ada lonjakan yang signifikan.

“Selama stoknya ada, hari raya besar keagamaan tidak ada, Insya Allah kita akan stabil. Tidak ada yang memicu konsumen berbelanja itu. Masih ada stok yang bisa kita andalkan, karena negara juga menyiapkan,” jelasnya.

Selain itu, untuk menekan lonjakan harga, Dinas Perdagangan NTB juga sudah menyiapkan pasar murah. Biasanya pasar murah hanya berpusat pasar saja, namun kini menyasar juga ke pemukiman warga ke desa-desa.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, ketersedian aman, harga juga aman,” demikian.(bul)

Artikel Yang Relevan

Iklan





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut